Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

PITTING CORROSION
( KOROSI SUMURAN )

Disusun Oleh :
Ben Umar Rahinwari 16050754062
Arif Saputra 16050754063

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKUKTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai jenis
logam. Bangunan-bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen
logam seperti seng, tembaga, besi baja, dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh
korosi ini. Selain pada perkakas logam ukuran besar, korosi ternyata juga mampu
menyerang logam pada komponen-komponen renik peralatan elektronik, mulai dari
jam digital hingga komputer serta peralatan canggih lainnya yang digunakan dalam
berbagai aktivitas umat manusia, baik dalam kegiatan industri maupun di dalam rumah
tangga.
Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung seperti
pergantian peralatan industri, perawatan jembatan, konstruksi dan sebagainya, tetapi
juga biaya tidak langsung seperti terganggunya proses produksi dalam industri serta
kelancaran transportasi yang umumnya lebih besar dibandingkan biaya langsung.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latarbelakang masalah yang dikemukakan, maka kami merumuskan
permasalahan yang akan di bahas sebagai berikut :
a. Apa yang dimaksud dengan korosi ?
b. Apa yang dimaksud dengan korosi pitting ?
c. Faktor apa sajakah yang memengaruhi korosi pitting ?
d. Bagaimana proses terjadinya korosi pitting ?
e. Bagaimana cara mencegah terjadinya korosi pitting ?

1.3 Tujuan
Makalah ini dibuat agar mahasiswa :
a. Dapat memahami tentang korosi.
b. Dapat memahami tentang korosi pitting.
c. Dapat memahami pengaruh korosi pitting.
d. Dapat mengetahui proses terjadinya korosi pitting.
e. Dapat mengetahui cara mencegah terjadinya korosi pitting.
BAB II
ISI

2.1 Pengertian Korosi


Korosi berasal dari Bahasa latin “Corrodere” yang artinya perusakan logam/ berkarat.
Definisi korosi adalah proses degradasi/ deteorisasi/ perusakan material yang terjadi
disebabkan oleh lingkungan sekelilingnya. Korosi merupakan proses elektrokimia yang
terjadi pada logam, atau proses perusakan material karena bereaksi dengan lingkungannya.
Selain itu, korosi juga diartikan sebagai kerusakan yang terjadi pada material akibat adanya
reaksi kimia. Tetapi dimasyarakat korosi lebih identik dengan istilah ”karat” yang
merupakan korosi khusus pada besi, hal ini terjadi karena besi merupakan logam yang
paling banyak digunakan oleh masyarakat.

2.2 Pengertian Korosi Pitting


Korosi Pitting (sumuran) adalah korosi lokal dari permukaan logam yang dibatasi
pada satu titik atau area kecil, dan membentuk rongga. Korosi sumuran adalah salah satu
bentuk yang paling merusak dari korosi.
Mekanisme Pitting Corrosion : Untuk material bebas cacat, korosi sumuran disebabkan
oleh lingkungan kimia yang mungkin berisi spesies unsur kimia agresif seperti klorida.
Klorida sangat merusak lapisan pasif (oksida) sehingga pitting dapat terjadi pada dudukan
oksida. Lingkungan juga dapat mengatur perbedaan sel aerasi (tetesan air pada permukaan
baja, misalnya) dan pitting dapat dimulai di lokasi anodik (pusat tetesan air).

2.3 Faktor Pemicu Korosi Pitting


a. Kontak Langsung logam dengan H2O dan O2
Korosi pada permukaan logam merupakan proses yang mengandung reaksi
redoks. Reaksi yang terjadi ini merupakan sel Volta mini. sebagai contoh, korosi
besi terjadi apabila ada oksigen (O2) dan air (H2O). Logam besi tidaklah murni,
melainkan mengandung campuran karbon yang menyebar secara tidak merata
dalam logam tersebut. Akibatnya menimbulkan perbedaan potensial listrik antara
atom logam dengan atom karbon (C). Atom logam besi (Fe) bertindak sebagai
anode dan atom C sebagai katode. Oksigen dari udara yang larut dalam air akan
tereduksi, sedangkan air sendiri berfungsi sebagai media tempat berlangsungnya
reaksi redoks pada peristiwa korosi. Semakin banyak jumlah O2 dan H2O yang
mengalami kontak denan permukaan logam, maka semakin cepat berlangsungnya
korosi pada permukaan logam tersebut.
b. Temperatur
Temperatur mempengaruhi kecepatan reaksi redoks pada peristiwa korosi.
Secara umum, semakin tinggi temperatur maka semakin cepat terjadinya korosi.
Hal ini disebabkan dengan meningkatnya temperatur maka meningkat pula energi
kinetik partikel sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan efektif pada reaksi
redoks semakin besar. Dengan demikian laju korosi pada logam semakin
meningkat. Efek korosi yang disebabkan oleh pengaruh temperatur dapat dilihat
pada perkakas-perkakas atau mesin-mesin yang dalam pemakaiannya
menimbulkan panas akibat gesekan (seperti cutting tools ) atau dikenai panas
secara langsung (seperti mesin kendaraan bermotor). Knalpot kendaraan bermotor
yang mudah terkorosi akibat temperatur tinggi.
c. pH
Peristiwa korosi pada kondisi asam, yakni pada kondisi pH < 7 semakin besar,
karena adanya reaksi reduksi tambahan yang berlangsung pada katode
yaitu: 2H+(aq) + 2e- → H2 korosi pada kondisi asam lebih cepat. Adanya reaksi
reduksi tambahan pada katode menyebabkan lebih banyak atom logam yang
teroksidasi sehingga laju korosi pada permukaan logam semakin besar.

2.4 Proses Terjadinya Korosi Pitting


a. Inisiasi Pit. Sebuah lubang awal dapat terbentuk pada permukaan ditutupi oleh
lapisan oksida pasif sebagai akibat dari berikut:
o Kerusakan mekanis dari film pasif disebabkan oleh goresan. Reaksi
anodik dimulai pada permukaan logam terkena elektrolit. Sekitarnya
permukaan dipasivasi bertindak sebagai katoda.
o Partikel dari kedua fase ( non-logam inklusi , inklusi intermetalik , partikel
logam, Microsegregation ) muncul pada permukaan logam. Partikel-partikel ini
mempercepat sepanjang batas butir dapat berfungsi sebagai anoda lokal
menyebabkan korosi galvanik lokal dan pembentukan lubang awal.
o Menekankan lokal dalam bentuk dislokasi muncul di permukaan dapat
menjadi anoda dan memulai lubang.
o Non-homogen lingkungan dapat membubarkan film pasif di lokasi tertentu di
mana lubang awal bentuk.
b. Pertumbuhan Pit. Di hadapan lubang-lubang ion klorida yang berkembang
melalui mekanisme autocatalytic.

2.5 Cara Pengendalian Korosi Pitting


a. Hindari permukaan logam dari goresan.
b. Perhalus permukaan logam.
c. Menghindari komposisi material dari berbagai jenis logam.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil diskusi kami, maka :
 Korosi merupakan proses elektrokimia yang terjadi pada logam, atau proses
perusakan material karena bereaksi dengan lingkungannya. Selain itu, korosi juga
diartikan sebagai kerusakan yang terjadi pada material akibat adanya reaksi kimia.
 Faktor yang mempengaruhi Korosi
1. Kontak Langsung logam dengan H2O dan O2
2. Temperatur.
3. pH
Korosi sumuran adalah korosi lokal dari permukaan logam yang dibatasi pada
satu titik atau area kecil, dan membentukn bentuk rongga. Korosi sumuran
adalah salah satu bentuk yang paling merusak dari korosi.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. http://m10mechanicalengineering.blogspot.com/2013/11/macam-macam-bentuk-
korosi.html

Anonim. https://fitransyah.wordpress.com/2013/07/25/korosi-celah-dan-korosi-sumuran-sel-
sel-konsentrasi/

Anonim. https://ardra.biz/sain-teknologi/metalurgi/korosi-corrosion/tipe-bentuk-jenis-korosi-
sumuran-pitting-corrosion/