Anda di halaman 1dari 1

BERTANYA DAN MENIDAKKAN SEKALIGUS

Adakalanya kita menjumpai pertanyaan yang disertai sangkalan, seperti: “Bukankah anda
seorang dokter?”. Kalimat bertanya dengan bentuk sangkal ini dalam bahasa arab disebut
jumlah istifhamiyah manfiyah
(ُ‫اْل ْستِ ْف َهامِ يَّةُ ْال َم ْن ِفيَّة‬
ِ ْ ُ‫)ال ُج ْملَة‬, yaitu kata tanya yang langsung diiringi oleh kata sangkal (yaitu ‫ َل‬،‫ لَ ْم‬،‫ْس‬
َ ‫)لَي‬.
Contoh :
Apakah engkau tidak (tidakkah engkau) melihat saudaraku Ali? =
َ ‫أَلَ ْم ت ََر أَخِ ي‬
‫ع ِليًّا ؟‬
Apakah engkau tidak (tidakkah engkau) suka tinggal di kota? =
ِ ْ ُّ‫أ َ َل تُحِ ب‬
‫اْلقَا َمةَ فِي َم ِد ْينَ ٍة ؟‬
Bukankah engkau seorang dokter? = ‫طبِ ْيبًا ؟‬ َ َ‫أَلَسْت‬
Bukankah dia seorang guru? = ‫ْس ُمعَ ِل ًما ؟‬ َ ‫أَلَي‬
Apabila kalimat-kalimat pertanyaan yang diiringi kata sangkal tersebut di atas dijawab dengan ‫( نَعَ ْم‬ya),
maka berarti membenarkan pertanyaan, tetapi kalau dijawab dengan ‫( بَلَى‬yang artinya ya juga), maka
berarti menidakkan pertanyaan.
Seperti contoh kalimat pertama: “Apakah engkau tidak melihat saudaraku Ali?” Kalau anda jawab: ‫نَعَ ْم‬,
maka berarti anda tidak melihatnya, tetapi kalau anda jawab ‫بَلَى‬, maka berarti anda melihatnya.
Demikian pula dengan pertanyaan kalimat-kalimat berikutnya.

Anda mungkin juga menyukai