Anda di halaman 1dari 29

RANCANGAN AKTUALISASI

NILA-NILAI PROFESI ASN PADA PENINGKATAN


PELAYANAN STIMULASI, DETEKSI DAN
INTERVENSI DINI BALITA (SDIDTK) DI PUSKESMAS
SUKATANI KABUPATEN PURWAKARTA

Oleh :
EVTI NOVIA MULYAWATI
201904073616

Peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS Purwakarta


Angkatan I tahun 2019

LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI


PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI BANDUNG
2019
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
PUSAT PENDIDIKAN ADMINISTRASI

PENJELASAN COACH
TENTANG KEMAMPUAN PESERTA

Nama Peserta Diklat : Langsung diisi ya bu..


Nosis :
Saya menilai peserta Sangat Mampu / Mampu / Kurang
Mampu/Tidak Mampu melaksanakan Perencanaan Inovasi
/Manajemen Perubahan, dengan penjelasan sebagai
berikut :

.............................................................................................

.............................................................................................

.............................................................................................

.............................................................................................

.............................................................................................

.............................................................................................

.............................................................................................

.............................................................................................

Bandung, ................................
COACH

ANISA, S.E., S.H., S.I.K


AKP NRP 84031720
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur Kami panjatkan (hapus) ke hadirat


(disambung) Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyusun rancangan kegiatan aktualisasi
habiatuasi dengan judul Nilai-nilai Profesi ASN Pada Peningkatan
Pelayanan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang
(SDIDTK) Balita di UPTD Puskesmas Sukatani ini dengan baik dan lancar.
berdasarkan pada nilai-nilai aktualisasi seorang PNS meliputi
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi. (hapus)
Dalam penyusunan rancangan ini, penulis banyak mendapatkan
bantuan berupa bimbingan dan arahan dari berbagai pihak maupun
dorongan moril yang sangat mendukung kami dalam menyelesaikan
rancangan aktualisasi ini (hapus), untuk itu pada kesempatan kali (hapus)
ini Kami penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya
(hapus) kepada :
1. KOMBESPOL Drs. Bobyanto I.O.R ADOE selaku Kepala Pusat
Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi
Republik Indonesia. (sudah saya edit ya bu)
2. AKBP Mohamad Rois, S.I.K. M.Si selaku Wakil Kepala Pusat
Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi
Republik Indonesia.
3. AKP Anisa, S.E., S.H., S.I.K. selaku coach yang membimbing dan
mengarahkan sekaligus serta memotivasi penulis.
4. IPDA Nia Kurniawan, S.AP selaku Perwira Penuntun penulis yang
selalu memberikan dukungan dan semangatnya.
5. Rekan seperjuangan Peleton G yang selalu semangat dalam menjalani
Latsar CPNS Gelombang II.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan
aktualisasi ini jauh dari kesempurnaan. Hal ini mengingat terbatasnya
kemampuan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Untuk itu kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk
kesempurnaan dan (hapus) perbaikan di masa yang akan datang.
Akhir kata (hapus) Penulis berharap semoga rancangan ini dapat
bermanfaat bagi semua yang membaca umumnya.

Bandung, Mei 2019

Penulis
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………….
KATA PENGANTAR……………………………………………………………..
DAFTAR ISI……………………………………………………………………….
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….
A. Latar Belakang…………………………………………………………..
1. Gambaran Umum Organisasi ...…………………………………
2. Visi dan Misi Organisasi …………………….............................
3. Tugas dan Fungsi Organisasi……………………………………
4. Tugas dan Fungsi Pelaksana……………………………………
5. Struktur Otganisasi …………….…………………………………
B. Tujuan…………………………………………………………………….
C. Manfaat…………………………………………………………………...
BAB II KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI……………………….
A. Kegiatan…………………………………………………………………..
1. Tahapan Kegiatan………………………………………………...
2. Hasil Kegiatan……………………………………………………..
3. Nilai-nilai dasar (ANEKA)………………………………………...
4. Kontribusi terhadap Visi/misi Organisasi……………………….
5. Penguatan Nilai-nilai Organisasi………………………………...
6. Keterkaitan dengan mata diklat (WoG, Manajemen ASN dan
Pelayanan Publik)…………………………………………………
B. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi………………………...
BAB III PENUTUP………………………………………………………………..
A. Simpulan………………………………………………………………….
B. Saran……………………………………………………………………...
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pegawai ASN menurut UU no 5 tahun 2014 berfungsi sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik juga perekat dan pemersatu
bangsa. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan merupakan tugas dari seorang ASN tentunya diharuskan
memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.
(penulisannya tidak perlu dibalik bu saya kasih referensi buat ibu ya…)
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
(ASN) berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik juga
perekat dan pemersatu bangsa. ASN dalam melaksanakan kebijakan
publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian harus memberikan
pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.
Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut (hapus)
(Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Dijelaskan dalam
menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam (hapus) Menurut
Pasal 5 huruf b Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
75 Tahun 2014, Puskesmas berwenang untuk menyelenggarakan
Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan
dan bermutu.
Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak
dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tahun-
tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin dalam kandungan
sampai anak berusia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting
dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Periode ini merupakan
kesempatan emas sekaligus masa-masa yang rentan terhadap pengaruh
negatif. Nutrisi yang baik dan cukup, status kesehatan yang baik,
pengasuhan yang benar dan stimulasi yang tepat pada periode ini akan
membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan
optimalnya sehingga dapat berkontribusi lebih baik dalam masyarakat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 66 Tahun 2014 Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan
Gangguan Tumbuh Kembang Anak merupakan acuan bagi tenaga
kesehatan yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar/ primer,
kelompok profesi, tenaga pendidik, petugas lapangan Keluarga
Berencana, petugas sosial yang terkait dengan pembinaan tumbuh
kembang anak, organisasi profesi dan pemangku kepentingan terkait
pertumbuhan, perkembangan, dan gangguan tumbuh kembang anak.
(hapus)
Stimulasi yang tepat akan merangsang otak balita sehingga
perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan
kemandirian pada balita berlangsung optimal sesuai dengan umur anak.
Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan untuk dapat
mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita
termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah
tumbuh kembang anaknya.
Apabila ditemukan ada penyimpangan, maka dilakukan intervensi
dini penyimpangan tumbuh kembang balita sebagai tindakan koreksi
dengan memanfaatkan plastisitas otak anak agar tumbuh kembangnya
kembali normal atau penyimpangannya tidak semakin berat.
Kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh
kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan
dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak dan
anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat,
organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya)
dengan tenaga profesional (kesehatan, pendidikan dan sosial), akan
meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan
memasuki jenjang pendidikan formal. Indikator keberhasilan pembinaan
tumbuh kembang anak tidak hanya meningkatnya status kesehatan dan
gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak
berkembang secara optimal.
Belum Optimalnya Cakupan pelayanan balita di UPTD Puskesmas
sukatani di tahun 2018 masih jauh dari target pelayanan sebesar 80%.
Berdasarkan data laporan akhir tahun cakupan pelayanan balita di UPTD
Puskesmas Sukatani baru tercapai 41,8%. Hambatan yang ditemukan
dalam peningkatan pelayanan balita adalah belum optimalnya Stimulasi
Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada balita,
sehingga kurang optimalnya deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang
pada balita. Hal ini dapat berpotensi pada rendahnya komitmen pelayanan
kesehatan yang bermutu.
Dari kesinambungan peran Pegawai Negeri Sipil, peran dan fungsi
Puskesmas sebagaimana yang telah diatur, juga munculnya masalah
yang muncul diharapkan dapat meningkatkan pelayanan yang tepat
terhadap tumbuh kembang anak secara optimal, tentunya dengan nilai-
nilai yang tergabung dalam ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Dengan diterapkannya nilai-nilai
tersebut diharapan dapat membentuk Pegawai Negeri Sipil yang
terintegritas dan mampu memberikan pelayanan yang komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu.
(Saya kasih referensi ya bu : Penulis menyadari keterkaitan anatara peran
Pegawai Negeri Sipil dan Puskesmas dari uraian permasalahan di atas.
Oleh karena itu penulis akan menerapkan nilai-nilai dan Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA)
dan mata diklat dalam kegiatan aktualisasi habituasi agar Puskesmas
Sukatani dapat meningkatkan pelayanan…….. )

1. Gambaran Umum Organisasi


Gambar 1.1
Peta Wilayah UPTD Puskesmas Sukatani

Puskesmas Sukatani terletak di depan jalan protokol yang


menghubungkan Kabupaten Purwakarta dengan kabupaten
Bandung. Jarak ke kota kabupaten ±12 km dengan jarak tempuh 1
jam dengan kendaraan roda empat. Wilayah kerja Puskesmas
Sukatani sebagian besar jauh dari jalan raya,sehingga akses
pelayanan kesehatan perlu didesain dengan pelayanan yang
sederhana agar mudah dijangkau.
a. Luas wilayah kerja Puskesmas 95,43 Km2, dengan batas-batas
wilayah administratif sebagai berikut:
1) Sebelah Utara : Desa Parakan Lima kecamatan Jatiluhur
2) Sebelah Timur : Desa Gulampok kecamatan Pasawahan
3) Sebelah Selatan: Desa Anjun kecamatan Plered
4) Sebelah barat : Desa Parung Banteng kecamatan Sukasari
b. Wilayah Administratif
Wilayah Puskesmas Sukatani terdiri dari 14 Desa yang meliputi:
1) Desa Sukatani yang terdiri dari 10 RW
2) Desa Malangnengah yang terdiri dari 4 RW
3) Desa Cilalawi yang terdiri dari 5 RW
4) Desa Cianting Utara yang terdiri dari 3 RW
5) Desa Sukamaju yang terdiri dari 6 RW
6) Desa Cipicung yang tediri dari 5 RW
7) Desa Pasir Munjul yang terdiri dari 5 RW
8) Desa Cianting yang terdiri dari 9 RW
9) Desa Cibodas yang terdiri dari 4 RW
10) Desa Sukajaya yang terdiri dari 4 RW
11) Desa Cijantung yang terdiri dari 4 RW
12) Desa Tajur Sindang yang terdiri dari 6 RW
13) Desa Sindanglaya yang terdiri dari 6 RW
14) Desa Panyindangan yang terdiri dari 8 RW
Wilayah Puskesmas Sukatani sebagian besar terdiri dari
dataran tinggi dan merupakan wilayah penambangan batu,
perkebunan, dan pesawahan. Daerah yang terletak dipinggir
jalan provinsi merupakan daerah perdagangan dengan produk
yang khas yaitu tape singkong. Wilayah Puskesmas Sukatani
persebaran penduduknya tidak merata, hal ini bisa dilihat dari
beberapa desa yang letaknya dekat dengan jalan raya terlihat
penduduknya sudah terlihat padat, tetapi di daerah desa
pinggiran penduduknya masih relatif masih jarang. Beberapa
desa yag ada di Kecamatan Sukatani masih sulit terjangkau oleh
transportasi seperti desa Pasir Munjul, Tajur Sindang,
Sindanglaya, dan Panyindangan.
c. Data Demografi
Pada tahun 2018 jumlah penduduk kecamatan sukatani
68.423 jiwa (Data Proyeksi). Persebaran Penduduk wilayah kerja
Puskesmas Sukatani tidak merata yang padat penduduknya
terdapat di Desa Malangnengah dengan kepadatan penduduk 29
jiwa/km2.
(Hapus yg saya merahin ya bu..)
2. Visi dan Misi Organisasi
a. Visi UPTD Puskesmas Sukatani
Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Sukatani Yang Mandiri
Untuk Hidup Sehat
b. Misi UPTD Puskesmas Sukatani
1) Membina dan mendorong masyarakat untuk hidup sehat
melalui pemberdayaan masyarakat.
2) Membina dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
3) Memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan
terjangkau kepada masyarakat.
4) Meningkatkan sumber daya manusia yg profesional dalam
memberikan pelayanan kesehatan.

3. Tugas dan Fungsi Organisasi


Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan
sehat.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud,
Puskesmas menyelenggarakan fungsi penyelenggaraan UKM (????
ada penjelasannya atau tidak?) tingkat pertama di wilayah kerjanya
dan penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.
Selain menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud,
Puskesmas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan Tenaga
Kesehatan.

4. Tugas dan Fungsi Pelaksana (sebutkan jabtan ibu)


Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara No. 23/KEP/M.PAN/4/2001 tentang Jabatan
Fungsional Nutrisionis dan Angka Kreditnya dijelaskan bahwa tugas
pokok nutrisionis adalah melaksanakan pelayanan di bidang gizi,
makanan dan dietetik yang meliputi pengamatan, penyusunan
program, pelaksanaan, penilaian status gizi bagi perorangan,
kelompok di masyarakat dan di rumah sakit.
Adapun Rincian kegiatan Nutrisionis Terampil adalah
sebagai berikut :
a. Nutrisionis Pelaksana (ada b. dan sebagainya?)
1) Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta
penunjangnya dalam rangka menyusun rencana tahunan.
2) Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta
penunjangnya dalam rangka menyusun rencana 3 bulanan.
3) Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta
penunjangnya dalam rangka menyusun rencana bulanan.
4) Mengumpulkan data gizi, makanan dan dietetik serta
penunjangnya dalam rangka menyusun rencana harian.
5) Mengumpulkan data dan literature dalam rangka menyusun
juklak/juknis di bidang gizi, makanan dan dietetik.
6) Mengumpulkan data dalam rangka menyusun pedoman gizi,
makanan dan dietetik.
7) Mengumpulkan data dalam rangka menyusun standar gizi,
makanan dan dietetik.
8) Mengumpulkan data untuk pengamatan masalah di bidang
gizi, makanan dan dietetik secara sekunder.
9) Mengumpulkan data anak balita, bumil dan buteki untuk
pemberian makanan tambahan, penyuluhan dan pemulihan
pada anak balita dengan status gizi kurang
10) Mengumpulkan data makanan-kelompok sasaran setempat
untuk penilaian mutu gizi, makanan dan dietetik.
11) Memeriksa dan menerima bahan materi, pangan, peralatan
dan sarana pelayanan gizi, makanan dan dietetik.
12) Menyimpan bahan, materi, pangan, peralatan dan sarana
kegiatan pelayanan gizi, makanan dan dietetik.
13) Mencatat dan melaporkan bahan, materi, pangan, peralatan
dan sarana di ruang penyimpanan sarana harian.
14) Menyalurkan bahan, materi pangan, peralatan, dan sarana
sesuai permintaan unit atau wilayah kerja secara
harian/mingguan.
15) Memeriksa ruang penyimpanan makanan, secara harian
(tiap 10 harian).
16) Melakukan pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan
(BB), umur di unit atau wialyah kerja secara bulanan bagi
anak balita.
17) Melakukan pengukuran TB, BB, umur di unit atau wilayah
kerja secara 4 bulanan bagi anak sekolah SD.
18) Melakukan pengukuran TB, BB, umur di unit atau wilayah
kerja sesuai kebutuhan.
19) Melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) di unit
atau wilayah kerja.
20) Melakukan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) pada
orang dewasa di unit/wilayah kerja sesuai kebutuhan.
21) Melakukan anamnese diet klien (food frekwensi dan rata-rata
contoh hidangan).
22) Melakukan recall makanan 24 jam lewat bagi klien.
23) Melakukan perhitungan kandungan gizi makanan klien.
24) Mencatat dan melaporkan atas hasil pengukuran BB, TB,
umur.
25) Mencatat dan melaporkan atas hasil pengukuran IMT.
26) Mencatat dan melaporkan atas hasil pengukuran LILA.
27) Mencatat dan melaporkan anamnese diet.
28) Menyediakan makanan tambahan untuk balita atau
penyuluhan gizi.
29) Menyediakan makanan biasa tambahan.
30) Menyediakan kapsul vitamin A
31) Menyediakan kapsul Yodium.
32) Menyediakan preparat besi.
33) Menyediakan obat gizi
34) Melakukan pencatatan harian, penyediaan makanan biasa.
35) Melakukan pencatatan harian, penyediaan diet sederhana.
36) Memantau diet klien selama dirawat.
37) Memantau kegiatan pengukuran BB, TB, umur di tingkat
desa meliputi sasaran, status gizi dan SKDN (jumlah balita
yang ada/terdaftar, jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju
Sehat, jumlah balita yang ditimbang, jumlah balita yang naik
timbangannya) secara bulanan pada posyandu.
38) Memantau kegiatan PMT Balita, anak sekolah dan bumil
meliputi sasaran, status gizi dan SKDN terhadap
macam/jumlah PMT.
39) Memantau kegiatan pengukuran BB, TB, umur di Rumah
Sakit (RS) dan masyarakat secara bulanan.
40) Memantau pelayanan penyelenggaraan diet di RS dan
institusi lain secara harian.
41) Memantau penggunaan bahan makanan secara harian.
42) Memantau penggunaan bahan makanan secara
mingguan/sepuluh harian
5. Struktur Organisasi
B. Tujuan
Sebagai kerangka acuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi dan
habituasi di UPTD Puskesmas Sukatani terdapat beberapa tujuan
diantaranya :
1. Mampu menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas sehingga memiliki
tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan.
2. Mampu menerapkan nilai-nilai nasionalisme sehinga bekerja atas
dasar semangat nilai-nilai pancasila.
3. Mampu menerapkan nilai-nilai etika public sehingga menciptakan
lingkungan kerja dan komunikasi yang baik dengan masyarakat
ataupun sesama pegawai.
4. Mampu menerapkan nilai-nilai komitmen mutu sehingga dapat
mewujudkan tata nilai puskesmas yaitu melayani dengan cinta
kepada masyarakat.
5. Mampu menerapkan nilai-nilai anti korupsi sehingga dapat
mewujudkan sikap jujur dan tidak membedakan pelayanan atas
kepentingan tertentu.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan aktualisasi habituasi ini
adalah…………(isinya harapan dari isu ibu….)

C. Manfaat
Manfaat dari kegiatan aktualisasi habituasi ini yaitu:
a. ASN nya
sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat harus dapat menerapkan nilai-nilai
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu juga
Anti Korupsi sebagai contoh bagi masyarakat. Dengan
mengedepankan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjaga
kualitas pelayanan bagi masyarakat dan memiliki integritas yang
tinggi untuk mencapai pelayanan yang bermutu. (kaitkan dgn isu
ibu ttg SDIDTK)
b. Bagi Puskesmas dan masyarakat kaitkan dengan isu SDIDTK
………………………………..
(Tinggal diperbaiki ya bu penulisannya)

dapat membina dan mendorong masyarakat untuk hidup sehat


dengan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau kepada
masyarakat. Serta meningkatkan sikap yg profesional dalam memberikan
pelayanan kesehatan sehingga adanya peningkatkan mutu pelayanan
kesehatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai nutrisionis
demi mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat sesuai
dengan visi dan misi yang telat ditetapkan.
BAB II
KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. KEGIATAN (bold)
Dengan rancangan aktualisasi ini penulis mengedepankan perihal
peningkatan pelayanan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang (SDIDTK) pada Balita di UPTD Puskesmas Sukatani. Dengan
adanya peningkatan pelayanan SDIDTK di Puskesmas balita akan
mendapatkan stimulasi yang tepat sehingga dapat merangsang otak balita
untuk perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi
dan kemandirian dapat berlangsung optimal sesuai dengan umur anak.
Dengan adanya pelayanan SDIDTK di puskesmas dapat mendeteksi
secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita sehingga balita
yang terdeteksi dengan penyimpangan tersebut akan mendapat
tindaklanjut terhadap masalah tumbuh kembang serta dilakukan intervensi
dini penyimpangan tumbuh kembang balita sebagai tindakan koreksi agar
tumbuh kembangnya kembali normal atau penyimpangannya tidak
semakin berat.
(ini harusnya naikan ke atas di bagian penjelasan latar belakang)

Kegiatan aktualisasi habituasi akan diawali dengan melakukan


pengukuran antropometri pada belita diantaranta pengukuran berat
badan, panjang atau tinggi badan dan lingkar kepala pada balita. Kegiatan
dilanjutkan dengan memberikan stimulasi dan deteksi dini penyimpanan
yang disesuaikan dengan umur balita. Balita dengan kategori normal akan
diberikan edukasi stimulasi lanjutan untuk mengoptimalisasi tumbuh
kembangnya. Sedangkan untuk balita yang dicurigai adanya
penyimpangan akan diberikan edukasi intervensi selama 2 minggu
ataupun dirujuk ke rumah sakit dengan pelayanan tumbuh kembang.
1. Membuat rencana kerja kegiatan.
a. Tahapan Kegiatan
1) Menetukan jenis kegiatan.
2) Menentukan waktu kegiatan.
3) Mungkin bisa ditambahkan bu jadwal u/ evaluasi dr giat
b. Hasil Kegiatan
Terbentuknya rencana kegiatan pelaksanaan aktualisasi dan
habituasi yang menerapkan …..
c. Nilai-nilai Dasar ANEKA
1) Akuntabilitas : terbentuknya rencana kegiatan merupakan
suatu dokumen yang harus bisa dipertanggungjawabkan dan
intergrasi dengan apa yang dikerjakan oleh pelaksana.
2) Nasionaliasme : dengan terbentuknya rencana kerja, maka
pelaksana di tuntut untuk berdedikasi sesuai dengan
kebijakan serta tugas pokok dan fungsi pelaksana.
3) Komitmen Mutu : rencana kerja merupakan bentuk komitmen
untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di masyarakat.
d. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Terbentuknya rencana kerja (sesuai dgn….) merupakan bentuk
komitmen untuk terciptanya masyarakat yang mandiri untuk hidup
sehat, dengan sumber daya manusia yang professional dalam
rencana kerja pelayanan kesehatan maka akan terlaksananya
pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau.
e. Keterkaitan dengan Mata Diklat
1) Manajemen ASN : Merencanakan pelayanan sesuai dengan
aturan dan kebijakan yang berlaku sesuai dengan fungsi
ASN sebagai pelayan publik dan pelaksana kebijakan publik.
2) Nanti tambahkan mata diklat lain ya bu karena dalam isu ibu
penting..
2. Sosialisasi SDIDTK pada pengunjung Puskesmas Sukatani.
a. Tahapan Kegiatan
1) Menyiapkan materi sosialisasi SDIDTK pada pengunjung
puskesmas.
2) Melaksanakan kegiatan sosialisasi.
3) Sesi tanya jawab dengan pengunjung puskesmas.
4) Pengunjung mengisi daftar hadir sosialisasi.
(Dalam giat ini antara perencanaan dan pelaksanaan mau
dugabung atau tidak? klo ttg sosialisainya berarti giat nya:
menyiapkan materi, menentukan audiens, menentukan waktu
sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi, pelaporan giat dan evaluasi
giat sosialisasi..)

b. Hasil Kegiatan
Peningkatan pengetahuan pengunjung dan pengenalan awal
proses SDIDTK
c. Nilai-nilai Dasar ANEKA
1) Akuntabilitas : informasi yang disampaikan dapat
dipertanggungjawabkan dan terintegrasi dengan apa yang
akan dilakukan.
2) Nasionaliasme : dedikasi untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa sebagai tujuan utama kegiatan.
3) Etika Publik : senyum, sapa, salam, sopan, santun
merupakan sikap yang ditujukan dalam berkomunikasi
kepada pengunjung puskesmas.
4) Komitmen Mutu : kegiatan berorientasi pada kepuasan
pelanggan dalam menerima layanan dan kemudahan
terhadap akses informasi.
d. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Informasi yang cukup dapat menjadi bekal masyarakat untuk
menjadi keluarga yang mandiri untuk hidup sehat. Akses
informasi yang mudah dapat menyesuaikan dengan pelayanan
yang merata dan terjangkau sehingga dapat membina dan
mendorong masyarakat untuk hidup sehat. (masukan salah satu
visi misi organisasi yg relevan)
e. Keterkaitan dengan Mata Diklat
1) Manajemen ASN : sebagai pelayan publik dan pelaksana
kebijakan publik merupakan suatu kewajiban memberikan
pelayanan yang maksimal demi tercapainya visi dan misi
puskesmas.
3. Melakukan pengukuran panjang badan/tinggi badan, berat badan,
lingkar kepala atas pada balita di unit kerja.
a. Tahapan Kegiatan
1) Melakukan wawancara identitas balita meliputi nama,
tanggal lahir, alamat, dan nama orang tua.
2) Melakukan pengukuran berat badan balita.
3) Melakukan pengukuran panjang badan atau tinggi badan
balita.
4) Melakukan pengukuran lingkar kepala balita.
5) Mencatat hasil pengukuran.
6) Menginterpretasikan hasil pengukuran terhadap status gizi
balita.
b. Hasil Kegiatan
Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh data umum balita, berat
badan, tinggi badan beserta status gizi dari balita. (tuliskan
pentingnya giat ini dalam isu ibu)
c. Nilai-nilai Dasar ANEKA
1) Akuntabilitas : data-data yang diperoleh dari hasil
pengukuran dapat dipertanggungjawabkan.
2) Nasionalisme : memberikan pelayanan dengan menjungjung
tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak
membeda-bedakan derajat pasien apapun kondisi dan latar
belakang pasien yang berkunjung dalam melakukan
pemeriksaan.
3) Etika Publik : senyum, sapa, salam, sopan, santun
merupakan sikap yang ditujukan dalam berkomunikasi
kepada pengunjung puskesmas.
4) Komitmen Mutu : komitmen peningkatan layanan mutu
menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan kesehatan
yang bermutu.
d. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Memberikan rasa nyaman dan tidak membeda-bedakan
perlakuan kepada pasien saat pemeriksaan adalah suatu bentuk
pelayanan kesehatan yang merata serta membina juga
meningkatkan mutu pelayanan di masyarakat pada saat
melakukan kegiatan pengukuran. masukan salah satu visi misi
organisasi yg relevan)

e. Keterkaitan dengan Mata Diklat


1) Manajemen ASN : sesuai dengan fungsi ASN adalah
sebagai pelayan publik dan pelaksana kebijakan publik
merupakan suatu kewajiban memberikan pelayanan yang
maksimal demi tercapainya visi dan misi puskesmas.
4. Melakukan stimulasi deteksi dini penyimpangan perkembangan
balita.
a. Tahapan Kegiatan
1) Melakukan stimulasi dengan dilandasi rasa cinta dan kasih
sayang.
2) Menunjukan sikap dan perilaku yang baik.
3) Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.
4) Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain,
bemyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan
tidak ada hukuman.
5) Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan
ada di sekitar anak.
6) Lakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan KPSP
pada anak yang kemampuan perkembangan nya tidak
sesuai usia.
7) Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi
Dini Tumbuh Kembang Anak
8) Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan
perempuan.
9) Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas
keberhasilannya.
10) Catat hasil pemeriksaan pada formulir.
b. Hasil Kegiatan
Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh data hasil pemeriksaan
deteksi dini penyimpangan pertumbuhan, deteksi dini
penyimpangan perkembangan, dan deteksi dini penyimpangan
mental emosional. (tuliskan pentingnya giat ini dalam isu ibu)

c. Nilai-nilai Dasar ANEKA


1) Akuntabilitas : data-data yang diperoleh dari hasil deteksi
dapat dipertanggungjawabkan.
2) Nasionalisme : memberikan pelayanan dengan menjungjung
tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, tidak
membeda-bedakan derajat pasien apapun kondisi dan latar
belakang pasien yang berkunjung dalam melakukan
pemeriksaan.
3) Etika Publik : senyum, sapa, salam, sopan, santun
merupakan sikap yang ditujukan dalam berkomunikasi
kepada pengunjung puskesmas.
4) Komitmen Mutu : komitmen peningkatan layanan mutu
menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan kesehatan
yang bermutu.
d. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Memberikan rasa nyaman, kasih saying dan cinta serta tidak
membeda-bedakan perlakuan kepada pasien saat pemeriksaan
adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang merata serta
membina juga meningkatkan mutu pelayanan di masyarakat pada
saat melakukan deteksi penyimpangan. (masukan salah satu visi
misi organisasi yg relevan)
e. Keterkaitan dengan Mata Diklat
1) Manajemen ASN : sesuai dengan fungsi ASN adalah
sebagai pelayan publik dan pelaksana kebijakan publik
merupakan suatu kewajiban memberikan pelayanan yang
maksimal demi tercapainya visi dan misi puskesmas.

5. Memberikan edukasi kepada keluarga.


a. Tahapan Kegiatan
1) Menyiapkan rencana dan bahan edukasi stimulasi lanjutan
atau deteksi penyimpangan pertumbuhan dan
perkembangan.
2) Memberikan informasi kepada pasien mengenai stimulasi
lanjutan atau intervensi dini tumbuh kembang sesuai umur.
3) Menganjurkan kepada keluarga pasien untuk melanjutkan
stimulasi dan intervensi dini di rumah selama 2 minggu, dan
melakukan kontrol ulang kembali bagi pasien yang terdeteksi
mengalami penyimpangan.
4) Memberi motivasi dan pujian kepada pasien untuk tetap
memberikan stimulasi-stimulasi yang sesuai.
b. Hasil Kegiatan
Peningkatan pengetahuan keluarga balita dalam memberikan
stimulasi yang tepat sesuai usia. (tuliskan pentingnya giat ini
dalam isu ibu)

c. Nilai-nilai Dasar ANEKA


1) Akuntabilitas : informasi yang disampaikan dapat
dipertanggungjawabkan dan terintegrasi dengan apa yang
akan dilakukan.
2) Nasionaliasme : dedikasi untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa sebagai tujuan utama kegiatan.
3) Etika Publik : senyum, sapa, salam, sopan, santun
merupakan sikap yang ditujukan dalam berkomunikasi
kepada pengunjung puskesmas.
4) Komitmen Mutu : kegiatan berorientasi pada kepuasan
pelanggan dalam menerima layanan dan kemudahan
terhadap akses informasi.
d. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Organisasi
Informasi yang cukup dapat menjadi bekal masyarakat untuk
menjadi keluarga yang mandiri untuk hidup sehat. Akses
informasi yang mudah dapat menyesuaikan dengan pelayanan
yang merata dan terjangkau sehingga dapat membina dan
mendorong masyarakat untuk hidup sehat. (masukan salah satu
visi misi organisasi yg relevan)
e. Keterkaitan dengan Mata Diklat
1) Manajemen ASN : sebagai pelayan publik dan pelaksana
kebijakan publik merupakan suatu kewajiban memberikan
pelayanan yang maksimal demi tercapainya visi dan misi
puskesmas.
B. JADWAL PELAKSANAAN AKTUALISASI
BULAN MEI 2019 BULAN JUNI 2019
NO Kegiatan
10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Membuat rencana
1
kerja kegiatan
Sosialisasi SDIDTK
2 pada pengunjung
puskesmas
Melakukan
pengukuran panjang
badan/tinggi badan,
3
berat badan, lingkar
kepala atas pada
balita di unit kerja
Melakukan stimulasi
deteksi dini
4
penyimpangan
perkembangan balita
Memberikan edukasi
5
kepada keluarga
6 Pembuatan Laporan
Pembuatan Bahan
7
Paparan
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rancangan aktualisasi ini terdiri dari lima kegiatan yang akan
dilaksanakan selama satu bulan terhitung hari kerja yaitu 10 mei 2019
sampai dengan 12 juni 2019. Kegiatan ini diharapkan menjadi
pembelajaran dan inovasi yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan sehari-
hari sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPTD Puskesmas
Sukatani.
Adapun kelima kegiatan tersebut adalah merancang rencana kerja
kegiatan, sosialisasi SDIDTK pada pengunjung puskesmas, melakukan
pengukuran panjang badan/tinggi badan, berat badan, lingkar kepala atas
pada balita di unit kerja, melakukan stimulasi deteksi dini penyimpangan
perkembangan balita, serta memberikan edukasi kepada keluarga.
Kegiatan aktualisasi ini menerapkan nilai dasar bagi ASN dalam
melakukan tugasnya sebagai pelayan publik yang profesional. Nilai-nilai
dasar tersebut antara lain, akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu dan anti korupsi. Selain itu tiga mata diklat Whole of
Government, manajemen ASN dan pelayanan publik turut serta diterapkan
dalam setiap rancangan kegitan. (tambahkan output / harapan dari isu ibu)

B. SARAN
Dalam pelaksanaan rancangan aktualisasi ini, diharapkan penulis
selaku petugas mampu secara profesional menjalankan tugas pokok dan
fungsinya sebagai nutrisionis. Selain dari hal tersebut, penulis meminta
kepada semua pihak untuk berkenan menuntun dan memberikan saran
dan masukan demi terlaksananya rancangan aktualisasi ini. Sehingga
dengan adanya masukan dari pihak lain khususnya para pembimbing dan
senior dapat menjadikan penulis mejadi Aparatur Sipil Negara yang
memiliki profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas pokok
dan fungsi sebagai nutrisionis. (pengulangan kata dari kalimat awal
paragraf)