Anda di halaman 1dari 10

TEKNIK-TEKNIK PENGAWASAN

MANAJEMEN

Disusun oleh:
Nadya Wulan Suci
15050394043

Progam Studi Pendidikan Tata Boga


Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Surabaya
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah “teknik-teknik
pengawasan” ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai demand dan permintaan. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk
itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya.Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Surabaya, 25 April 2017

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen suatu organisasi. Dimana
memiliki arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi suatu kegiatan. Suatu
Pengawasan dikatakan penting karena Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya
akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasinya itu sendiri
maupun bagi para pekerjanya. Di dalam suatu organisasi terdapat tipe-tipe pengawasan
yang digunakan, seperti pengawasan Pendahuluan (preliminary control), Pengawasan
pada saat kerja berlangsung (cocurrent control), Pengawasan Feed Back (feed back
control).Di dalam proses pengawasan juga diperlukan Tahap-tahap pengawasan untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Tahap-tahap pengawasan tersebut terdiri dari beberapa
macam, yaitu Tahap Penetapan Standar, Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan
Kegiatan, Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan, Tahap Pembandingan Pelaksanaan
dengan Standar dan Analisa Penyimpangan dan Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi.
Suatu Organisasi juga memiliki perancangan proses pengawasan, yang berguna untuk
merencanakan secara sistematis dan terstruktur agar proses pengawasan berjalan sesuai
dengan apa yang dibutuhkan atau direncanakan. Untuk menjalankan proses pengawasan
tersebut dibutuhkan alat bantu manajerial dikarenakan jika terjadi kesalahan dalam suatu
proses dapat langsung diperbaiki. Selain itu, pada alat-alat bantu pengawasan ini dapat
menunjang terwujudnya proses pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan. Pengawasan
juga meliputi bidang-bidang pengawasan yang menunjang keberhasilan dari suatu tujuan
organisasi diantaranya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana teknik-teknik pengawasan
2. Bagaimana standart-standart pengawasan
3. Bagaimana hubungan fungsi pengawasan dengan perencanaan
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui teknik teknik pengawasan
2. Untuk mengetahui standart dari pengawasan
3. Untuk mengetahui hubungan fungsi pengawasan dengan perencanaan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Teknik-teknik pengawasan

Menurut Siagian (2010) bahwa proses pengawasan pada dasarnya dilaksanakan oleh administrasi
dan manajemen dengan mempergunakan dua macam teknik, sebaggai berikut:

1. Pengawasan langsung (direct control)

Pengawasan langsung adalah apabila pimpinan oraganisasi melakukan sendiri pengawasan


terhadap kegiatan yang sedang dijalankan oleh para bawahannya. Pengawasan ini dapat
berbentuk:

1. Inspeksi langsung
2. on-the-spot observation
3. on-the-spot report

Akan tetapi, karena banyaknya dan kompleksnya tugas-tugas seoarang pimpinan terutama dalam
organisasi besar, seorang pimpinan tidak mungkin dapat selalu itu seringkali pimpinan tersebut
harus melakukan pengawasan yang bersifat tidak langsung.

2. Pengawasan Tidak Langsung

Pengawasan tidak langsung adalah pengawasan dari jarak jauh. Pengawasan ini dilakukan
melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan. Laporan ini dapat berbentuk tulisan dan
lisan.

Kelemahan dari pengawasan tidak langsung adalah sering para bawahan hanya melaporkan hal-
hal yang positif saja. Dengan perkataan lain, para bawahan itu mempunyai kecenderungan hanya
melaporkan hal-hal yang diduganya akan menyenangkan pimpinan.

Padahal, seorang pimpinan yang baik akan menuntut bawahannya untuk melaporkan hal-hal,
baik positif maupun yang bersifat negatif. Karena jika hanya hal-hal positif saja yang dilaporkan
maka pimpinan tidak akan mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Akibatnya pimpinan akan
mengambilnya kesimpulan yang salah dan bahkan keputusan yang salah.

Meskipun demikian, perlu ditekankan bahwa kecenderungan bawahan melaporkan hal-hal yang
positif saja sering adalah akibat sifat pimpinan yang ssuka menghukum orang-orang yang
melaporkan hal-hal yang sifatnya negatif dan merangsang orang-orang yang memberikan laporan
yang baik. Untuk mendapatkan gambaran yang tepat dan untuk mempunyai perspektif yang
obyektif, pimpinan sering perlu mengetahui hal-hal yang negatif, terutama kegagalan-kegagalan
yang dihadapi serta masalah-masalah yang belum dipecahkan.
Kesimpulannya adalah pengawasan tidak akan berjalan dengan baik jika hanya bergantung
kepada laporan saja. Pimpinan yang bijaksana akan menggabungkan teknik pengawasan
langsung dan tidak langsung dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

A. Berdasarkan waktu pelaksanaan

1) terus menerus = pada saat kegiatan

1. Alat yang bisa digunakan adalah berupa instrumen pengawasan yang dibuat oleh
pengawas sebelum melaksanakan pengawasan
2. Proses, dalam proses pelaksanaan pimpinan secara langsung mengontrol semua kegiatan
anggotanya dan mengecek setiap tahap kegiatan yang dilakukan di bantu oleh orang yang
telah ditunjuk sebagai pengawas.
3. Penyajian data pimpinan dapat meminta hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh
anggotanya secara rutin sampai pada pencapaian tujuan tercapai secara maksimal, dapat
berupa tabel, diagram, grafik atau gambar lainnya yang dapat menunjukkan laporan
kegiatan.

2) Berkala

1. Alat yang digunakan bisa dalam bentuk instrumen pertanyaan yang ditujukan kepada
yang diawasi dan disusun berdasarkan masalah yang telah terjadi
2. Proses pengawas dapat dilakukan dengan penyusunan program pengawasan yang
dilakukan secara berkala dan tidak setiap hari.
3. Penyajian data dapat berupa daftar kegiatan yang telah dilakukan dan daftar kegiatan
yang mengalami kendala atau masalah.

3) Insidental

1. Alat yang digunakan adalah bisa berupa foto, alat cheklist ketika pengawas melakukan
pengawasan
2. Proses, pengawas dapat langsung mengawasi keadaan yang sebenarnya terjadi tanpa ada
pemberitahuan terlebih dahulu.
3. Penyajian data dapat diminta secara langsung pada waktu kegiatan pengawasan dilakukan
atau pada waktu proses pengawasan di lakukan.

B. Berdasarkan proses pelaksanaan

1. sebelum kegiatan = premilinary control = preventif

1. Alat yang digunakan berupa instrumen atau daftar perencanaan kegiatan dan daftar
perlengkapan yang telah dibuat sebelumnya untuk mengecek perlengkapan kegiatan
2. Proses, pengawas bisa berkeliling mengawasi untuk mengecek semua daftar perencanaan
yang telah dibuat oleh para anggotanya.
3. penyajian data dalam bentuk prosedur perencanaan yang telah dibuat oleh para
anggotanya
2. Sedang = concurrent control

Teknik yang dapat digunakan

1. Alat perekam berupa kamera, foto kegiatan, instrumen pengamatan langsung


2. Proses dapat dilakukan dengan berkeliling area pelaksanaan kegiatan
3. penyajian data dapat berupa tendensi sentral yang menyatakan bagaimana kegiatan
tersebut mengalami perkembangan atau tidak dan data tentang analisa instrumen
observasi.

3. Sesudah = represif = feed back control

1. Alat yang digunakan bisa berupa hasil penyimpanan rekaman kamera dan angket untuk
para anggota organisasi
2. Proses pengawasan evaluasi hasil dari kegiatan
3. Penyajian data berupa pelaporan secara tertulis, dapat berupa grafik atau sebagainya

C. Berdasarkan cara pelaksanaan

1. Secara langsung

1. Alat yang digunakan berupa alat observasi cheklist


2. Proses, dapat di lakukan dengan pemeriksaan langsung terhadap kegiatan yang dilakukan
dengan cara pelaporan secara lisan dari bawahan
3. Penyajian data berupa analisis data statistik dalam bentuk kurva atau diagram yang dapat
dibaca oleh pengawas, dalam bentuk tendensi sentral atau sebagainya.

2. Secara tidak langsung

1. Alat bisa menggunakan angket yang diberikan kepada seluruh angggota organisasi
2. Proses dapat dilakukan suatu pemeriksaan secara rutin mengenai kegiatan yang
dilaksanakan
3. Penyajian data dapat berupa data statistik yang dilaporkan ketika akan diperiksa ataupun
tidak diperiksa anggota haruslah menyerahkan hasil laporannya kepada pimpinan

D. Berdasarkan pencapaian tujuan

1. Formil

1. Alat yang digunakan bisa menggunakan instrumen observasi yang didalamnya


mengandung proram-program yang hendak dicapai dengan memberikan cheklist pada
instrumen itu, maka akan didapat informasi apakah ada kegiatan yang tidak sesuai atau
tidak
2. Proses dengan melakukan audit operasional
3. Penyajian data dengan data statistik berupa penggunaan anggaran
2. Materiil

1. Alat yang digunakan bisa berupa instrumen observasi mengenai anggaran yang ada pada
organisasi dari pendapatan sampai pada pengeluaran
2. Proses dapat dilakukan audit operasional terhadap anggaran organisasi
3. Penyajian data berupa data statistik (kurva pendapatan dan pengeluaran)

E. Berdasarkan alur

1. Atasan-bawahan

1. Alat yang digunakan untuk mengawasi bisa berupa instrumen pengamatan yang mengacu
pada performance para bawahan disuatu sekolah
2. Proses pemimpin dapat memantau perkembangan kegiatan melalui pengamatan hasil
laporan yang diminta dari bawahan dan melakukan supervisi kepada bawahan
3. Penyajian data bisa dalam data statistik hasil dari kegiatan yang telah dilakukan oleh
bawahan

2. Bawahan-atasan

1. Alat yang digunakan berupa rekaman daftar hadir semua bawahan


2. Proses dengan cara pemimpin memantau setiap perkembangan kegiatan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan secara rutin dan memberikan inspeksi teratur jika ada
kegiatan yang tidak sesuai
3. Penyajian data berupa data statistik dan dilaporkan secara tertulis oleh bawahan

B. Standar Pengawasan
Standar mengandung arti sebagai suatu satuan pengukuran yang dapat digunakan
sebagai patokan untuk penilaian hasil-hasil. Tujuan, sasaran, kuota, dan target
pelaksanaan dapat digunakan sebagai standar. Adapun bentuk standar yang lebih khusus
antara lain target penjualan, anggaran, bagian pasar, marjin keuntungan, keselamatan
kerja dan sasaran produksi.
Ada tiga bentuk standar yang umum:
a. Standar-standar phisik; meliputi kuantitas barang atau jasa, jumlah langganan, atau
kualitas produk.
b. Standar-standar moneter; yang ditunjukkan dalam rupiah dan mencakup biaya
tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pendapatan penjualan, dan sejenisnya.
c. Standar-standar waktu; meliputi kecepatan produksi atau batas waktu suatu
pekerjaan harus diselesaikan.

C. Hubungan Fungsi Pengawasan dengan Perencanaan


Pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah
memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan
pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan.
Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu
organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi
pengawasan. Dan pelaksanaan pengawasan dalam manajemen dibutuhkan manajer.
Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat, sehingga sering
disebut sebagai 'kembar siam' dlm manajemen. Pengawasan adlh penting sebagai produk
perencanaan efektif dan sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana.
Pengawasan jg menjadi bagian dari rencana baru. Tujuan tiap rencana adlh untuk
membantu sumber daya-sumber daya dlm kontribusinya secara positif terhadap
pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Rencana harus dibuat untk mencapai tujuan-
tujuan organisasi sebelum para manajer dpt menentukan hubungan-hubungan organisasi,
kualifikasi personalia yg dibutuhkan, bagaimana bawahan diarahkan, dan cara
pengawasan yg diterapkan.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

pengawasan tidak akan berjalan dengan baik jika hanya bergantung kepada laporan saja.
Pimpinan yang bijaksana akan menggabungkan teknik pengawasan langsung dan tidak langsung
dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

Standar merupakan suatu satuan pengukuran yang dapat digunakan sebagai patokan untuk
penilaian hasil-hasil. Ada tiga bentuk standar yang umum yaitu ; standar-standar phisik, standar-
standar moneter serta standar-standar waktu.

Pengawasan adlh penting sebagai produk perencanaan efektif dan sebagai kriteria penilaian
pelaksanaan kerja terhadap rencana. Pengawasan jg menjadi bagian dari rencana baru. Tujuan
tiap rencana adlh untuk membantu sumber daya-sumber daya dlm kontribusinya secara positif
terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.