Anda di halaman 1dari 8

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok

pada Mata Kuliah Kardiovaskuler Semester Dua


yang Diampu oleh Ns. Satriya Pranata, M.Kep

OLEH :
Kelompok 3

Tri Aji Rachmanto


Ratna Faradhila
Wahyuni
Amilatul Maulidah
Faizzah Agustina
Christina Tri Cahyani
Pratiwi Lutfiana Fatim

JURUSAN S-1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SEMARANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya

maka penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Disritmia”.

Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk

menyelesaikan tugas mata pelajaran Blok Kardiovaskuler di Universitas Muhammadiyah

Semarang.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang tak

terhingga kepada :

1. Ns. Satriya Pranata, M.Kep selaku dosen pengampu pada mata kuliah Kardiovaskuler.

2. Keluarga yang selalu mendukung penyusun.

3. Semua pihak yang ikut membantu penyusunan Makalah “Disritmia”, yang tidak dapat

penyusun sebutkan satu persatu.

Saya merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini baik pada

teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk

itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penyusun harapkan demi penyempurnaan

pembuatan makalah ini.

Semarang, 04 Mei 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................

A. Latar Belakang Masalah ............................................................................................


B. Tujuan Penulisan ........................................................................................................
C. Metode Penulisan .......................................................................................................
D. Sistematika Penulisan ................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................

A. Pengertian Disritmia ..................................................................................................


B. Etiologi / Predisposisi Disritmia ................................................................................
C. Patofisiologi Disritmia ...............................................................................................
D. Tanda dan Gejala Disritmia .......................................................................................
E. Komplikasi Disritmia .................................................................................................
F. Penatalaksanaan Disritmia .........................................................................................
G. Pengkajian Fokus dan Data Penunjang Disritmia ......................................................
H. Pathways Keperawatan Disritmia ..............................................................................
I. Diagnosa Keperawatan Disritmia ..............................................................................
J. Fokus Intervensi dan Rasional Disritmia ...................................................................

BAB III PENUTUP ...............................................................................................................

A. Kesimpulan ................................................................................................................
B. Saran ..........................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Disritmia
Disritmia atau Gangguan Irama Jantung merupakan jenis komplikasi tersering
pada infark miokardium, dengan denyut premature ventrikel terjadi pada hampir
semua pasien dan terjadi denyut kompleks pada sebagian besar pasien. (sumber,
tahun)
B. Etiologi Disritmia
Disritmia terjadi akibat perubahan elektro fisiologi sel – sel miokardium.

Factor predisposisi :

1. Iskemia jaringan
2. Hipoksemia
3. Pengaruh system saraf otonom (missal perangsangan parasimpatis yang
mengurangi kecepatan denyut jantung)
4. Gangguan metabolisme (missal asidosis laktat akibat gangguan perfusi jaringan)
5. Kelainan hemodinamik (missal penurunan perfusi coroner yang menyertai
hipertensi)
6. Obat – obatan (missal keracunan digitalis)
7. Ketidak seimbangan elektrolit (missal hipokalemia yang menyertai diuresis
berlebihan)
8. Perfusi ulang mendadak akibat pemberian obat trombolitik pada infark
miokardium aktif
C. Patofisiologi Disritmia
Disritmia dapat terjadi karena otomatisitas yang digalakan, re-entry, escape beats,
atau konduksi elektris yang abnormal. (cari yang kompleks)
D. Tanda dan Gejala Disritmia
1. Dispnea :………………………….
2. Hipotensi
3. Pening, sinkop, dan rasa lemah
4. Nyeri dada
5. Kulit yang teraba dingin dan basah
6. Perubahan tingkat kesadaran
7. Penurunan keluaran haluaran urin
E. Komplikasi Disritmia
1. Kematian jantung yang mendadak
2. Infark miokard :……………………………..
3. Gagal jantung
4. Tromboemboli: ………………………………….
F. Penatalaksanaan Disritmia
Penyakit dasarnya seharusnya diobati juga disamping penatalaksanaan terhadap
disritmia sendiri, seperti gagal jantung, PJK, perbaikan elektrolit, dan lainnya.
Pada pasien usia lanjut harus diperhatikan efek samping, berkenaan dengan sudah
menurunnya fungsi hepar, renal, distribusi dengan berkurangnya volume cairan tubuh.
Selain itu dilihat juga interaksi obat – obatan dan juga dihindari polifarmaka.
Obat – obat anti Disritmia yang digunakan pada pengobatan AF adalah (A). (1)
kelompok control rate untuk mengatasi denyut nadi, yaitu golongan penyekat beta
(class II), (2) golongan antagonis kalsium yaitu verapamil, diltiazem (class IV).
Disamping itu dapat dipergunakan juga digitalis. (B). adalah kelompok ritme control
untuk mengkonfersi dari AF ke irama sinus dan juga untuk mempertahankannya bila
telah kembali ke irama sinus, yaitu (1) golongan yang memblokade kanal ion Na
(class IA IC) yaitu antara lain kuinidin, propafenon. (2) kelas III yang memperpanjang
masa refrakter potensial aksi dengan menghambat kanal ion K, antara lain amiodaron,
sotalol.
G. Pengkajian Fokus dan Data Penunjang Disritmia
1. EKG
Menunjukan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Menyatakan/sumber
disritmia dan efek ketidak seimbangan elektrolit dan obat jantung.
2. Monitor Holter
Gambaran EKG mungkin diperlukan untuk menentukan dimana disrtitmia
disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (dirumah/kerja). Juga dapat
digunakan untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat anti disritmia.
3. Foto Dada
Dapat menunjukan pembesaran bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi
ventrikel atau katup.
4. Scan Pencitraan Miokard
Dapat menunjukan area iskemik/kerusakan miokard yang dapat memperngaruhi
konduksi normal atau mengganggu gerkan dinding dan kemampuan pompa.
5. Elektrolit
Peningkatan atau penurunan kalium, kalsium, dan magnesium dapat menyebabkan
disritmia.
6. Pemeriksaan Obat
Dapat mrnyatakan toksisitas otot jantung, adanya obat jalanan atau dengan
interaksi obat, contoh digitalis, guinidin, dll.
7. Lanju Sedimentasi
Peninggian dapat menunjukan proses inflamasi akut/aktif, contoh endocarditis
sebagai factor pencetus untuk disritmia.
8. GDA/Nadi Oksimetri
Hipoksemia dapat menyebabkan/mengesaserbasi disritmia.

KASUS III : DISRITMIA

Seorang perempuan, 53 tahun, dirawat di unit penyakit jantung dengan diagnosis Disritmia.
Pasien mengeluh sesak berdebar – debar (palpitasi), sesak napas, dan nyeri kepala ringan.
Riwayat penyakit jantung rematik saat berusia 12 tahun dan mitral stenosis. Dari hasil
pengkajian didapatkan data; TD 95/60 mmHg. Nadi 26 kali/menit (lemah), suhu 37°C,
membrane mukosa pucat, kulit dingin, cracles di kedua lapang paru, suara jantung : S1
gallop, diastolic murmur.

Analisa Data

NO Data Etiologic Masalah


Keperawatan

1 Ds : Perubahan irama Penurunan curah


jantung jantung
Pasien mengeluh sesak berdebar –
debar (palpitasi), sesak napas, dan
nyeri kepala ringan. Riwayat
penyakit jantung rematik saat
berusia 12 tahun dan mitral
stenosis.

Do :

- TD 95/60 mmHg
- Nadi 26 kali/menit (lemah)
- Suhu 37°C
- Membran mukosa pucat
- Kulit dingin
- Cracles di kedua lapang
paru
- Suara jantung : S1 gallop
- Diastolic murmur

Diagnosa keperawatan yang muncul :

Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan perubahan irama jantung, ditandai
dengan :

 Ds :

Pasien mengeluh sesak berdebar – debar (palpitasi), sesak napas, dan nyeri kepala ringan.
Riwayat penyakit jantung rematik saat berusia 12 tahun dan mitral stenosis.

 Do :
- TD 95/60 mmHg
- Nadi 26 kali/menit (lemah)
- Suhu 37°C
- Membran mukosa pucat
- Kulit dingin
- Cracles di kedua lapang paru
- Suara jantung : S1 gallop
- Diastolic murmur

NO Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional


1. Penurunan curah Setelah 1. Catat frekuensi dan
jantung yang dilakukan durasi disritmia
berhubungan tindakan asuhan 2. Berikan
dengan perubahan keperawatan elektrokardiografik
irama jantung pada pasien telemetri “nirkabel”
selama 2 x 24 atau elektroda
jam klien “tertanam” dan
menunjukkan hubungkan ke
kenormalan pemantauan jantung
irama jantung seperti yang
ditunjukan
3. Berikan cairan
intravena dan agen
vasokonstriktor yang
ditetapkan, seperti
yang ditunjukan
untuk memfasilitasi
perfusi jaringan.
4. Monitor perubahan
EKG yang
meningkatkan risiko
terjadinya disritmia
(misalnya aritmia,
segmen ST, iskemia,
dan pemantauan
interval QT).
5. Bantu pasien dan
keluarga untuk dapat
memahami pilihan
pengobatan.