Anda di halaman 1dari 31

MODUL

TEKNOLOGI JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN)


SMK/MAK KELAS XI

PPGDJ 2019

FUNGSI ALAT KERJA


FIBER OPTIC

Saparuddin,S.kom
19330352510095
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Teknologi jaringan berbasis Luas (WAN) adalah salah satu mata pelajaran SMK Program Keahlian
Teknik Komputer dan Jarigan, bagi siswa Kelas XI Semester 1 dan 2. Mata pelajaran ini termasuk dalam
struktur kurikulum sekolah menengah kejuruan.
Mata Pelajaran ini di ajarkan selama satu tahun, yaitu pada Kelas XI. Jumlah jam tatap muka mata
pelajaran keahlian memang tergolong banyak mengingat mata pelajaran ini merupakan kompetensi
penting yang membantu siswa untuk tekun bekerja sebagai seorang teknisi jaringan dalam melayani
masyarakat dengan professional.

B. DESKRIPSI
Buku ini merupakan bahan ajar yang membahas tentang mata pelajaran Teknologi Jaringan berbasis Luas
(WAN) kelas XI dengan ruang lingkup Pembahasan sebagai berikut.
Jaringan Fiber Optik
Alat Kerja dan Penyambungan fiber optic

C. KOMPETENSI INTI
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

D. KOMPETENSI DASAR
3.6 Menerapkan Fungsi Alat Kerja Fiber Optic
4.6.Menggunakan Alat Kerja Fiber Optic
E. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menjelaskan K3 penggunaan alat kerja fiber optic
2. Menjelaskan fungsi dan jenis alat kerja fiber optic
3. Menunjukan masing-masing jenis alat kerja fiber optic
4. Mendemonstrasikan penggunaan alat kerja fiber optic

F. MATERI PEMBELAJARAN
Uraian Materi
1. Menerapkan Prosedur Kesehatan, Keselamatan Dan Keamanan Kerja.
A. Keselamatan kerja pada penyambungan fiber optik.
Dalam panyambungan fiber optik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Kebersihan tempat maupun alat kerja.
a) Sebelum bekerja yakinkan bahwa alat berfungsi dengan baik (sudah dikalibrasi)
b) Tempat dan alat bekerja harus bersih dari debu atau kotoran yang lain.
c) Setelah selesai bekerja alat dan tempat kerja dibersihkan dari sisa pekerjaan seperti potongan optik,
jelly yang menempel dan kotoran lainnya.
2. Kelengkapan keselamatan kerja
Pekerjaan penyambungan optik baik dalam penangan closure / sarana alat sambung maupun
penyambungan fiber mempunyai beberapa kelengkapan keselamatan kerja yaitu:
a) Sarung tangan.
b) Isolasi / Lak ban.
c) Kacamata pelindung.
3. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja.
1) Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabel
a) Gunakan alat / perkakas kerja yang benar.
b) Memakai sarung tangan untuk pekerjaan seperti penarikan kabel, pengupasan kulit kabel,
terminasi kabel.
c) Perhatikan lekuk kabel pada rute menikung, perhatikan aturan bending kabel.
2) Pekerjaan penyambungan fiber (serat) optik
a) Gunakanlah sarung tangan.
b) Gunakan kacamata pelindung mata (bila ada).
c) Sisa potongan optik dibersihkan dari alat maupun tempat kerja dengan cara diambil dengan lack
band dan dibungkus kembali dengan lack band, kemudian dibuang ke tempat sampah.
d) Jangan menyentuh langsung fiber optik yang sudah dikupas dengan tangan telanjang.
e) Jangan meniup potongan fiber optik.

B. Keselamatan kerja di jalan.


Hal-hal yang perlu dipenuhi dalam bekerja di jalan, sbb:
1. Perijinan
2. Kewajiban penanggung jawab lapangan
1) Memprediksi arus lalu lintas, terutama jam sibuk.
2) Mencegah masuknya pihak ketiga.
3) Bila perlu menempatkan petugas lalu-lintas.
3. Penempatan material dan peralatan kerja
1) Atur peralatan dan material agar tidak mengganggu lalulintas.
2) Gunakan lampu penerangan, khususnya malam hari.
4. Cara parkir
1) Tempatkan kendaraan ke arah datangnya lalulintas.
2) Aktifkan rem tangan dan persneling pada rendah atau posisi mundur.
3) Ganjal roda bagian depan maupun belakang.
4) Menyediakan jalur bagi pejalan kaki.
5) Menyediakan jalur bagi kendaraan umum.
5. Pemasangan rambu pengaman
1) Tujuan
a. Untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang adanya kegiatan.
b. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
2) Jenis rambu-rambu
a. Papan peringatan.
b. Lampu (flashing light).
c. Safety cone, safety bar, pagar/ tali pembatas, bendera dll.
3) Hal-hal yang harus diperhatikan
a. Harus dipasang walaupun pekerjaan hanya sebentar.
b. Harus jelas dan nampak dari kejauhan.
c. Saat memasang, harus dilakukan dari arah datangnya kendaraan dan sebaliknya pada saat
pengambilan.
d. Pastikan rambu-rambu tersebut masih berfungsi dengan baik.
4) Penempatan rambu-rambu pengaman

C. Keselamatan kerja di manhole


Didalam MH kemungkinan ada gas-gas yang membahayakan atau berkurangnya oksigen yang tidak
dapat dideteksi panca indera. Oleh sebab itu sebelum melakukan kegiatan didalam MH harus dilakukan:
Ventilisasi, pengukuran gas, dan mengeluarkan air dari dalam MH, dll.
Hal-hal harus diperhatikan:
a) Gunakan tangga khusus waktu masuk kedalam MH
b) Gunakan tali atau kantong untuk me- nurunkan/menaikkan material & peralatan.
c) Bekerja di MH paling sedikit harus dilakukan 2 orang (1 orang harus berada diluar MH
d) Jangan menyalakan api di dalam MH

Ventilisasi :
Tujuan : Menghilangkan gas-gas berbahaya serta mencukupi kandungan oksigen. Hal-hal yang perlu
diperhatikan :
a) Gunakan ventilator MH
b) Tempatkan pada posisi yang menguntungkan
c) Jarak antara ujung pipa dengan dasar MH + 30 cm
d) Ventilasi minimum 5 x volume bagian dalam MH.
e) Selama bekerja, sebaiknya ventilasi dilakukan secara berkesinambungan.

Pengukuran udara di dalam MH


Tujuan : untuk mengetahui kandungan udara di dalam manhole.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a) Pastikan bahwa kondisi “Gas Detector” dalam keadaan baik
b) Pengecekan udara minimal di 5 titik yang berbeda secara horisontal dan vertikal.

Gejala pada tubuh akibat kekurangan oksigen

Kadar oksigen Gejala

16 % Sesak nafas, detak jantung bertambah cepat,Sakit kepala, muntah

12 % Sakit kepala, lemas (bisa pingsan atau


Meninggal dalam MH)

10 % Muka pucat, sulit bernafas, pingsan

8% Pingsan (bisa meninggal dalam7-8 menit)Jika terus berlanjut

6% Pingsan dalam satu tarikan nafas. Nafas ber-Henti dan akan


meninggal dalam 6 menit

D. Keselamatan kerja di atas tiang


Hal-hal yang perlu diperhatikan:
1) Sebelum menggali tanah, periksa jaringan lainnya yang ada di dalam tanah.
2) Pasang aksesoris sebelum tiang didirikan.
3) Saat akan naik keatas tiang, periksa kondisi tiang.
4) Kenakan sabuk pengaman, helm, sarung tangan, dsb.
5) Hentikan kegiatan saat hujan turun yang disertai dengan petir

II. Fungsi dan Alat Kerja Fiber Optic

1. Fusion Splicer

Fusion Splicer yaitu suatu alat yang digunakan untuk menyambung core Serat Optik yang berbasis
kaca yang mengimplementasikan daya listrik yang sudah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk
sinar laser yang berfungsi memanasi kaca yang putus pada core sehingga terhubung kembali secara baik.
Alat sambung splicer ini harus memiliki keakuratan tinggi sehingga pada saat penyambungan (splicing)
bisa mendekati sempurna, karena proses terjadinya pengelasan media kaca terjadi proses peleburan kaca
yang menghasilkan suatu media yang tersambung dengan utuh tanpa adanya celah karena memiliki karakter
media yang memiliki senyawa yang sama. Penyambungan bisa saja tidak utuh, karena tidak mengikuti
prosedur penyambungan yang benar. Bila hal ini terjadi maka proses penyambungan harus diulangi lagi,
hingga mendekati redaman yg sekecil-kesilnya (dibawah 0.2 dB)
Penyambungan melalui pengelasan oleh alat sambung harus mengikuti peraturan-peraturan dan
kebersihan yang ketat yang harus dipatuhi oleh seorang teknisi karena bila terjadi pelanggaran-pelanggaran
yang disengaja untuk memudahkan proses penyambungan maka akan mengakibatkan hasil kerja tidak
sempurna karena akan menghasilkan suatu nilai dari alat sambung yang menunjukkan Bit Error Rate ( BER
) yang tinggi bila dipaksakan dipergunakan akan mengakibatkan alur transmisi ke perangkat akan tidak
sempurna karena memiliki resistansi.
2. Alat ukur Serat Optik (OTDR)

OTDR (Optical Time-Domain Reflektometer) merupakan alat untuk mendeteksi kontinuitas suatu
kabel Serat Optik dalam jarak tertentu sehingga bisa menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan
ukuran gangguan yang terjadi sehingga troubleshooting dapat dilaksanakan dengan baik karena akan
dengan mudah menentukan letak lokasi gangguan yang terjadi dengan referensi jarak hasil ukur dari
perangkat alat ukur OTDR. Atau dengan kata lain OTDR merupakan alat yang dapat digunakan untuk
mengevaluasi suatu serat optik pada domain waktu.

Mekanisme Kerja OTDR


Umumnya mekanisme kerja OTDR adalah sebagai berikut :
1. Sinyal-sinyal cahaya dimasukkan ke dalam serat optik.
2. Sebagian sinyal dipantulkan kembali dan diterima oleh penerima.
3. Sinyal balik yang diterima akan dinyatakan sebagai loss.
4. Waktu tempuh sinyal digunakan untuk menghitung jarak.

Berdasarkan mekanisme kerja di atas dapat ditentukan beberapa parameter yang dapat diukur pada OTDR
salah satunya yaitu :
1. Jarak Dalam hal ini titik lokasi dalam suatu link, ujung link atau patahan.
2. Loss Loss untuk masing splice atau total loss dari ujung ke ujung dalam suatu link.
3. Atenuasi Atenuasi dari serat dalam suatu link. 4. Refleksi Besar refleksi (return loss) dari suatu event.
Fungsi OTDR
Beberap fungsi yang dapat dilakukan oleh OTDR yaitu :
1. Mengukur Loss per satuan panjang. Loss pada saat instalasi serat optik mengasumsikan redaman serat
optik tertentu dalam loss per satuan panjang. OTDR dapat mengukur redaman sebelum dan setelah instalasi
sehingga dapat memeriksa adanya ketidaknormalan seperti bengkokan (bend) atau beban yang tidak
diinginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
X [dBW] = A [dB] – α . L [dB}
X = Besarnya daya untuk jarak
L A = Daya awal yang diberikan OTDR ke serat optik untuk OTDR mini,
Amax adalah 31
dBW α = Redaman (dB/km)
L = Panjang Sehigga dengan membaca grafik X dan L, akan didapat α (redaman), dan dengan
membandingkannya dengan loss budget akan dapat disimpulkan apakah telah terjadi ketidak normalan.

2. Mengevaluasi sambungan dan konektor Pada saat instalasi OTDR dapat memastikan apakah redaman
sambungan dan konektor masih berada dalam batas yang diperbolehkan.
3. Fault Location Fault seperti letaknya serat optik atau sambungan dapat terjadi pada saat atau instalasi
atau setelah instalasi, OTDR dapat menunjukkan lokasi faultnya atau ketidaknormalan tersebut. Hal ini
dapat dilakukan dengan melihat jarak terjadinya end of fiber pada OTDR, jika kurang dari jarak sebenarnya
maka pada jarak tersebut terjadi kebocoran/ kerekatan (asumsi set OTDR benar). End of fiberpada OTDR

ditandai dengan adanya daya dB (dapat disesuaikan dengan menset) yang berfluktuasi. OTDR, pulse
width, disperse, rise time merupakan domain waktu, sedangkan bandwidth, merupakan domain frekuensi.

Istilah Pada OTDR


Adapun beberapa istilah yang perlu diketahui dalam pengukuran yaitu :
a. Dead zone Daerah pada serat optik dimana perubahan daya terjadi tidak secara linier, dan hal ini tidak
dapat dianalisis. Panjang dead zone ini biasanya untuk serat optik yang ada di pasaran adalah 25 m. Pada
OTDR, grafiknya akan terlihat seperti lonjakan daya sesaat pada awal serat optik.
b. Dynamic Range Panjang (jangkauan) maksimum yang dapat ditampilkan oleh OTDR pada sumbu
horizontal.
c. Even Zone Daerah dimana dua kejadian akan terdeteksi sebagai satu kejadian.
d. End of Fiber Merupakan ujung dari fiber optik.
3. Stripper Atau Miller

Tang Pengupas ini digunakan untuk mengupas kabel FO.Ada beberapa ukuran lubang yang
menyesuaikan dengan lapisan-lapisan pelindung kaca fiber. Alat pemotong ini jarang dijual di pasaran,
biasanya alat ini include menjadi satu tool kit.
Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kabel coaxial dan UTP, kabel fiber optic juga
memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging
kabel.

4. Alkohol dan Tysu


Alkohol dan tissue digunakan untukmembersihkan kaca pada kabel fiber optic. kebersihan kaca
mempengaruhi kualitas kabel pada saat dilakukan splicing. Kaca yang kotor mengakibatkan loss decibel
yang besar

5. Cleaver

Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah
dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena
pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka
tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing
6. Optical Power Meter (OPM)
Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang
sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC.
Bagi kalian yang belum mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses ini, berikut adalah
rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)

Light Source

Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan
dilaluinya, misalnya untuk mengukur suatu redaman jalur atu end to end dimana Light Source ini akan
berfungsi sebagai media yang memberi signal-nya

Optical Fiber Identifier


Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang
di laluinya

Visual Fault Locator

Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber optic. Fungsinya untuk melakukan pengetesan
pada core fiber optic. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai Ke User
(end to end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan

Bit Error Rate Test


Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi) yang mana jaringan
TDM aplikasinya yaitu layanan Clear Channel yang sedang coba di uraikan penulis. Secara spesifiknya
BER TES untuk mengecek dan mengetahui TX atau RX yang error, melalui pengiriman paket dan lup

Fiber Optic Adapter

Fiber Optik Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan untuk melakukan
penyambungan/menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain. jika penyambungan dilakukan
terhadap kabel fiber optik yang memiliki konektor berbeda maka fiber optik adapter disebut fiber optik
adapter hibrid atau Special Adapter

3.1 Teknik Penyambungan Serat Optik Dengan Metode Fusion Splicing

Teknik Penyambungan Serat Optik Dengan Metode Penyambungan Fusi (Fusion splicing) adalah
penyambungan serat optik yang dilakukan dengan cara melakukan pemanasan pada ujung sambungan dan
menggunakan lelehannya sebagai perekatnya sehingga terbentuk suatu sambungan baru
Teknik Penyambungan Serat Optik Dengan Metode Penyambungan Fusi (Fusion splicing)
merupakan suatu teknik penyambungan serat optik untuk menyambung dua fiber secara permanen dan
rugi-rugi penyambungan yang didapat pun kecil karena penyambungan menggunakan suatu alat yaitu
fusion splicer.

Prosedur Kerja
Metode ini merupakan salah satu metode sederhana untuk penyambungan serat optik, tetapi
juga memiliki banyak kendala bila pada saat pemotongan tidak rata dan hati-hati, karena inti dalam
serat optik mudah patah.Berikut ini adalah peralatan yang diperlukan dalam melakukan proses
splicing.
1. - Lupsheat cutter (untuk mengupas kulit PE kabel)

Gambar 3.1 Lupsheat Cutter

2. Fiber Stripper ( untuk mengupas pelindung serat optik )

Gambar 3.2 Fiber Stripper


3. Fiber Cleaver/ Fiber cutter ( untuk memotong serat optik )
Gambar 3.3 Fiber Cleaver
4. Fusion Splicer ( sistem peleburan yang menggunakan sistem mekanik )

Gambar 3.4 Fusion Splicer


5. Toolkit ( Tang, Obeng, Pisau, Cutter, Gunting, Palu, Kunci pas, Meteran, dll )

6. Alkohol 90 %

Gambar 3.5 Alkohol


7. Tissue / Kain majun
Gambar 3.6 Tissue
8. Kabel Fiber Optik

3.2 Prosedur penyambungan kabel

1. Kupas kulit kabel menggunakan lupsheat cutter, panjang kupasan disesuaikan dengan jenis
penyambungan yang dipakai seperti gambar berikut.

Gambar 3.7 Panjang Kupasan Kulit Kabel Fiber Optik


2. Ambil salah satu ujung serat optik kemudian kupas pelindung serat optik (secondary coating)
tersebut dengan fiber stripper, panjang ujung serat optik yang dikupas kurang lebih 4 cm.

Gambar 3.8 Langkah Pengelupasan Kabel Fiber Optik


3. Bersihkan ujung serat optik tersebut ( untuk menghilangkan primary coating ) dengan tissue yang
sudah dibasahi dengan alkohol 90%.
Gambar 3.9 Langkah Pembersihan Serat Optik Menggunakan Alkohol
4. Potong ujung serat optik tersebut dengan fiber cutter/ fiber cleaver, periksa hasil pemotongan dan
serat optik pada mikroskop. Berikut ini contoh hasil pemotongan yang baik dan tidak baik

Gambar 3.10 Contoh Pengelupasan dan Pembersihan yang Baik dan Tidak Baik
Jika hasil pemotongan maupun pembersihan berhasil baik maka proses penyambungan dapat
dilakukan, namun bila hasil potongan dan pembersihan tidak baik maka proses diatas harus diulangi.
Lakukan pemotongan dan pembersihan pada ujung serat optik dari kabel pasangannya kemudian
sambungkan. Fusion splicer dapat berjalan otomatis bila hasil pemotongan baik. Jika tidak berjalan
maka akan muncul message error pada layar monitor.
5. Kemudian masukkan plastik khusus di salah satu fiber optic yang ada.
6. Selanjutnya masukkan kedua fiber optic bersama dengan patchcordnya secara berhadapan. Lalu
tutup splicer untuk memulai proses splicing.
Gambar 3.11 Peletakkan Kabel secara Berhadapan
7. Tekan tombol hijau untuk memulai proses Splicing

Gambar 3.12 Tombol Hijau untuk Memulai Proses Splicing

8. Selanjutnya tunggu proses penyambungan berlangsung. Berikut contoh gambar pross penyambungan.
Gambar 3.13 Contoh Proses Penyambungan Serat Optik

9. Bila penyambungan berhasil dengan baik maka periksa redaman yang terjadi pada sambungan
tersebut. Batas maksimal redaman adalah 0,2 dB/splice. Bila hasil redaman melebihi batas,
penyambungan dapat diulang kembali.
Gambar 3.14 Contoh Hasil Redaman yang Baik

10. Jika sudah selesai, letakkan plastik khusus tadi menuju tengah bagian yang disambung.
Selanjutnya tutup sambungan dengan fusion sleeve dan kemudian panaskan/oven dengan fusion
splicer (biasanya terdapat di bagian depan fusion splicer).

Gambar 3.15 Peletakan Plastik Khusus Sebelum Melakukan Pengovenan


11. Setelah itu tekan tombol kuning untuk memulai proses pengovenan. Lalu tunggu pengovenan
berlangsung.

Gambar 3.16 Tombol Kuning untuk Memulai Pengovenan


12. Jika sudah selesai, buka fusion sleeve dan ambil fiber optic anda dan proses splicing telah selesai

3.3 Pengukuran Loose


1.Mengukur Loss dengan menggunakan OLS dan OPM

Mengukur Loss suatu peralatan pasive pada sistem komunkasi serat optik, sangat diperlukan. Karena
untuk mengetahui karateristik dari alat tersebut, kegunaan mengukur loss pada peralatan pasive pada
sistem komunikasi serat optik adalah, untuk ;
 Mengetahui apakah peralatan tersebut sesuai standard teknis untuk operasional.
 Mengetahui apakah peralatan tersebut mengalami gangguan teknis.
Alat yang digunakan adalah ;
Optical Light Source, yaitu suatu suatu alat yang berfungsi sebagai pemancar sinyal optik.Alat ini adalah
memancarkan sinar LASER, dengan Class yang sudah ditetapkan oleh pabrik .

pembuatnya, pada umum ya menggunakan Laser Class-1 = -4 dBm dan Class-2 = 0 dBm. Pada OLS
terdapat simbol radiasi LASER, yang menandakan bahwa dilarang menatap langsung sumber sinar
LASER (adapter out/in) karena dapat mengakibatkan kerusakan retina mata.
Pada OLS terdapat beberapa setting yaitu ; Lambda/ atau panjang gelombang :
850 nm digunakan untuk mengukur multimode
1310 nm digunakan untuk mengukur singlemode dengan jarak yang relatif pendek (10 km).
1550 nm digunakan untuk mengukur single mode dengan jarak jauh backbone (diatas 10 km)
Setting Mode :
untuk mengukur fiber optic jenis singlemode gunakan CW = Continous Wave, sedangkan jenis
Multimode guakan 270 Hz

2. Optical Power Meter (OPM).


Alat ini adalah berfungsi sebagai penerima sinyal optik, Kegunaan dari OPM adalah untuk ;
Menerima Sinyal Optik.
1) Merubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik dan diukur dalam skala dBm.
2) Menampilkan hasil pengukuran pada display
Proses Mengukur Loss.
Dalam hal ini contoh mengukur loss suatu patchcord.

1. Siapkan patchcord yang akan diukur


2. Siapkan OLS yang sudah diketahui class Laser pemancar,misal class-1

3. Pasang Patchcord yang akan diukur pada OLS dan OPM.


4. Pastikan semua konektor terpasang pada adapter dengan tepat, jangan sampai longgar.
5. Hidupkan power (ON) OPM dan OLS
6. Lakukan setting pada OLS yaitu 1) Panjang Gelombang misal 1.310 nm 2) Mode = CW dan lakukan
setting pada OPM yaitu 1Panjang Gelombang = 1.310 nm.
7. Amati display pada OPM, misal = -6,99 dBm (nilai tersebut adalah PRx)

7. Lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus PRx = PTx - Loss


atau Loss = PTx - PRx
Loss = (class-1) - (-6,99 dBm)
Loss = -4 dBm + 6,99 dBm
Loss = 2,99 dB dibulatkan menjadi 3 dB
8. Maka artinya loss patchcord yang diukur adalah = 3 dB

RANGKUMAN

Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastic yang snagat
halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari
satu tempat ketempat lain.
Peralatan yang digunakan untuk fiber optik yaitu sebagai beriku;

a. Power Meter digunakan untuk mmengecek loose pada kabel. Cara kerjanya hamper sama dengan
OTDR hanya saja power meter lebih detail dalam perhitungan loose.
b. Fusion Splicer yaitu suatu alat yang digunakan untuk menyambung core Serat Optik yang
berbasis kaca yang mengimplementasikan daya listrik yang sudah dirubah menjadi sebuah media
sinar berbentuk sinar laser yang berfungsi memanasi kaca yang putus pada core sehingga
terhubung kembali secara baik.
c. OTDR (Optical Time-Domain Reflektometer) merupakan alat untuk mendeteksi kontinuitas suatu
kabel Serat Optik dalam jarak tertentu sehingga bisa menghasilkan jarak dari dua sisi yang
merupakan ukuran gangguan yang terjadi sehingga troubleshooting dapat dilaksanakan dengan
baik karena akan dengan mudah menentukan letak lokasi gangguan yang terjadi dengan referensi
jarak hasil ukur dari perangkat alat ukur OTDR.
d. Stripper Atau Miller /Tang Pengupas ini digunakan untuk mengupas kabel FO.Ada beberapa
ukuran lubang yang menyesuaikan dengan lapisan-lapisan pelindung kaca fiber.
e. Alkohol dan tissue digunakan untukmembersihkan kaca pada kabel fiber optic. kebersihan kaca
mempengaruhi kualitas kabel pada saat dilakukan splicing. Kaca yang kotor mengakibatkan loss
decibel yang besar
f. Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah
dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus
ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih.
g. Fiber Optic Adapter, Fiber Optik Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan untuk
melakukan penyambungan/menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain
UJI KOMPETENSI

A. Berilah tanda silang pada huruf a,b,c,d,atau e di depan jawaban yang paling tepat!

1. Menggunakan Sarung tangan merupakan bagian dari…

A. Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabel

B. Pekerjaan penyambungan fiber (serat) optic

C. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja.

D. Kelengkapan keselamatan kerja

E. Kebersihan tempat maupun alat kerja

2. Alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik adalah

A. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)


B. Optical Power Meter (OPM)

C. Fusion splicer

D. Cleaver Tools

E. Stripper Atau Miller

3. Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang
sudah masuk adalah..

A. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)

B. Optical Power Meter (OPM)

C. Fusion splicer

D. Cleaver Tools

E. Stripper Atau Miller

4. Penyambungan serat optik yang dilakukan dengan cara melakukan pemanasan pada ujung
sambungan dan menggunakan lelehanya sebagai perekatnya sehingga terbentuk suatu sambungan continu
adalah...

A. Fusion Splicing

B. Core Splicing

C. Tube Splicing

D. Bending Splicing

E. Fiber Cleaver

5. Prinsip kerja fusion splicer adalah menggunakan kontrol...

A. Kontrol monitor dalam melakukan penyambungan

B. Kontrol mekanik dalam melakukan penyambungan

C. Kontrol Komputer dalam melakukan penyambungan

D. Kontrol mesin dalam melakukan penyambungan

E. Kontrol layar dalam melakukan penyambungan

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dengan jelas dan benar!


1. Ada beberapa urutan proses penyambungan khususnya untuk keselamatan kerja yaitu salah satu
diantaranya pekerjaan penaganan kabel dan sarana sambung kabel, bagaimana cara
penerapannya?
2. Berdasarkan mekanisme kerja dapat ditentukan beberapa parameter yang dapat diukur pada
OTDR yaitu, jelaskan!
3. Bagaimana cara penggunaan Fusion Cleaver?
4. Jelaskan Cara kerja OPM

Istilah/Glosary

WAN : Wide Area Network


Troubleshooting : Pemecahan permasalahan yang sering terjadi
Software : Piranti lunak, sebuah aplikasi program komputer
Topologi jaringan : Cara menghubungkan antar komputer
Server : Server adalah komputer yang menjadi sentral dan menyediakan fasilitas
bagi komputer-komputer lain
Host : Workstation (komputer pengguna)
Protocol : Aturan

PPP : Point to Point Protocol

DSSS : Direct Sequence Spread Spectrum


OFDM : Othogonal Frequency Division Multiplexing
AP : Access Point
SSID : Service Set Identifier
WEP : Wireless Equivalency Protocol
dB : decibel
EIRP : Effective Isotropic Radiated Power

DAFTAR PUSTAKA

Patwijayanto, Sri Wahyuni, Sumari Agus Prasetyo “TEKNOLOGI JARINGAN BERBASIS LUAS
(WAN)” .2017. Penerbit Andi

https://nusantara.kreatif.win/2018/07/materi-teknologi-jaringan-berbasis-luas_22.html

https://www.komputerdia.com/2017/06/mengenal-alat-alat-fiber-optic-optik-dan-masing-masing-
fungsinya.html