Anda di halaman 1dari 41

MR.

WASH LAUNDRY Page 1


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, atas
berkah dan rahmat-Nya maka dapat menyelesaikan penelitian ini dengan
semampunya. Proposal usaha Laundry ini dibuat dengan tujuan agar
mengetahui tentang usaha laundry baik dari segi pendapatan ataupun modal
usaha yang dibutuhkan. Penyelesaian proposal usaha ini juga bersumberkan
dari beberapa referensi baik dari penelitian langsung dan juga dari
pengetahuan yang kami miliki seputar hal ini. Semoga proposal usaha ini
dapat bermanfaat bagi kita semua, mengingat usaha laundry yang
berkembang sangat pesat pada saat sekarang ini. Oleh karena itu,
diharapkan saran dan kritik sebagai penyempurnaan penelitian ini.

Penulis

MR. WASH LAUNDRY Page i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................. i

DAFTAR ISI............................................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................................... 1


1.2 Analisa Pemasaran Terkait ............................................................................................................. 2
1.3 Analisa SWOT ............................................................................................................................... 16
1.4 Tujuan Pemasaran.......................................................................................................................... 17

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Strategi Pemasaran......................................................................................................................... 18


2.2 Analisa Pasar dan Pemasaran ........................................................................................................ 26
2.3 Program Pemasaran ....................................................................................................................... 27
2.4 Pengendalian .................................................................................................................................. 28
2.5 Prosedur Penanganan Komplain Pelanggan, Penetapan, & Penghitungan .................................... 32
2.6 Lini Produk .................................................................................................................................... 34
2.7 Proyeksi Laporan Laba/Rugi ......................................................................................................... 35

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .......................................................................................................................................


3.2 Saran .................................................................................................................................................
3.3 Lampiran ...........................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................................

MR. WASH LAUNDRY Page ii


Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dengan semakin padat dan dinamisnya kinerja seseorang, menuntut
untuk dapat mengatur waktunya sebaik mungkin. Sedikit sekali orang
memiliki kemampuan manajerial dalam membagi waktunya, apalagi untuk
hal-hal yang dianggap sepele namun berpengaruh besar.
Aktivitas yang kecil namun membawa pengaruh besar tersebut yaitu
mencuci pakaian. Bila dipikir,tidak banyak orang dikota besar yang bisa
membagi waktunya untuk mencuci pakaiannya sendiri, sejak pagi sudah
bergelut dengan pekerjaanya, pulang dari kantor/pabrik sudah larut malam,
dan hanya ada satu dibenak pikiran yaitu istirahat. banyak para pekerja yang
tidak dapat menyisihkan waktunya untuk mencuci pakaian, khususnya para
pekerja /Ibu rumah tangga yang bertempat di lokasi perumahan perum
permata Purwakarta , sehingga mereka memilih jasa laudry untuk
mengatasi masalah tersebut.
Baik konsumen maupun pemilik laundry merasa saling diuntungkan,
Bagi konsumen biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang
diperoleh, terlebih biaya jasa laundry juga relative murah yang sesuai
dengan kantong para pekerja dan lahan lokasi yang berdekatan dengan
perumahan, yang merupakan pangsa pasar terbesar untuk laundry di
Purwakarta . Bagi pengusaha laundry pun sama merasa diuntungkan, karena
dengan harga yang terjangkau dapat menarik konsumen yang begitu banyak.
Maka tidak heran bahwa bisnis laundry merupakan bisnis yang
menggiurkan dan tidak ada matinya.

Ringkasan Eksekutif
Mr. Wash Laundry memiliki konsep ”Laundry kiloan”, dimana para
pelanggan akan membayar berdasarkan berapa banyak mereka mencuci. Mr.
Wash Laundry menggunakan mesin pencucian yang telah canggih, selain itu
kami berkomitmen untuk menjamin kepuasan para pelanggan dengan cara

MR. WASH LAUNDRY Page 1


memberikan pelayanan yang maksimal (tepat waktu, bersih, dan tanggap
terhadap keluhan para konsumen).

A. Judul Kegiatan
USAHA JASA LAUNDRY KILOAN

B. Status Usaha
Usaha yang akan kami jalankan adalah usaha yang baru kami rintis .

D. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari didirikankanya usaha jasa laundry ini adalah:
1. Memanfaatkan peluang yang dapat menghasilkan uang.
2. Melatih jiwa berwirausaha dikalangan masyarakat umum.
3. Untuk memperoleh penghasilan yang dapat kami gunakan untuk
mendapatkan keuntungan tambahan dari usaha sampingan.

1.2 Analisis Pemasaran Terkait


Usaha laundry ini akan mulai dibuka pada akhir tahun 2019 sekitar
bulan Oktober karena bulan Oktober sudah di prediksi oleh beberapa ahli
ekonomi bahwa kondisi ekonomi Indonesia akan membaik di bulan
Oktober, kondisi ekonomi saat ini pasca di adakan nya pemilu di katakan
masih belum stabil dan kami menunggu stabilnya harga – harga pokok yang
di butuhkan dalam usaha laundry ini di pasaran, selain itu kami juga
menunggu kebijakan – kebijakan perekonomian yang di atur oleh
pemerintahan setempat dalam penganturan perekonomian dan UKM.

A. Pasar Sasaran
Pasar sasaran dari Mr. Wash Laundry mencakup dari berbagai
kalangan baik dari segi umur, pendidikan, profesi dan sebagainya.
Semua jenis golongan masyarakat dapat menggunakan jasa laundry
yang kami tawarkan. Kebutuhan masyarakat kota Purwakarta akan
adanya jasa laundry mulai meningkat, terutama dari kalangan

MR. WASH LAUNDRY Page 2


mahasiswa dan pegawai di kota Purwakarta. Laundry yang menawarkan
kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau merupakan usaha
yang cukup menguntungkan.

B. Struktur Pasar
1. Sisi produsen
Mr. Wash Laundry tergolong ke dalam pasar persaingan
sempurna dimana masih terdapatnya banyak penjual yang menjual
produk jasa yang sama atau homogen. Yang membedakan nya
adalah Mar. Wash Laundry menawarkan kualitas yang baik yang
memiliki kelebihan pada hasil pakaian yang di cuci menjadi lebih
lembut dan wangi selain itu kami juga menawarkan inovasi baru
dalam bentuk pelayanan dan pemasaran nya.
2. Sisi konsumen
Mr. Wash Laundry memiliki bentuk pasar konsumen yang
bergerak di bidang layanan jasa yang membantu mencuci pakaian
bagi orang – orang yang sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk
mencuci pakaian dengan kualitas menggunakan mesin cuci yang
baik sehingga pakaian menjadi lebih lembut dan wangi selain itu
harga sesuai dengan kantong lapisan masyarakat Purwakarta.

C. Permintaan
1. Perkembangan permintaan saat ini
Usaha laundry ini merupakan usaha yang memiliki pesaing besar,
oleh karena itu kami membuat keunggulan-keunggulan pada jasa
pelayanan yang kami tawarkan. Kami berharap dengan adanya
keunggulan-keunggulan tersebut, maka usaha ini dapat berkembang
dengan pesat. Dilihat dari tingginya permintaan yang ada, kami
mentargetkan jasa layanan laundry yang kami tawarkan laku di
pasaran. Kami melihat besarnya peluang disini karena kebutuhan
akan jasa layanan laundry ini sangat besar khususnya dari mahasiswa

MR. WASH LAUNDRY Page 3


dan karyawan. Kami juga akan memberikan nilai lebih dan inovatif
untuk menarik konsumen.
2. Prospek permintaan di masa depan
Dengan adanya kecenderungan gaya hidup praktis dan
menyerahkan urusan cucian ke jasa laundry usaha ini cukup
menjanjikan keuntungan yang besar. Selain karena perubahan gaya
hidup juga karena tuntutan kesibukan yang memakan waktu dan
tenaga, karyawan, mahasiswa, dan bahkan ibu rumah tangga, yang
merasa tidak memiliki waktu untuk mencuci pakaian, dan energi
mereka sudah digunakan untuk aktifitas mereka yang padat,
sehingga lebih memilih menyerahkannya pada jasa laundry.

D. Penawaran
Untuk menanggapi kondisi permintaan masyarakat seperti ini,
maka Mr. Wash Laundry menawarkan konsep laundry yang berbeda
dari bisnis laundry lain. Mr. Wash Laundry akan menyedikan layanan
cuci yang sistem pengerjaannya cepat, hasil pakaian yang telah selesai
di cuci lebih lembut dan wangi parfum yang bisa dipilih sendiri dengan
berbagai wewangian yang kami sediakan selain itu kami menyediakan
jasa antar apabila pelanggan/konsumen tidak bisa mengambil pakaian
yang telah kami cuci. Dengan memberikan kualitas dan pelayanan jasa
pencucian diharapkan Mr. Wash Laundry mampu menjadi bisnis
laundry yang mngedepankan cucian bersih, lembut dan wangi kepada
konsumen sehingga konsumen merasakan kepuasan terhadap jasa yang
kami tawarkan.
E. Aspek Politik
Usaha Kecil dan Menengah memang perlu mendapatkan
bantuan modal usaha dari pemerintah untuk menunjang usahanya.
Apalagi di tengah gempuran produk global, membuat produk UKM jika
monoton maka akan mati pasaran.
Sehingga bantuan dana dari pemerintah memang sangat
dibutuhkan. Bukan hanya untuk membuat produk tapi juga memasarkan

MR. WASH LAUNDRY Page 4


hingga mengembangkannya. Namun, tak banyak UMKM yang
mengetahui bagaimana caranya mendapatkan bantuan dari pemerintah
sehingga terkadang mereka mengambil keputusan untuk meminjam
uang di bank. Meskipun taruhannya, bunga yang besar. Bagi mereka
yang penting adalah mendapatkan pinjaman.
Salah satu lembaga pemerintah yang menyediakan bantuan dana
bagi UKM adalah Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Bidang
Pembiayaan. Lembaga yang berdasarkan asas kekeluargaan ini memang
telah ada sejak akhir abad 18 yang memang diperuntukkan untuk
membantu perekonomian rakyat. Programnya adalah kesempatan
bantuan pemerintah untuk wisausaha pemula (UMKM).

F. Aspek Hukum
Indonesia adalah negara hukum. Segala sesuatunya telah diatur
berdasarkan hokum yang berlaku. Dalam menjalankan usaha tentunya
akan ada aspek hukum yang terkait terhadap aktivitas yang dilakukan
perusahaaan. Berikut ini aspek hukum yang terkait dalam usaha
laundry:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008
Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki beberapa
point aturan yang berkaitan erat dengan implementasi Keuangan
Berkelanjutan di Indonesia. beberapa point aturan tersebut terdiri
atas pasal-pasal berikut ini:
1) Bab II Asas dan Tujuan Pasal 2 mengatur bahwa Usaha Mikro,
Kecil dan Menengah berasaskan berwawasan lingkungan. Yang
dimaksud dengan "asas berwawasan lingkungan" adalah asas
pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang dilakukan
dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan perlindungan dan
pemeliharaan lingkungan hidup.
2) Bab VI Pasal 20 mengatur bahwa Pemerintah dan Pemerintah
Daerah memfasilitasi pengembangan usaha dengan cara

MR. WASH LAUNDRY Page 5


memberikan insentif bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
mengembangkan teknologi dan kelestarian lingkungan hidup.
3) Bab VII Pembiayaan dan Penjaminan Pasal 22 menjelaskan
bahwa dalam rangka meningkatkan sumber pembiayaan Usaha
Mikro dan Usaha Kecil, Pemerintah melakukan upaya:
Pengembangan sumber pembiayaan dari kredit perbankan dan
lembaga keuangan bukan bank; Pengembangan lembaga modal
ventura; Pelembagaan terhadap transaksi anjak piutang;
2. Bentuk usaha yang didirikan adalah Perusahaan Perorangan.
Perusahaan perorangan ini bukanlah suatu persekutuan yang
membutuhkan perjanjian di antara pendiri-pendirinya. Berdasarkan
Pasal 1624 KUH Perdata, persekutuan berlaku sejak adanya
perjanjian, jika dalam perjanjian ini tidak disyaratkan syarat lain.
Adapun perjanjian yang dimaksud di sini dapat berupa perjanjian
tertulis maupun perjanjian secara lisan. Sehingga, untuk
Perusahaan Peorangan tidak diperlukan adanya perjanjian di antara
para pendirinya, yang berarti tidak memerlukan akta pendirian
perusahaan.
3. Pemilik usaha laundry wajib menjamin bahwa jasa laundry yang ia
miliki sesuai dengan apa yang diperjanjikan dengan menjaga agar
pakaian yang dilaundry kembali ke tangan konsumen secara utuh.
Di samping itu, pemilik usaha laundry wajib memberikan
kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas pakaian yang
hilang akibat pemakaian dan pemanfaatan jasa laundry tersebut
berupa pengembalian uang atau penggantian pakaian yang hilang.
Pengguna jasa laundry dapat mengambil langkah hukum
menggugat pemilik usaha laundry kepada Badan Penyelesaian
Sengketa Konsumen atau badan peradilan. Hal tersebut tertera
dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen.
4. Berdasarkan Pasal 2 UU No. 36 tahun 2008 tentang Pajak
Penghasilan, setiap orang pribadi, orang pribadi yang memiliki

MR. WASH LAUNDRY Page 6


warisan belum terbagi, badan dan bentuk usaha tetap merupakan
objek pajak penghasilan. Di SKT (Surat Keterangan Terdaftar)
tersebut disebutkan pajak-pajak apa saja yang harus
dibayarkan.Tergantung pada jenis transaksi yang dilakukan dan
jumlah omzet usaha dalam setahun.

G. Aspek Sosial
Menciptakan hubungan yang kuat dan bertahan lama dengan
sekelompok pelanggan inti merupakan tujuan dari pemasaran relational.
Penekanannya adalah pada membangun ikatan jangka panjang dengan
pelanggan, dengan membuat mereka merasa bahwa perusahaan
berinteraksi dengan mereka dengan baik dan dengan memberikan
pelanggan hubungan personal terhadap perusahaan. Hal ini didukung
oleh Christopher, (2002:5) yang menyatakan bahwa memaksimalkan
lifetime value pelanggan adalah tujuan fundamental dari relationship
marketing. Nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value)
adalah jumlah pendapatan dari satu pelanggan tertentu dari waktu ke
waktu yang akan bisa melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan
perusahaan untuk menarik, menjual dan melayani pelanggan tersebut.
1. Hubungan Pelanggan (customer relationship): perusahaan kami akan
selalu berupaya untuk memberikan kinerja yang superior. Dengan
proses pencucian dan hasil yang cepat, suci dan harum, kami akan
memberikan waktu cuma 2 hari bisa di ambil dengan hasil yag suci dan
harum. Selain itu konsumen bisa memilih jenis parfum yang mereka
sukai. Hal yang berhubungan untuk menjalin atau membangun
hubungan baik dengan pelanggan yaitu :
a. Bersikap ramah terhadap setiap pelanggan
b. Menjaga mutu
c. Memberikan jaminan atau tanggung jawab apabila jasa yang
diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan pelanggan
seperti pakaian yang hilang dan pakaian masih kotor.
d. Memberikan layanan delivery order

MR. WASH LAUNDRY Page 7


e. Menerima kritik dan saran dari pelanggan sebagai sesuatu yang
membangun.
2. Kemitraan dengan Pemasok (Supplier patnership): Hubungan kemitraan
dengan penjual detergen dan parfum laundry sangat penting agar
terjalin kersama yang saling menguntungkan. Sehingga apabila kami
ingin berbelanja sebuah keperluan laundry kami akan mendapat harga
yang lebih murah.
3. Kemitraan Internal (Internal Partnership): kami akan menerapkan
sistem disiplin kepada semua pegawai kami, khususnya dalam proses
pelayanan dan proses pencucian karena yang kami utamakan ialah
cepat, suci dan harum. Kami selalu memberikan evaluasi kepada
pegawai yang telah menjalankan tugasnya, demi meningkatkan kualitas
pelayanan.
4. Hubungan dengan Masyarakat: perusahaan kami akan berusaha
meminimalisir dampak-dampak pencemaran yang akan berakibat buruk
bagi masyarakat. Dengan tidak membuang limbah sembarangan selain
itu kami akan merekut pegawai di sekiar tempat tersebut apabila usaha
ini berkembang.
H. Demografis
Dari sisi demografi berkaitan dengan usia dan jenis kelamin. Mr.
Wash Laundry usaha yang bergerak di bidang jasa cuci kiloan dapat
menjangkau semua jenis kelamin dan semua umur. Dari mulai anak-
anak, remaja, dewasa, hingga tua.
I. Geografis
Dari sisi geografis berkaitan dengan lokasi. Mr. Wash Laundry
berencana untuk membuka lokasi bisnis di sekitar daerah Jl. Veteran
yang strategis dimana lokasi tersebut berada dekat dengan pusat kota
dan dapat di jangkau dengan transportasi umum selain itu lokasi
tersebut dekat dengan perguruan tinggi seperti STIEB Perdana Mandiri
Purwakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia yang dimana di sana
terdapat banyak nya mahasiswa yang menjadi target pasar kami.

MR. WASH LAUNDRY Page 8


J. Gaya Hidup
Dari sisi gaya hidup, masyarakat pada zaman serba canggih sekarang
ini cendrung memiliki gaya hidup sibuk, yang dengan hal ini
memberikan urusan cucian ke jasa laundry. Dalam hal ini Mr. Wash
Laundry akan memberikan pelayanan jasa cucian yang mengedepankan
kualitas dan kepuasan konsumen.
K. Teknologi
Teknologi yang di gunakan di Mr. Wash Laundry yaitu
menggunakan mesin cuci, setrika dan alat – alat lain yang dibutuhkan di
Mr. Wash Laundry ini tentunya dengan mesin – mesin terbaik yang
memiliki Standar Nasional Indonesia.
L. Pesaing bisnis
Persaingan dalam usaha ini memang sudah sangat ramai, baik oleh
laundry-laundry kecil hingga laundry-laundry yang bisa dikatakan
sudah cukup besar dan memiliki nama, mereka sudah lebih dulu
menjalankan usaha jasa cuci ini, namun Mr. Wash Laundry ini memiliki
keunggulan yang berbeda dengan jasa laundry lain nya yaitu laundry ini
memberikan hasil pada pakaian yang di cuci menjadi lebih lembut dan
wangi tentunya selain itu kami menyediakan jasa antar bagi konsumen
yang tidak sempat mengambil pakaian nya, kami juga memberikan
pilihan kepada konsumen untuk pewangi pakaian yang mana yang akan
mereka gunakan tentunya dengan harga yang cocok di kantong seluruh
lapisan masyarakat.

M. Pemasaran
Segmen pasar yang kita bidik untuk sementara waktu dan tahun-
tahun berikutnya adalah warga sekitar dan para karyawan di daerah
perwakarta di karenakan purwakarta dekat daerah industri yakni
karawang maka tentu banyak para pekerja yang mengambil perumahan
atau kost di daerah purwakarta.
Strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan cara memasang
pengumuman melalui browser, spanduk dan papam nama di depan

MR. WASH LAUNDRY Page 9


lokasi laundry, serta dengan menawarkan paket-paket menarik yang
berbeda darilaundry-laundry yang lain. Dengan asumsi pakaian yang
dilaundrykan 3kg/karyawan dan setiap harinya karyawan yang datang
adalah 0,2% dari yaitu 9.000 jiwa, maka dapat diperkirakan setiap
harinya akan ada 54 Kgcucian pakaian.Dengan asumsi pasar, tumbuh
0,1% perbulan, maka gambaran pasar 2 bulan kedepan dapat ditunjukan
sebagai berikut
Bulan Usaha Pakaian perhari (KG) Pelanggan Perhari
Bulan Pertama 54kg/hari (54 x 30 = 1620 kg/bulan) 18
Bulan Kedua 63kg/hari (63 x 30 = 1890 kg/bulan ) 27

a. Tujuan Pemasaran
Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami
pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual akan cocok
sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk tersebut dapat
terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan
pelanggan siap membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya
adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia. Pengertian
pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi :
1. William J Stanton, menyatakan bahwa Pemasaran adalah
keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-
kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan
barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli
baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial
2. Philip dan Duncan. Pemasaran meliputi semua langkah yang
digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-
barang berwujud kepada konsumen.
3. American Marketing Association Pemasaran meliputi
pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus
aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.

MR. WASH LAUNDRY Page 10


Beberapa tujuan utama dari manajemen pemasaran ialah :
a) Jangka pendek
Tujuan jangka pendek bagi perusahaan adalah untung secepat
mungkin. Artinya dapat menutup semua biaya-biaya produksi
yang digunakan, dan jika ada kelebihan maka dikatakan
laba/untung
b) jangkamenegah
Tujuan jangka menengah adalah mengusahakan mencapai
titik impas antara total biaya produksi dan total volume
penjualan, memperluas cakupan promosi, dan berusaha lebih
memperbesar cakupan volume penjualan.
c) jangka panjang
Untuk jangka panjang perusahaan mempertahan para
pelanggan setia agar tetap loyal dengan produknya, antara
lain dengan produk yang inovatif, kreatif dan berdaya guna
lebih, serta memberikan potongan harga khusus bagi
pelaggan
Selain ketiga tujuan diatas, manajemen pemasaran juga memiliki
tujuan umum, yaitu :
a. Membangun Permintaan
untuk membangun permintaan, produsen harus melakukan
berbagai upaya pemasaran untuk cara memahami kebutuhan
konsumen, serta mengetahui bagaimana produk dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut.
b. Mendapatkan Market Share
semua perusahaan mengharapkan terjadi peningkatan dan
perluasan market share atau menimbulkan ketertarikan dan
rasa penasaran konsumen terhadap barang.
c. Membangun Kepuasan Konsumen
dengan penjualan. Walaupun terkadang hanya
mempertahankan market share yang telah diperoleh.

MR. WASH LAUNDRY Page 11


d. Mendapatkan Keuntungan
bagaimana cara perusahaan menjual dengan nilai margin
optimal bisa menghasilkan tingkat penjualan yang maksimal.
e. Mendapatkan Pencitraan Sesuai Harapan
citra yang baik terhadap konsumen memberikan efek positif
dari berbagai sisi.
f. Menjaga Kelangsungan Usaha
pemasaran merupakan ujung tombak sebuah perusahaan
untuk mencapai target penjualan, kepuasan dan target
kepuasan.

b. Kelebihan produk
1. Laundry 5 kali cucian, gratis 1 kg cucian.(dengan syarat
minimal 3 kali cuci3kg
2. Paket Laundry
a. Biasa
- Lama pencucian 2 hari
- biaya Rp 9000/kg
b. Kilat
- Lama pencucian 1 hari
- Biaya Rp. 11000/kg
3. Tersedia fasilitas antar jemput cucian
4. Proses pencucian terpisah masing-masing pelanggan.
5. Hasil cucian bersih, wangi, rapih, dan siap pakai.
6. khusus paket kilat bisa memilih parfume sesuai keinginan
7. Cucian hilang atau rusak kami ganti maksimal 5x ongkos
laundry.
8. Waktu operasional kerja untuk melayani pelanggan buka dari
pukul 08 sampai dengan pukul 21.00 WIB

MR. WASH LAUNDRY Page 12


A. Tempat Produksi
Dalam mencari tempat produksi, kami akan memilih lokasi yang
strategis, dimana banyak target konsumen yang akan menggunakan
jasalaundry ini, yaitu di kawasan kampus,dan kawasan industry dimana di
wilayah kampus dan industri biasanya banyak terdapat rumah kos .Luas
tempat produksi yang disediakan minimal adalah 30 meter persegi, yang
terdiri dari: rumah untuk proses pencucian dan transaksi, danlahan untuk
menjemur pakaian
B. Target Produk
Produk yang akan dihasilkan adalah jasa Loundry. Kualitas dari jasa
laudry ini yaitu proses pencucian terpisah masing-masing pelanggan. Hasil
cucian bersih, wangi, rapih, licin dan siap pakai. Sesuai dengan kapasitas
peralatan produksi, produk yang dapat dihasilkan adalah sesuai dengan
jumlah konsumen yang ditargetkan, dengan asumsi kerja (30 hari
kerja/bulan).
C. Target Konsumen
Konsumen yang ditargetkan adalah karyawan usia remaja yang
tinggal di kost dengan jumlah target rata-rata 540 orang perbulan atau 6480
orang pertahun.
Target Pendapatan Jumlah pendapatan bersih yang ingin diperoleh
setiap bulan adalah minimal Rp. 8000.000/tahun.

RENCANA BIAYA
Penentuan Harga Pokok Setiap kilogram (Kg) pakaian yang dilaundry kami
beri harga Rp.9000 untuk paket jasa laundry biasa dan Rp. 11000 untuk jasa
laundry kilat serta target usaha tiap hari 54 kg, atau 1620 kg per bulanNama
Barang Jumlah Harga Satuan Harga Total
Mesin Cuci 2 Buah Rp. 4.556.000 Rp.9.112.000
Mesin Pengering 2 Buah Rp. 4.400.000 Rp. 8.800.000
Setrika 3 Buah Rp. 265.000 Rp.768.000
Meja+alas setrika ukuran 80x180 cm 2 Buah Rp. 110.000 Rp. 220.000
Timbangan digital 2 Buah Rp. 110.000 Rp.220.000

MR. WASH LAUNDRY Page 13


Ember Besar 4 Buah Rp. 48.000 Rp.192.000
Keranjang 10 Buah Rp. 67.000 Rp.670.000
Meja+alat-alat Administrasi Komplit Rp. 510.000 Rp. 510.000
Media Promosi(Spanduk, brosur,papan nama)Rp. 250.000 Rp. 250.000
Hanger+jepitan 15 pak Rp.70.000 Rp.10.000
Tali Tambang 10 m Rp. 4.000 Rp.140.000
Rak besi siku 2 Buah Rp. 450.000 Rp. 90.000
Peralatan Listrik(rol, terminal, lampau kabel)Rp. 50.000 Rp. 20.000
Rp. 70.000
Gas 3 Rp. 25.000 Rp. 75.000

Kebutuhan Oprasional per Bulan


Nama Barang Banyaknya Barang Harga Satuan Jumlah
Detergen 25 Kg Rp. 6.500 Rp. 162.500
Pelicin Setrika 10 Botol Rp. 15.000 Rp. 150.000
Plastik 6 Rol isi 100 Rp. 30.000 Rp. 180.000
Plester Besar 1 Buah Rp. 15.000 Rp. 15.000
Label 1 Pak Rp. 45.000 Rp.45.000
Alat Tulis Rp 54.000. Rp.54.000
Tas Kresek 10 Bungkus Rp. 10.000 Rp. 100.000
Listrik Rp. 250.0000 Rp. 250.000
Softener+ bibit Parfum 6 Liter Rp. 85.000 Rp. 510.000
Sewa Tempat Rp. 8.000.000 Rp. 8.0000.000
Transportasi 1 Liter/hari Rp. 25.000 Rp. 25.000
Upah Pegawai 2 Orang Rp. 500.000 Rp. 1.000.000
Jumlah Rp.8.860.000 Rp. 9.7850.000

MR. WASH LAUNDRY Page 14


A. Rencana Pengembangan dan Investasi
Target Keuntungan yang harus di peroleh dari usaha
Laundry kami adalah
Uraian Bulan 1 Bulan 2
Pendapatan 1620Kg x Rp 9000 = 14.580.000 1890 x 9000
= 17.010.000
Biaya Oprasional Rp. 9.750.000 Rp. 12.500.000

MR. WASH LAUNDRY Page 15


1.3 Analisis SWOT
1.3 Tabel analisis SWOT
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Memiliki modal usaha yang 1. Keahlinan SDM di bidang
cukup besar, sehinga lundry laundry ini kurang baik
berkembang dengan cukup 2. Mempunyai lahan yang
baik sempit, sehingga akses unuk
2. Mesin cuci, setrika dan mesin penjemuran sangat terbatas
Matriks SWOT pengering menggunakan karena berada di tengah kota
Mr. Wash Laundry mesin terbaik
3. Menggunakan bahan baku
pelembut yang berkualitas
baik
4. Akses untuk transportasi
mudah di jangkau karena
berada di tengah kota
Peluang (O) Strategi (SO) Strategi (WO)
1. Budaya malas mencuci 1. Memiliki modal usaha yang 1. Meningkatkan keahlian
menjadikan trend di cukup banyak maka mampu manusia(skills) karna
laundry meningkat membeli mesin cuci, setrika, banyaknya pelanggan setia
2. Terletak di tengah kota dan pengering karena budaya dan karena maraknya budaya
dekat dengan RS. Bayu malas mencuci, banyak di malas mencuci
Asih, kampus UPI, jumpai sehingga banyak 2. Pertumbuhan pasar
Polibisnis dan Kost- menjadi pelanggan setia. berkembang permintaan
kostan 2. Terletak di tengah kota semakin banyak, hal ini dapat
Puwakarta di Jln. Veteran mempengaruhi pendapatan
deket dengan Rs. Bayu asih, sehingga lahan yang tadinya
UPI, Polbis dan kost-kostan. sempit dapat diperluas dengan
menambah bangunan pada
gedung.
Ancaman (T) Strategi (ST) Strategi (WT)
1. Banyak nya UKM jasa 1. Tetap menggunakan mesin- 1. Meningkatkan kwalitas skills
mencuci (Laundry) baru mesin (mesincuci, strika dan manusia(SDM) dalam bidang
bermunculan disekitar. pengerring) terbaik dan jasa cuci (Laundry) agar
2. Harga bahan baku berkwalitas, tetap pelanggan tidak berpindah
sewaktu-waktu dapat menggunakan bahan tempat
meningkat pelembut dan pewangi
terbaik serta memberikan
inovasi pada usaha ini seperti
memberi discount, layanan
jasa antar dan pelanggan
dapat memilih wewangian
apa yang diinginkan hal ini
dilakukan unuk
meningkatkan daya saing
2. Selalu melihat perkembangan
harga dan mengurangi sedikit
pemakaia bahan baku untuk
pelmbut dan pewangi

MR. WASH LAUNDRY Page 16


1.4 Tujuan Pemasaran
Tujuan pemasaran laundry ini terfokus pada 4 hal yang memang harus di
implementasikan :
1. Memahami pasar dan konsumen disini, Mr. Wash Laundry mencoba
memahami apa yang di inginkan konsumen dan mengetahui kebiasaan
apa yang biasa di lakukan konsumen. Maka dari itu kami membuka
usaha ini karena telah melihat sebagian orang khususnya mahasiswa dan
pekerja karena lelah sering malas mencuci, maka kami disini
menawarkan solusi menyelesaikan masalah tersebut dengan mendirikan
nya usaha jasa mencuci yaitu Mr. Wash Laundry
2. Memperkenalkan perusahaan secara lokal. Salah satu tujuan pemasaran
dalam usaha atau bisnis ini adalah memperkenalkan perusahaan secara
lokal. Menciptkan brand awareness pada target market itu sangat penting,
dan untuk meraih itu kami menyadari bukanlah suatu perkara yang
mudah. Namun dengan terus melakukan pemasaran, memberikan
informasi atau berkomunikasi dengan pasar, kami meyakini strategi
tersebut dapat memperkenalkan brand awareness kepada konsumen.
3. Meningkatkan brand equity. Dengan melakukan pemasaran kami
meyakini bahwa kami juga mampu meningkatkan equitas merek.
Meningkatkan nilai dari brand tersebut dengan cara menciptkan
popularitas dan citra positif terhadap produk jasa yang kami jual
sehingga dengan otomatis akan meningkatkan nilai jual produk kami di
mata konsumen konsumen.
4. Meraih kepuasan dan kepercayaan konsumen. Dengan melakukan
pemasaran yang baik dan sesuai dengan pelayanan yang kami berikan
dapat meraih kepuasan dan kepercayaan konsumen. Tujuan pemasaran
yang baik intinya ingin mendapatkan kepercayaan konsumen. Jadi
dengan melakukan pemasaran yang baik dan pesan pemasaran itu sampai
kepada konsumen dan perusahaan dapat menjaga kualitas produk dan
pelayanan jasa maka dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan
konsumen terhadap brand kami.

MR. WASH LAUNDRY Page 17


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Strategi Pemasaran
Bauran Pemasaran jasa berbeda dengan bauran pemasaran tradisional
pemasaran jasa perlu bauran yang lebih luasdengan penambahan unsur non
tradisional terdiri dari 7P yaitu :
1. Product Service (Produk/Jasa)
Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat,
memenuhi kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen
sesungguhnya pelanggan tidak membeli manfaat dari sesuatu yang
ditawarkan. Produk jasa “Trisno laundry” ini
a) Penerimaan jasa cuci pakaian, dan setrika
b) Dry Cleaning dan Shoeswash

2. Price (Harga)
Penetapan harga merupakan suatu hal penting. Perusahaan atau suatu
usaha akan melakukan hal ini dengan penuh pertimbangan karena
penetapan harga akan dapat mempengaruhi pendapatan total dan
baiaya harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus
diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk dan
pelayanan serta persaingan.
 Langsung
 Delivery
a) Langsung
Satuan @ 8.000
Kiloan @ 5.000
Untuk proses laundry jika komplit 2-3 hari tergantung banyaknya
pakaian
Tidak komplit hanya cuci basah 1 hari langsung setelah proses
laundry selesai.
Dry cleaning dan shoeswash @6.500/kilo sesuai berat timbangan

MR. WASH LAUNDRY Page 18


b) Delivery (Antar Jemput)
Sistem ini berjalan melalui aplikasi online yang disediakan trisno
laundry ongkir disesuaikan dengan jarak, per km Rp.1.000 proses
delivery 3-4 hari (di luar purwakarta) 1 hari dilakukan setelah
laundry selesai (sekitar purwakarta)
Kelebihan dan Kekurangan :
 Kelebihan
Langsung : Harga asli tidak sebesar delivery dikarenakan
tidak ada ongkir
Delivery : lebih praktis konsumen tidak harus datang ke
tempat agar lebih hemat biaya transportasi
 Kekurangan
Langsung : hanya bisa dilakukan di sekitaran daerah
purwakarta.
Delivery : khusus konsumen rumah tangga, hotel, dan anak
kost
3. Place (Tempat)
Jangkauan tempat menjadi suatu yang harus dipertimbangkan secara
matang tempat-tempat yang strategis tentu memiliki peluang akses
publik yang lebih luas namum biaya sewa rental dari tempat tersebut
juga harus dipetimbangkan sebagai konsekuensi dari kemudahan
akses ke konsumen.
Trisno laundry ini memilih lokasi yang strategis pinggir jalan di
pusat kota agar terlihat oleh masyarakat atau kendaraan yang
melintas di daerah tersebut.
Untuk sementara laundry ini menyewa ruko untuk menjalankan
proses operasional yang disesuaikan dengan anggaran tersedia. serta
lokasi laundry ini juga dapat dijangkau oleh masyarakat di pinggiran
purwakarta

MR. WASH LAUNDRY Page 19


4. People (Orang/Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan/usaha yang tidak
lain adalah pegawai merupakan aset utama dalam industri jasa
terlebih lagi bisnis yang membutuhkan sumber daya dengan
perfomance tinggi. Kebutuhan konsumen terhadap karyawan
berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal.
Pengetahuan yang baik akan menjadi kompetensi dasar internal
perusahaan dan pencitraan yang baik di luar.
STUKTUR ORGANISASI (MR. WASH LAUNDRY)

PIMPINAN LAUNDRY

SEKRETARIS

PENGAWAS LAUNDRY

BAGIAN BAGIAN
BAGIAN BAGIAN CUCI BAGIAN
PENGAMBILAN PEMERIKSAAN
KEUANGAN CUCIAN
SETRIKA
CUCIAN

BAGIAN PENGEPRESAN

.......
OPERATOR CUCI
KERING

MR. WASH LAUNDRY Page 20


Keterangan Uraian Tugas :
Pimpinan Laundry : merencanakan program kerja dan anggaran pada bagian
laundry mengkoordinir pelaksanaan tugas laundry mengawasi dan
bertanggung jawab atas pengeluaran untuk biaya operasionamembina kerja
sama dengan bagian lain dan menangani masalah untuk keluhan tertentu.
Sekretaris : membantu laundry manager dalam menyelesaikan tugas
administrasi.
Pengawas Laundry : melaksanakan dan mengkoordinir bawahan anggaran
operasional berjalan lanacar membuat dan mengawasi hasil kerja bawahan
Bagian Keuangan : bertanggung jawab atas kelancaran dan pengembalian
cucian menerima cucian kotor dari konsumen menerima pakaian yang sudah
disetrika serta mengatur cucian yang sudah selesai tetapi belum diambil
pada rak.
Pengambilan Cucian : mencatat permintaan pencucian dari konsumen dan
mengkonfirmasi kepada counter untuk mengambil cucian.
Bagian Pemeriksaan Cucian : memeriksa cucian kotor dan menghitung
kembali jumlah cucian agar sesuai daftar.
Bagian Cuci : bertanggung jawab melaksanakan pencucian mengoperasikan
mesin laundry
Bagian Setrika : bertanggung jawab melaksanakan setrikaan
Bagian Pengepresan : bertanggung jawab menyelesaikan pengepresan
pakaian
Operator Cuci Kering : bertanggung jawab pencucian dengan menggunakan
mesin dry cleaning memeriksa dan mensortir pakaian menurut bahan dan
jenisnya.

MR. WASH LAUNDRY Page 21


5. Process (Proses)
Layanan jasa ataupun kualitas produk sangat bergantung pada proses
penyampaian jasa kepada konsumen mengingat bahwa penggerak
perusahaan jasa adalah karyawan itu sendiri. seluruh operasional
perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang
terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen,
dan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

Proses Mr.Wash laundry ini sebagai berikut :

 Penerimaan Cucian : penerimaan cucian adalah tahap awal untuk


melakukan proses cuci-mencuci setelah pakaian diterima, timbanglah
dengan akurat hitung berapa banyak helai pakaian yang diterima lalu
buatkan nota untuk tanda pengerjaan.
 Pemilihan/Seleksi Pakaian : pisahkan jika diantara pakaian adalah
jenis pakaian yang sensitifterhadap mesin, air, ataupun kimia laundry
yang memiliki kadar luntur dengan tujuan menghindari resiko yang
akan terjadi.
 Penandaan (Tagging) : berilah penanda pada pakaian salah satu
konsumen A atau B dengan kain penandaan agar tidak tertukar dengan
pakaian konsumen lain.
 Proses mencuci dibagi 2 tahapan :
 Pracuci : Rendamlah pakaian sebelum process cuci dengan
kimia Laundry.
 Cuci : Pakaian akan dibersihkan dalan waktu 45-60 menit agar
segala kotoran yang menempel terangkat hingga bersih.
 Bilas+pelembut : Tahap pembilasan pakaian yang dimana
pelembut akan ikut berperan menetralkan kadar sabun yang
berlebihan.
 Pengeringan ekstrak ( Lembab ) : Pakaian akan dikeringkan dari
kadar air / basah setelah dikeringkan 100% menggunakan mesin
pengering agar lebih cepat.

MR. WASH LAUNDRY Page 22


 Penyetrikaan : Setelah pengeringan selesai untuk memberikan
sentuhan akhir wangi dan rapi gunakan suhu setrika sesuai jenis
pakaian jika pakaian sablon setrika hanya dibagian dalam
gambar.
 Sentuhan akhir :berilah sentuhan aroma parfum Laundry yang
disediakan sebelum diberikan kepada konsumen.

6. Promotion (Promosi)
1) Periklanan ( Advertising)
Periklanan merupakan bentuk komunikasi non individu dengan
sejumlah biaya menggunakan media tertentu yang dilaksanakan oleh
perusahaan, organisasi non laba atapun para individu. Tujuan utama
periklanan adalah memanfaatkan permintaan atas produk yang
ditawarkan. Sedangkan manfaat periklanan adalah :
a) memungkinkan penjual untuk berkomunikasi dengan banyak
orang sekaligus
b) memungkinkan penjual untuk menyebarkan informasi tentang
produk dan perusahaan
c) Penjual untuk mendramatrisir perusahaan dan produknya
melalui penggunaan
Segala bentuk promosi menggunakan media visual termasuk di
dalamnya contohnya : Poster, brosur, spanduk dan iklan televisi
2) Personal Selling
Personal Selling merupakan usaha untuk memperkenalkan suatu
produk melalui komunikasi langsung (tatap muka) agar konsumen
tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.

MR. WASH LAUNDRY Page 23


3) Publisitas
Publisitas adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang, atau
organiasasi yang di sebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa
di pungut biaya, ataupun tanpa pengawasan dari sponsor. bila
dibandingkan dengan alat promosi yang lain, publisitas memiliki
beberapa kebaikan antara lain:
a) Lebih dapat dipercaya
b) Dapat menjangkau orang-orang yang tidak membaca iklan
c) Jauh lebih murah
d) Dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar
atau pada posisi lain yang menyolok
4) Promosi Penjualan
Promosi Penjualan merupakan kegiatan pemasaran selain Personal
selling,periklanan dan publisitas yang mendorong efektifitas
pembelian konsumen dengan menggunakan alat seperti
peragaan,pameran,demontrasi,dan sebagainya. Juga potongan harga
seperti diskon pembelian produk.
5) Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Direct Marketing adalah pemasaran yang menggunakan berbagai
media untuk berinteraksi langsung dengan konsumen biasanya
menelepon konsumen untuk mendapat respons langsung. Direct
Marketing bisa menjadi salah satu sistem pemasaran interaktif yang
dapat dikembangkan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan
kangsung dari pelanggan yang ditargetkan.
Beberapa contoh bentuk promosi Direct Marketing diantaranya:
Direct Mail,telemarketing,pemasaran melalui katalog,dan saluran
online.
6) Website sebagai Alat Direct Marketing yang sangat Efektif
Pada dasarnya website merupakan properti online yang sama
kedudukannya dengan kantor sebuah peusahaan di dunia
nyata.Dengan biaya jauh lebih murah kemampuan website
menjangkau lebih luas terhadap masyarakat secara Global.

MR. WASH LAUNDRY Page 24


7. Phsical Evidence (Bukti Fisik)
a) Letak Lokasi
Berada didekat tempat pemukiman penduduk, seperti didepan
komplek perumahan, didaerah asrama atau kost mahasiswa, atau
berada dipinggir jalan utama. Baca artikel ini untuk keterangan lebih
lengkap “Cara Memilih Lokasi Usaha Laundry“ Standar Kebutuhan
ranLuas ruang minimum : (lebar) 4 m x (panjang) 5 m
Asumsi kebutuhan ruang:
* Ruang penerimaan pelanggan sekaligus ruang tunggu
* Ruang pencucian
* Ruang pengeringan
* Ruang setrika atau pengemasan
* Ruang administrasi

b) Lingkup Kerja
Lingkup kerja meliputi :
1. Survey :
* Pemetaan pasar
* Persaingan
* Potensi
2. Sistem :
* Pembukuan sederhana
* Siklus kerja
* SOP (Prosedur Standar Operasi)
3. Pelatihan :
* Pelatihan karyawan / Buku panduan pelatihan
* Pengendalian sistem
* Pemasaran
* Pengamanan & pengendalian usaha

MR. WASH LAUNDRY Page 25


PRODUK JASA (TRISNO LAUNDRY)

LAUNDRY

Pencucian
Dry Cleaning Shoes Wash
Pakaian

Kebaya Sepatu Kulit


Bajua Kemeja Canvas
satuan/kiloan Batik Sepatu Sekolah
Jas Sepatu Olahraga
Booth

2.2 Analisa Pasar dan Pemasaran


Di beberapa sudut perkotaan ataupun pedesaan, usaha rumahan jasa
laundry kiloan telah menjadi bisnis rumahan yang sangat potensial untuk
tambahan pengahasilan bisnis rumahan seperti ini saya jadikan bisnis
rumahan milik sendiri atau waralaba.
A. Produk Yang Disediakan Untuk Pelanggan
Keunggulan yang diberikan untuk pelanggan salah satunya mengutamakan
kesempurnaan dalam kualitas yang diberikan kepada seluruh pelanggan, dan
menggunakan chemical laundry
berkualitas premium yang ramah lingkungan.
B. Segmenting Pemasaran Produk
Pemilihan usaha yang strategis dengan acuan :
a. Banyak Peminat
b. Mudah dijangkau
c. Belum ada/masih sedikit pesaing
d. Wilayah pemasaran : Purwakarta

MR. WASH LAUNDRY Page 26


e. Jalur Distribusi : Individu, Perumahan, Perkantoran, Perkampusan

C. Targeting Pemasaran Produk


Pemasaran yang dituju adalah perumahan, kalangan remaja, orang kantor
dan siapapun yang membutuhkan teanaga kerja lebih untuk membantu
mengurangi pekerjaan rumah, tangga, tugas, mahasiswa dll.

2.3 Program Pemasaran


- Pengembangan produk/jasa
laundry kiloan yang saya dirikan akan terus saya kembangkan dengan
mengembangkan kualitas yang lebih baik lagi. Menambah inovasi-
inovasi baru, penanganan terhadap pelanggan lebih mengutamakan
pelanggan apabila pelanggan tidak menyukai hasil kerja kami
misalnya kurang rapi atau hal lainnya bisa dilakukan laundry ulang
tanpa dipungut biaya.
- Kegiatan Promosi
Promosi yang kami gunakan adalah membuat brosur dan voucher
berada di wilayah purwakarta dan selanjutnya kami akan memperluas
pemasaran ke wilayah cikampek dimana kami mencari wilayah
strategis yang banyak peminat dan jarang pesaing.
- Positioning
Positioning diklasifikasikan sebagai strategi untuk memerangi dan
menguasai bentuk pelanggan. Melalui produk atau jasa yang anda
tawarkan. Bisnis laundry adalah bisnis yang sedang booming belakang
ini. Bisnis laundry rumahan sekarang ini termasuk dalam jajaran
bisnis yang sangat prospektif karena di zaman yang serba praktis
seperti sekarang ini banyak masyarakat yang memiliki gaya hidup
super sibuk dan tidak sempat mencuci pakaian sendiri. karena itu,
dibuatkan laundry kiloan ini.

MR. WASH LAUNDRY Page 27


2.4 Pengendalian
A. SOP (Standard Operating Procedure) Pelaksanaan Pekerjaan Proyek
Laundry Kiloan

Langkah Dasar
* Penyusunan tim kerja
* Pimpinan proyek
* Desain interior
* Desain graphis
* Sistem dan keuangan
* Lapangan / pembelanjaan
* SDM
* Pemasaran
* Penyusunan time schedule masing-masing bagian

a. Time schedule Perencanaan


* Gambar layout termasuk pengukuran
* Gambar disain interior
* Daftar barang belanjaan yang harus dibeli

b. Time schedule Perencanaan II


* Penentuan nama & tagline usaha
* Gambar disain neonbox / billboard
* Gambar disain stand banner
* Gambar disain spanduk atau alat promosi lain
* Rancangan seragam dan perlengkapannya
* Gambar lain yang diperlukan

c. Time schedule tempat dan perlengkapan


* Batas waktu renovasi tempat
* Batas waktu pengadaan peralatan dan perlengkapan

MR. WASH LAUNDRY Page 28


d. Time schedule pelaksanaan
* Eksekusi layout dan disain interior yang telah disetujui
* Eksekusi disain graphis yang telah disetujui
* Pembelian dan penyerahan barang
* Rekruitmen pegawai
* Tes lapangan peralatan dan kesiapan kerja
* Pelatihan karyawan
* SOP keseluruhan
* Pra promosi
* Soft opening
* Promosi
* Grand opening
* Pengawasan dan pendampingan
* Penyusunan Anggaran (Budgeting)

Anggaran yang ditetapkan meliputi :


* Anggaran pemesanan disain
* Anggaran transportasi dan akomodasi
* Anggaran pembelian barang

A. Standard Operational Procedure (Sop) Trisno Laundry


Ketentuan Karyawan
1. Bagian penerimaan pelanggan merangkap kasir
2. Bagian pencucian
3. Bagian setrika merangkap bagian pengemasan
4. Supervisor (jika diperlukan dalam kasus ini untuk pembukaan
laundry ini lebih dari satu dalam satu daerah domisili)

 TAHAP I
Penerimaan Pelanggan
Dilakukan oleh bagian penerimaan pelanggan merangkap
administrasi / kasir.
Cucian kotor diterima oleh bagian penerima pelanggan.
1. Penerima pelanggan wajib menanyakan mengenai pakaian yang
akan dicuci, apakah ada yang mudah luntur warnanya, atau ada yang
harus dicuci khusus untuk menghindari kesalahan pencucian.
2. Sambil menunggu cucian kotor ditimbang dan pembuatan nota,
konsumen diminta menunggu ditempat yang telah disediakan.
3. Cucian tersebut kemudian ditimbang dan dihitung jumlah unit
pakaian.

MR. WASH LAUNDRY Page 29


4. Setelah ditimbang, penerima pelanggan kemudian membuatkan
nota pembayaran, nota tersebut berisi nama dan alamat pelanggan,
berapa jumlah kilogram dan berapa jumlah unit pakaian yang akan
di-laundry, dan berapa total pembayarannya, serta keterangan lain
(jika diperlukan)
5. Jika terdapat layanan pemilihan pewangi pakaian, pelanggan
dipersilakan untuk memilih pewangi sesuai yang diinginkan
pelanggan. Dan ditulis dalam nota pembayaran tersebut.
6. Rangkap ke-1 tersebut kemudian diberikan kepada konsumen.
7. Jika konsumen membayar lunas dimuka, maka nota tersebut dicap
“LUNAS” oleh bagian penerimaan pelanggan.
8. Jika konsumen belum membayar, maka pembayaran dapat
dilakukan pada saat pengambilan cucian.

 TAHAP II
Pencucian dilakukan oleh bagian pencucian.
1. Cucian ditempatkan dalam box khusus sesuai dengan nama
konsumen
2. Untuk memudahkan identifikasi, setiap pakaian diberi nomor
urut. Dan nomor urut tersebut ditulis pada nota rangkap ke-2.
3. Cucian yang mudah luntur dicuci tersendiri.
4. Proses cuci dilakukan dengan menggunakan mesin cuci yang
tersedia dengan standar penggunaan bahan cuci yang tidak
berbahaya, tidak menimbulkan kerusakan pada pakaian
maupun warna pakaian.
5. Pengeringan cucian juga dilakukan menggunakan mesin cuci
tersebut.
6. Jika proses cuci tersebut telah selesai, maka cucian bersih
kemudian diambil dari mesin cuci dan dimasukkan kedalam
box sesuai nama konsumen untuk selanjutnya disetrika.

 TAHAP III
Setrika Cucian Bersih dilakukan oleh bagian setrika
1. Box berisi cucian bersih tersebut kemudian dimasukkan ke
ruang setrika untuk disetrika.
2. Penyetrika harus menyetrika satu box sampai selesai sebelum
beralih kepada box lainnya untuk menghindari tertukarnya
pakaian antara konsumen yang satu dengan konsumen yang
lain.
3. Cara menyetrika yang baik adalah dengan memperhatikan
bahan kain yang akan disetrika, misalnya untuk bahan kain
yang tipis atau sutra, cara menyetrika tidak boleh terlalu
panas. Sedang untuk pakaian berbahan jins, setrika dengan
panas secukupnya. Oleh karenanya pengetahuan tentang
berbagai jenis pakaian atau kain mutlak untuk dimiliki.

MR. WASH LAUNDRY Page 30


 TAHAP IV
Bagian setrika merangkap bagian pengemasan
1. Cucian yang sudah disetrika kemudian dikemas dengan
menggunakan plastic kemasan tersendiri. Tujuannya adalah
agar cucian tetap rapid an wangi sampai dengan diambil oleh
konsumen.
2. Sebelum dikemas, bagian pengemasan harus memastikan
bahwa pakaian yang dikemas telah sesuai baik dari segi
nomor urut maupun jumlah pakaian, dicocokkan dengan nota
rangkap ke-2.
3. Pengemasan tidak boleh dipaksakan, artinya pengemasan
harus memperhatikan kerapihan pakaian yang telah disetrika.
Jika satu kemasan tidak cukup, gunakan dua kemasan atau
lebih. Misalnya : baju-baju kerja dikemas tersendiri, celana
jins juga dikemas tersendiri.
4. Kemasan tersebut diselotip supaya rapi.
5. Setelah dikemas tersebut, cucian bersih kemudian
dimasukkan dalam tas plastic berlogo khusus yang bagian
luarnya telah ditempeli nota rangkap ke-2.
6. Setelah selesai, cucian bersih yang telah selesai dikemas
tersebut kemudian ditempatkan pada ruang penyimpanan
untuk memudahkan pengambilan.

 TAHAP V
Serah Terima dan Pembayaran dilakukan oleh bagian administrasi /
kasir
1. Konsumen yang akan mengambil cucian, diminta
menunjukkan nota rangkap
2. Setelah itu petugas mengambil cucian pada tempat
penyimpanan sesuai dengan nota yang ditunjukkan konsumen.
3. Jika konsumen belum membayar (nota belum di cao lunas),
maka petugas wajib mengingatkan konsumen untuk melakukan
pembayaran.
4. Setelah pembayaran selesai, nota tersebut di cap “LUNAS”
5. Kemudian cucian yang sudah selesai diproses tersebut
kemudian diserahterimakan kepada konsumen.
6. Konsumen dipersilakan untuk mengecek pakaiannya, apakah
telah sesuai.
7. Jika telah selesai, nota rangkap ke-1 (yang telah dicap
“TELAH DIAMBIL” diserahkan kepada konsumen,
sedangkan nota rangkap ke-2 diarsipkan sebagai bukti
transaksi.

MR. WASH LAUNDRY Page 31


2.5 Prosedur Penanganan Komplain Pelanggan
Komplain diterima oleh administrasi / kasir / supervisor (jika ada)
Ditanggungjawabi oleh semua bagian yang terkait
1. Komplain kurang bersih langsung direspon dan dikerjakan pada
bagian yang dikomplain dengan sungguh-sungguh, tanpa alas an apapun dan
langsung dikerjakan.
2. Komplain pakaian yang dicuci rusak atau luntur, harus dipastikan
hal tersebut akibat proses pencucian atau akibat pengerjaan. Jika benar,
harus ditanggungjawabi supaya konsumen tidak kecewa.
3. Komplain pakaian hilang, harus dipastikan bahwa kehilangan
tersebut akibat proses pengerjaan yang tertukar dengan konsumen lain. Jika
benar, harus ditanggungjawabi supaya konsumen tidak kecewa disertai
permintaan maaf bahwa hal tersebut bukan disengaja, dan memungkinkan
untuk diberi voucer gratis untuk pencucian slanjutnya. Untuk meminimalisir
komplain pakaian hilang, pada waktu serah terima pakaian yang telah bersih
kepada konsumen, bagian kasir harus meminta konsumen untuk memeriksa
terlebih dahulu sebelum meninggalkan tempat.

2.6 Prosedur Penanganan Komplain, Pelanggan Penetapan &


Penghitungan
1. Bahan baku harus dihitung untuk beban per kilogram cucian agar
dapat ditentuakan penggunaan bahan baku dan perkiraan biayanya.
2. Bahan baku yang dibeli harus dikemas perplastik takaran untuk per
kilogram cucian, sehingga memudahkan ukuran bahan baku dalam
melakukan proses pengerjaan pencucian.
3. Harga beli bahan baku dibagi jumlah plastic takaran yang dihasilkan
untuk mendapatkan biaya bahan baku per kilogram cucian.
4. Bahan baku hilang atau berkurang tanpa sebab yang jelas menjadi
tanggungan para karyawan.

Pembelanjaan Bahan Baku :


1. Stok bahan baku harus dicatat dalam kartu stok agar pengeluaran
bahan baku terkontrol.
2. Wajib melakukan pemesanan atau pembelian bahan baku jika stok
bahan baku sudah pada kondisi sisa maksimum 30%, minimum 20%.

MR. WASH LAUNDRY Page 32


Begitulah kira-kira gambaran umum tentang laundry kiloan, semoga
informasi ini bisa menjadi rujukan anda untuk berbisnis laundry kiloan.

Dari Segi Kualitas Cucian :


 Menggunakan sabun dengan kualitas yang baik.
 Menggunakan air yang bersih.
 Pewangi pakaian yang tahan lama.
 Hasil cucian yang yang bersih dengan meisahkan baju berwarna
putih dan pakaian berwarna.
 Baju cucian tidak dicampur dengan milik orang lain.
 Gunakan bahan-bahan yang tidak merusak warna dan lain.
 Siapkan setrika uap untuk kain dengan bahan khusus.
 Pisahkan area yang basah dengan yang kering agar tidak
mengganggu proses pencucian dan pengeringan.

Dari Segi Pelayanan :


 Pilih tempat yang strategis, nyaman, dan mudah dijangkau oleh
pelanggan.
 Berikan pelayanan yang ramah, cepat, cermat dan emuaskan.
 Menentukan takaran sabun, pewangi, pembungkusan hingga teknik
membedakan kepeilikan baju.
 Susunlah peralatan Laundry dengan efektif dan seefsien mungkin
agar menghemat waktu, biaya, tenaga dan kenyamanan saat bekerja.
 Buat rincian kebutuhan peralatan dan bahan penunjang seperti mesin
cuci, timbangan, pengering, setrika, listrik yang memadai, telepon
dan bahan habis pakai lainnya.
 Tetapkan kebutuhan minimal bahan habis pakai sebelum memesan
kembali ke supplier.
 Rekrut dan latih pegawai yang dinilai berkompeten baik dari segi
pelaksanaan pekerjaan juga pelayanan serta keramahan karyawan
terhadap pelanggan.

MR. WASH LAUNDRY Page 33


Saluran distribusi tidak langsung adalah bentuk saluran distribusi yang
menggunakan jasa perantara dan juga agen untuk menyalurkan barang
maupun jasa kepada konsumen.

Produsen Produsen Produsen Produsen Produsen

Agen Agen

Pedagang
Besar

Pengecer Pedagang
Pengecer Besar
Pengecer

Pengecer
Konsumen Konsumen Konsumen Konsumen
Akhir Akhir Akhir Akhir
Konsumen
Akhir

2.7 Lini Produk


Lini produk merupakan bagian dari strategi pemasaran perusahaan
dalam menjual beberapa jenis produk yang saling berkaitan secara terpisah
atau bisa diartikan beberapa produk dengan berbagai macam tipe, warna,
variasi, ukuran, harga, kualitas.ada beberapa elemen dalam lini produk
yaitu:
1. Width (Kelebaran) kelebaran bauran produk berhubungan dengan
beberapa banyak lini produk yang ditangani oleh perusahaan.
2. Lenght (Kepanjangan) kepanjangan bauran produk mengacu pada
keseluruhan jumlah item di dalam bauran produk itu sendiri.
3. Depth (Kedalaman) kedalaman produk mengarah pada seberapa
banyak variasi tersebut bisa berupa ukuran,warna,rasa, dan
sebagainya.
4. Consistency (Konsistensi) konsistensi bauran produk berhubungan
dengan hubungan antar lini produk ketentuan produksi,saluran
distribusi pennguannan akhir dan sebagainya.

MR. WASH LAUNDRY Page 34


LINI PRODUK MR. WASH LAUNDRY

Kelebaran Kepanjangan Kedalaman


Jasa Cuci Kering
Kebaya,batik,kemeja,jas
Layanan Exspress
Jasa Cuci
Baju,celana, satuan/kiloan
Jasa Setrika
Seragam

Jasa Cuci Sepatu Layanan Antar Jemput


Booth,sepatu kulit,
canvas,dan sepatu olahraga

2.8 Proyeksi Laporan Rugi/Laba

MR. WASH LAUNDRY Page 35


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

MR. WASH LAUNDRY Page 36


DAFTAR PUSTAKA

MR. WASH LAUNDRY Page 37


Tim Penyusun laporan Busines Plan Mr.Wash Laundry

Cover,Daftar Isi,Daftar Pustaka Situasi Pemasaran

1. Ambar Agustina (175209071) 1. Khairatun Hisaan (175209111)

2. Ai Unengsih (175209200) 2. Luthfiyaah Nuralimah (175209107)

3. Anisya Maulidiawati (175209074) 3. Mayang Purnamawati (175209105)

4. Dewi Kemalasari (175209074) 4. M.Iqbal Andi Putra (175209126)

5. Ilham Maulana (175209090) 5. Muhamad Rifki (175209199)

Tujuan Pemasaran Analisis SWOT

1. Selvia Nurlaelita (175209078) 1. Putri Guna Wijayanti (175209085)

2. Sarah Muawanah (175209177) 2. Widi Kustiani (175209187)

3. Ai Selvi Nurdianti (175209081) 3. Ria Deliana Cibro (175209126)

4. Rifki Fauzan (175209078) 4. Rima Septariani (175209177)

5. Ahmad Zakaria (16 5. Raenaldy Afrianto (175209083)

Program Pemasaran Strategi Pemasaran

1. Cherry Melinda Isbat

2. Deni Dermawan

3.Suci Maesyaroh

4. rusdiana

5. widia nur selfia

MR. WASH LAUNDRY Page 38