Anda di halaman 1dari 13

Makalah

ANALISIS STRUKTUR ORGANISASI PT. TELKOM


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Individu,
Mata Kuliah Teori Organisasi,
Semester Ganjil, Tahun Akademik
2018/2019
Dosen Pengajar : Drs. Zulkifli, M.M.

Disusun oleh :
Devanggi Saputri Arifin 161611019150027

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYAGAMA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi dasar dalam manajemen untuk mencapai
sasaran yang ditetapkan oleh Organisasi. Pengorganisasian ini berkaitan dengan
pengelompokan kegiatan, pengaturan orang maupun sumber daya lainnya dan
mendelegasikannya kepada individu ataupun unit tertentu untuk menjalankannya sehingga
diperlukan penyusunan struktur organisasi yang memperjelas fungsi-fungsi setiap bagian dan
sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut.

Struktur organisasi di masing-masing perusahaan berbeda. Gibson et al.(1996:233)


menyatakan, ”Struktur organisasi sama dengan anatomi organisme hidup, berperan sebagai
kerangka kerja yang di dalamnya aktivitas dinamis dan cara orang melaksanakan kerja
berlangsung”.

Sedangkan Ghani (2013:1) menyatakan bahwa struktur organisasi merupakan suatu susunan
danhubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organissasi atauperusahaan
dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.Struktur organisasi
memfokuskan diferensiasi berbagai posisi,perumusan berbagai peraturan dan prosedur serta
penetapan wewenang.Struktur organisasi bertujuan untuk mengatur pembagian tugas didalam
sebuahorganisasi. Pemisahan kegiatan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana
hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi dengan jelas. Dalam strukturorganisasi yang baik harus
menjelaskan hubungan wewenang siapa melaporkepada siapa.Setiap perusahaan memiliki
struktur organisasi yang berbeda.

Dengan demikian, jelas bahwa penyusunan Struktur Organisasi merupakan hal yang sangat
penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, baik organisasi tersebut berskala kecil
maupun besar tetap memerlukan Struktur Organisasi yang jelas untuk mencapai sasaran
organisasi yang ditetapkan. Secara definisi, yang dimaksud dengan Struktur Organisasi
menurut Schermerhorn (1996) adalah sistem tugas, alur kerja, hubungan pelaporan dan
saluran komunikasi yang dikaitkan secara bersama dalam pekerjaan individual maupun
kelompok.

Struktur Organisasi dalam sebuah organisasi biasanya digambarkan dalam bentuk Bagan
Struktur Organisasi (Organization Chart) yaitu suatu diagram yang menggambarkan
pengaturan posisi pekerjaan dalam Organisasi yang diantaranya juga termasuk garis
komunikasi dan wewenangnya.

Bentuk Struktur Organisasi

Bentuk-bentuk Struktur Organisasi yang sering digunakan dalam organisasi pada umumnya
terdiri dari 3 bentuk, yaitu Struktur Organisasi Fungsional, Struktur Organisasi Divisional
(berdasarkan Produk/Pasar) dan Struktur Organisasi Matriks.

Struktur Organisasi Fungsional

Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur


Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam
bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya
seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan yang
memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu
unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan
yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan. Struktur organisasi bentuk
ini dapat menekan biaya operasional namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar
unit kerja.

Struktur Organisasi Divisional

Struktur Organisasi Divisional (Divisional Structure Organization) adalah Struktur Organisasi


yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis.
Organisasi bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah
keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan
bentuk Organisasi Fungsional.
Struktur Organisasi Matriks

Struktur Organisasi Matriks (Matrix Structure Organization) merupakan kombinasi dari


Struktur Organisasi Fungsional dan Struktur Organisasi Divisional dengan tujuan untuk
menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat pada kedua bentuk Struktur Orgnisasi
tersebut. Struktur Organisasi Matriks ini sering juga disebut dengan Struktur Organisasi
Proyek karena karyawan yang berada di unit kerja fungsional juga harus mengerjakan
kegiatan atau tugas proyek-proyek organisasi yang ditugaskan kepadanya. Struktur Organisasi
Matriks ini mengakibatkan terjadinya multi komando dimana seorang karyawan diharuskan
untuk melapor kepada dua pimpinan yaitu pimpinan di unit kerja Fungsional dan pimpinan
proyek. Struktur Organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang berskala besar atau
perusahaan-perusahaan multinasional.1

1 https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-contoh-bentuk-struktur-organisasi/
BAB II
PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan
telekomunikasi di Indonesia. Pemegang saham mayoritas Telkom adalah Pemerintah Republik
Indonesia sebesar 52.09%, sedangkan 47.91% sisanya dikuasai oleh publik. Saham Telkom
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode “TLKM” dan New York Stock
Exchange (NYSE) dengan kode “TLK”.

Dalam upaya bertransformasi menjadi digital telecommunication company, TelkomGroup


mengimplementasikan strategi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi kepada
pelanggan (customer-oriented). Transformasi tersebut akan membuat organisasi TelkomGroup
menjadi lebih lean (ramping) dan agile (lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan industri
telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat. Organisasi yang baru juga diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menciptakancustomer experience yang
berkualitas.

Kegiatan usaha TelkomGroup bertumbuh dan berubah seiring dengan perkembangan


teknologi, informasi dan digitalisasi, namun masih dalam koridor industri telekomunikasi dan
informasi. Hal ini terlihat dari lini bisnis yang terus berkembang melengkapi legacyyang
sudah ada sebelumnya.

Saat ini TelkomGroup mengelola 6 produk portofolio yang melayani empat segmen
konsumen, yaitu korporat, perumahan, perorangan dan segmen konsumen lainnya.

Berikut penjelasan portofolio bisnis TelkomGroup:

1. Mobile
Portofolio ini menawarkan produk mobile voice, SMS dan value added service,
serta mobile broadband. Produk tersebut ditawarkan melalui entitas anak, Telkomsel,
dengan merk Kartu Halo untuk pasca bayar dan simPATI, Kartu As dan Loop untuk
pra bayar.
2. Fixed
Portofolio ini memberikan layanan fixed service, meliputi fixed voice, fixed
broadband, termasuk Wi-Fi dan emerging wireless technology lainnya,
dengan brand IndiHome.
3. Wholesale & International
Produk yang ditawarkan antara lain layanan interkoneksi, network service, Wi-Fi,
VAS, hubbing data center dan content platform, data dan internet, dan solution.
4. Network Infrastructure
Produk yang ditawarkan meliputi network service, satelit, infrastruktur dan tower.

5. Enterprise Digital
Terdiri dari layanan information and communication technology platform
service dan smart enabler platform service.
6. Consumer Digital
Terdiri dari media dan edutainment service, seperti e-commerce (blanja.com),
video/TV dan mobile based digital service. Selain itu, kami juga menawarkan digital
life service seperti digital life style (Langit Musik dan VideoMax), digital
payment seperti TCASH, digital advertising and analytics seperti bisnis digital
advertising dan solusi mobile banking serta enterprise digital service yang
menawarkan layanan Internet of Things (IoT).

VISI DAN MISI

Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan transformasi perusahaan, Telkom


memiliki visi dan misi baru yang diberlakukan sejak 2016, yaitu:

Visi

Be the King of Digital in the Region

Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di


kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.

Misi

Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization

Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-prektek terbaik dengan


mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang
kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling
mendukung secara sinergis.

STRATEGIC OBJECTIVES

Sebagai Indonesia powerhouse company yang telah memiliki footprint bisnis internasional,
TelkomGroup memiliki strategic objectivessebagai berikut:

Top 10 Market Capitalization Telco in Asia-Pacific by 2020 and maintain its stronghold
position

CORPORATE STRATEGY

TelkomGroup juga telah menyusun strategi korporasi guna menciptakan sustainable


competitive growth dan mendorong cita-cita Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi
digital terbesar di Asia Tenggara.

Directional Strategy: Disruptive competitive growth


Di tengah perubahan lingkungan industri yang sangat menantang, TelkomGroup yakin
bahwa kapitalisasi pasar akan tumbuh secara signifikan. Ini dilakukan dengan cara
memberikan nilai lebih kepada pelanggan melalui inovasi produk dan layanan,
mendorong sinergi serta membangun ekosistem digital yang kuat baik di pasar
domestik maupun internasional.

Portfolio Strategy: Customer value through digital TIMES portfolio

TelkomGroup berfokus pada portofolio digital TIMES (Telecommunication,


Information, Media, Edutainment & Services) melalui penyediaan layanan yang
nyaman dan konvergen sehingga memberikan nilai yang tinggi kepada pelanggan.

Parenting Strategy: Strategic Control

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara efektif, TelkomGroup menerapkan


pendekatan strategic control untuk menyelaraskan unit bisnis, unit fungsional dan anak
perusahaan agar proses dapat berjalan lebih terarah, bersinergi, dan efektif dalam
mencapai tujuan perusahaan.

CORPORATE CULTURE

The Telkom Way

BASIC BELIEF

Always the Best

CORE VALUES

Solid, Speed, Smart

KEY BEHAVIOURS

Imagine, Focus, Action

KEGIATAN USAHA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK

Kegiatan usaha PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk bertumbuh dan berkembang seiring
dengan perkembangan teknologi, informasi dan digital. Namun masih dalam koridor industri
telekomunikasi dan informasi serta kegiatan 36 usaha PT. Telkom ini berdasarkan anggaran
dasar perusahaan yang mengacu pada versi terakhir anggaran dasar PT. Telkom No. 20
Tanggal 23 Mei 2015 yang menyebutkan bahwa aksud dan tujuan kegiatan usaha ini adalah
menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika serta optimalisasi sumber
daya perseroan.2

2 https://www.telkom.co.id/servlet/tk/about/id_ID/companystructure/struktur-perusahaan.html
B. STRUKTUR ORGANISASI
C. Analisis Struktur Organisasi

Pada bagan struktur organisasi di atas dapat dijelaskan bahwa jabantan yang tertinggi
pada PT. Telkom Indonesia adalah Direktur Utama lalu dibawahnya terdapat jabatan Direktur-
direktur yang terdiri dari Direktur Keuangan, Direktur Consumer Service, Direktur Human
Capital Management (“HCM”), Direktur Network & IT Solution, Direktur Digital & Strategic
Portfolio (“DSP”), Direktur Wholesale & International Service (“WINS”), Direktur Enterprise
& Business Service. Direktur-direktur tersebut adalah yang memipin Direktorat pada
Corporate Office, dalam penyelenggraan operasional dan fungsinya, dikendalikan langsung
oleh Direktur Utama. Kemudian untuk jabatan yang setara dengan Direktur terdapat jabatan
Divisi Telkom Regional I-VII. Dalam hal ini tugas dibagi berdasarkan wilayah kerja.
Pembagian tugas seperti ini dilakukan dalam organisasi yang tugasanya spesifik dan tidak
bisa dipisah berdasarkan proses atau alur kerja seperti auditor atau pemeriksa. Setiap orang
melakukan kegiatan dari proses awal sampai akhir, dan mereka menguasai secara mendalam
semua proses yang harus dikerjkan. Dan di struktur itu pula terdapat garis koordinasi dengan
CRO, yang berarti bahwa Divisi Telkom Regional harus selalu berkoordinasi dengan
CRO.Koordinasi dimaksudkan agar terjadi harmonisasi kegiatan antar unit kerja. Hal ini
menjadi penting karena tiap unit kerja melaksanakan spesialisasi tugas masing-masing.

Selanjutnya dibawah jabatan Direktur terdapat Divisi Unit Bisnis yang bertugas
untuk menjalankan kegiatan bisnis. Dihubungkan dengan garis perintah yang menunjukkan
alur komando/perintah yang mengalir dari pimpinan organisasi kepada unit di bawahnya
sampai ke unit terendah dalam organisasi. Dalam hal ini komando/perintah“mengalir ke
bawah”, artinya bahwa setiap pimpinan organisasi hanya dapat memerintah unit organisasi di
bawahnya, tidak kesamping.

Di bagian kanan dari struktur organisasi tersebut terdapat Departemen yang juga
berada di bawah Direktur Utama dan letaknya lebih tinggi dari Direktur. Namun, Departemen
tersebut tidak berhak untuk menugasi kepada para Direktur. Karna garisnya tidak langsung
turun ke Direktur.

D. Analisis Bentuk Struktur Organisasi

Jika dilihat dari bentuk struktur organisasi PT. Telkom Indonesia menggunakan
bentuk divisional (Divisional Structure Organization). Karena struktur organisasi ini terdiri
dari beberapa divisi. Tiap-tiap divisi dapat beroperasi sendiri-sendiri dibawah pengarahan
Direktur dimana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
Masing-masing divisi mengembangkan strategi tingkat unit bisnis dan memiliki subbidang
masing-masing sesuai dengan kebutuhan dari setiap divisi tersebut. Oleh karenanya masing-
masing Direktorat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Seperti contoh dibawah ini,
terdapat Work Breakdown Structure (WBS) dari Direktorat Human Capital Management dan
Divisi Regional Telkom III.
Keuntungan dari Struktur Organisasi Divisi

Poin-poin penting yang mendukung struktur divisi mambu membuat pengambilan keputusan
secepat mungkin dengan pelanggan. Keuntungannya adalah:

 Akuntabilitas . Struktur Organisasi ini membuat lebih mudah untuk menetapkan


tanggung jawab atas tindakan dan hasil. Secara khusus, suatu divisi dijalankan oleh
kelompok manajemennya sendiri, yang mencari kepentingan terbaik dari divisi
tersebut. Seperti halnya di PT. Telkom, setiap devisi juga dijalankan oleh
manajemennya sendiri.

 Persaingan . Struktur divisi berfungsi dengan baik di pasar di mana terdapat banyak
kompetisi, di mana manajer lokal dapat dengan cepat mengubah arah bisnis mereka
untuk merespons perubahan dalam kondisi lokal.

 Budaya . Perusahan dapat menggunakan struktur ini untuk menciptakan budaya di


tingkat divisi yang paling memenuhi kebutuhan pasar lokal. Misalnya, divisi
Bussiness Centre pada PT. Telkom dapat memiliki budaya yang dirancang khusus
untuk meningkatkan tingkat layanan kepada pelanggan.

 Keputusan lokal . Struktur divisi memungkinkan pengambilan keputusan bergeser ke


bawah dalam organisasi, yang mampu meningkatkan kemampuan perusahaan untuk
menanggapi kondisi pasar lokal. Sehingga dalam pengambilan keputusan tidak perlu
lagi menunggu dari atasan.

 Penawaran berganda . Ketika sebuah perusahaan memiliki sejumlah besar penawaran


produk, atau pasar berbeda yang dilayaninya, dan semuanya tidak sama, maka
Struktur Divisi ini lebih tepat digunakan. Ini juga terjadi pada PT. Telkom, banyak
produk yang dibawahinya dan tidak ada yang sama. Maka PT. Telkom menerapkan
struktur organisasi Divisional.

 Kecepatan . Struktur Devisonal yang diterpakan PT. Telkom cenderung mampu


menghasilkan respons yang lebih cepat terhadap kondisi pasar lokal.

Kerugian Struktur Organisasi Divisi

Poin-poin kunci terhadap struktur divisi melibatkan biaya duplikasi fungsi dan pengurangan
fokus pada arah keseluruhan perusahaan. Kerugiannya adalah:

 Biaya. Setiap divisi dari perusahaan PT. Telkom mengakibatkan banyak karyawan
yang terlibat di setiap masing-masing divisi, dan ini cenderung lebih banyak apabila
menerapkan struktur organisasi fungsional. Maka biaya overhead yang dikeluarkan
juga semakin banyak.

 Skala ekonomis . PT. Telkom secara keseluruhan mungkin tidak dapat mengambil
keuntungan dari skala ekonomis , kecuali pembelian terintegrasi di seluruh organisasi.
Skala ekonomi merupakan fenomena turunnya biaya produksi per unit dari suatu
perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi (output).
Skala ekonomi (economies of scale) menunjuk kepada keuntungan biaya rendah yang
didapat dari ekspansi aktivitas operasional dalam sebuah perusahaan dan merupakan
salah satu cara untuk meraih keunggulan biaya rendah (low cost advantage) demi
menciptakan keunggulan bersaing.
 Inefisiensi . Ketika ada sejumlah area fungsional yang tersebar di antara banyak divisi,
tidak ada area fungsional yang akan seefisien jika menggunakan struktur organisasi
yang terpusat hanya satu divisi.

 Persaingan . Berbagai divisi mungkin tidak memiliki insentif untuk bekerja bersama,
dan bahkan dapat bekerja dengan berbagai tujuan, karena beberapa manajer
meremehkan tindakan divisi lain untuk mendapatkan keuntungan lokal.

 Silo . Dalam menerapkan struktur organisasi divisional yang banyak departemen-


depatemen. Sehingga membuat tiap departemen cenderung enggan berbagi sumber
daya dan ide dari departemen atau bagian lain. Mereka menyelesaikan permasalahan
dengan solusi yang mereka kembangkan sendiri. Padahal, berbagai masalah yang
mereka hadapi seringkali saling berkaitan dengan kinerja dan masalah di departemen
lain. Jika terjadi silo, kolaborasi antar departemen dan tim menjadi terbatas. Transfer
informasi dan pengetahuan antar divisi akan terhambat, padahal informasi dan
pengetahuan yang dimiliki sebuah divisi bisa jadi krusial bagi divisi lain.

 Fokus strategis . Setiap divisi akan cenderung memiliki arah strategi sendiri, yang
mungkin berbeda dari arah strategis perusahaan secara keseluruhan.