Anda di halaman 1dari 16

Organisasi Manajemen dan Pelayanan Kebidanan

Dosen Hj Sitti Zaenab, SST, SKM, M.Keb

KONSEP DAN LANGKAH PENGEMBANAGAN POSKESDES

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1

AYU ANDINI WAHYUDDIN P00312018103


CICI PARADINATALIA P00312018104
FIROTIKA DANTHY MULYANINGSIH P00312018108

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN KEBIDANAN
PRODI D-IV
2019
PEMBAHASAN

KONSEP DAN LANGKAH PENGEMBANGAN POSKESDES

A. Pengertian Poskesdes

Pos Kesehatan (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumber daya


Msyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka
mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat
desa. Poskesdes dapat dikatakan sebagai sarana kesehatan yang
merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan
pemerintah. Pelayanannya meliputi upaya-upaya promotif, preventif,dan
kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan
melibatkan kader atau tenaga sukarela lainnya. Pembentukan
POSKESDES didahulukan pada desa yang tidak memiliki rumah sakit,
Puskesmas, Puskesmas Pembantu (PUSTU), dan bukan ibu kota
kecamatan atau ibu kota kabupaten. POSKESDES di harapkan sebagai
pusat pengembangan dan kordinator berbagai UKBM yang dibutuhkan
masyarakat desa, misalnya POS Pelayanan Terpadu atau POSYANDU dan
warung obat desa (WOD).

B. Tujuan Poskesdes
 Tujuan Umum :
Terwujudnya masyarakat sehat yang siaga terhadap permasalahan
kesehatan di wilayah desanya.
 Tujuan Khusus :
1. Terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka
meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
2. Terselenggaranya pengamatan, pencatatan dan pelaporan
dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan
masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat
menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular
dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa
atau KLB serta faktor-faktor resikonya
3. Tersedianya upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka
meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya
di bidang kesehatan.
4. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang
dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga professional
kesehatan.
5. Terkoordinasinya penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada di
desa.

Pembangunan Poskesdes di maksudkan untuk lebih mendekatkan


pelayanan kesehatan pada masyarakat yang tinggal jauh dari jangkauan
pelayanan kesehatan, Poskesdes dibangun dalam rangka
menyelenggarakan pelayanan Kesehatan dasar, menyeluruh dan terpadu
dan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat
desa/kecamatan.

Program Kesehatan yang diselenggarakan oleh Poskesdes merupakan


program Desa Siaga untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat sebagai upaya
membangun masyarakat mandiri.

C. Fungsi Poskesdes
1. Sebagai wahana peran aktif masyarakat di bidang kesehatan
2. Sebagai wahana kewaspadaan dini terhadap berbagai resiko dan
masalah kesehatan.
3. Sebagai wahana pelayanan kesehatan dasar, guna lebih
mendekatkan kepada masyarakat serta meningkatkan jangkauan dan
cakupan pelayanan kesehatan.
4. Sebagai wahana pembentukan jaringan berbagai UKBM yang ada di
desa.
5. Manfaat Poskesdes
• Bagi masyarakat :
a. Permasalahan di desa dapat terdeteksi dini, sehingga bisa
ditangani cepat dan diselesaikan, sesuai kondisi potensi dan
kemampuan yang ada.
b. Masyarakat desa dapat memperoleh pelayanan kesehatan
dasar yang dapat dijangkau (secara geografis).

• Bagi kader :
a. Kader mendapatkan informasi awal di bidang kesehatan.
b. Kader mendapatkan kebanggaan bahwa dirinya lebih
berkarya bagi warga desanya.

• Bagi puskesmas :
a. Memperluas jangkauan pelayanan puskesmas dengan
mengoptimalkan sumber data secara efektif dan efisien.
b. Mengoptimalkan fungsi puskesmas sebagai penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat dan pusat pelayanan setrata pertama.
• Bagi sektor lain
a. Dapat memadukan kegiatan sektornya di bidang kesehatan
b. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan lebih
afektif dan efisien.
6. Prioritas Poskesdes
Mengingat Poskesdes merupakan salah satu upaya mendekatkan
pelayanan kesehatan dasar yang sekaligus menjadi wahana
pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan maka prioritas
pengembangannya adalah :
a. Desa yang tidak terdapat atau yang sulit mengakses fasilitas
pelayanan kesehatan (Puskesmas, Puskesmas Pembantu,
dan Rumah Sakit).
b. Desa di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

7. Pengorganisasian Poskesdes
Prinsip pengorganisasian Poskesdes adalah dikelola oleh
masyarakat yang dalam hal ini kader kesehatan dengan bimbingan
tenaga kesehatan.

1. Tenaga Poskesdes
Agar Poskesdes dapat terselenggara, maka perlu didukung dengan
tenaga sebagai berikut.
a. Kader KesehatanKader kesehatan sekurang-kurangnya
berjumlah 2 (dua) orang yang telah mendapatkan
pelatihan/orientasi.
b. Tenaga kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan di
Poskesdes minimal 1 (satu) orang bidan. Pemenuhan tenaga
kesehatan Poskesdes awalnya dapat dilakukan atas bantuan
Pemerintah daerah setempat, dan selanjutnya dilakukan
secara bertahap oleh masyarakat sendiri. Diharapkan tenaga
kesehatan yang akan membantu Poskesdes berdomisili di
desa setempat.
2. Kepengurusan Poskesdes
Kepengurusan Poskesdes dipilih melalui musyawarah dan
mufakat masyarakat desa atau forum desa siaga aktif setempat, serta
ditetapkan oleh Kepala Desa. Struktur pengurus minimal terdiri dari
Pembina, Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Susunan
pengurus Poskesdes bersifat fleksibel sehingga dapat dikembangkan
sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan permasalahan setempat.

3. Hubungan Koordinasi dan Pembinaan


Hubungan koordinasi dan pembinaan antara Poskesdes dan unit-
unit serta masyarakat, dapat di gambarkan sebagai berikut :
Keterangan :
a. Poskesdes merupakan coordinator dari UKBM yang ada
(misalnya: posyandu, poskestren,ambulan desa). Dengan
demikian maka poskesdes bertugas pula membina kelestarian
UKBM lain tersebut
b. Poskesdes dibawah pengawasan dan bimbingan puskesmas
setempat. Pelaksanaan poskesdes wajib melaporkan kegiatannya
kepada puskesmas, adapun pelaporan yang menyangkut
pertanggung jawaban keuangan disampaikan kepada kepala
desa.
c. Jika wilayah tersebut terdapat puskesmas pembantu maka
poskesdes berkoordinasi dengan puskesmas pembantu yang ada
tersebut.
d. Poskesdes di bawah pimpinan kabupaten/ kota melalui
puskesmas. Pembinaan dalam aspek upaya kesehatan
masyarakat maupun upaya kesehatan perorangan, apabila
poskesdes tidak mampu memberikan pelayanan maka perlu
melakukan rujukan ke puskesmas antara lain pelayanan ke gawat
daruratan pada keadaan tertentu poskesdes dapat melakukan
rujukan langsung ke rumah sakit dengan sepengetahuan
puskesmas.

8. Ruang Lingkup Kegiatan Poskesdes


Kegiatan rutin Poskesdes di selenggarakan oleh tenaga
kesehatan yang ada di desa tersebut dan Kader Poskesdes dengan
bimbingan Puskesmas setempat dan sektor terkait. Pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan oleh poskesdes meliputi promotif,
preventif dan kuratif ( pengobatan) sesuai dengan kompetensi.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut di kelompokkan menjadi
kegiatan utama dan kegiatan pengembangan. Kegiatan utama
pelayanan kesehatan bagi masyarakat desa, adalah :
1. Pengamatan epidemiologis sederhana terhadap penyakit,
terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi
menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), dan faktor rsikonya
(termasuk status gizi) serta kesehatan ibu hamil yang berisiko.
2. Penanggulangan penyakit, terutama penyakit menular dan
penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, serta faktor-faktor
resikonya (termasuk kurang gizi)
3. Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dan kegawat
daruratan kesehatan.
4. Pelayanan medis dasar, sesuai dengan kompetensi.

Pelayanan tersebut di laksanakan baik di dalam poskesdes


maupun di luar poskesdes (dalam gedung maupun luar gedung).
Adapun kegiatan pengembangan meliputi promosi kesehatan
untuk :
1. Peningkatan keluarga sadar gizi,
2. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),
3. Penyehatan Lingkungan

Poskesdes juga merupakan pusat pengembangan atau revitalisasi


berbagai UKBM lain yang di butuhkan oleh masyarakat desa, antara
lain Warung Obat Desa, Kelompok Pemakai Air, Arisan Jamban
keluarga. Dengan demikian Poskesdes juga berperan sebagai
coordinator dari berbagai UKBM yang ada di wilayah desa.
 Waktu Penyelenggaraan Pelayanan Poskesdes di
laksanakan secara rutin setiap hari.
 Tempat Penyelenggaraan Poskesdes perlu memiliki tempat
pelayanan. Dalam pelaksanaan kesehatan di dalam
Poskesdes, diperlukan ruangan yang dapat berfungsi
sebagai :
1. Ruang pendaftaran.
2. Ruang tunggu.
3. Ruang pemeriksaan.
4. Ruang tindakan (persalinan).
5. Ruang rawat inap persalinan.
6. Ruang petugas.
7. Ruang konsultasi (gizi, sanitasi, dll)
8. Ruang obat.
9. Kamar mandi dan toilet.

1. Sumber Daya Poskesdes

 Poskesdes diselenggarakan oleh tenaga kesehatan (minimal


seorang bidan), dengan dibantu oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang
kader.
 Untuk penyelenggaraan pelayanan Poskesdes harus tersedia sarana
fisik bangunan, perlengkapan, dan peralatan kesehatan. Guna
kelancaran komunikasi dengan masyarakat dan dengan sarana
kesehatan (khususnya, Puskesmas), Poskesdes memiliki juga sarana
komunikasi (telepon, ponsel, atau kurir).
 Pembangunan sarana fisik Poskesdes dapat dilaksanakan melalui
berbagai cara, yaitu dengan urutan alternative sebagai berikut:
1. Mengembangkan Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang telah
ada menjadi Poskesdes
2. Memanfaatkan bangunan yang sudah ada, yaitu misalnya Balai
RW, Balai Desa, Balai pertemuan desa, dan lain-lain.
3. Membangun baru, yaitu dengan pendanaan dari Pemerintah
(Pusat atau Daerah), Donatur, dunia usaha, atau swadaya
msyarakat.

Langkah-langkah pengembangan Poskesdes sebagai berikut.

A. PENDEKATAN INTERNAL
Langkah ini merupakan awal kegiatan, tujuan pendekatan internal
adalah mempersiapkan petugas kesehatan dan aparat desa
setempat, sehingga bersedia dan memiliki kemampuan mengelola
serta membina Poskesdes, dalam upaya untuk meningkatkan
layanan kesehatan bagi masyarakat. Persiapan ini bisa berbentuk
sosialisasi, pertemuan dan pelatihan/orientasi yang bersifat
konsolidasi yang tentunya disesuaikan dengan kondisi setempat.

B. PENDEKATAN EKSTERNAL
Tujuan pendekatan eksternal adalah mempersiapkan masyarakat,
khususnya tokoh masyarakat sehingga bersedia mendukung
penyelenggaraan Poskesdes. Untuk ini, perlu dilakukan berbagai
pendekatan dengan tokoh masyarakat yang bertempat tinggal di
daerah setempat.
Jika di daerah tersebut telah terbentuk Forum Desa Siaga Aktif
atau Forum Peduli Kesehatan lainnya, pendekatan eksternal ini juga
dilakukan bersama dan atau mengikutsertakan forum-forum tersebut.
Dukungan yang diharapkan adalah dukungan moril, finansial dan
material, seperti kesepakatan dan persetujuan masyarakat, bantuan
dana, tempat penyelenggaraan serta peralatan Poskesdes.

C. SURVEI MAWAS DIRI (SMD)


Tujuan SMD adalah menimbulkan rasa memiliki masyarakat
(sense of belonging) melalui penemuan sendiri masalah kesehatan di
wilayahnya serta memecahkan masalahnya sesuai dengan sumber
daya dan kearifan lokal yang dimiliki. SMD dilakukan oleh kader
Poskesdes yang merupakan masyarakat setempat bersama tokoh
masyarakat serta anggota Forum Desa dan Kelurahan Siaga Aktif
yang terlatih dengan menggunakan daftar pertanyaan yang sudah
disepakati dengan bimbingan dari tenaga kesehatan setempat. Hasil
SMD dicatat untuk menjadi acuan dalam melaksanakan langkah-
langkah pemecahan masalah. Untuk itu, sebelumnya perlu dilakukan
pemilihan dan orientasi anggota masyarakat yang dinilai mampu
melakukan SMD, seperti guru, anggota Pramuka, kelompok
dasawisma, PKK, anggota karang taruna, murid sekolah, atau
kelompok potensial lainnya yang ada di desa. Hasil dari SMD adalah
data tentang masalah kesehatan serta potensi masyarakat untuk
memecahkan masalah yang ada di desa.

D. MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)


Tujuan penyelenggaraan MMD ini adalah untuk mencari alternatif
pemecahan masalah kesehatan yang ditemukan pada saat SMD
dengan memanfaatkan sumber daya dan kearifan lokal yang dimiliki
desa. MMD diselenggarakan oleh semua pengurus Forum Desa
Siaga Aktif bersama seluruh masyarakat.
Data serta temuan lain yang diperoleh pada saat SMD disajikan,
terutama adalah daftar masalah kesehatan, data sumber daya, serta
skala prioritas kebutuhan penanggulangan masalah kesehatan
masyarakat. Hasil pendataan tersebut dimusyawarahkan untuk
penentuan prioritas masalah yang akan ditindak lanjuti, dukungan
dan kontribusi apa yang dapat disumbangkan oleh masing-masing
individu/organisasi kemasyarakatan (ormas)/sektor yang diwakilinya,
serta langkah-langkah pemecahan masalah untuk pengembangan
Poskesdes.

E. PEMBENTUKAN POSKESDES
Secara operasional pembentukan Poskesdes dilakukan dengan
kegiatan sebagai berikut.

1. Pemilihan Pengurus dan Kader kesehatan Poskesdes.


Pemilihan pengurus dan kader kesehatan Poskesdes dilakukan
melalui pertemuan khusus para pimpinan, pengelola, dan tokoh
masyarakat serta beberapa wakil masyarakat. Pemilihan dilakukan
secara musyawarah mufakat, sesuai dengan tata cara dan kriteria
yang disepakati, dengan fasilitasi Puskesmas. Jumlah kader
kesehatan untuk setiap Poskesdes minimal 2 (dua) orang atau
disesuaikan dengan kegiatan yang dilaksanakan dan kemampuan
serta potensi desa setempat.

2. Pelatihan/Orientasi Kader Kesehatan.


Pengelola dan kader kesehatan terpilih sebelum melaksanakan
tugasnya, perlu diberikan pelatihan atau orientasi tentang
pengelolaan Poskesdes. Pelatihan/orientasi dilaksanakan oleh
Puskesmas sesuai dengan pedoman pelatihan/orientasi yang
berlaku. Pada waktu menyelenggarakan pelatihan/orientasi,
sekaligus disusun rencana kerja (Plan of Action) Poskesdes yang
akan dibentuk, lengkap dengan waktu dan tempat penyelenggaraan,
para pelaksana dan pembagian tugas serta sarana dan prasarana
yang diperlukan.
Materi pelatihan/orientasi antara lain mencakup kegiatan yang
akan dilaksanakan di Poskesdes, meliputi:
a. Pelayanan kesehatan dasar sesuai dengan kompetensinya,
yaitu layanan kesehatan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
kesehatan anak.
b. Pengamatan epidemiologis sederhana terhadap penyakit,
terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi
menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), penyakit tidak menular
dan faktor risikonya (termasuk status gizi) serta kesehatan ibu
hamil yang berisiko.
c. Penanggulangan penyakit, terutama penyakit menular dan
penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, penyakit tidak
menular serta faktor-faktor risikonya (termasuk kurang gizi).
d. Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dan kegawat-
daruratan kesehatan melalui metode simulasi.

3. Pemenuhan/Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan.


a. Pemenuhan/penempatan tenaga kesehatan, terutama Bidan
sebagai penyelenggara Poskesdes awalnya dilakukan oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten dan untuk pengembangan
selanjutnya, pemenuhan dapat dilakukan oleh masyarakat.
b. Pelatihan tenaga kesehatan Sebelum melaksanakan
tugasnya, tenaga kesehatan diberi pelatihan sesuai dengan
kompetensi dan kewenangan yang harus dimiliki serta tugas yang
menjadi tanggung jawabnya oleh institusi yang berwenang di
wilayahnya.

F. PENGEMBANGAN JEJARING KERJASAMA


Mengingat permasalahan kesehatan sangat kompleks,
maka pemecahannya perlu melibatkan berbagai pihak baik yang
ada di wilayah desa maupun dukungan dari mitra yang ada di luar
desa, seperti individu/organisasi kemasyarakatan/institusi/sektor.
Untuk memajukan Poskesdes, perlu adanya pembentukan dan
pengembangan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak guna
terlaksananya aktivitas Poskesdes yang optimal. Aktualisasi dari
pengembangan jejaring Poskesdes, dapat dilakukan melalui temu
jejaring UKBM secara internal di dalam desa sendiri dan atau
temu jejaring antar-Poskesdes, serta temu jejaring antar-tenaga
kesehatan. Untuk memantapkan kerjasama, juga diharapkan
dapat dijadikan wahana untuk saling bertukar pengalaman dan
memecahkan masalah-masalah yang ada di wilayah setempat
dan dihadapi bersama.
Selain jejaring program untuk proses pemberdayaan
dibutuhkan juga dukungan kemitraan dari pihak lain. Untuk
mendapatkan dukungan yang berasal dari organisasi
kemasyarakatan dan tanggung jawab sosial korporasi (Corporate
Social Responsibility /CSR) serta dukungan media massa untuk
publikasi yang kelak mempercepat penyampaian informasi yang
diharapkan desa sekitar terpapar informasi dan terpacu untuk
mengembangkan upaya bidang kesehatan di wilayahnya.
KESIMPULAN

POSKESDES adalah suatu upaya kesehatan bersumberdaya


masyarakat (ukbm) yang melaksanakan kegiatan-kegiatan minimal
pengamatan epidemiologis penyakit menular dan yang berpotensi menjadi KLB
serta faktor-faktor risikonya penanggulangan penyakit menulaar dan yang
berpotensi menjadi KLB serta kekurangan gizi kesiapsiagaan dan
penanggulangan bencana dan ke gawat daruratan kesehatan pelayanan
kesehatan dasar, sesuai dengan kompetensinya. Kegiatan rutin Poskesdes di
selenggarakan dan di motori oleh tenaga kesehatan yang ada di desa tersebut
dan Kader Poskesdes dengan bimbingan Puskesmas setempat dan sektor
terkait. Pelayanan kesehatan yang di selenggarakan oleh poskesdes, meliputi
promotif, preventif, dan kuratif (pengobatan) sesuai dengan kompetensi.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut di kelompokkan menjadi kegiatan
utama dan kegiatan pengembangan.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/244322212/Petunjuk-Teknis-Pengembangan-
Poskesdes

https://www.scribd.com/presentation/395937498/Konsep-Dan-Langkah-
Pengembangan-Poskesdes

http://hilyatulhusnaazizah.blogspot.com/2015/11/makalah-pos-kesehatan-desa-
poskesdes.html