Anda di halaman 1dari 2

Nama saya Irfa’ Chasan, lahir di Demak 23 Maret 1990.

Saya Dari keluarga sederhana didesa agak


jauh dari kota, tepatnya di desa Mlekang kec. Gajah kab. Demak. Setiap hari selain hari minggu saya
berangkat kerja di SMK wisudha Karya Kudus, saya sebagai salah satu guru mata pelajaran produktif
di jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik atau biasa disingkat TITL, selain di jurusan Teknik Instalasi
Tenaga Listrik saya juga ada jadwal mengajar di jurusan Teknik Elektronika Industri dan Teknik
Mekatronika. dan tidak terasa saya sudah lima tahun lebih sebagai guru di SMK wisudha Karya
Kudus.

Saya dulu gak pernah membayangkan akan menjadi seorang guru, dilihat dari pengalaman pahit yang
saya rasakan, saya sempat 2 kali tidak diterima pada saat pendaftaran peserta didik baru, yaitu di salah
satu MTs di kudus dan salah satu SMK disemarang. Saya sempat bungung bagaimana nasib saya
kedepan. Pada saat orang tua saya tau saya tidak diterima disekolah yang orang tua saya inginkan,
beliau salau menangis. semua orang tua pasti pengen anaknya mendapatkan pendidikan yang layak
dan mendapat pekerjaan yang baik dan akhirnya saya memilih salah satu SMP dan SMK di kudus.

Setelah saya setelah lulus dari salah satu SMK di kudus saya bingung antara kerja atau kuliah?
akhirnya saya memutuskan untuk ikut mendaftar besama teman-teman saya disalah satu perguruan
tinggi negeri disemarang lewat jalur online waktu itu. Karna saya dasarnya lulusan SMK jurusan
Listrik maka saya mendaftarnya pada jurusan yang berbau Listrik. Waktu itu ada pilihan pendidikan
Teknik Elektro S1 saya ambil jurusan tersebut. Setelah diterima baru saya tahu bahwa jurusan tersebut
mengarahkan untuk menjadi seorang guru produktif di teknik elektro. Saya pasrah dengan keputusan
yang sudah saya ambil, mungkin itu yang akan menjadi jalan hidup saya.

Sperti kata pepatah “rejeki tak akan kemana-mana”, tetapi kalau tidak berusaha untuk mencari rejeki
tersebut tidak akan ketemu. Yang selalu saya ingat waktu saya ngaji dipondok dulu, ada 3 kunci
keberhasilan yang pertama “Man Jadda Wa Jada” (Siapa yang bersungguh-sungguh akan
berhasil), yang kedua “Man Shobaro Zafiro” (Siapa yang bersabar akan beruntung), dan yang
ketiga “Man Saaro 'Alaa Darbi Washola” (Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai).
Walaupun saya ngaji dipondok hanya 2 minggu. Tapi tiga kunci keberhasilan itu akan saya
amalkan. Dan akhirnya syukur alhamdulillah sekarang saya bisa menjadi seorang guru.

Sebagai seorang guru yang mungkin belum banyak pengalaman. Saya mencoba melakukan
pendekatan kepada siswa-siswi saya untuk tetap semangat dalam belajar. Sebagai contoh, dalam
situasi santai saya sering mengajak mereka berbicara bukan saya sebagai seorang guru, tapi saya
sebagai seorang teman. Dengan cara seperti ini, mereka lebih bisa termotivasi untuk menyeimbangkan
pola membantu orang tua dengan kegiatan belajar. Alhamdulillah banyak siswa-siswi saya yang
sekarang sudah bekerja sesuai dengan keahlianya. Semoga semoga saya tetap bisa menjadi seorang
guru yang bisa membawa amanah menjadikan murid-murid berguna bagi lingkungan, nusa dan
bangsa.

Selian sebagai guru saya juga punya kesibukan bertani. Beradu dengan lumpur, bersatu dengan alam.
Mungkin banyak orang menganggap jadi petani itu pekerjaan yang melelahkan setiap hari dihadapkan
dengan pekerjaan yang menguras tenaga, memeras keringat. Tetapi jika kalian bisa menikmati suatu
pekerjaan pasti pekerjaan tersebut akan terasa ringan, apalagi disaat tanaman yang kalain tanam
tumbuh dengan subur dan panenya bagus. Rasanya mantab!!!, sama halnya sebagai seorang guru,
kadang dihadapkan pada siswa yang bandel. Permasalahan administrasi dll. Tapi kalau bisa
menikmatinya akan terasa ringan juga, apalagi kalau siswanya lulus mendapatkan mendapatkan
pekerjaan sesuai yang diinginkan akan tambah mantabs!!! Pakai S.
Pesan saya kepada siswa terus tekunlah belajar, disiplin, jujur, dan bersabar dalam kehidupan sehari
hari. Karna saya yakin itu yang akan membawa kalian meraih sukses kelak. Seperti yang saya pernah
katakan sebelumnya rejeki itu takkan kemana-mana. Memang rejeki itu tak akan kemana-mana tapi
kalian yang harus mencarinya. Dan jangan lupa tetap memegang teguh keimanan kalian yang muslim
jangan lupa sholat, dan yang non muslim menjalankan ibadahnya sesuai kepercayaan masing masing.

Bagi para siswa yang akan lulus saya harap bisa mengambil peluang kerja yang ada jangan sia siakan
kesempatan itu, ibaratnya jika kalian disuruh milih uang pecahan Rp. 10.000 dan Rp. 100.000 pasti
yang akan kalian pilih yang pecahan Rp. 100.000 tapi kalau kalian hanya sekedar memilih, Rp.
10.000 pun tidak akan kalian dapatkan, kalian harus bisa mengambil uang tersebut untuk bisa
menjadi kalian.

Mungkin itu yang bisa tulis dikesempatan kali ini terimakasih semoga bisa bermanfaat bagi kita
semua.. Amin...