Anda di halaman 1dari 11

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Kebutuhan Istirahat dan Tidur

Posted on October 2, 2016 by arwenurses

BAB I

TINJAUAN TEORI

1. Pengertian Istirahat Dan Tidur


1. Istirahat

Suatu kondisi yang tenang, rileks tanpa ada stress emosional, bebas dari kecemasan. Namun tidak
berarti tidak melakukan aktivitas apa pun, duduk santai di kursi empuk atau berbaring di atas
tempat tidur juga merupakan bentuk istirahat. Sebagai pembanding, klien/orang sakit tidak
beraktifitas tapi mereka sulit mendapatkan istirahat begitu pula. Oleh karena itu perawat dalam
hal ini berperan dalam menyiapkan lingkungan atau suasana yang nyaman untuk beristirahat
bagi klien/pasien. Menurut Narrow (1645-1967) terdapat enam kondisi seseorang dapat
beristirahat

1. Merasa segala sesuatu berjalan normal


2. Merasa diterima
3. Merasa diri mengerti apa yang sedang berlangsung
4. Bebas dari perlukaan dan ketidaknyamanan
5. Merasa puas telah melakukan aktifitas-aktifitas yang berguna
6. Mengetahui bahwa mereka akan mendapat pertolongan bila membutuhkannya.
7. Tidur

Tidur merupakan suatu keadaan perilaku individu yang relatif tenang disertai peningkatan
ambang rangsangan yang tinggi terhadap stimulus dari luar. Keadaan ini bersifat teratur, silih
berganti dengan keadaan terjaga (bangun), dan mudah dibangunkan, (Hartman). Pendapat lain
juga menyebutkan bahwa tidur merupakan suatu keadaan istirahat yang terjadi dalam suatu waktu
tertentu, berkurangnya kesadaran membantu memperbaiki sistem tubuh/memulihkan energi. Juga
tidur sebagai fenomena di mana terdapat periode tidak sadar yang disertai perilaku fisik psikis
yang berbeda dengan keadaan terjaga.

1. Fisiologi Tidur

Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua system pada batang otak, yaitu : Reticular Activating
System (RAS) dan Bulbar Synchronizing Region(BSR).

RAS di bagian atas batang otak diyakini memiliki sel-sel khusus yang dapat mempertahankan
kewaspadaan dan kesadaran; memberi Stimulus visual,pendengaran,nyeri,dan sensori raba serta
emosi dan proses berfikir. Pada saat sadar, RAS melepaskan katekolamin, sedangkan pada saat
tidur terjadi pelepasan serum serotonin dari BSR. (Hidayat, 2008).

1. Ritme Sirkadian

Setiap makhluk hidup memiliki bioritme (jam biologis) yang berbeda. Pada manusia, bioritme ini
dikontrol oleh tubuh dan disesuaikan dengan faktor lingkungan (misalnya: cahaya, kegelapan,
gravitasi dan stimulus elektromagnetik). Bentuk bioritme yang paling umum adalah ritme
sirkadian-yang melengkapi siklus selama 24 jam. Dalam hal ini, fluktuasi denyut jantung,tekanan
darah, temperature, sekresi hormon, metabolisme dan penampilan serta perasaan individu
bergantung pada ritme sirkadiannya. Tidur adalah salah satu irama biologis tubuh yang sangat
kompleks. Sinkronisasi sirkadian terjadi jika individu memiliki pola tidur-bangun yang mengikuti
jam biologisnya: individu akan bangun pada saat ritme fisiologis paling tinggi atau paling aktif
dan akan tidur pada saat ritme tersebut paling rendah.

2. Tahapan Tidur

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan bantuan alat elektro ensefalo gram (EEG), elektro-
okulo gram (EOG), dan elektrokiogram (EMG), diketahui ada dua tahapan tidur, yaitu non-rapid
eye movement(NREM) dan rapid eye movement (REM). (Asmadi, 2008).

1. Tidur NREM

Tidur NREM disebut juga sebagai tidur gelombang-pendek karena gelombang otak yang
ditunjukkan oleh orang yang tidur lebih pendek daripada gelombang alfa dan beta yang
ditunjukkan orang yang sadar. Pada tidur NREM terjadi penurunan sejumlah fungsi fisiologi
tubuh. Di samping itu,semua proses metabolic termasuk tanda-tanda vital, metabolism, dan kerja
otot melambat. Tidur NREM sendiri terbagi atas 4 tahap (I-IV). Tahap I-II disebut sebagai tidur
ringan (light sleep) dan tahap III-IV disebut sebagai tidur dalam (deep sleep atau delta sleep)
1. Tidur REM

Tidur REM biasanya terjadi setiap 90 menit dan berlangsung selama 5-30 menit.Tidur REM tidak
senyenyak tidur NREM, dan sebagian besar mimpi terjadi pada tahap ini. Selama tidur REM,otak
cenderung aktif dan metabolismenya meninggkat hingga 20%. Pada tahap individu menjadi sulit
untuk dibangunkan atau justru dapat bangun dengan tiba-tiba, tonus otot terdepresi,sekresi
lambung meningkat,dan frekuensi jantung dan pernapasan sering kali tidak teratur.Selama tidur ,
individu melewati tahap tidur NREM dan REM.Siklus tidur yang komplet normalnya
berlangsung selama 1,5 jam, dan setiap orang biasanya melalui empat hingga lima siklus selama
7-8 jam tidur.Siklus tersebut dimulai dari tahap NREM yang berlanjut ke tahap REM. Tahap
NREM I-III berlangsung selama 30 menit, kemudian diteruskan ke tahap IV selama ± 20 menit.
Setelah itu, individu kembali melalui tahap III dan II selama 20 menit. Tahap REM muncul
sesudahnya dan berlangsung selama 10 menit.

1. Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Tidur

Kebutuhan Tidur Rata-Rata Per Hari

1. Bayi baru lahir : Lama tidur 14-18 jam/hari dengan 50% REM dan 1 siklus tidur rata-rata
45-60 menit.
2. Bayi(s/d 1 thn) : 1 siklus tidur rata2 12-14 jam/hari dengan 20-30% REM dan tidur
sepanjang malam.
3. Todler(1-3 thn) : Lama tidur 11-12 jam/hari dengan 25% REM dan Tidur sepanjang
malam + tidur siang.
4. Pra sekolah : ± 11 jam/hari dengan 20% REM
5. Usia sekolah : ± 10 jam/hari dengan 18,5% REM
6. Usia sekolah : ± 10 jam/hari dengan 18,5% REM
7. Adolescent : ± 8,5 jam/hari dengan 20% REM
8. Dewasa muda : 7-8 jam/hari dengan 20-25% REM
9. Dewasa menengah : ± 7 jam/hari dengan 20% REM dan sering sulit tidur
10. Dewasa tua : ± 6 jam/hari dengan 20-25% REM dan sering sulit tidur

1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tidur


2. Penyakit

Seseorang yang mengalami sakit memerlukan waku tidur lebih banyak dari normal. Namun
demikian, keadaan sakit menjadikan pasien kurang tidur atau tidak dapat tidur. Misalnya pada
pasien dengan gagguan pernapasan seperti asma, bronkitis, penyakit kardiosvaskular,dan pnyakit
persarafan.

2. Lingkungan

Pasien yang biasanya tidur dalam lingkungan tenang dan nyaman, kemudian terjadi perubahan
suasana seperti gaduh maka akan menghambat tidurnya.
3. Motivasi

Motivasi dapat mempengaruhi tidur dan dapat menimbulkan keinginan untuk tetap bangun dan
waspada menahan kantuk.

4. Kelelahan

Kelelahan dapat memperpendek periode pertama dari tahap REM.

5. Kecemasan

Pada keadaan cemas seorang mungkin meningkatkan saraf simpatis sehingga mengganggu
tidurnya.

6. Alkohol

Alkohol menekan REM secara normal, seseorang yang tahan minum alkohol dapat
mengakibatkan insomania dan lekasa marah.

7. Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan gangguan tidut antara lain:

1. Diuretik : menyebabkan insomnia


2. Antidepresan : menyupresi REM
3. Kafein : meningkatkan saraf simpais
4. Beta-bloker : menimbulkan insomnia
5. Narkotika : menyupresi REM
6. Nutrisi

Makanan yang banyak mengandung L-Triptofan yang merupakan asam amino dari protein yang
dicerna seperti keju,susu,daging dan ikan tuna dapat mampercepat terjadinya proses.

1. Macam-Macam Gangguan Tidur


1. Insomnia

Pengertian insomnia mencakup banyak hal. Insomnia dapat berupa kesulitan untuk tidur atau
kesulitan untuk tetap tidur, bahkan seseoranng yang terbangun dari tidur tapi merasa belum cukup
tidur dapat di sebut mengalami insomnia (japardi 2002). Jadi insomnia merupakan
ketidak mampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur baik secara kualitas maupun kuantitas.
Insomnia bukan berarti seseorang tidak dapat tidur/kurang tidur karena orang yang menderita
insomnia sering dapat tidur lebih lama dari yang mereka pikirkan, tetapi kualitasnya berkurang.
Jenis insomnia yaitu :

1. Insomnia insial adalah ketidak mampuan seseorang untuk dapat memulai tidur
2. Insomnia intermiten adalah ketidak mampuan seseorang untuk dapat mempertahankan
tidur atau keadaan sering terjaga dari tidur.
3. Insomnia terminal adalah bangun secara dini dan tidak dapat tidur lagi.

Beberapa factor yang menyebabkan seseorang mengalami insomnia yaitu rasa nyeri,
kecemasan,ketakutan, tekanan jiwa kondisi, dan kondisi yang tidak menunjang untuk tidur.

2. Somnambulisme

Merupakan gangguan tingkah laku yang sangat kompleks mencakup adanya otomatis dan
semipurposeful aksi motorik, seperti membuka pintu, duduk di tempat tidur,
menabrak kursi,berjalan kaki dan berbicara. Termasuk tingkah laku berjalan dalam beberapa
menit dan kembali tidur (Japardi 2002). Lebih banyak terjadi pada anak-anak, penderita
mempunyai resiko terjadinya cidera.

3. Enuresis

Enuresis adalah kencing yang tidak di sengaja (mengompol) terjadi pada anak-anak, remaja
dan paling banyak pada laki-laki, penyebab secara pasti belum jelas, namun ada bebrapa
factor yang menyebabkan Enuresis seperti gangguan pada bladder, stres, dan toilet training yang
kaku.

4. Narkolepsi

Merupakan suatu kondisi yang di cirikan oleh keinginan yang tak terkendali untuk tidur, dapat
dikatakan pula bahwa Narkolepsi serangan mengantuk yang mendadak sehingga ia dapat
tertidur pada setiap saat di mana serangn mengantuk tersebut datang. Penyebabnya secara pasti
belum jelas, tetapi di duga terjadi akibat kerusakan genetika sistem saraf pusat di mana periode
REM tidak dapat di kendalikan. Serangan narkolepsi dapat menimbulkan bahaya bila terjadi pada
waktu mengendarai kendaraan, pekerja yang bekerja pada alat-alat yang berputar-putar atau
berada di tepi jurang.

5. Mendengkur

Disebabkan oleh adanya rintangan terhadap pengaliran udara di hidung dan mulut. Amandel yang
membengkak dan Adenoid dapat menjadi faktor yang turut menyebabkan mendengkur. Pangkal
lidah yang menyumbat saluran nafas pada lansia. Otot-otot dibagian belakang mulut mengendur
lalu bergetar bila dilewati udara pernafasan.

1. Manfaat Tidur
2. Hidup lebih sehat dan awet muda

Menurut Lawrence Epstein MD, penulis buku “The Harvard medical school guide to a good night
sleep”, semakin lama semakin terlihat adanya hubungan erat antara tidur dan kesehatan tubuh.
Ternyata saat kita tidur, tekanan darah dan detak jantung biasanya berada di titik terendah. Bila
kurang tidur, tekanan darah kita akan cenderung naik. Hubungan antara hipertensi dan lama tidur
seseorang dapat menjelaskan hasil penelitian lain yang mengaitkan kurang tidur dengan risiko
terkena serangan jantung, diabetes, naiknya berat badan dan penyakit penyakit lain. Kurang tidur
juga terbukti dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.
2. Memperindah wajah dan tubuh

Kurang tidur akan merubah metabolisme tubuh dan mempercepat proses penuaan. Anda semua
yang merasa kurang tidur pasti merasakannya, kalau kurang tidur pasti wajah nampak lebih kusut
dan sebaliknya ketika anda tidur dengan rileks maka akan memperindah wajah dan tubuh anda.

3. Menjauhi Stress

Tak dipungkiri lagi, ketika anda tidur maka masalah-masalah yang anda pikirkan sejenak
menghilang. Sedangkan orang yang mengalami insomnia memproduksi hormon stress yang lebih
tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

4. Mencerdaskan Otak

Kurang tidur menimbulkan efek kognitif dan fisik mirip dengan orang yang minum alkohol.
Kondisi orang yang tidak tidur terus-menerus selama 17jam sama seperti orang yang kadar
alkohol dalam darahnya 0,05%, ini sama dengan minum dua gelas alkohol dalam satu jam. Orang
yang sulit tidur biasanya telat bangun, ritme ini akan membuat masalah dengan proses kognitif
seseorang, seperti menjadi pelupa dan sulit berkonsentrasi. Artinya anda akan menjadi sedikit
lebih bodoh setiap kali kurang tidur.

5. Tubuh menjadi Ideal

Kurang tidur akan menurunkan metabolisme tubuh sehingga nafsu makan meningkat. Manfaat
diatas diperoleh untuk tidur yang cukup sedangkan apabila kebanyakan tidur dapat menurunkan
produktifitas hormon pertumbuhan.

BAB II

KASUS DAN PEMBAHASAN

Kasus :

Seorang perempuan sedang dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan panas tinggi, tidak
bisa tidur karena merasa kepanasan dan adanya rasa kurang nyaman. Hasil pengkajian didapatkan
suhu tubuh 40°C, ekspresi muka kuyu, mata cekung, pasien mengeluh tidak bisa tidur beberapa
hari.

Pembahasan kasus :

Asuhan keperawatan untuk pasien gangguan istirahat dan tidur berhubungan dengan rasa aman
dan nyaman

1. Pengkajian

Data subjektif :

 S mengeluh panas tinggi


 S tidak bisa tidur karena kepanasan
 S merasa kurang nyaman
 S sudah beberapa hari tidak bisa tidur

Data objektif

 Suhu tubuh pasien 40°C


 Ekspresi muka kuyu
 Mata pasien cekung
2. Diagnosis keperawatan

Ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan istiharat dan tidur : gangguan rasa nyaman berhubungan
dengan kenaikan suhu tubuh

3. Rencana keperawatan

Tujuan dan kriteria


No Diagnosa Keperawatan Intervensi
hasil

Tujuan : 1. Kaji suhu


tubuh klien

2. Atur
Ketidakmampuan Setelah dilakukan prosedur
pemenuhan kebutuhan 1×24 jam keparawatan yang
istiharat dan tidur : diharapkan harus dilakukan
gangguan rasa nyaman kebutuhan istirahat
berhubungan dengan dan tidur pasien 3. Lakukan
1. kenaikan suhu tubuh terpenuhi dengan kompres untuk
turunnya suhu menurunkan suhu
tubuh pasien tubuh pasien

4. Penuhi rasa
nyaman dengan
Kriteria hasil : cara :

– Suhu tubuh – Berikan


dalam batas pasien pakaian
normal (36,5- yang menyerap
37,5°C) keringat

– Pasien 5. Anjurkan
dapat istirahat (± pasien untuk
6-8 jam) minum lebih
banyak
– Tidak
terlihat tanda 6. Beri
dehidrasi (mata pendidikan
cekung, muka kesehatan kepada
kuyu) pasien tentang
gangguan
– Pasien istirahat dan tidur
terlihat nyaman
dan lebih segar 7. Posisikan
pasien untuk tidur
dengan nyaman

8. Kolaborasi
pemberian obat
tidur

9. Monitoring
lama waktu
pasien istirahat

4. Implementasi keperawatan

Tindakan
No.diagnosis Tanda
Hari/tgl/jam yang Hasil
keperawatan tangan
dilakukan

Senin/ 26 suhu tubuh


Kaji suhu
Desember pasien
1 tubuh
2016/ pkl. tinggi
pasien
08.00 (39°C)

Pkl. 08.15 1 Lakukan Suhu tubuh


kompres pasien
pada pasien berangsur
normal

Penuhi rasa
nyaman
dengan cara
memberikan Pasien
pasien mengatakan
Pkl. 09.00 1 pakaian tubuhnya
yang tidak panas
menyerap lagi dan
keringat terasa lebih
nyaman

Posisikan Pasien
pasien terlihat
Pkl 09.15 1 untuk tidur tidur
dengan dengan
nyaman nyaman

5. Evaluasi

No. diagnosis Tanda


Hari/tgl/jam Perkembangan
keperawatan tangan

1 S : Pasien mengatakan
sudah tidak
kepanasan lagi
Rabu/ 28
september Pasien mengatakan malam
2016/ pkl.10.00 hari sudah dapat tidur
dengan nyenyak

O : – Suhu tubuh pasien


normal

– Pasien tidur malam


6 jam

– Pasien tidak
terbangun-bangun pada
saat tidur

– Tidak terlihat
adanya tanda-tanda kurang
tidur

A : Masalah teratasi

P : Rencana tindakan
dihentikan

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang di butuhkan semua orang. Setiap
individumempunyai kebutuhan istirahat dan tidur yang berbeda. Dengan pola istirahat dan tidur
yang baik, benar, dan teratur akan memberikan efek yang baik terhadap kesehatan, yaitu efek
fisiologis terhadap sistem syaraf yang di perkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan
keseimbangan diantara susunan saraf, serta berefek terhadap struktur tubuh dengan
memulihkankesegaran dan fungsi organ tubuh.

1. Saran

Setiap individu harus menjaga kecukupan kebutuhan istirahat dan tidurnya sesuai kebutuhannya.
Dengan kondisi jiwa dan fisik yang sehat maka dapat melakukan berbagai kegiatan dengan
baik.Perawat perlu berupaya membantu pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur klien sesuai
dengandengan prosedur yang benar sehingga perawat harus mempunyai, kopetensi yang baik
terkaitdengan kebutuhan istirahat dan tidur sehingga pelayanan terhadap klien dapat berjalan
dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/62074283/Askep-Kebutuhan-Istirahat-Dan-Tidur,

Tawoto dan Wartona. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan,Jakarta: Salemba
Madika.