Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AKHIR M2

Soal :
1. Buatlah rancang jaringan pada packet tracer yang terdiri dari 2 PC server dan 6 PC
Client yang dapat saling berkomunikasi dengan teknik Routing Statis dan Dinamis
dan buatlah laporannya.
2. Buatlah jaringan sederhana yang terdiri 1 pc server dan 4 pc client dengan
menggunakan teknik DHCP pada pemberian alamat IP pada masing-masing client,
dokumentasikan dan buatlah laporannya.

Jawab :
1. Rancangan Jaringan 2 PC server dan 6 PC client

Penjelasan :
ROUTER
Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan
lainnya, jaringan pengirim hanya tahu bahwa tujuan jauh dari router. Dan routerlah
yang mengatur mekanisme pengiriman selain itu router juga memilih “jalan terbaik”
untuk mencapai tujuan. Ada dua jenis router berdasarkan cara ruting-nya, yaitu
Router Statis dan Router Dinamis.

1. Router Statis
Router Statis adalah Router yang me-rutekan jalur spesifik yang ditentukan oleh
user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan
oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP "internetwork".
Rute Statis - Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator
membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau
meng"update" rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan
topologi antar jaringan (internetwork). Mengkonfigurasi router statis adalah
dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik
dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.
2. Router Dinamis
Router Dinamis adalah Router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara
otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika
ada perubahan topologi antar jaringan, router otomatis akan membuat ruting yang
baru.
Tabel Routing
Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data,
maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus
dikirim ke jaringan yang mana? Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai
tabel routing yang berisi NETID dan Default gatewaynya.

Berdasarkan gambar 1, berikut ini adalah skenario pengiriman data dari komputer
192.168.1.5 ke komputer 192.168.2.36 :
1. Komputer 192.168.1.5 ingin mengirim data ke 192.168.2.36, menyadari
bahwa alamat tujuan tidak berada di jaringan lokal, maka komputer
mencari daftar “default gateway” pada property TCP/IP yaitu 192.168.1.13.
Paket data kemudian dikirim ke Gateway tersebut.
2. Pada komputer 192.168.1.13 paket data tersebut kembali
diperiksa, dan ditemukan pada tabel routing bahwa paket tersebut dapat
dikirim ke jaringan192.168.2 lewat IP 192.168.2.43
3. Via IP 192.168.2.43 akhirnya data dapat ditransmisi ke tujuan yaitu
192.168.2.3
Mengkonfigurasi static routing
Membangun static routing pada router-router tidak begitu sulit. Anda tinggal masuk
ke global configuration mode dan jalankan formula berikut pada masing- masing
router yang akan dikonfigurasikan :
Ip route <destination><mask><next_hop_address>

Berikut ini adalah detail untuk masing-masing opsi :


Ip route: perintah untuk membuat static routing itu sendiri Destination network
tujuan yang hendak ditambahkan ke routing table Mask subnet mask yang digunakan
dalam network Next_hop_address address dari hop router selanjutnya, yakni
yang akan menerima paket dan mem-forward-nya lagi ke network remote.
Tidak lain berupa interface router dari router dari network yang terkoneksi secara
langsung.

2. Jaringan Sederhana 1 PC server dan 4 PC client

Penjelasan :
DHCP merupakan singkatan dari Dinamic Host Configuration Protocol adalah
sebuah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang
memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai Server DHCP
sedangkan komputer yang melakukan request disebut dengan Client DHCP.
Berikut merupakan langkah-langkah mensetting IP pada DHCP :
a. Melakukan konfigurasi DHCP server,
Gambar 1.4 Konfigurasi DHCP Server
Perhatikan gambar diatas, kita melakukan perubahan pada bagian teks wana
hijau. Lakukan perubahan sesuai dengan kondisi network yang ada di jaringan
kita.
b. Selanjutnya restart service dhcp

Gambar 1.5 Restart service DHCP Server


Sampai saat ini kita telah selesai melakukan konfigurasi dhcp server.

c. Selanjutnya kita bisa melakukan pengujian dari komputer client.


Karena nantinya komputer client akan mendapat ip address secara otomatis dari
dhcp server, maka kita tidak perlu melakukan konfigurasi ip address secara
manual di client. Kita cukup memilih obtain ip address automaticcally, perhatikan
gambar berikut

Gambar 1.6 Konfigurasi DHCP client


Gambar 1.7 Hasil konfigurasi DHCP server
Cara kerja DHCP :
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur
client/server, maka ada dua piha yang terlibat yaitu DHCP client dan DHCP server.
DHCP Server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk
didistribusikan kepada client yang disebut dengan DHCP Pool. Setiap client kemudian akan
menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, manakala
waktu yang ditentukan telah habis (Biasanya beberapa hari) piha DHCP client akan meminta
kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjang alamat IP
sebelumnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan penyewaan alamat IP dari sebuah
DHCP Server dengan langkah berikut :
a. DHCPDISCOVER  DHCP client akan menyebarkan request secara
broadcast untuk mencari DHCP server yang aktif.
b. DHCPOFFER  Setelah DHCP server mendapatkan broadcast dari client,
DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada client
c. DHCPREQUEST  Client meminta DHCP server menyewakan alamat dari
salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada server yang
bersangkutan.
d. DHCPACK  DHCP server akan merespon permintaan dari client dengan
mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian server akan memetapkan
sebuah alamat dan konfigurasi TCP/IP lainnya kepada client dan
memperbaharui basisdata miliknya. Client selanjutnya akan memulai proses
binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat
IP, client pun dapat memulai melakukan komunikasi jaringan.