Anda di halaman 1dari 11

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

STIMULASI PERSEPSI : PERILAKU KEKERASAN

PROGRAM PROFESI NERS PSIK FK UNSRI


Keperawatan Jiwa

KELOMPOK 1
ANGGOTA :

Febriani S. Sipayung, S. Kep.


Mayang Sari Unantika, S. Kep.
Madepan Mulia, S. Kep.
Rosdiah Kartika, S.Kep.

Ruangan : Asoka
RS. Dr. Ernaldi Bahar Palembang

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2012
PROPOSAL
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

A. Topik
Terapi Aktivitas Kelompok : Stimulasi Persepsi
Sesi I : Mengenal Perilaku Kekerasan yang Biasa Dilakukan

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien dapat mengenal perilaku kekerasan yang biasa dilakukan
2. Tujuan Khusus / Kriteria Evaluasi
a. Klien dapat menyebutkan stimulasi penyebab kemarahannya
b. Klien dapat menyebutkan respons yang dirasakan saat marah (tanda dan gejala
marah)
c. Klien dapat menyebutkan reaksi yang dilakukan saat marah (perilaku kekerasan)
d. Klien dapat menyebutkan akibat perilaku kekerasan

C. Landasan Teori
1. Pengertian
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan
yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun
lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah
yang tidak konstruktif. (Stuart dan Sundeen, 1995)
Perilaku kekerasan/amuk dapat disebabkan karena frustasi, takut, manipulasi atau
intimidasi. Perilaku kekerasan merupakan hasil konflik emosional yang belum dapat
diselesaikan. Perilaku kekerasan juga menggambarkan rasa tidak aman, kebutuhan
akan perhatian dan ketergantungan pada orang lain.

2. Penyebab
Faktor predisposisi
Berbagai pengalaman yang dialami tiap orang mungkin menjadi faktor predisposisi
yang mungkin/ tidak mungkin terjadi jika faktor berikut dialami oleh individu :
a. Psikologis; kegagalan yang dialami dapat menimbulkan frustasi yang kemudian
dapat timbul agresif atau amuk.
b. Perilaku, reinforcement yang diteima ketika melakukan kekerasan, sering
mengobservasi kekerasan, merupakan aspek yang menstimuli mengadopsi
perilaku kekerasan
c. Sosial budaya; budaya tertutup, control sosial yang tidak pasti terhadap perilaku
kekerasan menciptakan seolah-olah perilaku kekerasan diterima
d. Bioneurologis; kerusakan sistem limbic, lobus frontal/temporal dan
ketidakseimbangan neurotransmiser

Faktor presipitasi
Bersumber dari klien (kelemahan fisik, keputusasaan, ketidak berdayaan, percaya
diri kurang), lingkungan (ribut, padat, kritikan mengarah penghinaan, kehilangan
orang yang dicintai/pekerjaan dan kekerasan) dan interaksi dengan orang lain(
provokatif dan konflik).
( Budiana Keliat, 2004)

3. Tanda dan Gejala


Fisik
a. Mata melotot/ pandangan tajam
b. Tangan mengepal
c. Rahang mengatup
d. Wajah memerah
e. Postur tubuh kaku

Verbal
a. Mengancam
b. Mengumpat dengan kata-kata kotor
c. Suara keras
d. Bicara kasar, ketus

Perilaku
a. Menyerang orang lain
b. Melukai diri sendiri/ orang lain
c. Merusak lingkungan
d. Amuk/ agresif

Faktor yang berhubungan


a. Ketidakmampuan mengendalikan dorongan marah
b. Stimulus lingkungan
c. Konflik interpersonal
d. Status mental
e. Putus obat
f. Penyalahgunaan narkoba/ alkoholik

Untuk menegakkan diagnosa ini perlu didapatkan data utama


a. Sikap bermusuhan
b. Melukai diri/ orang lain
c. Merusak lingkungan
d. Perilaku amuk/ agresif

4. Rentang Respon Marah


Adaptif Maladaptif

Asertif Frustasi Pasif Agresif Amuk/PK


Klien mampu Klien gagal Klien merasa Klien Perasaan
mengungkapkan mencapai tidak dapat mengekspresikan marah dan
marah tanpa tujuan mengungkapkan diri secara fisik, bermusuhan
menyalahkan kepuasan/saat perasaannya, tapi masih yang kuat
orla dan marah dan tidak berdaya terkontrol, dan hilang
memberikan tidak dapat dan menyerah mendorong orla control,
kelegaan menemukan dengan ancaman disertai
alternatif amuk,
merusak
lingkungan

5. Akibat
Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan berbahaya
bagi dirinya, orang lain maupun lingkungannya, seperti menyerang orang lain,
memecahkan perabot, membakar rumah dll.

D. Klien
1. Karakeristik / Kriteria
Klien dengan gangguan sensori persepsi: perilaku kekerasan dengan karakteristik :
 Klien berbicara mengancam dengan suara keras
 Klien dengan mata melotot, tangan mengepal, wajah memerah, dan postur tubuh
kaku
 Klien yang mengamuk, menyerang orang lain, melukai diri sendiri, atau merusak
lingkungan
2. Proses Seleksi
a. Pengkajian
Perawat mengidentifikasi jumlah pasien dan masalah keperawatan yang ada di
ruangan. Pasien di ruang Asoka berjumlah 5 orang ( 4 orang perilaku kekerasan
dan 1 orang resiko bunuh diri) ditambah pasien yang ada di ruang merpati. Pasien
di ruang merpati berjumlah 60 orang :
Harga diri rendah = 8 orang
Isolasi sosial : menarik diri = 7 orang
Waham curiga = 2 orang
Waham kebesaran = 4 orang
Perilaku kekerasan = 27 orang
Halusinasi = 12 orang
b. Perawat mengidentifikasi jenis terapi aktivitas kelompok yang akan dilakukan,
yaitu Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) : Stimulasi Persepsi
c. Perawat mengidentifikasi pasien yang akan mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok
(TAK) : Stimulasi Persepsi. Dimana pasien yang akan mengikuti TAK stimulasi
persepsi tersebut adalah pasien dengan masalah keperawatan perilaku
kekerasan, dengan ketentuan sebagai berikut :
 Klien tidak disorientasi
 Klien tidak inkoheren
 Sehat fisik
 Klien cukup kooperatif (kerjasama)
 Dapat memahami pesan yang diberikan atau mampu berkonsentrasi lebih dari
15 menit
d. Mengklarifikasi pasien sesuai kriteria dan bekerjasama dengan perawat di ruangan
e. Mengadakan kontrak dengan klien

3. Jumlah klien
Klien perilaku kekerasan yang mengikuti TAK berjumlah 6 orang, yaitu 1 orang klien
di ruang asoka dan 5 orang klien dari ruang merpati.
Nama Klien Ruang
Tn. S Asoka

Tn. W
Tn. A Merpati
Tn. I
Tn. M
Tn. R
E. Pengorganisasian
1. Uraian Struktur Kelompok
a. Tempat Pertemuan : Ruang Merpati RS. Dr. Ernaldi Bahar Palembang
b. Hari / Tanggal : Sabtu / 28 April 2012
c. Waktu : 13.00 – 13.45 WIB
d. Lama : 45 Menit
e. Perilaku yang diharapkan : Klien mampu mengenal perilaku kekerasan yang
biasa dilakukan

2. Metode
1. Dinamika Kelompok
2. Diskusi dan tanya jawab
3. Simulasi, berkenalan, memperkenalkan diri

3. Alat yang digunakan


1. Kertas HVS
2. Spidol
3. Bola
4. MP3 player handphone dan speaker power

4. Tim Terapis
a. Pimpinan Kelompok (Leader) : Rosdiah Kartika, S.Kep.
Tugas :
- Menyusun rencana aktivitas kelompok (proposal)
- Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan
- Memfasilitasi setiap anggota untuk mengekspresikan perasaan, mengajukan
pendapat dan memberikan umpan balik
- Sebagai “role model”
- Memotivasi kelompok untuk mengemukakan pendapat dan memberikan
umpan balik, mengungkapkan perasaan dan pikiran
- Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat menerima perbedaan dalam
perasaan dan perilaku dengan anggota lain
- Membuat tata tertib bagi kelompok demi kelancaran diskusi
b. Pembantu pimpinan kelompok (Co Leader) : Mayang Sari Uanantika, S.Kep.
Tugas :
- Menyusun rencana aktivitas kelompok (proposal)
- Membantu leader dalam mengorganisir anggota kelompok
- Menyampaikan informasi dari fasilitator kepimpinan
- Mengingatkan pimpinan bila diskusi menyimpang
- Bersama leader menjadi contoh untuk kerjasama yang baik
c. Fasilitator : Endang S. Sipayung, S.Kep.
Tugas :
- Membantu leader memfasilitasi dan memotivasi anggota untuk berperan aktif
- Menjadi aktif bagi klien selama proses kegiatan
d. Observer : Madepan Mulia, S.Kep.
Tugas :
- Mengobservasi setiap respon klien
- Mencatat semua proses yang terjadi dan semua perubahan perilaku klien
- Memberikan umpan balik pada kelompok

5. Setting Tempat
- Peserta dan terapis duduk bersama dalam lingkaran
- Tempat tenang dan nyaman.

CL L

Obs

F F

Keterangan :
L : Leader
CL : Co-Leader
F : Fasilitator
Obs : Observer

: Peserta
F. Proses Pelaksanaan
1. Tahap Persiapan
o Memilih klien perilaku kekerasan yang sudah kooperatif
o Membuat kontrak dengan klien
o Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
- Salam dari terapis
“Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi semuanya.”
- Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama)
- Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama)
b. Evaluasi / Validasi
- Menanyakan perasaan klien pada saat ini
“Bagaimana kabarnya hari ini? Bagaimana perasaan hari ini?”
c. Kontrak
- Menjelaskan tujuan kegiatan
“Hari ini kita berkumpul untuk saling membicarkan tentang perilaku kekerasan
yang biasa bapak-bapak lakukan.”
- Menjelaskan aturan main yaitu :
 Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus minta izin
pada pimpinan TAK
 Lama kegiatan 45 menit
 Setiap klien harus mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

3. Fase Kerja
o Menjelaskan kegiatan, yaitu MP3 player akan dihidupkan dan bola diedarkan
berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu ke arah kiri).
o Pada saat MP3 player dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola
untuk mengenal perilaku kekerasan yang biasa dilakukan, dengan cara :
 menyebutkan stimulasi penyebab kemarahannya
 menyebutkan respons yang dirasakan saat marah (tanda dan gejala
marah)
 menyebutkan reaksi yang dilakukan saat marah (perilaku kekerasan)
 menyebutkan akibat perilaku kekerasan
o Ulangi sampai semua anggota kelompok mendapat giliran dan beri pujian. Untuk tiap
keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.

4. Fase Terminasi
a. Evaluasi
 Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK stimulasi persepsi
 Memberi pujian atas keberhasilan kelompok

b. Rencana Tindak Lanjut


 Menganjurkan klien menilai dan mengevaluasi jika terjadi penyebab marah,
yaitu tanda dan gejala, perilaku kekerasan yang terjadi, serta akibat perilaku
kekerasan
 Menganjurkan klien mengingat penyebab, tanda dan gejala, perilaku
kekerasan yang terjadi, dan akibatnya yang belum diceritakan
c. Kontrak
 Menyepakati kegiatan berikutnya yaitu cara mencegah perilaku kekerasan
fisik
 Menyepakati tempat dan waktu TAK berikutnya
FORMAT EVALUASI
SESI I TAK Stimulasi Persepsi : Perilaku Kekerasan
Kemampuan Mengenal Perilaku Kekerasan yang Biasa Dilakukan

A. Kemampuan Verbal
Inisial Nama Klien
No Aspek Yang Dinilai Keterangan

1. Menyebutkan stimulasi penyebab PK


2. Menyebutkan tanda dan gejala PK
3. Menyebutkan perilaku kekerasan yang terjadi
4. Menyebutkan akibat PK
Jumlah

Keterangan Untuk Kemampuan Verbal :


0 : Tidak dijawab / tidak menjawab
2 : Dijawab / menjawab secara spontan
1 : Dijawab / menjawab tapi tidak spontan
B. Kemampuan Non Verbal
Inisial Nama Klien
No Aspek Yang Dinilai Keterangan

1. Kontak mata
2. Duduk tegak
3. Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai
4. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
Jumlah

Keterangan Untuk Kemampuan Non Verbal :


0 : Tidak ada / tidak bisa
2 : Ada / bisa
1 : Kadang-Kadang ada / tidak spontan