Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Pembahasan : Keperawatan Gerontik


Sub pokok pembahasan : Senam Tepuk Jari
Sasaran : Lansia di Panti Werdha Karitas
Hari/Tanggal : Selasa, 10 Juli 2018
Waktu : 30 menit
Tempat : Panti Werdha Karitas

A. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit

diharapakan para lansia di Panti Werdha Karitas mampu memahami

pentingnya olahraga bagi lansia.

2. Tujuan Khusus

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit

diharapkan lansiamampu :

a. Mengerti tentang pengertian senam lansia dengan benar

b. Mengerti tentang jenis-jenis senam bagi lansi dengan benar

c. Mengerti tentang manfaat senam bagi lansia dengan benar

d. Mengerti tentang prinsip senam bagi lansia dengan benar

e. Mengerti tentang langkah-langkah senam bagi lansia dengan benar

3. Materi Pembelajaran
a. Pengertian senam lansia

b. Jenis-jenis senam lansia

a. Manfaat senam lansia

b. Prinsip senam lansia

c. Langkah-langkah senam lansia


4. Metode Pembelajaran
a. Ceramah
b. Demostrasi
c. Tanya jawab

5. Media Pembelajaran
a. Leaflet
b. Power Point
c. Video

6. Langkah-Langkah Kegiatan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta

1 Pembukaan 1. Salam perkenalan 1. Menjawab


(5 menit) 2. Memperkenalkan diri salam
3. Menjelaskan kontrak dan tujuan 2. Mendengarkan
pertemuan dan
memperhatikan
3. Menjawab
pertanyaan
4. Mendengarkan
dan
memperhatikan
5. Menyetujui
kontrak waktu
2 Kegiatan 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan
Inti a. Pengertian senam lansia dan
(25 menit) b. Jenis – jenis senam lansia memperhatikan
c. Manfaat senam bagi lansia penjelasan
d. Prinsip – prinsip senamlansia Penyuluh
e. Langkah – 2. Aktif bertanya
langkah senamlansia 3. Mendengarkan
2. Memberikan kesempatan untuk
bertanya
3. Menjawab pertanyaan peserta
3 Penutup 1. Menyimpulkan materi yang 1. Mendengarkan
(15 menit) disampaikan oleh penyuluh dan
2. Mengevaluasi peserta atas Memperhatika
penjelasan yang disampaikan dan n
penyuluh menanyakan kembali 2. Menjawab
mengenai materi penyuluhan pertanyaan
3. Salam Penutup yang diberikan
3. Menjawab
salam
7. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur

1) Peserta penyuluhan kesehatan adalah 10 orang

2) Kesiapan materi penyaji

3) Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung

b. Evaluasi Proses

1) Audien hadir sesuai dengan waktu yang ditentukan

2) Audien antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya

3) Audien antusias untuk mengikuti kegiatan senam

c. Mahasiswa

1) Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan

2) Dapat menjalankan peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya

d. Evaluasi Hasil

1) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah

ditentukan

2) Adanya tambahan pengetahuan tentang senam lansia yang diterima oleh

audien dengan melakukan evaluasi melalui tes lisan di akhir ceramah

8. Sumber :
http://dkk.sukoharjokab.go.id/read/senam-lansia
Gallo, Joseph J. (1998). Buku Saku Gerontology, alih bahasa : James
Veldman, Ed.2. Jakarta : EGC.
Kirsdten L Easton. (1999). Gerontologycal Rehabilitation Nursing.
WB.Saunders. Philadelphia.
Nugroho, Wahjudi. (2000). Keperawatan Gerontik, Ed 2, Jakarta :
ECG.
Setiabudhi, Tony & Hardywinoto. (1999). Panduan Gerontology
Tinjauan Dari Berbagai Aspek, Jakarta : Gramedia.
Soejono C.H. (2000) Pedoman Pengelolaan Kesehatan Pasien
Geriatri. Bagian Penyakit Dalam FKUI.
MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian
Senam lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan, tindakan

memberatkan yang diterapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini akan

membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap segar karena melatih tulang

tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal dan membantu

menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.

Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta

terencana yang dilakukan secara tersendiri atau berkelompok dengan

maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan

tersebut (santosa, 1994).

Lansia seseorang individu laki-laki maupun perempuan yang berumur

antara 60-69 tahun. (Nugroho 1999:20) jadi senam lansia adalah serangkaian

gerak nada yang teratur dan terararah serta terencaana yang diiikuti oleh

orang lanjut usia yang dilakukan dengan maksud meningkatkan kemampuan

meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan

tersebut

2. Jenis-jenis senam lansia yang biasa diterapkan

a. Senam kebugaran lansia


Jenis olahraga yang bisa dilakukan pada lansia antara lain adalah senam

lansia. Aktivitas olahraga ini akan membantu tubuh tetap bugar dan segar

karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal, dan

membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.

Dapat dikatakan bugar, atau dengan perkataan lain mempunyai kesegaran

jasmani yang baik bila jantung dan peredaran darah baik sehingga tubuh
seluruhnya dapat menjalankan fungsinya dalam waktu yang cukup lama

(Sumosardjuno, 1998).
b. Senam otak
Manfaat dari senam otak antara lain : melepas otak dari ketegangan,

meningkatkan kecerdasan akademik, mengurangi stress, meningkatkan

daya ingat, meningkatkan kemampuan berbahasa, memperbaiki kondisi

emosional yang berpengaruh pada kondisi social.

c. Senam osteoporosis

Kendati osteoporosis dikenal sebagai penyakit silent killer (pembunuh

tersembunyi), tidak berarti kedatanganya tidak bisa diantisipasi.

Osteoporosis sebenarnya bisa dicegah, tetapi dengan beberapa

persyaratan. Untuk mencegah osteoporosis, maka kebiasaan merokok,

minum kopi, alcohol dan soft drink harus di kurangi. Sebaliknya harus

membiasakan mengkonsumsi makanan mengandung kalsium tinggi seperti

teri, udang rebon, kacang-kacangan, tempe atau minum susu. Kenapa

harus mengkonsumsi kalsium merupakan elemen mineral yang paling

banyak dibutuhkan untuk kesehatan tulang.Tetapi, yang perlu diingat dalam

mencegah osteoporosis, gizi saja tanpa dibarengi oleh latihan fisik ternyata

fisik ternyata tidak cukup. Untuk itu ada senam osteoporosis untuk

mencegaah dan mengobati terjadinya pengeroposan tulang. Daerah yang

rawan osteoporosis adalah area tulang punggung, pangkal paha da

pergelangan tangan.

d. Senam hipertensi
Olahraga atau senam hipertensi adalah bagian dari usaha untuk

mengurangi berat badan dan mengelola stress-dua factor yang

mempertingga resiko hipertensi.

e. Senam diabetes melitus

Variasi gerakan dalam senam diabetes cukup banyak. Senam tersebut

bisa mengelola semua organ tubuh manusia, mulai otak hingga ujung kaki.

Sebab, dampak penyakit kencing manis menyerang seluruh tubuh, dampak

paling ringan adalah kaki keseutan. Sedangkan yang terparah adalah

menderita stroke.Karena manfaatnya banyak, senam diabetes tidak hanya

diperuntukan bagi kalangan diabetes. Tapi, senam itu juga bisa dilakukan

oleh orang yang belum jadi penderita diabetes. Tujuanya, mencegah agar

tak terkena penyakit tersebut.

f. Olahraga rekreatif/jalan santai

Liburan adalah waktu yang paling banyak ditunggu setiap orang

walaupun untuk liburan bnayak hal yang bisa dilakukan dari mulai yang

sederhana sempai liburan yang memakan biaya tinggi, tetapi hal itu bukan

masalah sepanjang kita memfokuskan pada aspek positif liburan terutama

untuk kesehatan. Peneliti telah menunjukan liburan ternyata sangat

dianjurkan oleh para dokter karena memiliki pengaruh terhadap

peningkatan kesehatan..

3. Prinsip Senam Lansia

a. Gerakanya bersifat dinamis (berubah-ubah)

b. Bersifat progresif (bertahap meningkat)

c. Adanya pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan

d. Lama latihan berlangsung 15-60 menit


e. Frekuensi latihan perminggu minimal 3 kali dan optimal 5 kali

4. Manfaat Senam Lansia


a. Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia

b. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan

(adaptasi)

c. Fungsi melindungi yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya

terhadap bertambahnya tuntutan (sakit)

d. Kelenturan (flexibility) pembatasan atas lingkup gerak sendi, banyak

terjadi pada lanjut usia yang sering berakibat kekuatan otot dan tendon.

Oleh karena itu latihan kelenturan sendi merupakan komponen penting

dari latihan atau olah raga bagi lanjut usia.

e. Keseimbangan : kurang keseimbangan merupakan penyebab utama

Lansia sering jatuh. Keseimbangan merupakan tanggapan motorik yang

dihasikan oleh berbagai faktor, diantaranya input sensorik dan kekuatan

otot. Penurunan keseimbangan pada lanjut usia bukan hanya sebagai

akibat menurunnya kekuatan otot atau penyakit yang diderita, bisa juga

karena kurang gerak. Penurunan keseimbangan bisa diperbaiki dengan

berbagai latihan keseimbangan. Latihan yang meliputi komponen

keseimbangan akan menurunkan insiden jatuh pada lansia.

5. Langkah - Langkah Senam Lansia


a. Sebelum Latihan : Menimbang BB, Mengukur tekanan darah, k/p GDS,

ukur nadi

b. Latihan: Mengatur barisan, senam pernafasan/ streching, senam inti

c. Penutup : ukur nadi, minum air putih kalau ada beri PMT
d. Senam Refleksi

Merangsang saraf dalam tubuh tidak hanya bisa dilakukan dengan

pijat refleksi. Melalui senam juga bisa. Salah satu yang saat ini populer

adalah senam refleksi. Senam itu bisa menjadi pilihan relaksasi. Tidak

hanya itu, juga baik dilakukan bagi orang yang baru pulih dari sakit.

Bentuk gerakannya mudah namun langsung memberikan manfaat bagi

kebugaran. Senam refleksi lebih banyak menggunakan gerakan tangan

dan jari. Ada 18 gerakan yang dilakukan. Frekuensi gerakan ada yang

4x8 dan 2x8.

Ada gerakan tepuk tangan, tepuk jari, jalin tangan, silang ibu jari,

adu sisi kelingking, adu sisi telunjuk, ketok pergelangan, ketok nadi, tekan

jari-jari, buka dan mengepal, menepuk punggung tangan, menepuk

lengan dan bahu, menepuk pinggang, menepuk paha, menepuk samping

betis, jongkok berdiri, menepuk perut, dan kaki jinjit. “Semua

menggunakan tangan,”

e. Tepuk tangan

Menepuk Lao-Gong-Xue yang terletak ditelapak tangan, bermanfaat

merangsang kesadaran otak, mencegah Stroke dan penyakit syaraf

lainnya.

f. Tepuk Jari

Menepuk seluruh jari-jemari telapak tangan, agar terjadi refleksi pada

syaraf-syaraf penting, sehingga mendorong kelancaran sirkulasi darah ke

seluruh tubuh.

g. Jalin tangan
Renggangkan jari-jari tangan satu sama lain, kemudian cocokkan satu

sama lain agar syaraf-syaraf yang terdapat di sisi jari-jari terangsang

sehingga melancarkan pembuluh nadi dan pembuluh darah balik.

h. Silang ibu jari

Mengadu He-gu kiri dan kanan, berguna untuk menyembuhkan penyakit

gigi lidah, mata, hidung dan kuping.

i. Adu kelingking

Lentangkan kedua telapak tangan, kemudian adu sisi jari

kelingking.Gerakan ini berguna untuk mencegah Penyakit Jantung dll.

j. Adu sisi telunjuk Tengkurapkan kedua telapak tangan, ibu jari tekuk ke

bawah, Adu sisi jari telunjuk . Gerakan ini berguna untuk mencegah

penyakit liver, paru-paru, limpa dan ginjal.

k. Ketok Pergelangan

Mengetuk Tai-yuan-xue yang terletak dekat denyut nadi di pergelangan

tangan. Dapat mencegah dan menyembuhkan batuk-batuk, bronchitis,

sesak napas, asma dll.

l. Ketok Nadi

Meridian Nei-guan terletak tiga jari dari garis pergelangan tangan, dengan

mengetuk bagian ini dapat melancarkan pembuluh darah yang

tersumbat, mencegah terjadinya sakit jantung.

m. Tekan jari

Rentangkan jari jemari satu sama lain, kemudian tempelkan jari kiri dan

kanan sambil ditekan sekuatnya, sesudah itu gerakkan kedepan dan

kebelakang . berguna untuk menghilangkan kekakuan pada jari jemari

sehingga bisa elestis lagi.


n. Buka dan mengepal

Rentangkan jari jemari, ulurkan tangan kedepan setinggi dada, kemudian

kepalkan dan buka bergantian jari jemari kuat-kuat. Gerakan ini berguna

untuk mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit pada jari jemari.

o. Menepuk punggung tangan

Tangan kanan menepuk punggung tangan kiri kemudian ganti tangan kiri

menepuk punggung tangan kanan. Gunanya untuk melancarkan

peredaran darah pada anggota tubuh bagian atas.

p. Menepuk lengan dan bahu

Dari lengan bawah sampai lengan atas ditepuk delapan kali, kemudian

dipundak delapan kali. Dilakukan kiri dan kanan bergantian. Gunanya

untuk melenturkan dan menghilangkan pegal-pegal urat-urat di bagian itu,

menghilangkan rasa lesu dan ngantuk dan menjadi bugar.

q. Menepuk pinggang

Letakkan telapak tangan di kiri dan kanan Puser, kemudian tarik garis

datar ke belakang dimana kedua telapak tangan bertemu, disitulah

letaknya Shen-shu-xue. Urat-urat yang tegang di bagian pinggang begitu

ditepuk akan mengendur, rasa pegal linu akan hilang, bahkan membantu

sekali bagi yang menderita impotensi, kencing tidak lancar,

membangkitkan vitalitas energi.

r. Menepuk Paha.

Berdiri tegak kedua tangan diletakkan disamping badan, dimana ujung jari

tengah menyentuh paha, disitulah terletak Feng-shi-xue. Tekuk kedua

kaki kemudian kedua telapak tangan menepuk dengan keras Feng-Shi-


xue. Gunanya mencegah masuk angin, penyumbatan saluran darah ,

penyakit tulang duduk dan rasa sakit di lutut

s. Menepuk Samping Betis

Zu-san-li letaknya empat jari dibawah tempurung lutut. Menepuk bagian

ini mencegah masuk angin, berbagai penyakit dan melancarkan

metabolisme Zu-san-li adalah meridian penting dalam senam 312.

t. Jongkok Berdiri

Denyutan jantung memompa sirkulasi darah keseluruh tubuh. Anggota

tubuh bawah yakni Paha merupakan jantung kedua. Tatkala bergerak

jongkok dan tegak, otot-ototnya menyusut dan merentang secara teratur

akan membantu sirkulasi darah balik ke jantung. Ini mencegah aliran

darah tersumbat dan sakit jantung. Gerakan ini dilakukan dengan

menjulurkan tangan lurus kedepan, buka kaki selebar bahu, kedua kaki

harus sejajar. Jongkok-bangun semampu anda, jangan memaksakan diri.

u. Menepuk Perut

Dan-tien letaknya empat jari dibawah pusar. Menepuk bagian ini

menambah vitalitas energi.

v. Kaki Jinjit

Pernapasan Dan-tien sama dengan pernapasa perut. Begitu kita

menghirup udara, perut mengembung, sekat perut turun ke bawah, ketika

kita menghembuskan udara sekat perut naik keatas. Turun naiknya sekat

perut tak ubahnya sedang mengurut organ tubuh bagian dalam. Ini dapat

menyembuhkan gang guan usus dan lambung.

w. Perut kosong merupakan gudang darah.


Pernapasan perut mengurut perut kosong sangat memadai. Peredaran

darah pulang pergi ke rongga perut mengurangi tekanan pada urat-urat

darah, berguna meringankan penderita darah tinggi. Menarik napas

mengangkat anus dan berjingkat, dapat membantu ginjal, mencegah

impotensi, meningkatkan seksualitas, melancarkan kencing dll