Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN AJAR MATA

PELAJARAN EKONOMI MATERI AKUNTANSI KELAS XI


IPS DI SMA NEGERI 1 BABAT LAMONGAN

ARTIKEL ILMIAH

Oleh :
ENI LUTVIANA
098554300

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
2013
ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN AJAR MATA
PELAJARAN EKONOMI MATERI AKUNTANSI KELAS XI
IPS DI SMA NEGERI 1 BABAT LAMONGAN

Eni Lutviana
Suci Rohayati
Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UNESA

ABSTRACT

Success in the teaching and learning activities are influenced by multiple


components, one of which is teaching materials. Teaching material is a
set of subject matter are arranged systematically and independent nature
that refers to a curriculum that is used so as to create a learning resource
in the form of a textbook or text may be used for student learning. This
research aims to know the materials used on the subjects of economics
accounting material grade XI IPS in SMA Negeri 1 Babat Lamongan
and reason for using these materials as well as to determine the
feasibility of teaching material of economic subjects accounting material
used grade XI IPS in SMA Negeri 1Babat Lamongan. The evaluation on
teaching material of economic subjects accounting material used in class
XI IPS SMA Negeri 1 Babat Lamongan in the form of a textbook earn a
percentage of 94,89% with the criteria is well worth while to earn a
percentage of LKS 57,11% with the criteria worthy.

Keywords: analysis, teaching materials, material accounting

Keberhasilan dalam Kegiatan pendidik merupakan faktor penentu


Belajar Mengajar (KBM) dipengaruhi yang tidak kalah penting dalam
oleh beberapa komponen, diantaranya meningkatkan mutu pendidikan dan
adalah: guru, siswa dan bahan pendidik mempunyai peran sebagai
pengajaran. KBM dapat berjalan efektif penggerak komponen, seperti: materi
apabila seluruh komponen yang terlibat ajar, alat peraga, alat dan bahan
saling mendukung untuk mencapai laboratorium serta media belajar
tujuan yang sama. Implementasi lainnya. Komponen tersebut baru
kurikulum 2006 (KTSP) di Indonesia bermakna bila disampaikan oleh
membawa perubahan dalam sistem pendidik secara profesional.
pembelajaran. Dengan adanya Dalam hal ini peranan pendidik
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menjadi lebih dominan, terutama dalam
(KTSP) yang merupakan upaya untuk menjabarkan standar kompetensi dan
menyempurnakan kurikulum agar lebih kompetensi dasar. Menurut Mulyasa
familiar dengan pendidik, maka (2010:8), penjabaran standar kompetensi
dan kompetensi dasar ini tidak hanya latihan-latihan, petunjuk kerja, lembar
dalam program tertulis tetapi juga dalam kerja dan evaluasi.
pembelajaran nyata di kelas. Oleh Dengan menggunakan bahan ajar
karena itu, pendidik dituntut untuk lebih yang baik dan sesuai dengan kriteria
kreatif dan inovatif dalam yang telah ditetapkan, diharapkan dapat
menyampaikan materi ajar kepada meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal
peserta didiknya. ini didukung oleh penelitian yang
Proses belajar mengajar dapat dilakukan Endang Sunarsih dimana
diartikan sebagai proses belajar dalam dalam penelitiannya, siswa yang belajar
diri peserta didik karena ada yang secara dengan menggunakan bahan ajar lebih
langsung mengajar yaitu pendidik baik (prestasi meningkat) dibandingkan
maupun tidak langsung mengajar. dengan siswa yang belajar dengan
Pendidik memiliki keterbatasan dalam pembelajaran konvensional.
berinteraksi dengan peserta didik, Dari penelitian di atas dapat
dengan kata lain pendidik tidak disimpulkan bahwa penggunaan bahan
selamanya dapat mendampingi peserta ajar yang baik dan sesuai dengan kriteria
didik untuk belajar. Oleh karena itu yang ditetapkan dapat meningkatkan
keberadaan bahan ajar sebagai bahan prestasi belajar siswa. Hal ini juga harus
belajar bagi peserta didik sangat didukung dengan pemilihan bahan ajar
dibutuhkan. yang tepat untuk membantu peserta
Bahan ajar merupakan seperangkat didik dalam memahami materi yang
materi pelajaran yang disusun secara disampaikan pendidik.
sistematis dan bersifat mandiri yang Berdasarkan hasil wawancara
mengacu pada kurikulum yang berlaku dengan guru mata pelajaran ekonomi di
sehingga tercipta sumber belajar berupa SMA Negeri 1 Babat Lamongan,
buku ajar atau teks yang dapat diperoleh informasi bahwa jenis bahan
digunakan siswa untuk belajar. Bahan ajar yang digunakan untuk menunjang
ajar paling tidak mencakup sebuah mata pelajaran ekonomi materi
petunjuk belajar bagi pendidik maupun akuntansi adalah bahan ajar cetak
peserta didik untuk mencapai sebuah berupa buku, dan Lembar Kerja Siswa
kompetensi yang akan dicapai. Bahan (LKS) yang dibuat oleh MGMP
ajar juga berisi informasi pendukung ekonomi kabupaten Lamongan.
yang berupa penjelasan, kebahasaan, Buku merupakan salah satu sarana
untuk belajar. Menurut Prastowo
(2011:168), buku adalah lembaran Selain memperoleh informasi bahan
kertas yang berisi ilmu pengetahuan ajar akuntansi yang digunakan di SMA
yang disusun secara sistematis, dijilid Negeri 1 Babat Lamongan, penulis juga
serta diberi cover oleh pengarangnya. memperoleh informasi bahwa bahan ajar
Sementara, yang disebut dengan buku yang digunakan pada mata pelajaran
teks pelajaran adalah buku yang berisi ekonomi materi akuntansi belum
ilmu pengetahuan, yang diambil dari mengaitkan dengan contoh nyata yang
kompetensi dasar yang tertuang dalam ada dilingkungan sekitar dan juga
kurikulum, dimana buku tersebut pemilihan buku ajar tersebut
digunakan oleh siswa untuk belajar. dikarenakan unsur kerjasama dengan
Buku memungkinkan seseorang untuk salah satu penerbit buku ajar. Hal
meningkatkan prestasi dirinya, terutama tersebut menyebabkan pengetahuan
berkaitan dengan kecerdasan. Melalui siswa kurang dan siswa tidak bisa
buku seseorang dirancang untuk mengaplikasikan konsep yang dipelajari
memahami dan memaknai sebuah dalam kehidupan nyata.
keadaan atau peristiwa. Dengan adanya Untuk memperoleh informasi yang
buku dalam proses belajar mengajar lebih akurat, peneliti melakukan
maka penyampaian materi dalam proses wawancara dengan beberapa siswa kelas
belajar mengajar akan tersampaikan XI IPS di SMA Negeri 1 Babat
dengan baik. Lamongan. Dari hasil wawancara
Sedangkan menurut Prastowo tersebut diperoleh informasi bahwa
(2011:204), Lembar Kerja Siswa (LKS) siswa kurang menyukai buku ajar yang
adalah materi ajar yang sudah dikemas sekarang karena dalam buku tersebut
sedemikian rupa sehingga siswa materi yang disampaikan terlalu padat,
diharapkan mendapat materi ajar secara tidak menarik dan tidak terdapat ilustrasi
mandiri. Dalam LKS, siswa akan dalam buku tersebut, sehingga
mendapat materi secara ringkasan, dan menyulitkan siswa dalam
tugas yang berkaitan dengan materi. mengaplikasikan teori yang diperoleh
Selain itu, siswa juga dapat menemukan dan menyebabkan siswa kurang paham
arahan yang terstruktur untuk dalam memahami materi akuntansi.
memahami dan mengerti materi yang Berdasarkan uraian diatas, maka
diberikan, dan pada saat yang bersamaan judul penelitian yang akan diambil oleh
siswa diberikan materi serta tugas yang peneliti adalah “Analisis Penggunaan
berkaitan dengan materi tersebut. Bahan Ajar Mata Pelajaran Ekonomi
Materi Akuntansi Kelas XI IPS di SMA karakteristik sekolah/daerah, sosial
Negeri 1 Babat Lamongan”. budaya mayarakat dan karakteristik
Berdasarkan latar belakang masalah siswa.
di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah (1) Bahan ajar apa Tujuan KTSP
saja yang digunakan pada mata Menurut Mulyasa (2010: 22), tujuan
pelajaran ekonomi materi akuntansi umum diterapkannya KTSP adalah
kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Babat untuk memandirikan dan
Lamongan dan alasan mengapa guru memberdayakan satuan pendidikan
menggunakan bahan ajar tersebut? (2) melalui pemberian kewenangan kepada
Bagaimana kelayakan bahan ajar mata sekolah dan mendorong sekolah untuk
pelajaran ekonomi materi akuntansi melakukan pengambilan keputusan
yang digunakan kelas XI IPS di SMA secara partisipatif dalam pengembangan
Negeri 1 Babat Lamongan? kurikulum.
Dari penjelasan diatas, dapat ditarik
Kurikulum Tingkat Satuan kesimpulan bahwa tujuan dari KTSP
Pendidikan (KTSP) adalah mendorong lembaga pendidikan
Menurut Mulyasa (dalam Lestari, atau sekolah untuk dapat meningkatkan
2013:11) mengemukakan bahwa mutu pendidikan, kualitas pendidikan
penyusunan KTSP dilakukan oleh dan meningkatkan kompetisi yang sehat
masing-masing satuan pendidikan di sekolah.
dengan memperhatikan dan berdasarkan
standar kompetensi serta kompetensi Bahan Ajar
dasar yang telah dikembangkan oleh Menurut Majid (2008: 73), bahan
Badan Standar Nasional Pendidikan ajar merupakan segala bentuk bahan
(BSNP). yang digunakan untuk membantu
Jadi dapat disimpulkan bahwa guru/pengajar dalam melaksanakan
KTSP merupakan kurikulum yang kegiatan belajar mengajar di kelas.
dikembangkan sesuai dengan satuan Sedangkan menurut Prastowo
pendidikan, potensi daerah/sekolah yang (2011:17), bahan ajar adalah segala
mana pemberlakuan KTSP tersebut bentuk bahan yang disusun secara
dapat memberikan hak kewenangan sistematis, yang menampilkan suatu
guru untuk membuat perangkat kompetensi yang akan dikuasai siswa
pembelajaran sesuai dengan dan digunakan dalam proses
pembelajaran yang bertujuan untuk materials), merupakan perpaduan antara
perencanaan dan penelaahan dua media (audio, teks, grafik, gambar,
implementasi pembelajaran. animasi dan video) yang oleh
Dari penjelasan diatas, peneliti dapat penggunanya dimanipulasi untuk
menyimpulkan bahan ajar adalah mengendalikan suatu perintah dari suatu
seperangkat materi pelajaran yang presentasi. Contohnya, compact disk
disusun secara sistematis dan bersifat interactive.
mandiri yang mengacu pada kurikulum
yang digunakan sehingga tercipta Fungsi dan Kegunaan Bahan Ajar
sumber belajar berupa buku ajar yang Secara garis besar, fungsi bahan ajar
dapat digunakan siswa untuk belajar. bagi guru adalah untuk mengarahkan
semua aktivitasnya dalam proses
Bentuk dan Jenis Bahan Ajar pembelajaran sekaligus merupakan
Menurut Prastowo (2011:39), para substansi kompetensi yang seharusnya
ahli telah membuat beberapa kategori diajarkan kepada siswa. Sedangkan bagi
untuk bahan ajar, salah satunya adalah siswa akan menjadi pedoman dalam
berdasarkan bentuknya yang dibedakan proses pembelajaran dan merupakan
menjadi empat macam, yaitu: (1) Bahan substansi kompetensi yang seharusnya
ajar cetak, merupakan sejumlah bahan dipelajari.
yang disiapkan dalam kertas. Bahan ajar
cetak dapat berupa: handout, buku, Keunggulan dan Keterbatasan Bahan
modul, LKS, brosur, leaflet, wallchart, Ajar
model/maket, (2) Bahan ajar dengar atau Menurut Mulyasa (dalam Lestari
program audio, yaitu bahan ajar dengan 2013: 8), terdapat beberapa keunggulan
sistem yang menggunakan sinyal radio dari bahan ajar antara lain: (a)
secara langsung. Contohnya, kaset, Mengutamakan pada kemampuan
radio, piringan hitam dan compact disk individual siswa, (b) Terdapat kontrol
audio, (3) Bahan ajar pandang dengar terhadap hasil belajar mengenai
(audiovisual), merupakan segala sesuatu penggunaan standar kompetensi dalam
yang memungkinkan sinyal audio dapat setiap bahan ajar yang harus dicapai
dikombinasikan dengan gambar oleh siswa, (c) Relevansi kurikulum
bergerak secara sekuensial. Contohnya, ditunjukan dengan adanya tujuan dan
video compact disk, dan film, (4) Bahan cara pencapainnya. Sedangkan
ajar interaktif (interactive teaching keterbatasan dari penggunaan bahan ajar
adalah: (a) Dalam menyusun bahan ajar memperhatikan komponen
yang baik membutuhkan keahlian kebahasaannya, (c) Berisi konsep-
tertentu. Bahan ajar mungkin saja konsep yang disajikan secara
memuat tujuan dan alat ukur berarti, menarik, interaktif dan mampu
akan tetapi pengalaman belajar yang mendorong terjadinya proses
termuat didalamnya tidak ditulis dengan berfikir kritis, kreatif, inovatif dan
baik atau tidak lengkap, (b) Sulit kedalaman berfikir serta
menentukan penjadwalan dan kelulusan, metakognisi dan evaluasi diri.
serta memerlukan manajemen Sebuah buku/bahan ajar harus
pendidikan yang berbeda dari memperhatikan komponen
pembelajaran konvensional, (c) penyajian dan pendukung
Dukungan pembelajaran berupa sumber penyajian materi, (d) Secara fisik
belajar, pada umumya cukup mahal, tersaji dalam wujud tampilan yang
karena setiap siswa harus menemukan menarik dan menggambarkan ciri
sendiri. khas buku pelajaran. Dengan
perkataan lain buku/bahan ajar
Kriteria Kelayakan Bahan Ajar harus memenuhi syarat kegrafikan.
Menurut BSNP (2006:15),
kriteria sebuah buku ajar yang baik Memilih dan Menentukan Bahan
adalah buku yang: (a) Minimal Ajar
mengacu pada sasaran yang akan Menurut Prastowo (2011:58),
dicapai peserta didik, dalam hal ini langkah-langkah pemilihan bahan ajar
adalah standar kompetensi dan adalah: (a) Mengidentifikasi aspek
kompetensi dasar, artinya kognitif, aspek psikomotorik dan aspek
buku/bahan ajar harus afektif yang terdapat dalam standar
memperhatikan komponen kompetensi dan kompetensi dasar yang
kelayakan isi, (b) Berisi informasi, menjadi rujukan dalam pemilihan bahan
pesan dan pengetahuan yang ajar, (b) Menganalisis jenis-jenis materi
dituangkan dalam bentuk tertulis bahan ajar, apakah termasuk aspek
yang dapat dikomunikasikan kognitif (fakta, konsep, prinsip, atau
kepada pembaca secara logis dan prosedur), afektif, maupun motorik, (c)
mudah diterima sesuai dengan Memilih bahan ajar yang sesuai dan
tahap kognitif siswa, artinya relevan dengan standar kompetensi dan
sebuah buku/bahan ajar harus
kompetensi dasar yang telah Akuntansi Sebagai Sistem Informasi
teridentifikasi sebelumnya. Akuntansi merupakan suatu proses
yang dimulai dari identifikasi,
Komponen Penilaian Bahan Ajar pencatatan dan hasil akhir berupa
Komponen untuk penilaian bahan laporan keuangan. Akuntansi
ajar menurut Badan Standar Nasional mempunyai tujuan menyediakan
Pendidikan (BSNP) (2006:1) adalah: (a) informasi tentang posisi keuangan,
Komponen kelayakan isi meliputi: (1) kinerja serta perubahan posisi keuangan
Cakupan materi, (2) Akurasi materi, (3) perusahaan.
Kemutakhiran, (4) Mengandung
wawasan produktivitas, (5) Merangsang Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi
keingintahuan (curiosity), (6) Perusahaan Jasa
Mengembangkan kecakapan hidup (life Persamaan akuntansi adalah bentuk
skill), (7) Mengembangkan wawasan hubungan antara aktiva dan kewajiban
kebhinekaan (sense of diversity), (8) perusahaan. Bentuk persamaan dasar
Mengandung wawasan konstektual. (b) akuntansi yaitu: keseimbangan antara
Komponen kebahasaan meliputi: (1) aktiva dan ekuitas (A = E), aktiva sama
Kesesuaian dengan perkembangan dengan kewajiban ditambah ekuitas (A
peserta didik, (2) Komunikatif, (3) = K + E), aktiva sama dengan kewajiban
Dialogis dan interaktif, (4) Lugas, (5) ditambah ekuitas ditambah pendapatan
Koherensi dan keruntutan alur berfikir, dikurangi beban (A = K+ E + P - B).
(6) Kesesuaian dengan kaidah bahasa
Indonesia, (7) Penggunaan istilah dan Tahap Pengikhtisaran Siklus
simbol/lambang yang benar dan Akuntansi Perusahaan Jasa
konsisten. (c) Komponen penyajian Tahap pengikhtisaan meliputi:
meliputi: (1) Teknik penyajian, (2) neraca sisi, kertas kerja, jurnal
Pendukung penyajian materi, (3) penyesuaian dan jurnal penutup.
Penyajian pembelajaran. (d) Komponen
kegrafikan meliputi: (1) Ukuran buku, Tahap Pelaporan Siklus Akuntansi
(2) Deasain bagian kulit, (3) Tata letak Perusahaan Jasa
bagian kulit, (4) Tipografi bagian kulit, Menurut Kardiman (2006:120),
(5) Ilustrasi bagian kulit, (6) Tata letak laporan keuagan merupakan laporan
bagian isi, (7) Tipografi isi, (8) Ilustrasi yang berisi informasi tentang kondisi
bagian isi. keuangan dari hasil operasi perusahaan
pada periode tertentu. Laporan keuangan Wardana (2008) meneliti tentang
terdiri dari: neraca, perhitungan laba analisis bahan ajar geografi kelas X pada
rugi, laporan posisi keuangan, laporan kompetensi dasar hidrosfer dan
arus kas dan catatan atas laporan arus dampaknya terhadap kehidupan di muka
kas. bumi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kesalahan konsep tergolong
Penelitian Terdahulu sangat rendah, kejelasan bahasa
Penggunaan bahan ajar dapat tergolong rendah dan masih memerlukan
digunakan untuk meningkatkan prestasi revisi lebih lanjut dan terakhir adalah
belajar siswa. Hal tersebut telah fungsi media dan gambar yang tidak
dibuktikan oleh beberapa peneliti berfungsi.
dengan melakukan analisis terhadap
bahan ajar. Sunarsih (2009) meneliti METODE PENELITIAN
tentang pengaruh penggunaan bahan ajar Jenis Penelitian. Jenis penelitian
modul terhadap prestasi belajar siswa yang dilakukan adalah penelitian
pada pembelajaran akuntansi kelas XI deskriptif. Peneliti hanya memerikan
IPS di MAN Malang 1. Hasil penelitian bahan ajar mata pelajaran ekonomi
tersebut menunjukkan bahwa rata-rata materi akuntansi yang digunakan kelas
skor prestasi belajar akuntansi siswa XI IPS di SMA Negeri 1 Babat
yang belajar dengan menggunakan Lamongan.
bahan ajar modul lebih baik dengan Sumber Data. Sumber primer
siswa yang belajar dengan pembelajaran dalam penelitian ini adalah hasil
konvensional. wawancara dengan guru dan beberapa
Ardhanareswara (2012) meneliti siswa yang menggunakan bahan ajar
tentang analisis kesalahan dan perbaikan mata pelajaran ekonomi materi
penyajian pada buku teks matematika akuntansi. Sumber sekunder pada
sekolah menengah kejuruan (SMK) penelitian ini adalah dokumen berupa
Kelas X. Hasil penelitian menunjukkan profil sekolah, silabus dan bahan ajar.
bahwa terdapat 23 kesalahan yang Tahapan Penelitian dalam penelitian ini
berhubungan dengan fakta, 4 kesalahan dibagi menjadi dua, yaitu:
yang berhubungan dengan keterampilan, Tahap Persiapan. Tahap ini
27 kesalahan yang berhubungan dengan dimulai dari studi pendahuluan, dimana
konsep, dan 3 kesalahan yang peneliti membuat surat izin penelitian.
berhubungan dengan prinsip. Setelah itu peneliti melakukan
wawancara pra penelitian dengan guru Lokasi dan Waktu Penelitian.
mata pelajaran ekonomi dan beberapa Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri
siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Babat 1 Babat Lamongan yang berada di Jl.
Lamongan mengenai bahan ajar apa saja Sumowiharjo No. 01 Babat Lamongan
yang digunakan dalam proses yang dimulai dari bulan Februari hingga
pembelajaran ekonomi materi akuntansi. selesai terhitung dari pengurusan surat
Setelah melakukan studi pendahuluan, izin dan pengambilan data.
langkah berikutnya adalah studi Subyek dan Obyek Penelitian.
kepustakaan yaitu mencari dan Subyek dalam penelitian ini adalah guru
mempelajari literatur yang sesuai mata pelajaran ekonomi. Sedangkan
dengan judul dan permasalahan dalam obyek dalam penelitian ini adalah bahan
penelitian. ajar yang digunakan pada mata pelajaran
Tahap Pelaksanaan. Tahap ekonomi materi akuntansi kelas XI IPS.
pelaksanaan diawali dengan studi Instrumen dan Teknik
lapangan yang merupakan langkah Pengumpulan Data. Instrumen dalam
untuk memperoleh data yang dibutuhkan penelitian ini adalah wawancara dan
lebih lengkap guna pedoman lembar telaah ahli bahan ajar. Teknik
pembahasan. Setelah memperoleh data pengumpulan data dalam penelitian ini
kemudian diolah dan dianalisis dengan yaitu: wawancara, dokumentasi dan
melakukan pembandingan antara data telaah ahli bahan ajar. Wawancara
permasalahan dengan data yang didapat dilakukan untuk mendapatkan informasi
dari hasil studi pustaka. dari guru mata pelajaran ekonomi
Definisi Operasional. Definisi mengenai bahan ajar yang digunakan
operasional dalam penelitian ini terdiri pada materi akuntansi kelas XI IPS dan
dari: bahan ajar dan siklus akuntansi alasan guru menggunakan bahan ajar
perusahaan jasa. Bahan ajar adalah alat tersebut. Dokumentasi dilakukan untuk
penunjang dalam proses pembelajaran menunjang penyempurnaan penelitian
yang digunakan guru dalam yang berupa profil sekolah, visi dan
menyampaikan materi didalam kelas dan misi, jumlah guru dan siswa, silabus dan
digunakan sebagai pendamping siswa RPP, serta bahan ajar yang digunakan
belajar, sedangkan siklus akumtansi dalam pembelajaran ekonomi materi
perusahaan jasa merupakan salah satu akuntansi. Sedangkan teknik
standar kompetensi mata pelajaran pengumpulan data yang terakhir yaitu
ekonomi materi akuntansi. telaah ahli bahan ajar dilakukan oleh
peneliti untuk menilai kelayakan bahan Dari analisis diatas kemudian
ajar. dideskripsikan dengan menggunakan
Teknik Analisis Data. Rumusan kriteria interpretasi. Kriteria interpretasi
masalah yang pertama dianalisis secara yang digunakan adalah: (1) 0%-25% =
deskriptif yaitu dengan memberi sangat tidak layak, (2) 26%-50% = tidak
gambaran terhadap hal yang diteliti layak, (3) 51%-75% = layak, (4) 76%-
yaitu bahan ajar yang digunakan pada 100% sangat layak.
mata pelajaran ekonomi materi
akuntansi. Rumusan masalah yang HASIL PENELITIAN DAN
kedua dianalisis secara deskriptif dengan PEMBAHASAN
pendekatan kuantitatif yaitu menghitung Bahan Ajar yang Digunakan Pada
jawaban pada telaah ahli bahan ajar Mata Pelajaran Ekonomi Materi
yang digunakan untuk mengetahui hasil Akuntansi Kelas XI IPS di SMA
kelayakan bahan ajar mata pelajaran Negeri 1 Babat Lamongan dan Alasan
ekonomi materi akuntansi kelas XI IPS Guru Menggunakan Bahan Ajar
di SMA Negeri 1 Babat Lamongan. Tersebut. Bahan ajar yang digunakan
Data mengenai kelayakan bahan ajar pada mata pelajaran ekonomi materi
akan diperoleh dengan menggunakan akuntansi kelas XI IPS di SMA Negeri 1
perhitungan skor menurut skala Likert. Babat berupa bahan ajar cetak yaitu
Dimana setiap pernyataan dibuat dengan buku teks dan Lembar Kerja Siswa
sekala sebagai berikut: (1) Skor 4 = (LKS). Buku teks yang digunakan untuk
sangat layak, (2) Skor 3 = layak, (3) mata pelajaran tersebut adalah dari
Skor 2 = tidak layak, (4) Skor 1 = sangat penerbit Erlangga dengan judul buku:
tidak layak. Dari hasil skor tersebut akan Ekonomi Untuk SMA/MA Jilid 2 Kelas
dianalisis dengan menggunakan rumus: XI yang diterbitkan pada tahun 2007
yang disusun oleh Wahyu Adji, Suwerli
dan Suratno. Sedangkan untuk LKS
Keterangan: yang digunakan adalah LKS yang
K= persentase kriteria kelayakan disusun oleh forum MGMP Ekonomi
F= jumlah keseluruhan jawaban Kabupaten Lamongan dan diterbitkan
responden oleh CV cipta sikan kentjana. LKS
N= skor tertinggi dalam angket tersebut dibagi menjadi dua yaitu LKS
I= jumlah petanyaan dalam angket Ekonomi XI SMA-Semester 1 dan LKS
R= jumlah responden Ekonomi XI SMA-Semester 2. Hal
tersebut sesuai dengan teori yang Dengan penggunaan bahan ajar
dikemukan oleh Prastowo (2011: 39), tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan
bahwa para ahli telah membuat beberapa belajar mengajar didalam kelas berjalan
kategori untuk bahan ajar, salah satunya efektif dan dapat meningkatkan prestasi
yaitu bahan ajar menurut bentuknya belajar siswa karena bahan ajar
yang dibedakan menjadi empat macam, merupakan salah satu komponen
yaitu: (1) Bahan ajar cetak, dapat penunjang belajar bagi siswa. Hal ini
berupa: handout, buku, modul, LKS, juga sejalan dengan penelitian yang
brosur, leaflet, wallchart, model/maket, dilakukan Sunarsih (2009) dimana
(2) Bahan ajar dengar atau program dalam penelitiannya, siswa yang belajar
audio, berupa: kaset, radio, piringan dengan menggunakan bahan ajar lebih
hitam dan compact disk audio, (3) baik (prestasi meningkat) dibandingkan
Bahan ajar pandang dengar (audio dengan siswa yang belajar dengan
visual), berupa: video compact disk, dan pembelajaran konvensional.
film, (4) Bahan ajar interaktif Kelayakan Bahan Ajar. Penilaian
(interactive teaching materials), berupa: kesesuaian bahan ajar mata pelajaran
Contohnya, compact disk interactive. ekonomi materi akuntansi dengan
Sedangkan alasan guru kriteria BSNP yang meliputi komponen
menggunakan bahan ajar berupa buku kelayakan isi, komponen kelayakan
teks tersebut karena isi dalam buku penyajian, komponen kelayakan bahasa
tersebut lengkap dan praktis karena dan komponen kelayakan kegrafikan
dalam buku tersebut terdapat materi dilakukan oleh 2 dosen jurusan
ekonomi dan akuntansi dan juga buku Pendidikan Akuntansi, yaitu: Dr.
tersebut terjangkau, dan mudah Luqman Hakim, S.Pd, M.SA dan Drs.
dipahami oleh siswa. Sedangkan alasan H. Hartojo, M.M. Berikut ini adalah
memilih bahan ajar berupa LKS hasil penilaian secara keseluruhan
dikarenakan dikabupaten Lamongan bahan ajar mata pelajaran ekonomi
diwajibkan menggunakan LKS dari materi akuntansi:
forum MGMP (Musyawarah Guru Mata
Pelajaran) Ekonomi.
Tabel 1
Rekapitulasi Kelayakan Bahan Ajar Mata Pelajaran Ekonomi Materi Akuntansi
yang Berupa Buku Teks
No Kompetensi Dasar Isi Penyajian Bahasa Kegrafikan Rata- Ket
(%) (%) (%) (%) rata
1 Mendeskripsikan 88,89 93,75 100 97,92 95,14 Sangat
akuntansi sebagai Layak
sistem informasi

2 Menafsirkan 89,58 98,21 100 97,92 96,43 Sangat


persamaan akuntansi Layak

3 Mencatat transaksi 88,89 95,54 100 97,92 95,59 Sangat


berdasarkan Layak
mekanisme debit dan
kredit

4 Mencatat 86,81 91,96 100 97,92 94,17 Sangat


transaksi/dokumen ke Layak
dalam jurnal umum

5 Melakukan posting 86,81 91,07 100 97,92 93,95 Sangat


dari jurnal ke buku Layak
besar

6 Membuat ikhtisar 86,81 91,96 100 97,92 94,17 Sangat


siklus akuntansi Layak
perusahaan jasa

7 Menyusun laporan 87,5 93,75 100 97,92 94,79 Sangat


keuangan perusahaan Layak
jasa

Rata-rata 87,90 93,75 100 97,92 94,89 Sangat


Layak
Sumber: Data diolah oleh peneliti
Tabel 2
Rekapitulasi Kelayakan Bahan Ajar Mata Pelajaran Ekonomi Materi Akuntansi
yang Berupa LKS
No Kompetensi Dasar Isi Penyajian Bahasa Kegrafikan Rata- Ket
(%) (%) (%) (%) rata
1 Mendeskripsikan 54,17 52,68 83,33 43,98 58,54 Layak
akuntansi sebagai sistem
informasi

2 Menafsirkan persamaan 52,08 51,79 83,33 43,98 57,80 Layak


akuntansi
3 Mencatat transaksi 49,30 51 83,33 43,98 56,90 Layak
berdasarkan mekanisme
debit dan kredit

4 Mencatat 51 49 83,33 43,98 56,83 Layak


transaksi/dokumen ke
dalam jurnal umum

5 Melakukan posting dari 50 51,79 83,33 43,98 57,28 Layak


jurnal ke buku besar

6 Membuat ikhtisar siklus 49,30 48,21 83,33 43,98 56,21 Layak


akuntansi perusahaan
jasa

7 Menyusun laporan 49,30 46,43 83,33 43,98 55,76 Layak


keuangan perusahaan
jasa

Rata-rata 51 50,13 83,33 43,98 57,11 Layak

Sumber: Data diolah oleh peneliti


Dari rata-rata keempat penilaian mengikuti perkembangan zaman).
komponen kelayakan tersebut secara Seharusnya buku teks tersebut
keseluruhan dapat disimpulkan bahwa mencantumkan rujukan termasa, dengan
bahan ajar mata pelajaran ekonomi adanya rujukan termasa tersebut dapat
materi akuntansi yang digunakan di membantu siswa lebih memahami
kelas XI IPS SMA Negeri 1 Babat materi karena rujukan termasa
Lamongan yang berupa buku teks dari merupakan keterkinian kejadian atau
KD 1 hingga KD 7 sangat layak peristiwa yang terjadi saat ini, seperti
digunakan sebagai bahan ajar dengan ilustrasi dan contoh yang harus sesuai
persentase sebesar 94,89 %. dengan perkembangan ilmu saat ini.
Meskipun bahan ajar mata pelajaran Bahan ajar yang berupa LKS dari
ekonomi materi akuntansi yang KD 1 hingga KD 7 dapat dikatakan
digunakan siswa kelas XI IPS SMA layak digunakan sebagai bahan ajar
Negeri 1 Babat Lamongan yang berupa dengan diperoleh rata-rata persentase
buku teks sangat layak digunakan, sebesar 57,11 %. Meskipun LKS
namun perlu diperhatikan bahwa buku tersebut dinyatakan layak digunakan
teks tersebut masih mempunyai dalam pembelajaran, namun perlu
kekurangan. Salah satunya adalah buku diperhatikan bahwa LKS tersebut masih
teks tersebut kurang up to date (tidak banyak kekurangan, diantaranya adalah:
cakupan materi dalam LKS tersebut materi akuntansi yang berupa buku teks
kurang mendalam dan contoh–contoh dinilai sangat layak, sedangkan untuk
yang kurang bervariasi dan tidak sesuai bahan ajar cetak yang berupa LKS
dengan perkembangan saat ini. Dalam dinilai layak sebagai bahan ajar
komponen penyajian perlu perbaikan berdasarkan hasil telaah dosen ahli
terutama pada pendukung penyajian bahan ajar yang meliputi komponen
yang tidak terdapat dalam LKS. Selain kelayakan isi, komponen kelayakan
itu juga kegrafikan dalam bahan ajar penyajian, komponen kelayakan bahasa,
berupa LKS tersebut perlu perbaikan dan komponen kelayakan kegrafikan.
semuanya, agar komponen kegrafikan Saran. Berdasarkan hasil penelitian,
dalam LKS tersebut dapat dinyatakan maka peneliti dapat memberikan saran
layak digunakan. Salah satu yang harus yaitu: (1) Dalam pemilihan bahan ajar
diperbaiki pada komponen kegrafikan yang akan digunakan peran guru harus
adalah kualitas kertas. diutamakan dan guru harus kritis dalam
memilih bahan ajar yang akan
SIMPULAN DAN SARAN digunakan pada kegiatan belajar
Simpulan. Dari data hasil penelitian mengajar, (2) Penelitian ini terbatas
dan pembahasan maka dapat pada memerikan bahan ajar mata
disimpulkan bahwa: (1) Bahan ajar mata pelajaran ekonomi materi akuntansi
pelajaran ekonomi materi akuntansi yang digunakan dalam kegiatan belajar
yang digunakan kelas XI IPS di SMA mengajar, untuk penelitian selanjutnya
Negeri 1 Babat Lamongan adalah bahan perlu dikembangkan bahan ajar yang
ajar cetak yang berupa buku teks dan lebih menarik dan sesuai dengan
Lembar Kerja Siswa (LKS). Alasan guru karakteristik siswa sehingga kegiatan
menggunakan bahan ajar yang berupa belajar mengajar dapat berjalan dengan
buku teks tersebut adalah bahan ajar lancar, (3) Dalam penelitian ini
tersebut lengkap, praktis, terjangkau dan instrumen yang digunakan untuk telaah
mudah dipahami oleh siswa. Sedangkan bahan ajar hanya sesuai untuk bahan ajar
alasan menggunakan bahan ajar LKS yang berupa buku teks sedangkan untuk
adalah dikarenakan dikabupaten bahan ajar yang berupa LKS, instrumen
Lamongan diwajibkan menggunakan tersebut kurang sesuai. Sehingga untuk
LKS dari forum MGMP (Musyawarah penelitian selanjutnya perlu
Guru Mata Pelajaran) Ekonomi. (2) dikembangkan instrumen penilaian
Bahan ajar mata pelajaran ekonomi
bahan ajar untuk bahan ajar yang berupa Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar
LKS. Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Kardiman, dkk. 2006 . Prinsip-Prinsip
DAFTAR RUJUKAN Akuntansi 1 SMA Kelas XI.
Jakarta: Yudhistira.
Adji, Wahyu, dkk. 2007. Ekonomi Lestari, Ika. 2013. Pengembangan
Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Bahan Ajar Berbasis Kompetensi:
Erlangga. Sesuai Dengan Kurikulum Tingkat
Ardhanareswara, Hud Umar. 2012. Satuan Pendidikan. Padang:
Analisis Kesalahan dan Perbaikan Akademia Permata.
Penyajian Pada Buku Teks Majid, Abdul. 2008. Perencanaan
Matematika Sekolah Menengah Pembelajaran: Mengembangkan
Kejuruan (SMK) Kelas X. Jurnal Standar Kompetensi Guru.
Pendidikan Matematika, (online). Bandung: PT. Remaja
(http://library.um.ac.id, diakses 07 Rosdakarya.
Maret 2013). Mulyasa, E. 2010. Kurikulum Tingkat
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Satuan Pendidikan. Bandung: PT.
Penelitian Suatu Pendekatan Remaja Rosdakarya.
Praktik. Jakarta: PT. Rineka Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif
Cipta. Membuat Bahan Ajar Inovatif:
BSNP. 2006. Instrumen Penilaian Menciptakan Metode
Tahap II Buku Teks Pelajaran Pembelajaran Yang Menarik Dan
Pendidikan Dasar dan Menengah. Menyenangkan. Jogjakarta: Diva
Jakarta: BSNP. Press.
BSNP. 2006. Naskah Akademik Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Instrumen Penilaian Buku Teks Pendidikan: Pendekatan
Pelajaran Pendidikan Dasar dan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Menengah. Jakarta: BSNP. Bandung: Alfabeta.
BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Sunarsih, Endang. 2009. Pengaruh
Kurikulum Tingkat Satuan Penggunaan Bahan Ajar Modul
Pendidikan Jenjang Pendidikan Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Dasar dan Menengah. Jakarta: Pada Pembelajaran Akuntansi
BSNP. Kelas XI IPS di MAN Malang 1.
Jurnal Pendidikan Akuntansi,
(online). (http://library.um.ac.id,
diakses 07 Maret 2013).
Tim Penyusun. 2006. Forum MGMP
Ekonomi Untuk Sekolah
Menengah Atas. Surabaya: CV
Cipta Sikan Kentjana.
Tim Penyusun. 2010. Suplemen Buku
Pedoman Jurusan Pendidikan
Ekonomi. Surabaya: Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri
Surabaya.
Wardana, Resky Pramudya. 2008.
Analisis Bahan Ajar Geografi
Kelas X Pada Kompetensi Dasar
Hidrosfer Dan Dampaknya
Terhadap Kehidupan di Muka
Bumi. Jurnal Pendidikan,
(online). (http://library.um.ac.id,
diakses 07 Maret 2013).
Widoyoko, S. Eko Putro. 2012. Teknik
Penyusunan Instrumen Penelitian.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.