Anda di halaman 1dari 7

BAB I

DEFINISI

1. Penarikan obat
Tindakan yang dilakukan bilamana terjadi penarikan obat-obat yang hampir
Expire Date. Tindakan yang dilakukan oleh distributor obat untuk menarik obat yang
hampir kadaluarsa atau obat yang bermasalah. Penarikan obat adalah pengembalian
obat-obat yang telah ditarik dari peredaran oleh produsen dikarenakan alasan-alasan
tertentu seperti terjadinya efek klinis yang tidak diharapkan.
Penarikan obat merupakan suatu proses penilaian kembali (re-evaluasi)
terhadap obat jadi yang telah terdaftar dan beredar di masyarakat,terutama terhadap
obat-obat yang mempunyai resiko tinggi, komposisi dianggap tidak rasional, indikasi
tidak tepat dan pemborosan karena efek terapi yang tidak bermakna untuk menjamin
bahwa obat yang diberikan oleh instalasi adalah obat yang efektif, aman, dan
aseptabel
Tujuan penarikan obat adalah :
a. Untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan pasien.
b. Melindungi konsumen dari penyalagunaan obat- obatan dan penggunaan sediaan
farmasi yang tidak memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan kemanfaatan.
c. Sebagai acuan penerapan langkah langkah penarikan obat untuk memastikan obat
yang sudah ditarik ijin edarnya tidak lagi digunakan di instalasi rawat inap maupun
rawat jalan.

2. Pengelolaan obat kadaluarsa


Perbekalan farmasi yang kadaluarsa adalah perbekalan farmasi yang telah
lewat batas akhir yang ditetapkan oleh pabrik pembuatnya dimana obat sudah tidak
dijamin lagi khasiat dan keamanananya.
Perbekalan farmasi yang rusak adalah perbekalan farmasi yang telah mengalami
perubahan fisik, kimia maupun biologi sehingga tidak memenuhi spesifikasinya.
Obat-obatan yang mendekati kadalursa dan yang sudah kadaluarsa perlu
penanganan khusus. Obat-obatan yang mendekati kadaluarsa baik di ruang perawatan
maksimal 2 bulan sebelum kadaluarsa harus segera diserahkan ke Unit Farmasi dan
dibuatkan berita acara. Sedangkan untuk obat yang sudah kadaluarsa baik di ruang
perawatan, harus dilaporkan ke Unit Farmasi dan dibuatkan berita acara untuk
diserahkan ke Unit Farmasi. Setelah itu dilakukan serah terima dengan bagian logistic
farmasi untuk disimpan di gudang obat kadaluarsa (dikarantinakan) dan
ditindaklanjuti

3. Pemusnahan obat
Pemusnahan obat adalah kegiatan penyelesaian terhadap obat-obatan yang
tidak terpakai terhadap obat-obatan yan g tidak terpakai karena kadaluarsa, rusak.
atau mutunya sudah tidak memenuhi standar.
Merupakan kegiatan penyelesaian terhadap perbekalan farmasi yang tidak
terpakai karena kadaluarsa, rusak, mutu tidak memenuhi standar yang berlaku dengan
cara membuat usulan penghapusan perbekalan farmasi kepada pihak terkait sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Tujuan dari pemusnahan ini adalah :
a. Melindungi masyarakat dari bahaya yang di sebabkan oleh penggunaan obat atau
perbekalan kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu, keamanan dan
kemanfaatan
b.Menghindari pembiayaan seperti biaya penyimpanan, pemeliharaan, penjagaan atas
obat atau perbekalan kesehatan lainnya yang sudah tidak layak pakai
c. Untuk menjamin perbekalan farmasi yang sudah tidak memenuhi syarat dikelolah
sesuai dengan standar yang berlaku. Adanya penghapusan akan mengurangi beban
penyimpanan maupun mengurangi resiko resiko terjadi penggunaan obat yang sub
standar.
BAB II
RUANG LINGKUP

1. Penarikan obat
Unit pelayanan resep rawat jalan, unit pelayanan resep rawat inap, unit pelayanan
depo Kamar Operasi, unit pelayanan depo IGD.
2. Pengelolaan obat kadaluarsa
Unit pelayanan resep rawat jalan, unit pelayanan resep rawat inap, unit pelayanan
depo Kamar Operasi, unit pelayanan depo IGD.
3. Pemusnahan obat
Instalasi Farmasi meliputi setiap depo/satelit/unit, Balai Pengawasan Obat dan
Makanan, Dinas Kesehatan, Unit penanganan Limbah di Rumah Sakit
BAB III
TATA LAKSANA

1. Penarikan obat
a. Prosedural penarikan obat di depo/satelit/unit (temuan sendiri/Instalasi)
1) Catat nama dan nomer batch/lot produk.
2) Telusuri nomer barcode produk.
3) Telusuri histori mutasi stok keluar.
4) Catat lokasi stok disimpan atau nama pasien yang telah dilayani.
5) Kirimkan memo pemberitahuan penarikan ke depo/satelit/unit dimana produk
disimpan.
6) Beritahukan pada pasien akan penarikan produk, bila diperlukan proses
penarikan hingga ke tangan pasien. Ambil produk dari lokasi penyimpanan
(depo dan pasien).
7) Lakukan proses “karantina” produk dengan memberi label “JANGAN
DIGUNAKAN” sampai produk diambil oleh distributor/pabrik.
8) Setelah dilakukan pendataan daftar obat yang ingin ditarik selanjutnya :
a) mencari nomor faktur pembelian dikomputer.
b) mengambil faktur pembelian barang.
c) menghubungi PBF yang terkait perihal penarikan obat-obat rusak
tersebut.
9) Dokumentasikan nama, nomer batch / Lot obat yang ditarik, tindakan yang
diambil dan hasil penarikan produk. Dokumen disertai dengan lampiran form
pemberitahuan penarikan dari distributor serta dokumen serah terima barang
dengan distributor / pabrik.

b. Jika ada supplier/pabrik farmasi memberikan surat edaran tentang penarikan obat
kepada instalasi farmasi (temuan dari distributor/pabrik), maka :
1) Berikan surat edaran penarikan obat tersebut kepada instalasi rawat inap dan
rawat jalan .
2) Tarik obat yang dimaksud dari tiap-tiap instalasi dan pastikan bahwa obat
tersebut sudah tidak ada di ruangan;
a) Catat jenis obat, dosis, no batch, dan merk yang ditarik
b) Catat jumlah obat dan tanggal kadaluwarsa yang ditarik
c) Tanda tangani kolom nama yang menyerahkan dan yang menerima
perbekalan farmasi yang ditarik.
3) Kumpulkan dan serahkan kepada bagian pengadaan untuk kemudian
dikembalikan ke supplier

2. Pengelolaan obat kadaluarsa


a. Pemeriksaan tanggal kedaluwarsa :
1) Lakukan pemeriksaan tanggal kadaluwarsa secara berkala (1, 2 atau 3 bulan
sekali)
2) Lakukan pemeriksaan tanggal kadaluwarsa melalui 2 (dua) cara yaitu
a) Pemeriksaan secara berkala untuk masing-masing sediaan farmasi-alat
kesehatan
b) Lakukan pemeriksaan pada saat pengambilan obat pada tahapan
penyiapan sediaan farmasi-alat kesehatan

b. Pengelolaan obat yang mendekati kadaluarsa


Langkah-langkah yang dilakukan terhadap pbat-obat yang mendekati kadaluarsa
:
1) Unit Farmasi akan selalu membuat pelaporan obat-obat yang akan kadaluarsa
maksimal 2 bulan sebelum kadaluarsa
2) Pelaporan tersebut akan diberikan kepada dokter-dokter dan meminta kepada
para dokter untuk dapat membantu memakai obat-obat tersebut
3) Pelaporan tersebut juga dilaporkan ke manajemen
4) Bagian Purchasing farmasi akan melaporkan obat-obat yang mendekati
kadaluarsa tersebut kepada distributor masing-masing obat sesuai dengan
kebijakan distributor tersebut dalam menerima retur obat-obat mendekati
kadaluarsa
5) Apabila telah disepakati maka obat-obat mendekati kadaluarsa akan diretur
ke distributor obat tersebut dan akan diberikan pengganti obat yang masa
kadaluarsanya lebih panjang.
c. Pengelolaan Obat yang telah Kadaluarsa
Beberapa jenis obat kadaluarsa tidak dapat diretur seprti langkah diatas
dikarenakan oleh beberapa sebab antara lain obat tersebut merupakan jenis obat
life saving yang harus selalu ada dank arena proses pengadaannya harus diimport
(beli putus), selain itu juga obat-obat dari daftar BPJS yang memang dlaam
kebijakannya tidak bisa diretur.
Langkah-langkah yang dilakukan terhadap obat-obatan yang kadaluarsa :
1) Unit farmasi tetap akan berusaha melaporkan kepada distributor untuk
dicarikan jalan keluar yang baik
2) Apabila tidak berhasil maka akan dibuatkan berita acara mengenai obat-obat
yang kadaluarsa tersebut
3) Kemudian obat-obatan tersebut akan diserahkan kepada tim K3RS untuk
dimusnahkan dan dibuatkan berita acara pemusnahannya

3. Pemusnahan obat
a. Melakukan inventarisasi terhadap sediaan obat yang akan dimusnahkan (daftar
terlampir)
Barang-barang yang rusak atau kadaluarsa di masing-masing tempat dipisahkan,
dikeluarkan, dicatat pengeluarannya pada kartu stock, disimpan dalam wadah
sendiri dan dikirim ke gudang farmasi.
Pada wadah di beri keterangan :
1) Nama barang
2) Spesifikasi barang
3) Jumlah barang
4) Tanggal kadaluarsa
5) Atau jenis kerusakan
Petugas gudang farmasi akan membuat laporan barang yang rusak kepada Kepala
Instalasi Farmasi yang berisi :
1) Nama Barang
2) Spesifikasi barang
3) Tanggal kadaluarsa
4) Atau jenis kerusakan
5) Jumlah barang
b. Menyiapkan administrasi yaitu laporan dan berita pemusnahan
c. Mengkordinasikan jadwal, metode dan tempat pemusnahan kepada pihak terkait
yaitu dinas kesehatan dan balai pengawasan obat dan makanan
d. Menyiapkan tempat pemusnahan
e. Melakukan pemusnahan di sesuaikan dengan jenis dan bentuk sediaan
Berdasarkan jenis dan spesifikasi barang, kepala instalasi melakukan pemusnahan
perbekalan farmasi
f. Membuat laporan pemusnahan
Kepala instalasi farmasi membuat berita acara pemusnahan perbekalan farmasi.
BAB IV
DOKUMENTASI

1. Berita acara pemusnahan obat kadaluarsa/ rusak


2. Berita acara pemusnahan obat narkotika
3. Spo penarikan kembali perbekalan farmasi