Anda di halaman 1dari 137

Katalog Dalam Terbitan, Kementerian Kesehatan

613.2

Ind Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal


Kesehatan Masyarakat
p

Petunjuk teknis makanan tambahan balita dan ibu


hamil. ──

Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.2019

ISBN 978-602-416-754-7

1. Judul I. NUTRINIONAL REQUIREMENT

II. FOOD SUPPLY III. PREGNANCY

IV. NUTRITION V. CHILD HEALTH SERVICES


KATA PENGANTAR

Gizi berperan penting pada peningkatan


kualitas sumberdaya manusia. Dalam upaya
peningkatan kualitas tersebut diwujudkan pada
komitmen pemerintah sebagaimana tertuang pada
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 42
tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan
Perbaikan Gizi. Gerakan Nasional Percepatan
Perbaikan Gizi dimaksudkan untuk percepatan
perbaikan gizi masyarakat prioritas pada 1000 hari
pertama kehidupan memberikan perhatian besar
terhadap perbaikan masalah gizi di Indonesia
dengan melibatkan semua kementerian dan
lembaga, dunia usaha, pendidikan, dan pemangku
kepentingan lainnya. Berdasarkan pengalaman
global memperlihatkan bahwa kunci keberhasilan
perbaikan gizi adalah penyelenggaraan intervensi
terpadu pada kelompok sasaran prioritas.

Pada RPJMN 2015-2019, telah ditetapkan 6


sasaran dan indikator kinerja pembinaan gizi
masyarakat yaitu : 1) Persentase ibu hamil Kurang
Energi Kronis (KEK) yang mendapat makanan
tambahan, 2) Persentase ibu hamil yang mendapat
Tablet Tambah Darah (TTD) 90 tablet selama masa
kehamilan, 3) Persentase bayi usia kurang dari 6
bulan yang mendapat ASI eksklusif, 4) Persentase

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019 i


bayi baru lahir mendapat Inisiasi Menyusu Dini
(IMD), 5) Persentase balita kurus yang mendapat
makanan tambahan, 6) Persentase remaja puteri
yang mendapat Tablet Tambah Darah (TTD).

Pemberian makanan tambahan atau


suplementasi gizi pada ibu hamil dan anak
merupakan salah satu strategi peningkatan akses
pangan bergizi untuk pemenuhan kebutuhan anak
dan ibu hamil dalam mengatasi masalah gizi.
Karena berdasarkan data Survei Diet Total (SDT)
tahun 2014 dan Pemantauan Konsumsi Gizi (PKG)
tahun 2016 menunjukan masih kurangnya konsumsi
harian ibu hamil dan anak dari kebutuhannya
berdasarkan angka kecukupan gizi.

Pemberian suplementasi gizi adalah suatu


upaya yang dapat dilakukan dalam rangka
mencukupi kekurangan kebutuhan gizi dari
konsumsi makan harian terutama pada kelompok
rawan gizi dan berdampak pada kondisi kesehatan.
Salah satu program suplementasi gizi yang saat ini
dilaksanakan oleh pemerintah yaitu Pemberian
Makanan Tambahan pada balita dan ibu hamil.

Kegiatan pemberian suplementasi gizi saat ini


merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
51 Tahun 2016 tentang Standar Produk

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019 ii


Suplementasi Gizi. Peraturan ini merupakan
penyempurnaan sekaligus pengganti dari
Kepmenkes Nomor 224/Menkes/SK/II/2007
Tentang Spesifikasi Teknis Makanan Pendamping
Air Susu Ibu (MP-ASI) dan Kepmenkes Nomor
899/Menkes/SK/X/2009 Tentang Spesifikasi Teknis
Makanan Tambahan Anak Balita 2-5 Tahun, Anak
Usia Sekolah Dasar dan Ibu Hamil, disesuaikan
dengan perkembangan hukum, ilmu pengetahuan
dan teknologi. Selanjutnya dalam rangka
penyesuaian dengan kebutuhan zat gizi pada tiap
sasaran berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG)
tahun 2013 serta perbaikan tampilan produk
Makanan Tambahan (MT) telah pula dilakukan
perubahan terhadap bentuk kemasan
menyesuaikan dengan aturan pemberian.

Dalam rangka pemberian makanan tambahan


pada Balita, dan Ibu Hamil dapat dilaksanakan
secara efektif dan efisien diperlukan adanya suatu
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan
bagi tenaga kesehatan dan semua pihak terkait.

Semoga buku ini bermanfaat dalam salah satu


upaya mengatasi penanggulangan masalah
kekurangan gizi melalui suplementasi gizi. Ucapan
terima kasih dan penghargaan yang tinggi kami
sampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019 iii


penyusunan buku ini. Saran dan masukan yang
membangun sangat kami harapkan.

Jakarta, Juni 2019

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019 iv


UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah


Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia serta
bimbingannya atas penyusunan Petunjuk teknis
Makanan Tambahan Balita dan Ibu Hamil. Petunjuk
teknis ini disusun sebagai sebagai acuan dan
informasi kepada petugas kesehatan dan pihak
terkait tentang: sasaran dan deskripsi produk
makanan tambahan; penyimpanan dan
pendistribusian MT; pemberian MT kepada sasaran;
makanan tambahan bufferstock serta monitoring
dan evaluasi MT. Buku ini merupakan perbaikan
Petunjuk Teknis PMT tahun 2018 yang mengalami
beberapa penyesuaian sejalan ketentuan yang
berlaku.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan


terima kasih kepada Tim Pengawal
dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan
Pusat (TP4P) Kejaksaan Agung Republik Indonesia
yang telah memberikan masukan yang sangat
bermanfaat untuk penyempurnaan Juknis ini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada
semua pihak yang membantu penyusunan buku ini.

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019 v


Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk
perbaikan.

Jakarta, Juni 2019

Direktur Gizi Masyarakat

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019 vi


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................... i
UCAPAN TERIMA KASIH ............................... v
DAFTAR ISI ..................................................... 1
DAFTAR SINGKATAN ..................................... 3
DAFTAR LAMPIRAN ........................................ 4

BAB I PENDAHULUAN .................................... 5


A. Latar Belakang ..................................... 5
B. Tujuan .................................................. 10
C. Pengertian ............................................ 11
D. Sasaran Pengguna ............................... 13
E. Dasar Hukum ...................................... 13

BAB II DESKRIPSI PRODUK MAKANAN


TAMBAHAN .................................................... 16
A. Makanan Tambahan Balita .................. 16
B. Makanan Tambahan Ibu Hamil ............ 18

BAB III PENGADAAN DAN DISTRIBUSI MT


UNTUK KIRIM KE PUSKESMAS ..................... 21
A. Pengadaan MT .................................... 21
B. Distribusi MT Pengadaan Pusat ........... 22

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019


1
BAB IV PENGADAAN DAN DISTRIBUSI MT
BUFFER STOCK .............................................. 28
A. Pengadaan MT ..................................... 28
B. Distribusi MT Buffer Stock .................... 29

BAB V PENYIMPANAN MAKANAN


TAMBAHAN ..................................................... 32

BAB VI SASARAN PENERIMA MAKANAN


TAMBAHAN DAN ANJURAN PEMBERIAN .... 35
A. Sasaran ................................................ 35
B. Anjuran Pemberian MT Balita............... 36
C. Anjuran Pemberian MT Ibu Hamil ........ 37

BAB VII MONITORING DAN EVALUASI ........ 39


A. Pencatatan dan Pelaporan ................... 39
B. Monitoring............................................. 42
C. Evaluasi ................................................ 45

BAB VIII PENUTUP .......................................... 47

Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019


2
DAFTAR SINGKATAN

AKG : Angka Kecukupan Gizi


AKE : Angka Kecukupan Energi
BBLR : Bayi Berat Lahir Rendah
BB : Berat Badan
BDD : Bidan di Desa
BASTB : Berita Acara Serah Terima Barang
BAPB : Berita Acara Penerimaan Barang
IMD : Inisiasi Menyusu Dini
KEK : Kurang Energi Kronis
KPB : Kartu Persediaan Barang
LiLA : Lingkar Lengan Atas
MP-ASI : Makanan Pendamping Air Susu Ibu
PMT : Pemberian Makanan Tambahan
PB : Panjang Badan
Sd : Standar deviasi
SDT : Survei Diet Total
SBBM : Surat Bukti Barang Masuk
SBBK : Surat Bukti Barang Keluar
TB : Tinggi Badan
TTD : Tablet Tambah Darah
MT : Makanan Tambahan

3
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Panduan Aplikasi Distribusi


Makanan Tambahan Formulir
Lampiran 2 : Perhitungan Luas Gudang
Penyimpanan Makanan Tambahan
Balita dan Ibu Hamil
Lampiran 3 : Stock Opnam Makanan Tambahan
di Puskesmas Formulir
Lampiran 4 : Stock Opnam Makanan Tambahan
di Kabupaten/Kota Formulir
Lampiran 5 : Contoh Form Berita Acara Serah
Terima Barang
Lampiran 6 : Daftar Penerima Makanan
Tambahan
Lampiran 7 : Laporan Pemantauan Makanan
Tambahan di Tingkat
Kabupaten/Kota
Lampiran 8 : Laporan Pemantauan Makanan
Tambahan di Tingkat
Puskesmas
Lampiran 9 : Pemantauan Pendistribusian MT di
Tingkat Kabupaten/Kota
Lampiran 10 : Pemantauan Pendistribusian MT di
Tingkat Puskesmas
Lampiran 11 : Pemantauan Pemanfaatan MT Balita
Lampiran 12 : Pemantauan Pemanfaatan MT Ibu
Hamil
Lampiran 13 : Panduan Pemberian Makanan
Tambahan dan Gizi Seimbang
Berbasis Pangan Lokal

4
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Status gizi yang baik merupakan investasi
berharga bagi bangsa Indonesia untuk
mewujudkan sumber daya manusia Indonesia
yang sehat, cerdas dan produktif untuk
mendukung keberhasilan pembangunan
nasional. Masalah gangguan gizi pada ibu
hamil dan pada bayi dan anak usia di bawah 5
(lima) tahun (balita) merupakan masalah yang
perlu ditanggulangi dengan serius. Seribu hari
kehidupan adalah fase kehidupan emas yang
dimulai sejak terbentuknya janin dalam
kandungan sampai anak berusia dua tahun. Ibu
hamil dengan status Kurang Energi Kronis
(KEK) dapat berdampak pada pertumbuhan
dan kesehatan bayinya. Kekurangan zat gizi
mako dan mikro pada Ibu hamil dan anak
berdampak pada kualitas kehidupan
selanjutnya dan kemakmuran suatu bangsa.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)


memperlihatkan bahwa sejak tahun 2007-2013,
angka kejadian masalah gizi masih tinggi dan
terjadi lintas kelompok sosial ekonomi. Pada
tahun 2018 menunjukkan terjadi penurunan
5
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
prevalensi masalah gizi namun demikian
secara cut off point menjadi masalah
kesehatan, angkanya masih tergolong tinggi.
Balita kurus 12,1 % pada tahun 2013 menjadi
10,2 % pada tahun 2018 dan prevalensi balita
stunting sebesar 37,2% ditahun 2013 menjadi
30,8 % ditahun 2018, sedangkan prevalensi ibu
hamil risiko Kurang Energi Kronis (KEK)
sebesar 24,2% (2013) mengalami penurunan
menjadi 17,3 (2018). Namun disisi lain
prevalensi kekurangan zat gizi mikro seperti
anemia mengalami peningkatan sebesar 11,8
% dari 37,1 % (2013) menjadi 48,9 % tahun
2018, dengan proposi terbesar dialami oleh
wanita usia subur 15 - 24 tahun.

Mengacu pada “The Conceptual Framework of


the Determinants of Child Undernutrition”, “The
Underlying Drivers of Malnutrition”, dan “Faktor
Penyebab Masalah Gizi Konteks Indonesia”
penyebab langsung masalah gizi pada anak
termasuk stunting adalah rendahnya asupan
gizi dan status kesehatan.

Survei konsumsi pangan nasional yang


dilaksanakan tahun 2016- 2017
memperlihatkan bahwa 1 dari lima ibu hamil di
Indonesia mengalami kekurangan gizi, dimana
dari 10 ibu hamil masih terdapat 7 orang yang

6
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
konsumsi kalori dan proteinnya tidak
mencukupi kebutuhan. Demikian pula pada
anak balita 7 dari sepuluh kekurangan kalori
dan 5 dari 10 kekurangan protein. Hasil
penelitian yang dilaksanakan oleh Badan Pusat
Statistik 2017 menampilkan hasil yang sejalan,
pola konsumsi harian masyarakat kita masih
belum baik. Terjadi kecenderungan
peningkatan konsumsi makanan berisiko
kesehatan, dan hanya 1 dari 10 orang
penduduk Indonesia yang cukup konsumsi
sayur dan buahnya. Alokasi konsumsi terbesar
adalah pada makanan dan minuman siap saji.

Konsumsi makanan yang tidak adekuat ini


menyebabkan kejadian gizi buruk pada
awalnya, dalam jangka waktu panjang akan
menjadi gangguan gizi kronis dengan
manifestasinya adalah stunting. dalam upaya
mencegah timbulnya masalah gizi kronis,
kewajiban negara untuk memastikan
masyarakat terutama kelompok rawan
menerima makanan yang kaya gizi baik secara
lokal dan pabrikan.

Amanat Peraturan Presiden Republik


Indonesia Nomor 42 tahun 2013 tentang
Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi
sejalan dengan target SDG's. Gerakan

7
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Nasional Percepatan Perbaikan Gizi
dimaksudkan untuk percepatan perbaikan gizi
masyarakat prioritas pada 1000 hari pertama
kehidupan memberikan perhatian besar
terhadap perbaikan masalah gizi di Indonesia
dengan melibatkan semua kementerian dan
lembaga, dunia usaha, pendidikan, dan
pemangku kepentingan lainnya. Hal ini
bercermin dari pengalaman global menunjukan
bahwa penyelenggaraan intervensi yang
terpadu untuk menyasar kelompok prioritas
merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi.

Pemberian makanan tambahan atau


suplementasi gizi khususnya bagi ibu hamil dan
anak merupakan salah satu strategi
peningkatan akses pangan bergizi untuk
pemenuhan kebutuhan anak dan ibu hamil
dalam mengatasi masalah gizi. Karena
berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) tahun
2014 menunjukan masih kurangnya konsumsi
harian ibu hamil dan anak dari kebutuhannya
berdasarkan angka kecukupan gizi. Lebih dari
separuh balita (55,7%) mempunyai asupan
energi yang kurang dari Angka Kecukupan
Energi (AKE) yang dianjurkan. Pada kelompok
ibu hamil baik di pedesaan maupun perkotaan
lebih dari separuhnya mengalami defisit asupan
energi dan protein.

8
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Penelitian Elisabeth Kristiansson, et all, 2016
berdasarkan hasil analisis data dari 31 negara
memperlihatkan suplementasi makanan
menunjukan adanya kenaikan berat badan
pada keluarga kurang mampu. Demikian
halnya anak-anak usia 6 – 23 bulan yang
diberikan makanan tambahan selama 6 bulan
menunjukan kenaikan berat badan, selanjutnya
ketika MT diberikan bersama edukasi gizi dan
intervensi berbasis pangan lokal maka
kenaikan berat badan menjadi lebih besar.

Berdasarkan hal tersebut pemberian makanan


tambahan yang mengandung zat gizi makro
maupun zat gizi mikro bagi balita dan ibu hamil
sangat diperlukan dalam rangka pencegahan
masalah gizi sejak awal kehidupan seperti Ibu
Hamil KEK, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
dan balita pendek (stunting).

Makanan Tambahan (MT) diberikan pada


seluruh balita usia 6-59 bulan dan ibu hamil
dalam rangka pencegahan balita kurus dan ibu
hamil KEK dengan waktu pemberian maksimal
selama 1 (satu) bulan disertai dengan edukasi
gizi.

9
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Sasaran Balita Kurus usia 6 – 59 bulan dan ibu
hamil KEK dapat diberikan lebih dari 1 (satu)
bulan sampai status gizi balita membaik yang
dapat dipantau melalui peningkatan berat
badan atau Z-score.

B. Tujuan
Sebagai pedoman bagi petugas kesehatan dan
pihak terkait mengenai:
1. Depskripsi produk Makanan Tambahan;
2. Pengadaan dan distribusi Makanan
Tambahan untuk dikirim ke Puskesmas;
3. Pengadaan dan distribusi Makanan
Tambahan untuk Buffer Stock;
4. Penyimpanan Makanan Tambahan;
5. Sasaran Penerima Makanan Tambahan
dan Anjuran Pemberian;
6. Monitoring dan Evaluasi Makanan
Tambahan.

C. Pengertian
1. Suplementasi Gizi merupakan
penambahan makanan atau zat gizi yang
diberikan dalam bentuk; a) makanan
tambahan, b) tablet tambah darah, c) kapsul
vitamin A, dan d) bubuk tabur gizi yang
bertujuan untuk memenuhi kecukupan gizi
bagi bayi, balita, wanita usia subur, ibu
hamil, dan ibu nifas
10
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
2. Balita Kurus adalah balita dan yang
berdasarkan hasil pengukuran berat badan
menurut Panjang Badan/Tinggi Badan lebih
kecil dari minus dua Standar Deviasi (<-2
Sd)
3. Ibu Hamil KEK adalah ibu hamil dengan
hasil pengukuran Lingkar Lengan Atas
(LiLA) lebih kecil dari 23,5 cm
4. Makanan Tambahan (MT) Penyuluhan
adalah makanan tambahan yang diberikan
kepada seluruh sasaran dan sekaligus
dapat memberikan edukasi kepada kelompok
sasaran agar dapat menyajikan dan
mengkonsumsi makanan bergizi seimbang
sesuai kelompok usia untuk pencegahan
risiko Ibu hamil KEK dan balita kurus
dengan waktu pemberian maksimal selama
1 bulan.
5. Makanan Tambahan (MT) Pemulihan
adalah makanan tambahan yang diberikan
untuk meningkatkan status gizi pada
sasaran.
6. Makanan Tambahan (MT) Balita adalah
suplementasi gizi berupa makanan
tambahan dalam bentuk biskuit dengan
formulasi khusus dan difortifikasi dengan
vitamin dan mineral yang diberikan kepada
anak balita usia 6-59 bulan, dan prioritas

11
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
dengan kategori kurus untuk mencukupi
kebutuhan gizi.
7. Makanan Tambahan (MT) Ibu Hamil
adalah suplementasi gizi berupa biskuit
lapis yang dibuat dengan formulasi khusus
dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral
yang diberikan kepada ibu hamil, dan
prioritas dengan kategori Kurang Energi
Kronis (KEK) untuk mencukupi kebutuhan
gizi.
8. Buffer stock adalah istilah yang digunakan
dalam logistik untuk menggambarkan
tingkat stock ekstra yang disediakan untuk
mengurangi risiko kekurangan karena
ketidakpastian pasokan dan permintaan
9. Batas Kedaluwarsa adalah keterangan
batas waktu obat dan makanan layak untuk
dikonsumsi dalam bentuk tanggal, bulan,
tahun, atau bulan dan tahun

D. Sasaran Pengguna:
Buku ini diperuntukan bagi tenaga kesehatan
dan pihak terkait dalam pengelolaan Makanan
Tambahan.

12
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
E. Dasar Hukum
1. Peraturan Presiden RI Nomor 42 tahun
2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan
Perbaikan Gizi
2. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009
tentang Kesehatan
3. Undang-undang Nomor 24 tahun 2007
tentang Penanggulangan Bencana
4. Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun
2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu
Eksklusif
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Menengah
Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 60 tahun 2015 tentang Rencana
Kerja Pemerintah Tahun 2016
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 35 tahun 2015 tentang Kemenkes
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 64
tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kemenkes
9. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41
tahun 2014 tentang Pedoman Gizi
Seimbang (PGS)
10. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
HK.02.02/Menkes/52/2015 tentang

13
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Rencana Strategis Kementerian Kesehatan
2015-2019
11. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 23
Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi.
12. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 51
Tahun 2016 tentang Standar Produk
Suplementasi Gizi.
13. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 64
Tahun 2013 tentang Penanggulangan Krisis
Kesehatan.
14. Surat Edaran Dirjen Kesehatan Masyarakat
Nomor : HK.02.02/V/407/2017 tentang
Pemberian Suplementasi Gizi PMT Ibu
Hamil, PMT Anak Balita dan PMT Anak
Sekolah

14
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB II
DESKRIPSI PRODUK MAKANAN TAMBAHAN

A. Makanan Tambahan Balita 6-59 Bulan


1. Makanan Tambahan Balita diperkaya
dengan 10 macam vitamin (A, D, E, K, B1,
B2, B3, B6, B12, Folat) dan 7 macam mineral
(Besi, Iodium, Seng, Kalsium, Natrium,
Selenium, Fosfor).
2. Dapat dikonsumsi bersama Makanan
Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI).
3. Balita dianjurkan mengkonsumsi satu
kemasan primer per hari. Kemasan primer
terbungkus aluminium foil berisi (4 keping/40
gram) Makanan Tambahan Balita
mengandung minimum 160 Kalori, 3,2-4,8
gram protein, 4-7,2 gram lemak.

15
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
4. Makanan Tambahan Balita Bentuk biskuit
bulat dan rasa manis dibungkus dalam
kemasan aluminium foil berisi 4 keping,
dengan rincian :

Setiap 4
(empat) keping
biskuit
dikemas dalam
1 (satu )
kemasan
primer (berat
40 gram)

Setiap 21 (dua
puluh satu)
kemasan
primer dikemas
dalam 1 (satu)
kotak kemasan
sekunder
(berat 840
gram)

16
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Setiap 4
(empat)
kemasan
sekunder
dikemas dalam
1 (satu)
kemasan
tersier

B. Makanan Tambahan Ibu Hamil


1. Diperkaya 11 macam vitamin(A, D E, B1,
B2, B3, B5, B6, B12, C, Folat) dan 7 macam
mineral (Besi, Kalsium, Natrium, Seng,
Iodium, Fosfor, Selenium).
2. Makanan Tambahan Ibu Hamil berbentuk
biskuit lapis dan rasa manis dibungkus
dalam kemasan alumunium foil berisi 3
keping, dengan rincian :

17
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Setiap 3 (tiga)
biskuit lapis
dikemas dalam
1(satu) kemasan
primer (berat 60
gram).
Mengandung
minimum 270
kalori, minimum 6
gram protein,
minimum 12 gram
lemak

Setiap 7 (tujuh)
kemasan primet
dikemas dalam 1
(satu) kotak
kemasan sekunder
(berat 420 gram)

Setiap 4 (empat)
kemasan sekunde
dikemas dalam 1
(satu) kemasan
tersier

18
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB III
PENGADAAN DAN DISTRIBUSI MAKANAN
TAMBAHAN
UNTUK DIKIRIM KE PUSKESMAS

A. Pengadaan Makanan Tambahan

Pengadaan makanan tambahan program


dapat dilakukan melalui pengadaan pusat dan
daerah. Pengadaan Pusat menggunakan
APBN atau sumber anggaran lain, sedangkan
engadaan di daerah menggunakan APBD,
Dana Alokasi Khusus (DAK) atau sumber lain,
dengan spesifikasi seperti pada Permenkes 51
Tahun 2016 tentang Suplementasi Gizi.

Dalam hal perencanaan, volume pengadaan


MT balita dan ibu hamil ditetapkan
menggunakan prevalensi balita kurus usia 6 –
59 bulan dan prevalensi ibu hamil KEK yang
bersumber dari data nasional. Dalam tahap
pelaksanaan, volume pengadaan MT balita
dan ibu hamil ditetapkan dengan data sasaran
riil yang ditemukan berdasarkan rekapitulasi
hasil kegiatan surveilans gizi di puskesmas.

Sebelum MT didistribusikan dilakukan inspeksi


di gudang penyedia terkait kesesuaian jumlah
dan spesifikasi produk. Makanan tambahan

19
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
yang sudah diproduksi dan diinspeksi
dibuktikan dengan Berita Acara Pemeriksaan
Barang (BAPB) oleh Panitia Penerima Hasil
Pekerjaan Pengadaan MT baik di Pusat atau di
Daerah.

B. Distribusi Makanan Tambahan

Pengiriman MT Balita dan Ibu Hamil


Pengadaan Pusat (franco puskesmas)
dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
a. Direktorat Gizi Masyarakat mengirimkan
surat ke Dinkes Provinsi untuk membuat
surat permintaan nama petugas
pemeriksa MT di Dinkes
Kabupaten/kota dan nama petugas
penerima MT di puskesmas;
b. Dinkes Provinsi mengirimkan surat
permintaan nama petugas pemeriksa
MT di Dinkes Kabupaten/kota dan nama
petugas penerima MT di puskesmas ke
Dinkes Kabupaten/Kota;
c. Dinkes Kabupaten/Kota membuat SK
petugas pemeriksa MT di Dinkes
Kabupaten/Kota dan petugas penerima
MT di puskesmas;
d. Pembuatan SK dilakukan secara online
melalui sigiziterpadu. Petunjuk
operasional terlampir. Biaya yang timbul
20
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
akibat pembuatan SK tersebut
dibebankan pada anggaran pemerintah
daerah Kabupaten/Kota.

2. Tahap Pelaksanaan

a. Direktur Gizi Masyarakat selaku Kuasa


Pengguna Anggaran (KPA) membuat
surat pemberitahuan yang ditujukan
kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota tentang rencana
pengiriman MT sesuai alokasi yang
sudah ditetapkan dengan tembusan ke
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi;
b. Penyedia barang memberitahukan
tentang jumlah dan waktu pengiriman
MT kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dengan tembusan ke
Direktur Gizi Masyarakat dan Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi;
c. Penyedia barang mengirim MT ke
pukesmas melalui Dinkes
Kabupaten/Kota sesuai dengan alokasi
yang telah ditetapkan. Apabila jenis
barang yang diterima tidak sesuai,
penyedia wajib melengkapi paling
lambat 14 hari kerja;

21
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
d. Setelah MT diterima, Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota membuat
surat pernyataan menerima hibah;
e. Petugas yang ditunjuk berdasarkan
SK/Surat Tugas Kepala Dinas
Kesehatan Kab/Kota membuat dan
menandatangani Berita Acara
Pemeriksaan Barang (BAPB) sesuai
jumlah, jenis, yang diterima. BAPB asli
diserahkan ke penyedia barang dan
tembusan dikirim ke PPK.
f. BAPB dibuat secara online melalui
aplikasi Sigizi Terpadu dan di upload
bersama dengan penyedia. Petunjuk
Operasional sebagaimana terlampir
(lampiran1);
g. Apabila MT yang diterima dalam kondisi
tidak layak (kemasan dan atau isi MT),
maka tim pemeriksa Dinkes
Kabupaten/Kota wajib menolak dan
mengembalikan sesuai jumlah barang
yang tidak layak tersebut kepada
penyedia melalui Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK).
h. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
membuat rencana distribusi MT ke
masing-masing Puskesmas
berdasarkan data sasaran riil di masing-
masing Puskesmas;

22
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
i. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
menginformasikan secara tertulis ke
Puskesmas tentang jumlah dan waktu
penerimaan MT yang akan
didistribusikan ke masing-masing
Puskesmas;
j. Setelah MT diterima di Puskesmas,
petugas penerima Puskesmas
membuat dan menandatangani Berita
Acara Serah Terima Barang (BAST)
sesuai jumlah, jenis, yang diterima.
BAST asli diserahkan ke penyedia
barang serta tembusan ke PPK dan
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
k. BAST dibuat secara online melalui
aplikasi Sigizi Terpadu dan di upload
bersama dengan penyedia. Petunjuk
Operasional sebagaimana terlampir
(lampiran1);
l. Penanggungjawab gudang Puskesmas
melakukan pencatatan dan pelaporan
administrasi gudang, yaitu dengan
membuat Surat Bukti Barang Masuk
(SBBM), Surat Bukti Barang Keluar
(SBBK), Kartu Persediaan Barang
(KPB);
m. Puskesmas mengirim MT ke sasaran
melalui Posyandu atau unit pelayanan
kesehatan lainnya melalui Bidan di

23
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Desa (BDD) atau petugas yang
ditunjuk/kader;
n. BDD atau petugas yang ditunjuk/kader
mendistribusikan MT ke sasaran dan
mencatat jumlah MT yang telah
didistribusikan;
o. Pencatatan distribusi dan konsumsi
makanan tambahan ke sasaran
dilakukan melalui Sigizi Terpadu (modul
e-PPGBM).

Catatan:
Dalam hal pengadaan Makanan Tambahan
Untuk Dikirim ke Puskesmas dilaksanakan
oleh Daerah, Mekanisme Pengadaan dan
Distribusi mengacu kepada Mekanisme
Pengadaan dan Distribusi yang dilaksanakan
oleh Pusat setelah dilakukan penyesuaian
merujuk aturan yang berlaku di daerah.

24
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB IV
PENGADAAN DAN DISTRIBUSI MAKANAN
TAMBAHAN
BUFFER STOCK

A. Pengadaan Makanan Tambahan

Buffer stock adalah istilah yang digunakan


dalam logistik untuk menggambarkan tingkat
stock ekstra yang disediakan untuk mengurangi
risiko kekurangan karena ketidakpastian
pasokan dan permintaan.

Pengadaan MT stock pusat juga bermanfaat


untuk memenuhi kebutuhan permintaan dari
nasional dan daerah dalam rangka
mengantisipasi kedaruratan gizi di daerah
rawan bencana, bahan penyuluhan serta untuk
penelitian dalam kegiatan-kegiatan bidang
kesehatan

Makanan Tambahan Buffer Stock dapat


dimanfaatkan untuk:

1. Pemenuhan kekurangan stock daerah,


seperti terjadinya KLB gizi;
2. Antisipasi masalah gizi akibat bencana
seperti bencana asap, gunung meletus,
banjir dan bencana lainnya;

25
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
3. Penyuluhan (Sosialisasi, Advokasi, bahan
kontak) dalam pelaksanaan Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam
rangka meningkatkan pengetahuan
masyarakat tentang gizi oleh stakeholder
terkait, baik pemerintah, masyarakat dan
lainnya sesuai dengan permintaan.
4. Penelitian, pengembangan produk dan/atau
ilmu pengetahuan (riset).

B. Distribusi Makanan Tambahan Buffer Stock


Mekanisme permintaan dan pendistribusian MT
Buffer Stock adalah sebagai berikut :
1. Pihak yang membutuhkan MT buffer stock
mengirimkan surat ditujukan kepada
Direktur Gizi Masyarakat. Surat harus
mencantumkan perihal sesuai salah satu
manfaat makanan tambahan buffer stock.
2. Surat permintaan MT yang masuk akan
ditelaah oleh Tim yang ditunjuk oleh Direktur
Gizi Masyarakat. Telaahan dibuat untuk
menghitung jumlah permintaan yang dapat
dipenuhi.
3. Pengiriman MT buffer stock ke lokasi akan
dilaksanakan setelah dinyatakan layak
untuk diberikan dan akan dikirimkan ke
lokasi dengan jumlah bantuan yang telah
disetujui.

26
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
4. Biaya pengiriman MT buffer stock dari pusat
ke daerah dengan pranko
Provinsi/Kabupaten/Kota ditanggung oleh
pusat, sedangkan biaya pengiriman ke
sasaran dari Provinsi atau Kabupaten/Kota
ditanggung oleh masing-masing pihak
pemohon.
5. Pihak pemohon menyiapkan tempat
penerimaan atau penyimpanan sementara
(gudang) yang memenuhi syarat sesuai
ketentuan pada BAB berikutnya.
6. Pihak pemohon tidak diperkenankan
merubah seluruh/ sebagian kemasan
produk pada saat pendistribusian
7. Pihak pemohon wajib memberikan laporan
tertulis kepada Direktur Gizi Masyarakat
tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi atau Kabupaten/Kota yang berisi
jumlah diterima, waktu pendistribusian,
penerima manfaat dan dilengkapi
dokumentasi/foto.
Catatan:
Dalam hal pengadaan Makanan Tambahan
Buffer Stock dilaksanakan oleh Daerah,
Mekanisme Pengadaan dan Distribusi mengacu
kepada Mekanisme Pengadaan dan Distribusi
yang dilaksanakan oleh Pusat setelah dilakukan
penyesuaian merujuk aturan yang berlaku di
Daerah.

27
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB V
PENYIMPANAN MAKANAN TAMBAHAN

Persyaratan tempat dan cara penyimpanan


merupakan salah satu bagian penting dalam
prosedur pengelolaan MT sehingga perlu
dipersiapkan dengan baik agar kualitas MT
dapat tetap terjaga sampai kepada sasaran.
Adapun persyaratan gudang/tempat
penyimpanan MT adalah sebagai berikut:
a. Gudang penyimpanan harus selalu higienis,
tidak berdebu dan bebas dari tikus, kecoa
dan binatang pengerat lainnya;
b. Ruang gudang tidak bocor dan lembab,
ruangan mempunyai ventilasi dan
pencahayaan yang baik;
c. Bangunan dan pekarangan sekitar gudang
harus selalu bersih, bebas kotoran dan
sampah;
d. Pintu gudang dapat dibuka dan ditutup
dengan rapat pada saat keluar masuk
makanan tambahan;
e. Makanan tambahan diletakkan di
alas/rak/palet yang kuat minimal 30 cm dari
dinding;
f. Penyusunan peletakan/penumpukan
makanan tambahan sedemikian rupa
sehingga barang tetap dalam kondisi baik.
Batas maksimum tumpukan adalah 12

28
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
karton untuk MT Balita maupun MT Ibu
Hamil. Contoh perhitungan luas gudang
penyimpanan terlampir (lampiran 2);
g. Penyusunan karton makanan tambahan
dalam gudang harus menggunakan
alas/rak/palet dan dilarang menginjak
tumpukan karton;
h. Makanan tambahan yang masuk ke gudang
lebih awal dikeluarkan terlebih dahulu (First
In First Out = FIFO);
i. Penyimpanan makanan tambahan tidak
dicampur dengan bahan pangan lain dan
bahan bukan pangan;
j. Makanan tambahan yang rusak selama
penyimpanan di gudang, diambil dan
dipisahkan dari makanan tambahan yang
masih baik;
k. Makanan tambahan yang telah dinyatakan
rusak perlu dibuatkan Berita Acara
Penghapusan oleh Tim yang ditunjuk oleh
pejabat yang berwenang/Kepala Dinas
Kesehatan setempat;
l. Makanan tambahan dinyatakan rusak
apabila kemasan berlubang, robek, pecah,
dan teksturnya berubah;
m. Pada waktu melakukan bongkar muat
makanan tambahan dilarang menggunakan
ganco atau dibanting;

29
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
n. Makanan Tambahan yang diterima harus
disimpan pada tempat yang kering, bersih
dan tertutup agar terhindar dari bahan
cemaran dan binatang pengganggu.

30
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB VI
SASARAN PENERIMA MAKANAN TAMBAHAN
DAN ANJURAN PEMBERIAN

A. Sasaran
Makanan tambahan ditujukan untuk seluruh
balita usia 6-59 bulan dan ibu hamil dengan
tujuan untuk pencegahan dan pemulihan.
Berdasarkan tujuan tersebut, sasaran
dibedakan menjadi:
1. Sasaran MT Penyuluhan
Seluruh balita usia 6-59 bulan dan ibu hamil
dalam rangka pencegahan balita kurus dan
ibu hamil KEK dengan waktu pemberian
maksimal selama 1 (satu) bulan disertai
dengan edukasi gizi.
2. Sasaran MT Pemulihan
Balita Kurus usia 6 – 59 bulan (indeks
BB/PB atau BB/TB dengan Zscore <-2 SD,
bagi balita sangat kurus dengan Zscore <-3
SD diberikan sesuai anjuran Tim Asuhan
Gizi Tatalaksana Anak Gizi Buruk) dan ibu
hamil KEK dapat diberikan lebih dari 1 (satu)
bulan disertai dengan konseling gizi sampai
status gizi balita membaik yang dapat
dipantau melalui peningkatan berat badan
atau Z-score.

31
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
B. Anjuran Pemberian Makanan Tambahan
Balita
Prinsip Dasar Pemberian Makanan Tambahan
Anak Balita adalah untuk memenuhi
kecukupan gizi balita dengan tetap
mengkonsumi makanan keluarga sesuai gizi
seimbang.

Pada usia 6 -11 bulan diberikan 8 keping (2


bungkus) per hari. Usia 12-59 bulan diberikan
12 keping (3 bungkus) per hari. Tiap bungkus
MT Balita berisi 4 keping biskuit (40 gram).
Biskuit dapat langsung dikonsumsi atau
terlebih dahulu ditambah air matang dalam
mangkok bersih sehingga dapat dikonsumsi
dengan menggunakan sendok. Setiap
pemberian MT harus dihabiskan oleh balita.

Pada kasus balita dengan kategori kurus


(berdasarkan indeks BB/PB atau BB/TB
dibawah -2 SD) diberikan makanan tambahan
(MT) sampai status gizi anak membaik (dinilai
dengan pertambahan berat badan dan nilai Z
Score pada indeks BB/TB) dan selanjutnya
mengonsumsi makanan keluarga bergizi
seimbang sesuai kebutuhan. Tata cara
pemberian MT pada balita kurus berbeda pada
jangka waktu pemberian yaitu dapat diberikan
lebih dari 1 bulan. Pada balita kurus yang

32
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
diberikan makanan tambahan harus dipantau
kenaikan berat badannya.

C. Anjuran Pemberian Makanan Tambahan Ibu


Hamil
Pemberian MT pada ibu hamil dilakukan untuk
memenuhi kecukupan gizi ibu selama
kehamilan dengan tetap mengkonsumi
makanan keluarga sesuai gizi seimbang.
Pemberian MT pada ibu hamil terintegrasi
dengan pelayanan Antenatal Care (ANC).
Pada kehamilan trimester I diberikan 2 keping
biskuit lapis per hari. Pada kehamilan trimester
II dan III diberikan 3 keping biskuit lapis per
hari. Tiap bungkus MT ibu hamil berisi 3 keping
biskuit lapis (60 gram). Pemberian MT ini
sebagai MT Penyuluhan yang diberikan
dengan waktu pemberian maksimal 1 (satu)
bulan disertai dengan edukasi. MT Ibu Hamil
ini dapat juga digunakan pada situasi darurat.

Pada ibu hamil KEK yang memiliki Lingkar


Lengan Atas (LiLA) dibawah 23,5 cm diberikan
MT disertai konseling yang bertujuan untuk
meningkatkan status gizi ibu. Jangka waktu
pemberian MT pada ibu hamil KEK dapat lebih
dari 1 bulan.

33
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Ibu hamil harus menghabiskan MT yang
diterima dan melakukan kunjungan ANC
termasuk melakukan pemantauan
pertambahan berat badan sesuai standar
kenaikan berat badan ibu hamil dan atau LiLA.

34
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB VII
MONITORING DAN EVALUASI

A. Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan seluruh kegiatan distribusi makanan


tambahan sampai ke sasaran yang bersumber
dari Pengadaan Pusat maupun Pengadaan
Daerah, dilakukan menggunakan formulir bantu
manual yang selanjutnya diinput ke dalam
aplikasi pencatatan dan pelaporan elektronik
sigiziterpadu yang dapat diakses melalui alamat
http: //sigiziterpadu.gizi.kemkes.go.id.

1. Pencatatan Adminitrasi Gudang

Pencatatan administrasi gudang atau Stock


Opname MT dilakukan di Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dan Puskesmas
menggunakan formulir stock opname
makanan tambahan seperti pada lampiran 3
dan 4. Contoh pengisian formulir pencatatan
administrasi gudang MT di Dinkes
Kabupaten/Kota sebagai berikut:

35
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Stock Opname Makanan Tambahan

Dinkes Kabupaten/Kota :
Provinsi :

Pengisian formulir pencatatan administrasi


gudang MT di puskesmas sama seperti di
Dinkes Kabupaten/Kota.

Pencatatan administrasi gudang atau Stock


Opname selanjutnya diinput ke aplikasi
sigiziterpadu pada menu Distribusi PMT.
Pada aplikasi ini juga terdapat format BAST
seperti pada lampiran 5.

2. Pencatatan Distribusi dan Konsumsi MT


pada Sasaran

Pencatatan distribusi dan konsumsi MT


dilakukan pada semua sasaran yang
menerima MT. Pencatatan ini bertujuan
untuk mengetahui jumlah dan jenis MT yang
diterima dan dikonsumsi oleh sasaran
36
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
dengan menggunakan formulir seperti pada
lampiran 6. Contoh pengisian formulir
sebagai berikut:

Daftar Penerima Makanan Tambahan Balita/Ibu


Hamil

Puskesmas :
Dinkes Kabupaten/Kota :
Provinsi :

Formulir Distribusi dan Konsumsi MT pada


sasaran dapat digunakan untuk ibu hamil
dan balita. Formulir ini selanjutnya diinput ke
aplikasi sigiziterpadu pada modul e-PPGBM
entry PMT. Pada menu tersebut, keterangan
menerima makanan tambahan melekat pada
data masing-masing individu seperti data
penimbangan, pengukuran maupun
pelayanan lainnya.

Data sasaran balita dan ibu hamil penerima


MT yang sudah diinput oleh puskesmas

37
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
dapat diamati perubahan pertumbuhan berat
badan dan status gizi nya setiap saat.

Rekapitulasi dan pelaporan secara otomatis


dilakukan oleh sistem aplikasi, dan umpan
balik dapat dilakukan secara berjenjang
pada waktu yang bersamaan sehingga lebih
efektif dan efisien. Formulir pelaporan seperti
terlampir (lampiran 7 dan 8)

B. Monitoring

Pemantauan merupakan komponen penting


dalam pengelolaan MT yang mencakup
distribusi MT dan pemanfaatan oleh sasaran.

Kegiatan pemantauan dan evaluasi pemberian


MT menggunakan formulir pemantauan yang
kemudian diinput kedalam aplikasi sigiziterpadu.

1. Distribusi MT
Pemantauan distribusi termasuk
penyimpanan dilakukan pada Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas

a. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota


Pemantauan dilaksanakan oleh petugas
Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan
melakukan pengamatan terhadap:
38
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
1) Jadwal penerimaan MT di Dinkes
Kabupaten/Kota
2) Jumlah dan jenis MT
3) Kondisi fisik gudang dan
penyimpanan
4) Catatan administrasi gudang
5) Rencana pendistribusian MT dari
Kabupaten ke Puskesmas (alokasi
rencana pendistribusian dan
pemberitahuan ke Puskesmas).
6) Pelaksanaan pendistribusian (jumlah
dan jenis MT yang telah
didistribusikan, cara pendistribusian,
dan jumlah yang rusak).
Dalam melakukan pemantauan petugas
menggunakan lampiran 9. (Formulir
Pemantauan Penyimpanan dan
Pendistribusian MT di Tingkat
Kabupaten/Kota)

b. Puskesmas
Pemantauan dilaksanakan oleh petugas
Kabupaten/Kota dan Puskesmas,
dengan melakukan pengamatan
terhadap:
1) Jadwal penerimaan MT di
Puskesmas
2) Jumlah dan jenis MT

39
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
3) Kondisi fisik gudang dan
penyimpanan
4) Catatan administrasi gudang
5) Rencana pendistribusian MT dari
Kabupaten ke Puskesmas (alokasi
rencana pendistribusian dan
pemberitahuan ke Puskesmas).
6) Pelaksanaan pendistribusian (jumlah
dan jenis MT yang telah
didistribusikan, cara pendistribusian,
dan jumlah yang rusak).
Dalam melakukan pemantauan petugas
menggunakan lampiran 10. (Formulir
Pemantauan Penyimpanan dan
Pendistribusian MT di Tingkat
Puskesmas)

2. Pemantauan Pemanfaatan MT di tingkat


Sasaran
Pemantauan dilaksanakan oleh
BDD/petugas yang ditunjuk/kader, dengan
melakukan pengamatan terhadap:
1) Cara penyimpanan (wadah, letak)
2) Cara penyajian (besar porsi, daya
terima)
3) Persediaan MT
4) Keluhan sasaran terhadap MT
Dalam melakukan pemantauan petugas
menggunakan lampiran 11 dan 12 (Formulir

40
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Pemantauan Pemanfaatan MT Balita dan
Ibu Hamil).

C. Evaluasi

Kegiatan evaluasi bertujuan untuk menilai hasil


kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai tujuan
yang diharapkan dan mengkaji masalah-
masalah yang ada untuk perbaikan program
selanjutnya. Evaluasi yang perlu dilakukan
mencakup aspek pengelolaan makanan
tambahan untuk dapat menjawab apakah
kegiatan pemberian MT telah berjalan dengan
baik dan dapat meningkatkan status gizi
sasaran sesuai yang diharapkan. Evaluasi
didasarkan pada hasil monitoring yang telah
dilakukan secara berkala.

Evaluasi dilaksanakan secara berjenjang


dengan mempertimbangkan ketersediaan
sumberdaya yang ada di masing-masing
tingkat administrasi. Hasil dari kegiatan
evaluasi ini digunakan sebagai bahan
perencanaan kegiatan pada pelaksanaan
pemberian makanan tambahan pada tahun
berikutnya.

41
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
BAB VIII
PENUTUP

Pemberian makanan tambahan kepada


kelompok rawan gizi pada dasarnya bertujuan
untuk meningkatkan asupan gizi yang pada
akhirnya dapat meningkatkan status gizi sasaran,
serta mempercepat perbaikan gizi di Indonesia..
Peran serta semua pihak sangat diharapkan dalam
mendukung keberhasilan kegiatan pemberian MT
kepada sasaran.

Dalam kegiatan pemberian makanan tambahan


disertai dengan kegiatan konseling dan pendidikan
gizi masyarakat untuk memberikan pemahaman
tentang pentingnya gizi bagi kesehatan dan upaya-
upaya yang dapat dilakukan dalam rangka
pencegahan dan penanggulangan masalah gizi
yang terjadi di masyarakat sebagai bagian dari
pembangunan sumberdaya manusia.

Buku petunjuk teknis ini dapat menjadi panduan


bagi petugas kesehatan maupun pihak terkait
lainnya dalam melaksanakan kegiatan pemberian
makanan tambahan agar mencapai tujuan yang
diharapkan secara efektif dan efisien.

42
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Lampiran 1

Panduan Aplikasi Distribusi Makanan Tambahan

Aplikasi Distribusi PMT


Aplikasi distribusi PMT hanya akan muncul
apabila kita masuk menggunakan akun/user
provinsi. Untuk dapat masuk ke dalam aplikasi
distribusi PMT kita pilih (click) aplikasi Distribusi
PMT lalu akan muncul menu seperti pada
Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1 Daftar Aplikasi Sigiziterpadu user Distribusi


PMT Provinsi

43
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Gambar 2 Halaman utama aplikasi Distribusi PMT

Aplikasi distribusi PMT ini berfungsi


sebagai bentuk bukti
pertanggungjawaban secara
administratif bahwa PMT yang sudah
dikirimkan oleh pusat sudah diterima
oleh provinsi, demikian pula sebagai
bukti bahwa PMT tersebut sudah
diterima oleh kabupaten dan juga
puskesmas. Seperti pada Gambar 2 di
atas, komponen pada aplikasi distribusi
PMT terdiri dari beberapa menu yakni
Kabupaten/Kota, Puskesmas, Laporan,
dan Manajemen.

44
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
1. Kabupaten/Kota
BAPB Kabupaten/Kota adalah Berita Acara
Pemeriksaan Barang ditingkat
Kabupaten/Kota. Terdapat dua sub menu
tambahan antara lain “SK Tim Penerima”,
“PMT Balita” dan “PMT Bumil” seperti dapat
dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Menu Pemeriksaan PMT di Kab/Kota

a. SK Tim Penerima
Sub menu SK Tim Penerima digunakan
untuk menambahkan SK (Surat
Keputusan) dari Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota dan untuk
menambahkan tim penerima PMT
Kabupaten/Kota dan Puskesmas.
Terdapat tiga sub menu tambahan
antara lain “Entry”, “Cetak”, dan
“Unggah” seperti dapat dilihat pada
Gambar 4.

45
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Gambar 4 Menu SK Tim Penerima di
Kab/Kota

1. Entry
Untuk membuat SK (Surat
Keputusan) dan menambahkan tim
penerima PMT Kabupaten/Kota dan
Puskesmas dapat dilakukan
dengan memilih menu Kab/Kota ->
SK Tim Penerima -> Entry.

46
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Tombol untuk membuat SK Tim
Penerima.Tombol muncul ketika SK Tim
Penerima belum dibuat sama sekali.

Gambar 5 Halaman Entry Data SK Tim Penerima

Untuk menambahkan SK Tim Penerima


baru, dapat dilakukan dengan mengakses
tombol “Tambah SK Tim Penerima” seperti
pada Gambar 5 sehingga akan muncul
halaman pengisian SK Tim Penerima
seperti dapat dilihat pada Gambar 6.

47
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Gambar 6 Form pengisian SK Tim Penerima

Apabila seluruh isian telah diisi dengan benar,


maka tekan tombol “SIMPAN”.
Setelah Data Tersimpan maka akan muncul di
halaman Entry Sk Tim Penerima seperti pada
Gambar 7.

48
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Gambar 7 Halaman Entry Data SK Tim Penerima

49
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Tombol untuk Tambah Tim
Penerima

Gambar 8 Halaman Tambah TIm Penerima

50
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Gambar 9 Form Pengisian Tim Penerima

Apabila seluruh isian telah diisi dengan benar,


maka tekan tombol “SIMPAN”.

2. Cetak
Menu Cetak digunakan untuk mencetak SK Tim
Penerima yang telah dientri agar bisa
ditandatangani oleh pejabat terkait. Dapat
dilakukan dengan memilih Kab/Kota -> SK Tim
Penerima -> Cetak dapat dilihat pada Gambar 10.

51
Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan 2019
Setelah sub menu Cetak dipilih, maka akan
muncul halaman pencarian daftar SK Tim
Penerima pada sub menu Cetak yang telah dibuat,
seperti dapat dilihat pada Gambar 10.

Gambar 10 Halaman Menu Cetak SK Tim Penerima

52
Gambar 11 Hasil Cetak SK Tim Penerima (1)

53
Gambar 12 Hasil Cetak SK Tim Penerima (2)

54
Gambar 13 Hasil Cetak SK Tim Penerima (3)

55
3. Unggah
Menu Unggah digunakan untuk menggunggah
atau upload dokumen SK Tim Penerima yang
telah dicetak dan ditandatangani oleh pejabat
terkait, agar terekam atau tersimpan kedalam
system Distribusi PMT. Dapat dilakukan
dengan memilih Kab/Kota -> SK Tim
Penerima -> Unggah dapat dilihat pada
Gambar 14.
Setelah sub menu Unggah dipilih, maka akan
muncul halaman pencarian daftar SK Tim
Penerima pada sub menu Unggah yang telah
dibuat, seperti dapat dilihat pada Gambar 14.

56
Tombol untuk menunggah
berkas SK Tim Penerima yang
telat cetak kemudian dittd
oleh pihak terkait.

Gambar 14 Halaman Menu Unggah SK Tim Penerima

Untuk mengunggah BAST, dapat dilakukan dengan memilih tombol “Unggah SK


Tim Penerima”. Setelah tombol tersebut dipilih, maka akan muncul halaman
unggah dokumen seperti dapat dilihat pada Gambar 15.

57
Kolom isian untuk
unggah/upload
dokumen SK Tim
Penerima. Pilih
dokumen atau file dari
PC/Laptop yang sesuai
untuk diunggah pada
kolom isian tersebut.

Gambar 15 Form pengisian atau menunggah dokumen SK Tim Penerima


Masukkan dokumen yang akan diunggah pada kolom isian seperti dapat dilihat pada
Gambar 15 dan kemudian tekan tombol “SIMPAN” untuk untuk menyimpan data.
58
a. PMT Balita
Sub menu PMT Balita digunakan untuk
menambahkan BAPB (Berita Acara
Pemeriksaan Barang) dengan jenis PMT
BALITA. Terdapat dua sub menu
tambahan antara lain “BAPB” dan “Cetak
Blangko BAPB” seperti dapat dilihat pada
Gambar 16.

Gambar 16 Menu Pemeriksaan PMT Balita di


Kab/Kota

59
1. BAPB
Terdapat tiga sub menu tambahan
antara lain “Entri”, “Cetak”, dan
“Unggah”.
o Entri
Untuk membuat BAPB
ditingkat Kabupaten/Kota
dapat dilakukan dengan
memilih menu Kab/Kota ->
PMT Balita -> BAPB -> Entri
seperti dapat dilihat pada
Gambar 17.

Gambar 17 Menu BAPB PMT Balita di Kab/Kota

Setelah sub menu Entri dipilih, maka


akan muncul halaman pencarian daftar
BAPB pada sub menu Entri yang telah
dibuat, seperti dapat dilihat pada
Gambar 18.

60
Fasilitas untuk melakukan pencarian
berdasarkan Provinsi, Kab/Kota, Sumber
Pengadaan, Jenis Distribusi, Jenis PMT, dan
Tahun Produksi PMT jika sudah dipilih lalu
tekan tombol “Cari Data”.

Tombol untuk tambah Tombol untuk mengubah BAPB,


BAPB menghapus data BAPB, dan
Mencetak BAPB

Gambar 18 Daftar BAPB PMT Balita di Kab/Kota

Untuk menambahkan BAPB baru tingkat Kabupaten/Kota, dapat dilakukan dengan


mengakses tombol “Tambah BAPB” seperti pada Gambar 18 sehingga akan muncul
halaman pengisian BAPB seperti dapat dilihat pada Gambar 19.
Isi Nomor Surat
Keputusan (SK)
dengan Nomor SK
yang sesuai.
Isi Tgl SK isi dengan tgl
SK
Pilih Provinsi dan yang sesuai.
Kabupaten/Kota
yang sesuai. Isi Nomor BAPB
Dengan Nomor
BAPB
sesuai.
Isi sesuai dengan jumlah
distribusi yang akan dikirimkan ke
Kabupaten/Kota.

Isi form Pihak Kedua


dengan
memasukkan data
Tim Pemeriksa yang
sesuai dan benar.

Tombol “Simpan” untuk menyimpan


data BAPB dan Tombol “Batal” untuk
membatalkan penyimpanan data BAPB.

Gambar 19 Halaman Pengisian BAPB PMT Balita di Kab/Kota


Apabila seluruh isian telah diisi dengan benar, maka tekan tombol “SIMPAN”.
o Cetak
Menu Cetak digunakan untuk mencetak BAPB yang telah dientri
agar bisa ditandatangani oleh pejabat terkait. Dapat dilakukan
dengan memilih Kab/Kota -> PMT Balita -> BAPB -> Cetak dapat
dilihat pada Gambar 20. Setelah sub menu Cetak dipilih, maka akan
muncul halaman pencarian daftar BAPB pada sub menu Cetak
yang telah dibuat, seperti dapat dilihat pada Gambar 20.
Fasilitas untuk
melakukan pencarian
berdasarkan Provinsi,
Kab/Kota, Sumber
Pengadaan, Jenis
Distribusi, Jenis PMT,

Tombol untuk
mencetak BAPB.

Gambar 20 Daftar Cetak BAPB PMT Balita di Kab/Kota


Untuk mencetak BAPB, dapat dilakukan dengan memilih tombol “CETAK” seperti dapat dilihat
pada Gambar 20. Hasil cetak dokumen BAPB menggunakan format PDF sehingga dapat
memudahkan pengguna untuk menyimpan / mencetak ulang, Berikut contoh hasil cetak BAPB
seperti dapat dilihat pada Gambar 21.
Nama Instansi Pihak Kesatu

Nama Pihak Kesatu

Gambar 21 Format Hasil Cetak BAPB PMT Balita di Kab/Kota


o Unggah
Menu Unggah digunakan untuk menggunggah atau
upload dokumen BAPB yang telah dicetak dan
ditandatangani oleh pejabat terkait, agar terekam atau
tersimpan kedalam system Distribusi PMT. Dapat
dilakukan dengan memilih Kab/Kota -> PMT Balita

-> BAPB -> Unggah dapat dilihat pada Gambar 22.

Setelah sub menu Unggah dipilih, maka akan


muncul halaman pencarian daftar BAPB pada sub
menu Unggah yang telah dibuat, seperti dapat dilihat
pada Gambar 22.
Fasilitas untuk melaukan pencarian
berdasarkan Provinsi, Kab/Kota, Pengadaan,
Jenis Distribusi, Jenis PMT, dan Tahun
Produksi PMT jika sudah dipilih lalu tekan
tombol “Cari Data”.

Tombol untuk
menunduh/download
dokumen BAPB yang
sudah diunggah.

Tombol untuk unggah/upload


dokumen BAST yang telah
ditandatangani dan dicap basah oleh
pihak yang berwenang (PIHAK KESATU
dan PIHAK KEDUA dan Foto bukti
penerimaan BAPB .

Gambar 22 Daftar Unggah BAPB PMT Balita di Kab/Kota


Untuk mengunggah BAST, dapat dilakukan dengan memilih tombol “Unggah BAPB” atau
“Unggah Foto”. Setelah tombol tersebut dipilih, maka akan muncul halaman unggah dokumen
seperti dapat dilihat pada Gambar 23.
Kolom isian untuk
unggah/upload dokumen BAPB.
Pilih dokumen atau file dari
PC/Laptop yang sesuai untuk
diunggah pada kolom isian
tersebut.

Tombol untuk menyimpan


unggah/ upload dan tombol
untuk membatalkan peyimpanan.

Gambar 23 Halaman Unggah BAPB PMT Balita di Kab/Kota

Masukkan dokumen yang akan diunggah pada kolom isian


seperti dapat dilihat pada Gambar 23 dan kemudian tekan
tombol “SIMPAN”untuk untuk menyimpan data.
2. Cetak Blangko BAPB Kosong

Pilih Kab/Kota -> PMT Balita -> Cetak Blangko


BAPB Kosong agar bisa mengakses dan
mencetak Blangko BAPB Kosong PMT BALITA
dapat dilihat pada gambar 24.

Setelah sub menu Cetak Blangko BAPB Kosong


dipilih, maka akan muncul BAPB Kosong, seperti
dapat dilihat pada Gambar 24.
Nama Instansi Pihak Kesatu

Nama Pihak Kesatu

Gambar 24 Format Cetak Blangko BAPB Kosong PMT Balita


b. PMT Bumil
Sub menu PMT Balita digunakan untuk
menambahkan BAPB (Berita Acara
Pemeriksaan Barang) dengan jenis PMT
IBU HAMIL KEK. Terdapat dua sub menu
tambahan antara lain “BAPB” dan “Cetak
Blangko BAPB”. Untuk cara pengisian,
sama seperti pada PMT Balita di
Kabupaten/Kota.

2. Puskesmas
Puskesmas adalah menu yang digunakan
untuk menambahkan BAST (Berita Acara
Serah Terima) ditingkat Puskesmas. Terdapat
dua sub menu tambahan antara lain “PMT
Balita” dan “PMT Bumil” seperti dapat dilihat
pada Gambar 25.

c. PMT Balita
PMT Balita digunakan untuk
menambahkan BAST dengan jenis
PMT Balita. Terdapat dua sub menu
tambahan antara lain “BAST” dan
“Cetak Blangko BAST Kosong” seperti
dapat dilihat pada Gambar 25.
Gambar 25 Menu BAST PMT di Puskesmas

1. BAST
Terdapat sub menu tambahan
antara lain “Entri”, “Cetak”, dan
“Unggah”.
o Entri
Membuat BAST
ditingkat Puskesmas
dapat dilakukan
dengan memilih menu
Puskesmas -> PMT
Balita -> BAST ->
Entri seperti dapat
dilihat pada Gambar
26.
Gambar 26 Menu BAST PMT Balita di Puskesmas

Setelah sub menu Entri pada


menu Puskesmas dipilih,
maka akan muncul halaman
pencarian daftar BAST pada
menu Puskesmas yang telah
dibuat seperti dapat dilihat
pada Gambar 27.
Fasilitas untuk melakukan
pencarian berdasarkan.
Provinsi, Kab/Kota,
Kecamatan, Puskesmas,
dan Tahun Produksi PMT.
Jika sudah dipilih lalu tekan
tombol “Cari Data”.
Tombol untuk
Tambah BAST
Puskesmas.

Tombol untuk mengubah,


menghapus data BAST,
dan mencetak BAST (PDF).

Gambar 27 Daftar BAST PMT Balita di Puskesmas


Untuk menambahkan BAST baru ditingkat Puskesmas, dapat dilakukan dengan mengakses
tombol “Tambah BAST Puskesmas” seperti pada Gambar 87, sehingga akan muncul halaman
pengisian BAST seperti dapat dilihat pada Gambar 28.
Pilih Provinsi,
Kab/Kota,
Kecamatan, dan
Puskesmas yang
Nomor BAST Otomatis tidak perlu
sesuai.
diisi.

Jml Distribusi (Kg)


Isi sesuai dengan jumlah distribusi
PMT yang akan dikirimkan
Isi form PIHAK KEDUA
dengan memasukkan
data yang sesuai dan
benar

Tombol “Simpan” untuk menyimpan data


BAST dan Tombol “Batal” untuk
membatalkan penyimpanan data BAST
Apabila seluruh isian telah diisi dengan benar, maka tekan tombol “SIMPAN” dan akan muncul datanya
di halaman pencarian data BAST di menu Entri.
o Cetak
Menu Cetak digunakan untuk mencetak BAST yang telah
dientri
agar bisa ditandatangani oleh pejabat terkait. Dapat
dilakukan dengan memilih Puskesmas -> PMT Balita ->
BAST -> Cetak dapat dilihat pada Gambar 29.

Setelah sub menu Cetak dipilih, maka akan


muncul halaman pencarian daftar BAST pada sub menu
Cetak yang telah dibuat, seperti dapat dilihat pada Gambar
29.
Fasilitas untuk
melakukan pencarian
berdasarkan Provinsi,
Kab/Kota, Kecamatan,
Puskesmas, dan Tahun
Produksi PMT. Jika
sudah dipilih lalu
tekan tombol “Cari
Data”

Tombol untuk mencetak


BAST.

Untuk mencetak BAST, dapat dilakukan dengan memilih


tombol “CETAK” seperti dapat dilihat pada Gambar 29. Hasil
cetak dokumen BAST menggunakan format PDF sehingga
dapat memudahkan pengguna untuk menyimpan / mencetak
ulang, Berikut contoh hasil cetak BAST seperti dapat dilihat
pada Gambar 30.
Gambar 30 Format Cetak BAST PMT Balita di Puskesmas
 Unggah
Menu Unggah digunakan untuk menggunggah atau
upload dokumen BAST PMT Balita yang telah
dicetak dan ditandatangani oleh pejabat terkait, agar
terekam atau tersimpan kedalam system Distribusi
PMT. Dapat dilakukan dengan memilih Puskesmas
-> PMT Balita -> BAST -> Unggah dapat dilihat
pada Gambar 31.
Setelah sub menu Unggah dipilih, maka akan
muncul halaman pencarian daftar BAPB pada sub
menu Unggah yang telah dibuat, seperti dapat
dilihat pada Gambar 31.
Tombol untuk
Fasilitas untuk
unggah/upload
melakukan
pencarian dokumen BAST yang
berdasarkan telah ditandatangani
Provinsi, dan dicap basah oleh
Kab/Kota, pihak yang berwenang
Sumber (PIHAK KESATU dan
Pengadaan, Tombol PIHAK KEDUA) dan
Jenis Distribusi, untuk foto bukti penerimaan
Jenis PMT, dan
mengunduh/ BAST.
Tahun Produksi
download
dokumen

Gambar 31 Daftar Unggah BAST PMT Balita di Puskesmas

Untuk mengunggah BAST, dapat dilakukan dengan memilih


tombol “Unggah BAPB” atau “Unggah Foto”. Setelah tombol
tersebut dipilih, maka akan muncul halaman unggah dokumen
seperti dapat dilihat pada Gambar 32.
Kolom isian untuk
unggah/upload dokumen
BAST. Pilih dokumen atau
file dari PC/Laptop yang
sesuai untuk diunggah

Tombol untuk menyimpan


hasil unggah/ upload dan tombol
untuk membatalkan peyimpanan.

Gambar 32 Halaman Unggah BAST PMT Balita di Puskesmas

Masukkan dokumen yang akan diunggah pada kolom isian


seperti dapat dilihat pada Gambar 32 dan kemudian tekan
tombol

2. Cetak Blangko BAST Kosong


Pilih Puskesmas -> PMT Balita -> Cetak
Blangko BAPB Kosong agar bisa mengakses
dan mencetak Blangko BAPB Kosong PMT
BALITA dapat dilihat pada gambar 33.

Setelah sub menu Cetak Blangko BAPB Kosong


dipilih, maka akan muncul BAST Kosong dalam
bentuk .pdf, seperti dapat dilihat pada Gambar
33.
Gambar 33 Format Cetak Blangko BAST Kosong PMT Balita
84
d. PMT Bumil
PMT Bumil digunakan untuk menambahkan BAST
dengan jenis PMT Bumil atau Ibu Hami KEK.
Terdapat dua sub menu tambahan antara lain
“BAST” dan “Cetak Blangko BAST Kosong”.Untuk
cara pengisian, sama seperti pada PMT Balita di
Puskesmas.

3. Laporan

Menu laporan ini memiliki satu sub menu tambahan yaitu


Progres Distribusi PMT Kirim ke Daerah.

Gambar 34 Menu Laporan

a. Progres Distribusi PMT Kirim ke Daerah


Menu ini berfungsi untuk melihat progres
pendistribusian PMT ke daerah PMT
BALITA maupun PMT IBU HAMIL KEK.

85
Terdapat dua submenu tambahan antara
lain Balita Kurus dan Ibu Hamil KEK.

Gambar 35 Menu Progres Distibusi Kirim ke Daerah

1. Balita Kurus
Berfungsi untuk melihat progres
distribusi jenis PMT Balita seperti dapat
dilihat pada Gambar 36 dan 37.
2. Ibu Hamil KEK
Berfungsi untuk melihat
progres distribusi jenis PMT Ibu
Hamil KEK seperti dapat dilihat
pada Gambar 38 dan 39.

86
Gambar 36 Tampilan Progress Distribusi PMT Balita
Kurus Kirim ke Daerah (1)

Gambar 37 Tampilan Progress Distribusi PMT Balita


Kurus Kirim ke Daerah (2)
Gambar 38 Tampilan Progress Distribusi PMT Ibu Hamil
KEK Kirim ke Daerah (1)

Gambar 39 Tampilan Progress Distribusi PMT Ibu Hamil


KEK Kirim ke Daerah (2)

88
Lampiran 2

Perhitungan Luas Gudang Penyimpanan Makanan


Tambahan Balita
dan Ibu Hamil
Lampiran 3

Stock Opname Makanan Tambahan di Puskesmas


STOCK OPNAME MAKANAN TAMBAHAN

Puskesmas :

Kab/Kota :

Provinsi :

Distribusi dan
BULAN TAHUN MT-BALITA MT-AS MT-BUMIL KETERANGAN
Stock
JUMLAH
ALOKASI (Kg)

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

JUMLAH Stock Tersisa


DISTRIBUSI (Kg)
Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

90
Lampiran 4

Stock Opnam Makanan Tambahan di Kabupaten/Kota


STOCK OPNAME MAKANAN TAMBAHAN

Puskesmas :

Kab/Kota :

Provinsi :

Distribusi dan
BULAN TAHUN MT-BALITA MT-AS MT-BUMIL KETERANGAN
Stock
JUMLAH
ALOKASI (Kg)

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

JUMLAH Stock Tersisa


DISTRIBUSI (Kg)
Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

Distribusi

Stock Tersisa

91
Lampiran 5

Contoh Form Berita Acara Serah Terima Barang

92
Lampiran 6

DAFTAR PENERIMA MAKANAN TAMBAHAN

93
Lampiran 7

LAPORAN PEMANTAUAN PENDISTRIBUSIAN


MAKANAN TAMBAHAN
DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA
TAHUN …….

Kabupaten/Kota : ........................................
Provinsi : ……………………………

1. Data Sasaran PMT


a. Jumlah seluruh balita :
……………… anak
b. Jumlah balita kurus :
…………….. . anak ( ………..%)
c. Jumlah seluruh anak usia SD/MI
:………………..anak
d. Jumlah anak usia SD/MI kurus
:………………..anak (…………%)
e. Jumlah seluruh Ibu Hamil :
……………….orang
f. Jumlah ibu hamil KEK :
……………… orang (………...%)

2. Jumlah MT
Jumlah MT Balita dan MT Ibu Hamil berdasarkan
data di Gudang/tempat penyimpanan
MT Balita
- Jumlah MT yang ada :…………..kg,
seharusnya :…………….kg
- Jumlah MT yang rusak: ………...kg
94
- Jumlah MT yang hilang:…….…...kg

MT Ibu Hamil
- Jumlah MT yang ada :…………..kg,
seharusnya :…………….kg
- Jumlah MT yang rusak: ………...kg
- Jumlah MT yang hilang:………....kg

3. Sarana dan Prasarana


Penyimpanan MT
- Gudang/tempat penyimpanan MT
:……………..
memenuhi syarat/cukup memenuhi
syarat/kurang memenuhi syarat *)

- Sarana tempat penyimpanan MT (palet, alat


angkut, dll) :................
Baik/cukup baik/kurang baik *)

4. Prosedur Penerimaan MT
:
Baik/cukup baik/kurang baik *)

5. Prosedur Penyimpanan
MT :
Baik/cukup baik/kurang baik *)

6. Prosedur Pendistribusian
MT :
Baik/cukup baik/kurang baik *)

95
7. Prosedur Pencatatan dan
Pelaporan MT :
Baik/cukup baik/kurang baik *)

8. Masalah dan Hambatan dalam pengelolaan MT :


………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………

9. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah


dan hambatan yang ada :
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………

10. Kesimpulan

………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………

96
11. Saran

……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………….

………………………….20..

Kabupaten/Kota Pelapor
Provinsi

…………………………………… …………………………
.. .
Keterangan :
Sarana dan prasarana *)
- Baik : jika > 80 – 100 % memenuhi persyaratan
- Cukup : jika > 60 - 80 % memenuhi persyaratan

- Kurang : jika ≤ 60 % memenuhi persyaratan

Prosedur *)
- Baik : jika > 80 – 100 % sesuai prosedur
- Cukup : jika > 60 - 80 % sesuai prosedur
- Kurang : jika ≤ 60 % sesuai prosedur

97
Lampiran 8

LAPORAN PEMANTAUAN PENDISTRIBUSIAN


MAKANAN TAMBAHAN
DI TINGKAT PUSKESMAS
TAHUN …….

Puskesmas : .......................................
Kabupaten/Kota : .......................................
Provinsi : ……………………………

1. Data Sasaran PMT


a. Jumlah seluruh balita :
……………… anak
b. Jumlah balita kurus :
…………….. . anak ( ………..%)
c. Jumlah seluruh anak usia SD/MI
:………………..anak
d. Jumlah anak usia SD/MI kurus
:………………..anak (…………%)
e. Jumlah seluruh Ibu Hamil :
……………….orang
f. Jumlah ibu hamil KEK :
……………… orang (………...%)

2. Jumlah MT
Jumlah MT Balita dan MT Ibu Hamil berdasarkan
data di Gudang/tempat penyimpanan
MT Balita
- Jumlah MT yang ada :…………..kg,
seharusnya :…………….kg
98
- Jumlah MT yang rusak: ………...kg
- Jumlah MT yang hilang:…….…...kg

MT Ibu Hamil
- Jumlah MT yang ada :…………..kg,
seharusnya :…………….kg
- Jumlah MT yang rusak: ………...kg
- Jumlah MT yang hilang:………....kg

3. Sarana dan Prasarana


Penyimpanan MT
- Gudang/tempat penyimpanan MT
:……………..
memenuhi syarat/cukup memenuhi
syarat/kurang memenuhi syarat

- Sarana tempat penyimpanan MT (palet, alat


angkut, dll) :
Baik/cukup baik/kurang baik

4. Prosedur Penerimaan MT
:
Baik/cukup baik/kurang baik

5. Prosedur Penyimpanan
MT :
Baik/cukup baik/kurang baik

6. Prosedur Pendistribusian
MT :
Baik/cukup baik/kurang baik
99
7. Prosedur Pencatatan dan
Pelaporan MT :
Baik/cukup baik/kurang baik

8. Masalah dan Hambatan dalam pengelolaan MT :


………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………

9. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah


dan hambatan yang ada :
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………

10. Kesimpulan

………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
………………………………………………………
100
11. Saran

……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………………………
……………………………………………….

………………………….20..

Kabupaten/Kota Pelapor
Provinsi

…………………………………… …………………………
.. Keterangan : .
Sarana dan prasarana *)
- Baik : jika > 80 – 100 % memenuhi persyaratan
- Cukup : jika > 60 - 80 % memenuhi persyaratan

- Kurang : jika ≤ 60 % memenuhi persyaratan

Prosedur *)
- Baik : jika > 80 – 100 % sesuai prosedur
- Cukup : jika > 60 - 80 % sesuai prosedur
- Kurang : jika ≤ 60 % sesuai prosedur

101
Lampiran 9

FORMULIR PEMANTAUAN PENDISTRIBUSIAN


MAKANAN TAMBAHAN
DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA

Kabupaten : …………………………..
Propinsi : …………………………..

JAWABAN
No. INFORMASI KETERANGAN
YA TIDAK
1. Mengetahui jadwal Lihat Surat
penerimaan dari Rencana
Dinkes Provinsi ke Pengiriman dari
Dinkes Dinkes Provinsi
Kabupaten/Kota ke Kepala
Dinas
Kesehatan
Kabupaten/Kota
atau cek
apakah ada
informasi lisan
melalui telepon
2. Ada gudang Amati gudang
penyimpanan MT, penyimpanan
amati MT
penyimpanan MT
di gudang
- Kebersihan
- Ventilasi
- Kelembaban
- Atap tidak bocor
- Kapasitas

102
- Cara
penyimpanan
- Tumpukan
kardus
- Palet
- Penyimpanan
terpisah dari
bahan
berbahaya
- Penyimpanan
yang rusak
terpisah
3. Penerimaan MT Cocokkan
tepat waktu dokumen SPB
dengan BAPB

4. Jumllah dan jenis Cocokkan


yang diterima dokumen SPB
sesuai dengan dengan BAPB
Surat Pengiriman
Barang (SPB)
5. Ada catatan Cek catatan
administrasi administrasi
MT gudang
- Masuk
- Keluar
- Sisa
- Rusak
6. Apakah ada MT APBDII/lain-lain
dari sumber lain ?
- Sumber
- Nama
produk
- Jenis
103
- Jumlah
- Sasaran

7. Ada rencana Lihat catatan


distribusi MT ke rencana
Puskesmas distribusi MT ke
- Jumlah
Puskesmas
- Jenis
- Waktu distribusi
8. Pelaksanaan Lihat dokumen
distribusi MT SBBK
- Sesuai jumlah
- Sesuai jenis
- Sesuai waktu
- Distribusi MT
tahap ke
berapa
- Kalau tidak
sesuai
sebutkan
alasannya

9. Pendistribusian MT Lihat dokumen


: pengiriman MT
- Dikirim oleh
Petugas
Kabupaten/Kota
/Perusahaan
Jasa
104
Pengiriman
Barang

………………………….20..
Petugas Pemantau

Kabupaten/Kota Provinsi

…………………………………… ……………………………………

105
Lampiran 10

FORMULIR PEMANTAUAN PENDISTRIBUSIAN


MAKANAN TAMBAHAN
DI TINGKAT PUSKESMAS

Puskesmas : …………………….
Kabupaten : …………………….
Propinsi : …………………….

JAWABAN
No
INFORMASI Y TIDA KETERANGAN
.
A K
1. Mengetahui Lihat Surat
jadwal Rencana
penerimaan dari Pengiriman
Dinkes dari Dinkes
Kabupaten/Kota kabupaten/Kot
a ke Kepala
Puskesmas
atau cek
apakah ada
informasi lisan
melalui telepon
2. Ada gudang Amati gudang
penyimpanan penyimpanan
PMT, amati PMT
penyimpanan
PMT di gudang
- Kebersihan
- Ventilasi
- Kelembaban

106
- Atap tidak
bocor
- Kapasitas
- Cara
penyimpanan
- Tumpukan
kardus
- Palet
- Penyimpana
n terpisah
dari bahan
berbahaya
- Penyimpana
n yang rusak
terpisah
3. Penerimaan Cocokkan
PMT tepat dokumen SPB
waktu dengan BAPB

4. Jumlah dan Cocokkan


jenis yang dokumen SPB
diterima sesuai dengan BAPB
dengan Surat
Pengiriman
Barang (SPB)
5. Ada catatan Cek catatan
administrasi administrasi
MT gudang
- Masuk
- Keluar
- Sisa
- Rusak

107
6. Apakah ada Cek data
data sasaran ? sasaran MT di
- Balita 6- seluruh desa
59 bulan wilayah kerja
- Bumil Puskesmas
KEK
7. Apakah ada Cek dokumen
rencana rencana
kegiatan distribusi MT
distribusi MT ?
8. Apakah Cek arsip surat
sebelum pemberitahuan
pendistribusian distribusi MT
MT, ada dari
pemberitahuan Puskesmas ke
dari Puskesmas BDD/petugas
? yg
ditunjuk/kader

9. Apakah Cek
pendistribusian kesesuaian
MT sesuai jumlah MT
rencana ? yang dikirim
- Jumlah dengan jumlah
- Jenis sasaran
- Waktu
distribusi
10. Bagaimana cara Jelas
pendistribusian
MT ?
11. Apakah ada MT APBDII/lain-
dari sumber lain lain
yang
didistribusikan ?
- Sumber
108
- Nama
produk
- Jenis
- Jumlah
- Sasaran

………………………….20..

Kabupaten/Kota Provinsi

…………………………………… ……………………………………

109
Lampiran 11

FORMULIR PEMANTAUAN PEMANFAATAN


MAKANAN TAMBAHAN BALITA
Provinsi : …………………………
Nama Ibu : …………………
Kabupaten/Kota : …………………………
Nama Anak : …………………
Kecamatan : …………………………
Umur Anak : ……..bln
Puskesmas : …………………………
Desa : …………………………
Posyandu : …………………………

Keterangan
No Pertanyaan Jenis Jawaban
Jawaban
INFORMASI
MONITORING
Pilihan
1
Tahun Monitoring berganda 2109/2020/2021
Pilihan Januari -
2
Bulan Monitoring berganda Desember
Tanggal
3
Kunjungan/Monitoring Kalender
Nama Petugas
4
Monitoring
Instansi Petugas
5
Monitoring
Jabatan Petugas
6 Monitoring (Petugas,
Puskesmas,

110
Bidan Desa, Ketua
Kader Posyandu, Kader
Posyandu)
No HP Petugas
7
Monitoring
IDENTITAS PENERIMA
MT BALITA
8 Nama Anak
9 Tanggal Lahir Anak Kalender
10 Jenis Kelamin Anak L/P
Nomor Kartu Keluarga
11 (KK)
NIK (Nomor Induk
12 Kependudukan) Anak
13 Nama Ayah
NIK (Nomor Induk
14 Kependudukan) Ayah
15 Nama Ibu
NIK (Nomor Induk
16 Kependudukan) Ibu
Berapa Jumlah Balita
17 Dalam Keluarga Ini? Jumlah
INFORMASI PENERIMA
MT
Berapa Bulan Umur
Anak Balita Yang Umur diisi
18 Menerima MT dalam bulan
Balita 6-11 bulan/
Kategori Balita Pilihan
19 Penerima MT berganda Balita 12-59 bulan
Sejak Kapan Balita
20 Menerima MT Kalender
111
Ya/ Kadang-
kadang/
Apakah Saat Ini Ibu
Masih Memberikan ASI Pilihan
21 Kepada Anak? berganda Tidak
Sudah Berapa Kali
Menerima MT Balita
22 Sampai Saat Ini?
Apakah Menerim MT Pilihan
23 Balita Untuk Bulan Ini? berganda Ya/ Tidak
Tanggal Penerimaan MT
24 yang Paling Terakhir? Kalender
Puskesmas/
Dimana Menerima MT Pilihan Posyandu/
25 Balita? berganda Rumah
Berapa Jumlah Bungkus
MT Balita Yang Jumlah
26 Diterima? bungkus
Apakah Jumlah MT
Balita yang Diterima
adalah Jatah Mingguan Pilihan Mingguan/
27 atau Bulanan berganda Bulanan
Apakah MT Balita
Diberikan Setiap Hari Pilihan
28 Kepada Anak Balita? berganda Ya/ Tidak
Sesuai (8 keping/
2 bungkus per
hari
Apakah Takaran MT untuk balita 6-11
Balita Diberikan Sesuai bulan)
atau Tidak Dengan Pilihan Tidak sesuai (8
29 Petunjuk? berganda keping/

112
2 bungkus per
hari
untuk balita 6-11
bulan)
Sesuai (12
keping/
3 bungkus per
hari
untuk balita 11-
59 bulan)
Tidak Sesuai (12
keping/
3 bungkus per
hari
untuk balita 11-
59 bulan)
Ya, Jumlah yang
diterima sesuai /

Tidak, Jumlah
Apakah Bantuan MT Pilihan yang diterima
30 Yang Diterima Cukup? berganda tidak sesuai
Jika Jumlah yang
Diterima Tidak Sesuai
dan Jika Tidak
31 Menerima, Jelaskan Open Question
Apakah Pemberian MT
Balita Dicatat Setiap
Hari dikalender PMT Pilihan
32 Balita? (tentative) berganda Ya/ Tidak
Bila Pemberian MT
Balita Tidak Diberikan
33 Setiap Hari Kepada Open Question
113
Anak atau Tidak dicatat
dalam Kalender MT
Balita, Jelaskan
(tantative)
Apakah dibulan Ini MT
diberikan/dimakan Oleh Pilihan
34 Anak/Orang Lain Selain berganda Ya/ Tidak
Apakah Sudah Pernah
Dilakukan Penimbangan
Berat Badan Setelah Pilihan
35 Mendapatkan PMT? berganda Sudah/ Belum
Tanggal Penimbangan
Terakhir di
36 Puskesmas/Posyandu Kalender
Berapa Berat Balita
Anda Pada saat Dalam
37 Penimbangan Terakhir kilogram
Tetap/
Meningkat/
Bagaimana Status Berat
Badan Balita Pada Pilihan
38 Penimbangan Terakhir? berganda Menurun
Apakah Anak Anda Pilihan Ya/ Tidak/ Tidak
39 Menyukai MT? berganda Tahu
Bila Tidak, Jelaskan
Mengapa Anak Tidak
40 Menyukai MT Open Question
Ya (Muntah,
Diare,
Semebelit, dll)
Apakah Anak Anda Ada Pilihan
41 Keluhan Setelah berganda Tidak ada

114
Mengkonsumsi MT
Tersebut?
Apakah Balita Anda
Menerima Bantuan
Selain MT Untuk Pilihan
42 Perbikan Gizi? berganda Ya/ Tidak
Bahan Pangan/
Uang Tunai/ Non
Tunai/
Pelatihan terkait
peng-
Bantuan yang Diberikan Pilihan
43 dalam Bentuk berganda olahan makanan
Dari Pemerintah/
Dari Organisasi
Swasta (
Yayasan, Lokal,
Jika Ya, Bantuan Pilihan Organisasi
44 Tersebut darimana? berganda Internasional)
Kapan Bantuan Lainnya
45 itu Diberikan? Kalender

Petugas Pemantau:

BDD/Kader Puskesmas

…………………………………… ……………………………………

115
Lampiran 12

FORMULIR PEMANTAUAN PEMANFAATAN


MAKANAN TAMBAHAN IBU HAMIL

Provinsi : ..…………………….
Nama Ibu : ………………………
Kabupaten/Kota : ………………………
Nama Suami : ………………………
Kecamatan : ………………………
Umur Ibu : ……… thn
Puskesmas : ………………………
Desa : ………………………
Posyandu : ...…………………….

Jenis Keterangan
Pertanyaan
No Jawaban Jawaban
INFORMASI MONITORING
Pilihan
1 Tahun Monitoring berganda 2109/2020/2021
Pilihan Januari -
2 Bulan Monitoring berganda Desember
Tanggal
3 Kunjungan/Monitoring Kalender
4 Nama Petugas Monitoring
Instansi Petugas
5 Monitoring
Jabatan Petugas
Monitoring (Petugas,
6 Puskesmas,

116
Bidan Desa, Ketua Kader
Posyandu, Kader
Posyandu)
7 No HP Petugas Monitoring
IDENTITAS PENERIMA MT
BALITA
8 Nama Ibu Hamil
9 Tanggal Lahir Kalender
10 Nomor Kartu Keluarga (KK)
NIK (Nomor Induk
11 Kependudukan) Ibu Hamil
INFORMASI PENERIMA
MT
Berapa Umur Kehamilan
12 Ibu Sekarang? Jumlah Bulan
Masuk dalam
trimester
pertama(1-3
bulan)/
Masuk dalam
trimester
kedua(4-6
bulan)/
Masuk dalam
trimester
Kategori Umur Kehamilan Pilihan
13 Ibu berganda ketiga(7-9 bulan)
Sejak Kapan Ibu Hamil KEK
14 Menerima MT Kalender
Apakah Menerima MT Ibu Pilihan
15 Hamil Untuk Bulan Ini? berganda Ya/ Tidak

117
Tanggal Penerimaan MT
Ibu Hamil yang Paling
16 Terakhir? Kalender
Puskesmas/
Dimana Menerima MT Pilihan Posyandu/
17 Balita? berganda Rumah
Berapa Jumlah Bungkus
MT Ibu Hamil Yang Jumlah
18 Diterima? bungkus
Apakah Jumlah MT Ibu
Hamil Dimakan Setiap Pilihan
19 Hari? berganda Ya/ Tidak
Apakah Pemberian MT Ibu
Hamil dicatat Setiap Hari
dikalender MT
Pilihan
20 Ibu Hamil? (tentative) berganda Ya/ Tidak
Bila MT Ibu Hamil tidak
Dimakan Setiap Hari atau
Tidak dicatat dalam
Kalender MT Ibu Hamil,
Jelaskan Kenapa Open
21 (tentative) Question
Sesuai (2 keping
biskuit
per hari untuk
Ibu Hamil
Trimester 1)
Apakah Takaran MT Ibu Tidak Sesuai (2
Hamil yang Dimakan keping
Sesuai atau Tidak Dengan Pilihan biskuit per hari
22 Petunjuk? berganda untuk

118
Ibu Hamil
Trimester 1)
Sesuai (3 Keping/
1 bungkus per
hari
untuk Ibu Hamil
Trimester 2/
Trimester 3)
Tidak Sesuai (3
Keping/
1 bungkus per
hari
untuk Ibu Hamil
Trimester 2/
Trimester 3)
Ya, Jumlah yang
diterima sesuai
Tidak, Jumlah
yang
diterima tidak
sesuai
Apakah Bantuan MT Ibu
Hamil Yang Diterima Pilihan
23 Cukup? berganda Tidak Menerima
Jika Jumlah yang Diterima
Tidak Sesuai dan Jika Tidak Open
24 Menerima, Jelaskan Question
Apakah dibulan Ini MT Ibu
Hamil yang Didapat
Dimakan Oleh anak/
Pilihan
25 Orang Lain Selain Ibu? berganda Ya/ Tidak
119
Apakah Sudah Pernah
Dilakukan Pengukuran LILA
Setelah Mendapatkan Pilihan
26 PMT? berganda Sudah/ Belum
Tanggal Pengukuran LILA
Terakhir di
27 Puskesmas/Posyandu? Kalender
Dalam
Berapa LILA Ibu dari centimeter
28 Pengukuran Terakhir (cm) cm
Tetap/
Meningkat/
Bagaimana Status LILA Ibu Pilihan
29 Sekarang? berganda Menurun
Pilihan
30 Apakah Ibu Menyukai MT? berganda Ya/ Tidak
Bila Tidak, Jelaskan Open
31 Mengapa? Question
Ya (Muntah,
Diare,
Semebelit, dll)
Apakah Ibu Ada Keluhan
Setelah Mengkonsumsi MT Pilihan
32 Tersebut? berganda Tidak ada
Apakah Ibu Menerima
Bantuan Selain MT Untuk Pilihan
33 Perbaikan Gizi? berganda Ya/ Tidak
Bahan Pangan/
Uang Tunai/ Non
Tunai/
Pelatihan terkait
34 peng-

120
Bantuan yang Diberikan Pilihan
dalam Bentuk berganda olahan makanan
Dari Pemerintah/
Dari Organisasi
Swasta (
Yayasan, Lokal,
Jika Ya, Bantuan Tersebut Pilihan Organisasi
35 darimana? berganda Internasional)
Kapan Bantuan Lainnya itu
36 Diberikan? Kalender

Petugas Pemantau:

BDD/Kader Puskesmas

…………………………………… ……………………………………

121
Lampiran 13

Dapat
Biskuit MT

6 – 8 bulan 9 – 11 bulan
12 – 23 bulan

0 – 6 bulan

Sumber Kajian SEAMEO RECFON dan Direktorat Gizi Masyarakat


Catatan :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________
______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________
124
Catatan :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________
125
______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________
126
Tim Penyusun

A. Pengarah :
1.dr. Kirana Pritasari, MQIH, Direktur Jenderal
Kesehatan Masyarakat.
2.Ir. Doddy Izwardy, MA, Direktur Gizi Masyarakat

B. Kontributor :
Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan
Pembangunan Pusat (TP4P), R. Giri Wurjandaru, Dyah
Yuniar Setiawati, Mursalim, Eko Prihastono, Yaya
Kusumajaya, Iwan Halwani, Yetty MP Silitonga, Hera
Nurlita, Ivonne Kusumanigtyas, Andri Mursita, Tiska
Yumeida, Dewi Astuti, Della Rosa, Evarini Ruslina Sodik,
Satrio Adi Pamungkas, Tito Achmad Satori, Kartika
Wahyu Dwi Putra, Danti Kamalia, Imawati Warastuti.,
Jenno Amran,
Pendukung :
Toto Haryanto, Kukuh Wicaksono, Rakum, Billia Jaya.