Anda di halaman 1dari 74
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id P U T U S A N Nomor

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

P

U

T

U

S

A

N

Nomor : 125/ G / 2018/ PTUN.SBY.

“ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA“

Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya yang memeriksa, memutus dan

menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada peradilan tingkat pertama

dengan acara pemeriksaan biasa, menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam

sengketa antara : -----------------------------------------------------------------------------------

DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI; Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan

Kepala Desa, tempat tinggal : Di Ds ledok RT/RW 007/003

Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro,

Dalam hal ini diwakili oleh Kuasanya :

1. MUHAMMAD SHOLEH,SH.

2. IMAM SYAFI’I,SH.

3. AGUS SETYA WAHYUDI,SH

4. MUHAMMAD SYAIFUL,SH.

5. MOH.NOVAL IBROHIM SALIM,SH.MH.

6. ELOK DWI KADJA,SH.

7. FARID BUDI HERMAWAN,SH.

Semuanya para Advokad, masing-masing warga Negara Indonesia yang

bekerja dan tergabung pada kantor advokat dan konsultan hukum “SHOLEH &

PARNERS” yang berkantor di Jalan Ngagel jaya Indah B No 29 Surabaya (

Belakang Gedung Wanita Kalibokor ) Berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal

3 Agustus 2018 baik sendiri –sendiri maupun bersama-samadalam hal ini

bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa, Untuk selanjutnya disebut

sebagai ----------------------------------------------------------------------------PENGGUGAT;

M E L A W A N

Halaman 1 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 1

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id BUPATI BOJONEGORO , berkedudukan di jalan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

BUPATI

BOJONEGORO,

berkedudukan

di

jalan

P

Mas

Tumapel

No

1

Bojonegoro , yang dalam hal ini diwakili kuasanya sebagai berikut :

1.

N

a

m

a

: FAISOL AHMADI,SH

J a b a t a n

: Kepala Bag Hukum dan Peraturan Perundang-

 

Undangan Sekda Kabupaten Bojonegoro

2

N a m a

 

: MUSLIM WAHYUDI,SH.

J a b a t a n

: Ka Sub Bag Peraturan Perundang-Undangan pada

 

Hukum pada bagian Hukum DAN Peraturan Perundang-

Undangan Sekda Kabupaten Bojonegoro

3

N a m a

 

: AGUS SETYADI RAKHMAN,SH.

Jabatan

: Ka Sug Bag Dokumentasi Hukum pada Bagian Hukum

dan Praturan Perundang-Undangan Sekda Kab.

Bojonegoro

4 N a m a

Jabatan

: ABDUL AZIS,SH

: Ka Sub Bag bantuan Hukum pada Bagian Hukum dan

Peraturan Perundang-Undangan sekda Kabupaten

Bojonegoro

5 N a m a

: YUSLIANA ARIANTI,SH.

Jabatan

: Staf pada bagian dan Peraturan Perundang-

Undangan Sekda Kabupaten Bojonegoro

6. N a m a

Jabatan

: RACHMAT AKBAR PERDANA, SH.

: Staf pada bagian Hukum dan Peraturan Perundang

Bojonegoro

berkewarganegaraan

188/017/412.012/2018 tertanggal 25 Juli 2018; Untuk selanjutnya disebut sebagai

------------------------------------------------------------------------------------------TERGUGAT;

Indoesia, berdasarkan surat kuasa Nomor :

Kesemuanya berkedudukan di Jalan P Mas Tumapel No. 1

Halaman 2 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 2

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut ;---------------------------------------------------

1.

Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Surabaya

Nomor : 125.K/PEN.TUN/2018/PTUN.SBY. tanggal 08 Agustus 2018

tentang Penunjukan Majelis Hakim ;-----------------------------------------------------

2.

Telah membaca Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha

Negara Surabaya Nomor : 125HK/PEN.TUN/2018/PTUN. SBY. tanggal

10 Agustus 2018 tentang hari Pemeriksaan Persiapan; --------------------------

3.

Telah membaca Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tata

Usaha Negara Surabaya Nomor : 125/PEN.TUN/2018/ PTUN.SBY.

tanggal 05 September 2018 tentang hari Persidangan; ----------------------------

4.

Telah membaca berkas perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY.; ------------

5.

Telah mendengar keterangan saksi-saksi dan pihak-pihak yang bersengketa

dalam sengketa ini ; ------------------------------------------------------------------------

----------------------------TENTANG DUDUKNYA SENGKETA------------------------------

Menimbang, bahwa Penggugat dengan Surat Gugatannya tertanggal

6 Agustus 2018, yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha

Negara Surabaya pada tanggal 6 Agustus 2018, dengan register Perkara

Nomor : 125/G./2018/PTUN.SBY. setelah melalui proses pemeriksaan

persiapan gugatan tersebut telah diperbaiki / disempurnakan pada tanggal 19

September 2018, pada pokoknya mengemukakan sebagai berikut : -----------------

I. OBJEK GUGATAN;-----------------------------------------------------------------------------

Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018

tertanggal 25 Juli 2018 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala

Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoroatas nama DIDIK

DWI AGUNG SUPANGADI;------------------------------------------------------------------

Halaman 3 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 3

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id II. TENGGAT WAKTU PENGAJUAN

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

II. TENGGAT WAKTU PENGAJUAN GUGATAN;-------------------------------------------

Bahwa, objek sengketa dimaksud dikeluarkan pada tanggal 25 Juli 2018 dan

diketahui pada tanggal 26 Juli 2018 di Balai Desa Sukorejo Kecamatan Malo

Kabupaten Bojonegoro sehingga pengajuan gugatan aquo didaftarkan pada

tanggal 6 Agustus 2018 di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya masih

dalam waktu 90 (sembilan puluh hari) sebagaimana ditentukan dalam Pasal 55

Undang-undang No. 5 tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara

(selanjutnya cukup disebut Undang-undang PTUN);---------------------------------

III. KEWENANGAN----------------------------------------------------------------------------------

1. Bahwa, obyek sengketa TUN a quo merupakan keputusan tertulis yang

dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang telah

memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Pasal 1 angka 9 Undang-Undang

Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yaitu"Keputusan

Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh

badan atau pejabat tata usaha negara yang berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan

final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum

perdata". Serta setalah berlakunya Undang-Undang 30 Tahun 2014 tentang

Administrasi Pemerintahan dijelaskan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara

dalam Pasal 1 angka 7 yaitu "Keputusan Administrasi Pemerintahan yang

juga disebut Keputusan adalah Ketetapan tertulis yang dikeluarkan oleh

Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam penyelenggaraan

pemerintahan" Jo Pasal 87 yang menyatakan "Dengan berlakunya Undang-

Undang ini, Keputusan Tata Usaha Negara sebagaimana dimaksud dalam

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara

Halaman 4 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 4

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id sebagaimana telah diubah dengan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004

dan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 harus dimaknai sebagai :

a. Penetapan tertulis yang juga mencakup tindakan faktual;------------

b. Keputusan Badan dan/atau Pejabat Tata Usaha Negara di

lingkungan eksekutif, legislatif, yudikatif, dan penyelenggara negara

lainnya;--------------------------------------------------------------------------------

c. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan AUPB;---------

d. Bersifat final dalam arti luas;----------------------------------------------------

e. Keputusan yang berpotensi menimbulkan akibat hukum; dan/atau

f. Keputusan yang berlaku bagi Warga Masyarakat."---------------------

2. Bahwa, TERGUGAT adalah Badan atau Pejabat yang melaksanakan urusan

pemerintahan Kabupaten Bojonegoro dalam hal ini Pj. Bupati Bojonegoro.

3. Bahwa, menurut uraian di atas tersebut objek Gugatan merupakan

Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat

Tata Usaha Negara sehingga memenuhi klasifikasi ketentuan Pasal 47

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara

yaitu "Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus, dan

menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara."---------------------------------

IV. KEPENTINGAN PENGGUGAT--------------------------------------------------------------

1. Bahwa, pada tanggal 25 Juli 2018 TERGUGAT mengeluarkan Surat

Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018 Tentang

Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan

Malo Kabupaten Bojonegoroatas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI

Dengan begitu objek sengketa TUN yang mengakibatkan kepentingan

PENGGUGAT dirugikan,sesuai dengan ketentuan Pasal 53 (1) Undang-

undang PTUN UU No. 9 tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-

Halaman 5 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 5

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang

menyatakan-------------------------------------------------------------------------------------

"Orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan

oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis

kepada Pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan

Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah

dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti-rugi dan/atau rehablitasi".---------

2.

Bahwa, PENGGUGAT adalah Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo

Kabupaten Bojonegoro yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati

Bojonegoro Nomor : 141/91/KEP/205.412/2016 tertanggal 13 Desember

2016 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Sukorejo Kecamatan

Malo Kabupaten Bojonegoro, atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI.

3.

Bahwa, atas tindakan yang dikeluarkan oleh TERGUGAT dengan

memberhentikan secara tidak hormat PENGGUGAT dari jabatannya sebagai

Kepala Desa Sukorejo Periode Tahun 2016 - 2022. Telah nyata

mengakibatkan PENGGUGAT tidak bisa menjalankan tugas fungsi dan

kewenangan sebagai Kepala Desa serta PENGGUGAT tidak berhak

menerima gaji dan/atau tunjangan yang diperoleh karena jabatannya,

padahal seharusnya PENGGUGAT menerima hal tersebut sampai dengan

Tahun 2022.--------------------------------------------------------------------------------------

V.

DASAR DAN ALASAN GUGATAN;-------------------------------------------------------

Bahwa, dasar-dasar permasalahan sehingga muncul gugatan PENGGUGAT

sebagai berikut :---------------------------------------------------------------------------------

1.

Bahwa, PENGGUGAT adalah Kepala Desa Sukorejo yang dilantik sesuai

dengan

Bojonegoro Nomor :

tentang

Halaman 6 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Surat

Keputusan

Bupati

13

141/91/KEP/204.412/2016

tertanggal

Desember

2016

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 6

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo

Kabupaten Bojonegoro, atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI.

Dimana masa jabatan PENGGUGAT seharusnya berakhir 6 (enam) tahun

terhitung sejak tanggal pelantikan;---------------------------------------------------------

2. Bahwa, pada sekitar bulan Agustus 2017 di Kabupaten Bojonegoro telah

dilaksanakan seleksi pengisian perangkat desa, termasuk juga desa

PENGGUGAT. Bahwa, ternyata hasil seleksi a quo digugat oleh salah satu

Calon Perangkat Desa yang kalah bernama AHMAD BAGUS KUNIAWAN

dari Desa Kedungrejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro;---------------

3. Bahwa, pengisian Perangkat Desa di Kabupaten Bojonegoro adalah bersifat

serentak yang dilaksanakan oleh Tim Pengisian Perangkat Desa Kabupaten

dan Desa dimasing-masing Desa yang sedang melaksanakan seleksi

penerimaan calon Perangkat Desa hal ini sebagaimana tertuang dalam

Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 1 Tahun 2017 tentang

Perangkat Desa Jo Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 36 Tahun 2017

tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro

Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perangkat Desa;---------------------------------------

4. Bahwa, AHMAD BAGUS KURNIAWAN mengajukan gugatan hasil seleksi

tersebut di Pengadilan negeri Bojonegoro sebagaimana teregister dalam

perkara perdata nomor No. 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn karena merasa dalam

proses seleksi melanggar peraturan perundang-undangan. Dan proses

perkara tersebut saat ini sedang dalam pemeriksaan perkara di tingkat

Banding sebagaimana dalam Risalah Pernyataan Permohonan Banding

Nomor: 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn tertanggal 4 Juli 2018;-------------------------------

5. Bahwa, dengan adanya gugatan tersebut maka PENGGUGAT memutuskan

untuk menunda pelantikan perangkat desa terpilih di desa PENGGUGAT

hingga adanya keputusan hukum yang berkekuatan hukum tetap. Sebab jika

Halaman 7 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 7

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id tidak, dan apabila nantinya gugatan a quo

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

tidak, dan apabila nantinya gugatan a quo dikabulkan oleh Pengadilan, akan

menjadikan pelantikan yang dilakukan oleh semua kepala desa sekabupaten

Bojonegoro (termasuk PENGGUGAT) cacat hukum, karena yang

dipermasalahkan dalam gugatan oleh AHMAD BAGUS KURNIAWAN adalah

perjanjian kerjasama antara Drs.KHAMIM,MM. Selaku Ketua Koordinator Tim

Pengisian Perangkat Desa 2017 Tingkat Kab.Bojonegoro yang melakukan

Perjanjian Kerjasama dengan Universitas Negeri Semarang sebagai Pihak

Ketiga untuk membuat naskah ujian test tulis dalam pengisian Perangkat

Desa 2017 Kabupaten Bojonegoro sebagaimana tertuang di dalam perjanjian

kerjasama antara Tim Koordinator Pengisian Perangkat Desa Kabupaten

Bojonegoro dengan Universitas Negeri Semarang tentang Pelaksanaan Ujian

Tulis Perangkat Desa tahun 2017 No.001/SEKKAB/PPD/2017 dan

No.9576/UN37/KS/2017 pada tanggal 28 September 2017;-----------------------

6. Bahwa, terhadap tindakan PENGGUGAT yang tidak melakukan pelantikan

hasil seleksi perangkat desa terpilih untuk sementara waktu sampai adanya

putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap, PENGGUGAT dianggap

melanggar larangan dan tidak melaksanakan kewajiban sebagai Kepala

Desa sebagaimana Ketentuan Pasal 61 ayat (1) huruf c dan ayat (2) huruf f

Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 tentang

Kepala Desa. Oleh karena alasan tersebut TERGUGAT memberhentikan

PENGGUGAT sebagai Kepala Desa Sukorejo melalui Surat Keputusan

Bupati Bojonegoro Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018, tertanggal 25 Juli

2018 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo

Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG

SUPANGADI;-------------------------------------------------------------------------

Halaman 8 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 8

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 7. Bahwa, Pasal 61 ayat (1) huruf c

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

7. Bahwa, Pasal 61 ayat (1) huruf c dan ayat (2) huruf f Peraturan Daerah

Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kepala Desa

menyatakan;

(1)

Kepala desa berhenti karena----------------------------------------------------

a.

Meninggal dunia;-------------------------------------------------------------------

b.

Permintaan sendiri atau;---------------------------------------------------------

c. Diberhentikan;----------------------------------------------------------------------

(2) Kepala desa diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

huruf c karena;---------------------------------------------------------------------

f. tidak melaksanakan kewajiban kepala desa;------------------------------------

8. Bahwa, pada ketentuan Pasal 61 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Daerah

Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 tentang Desa menyatakan:

Ayat (4)----------------------------------------------------------------------------------------------

Usul pemberhentian Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf

c, huruf d, dan huruf f disampaikan oleh BPD kepada Bupati melalui Camat

berdasarkan Keputusan musyawarah BPD yang dihadiri oleh 2/3 (dua pertiga)

anggota

BPD;-----------------------------------------------------------------------

dari

jumlah

Ayat (5)----------------------------------------------------------------------------------------------

Pengesahan pemberhentian Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat

(3) dan ayat

(4) ditetapkan dengan Keputusan Bupati paling lama 30 hari

sejak

usulan

pemberhentian

sejak

diterima;------------------------------------------------------

9. Bahwa, tindakan TERGUGAT juga melanggar ketentuan Pasal 8 ayat (3),

ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

Halaman 9 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 9

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Nomor 66 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Nomor 66 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian

Kepala Desa, yang berbunyi:----------------------------------------------------------------

(3) Apabila kepala Desa berhenti sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

Badan Permusyawaratan Desa melaporkan kepada bupati/wali

kota melalui camat atau sebutan lain;---------------------------------------

(4) Laporan pimpinan Badan Permusyawaratan Desa kepada

bupati/walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (3) memuat

materi kasus yang di alami olehkepala Desa yang bersangkutan.

(5) Atas laporan pimpinan Badan Permusyawaratan Desa

sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bupati/walikota melakukan

kajian untuk proses selanjutnya;----------------------------------------------

10. Bahwa, sampai dengan gugatan ini diajukan, BPD desa PENGGUGAT tidak

pernah mengusulkan pemberhentian diri PENGGUGAT kepada TERGUGAT

itu artinya BPD desa PENGGUGAT tidak pernah menganggap diri

PENGGUGAT telah tidak melaksanakan kewajibannya sebagai kepada desa

PENGGUGAT.Berarti tindakan TERGUGAT tidak sesuai dengan mekanisme

yang berlaku. Sehingga tindakan TERGUGAT adalah cacat hukum;---------

11. Bahwa, jelas jika tindakan TERGUGAT mengeluarkan keputusan tentang

dalam perkara aquo adalah tidak sesuai dengan syarat sahnya keputusan

da/atau ketetapan sebagaimana yang dijelaskan dalam Pasal 52 ayat (1) dan

ayat (2) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi yaitu

ayat (1) "Syarat sahnya Keputusan meliputi : a. ditetapkan oleh pejabat yang

berwenang; b. dibuat sesuai dengan prosedur; dan c. Substansi yang sesuai

dengan objek Keputusan sedangkan ayat (2) Sahnya Keputusan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada ketentuan peraturan

perundang-undangan dan AUPB;---------------------------------------------------------

Halaman 10 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 10

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 12. Bahwa, karena TERGUGAT sebagai Pj.

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

12. Bahwa, karena TERGUGAT sebagai Pj. Bupati Bojonegoro tidak berwenang

untuk mengeluarkan Keputusan aquo dan keputusan aquo yang tidak adanya

usul dari BPD Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro akan

tetapi TERGUGAT menerbitkan Keputusan aquo, dengan jelas keputusan

aquo cacat prosedur, sehingga terhadap keputusan yang demikian harus

dinyatakan batal sebagaimana diatur dalam Pasal 66 ayat (1) Undang-

Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan

"Keputusan hanya dapat dibatalkan apabila terdapat cacat: a. wewenang; b.

prosedur; dan/atau c. substansi;------------------------------------------------------------

13. Bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 7 ayat (1) dan Pasal 7 ayat (2) huruf a,

hurufb, dan huruf c Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang

Administrasi Pemeritnahan, yang berbunyi:--------------------------------------------

Pasal

7

ayat

(1) :--------------------------------------------------------------------------------

Pejabat Pemerintahan berkewajiban untuk menyelenggarakan Administrasi

Pemerintahan sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan,

kebijakan pemerintahan, dan AUPB;------------------------------------------------------

Pasal 7 ayat (2) huruf a, b dan c :-----------------------------------------------------------

a. membuat Keputusan dan/atau Tindakan sesuai dengan kewenangannya

b. mematuhi AUPB dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan;----------------------------------------------------------------------------------

-

c. mematuhi persyaratan dan prosedur pembuatan Keputusan dan/atau

Tindakan;------------------------------------------------------------------------------------

14. Bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor

30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang berbunyi:

Halaman 11 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 11

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id (1) Keputusan dan/atau Tindakan dapat

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

(1) Keputusan dan/atau Tindakan dapat dibatalkan apabila:-----------------------

a. terdapat

kesalahan

atau---------------------------------------------

prosedur;

b. terdapat kesalahan substansi;--------------------------------------------------

15. Bahwa, Tergugat sangat ceroboh di dalam memberhentikan PENGGUGAT,

jika PENGGUGAT dianggap tidak melaksanakan kewajiban sebagai kepala

desa, tentu yang sangat dirugikan adalah masyarakat desa PENGGUGAT,

sebab administrasi pemerintahan desa PENGGUGAT tidak berjalan dengan

baik. Faktanya sebelum TERGUGAT memberhentikan PEGGUGAT, semua

kewajiban administrasi pemerintahan desa PENGGUGAT berjalan dengan

baik, tidak ada keluhan apapun dari warga desa PENGGUGAT, sehingga

menurut PENGGUGAT, TERGUGAT salah didalam memaknai Pasal 61 ayat

(2) huruf f Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015

tentang Kepala Desa;---------------------------------------------------

16. Bahwa, TERGUGAT dalam jabatannya sebagai Bupati Bojonegoro bersifat

sementara, TERGUGAT menjabat selaku Pj Bupati Bojonegoro yang

kebetulan Kabupaten Bojonegoro ikut pemilihan kepala daerah serentak

tahun 2018. Untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati Bojonegoro

TERGUGAT diangkat menjadi Pj. bupati Bojonegoro;-------------------------------

17. Bahwa, TERGUGAT sebagai Pj tidak berwenang melakukan pergantian

jabatan di birokrasi pemerintahan Kabupaten Bojonegoro, tindakan

TERGUGAT telah melanggar Surat Edaran menteri Dalam Negeri Nomor:

821/970/SJ tahun 2018 tentang Penggantian Pejabat oleh Pj/Plt/Pjs Kepala

Daerah Yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak. Jo Surat Kepala Badan

Kepegawaian Negara Nomor: K.26-30/V.20-3/99 Perihal Kewenangan

Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas Dalam Aspek Kepegawaian

tertanggal 5 Februari 2016. Yang pada pokoknya menyatakan "Pelaksana

Halaman 12 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 12

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Harian dan Pelaksana Tugas tidak berwenang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Harian dan Pelaksana Tugas tidak berwenang mengambil Keputusan

dan/atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan

status hukum pada aspek kepegawaian yang meliputi Pengangkatan,

Pemindahan, dan pemberhentian pegawai;--------------------------------------------

18. Bahwa, jika dicermati tindakan TERGUGAT mengeluarkan Surat Keputusan

Bupati Bojonegoro Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018tertanggal 25 Juli

2018 Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo

Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro,atas nama DIDIK DWI AGUNG

SUPANGADI tidak mematuhi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 30

Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Sehingga surat keputusan

yang dikeluarkan oleh TERGUGAT adalah cacat secara prosedur dan

substansi;----------------------------------------------------------------------------------------

19. Bahwa, badan dan/atau Pejabat Pemerintahan pada prinsipnya dilarang

membuat atau mengeluarkan kebijakan dengan cara menyalahgunakan

wewenang. Dimana penyalahgunaan wewenang menurut Pasal 17 ayat (2)

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan

adalah "Larangan penyalahgunaan wewenang sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) meliputi a. larangan melampaui wewenang, b. larangan

mencampuradukkan wewenang; dan c. larangan bertindak sewenang-

wenang;--------------------------------------------------------------------------------------------

20. Bahwa, atas tindakan TERGUGAT tersebut nama baik PENGGUGAT sebagai

Kepala Desa yang diberikan amanah oleh Masyarakat Desa Sukorejo

menjadi tercoreng di mata masyarakat karena terkesan PENGGUGAT

melakukan tindakan yang salah menurut hukum sehingga PENGGUGAT

diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya, sehingga perlu kiranya

TERGUGAT untuk memulihkan nama baik harkat dan martabat

PENGGUGAT;-----------------------------------------------------------------------------------

Halaman 13 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 13

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 21. Bahwa, atas tindakan TERGUGAT yang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

21. Bahwa, atas tindakan TERGUGAT yang telah nyata-nyata melanggar

Peraturan Perundang-Undangan dan Asas-asas Umum Pemerintahan Yang

Baik khususnya Pasal 17 ayat (2) Jo Pasal 52 ayat (2) Undang-Undang

Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yaitu dengan

mengeluarkan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor :

188/256/KEP/412.013/2018 tertanggal 25 Juli 2018 tentang Pemberhentian

Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten

Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI. Maka sudah

selayaknya jika TERGUGAT diberikan sanksi administrasi sebagaimana

ketentuan Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 tentang Tata

Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pejabat Pemerintahan;------

22. Bahwa, Pasal 3 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016

Tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pejabat

Pemerintahan menyatakan jika "Pejabat Pemerintahan berkewajiban untuk

menyelenggarakan Administrasi Pemerintahan sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan kebijakan pemerintahan dan AUPB,

sehingga TERGUGAT menerbitkan objek perkara aquo sudah secara nyata-

nyata bertentangan dengan Pasal 17 ayat (2) Undang-Undang Nomor 30

tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan maka sudah selayaknya jika

atas perbuatan tersebut TERGUGAT diberikan sanksi administrasi menurut

ketentuan Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Tata

Cara Pengenaan Sanksi Adminsitrasi kepada Pejabat Pemerintahan yaitu

"Sanksi Administrasi berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf C

dikenakan bagi Pejabat Pemerintahan apabila:------------------------------------

a. Menyalahgunakan wewenang yang meliputi:-----------------------------------

1. Melampaui wewenang---------------------------------------------------------------

2. Mencampuradukkan wewenang; dan/atau-----------------------------------

Halaman 14 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 14

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 3. bertindak

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

3. bertindak sewenang-wenang------------------------------------------------------

23. Bahwa, dengan demikian gugatan aqquo telah memenuhi ketentuan Pasal 53

ayat (2) Undang-Undang PTUN, yang menyatakan : huruf a "Alasan-alasan

yang dapat difunakan dalam gugatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

adalah Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan

Peraturan Perundang-undangan yang berlaku". Dan huruf b "Keputusan Tata

Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan asas-asas umum

pemerintahan yang baik";---------------------------------------------------------------------

24. Bahwa, atas tindakan TERGUGAT tersebut dalam menerbitkan Keputusan

aquo dan berdasarkan uraian serta alasan-alasan di atas, maka sangat jelas

jika Tindakan TERGUGAT menerbitkan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor

: 188/256/KEP/412.013.2018, tertanggal 25 Juli 2018 tentang Pemberhentian

Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten

Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI adalah tindakan

yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan AUPB serta

layak untuk dibatalkan atau dinyatakan tidak sah;------------------------------------

VI. ASAS YANG DILANGGAR.-------------------------------------------------------------------

1. Asas kepastian hukum adalah, dalam rangka negara hukum yang

mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan

keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggara negara. Bahwa, tindakan

TERGUGAT dalam mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro

Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018 tertanggal 25 Juli 2018 Tentang

Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan

Malo Kabupaten Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI

dalam menjalankan kewenangannya tidak berdasar peraturan yang ada,

khususnya terkait pemberhentian dengan tidak hormat Kepala Desa yang

mekanismenya didasarkan pada peraturan perundang-undangan yakni

Halaman 15 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 15

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id melalui usulan dari BPD kepada Bupati

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

melalui usulan dari BPD kepada Bupati terlebih dahulu, namun faktanya

TERGUGAT mengambil keputusan secara sepihak. Sehingga tindakan

TERGUGAT mengandung ketidakpastian hukum;-----------------------------------

2. Asas Kecermatan adalah asas yang mewajibkan suatu ketetapan yang

diambil harus disusun dengan cermat. bahwa Pejabat Pemerintahan dalam

menerbitkan ketetapan harus cermat dan teliti terhadap semua faktor yang

terkait dengan materi ketetapan, mendengar dan mempertimbangkan dengan

seksama alasan-alasan yang diajukan pihak yang bersangkutan, tindakan

TERGUGAT mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor:

188/256/KEP/412.013/2018 tertanggal 25 Juli 2018 Tentang Pemberhentian

Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten

Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI jelas tidak

memperhatikan alasan PENGGUGAT untuk menunggu putusan pengadilan

yang mengikat terhadap gugatan hasil seleksi calon perangkat desa di

Pengadilan Negeri Bojonegoro sebagaimana teregister dalam perkara

perdata Nomor No. 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn karena merasa dalam proses

seleksi tersebut melanggar peraturan perundang-undangan. Dan Proses

Perkara tersebut saat ini sedang dalam pemeriksaan perkara di tingkat

Banding sebagaimana dalam Risalah Pernyataan Permohonan Banding

Nomor: 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn tertanggal 4 Juli 2018.-------------------------------

3. Asas Tidak Menyalahgunakan Kewenangan adalah asas yang diwajibkan

setiap Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan tidak menggunakan

kewenangannya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan yang lain dan

tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut, tidak

melampaui, tidak menyalah gunakan, dan/atau tidak mencampuradukkan

kewenangan. Dalam dalam kasus a quo, jelas tindakan TERGUGAT yang

mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor:

Halaman 16 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 16

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 188/256/KEP/412.013/2018tertanggal 25 Juli

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

188/256/KEP/412.013/2018tertanggal 25 Juli 2018 Tentang Pemberhentian

Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten

Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADIadalah

penyalahgunaan kewenangan, karena TERGUGAT tidak melaksanakan

mekanisme pemberhentian Kepala Desa sesuai dengan Peraturan Menteri

Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2017 serta Peraturan Daerah Kabupaten

Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015;--------------------------------------------------------

DALAM POKOK PERKARA.----------------------------------------------------------------------

1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;----------------------

2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Bupati Bojonegoro

Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018tertanggal 25 Juli 2018 Tentang

Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan

Malo Kabupaten Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG SUPANGADI.

3. Mewajibkan kepada TERGUGAT untuk mencabut: Surat Keputusan

Bupati Bojonegoro Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018 tertanggal 25 Juli

2018Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo

Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro atas nama DIDIK DWI AGUNG

SUPANGADI;-----------------------------------------------------------------------------------

4. Mewajibkan kepada TERGUGAT untuk mengembalikan kedudukan, harkat,

dan martabat PENGGUGAT dalam keadaan semula selaku Kepala Desa

Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro;--------------------------------

5. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara;----------------------

Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut diatas, Tergugat

mengajukan Jawabannya tertanggal 19 September 2018 yang untuk

selengkapnya adalah sebagai berikut : -------------------------------------------------------

Halaman 17 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 17

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id I. DALAM EKSEPSI A. Error In Persona 1.

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

I. DALAM EKSEPSI

A. Error In Persona

1. bahwa, Pengggugat pada halaman 1 gugatannya, Penggugat menunjuk

Bupati Bojonegoro sebagai Tergugat, sedangkan dalam dasar pertimbangan

gugatan halaman 2 angka 2 Penggugat menyebutkan TERGUGAT adalah

Badan atau Pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan Kabupaten

Bojonegoro yang dalam hal ini sebagai "Pj. Bupati Bojonegoro". Terhadap hal

tersebut, pada prinsipnya terdapat perbedaan yang jelas, yaitu berdasarkan

Pasal 59 dan Pasal 60 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah pada pokoknya menyatakan Bupati adalah Kepala

Daerah Kabupaten yang menjabat selama 5 (lima) tahun terhitung sejak

pengangkatan dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang

sama hanya untuk satu kali masa jabatan, yang dipilih berdasarkan pemilihan

langsung yang demokratis sebagaimana Pasal 1 angka 1 Undang-Undang

Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1

Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-

Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan

Walikota Menjadi Undang-Undang. Sedangkan Penjabat Kepala Daerah

(Bupati), sebagaimana diatur pada 132 A ayat (1) berbunyi: “Pejabat kepala

daerah atau pelaksana tugas kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 130 ayat (1) dan ayat (3), serta Pasal 131 ayat (4), atau yang diangkat

untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah karena mengundurkan diri

untuk mencalonkan/dicalonkan menjadi calon kepala daerah/wakil kepala

daerah, serta kepala daerah yang diangkat dari wakil kepala daerah yang

menggantikan kepala daerah yang mengundurkan diri untuk

mencalonkan/dicalonkan sebagai calon kepala daerah/wakil kepala daerah

dilarang

------------------------------------------------------------------------------------------

:

Halaman 18 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 18

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id a. Melakukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a.

Melakukan

pegawai;--------------------------------------------------------------

mutasi

b. Membatalkan perijinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya

dan/atau mengeluarkan perijinan yang bertentangan dengan yang

dikeluarkan pejabat sebelumnya;-------------------------------------------------------

c. Membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan

kebijakanpejabat sebelumnya;

dengan

dan----------------------------------------------------

d. Membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan

penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat

sebelumnya.”---------------------------------------------------------------------------------

2. bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 Peraturan Presiden Nomor

16 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengangkatan Gubernur Dan Wakil

Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Serta Walikota Dan Wakil Walikota jo

Pasal 1 angka 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2013

tentang Tata Cara Pengangkatan Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala

Daerah yang menyatakan: "Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan

Penjabat Walikota adalah pejabat yang ditetapkan oleh Presiden untuk

Penjabat Gubernur dan pejabat yang ditetapkan oleh Menteri untuk

Penjabat Bupati dan Penjabat Walikota untuk melaksanakan tugas,

wewenang, dan kewajiban gubernur, bupati, dan walikota dalam kurun

waktu tertentu" hal ini berarti penjabat bupati/walikota mempunyai tugas dan

kewenangan yang sama dengan yang bupati definitif;---------------------------

Berdasarkan pertimbangan di atas, sangat jelas mengenai pengertian dan

batasan hukum antara Bupati dengan Penjabat Bupati, oleh karena itu, mohon

Majelis Hakim untuk mempertimbangkan sebagai error in persona dan gugatan

Penggugat ditolak atau setidak tidaknya tidak dapat diterima (niet ontvankelijke

verklaard);----------------------------------------------------------------------------------------------

Halaman 19 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 19

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id B. Gugatan Tidak Jelas / Obscurr Libel 1.

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

B. Gugatan Tidak Jelas / Obscurr Libel

1. Bahwa, Penggugat dalam gugatannya, penggugat tidak dapat mendalilkan

secara komprehensif tentang kesalahan prosedur dan kesalahan subtansi

yang dilakukan oleh Tergugat dalam menerbitkan Keputusan Bupati

Bojonegoro a quo sehingga Keputusan a quo dapat dibatalkan, oleh karena

itu tampaklah jelas kalo gugatan Penggugat adalah tidak jelas, terutama

dalam dasar dan alasan gugatan halaman 8 nomor 21 dan nomor 22 terkait

pengenaan sanksi administrasi kepada Pejabat Pemerintah, seharusnya

disini Penggugat lebih menekankan pada kesalahan prosedur dan

kesalahan subtansi yang dilakukan oleh Tergugat; -------------------------------

2. bahwa dalil yang menjadi dasar dan alasan gugatan Penggugat

sebagaimana dinyatakan dalam gugatannya pada halaman 3 dan halaman

4 angka 2, ,3, 4 dan 5 serta angka 6, yang pada pokoknya menyatakan

bahwa proses seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Bojonegoro,

hasilnya digugat oleh salah satu calon perangkat desa yang tidak lolos

seleksi ujian tulis bernama Ahmad Bagus Kurniawan dari Desa Kedungrejo

Kecamatan Malo dengan obyek gugatan Perjanjian antara Drs.

Khamim,MM, selaku Ketua Koordinator Tim Pengisian Perangkat Desa

Kabupaten Bojonegoro dengan Universitas Negeri Semarang ke Pengadilan

Negeri Bojonegoro dengan register perkara Nomor: 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn,

dengan adanya gugatan tersebut Penggugat memutuskan untuk menunda

pengangkatan perangkat desa terpilih di desa Penggugat hingga adanya

keputusan hukum yang berkekuatan hukum tetap. Terhadap hal tersebut,

yang menjadi dasar dan alasan gugatan Penggugat sangatlah tidak tepat

dan tidak relevan, karena perkara gugatan oleh Ahmad Bagus Kurniawan

adalah perkara perdata dan tidak ada hubungannya dengan

penyelenggaraan pemerintahan desa di desa Penggugat. Oleh karena itu,

tindakan Penggugat tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan

Halaman 20 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 20

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id terlihat adanya campur aduknya kepentingan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

terlihat adanya campur aduknya kepentingan dalam melaksanakan

kewenangannya sebagai Kepala Desa, sehingga dasar tidak melantik calon

Perangkat Desa hasil pengisian Perangkat Desa Tahun 2017 dimaksud

sangat tidak beralasan hukum sekali dan tidak jelas;-----------------------------

3. bahwa gugatan perdata sebagaimana yang dijadikan dasar gugatan oleh

Penggugat dalam perkara a quo, yaitu gugatan Nomor :

28/Pdt.G/2017/PN.Bjn atas nama Ahmad Bagus Kurniawan telah diputus

pada tanggal 30 Mei 2018 dengan amar putusan sebagai berikut:

Dalam Provisi---------------------------------------------------------------------------------

- menyatakan gugatan provisi tidak dapat diterima-------------------------------

Dalam eksepsi--------------------------------------------------------------------------------

- mengabulkan eksepsi Terguggat II, Tergugat III, dan Tergugat IV;---------

Dalam Pokok Perkara----------------------------------------------------------------------

- menyatakan gugatan Pengguggat tidak dapat diterima;---------------------

4. dalam pertimbangan hukumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri dalam

amar putusannya menyatakan "bahwa mengenai tuntutan Pengguggat

Konpensi/Tergugat Rekopensi untuk memerintahkan kepada Para Tergugat

dan/atau siapa saja yang berwenang dan mendapatkan hak untuk itu agar

menghentikan proses pemilihan dan atau pengangkatan perangkat desa

Kedungrejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro sampai adanya putusan

yang berkekuatan hukum tetap, terhadap hal tersebut untuk dijadikan

sebagai sebuah tuntutan provisi menurut Majelis Hakim tidaklah beralasan

hukum karena apa yang dituntut tersebut bukan merupakan suatu bentuk

tuntutan provisional yang ditentukan dalam Pasal 180 HIR, Surat Edaran

Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2000 tentang Putusan Serta Merta dan

Provisionil, dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2001

tentang Permasalahan Putusan Serta Merta dan Provisionil, yang mana sifat

tuntutan provisionil yang diajukan oleh Penggugat Konpensi/Tergugat

Halaman 21 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 21

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Rekonpensi tidaklah bersifat sementara

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Rekonpensi tidaklah bersifat sementara selama proses perkara berlangsung

dan melampaui kebolehan menurut peraturan perundang-undangan. Oleh

karena dapat disimpulkan bahwa gugatan perdata Nomor :

28/Pdt.G/2017/PN.Bjn atas nama Ahmad Bagus Kurniawan tidak

menghalangi proses penyelenggaraan Pemerintah Desa yang telah

berlangsung dan sudah sepatutnya sebagai Kepala Desa, Penggugat

memiliki kewajiban untuk menindaklanjuti proses tersebut sebagai bentuk

tanggung jawab terhadap pelaksanaan kewenangannya sebagaimana yang

diatur dalam peraturan perundang-undangan khususnya Peraturan Daerah

Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perangkat Desa berserta Peraturan

Pelaksananya yaitu Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2017 tentang

Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang

Perangkat Desa;---------------------------------------------------------------------------------

Berdasarkan uraian diatas Tergugat mohon kepada Majelis Hakim untuk

menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard);-----------

II. DALAM POKOK PERKARA

1. Bahwa, segala sesuatu yang telah dikemukakan oleh Tergugat pada

Eksepsi tersebut diatas, mohon kiranya dianggap telah dikemukakan pula

serta merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam Jawaban dalam

Pokok Perkara ini;----------------------------------------------------------------------------

2. Bahwa, Tergugat menolak dengan tegas dalil-dalil yang disampaikan

Penggugat dalam gugatannya, kecuali yang nyata nyata Tergugat akui di

muka persidangan, sedangkan yang tidak secara nyata diakui oleh Tergugat

mohon dianggap disangkal/ditolak;------------------------------------------------------

3. Bahwa, dalam perkara a quo Tergugat menerbitkan obyek sengketa dengan

mendasarkan pada :

Halaman 22 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 22

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id a. Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a. Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 tentang

Kepala Desa, khususnya pada Pasal 61 ayat (2) huruf d dan huruf f yang

pada pokoknya menyebutkan “Kepala Desa diberhentikan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) huruf c, karena : d. melanggar larangan sebagai

Kepala Desa sebagaimana ketentuan Peraturan Perundang-undangan

yang berlaku dan f. tidak melaksanakan kewajiban Kepala Desa”;--------

b. Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 29 Tahun 2016 tentang

Pelaksanaan Praturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun

2015 tentang Kepala Desa Pasal 23 ayat (4) yang menyebutkan “Kepala

Desa yang diberhentikan sebagaimana pada ayat (2) huruf b, huruf c,

huruf d,huruf f dan huruf g diberhentikan dengan tidak hormat dan tidak

diberikan penghargaan/tali asih dari Pemerintah Desa”.-----------------------

2. Bahwa, kewajiban Penggugat sebagaimana dimaksud adalah melakukan

Pengangkatan Calon Perangkat Desa hasil seleksi pada ujian Perangkat

Desa Tahun 2017 yang dilakukan oleh Tim Desa Sukorejo Kecamatan Malo

Kabupaten Bojonegoro yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Desa

Sukorejo (Penggugat) Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Namun,

sampai dengan terbitnya surat Bupati Bojonegoro Nomor :

141/753/412.211/2018, tanggal 28 Pebruari 2018, tentang Teguran Tertulis

III, yang pada pokoknya segera mengajukan usul rekomendasi kepada

Camat dan melantik Calon Perangkat Desa sesuai dengan ketentian dan

tidak mengulang kembali perbuatan yang sama dan/atau perbuatan lain

yang dapat menurunkan citra Pemerintah Desa, serta apabila dalam jangka

waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak diterimanya surat maka

Tergugat akan memberikan sanksi yang lebih tinggi derajatnya, Penggugat

belum juga melaksanakan kewajibannya tersebut;---------------------------------

3. Bahwa, sebagaimana eksepsi diatas, terkait dengan dalil dasar gugatan

Penggugat pada halaman 4 pada angka 2, 3, 4, 5 dan 6 yang pada

Halaman 23 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 23

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id pokoknya Penggugat menyatakan bahwa proses

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

pokoknya Penggugat menyatakan bahwa proses seleksi pengisian

perangkat desa di Kabupaten Bojonegoro, hasilnya digugat oleh salah satu

calon perangkat desa yang tidak lolos seleksi ujian tulis bernama Ahmad

Bagus Kurniawan dari Desa Kedungrejo Kecamatan Malo dengan obyek

gugatan Perjanjian Kerjasama pembuatan naskah soal ujian tulis seleksi

perangkat desa antara Drs. Khamim,MM, selaku Ketua Koordinator Tim

Pengisian Perangkat Desa Kabupaten Bojonegoro dengan Universitas

Negeri semarang ke Pengadilan Negeri Bojonegoro dengan register perkara

Nomor: 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn, dengan adanya gugatan tersebut Penggugat

memutuskan untuk menunda pengangkatan perangkat desa terpilih di

desa Penggugat hingga adanya keputusan hukum yang berkekuatan hukum

tetap;----------------------------------------------------------------------------------------------

4. bahwa pada prinsipnya dalil jawaban kami seperti apa yang telah kami

sampaikan pada eksepsi di angka 2, 3, dan 4 yang pada pokoknya, dasar

dan alasan gugatan Penggugat adalah tidak tepat dan tidak relevan karena

perkara gugatan oleh Ahmad Bagus Kurniawan adalah dalam ranah hukum

perdata, selanjutnya tindakan Penggugat yang tidak melakukan

pengangkatan calon perangkat desa terpilih adalah tidak dapat dibenarkan

karena tidaklah mempunyai alasan hukum karena tuntutan perdata pada

prinsipnya tidak dapat menghentikan perbuatan hukum administratif karena

pengangkatan perangkat desa merupakan bagian dari proses

penyelenggaraan pemerintahan dalam ruang lingkup administrasi

pemerintahan yang berkaitan dengan tata usaha negara yang secara

khusus hanya berlaku di wilayah Desa Kedungrejo Kecamatan Malo;-----

5. bahwa dalam pertimbangan hukumnya Majelis Hakim menyatakan"

menimbang bahwa mengenai tuntutan Pengguggat Konpensi/Tergugat

Rekopensi untuk memerintahkan kepada Para Tergugat dan atau siapa saja

yang berwenang dan mendapatkan hak untuk itu agar menghentikan proses

Halaman 24 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 24

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id pemilihan dan atau pengangkatan perangkat

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

pemilihan dan atau pengangkatan perangkat desa Kedungrejo Kecamatan

Malo Kabupaten Bojonegoro sampai adanya putusan yang berkekuatan

hukum tetap, terhadap hal tersebut untuk dijadikan sebagai sebuah tuntutan

provisi menurut Majelis Hakim tidaklah beralasan hukum karena apa

yang dituntut tersebut bukan merupakan suatu bentuk tuntutan provisional

yang ditentukan dalam Pasal 180 HIR, Surat Edaran Mahkamah Agung No.

3 Tahun 2000 tentang Putusan Serta Merta dan Provisionil, dan Surat

Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2001 tentang Permasalahan

Putusan Serta Merta dan Provisionil, yang mana sifat tuntutan provisionil

yang diajukan oleh Penggugat Konpensi/Tergugat Rekonpensi tidaklah

bersifat sementara selama proses perkara berlangsung dan melampaui

kebolehan menurut peraturan perundang-undangan;----------------------------

6. bahwa, Terkait dengan penundaan pengangkatan perangkat desa yang

dilakukan oleh Penggugat dengan alasan menunggu putusan atas gugatan

Nomor: 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn atas nama Ahmad Bagus Kurniawan telah

diputus oleh Pengadilan Negeri Bojonegoro pada tanggal 30 Mei 2018,

adalah suatu kebohongan belaka yang sengaja dilakukan oleh Penggugat;

7. bahwa, Tergugat menolak dengan tegas terhadap dalil yang disampaikan

Penggugat Dalam gugatannya halaman 5 angka 7,8,9,10 Penggugat

menyatakan yang pada pokoknya Tergugat dalam menerbitkan Keputusan

Bupati Bojonegoro Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018, tanggal 25 Juli 2018

tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo

Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, oleh Penggugat dianggap tidak

sah karena cacat subtansi dan cacat prosedural;-----------------------------------

8. bahwa, Keputusan Bupati Bojonegoro yang menjadi obyek sengketa dalam

perkara a quo diterbitkan karena Penggugat tidak melaksanakan kewajiban

sebagai Kepala Desa dan melanggar larangan sebagai kepala desa dengan

tidak melakukan pengangkatan calon Perangkat Desa hasil pengisian

Halaman 25 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 25

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Perangkat Desa Tahun 2017, dengan kata

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Perangkat Desa Tahun 2017, dengan kata lain Penggugat lah yang sudah

bertindak sewenang-wenang dalam pelaksanaan kewenangannya sebagai

Kepala Desa;-----------------------------------------------------------------------------------

9. bahwa, pada tanggal telah 26 Oktober tahun 2017 dilaksanakan seleksi

ujian tulis secara bersama sama bagi calon perangkat desa di Kabupaten

Bojonegoro, termasuk di desa Pengguggat, dan sampai dengan batas

waktu tanggal 21 Desember 2017 Penggugat tidak melakukan

pengangkatan terhadap calon perangkat desa lolos hasil seleksi, kemudian

sampai dengan saat diterbitkanya Keputusan Bupati Bojonegoro a quo

Penggugat tidak melakukan kewajibannya untuk melakukan pengangkatan

calon perangkat desa tersebut; -----------------------------------------------------------

10.bahwa, pada tanggal 11 Desember 2017 terdapat pengaduan dari peserta

tes yang lolos seleksi sebagai perangkat desa melalui surat pengaduan

kepada Bupati Bojonegoro dari 3 (tiga) peserta ujian tulis perangkat desa

yang lolos seleksi yaitu sdr. Toni Heryadi dari Desa Sekar Kecamatan Sekar,

Sdri. Irna Famulya dari Desa Sukorejo RT.02/01 Kecamatan Malo, dan Sdri.

Siti Nurul Qomariyah dari Desa Sukorejo RT.01/01 Kecamatan Malo yang

pada pokoknya menyampaikan bahwa Kepala Desa Sukorejo belum juga

melantik dan mengangkat calon perangkat desa yang lolos seleksi sebagai

Kepala Desa;--------------------------------------------------------------

11.selanjutnya, pada tanggal 22 Desember 2017 Sdri. Mulyantini juga

mengirimkan Surat Aduan kepada Bupati yang pada pokoknya mengadukan

Kepala Desa Kedungrejo Kecamatan Malo sampai dengan batas waktu

pelaksanaan pengangkatan perangkat desa berakhir belum mengajukan

rekomendasi kepada camat sebagai dasar penerbitan surat keputusan

kepala desa tentang pengangkatan perangkat desa yang lolos seleksi dan

selanjutnya dilantik sebagai perangkat desa;----------------------------------------

Halaman 26 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 26

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 12.bahwa, berdasarkan aduan dari Calon

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

12.bahwa, berdasarkan aduan dari Calon Perangkat Desa kepada Bupati

melalui dialog public, media cetak dan elektronik, maupun lewat surat

tertulis, tanggal 18 Desember 2017 dilaksanakan Rapat Koordinasi tindak

lanjut Tahapan Pengisian Perangkat Desa yang dihadiri oleh unsur

Kecamatan, BPD, dan 11 (sebelas) Kepala Desa yang belum mengajukan

usul Rekomendasi dan 22 Desa yang belum melaksanakan Pelantikan

Perangkat Desa sebagaimana Laporan Kepala Dinas Pemberdayaan

Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro kepada Bupati melalui Nota

Dinas Nomor 141/20/412.211/2018 3 Januari 2018 dengan memberikan

pemahaman kepada Kepala Desa untuk segera mengajukan usul

Rekomendasi kepada Camat tentang Pengesahan Pengangkatan

Perangkat Desa yang mendapatkan nilai tertinggi dan segera melaksanakan

pelantikan Perangkat Desa;----------------------------------------------------------------

13.Bahwa, secara prosedur dalam proses pengangkatan/pengisian perangkat

desa adalah sebagai berikut:

a. berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten

Bojonegoro Nomor 1 Tahun 2017 yang menyatakan: " calon yang

memenuhi syarat administrasi dan lolos seleksi ujian tulis,

dikonsultasikan Kepala Desa kepada Camat untuk mendapat

rekomendasi paling lambat 3 (tiga) hari setelah penetapan hasil seleksi

oleh Tim";-----------------------------------------------------------------------------------

b. berdasarkan ketentuan Pasal 14 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten

Bojonegoro Nomor 1 Tahun 2017 yang menyatakan:" Camat atas nama

Bupati memberikan rekomendasi tertulis terhadap calon perangkat desa

yang diusulkan oleh Kepala Desa paling lambat 7 (tujuh) hari setelah

menerima usulan Kepala Desa;------------------------------------------------------

c. berdasarkan Ketentuan Pasal 15 Peraturan Daerah Kabupaten

Bojonegoro Nomor 1 Tahun 2017 yang menyatakan:" Pengangkatan

Halaman 27 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 27

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Perangkat Desa harus sudah dilaksanakan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Perangkat Desa harus sudah dilaksanakan oleh Kepala Desa paling

lama 15 (lima belas) hari setelah penetapan Keputusan Kepala Desa

tentang pengangkatan perangkat desa";-----------------------------------------

14.Bahwa, berdasarkan pertimbangan sebagaimana maksud di atas,

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebelum menerbitkan Keputusan Bupati

Bojonegoro a quo, sebagai Pembina dan pengawas desa sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 115 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang

Desa, dengan berpedoman Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik

(AUPB) kepada Pengguggat diberikan Surat Bupati Bojonegoro Nomor:

141/112/412.211/2018, tanggal 12 Januari 2018 hal Teguran Tertulis I yang

pokoknya subtansinya berisi perintah kepada Penggugat untuk

menindaklanjuti hasil pengisian perangkat desa dengan melakukan

pengangkatan calon Perangkat desa;--------------------------------------------------

15.Bahwa, setelah diberikannya surat teguran I sebagaimana poin di atas,

Penggugat tidak merespon surat teguran I tersebut, maka setelah 14 hari,

Tergugat mengirimkan Surat Bupati Bojonegoro Nomor:

141/378/412.211/2018, tanggal 5 Pebruari 2018 tentang teguran Tertulis II

kepada Penggugat, yang subtansinya adalah Penggugat diperintahkan

untuk :--------------------------------------------------------------------------------------------

a. segera menindaklanjuti proses pengisian Perangkat Desa dengan

melakukan pengangkatan calon perangkat desa sesuai dengan

ketentuan;------------------------------------------------------------------------------------

b. tidak mengulangi kembali perbuatan yang sama dan atau perbuatan lain

yang dapat menurunkan citra pemerintah desa;---------------------------------

dan Penggugat di berikan jangka waktu 14 (empat belas) hari terhitung

sejak diterimanya teguran ini untuk melakukan pengangkatan calon

perangkat desa;------------------------------------------------------------------------------

Halaman 28 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 28

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 16. Bahwa, dengan diberikannya surat

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

16. Bahwa, dengan diberikannya surat teguran tertulis II dan Penggugat tidak

menindaklanjuti teguran tersebut, Tergugat kemudian menerbitkan surat

Nomor: 141/753/412.211/2018, tanggal 28 Pebruari 2018 tentang Teguran

Tertulis III yang intinya masih memberikan kesempatan terakhir kepada

Penggugat untuk menindaklanjuti proses pengisian perangkat desa sesuai

dengan ketentuan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang

Perangkat Desa;-----------------------------------------------------------------------------

17. bahwa, sampai dengan diterbitkannya surat teguran III, Penggugat tidak

mengindahkan surat teguran III tersebut, dan tanggal 30 April 2018

Tergugat mengirimkan surat kepada BPD Desa Wotanngare Kecamatan

Kalitidu Nomor:141/1490/412/211/2018, tentang Tindak Lanjut Peringatan

Bupati Bojonegoro Terhadap Kepala Desa yang Tidak Melantik Perangkat

Desa, yang pada inti suratnya memerintahkan kepada Ketua BPD Desa

Sukorejo Kecamatan Malo untuk menindaklanjuti dengan mengusulkan

pemberhentian Penggugat karena telah memenuhi unsur yang diatur

dalam ketentuan Pasal 61 ayat (2) huruf d dan huruf f Peraturan Daerah

Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kepala Desa, yaitu

sebagaimana ketentuan Pasal 61 ayat (2) huruf d Peraturan Daerah

Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kepala Desa

menyatakan " Kepala Desa diberhentikan karena melanggar larangan

sebagai Kepala Desa sebagaimana ketentuan peraturan perundang

undangan yang berlaku” dan ketentuan Pasal 61 ayat (2) huruf f Peraturan

Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kepala

Desa menyatakan "Kepala Desa di berhentikan karena tidak

melaksanakan kewajiban kepala desa”;-----------------------------------------------

18. bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 2 Peraturan Daerah Kabupaten

Bojonegoro Nomor 9 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa

menyatakan "BPD mempunyai fungsi:-------------------------------------------------

Halaman 29 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 29

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id a. pelaksanaan pembahasan dan menyepakati

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a. pelaksanaan pembahasan dan menyepakati rancangan peraturan desa

bersama kepala desa;------------------------------------------------------------------

b. pelaksanaan pembahasan dan menyepakati rancangan peraturan desa

tentang anggaran pendapatan dan belanja desa;-----------------------------

c. pelaksanaan penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat desa;

dan------------------------------------------------------------------------------------------

-

d. pengawasan kinerja kepala desa";-------------------------------------------------

19. Selanjutnya, berdasarkan ketentuan Pasal 3 Peraturan Daerah Kabupaten

Bojonegoro Nomor 9 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa

menyatakan : " dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 2, BPD mempunyai wewenang:------------------------------------------------

a. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan

peraturan kepala desa;-----------------------------------------------------------------

b. membentuk panitia pemilihan kepala desa;------------------------------------

c. mengusulkan pengesahan dan pemberhentian kepala desa;-------------

d. meminta laporan tahunan kepala desa atas penyelenggaraan

pemerintahan desa;---------------------------------------------------------------------

e. mengali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan

aspirasi masyarakat;--------------------------------------------------------------------

f. menyusun tata tertib BPD."-----------------------------------------------------------

20. bahwa, surat Tergugat Nomor:141/1490/412/211/2018, tanggal 30 April

2018 tentang Tindak Lanjut Peringatan Bupati Bojonegoro Terhadap

Kepala Desa yang Tidak Melantik Perangkat Desa, tidak direspon dan

tidak terdapat adanya tanggapan dari Ketua BPD Desa Sukorejo

Kecamatan Malo, maka Tergugat menerbitkan Keputusan Bupati

Halaman 30 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 30

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bojonegoro Nomor:

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bojonegoro Nomor: 188/256/KEP/412.013/2018, tanggal 25 Juli 2018

tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Kepala Desa Sukorejo

Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, dengan pertimbangan

Penggugat melanggar Larangan dan tidak melaksanakan kewajiban

sebagai Kepala Desa. Oleh karena itu, dengan pertimbangan untuk

mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan,

maka Tergugat menerbitkan obyek sengketa dalam perkara a quo dengan

mendasarkan pada kewenangan Tergugat dalam melaksanakan tugas-

tugas pemerintahan terhadap tindakan hukum memberikan sanksi kepada

Penggugat selaku Pembina dan Pengawas Pemerintah Desa

sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 115 huruf n Undang Undang

Nomor 6 tentang Desa, yaitu “Pembinaan dan pengawasan yang

dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) meliputi : n. memberikan sanksi atas

penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Desa sesuai dengan ketentuan

perundang-

undangan”.---------------------------------------------------------------------

peraturan

21.Bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 54 ayat (3) Peraturan Pemerintah

Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang

Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menyatakan" Apabila kepala Desa

berhenti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan Permusyawaratan

Desa melaporkan kepada bupati/walikota melalui camat atau sebutan lain"

selanjutnya berdasarkan ketentuan Pasal 54 ayat (3) Peraturan Pemerintah

Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang

Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menyatakan " Pemberhentian kepala

Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dengan keputusan

bupati/walikota".-------------------------------------------------------------------------------

Halaman 31 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 31

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 22.Bahwa, pada prinsipnya tindakan hukum

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

22.Bahwa, pada prinsipnya tindakan hukum yang dilakukan oleh Tergugat telah

melalui prosedur yang benar akan tetapi Penggugat dan BPD Desa

Sukorejo, Kecamatan Malo tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku,

sehingga untuk menjaga stabilitas pemerintahan tindakan yang diambil

adalah untuk kepentingan masyarakat terutama agar pelayanan masyarakat

di desa tidak terganggu;---------------------------------------------------------------------

23.Bahwa, apa yang dinyatakan Penggugat dalam gugatannya pada halaman

7 angka 14, pengguggat tidak dapat mendalilkan tentang kesalahan

prosedur dan kesalahan subtansi yang dilakukan oleh Tergugat dalam

menerbitkan Keputusan Bupati Bojonegoro a quo, sehingga tampaklah jelas

kalo gugatan Penggugat adalah tidak jelas;-------------------------------------------

24.gugatan pada halaman 7 angka 15 dimana Penggugat mendalilkan "bahwa

Tergugat sangat ceroboh di dalam memberhentikan Penggugat, jika

Penggugat dianggap tidak melaksanakan kewajiban sebagai kepala desa,

tentu yang sangat dirugikan adalah masyarakat desa Penggugat, sebab

administrasi pemerintahan desa Penggugat tidak berjalan dengan

baik,

berikut:-------------------------------------------------------------------------------------------

a. bahwa, pada prinsipnya Penggugat lah yang sebenarnya telah bertindak

sewenang-wenang, dengan adanya proses pelaksaan pengisian

perangkat desa mulai tahap penjaringan sampai dengan pelaksanaan

dan kemudian penetapan hasil ujian Calon Perangkat Desa maka

menjadi kewajiban hukum dari Penggugat untuk melaksankan

Pelantikan Perangkat Desa, hal ini dengan adanya aduan dari Calon

Perangkat Desa yang ditetapkan lolos ujian perangkat desa yang

belum dilantik oleh Penggugat kepada Bupati, karena berdasarkan

ketentuan Pasal 26 ayat (2) huruf b Undang Undang Nomor 6 Tahun

2014 tentang Desa menyatakan " Dalam melaksanakan tugas

terhadap dalil tersebut Tergugat menyampaikan hal sebagai

",

Halaman 32 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 32

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Desa berwenang

mengangkat dan memberhentikan perangkat Desa, selanjutnya

sebagaimana ketentuan Pasal 26 ayat (4) huruf d Undang Undang

Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyatakan Dalam melaksanakan

tugas Kepala Desa berkewajiban menaati dan menegakkan peraturan

perundangundangan;-------------------------------------------------------------------

b. bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 29 Undang Undang Nomor 6

Tahun 2014 tentang Desa menyatakan Kepala Desa dilarang:

1)

2) membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota

merugikan kepentingan umum;-------------------------------------------------

keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu;-----------------------

3)

4) melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga dan/atau

golongan masyarakat tertentu;--------------------------------------------------

5) melakukan tindakan meresahkan sekelompok masyarakat Desa;

6) melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme, menerima uang, barang,

dan/atau jasa dari pihak lain yang dapat memengaruhi keputusan

menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajibannya;

atau tindakan yang akan dilakukannya;------------------------------------

7) menjadi pengurus partai politik;------------------------------------------------

8) menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang;--------------

9) merangkap jabatan sebagai ketua dan/atau anggota Badan

Permusyawaratan Desa, anggota Dewan Perwakilan Rakyat

Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atau Dewan Perwakilan

Rakyat Daerah Kabupaten/Kota, dan jabatan lain yang ditentukan

dalam peraturan perundangan-undangan;--------------------------------

10) ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum

dan/atau pemilihan kepala daerah;-------------------------------------------

Halaman 33 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 33

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 11) melanggar sumpah/janji jabatan;

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

11) melanggar sumpah/janji jabatan; dan----------------------------------------

12) meninggalkan tugas selama 30 (tiga puluh) hari kerja berturut-turut

tanpa alasan yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan;

c. Bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 28 Undang Undang Nomor 6

Tahun 2014 menyatakan :-------------------------------------------------------------

1) Kepala Desa yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 26 ayat (4) dan Pasal 27 dikenai sanksi

administratif berupa teguran lisan dan/atau teguran tertulis;--------

2) Dalam hal sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) tidak dilaksanakan, dilakukan tindakan pemberhentian

sementara dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian;-----------

d. Bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 28 Undang Undang Nomor 6

Tahun 2014 menyatakan:--------------------------------------------------------------

1) Kepala Desa yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 29 dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan

dan/atau teguran tertulis;---------------------------------------------------------

2) Dalam hal sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) tidak dilaksanakan, dilakukan tindakan pemberhentian

sementara dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka Tergugat mohon kepada Majelis

Hakim Hakim untuk menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet

ontvankelijke verklaard);---------------------------------------------------------------------

25.Bahwa Tergugat dalam menerbitkan Surat Keputusan Bupati a quo telah

melalui prosedur yang berlaku, akan tetapi pihak pihak yang berkepentingan

tidak mengindahkannya, selanjutnya salah satu kepentingan Tergugat

mendesak Pengguggat agar melakukan pengangkatan perangkat desa

adalah supaya fungsi fungsi adminitrasi pemerintah desa dapat berjalan

sebagaimana mestinya, apa yang menjadi tindakan Penggugat tidak

Halaman 34 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 34

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id melantik perangkat desa yang lolos seleksi

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

melantik perangkat desa yang lolos seleksi ujian tulis tentunya menghambat

fungsi adminitrasi di pemerintah desa Penggugat;---------------------------------

26. Bahwa, dalam gugatannya pada halaman 7 angka 16 Penggugat pada

pokoknya mendalilkan tentang tidak berwenangnya Pj. Bupati Bojonegoro

dalam menerbitkan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro tentang

pemberhentian dengan tidak hormat Penggugat sebagai Kepala Desa

dengan dalil Penggugat yang mendasarkan pada SE Mendagri Nomor:

821/970/SJ Tahun 2018 tentang penggantian Pejabat oleh Pj/Plt/Pjs Kepala

Daerah yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak dan Surat Kepala Badan

Kepegawaian Nasional Nomor: K.26-30/V20-3/99 Perihal Kewenangan

Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas Dalam Aspek Kepegawaian

tertanggal 5 Februari 2016 yang pada pokoknya menyatakan “Pelaksana

Harian dan Pelaksana Tugas tidak berwenang mengambil Keputusan

dan/atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan

status hukum pada aspek kepegawaian yang meliputi Pengangatan,

Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai, mengenai hal tersebut Tertugat

ingin menyampaikan hal sebagai berikut;---------------------------------------------

a. bahwa, pada prinsipnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun

2014 tentang Kepala Desa adalah Pemerintah Desa yang Kepala Desa

dipilih secara langsung oleh dan dari penduduk Desa warga

negara Republik Indonesia yang memenuhi persyaratan dengan

masa jabatan 6 (enam) tahun terhitung sejak tanggal

pelantikan, sedangkan yang dimaksud dengan Pegawai berdasarkan SE

Mendagri Nomor: 821/970/SJ Tahun 2018 tentang penggantian Pejabat

oleh Pj/Plt/Pjs Kepala Daerah yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak

dan Surat Kepala Badan Kepegawaian Nasional Nomor: K.26-30/V20-

3/99 Perihal Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas

Dalam Aspek Kepegawaian tertanggal 5 Februari 2016 adalah Aparatur

Halaman 35 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 35

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Sipil Negara (ASN) sebagaimana dimaksud

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Sipil Negara (ASN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Ketentuan

Umum Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil

Negara menyatakan bahwa “Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya

disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai

pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi

pemerintah”---------------------------------------------------------------------------------

b. bahwa, dalil Penggugat yang mendasarkan pada SE Mendagri Nomor:

821/970/SJ Tahun 2018 tentang penggantian Pejabat oleh Pj/Plt/Pjs

Kepala Daerah yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak dan Surat

Kepala Badan Kepegawaian Nasional Nomor: K.26-30/V20-3/99, tanggal

5 Pebruari 2016 perihal Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana

Tugas Dalam Aspek Kepegawaian, menunjukkan Penggugat salah

dalam menerapkan dasar hukum tersebut, karena baik SE Mendagri

maupun Surat Kepala BKN obyeknya adalah Aparatur Sipil Negara

sebagaimana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur

Sipil Negara, bukan Kepala Desa;----------------------------------------------------

c. bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 132A Peraturan Pemerintah Nomor

49 Tahun 2008 menyatakan: ”Penjabat kepala daerah atau pelaksana

tugas kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 ayat (1)

dan ayat (3), serta Pasal 131 ayat (4), atau yang diangkat untuk mengisi

kekosongan jabatan kepala daerah karena mengundurkan diri untuk

mencalonkan/dicalonkan menjadi calon kepala daerah/wakil kepala

daerah, serta kepala daerah yang diangkat dari wakil kepala daerah

yang menggantikan kepala daerah yang mengundurkan diri untuk

mencalonkan/dicalonkan sebagai calon kepala daerah/wakil kepala

dilarang:

daerah

---------------------------------------------------------------------------

1) melakukan mutasi pegawai;------------------------------------------------------

Halaman 36 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 36

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 2) membatalk-an perijinan yang telah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

2) membatalk-an perijinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya

dan/atau mengeluarkan perijinan yang bertentangan dengan yang

dikeluarkan pejabat sebelumnya;-------------------------------------------------

3) membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan

dengan kebijakan pejabat sebelumnya; dan

4) membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan

penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat

sebelumnya;---------------------------------------------------------------------------

-

29. Bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengangkatan Kepala

Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah menyatakan " Penjabat Kepala

daerah adalah Pejabat yang ditetapkan oleh Presiden untuk Gubernur an

Pejabat yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri untuk Bupati/Walikota

untuk melaksanakan tugas, wewenang dan kewajiban kepala daerah dalam

kurun waktu tertentu";------------------------------------------------------------------------

30. Bahwa, terkait penerbitan Keputusan Bupati Bojonegoro tentang

Pemberhentian dengan tidak hormat Penggugat sebagai Kepala Desa tidak

menyalahi ketentuan pasal 132A Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun

2008 tersebut, karena Pj. Bupati Bojonegoro meneruskan kebijakan Bupati

sebelumnya yaitu dengan adanya Teguran tertulis dari Teguran I sampai

dengan Teguran III;---------------------------------------------------------------------------

31. bahwa apa yang didalilkan Penggugat dalam gugatannya halaman 7 angka

18 dan halaman 8 angka 19 yang pada pokoknya mendalilkan Tergugat

tidak mematuhi ketentuan dalam Undang Undang Nomor 30 Tahun 2014

tentang Administrasi Pemerintahan tergugat menyatakan bahwa dalil

Penggugat tersebut tidak jelas dan kabur karena Penggugat dalam

gugatanya tidak dapat menunjukkan secara tepat tentang penyalahgunaan

Halaman 37 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 37

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id kewenangan yang berbentuk apa dan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

kewenangan yang berbentuk apa dan bagaimana yang dilakukan oleh

Tergugat;----------------------------------------------------------------------------------------

32. bahwa, dalam gugatannya pada halaman 8 angka 21 yang pada pokoknya

Penggugat mendalilkan dalam gugatannya menyatakan “maka sudah

selayaknya jika Tergugat diberikan sanksi adminisrasi sebagaimana

ketentuan Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 tentang

Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pejabat Pemerintahan,

selanjutya angka 22 mendalilkan “Pasal 3 ayat (1) Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengenaan

Sanksi Administrasi Kepada Pejabat Pemerintahan menyatakan Jika

Pejabat Pemerintahan berkewajinan untuk menyelenggarakan Administrasi

Pemerintahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

kebijakan pemerintahan dan AUPB, sehingga Tergugat menerbitkan Objek

Perkara a quo sudah secara nyata-nyata bertentangan dengan Pasal 17

ayat (2) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi

Pemerintahan yaitu maka sudah selayaknya jika perbuatan tersebut

Tergugat diberikan sanksi administrasi menurut ketentuan Pasal 8

Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016

tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pejabat

Pemerintahan yaitu: “sanksi Administrasi berat sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 4 huruf C Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 tentang

Tata Cara Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pejabat Pemerintahan

dikenakan bagi Pejabat Pemerintahan apabila…

a. menyalahgunakan

wewenang yang meliputi: i. melampaui wewenang; ii mencampuradukan

wewenang; dan iii. Bertindak sewenang-wenang, terhadap dalil tersebut

Tergugat menyampaikan hal-hal sebagai berikut: ----------------------------------

a. Tergugat menolak dengan tegas dalil dalil yang disampaikan

Penggugat dalam gugatannya tersebut dan menyatakan bahwa

Halaman 38 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 38

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id gugatan Penggugat cukup membingungkan dan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

gugatan Penggugat cukup membingungkan dan tidak jelas karena

dalam hal ini siapa yang diminta oleh Penggugat mengenakan sanksi

tersebut selain itu hal ini tidak sesuai dengan objek gugatan dimana

objek gugatannya adalah Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) yang

mana olehnya dikenakan Perubahan, Pencabutan, Penundaan, dan

Pembatalan Keputusan sebagaimana Pasal 53 Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang

menyatakan bahwa “Seseorang atau badan hukum perdata yang

merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha

Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang

berwenang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang

disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa

disertai tuntutan ganti rugi dan/atau rehabilitasi”;----------------------------

b. Berdasarkan Pasal 1 angka 7 Peraturan Pemerintah Peraturan

Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengenaan

Sanksi Administrasi Kepada Pejabat Pemerintahan Pejabat yang

Berwenang Mengenakan Sanksi Administratif adalah Pejabat

Pemerintahan yang diberikan kewenangan untuk mengenakan Sanksi

Administratif, selanjutnya Pasal 12 ayat (4) menyatakan bahwa Dalam

hal Pelanggaran Administratif dilakukan oleh bupati/walikota maka

Pejabat yang berwenang mengenakan Sanksi Administratif yaitu

gubernur, oleh karena itu Pengadilan Tata Usaha Negara tidak

berkompeten dalam pemberian sanksi sebagaimana Pasal 4 huruf C

Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2016 tentang Tata Cara

Pengenaan Sanksi Administrasi Kepada Pejabat Pemerintahan;-------

33. bahwa, Tergugat menyatakan dengan tegas bahwa dalil Penggugat dalam

gugatannya pada halaman 9 sampai dengan halaman 10 mendalilkan

Tergugat melanggar asas Kepastian Hukum, asas kecermatan, dan asas

Halaman 39 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 39

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id tidak menyalahgunakan kewenangan apa

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

tidak menyalahgunakan kewenangan apa adalah tidak benar, Tergugat

dalam menerbitkan Keputusan Bupati Bojonegoro aquo sudah berpedoman

pada Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik ( AAUPB), yaitu asas

kepastian hukum sebagaimana penjelasan Pasal 10 ayat (1) huruf a

Undang Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan

menyatakan" Yang dimaksud dengan “asas kepastian hukum” adalah asas

dalam negara hukum yang mengutamakan landasan ketentuan peraturan

perundang-undangan, kepatutan, keajegan, dan keadilan dalam setiap

kebijakan penyelenggaraan pemerintahan;------------------------------------------

34. bahwa, tindakan Penggugat dengan tidak melantik Calon Perangkat Desa

yang lolos ujian dengan alasan yang tidak berdasarkan hukum

membuktikan bahwa Penggugat tidak memberikan kepastian hukum

terhadap calon perangkat desa tersebut, dan melakukan tindakan

pelanggaran terhadap larangan dan kewajiban Kepala Desa;----------------

35. bahwa, penerbitan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor:

188/256/KEP/412.013/2018, tanggal 25 Juli 2018 tentang Pemberhentian

Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten

Bojonegoro telah sesuai dengan prosedur dan secara subtansi benar, serta

dengan pertimbangan hukum yang cermat dan teliti sebagaimana

penjelasan Pasal 10 ayat (1) huruf d Undang Undang Nomor 30 Tahun

2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang menyatakan" Yang dimaksud

dengan “asas kecermatan” adalah asas yang mengandung arti bahwa suatu

Keputusan dan/atau Tindakan harus didasarkan pada informasi dan

dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan dan/atau

pelaksanaan Keputusan dan/atau Tindakan sehingga Keputusan dan/atau

Tindakan yang bersangkutan dipersiapkan dengan cermat sebelum

Keputusan dan/atau Tindakan tersebut ditetapkan dan/atau dilakukan;----

Halaman 40 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 40

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 36. Bahwa, dalil Penggugat yang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

36. Bahwa, dalil Penggugat yang menyatakan bahwa Tergugat

menyalahgunakan kewenangan adalah tidak benar dan tidak berdasar,

pada prinsipnya Penggugat lah yang telah menyalahgunakan

kewenangannya, justru tindakan Tergugat adalah untuk kepentingan Calon

Perangkat desa yang tidak dilantik oleh Penggugat, serta untuk menghindari

terhentinya pelayanan publik dan proses adminitrasi pada Pemerintahan

Desa Tergugat, hal itu sejalan dengan penjelasan Pasal 10 ayat (1) huruf d

Undang Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan

yang menyatakan" Yang dimaksud dengan “asas tidak menyalahgunakan

kewenangan” adalah asas yang mewajibkan setiap Badan dan/atau Pejabat

Pemerintahan tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan

pribadi atau kepentingan yang lain dan tidak sesuai dengan tujuan

pemberian kewenangan tersebut, tidak melampaui, tidak menyalahgunakan,

dan/atau tidak mencampuradukkan kewenangan";--------------------------------

37. bahwa tindakan Tergugat memberhentikan Penggugat adalah perwujudan

dari “asas perlindungan terhadap hak asasi manusia” adalah bahwa

penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan, Badan dan/atau Pejabat

Pemerintahan tidak boleh melanggar hak-hak dasar Warga Masyarakat

sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945 terhadap calon perangkat desa yang berhak dilantik

serta melindungi hak mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak bagi

kemanusiaan, dan selanjutnya, sebagai perwujudan “asas legalitas” adalah

bahwa penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan mengedepankan dasar

hukum dari sebuah Keputusan dan/atau Tindakan yang dibuat oleh Badan

dan/atau Pejabat Pemerintahan, yang maksudnya bahwa apa yang

dijadikan alasan oleh Penggugat untuk tidak melantik perangkat desa yang

lolos ujian seleksi adalah menunggu hasil sidang putusan perdata perkara

gugatan perdata Perbuatan Melanggar Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri

Halaman 41 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 41

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bojonegoro adalah tidak beralasan hukum

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bojonegoro adalah tidak beralasan hukum dan “asas kepentingan umum”

yang mendahulukan kesejahteraan dan kemanfaatan umum dengan cara

yang aspiratif, akomodatif, selektif, dan tidak diskriminatif;-----------------------

Berdasarkan uraian diatas Tergugat dengan hormat mohon kepada Majelis

Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk berkenan memberikan

putusan sebagai berikut:--------------------------------------------------------------------------

I. DALAM EKSEPSI

1. Menerima Eksepsi Tergugat untuk seluruhnya;----------------------------------

2. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya yang ditimbulkan

dalam

ini;----------------------------------------------------------------------------

II. DALAM POKOK PERKARA :

perkara

1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya;--------------------------------

2. Menyatakan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor :

188/256/KEP/412.013/2018, tanggal 25 Juli 2018 tentang Pemberhentian

Dengan Tidak Hormat Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Malo Kabupaten

Bojonegoro atas nama Didik Dwi Agung Supangadi sah dan berlaku;

3. Menghukum Penggugat untuk membayar semua biaya yang ditimbulkan

dalam perkara ini;---------------------------------------------------------------------------

Menimbang, bahwa terhadap jawaban yang diajukan oleh Tergugat ,

Penggugat dalam persidangan tanggal 26 September 2018 telah

mengajukan Replik tertanggal 26 September 2018 ;--------------------------------------

Menimbang, bahwa oleh karena Panggugat telah mengajukan Replik

maka Tergugat dalam persidangan tanggal 3 Oktober 2018 telah

mengajukan Duplik tertanggal 3 Oktober 2018 ; ------------------------------------------

Halaman 42 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 42

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Menimbang, bahwa untuk menguatkan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang,

bahwa

untuk

menguatkan dalil–dalil gugatannya,

berupa fotokopi yang telah

Penggugat telah mengajukan bukti – bukti Surat

dibubuhi

meterai

secukupnya

dan

telah

dicocokkan

dengan

aslinya

atau

,

pembandingnyayang

telah diberi tanda P – 1 sampai

dengan P - 7,

yang

isi

selengkapnya

sebagai berikut : ----------------------------

1

Bukti P

- 1

:

Fotokopi

sesuai

dengan

aslinya, Keputusan Bupati

 

Bojonegoro

Nomor

:

141/91/KEP/205.412/016

tentang

Pengesahan

Pengangkatan

Kepala

Desa

Sukorejo

Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro;-----------------------

2

Bukti P

- 2

:

Fotokopi

sesuai

dengan

aslinya

,

Keputusan

Bupati

 

Bojonegoro

No.

188/256/KEP/412.013/2018

tentang

pemberhentiandengan tidak hormat Kepala Desa Sukorejo

Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro;-------------------------

3.

Bukti P

- 3

:

Fotokopi sesuai dengan salinan resmi, Penetapan Nomor :

 

125.K/PEN.TUN/2018/PTUN.SBY. TERTANGGAL8 Agustus

2018;--------------------------------------------------------------------------

4.

Bukti P – 4

:

Fotokopi

sesuai

dengan

fotokopi

Peraturan

Perundang-

 

Undangan, Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor

13 Tahun 2015 tentang Kepala Desa tertanggal 16 Desember

2015;-----------------------------------------------------------

 

5.

Bukti P - 5

:

Fotokopi

sesuai

dengan

fotokopi

Peraturan

Perundang-

 

Undangan,Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 66

Tahun

2017

tentang

Perubahan Atas

Peraturan

Menteri

Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan

dan Pemberhentian Kepala Desa tertanggal 2 Agustus 2017;

6.

Bukti P – 6

:

Fotokopi sesuai dengan aslinya, Risalah Pernyataan

 

Permohonan Banding, tertanggal 4 Juli 2018;-----------------

7.

Bukti P - 7

:

Fotokopi

sesuai

dengan

fotokopi

Peraturan

BKN,

Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas Dalam

Aspek Kepegawaian Nomor K.20-30/V.20-3/99 tertanggal 5

Halaman 43 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 43

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Pebruari

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Pebruari 2016;--------------------------------------------------------------

Menimbang,

bahwa

untuk

menguatkan dalil – dalil

bantahannya,

Tergugat

telah mengajukan

bukti – bukti

Surat

berupa

fotokopi yang

telah dibubuhi meterai secukupnya

atau pembandingnya , yang telah diberi tanda T – 1 sampai dengan T - 22 ,

yang isi selengkapnya sebagai berikut : ------------------------------------------------------

1. Bukti T - 1 : Fotokopi sesuai dengan aslinya, Keputusan Bupati Bojonegoro

No. 188/256/KEP/412.013/2018 tentang pemberhentiandengan

tidak

Kabupaten Bojonegoro;-------------------------

Desa Sukorejo Kecamatan Malo

dan

telah dicocokkan dengan aslinya

hormat

Kepala

2. Bukti T - 2

3. Bukti T - 3

4. Bukti T - 4

5. Bukti T - 5

: Fotokopi sesuai dengan aslinya, Keputusan Bupati Bojonegoro

Nomor : 141/91/KEP/205.412/016 tentang Pengesahan

Pengangkatan

Kabupaten Bojonegoro;-----------------------

No

141/1490/412.211/018 Perihal tindak lanjut Peringatan Bupati

Bojonegoro terhadap Kepala Desa yang tidak melantik

Perangkat Desa, tertanggal 30 April 2018;

No

141/753/412.211/2018 tentang Tegoran Tertulis III, tertanggal

28 Pebruari 2018;------------------------------------------

No

141/380/412.211/2018 tentang Tegoran Tertulis II, tertanggal 5

: Fotokopi

: Fotokopi

: Fotokopi

Desa Sukorejo Kecamatan Malo,

Kepala

sesuai

dengan

aslinya,

Surat

sesuai

dengan

aslinya,

Surat

sesuai

dengan

aslinya,

Surat

Pebruari 2018;--------------------------------------------

6. Bukti T - 6

7. Bukti T - 7

No

141/112/412.211/2018 tentang Tegoran Tertulis I, tertanggal 12

Januari 2018;----------------------------------------------------------

: Fotokopi sesuai dengan aslinya, Pengaduan proses seleksi

: Fotokopi

sesuai

dengan

aslinya,

Surat

Perangkat Desa Desa Sukorejo, Kecamatan Malo tertanggal

11 April 2018;--------------------------------------------------------------

Halaman 44 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 44

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 8. Bukti T - 8 : Fotokopi sesuai

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

8.

Bukti T - 8 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Peraturan Daerah Kabupaten

 

Bojonegoro Nomor 13 Tahun 2015tetang Kepala Desa

,tertanggal 16 Deseber 2016;---------------------------------

 

9.

Bukti T - 9

: Fotokopi

sesuai

dengan

fotokopi,

Peraturan

Bupati

 

BojonegoroNomor :29 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan

Peraturan Daerah Kabupaten BojonegoroNomor 13 Tahun

2015

tentang : Desa;--------------------------------------------------------

10.

: Fotokopi

sesuai

dengan

fotokopi,

Peraturan

Daerah

 

Bukti T- 10

Kabupaten Bojonegoro Nomor : 1 Tahun 2017 tentang

 

Perangkat Desa;--------------------------------------------------------------

11.

Bukti T- 11

: Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Peraturan Bupati Bojonegoro

 

Nomor : 36 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan

Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor : 1 Tahun

2017

tentang Perangkat Desa;-------------------------------------------

12.

Bukti T- 12

: Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Salinan Putusan Pengadilan

 

Negeri Bojonegoro Perkara Nomor 28/Pdt.G/2017/PN.Bjn

tertanggal 7 Juni 2018;-----------------------------------------------------

13.

Bukti T- 13 : Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Salinan Putusan Pengadilan

 

Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya Nomor :

279/G/2016/PT.TUN.S.;-------------------------------------------------

14.

Bukti T- 14

: Fotokopi sesuai dengan fotokopi, Salinan Putusan Pengadilan

 

Tata Usaha Negara Surabaya Nomor :

50/G/2016/PTUN.SBY.;----------------------------------------------------

15.

Bukti T- 15

Fotokopi sesuai dengan aslinya, Surat Nomor : 141/2316

 

a/412.211/2017 Perihal : Pelaksanaan Pengisian Perangkat

DesaTahun 2017 tertanggal 24 Juli 2017;---------------------------

16

Bukti T- 16

Fotokopi sesuai dengan aslinya,Kartu tanda peserta atas nama

 

Ade Irna Pamulya;-----------------------------------------------------------

17.

BuktiT- 17

Fotokopi sesuai dengan aslinya, Peneliihan Berkas

persyaratan Administrasi Bakalcalon perangkat Desa Sukorejo

Kecamatan Malo Kab Bojonegoro, tertanggal 23 Agustus

Halaman 45 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 45

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

2017;----------------------------------------------------------------------------

-

18.

Bukti T- 18

Fotokopi sesuai dengan fotokopi Hasil Pembacaan LJK seleksi

Perangkat Desa Kab.BojonegoroKec. Malo Formasi Sekdes

Sukorejo;-----------------------------------------------------------------------

19.

Bukti T- 19

Fotokopi sesuai dengan aslinya, Kartu tanda peserta atas

nama Tony Heryadi;-------------------------------------------------------

20.

Bukti T- 20

Fotokopi sesuai dengan aslinya,Penelitihan Berkas

Persyaratan Administrasi Bakal calon perangkat Desa Sukorejo

Kec. Malo Kab.Bojonegoro tanggal 07 September 2017;----------

21

Bukti T- 21

Fotokopi sesuai dengan fotokopi,hasil Pembacaan LJK seleksi

Perangkat DesaKabupaten Bojonegoro

Kec. Malo Formasi

Kasi Kesejahteraan Desa Sukorejo;-----------------------------------

22.

Bukti T- 22

Fotokopi sesuai dengan stempel basah, Tim Pengisian

Perangkat Desa

Desa Sukorejo Kecamatan Malomembuat

Berita Acara Penetapan bakal calon menjadi Calon perangkat

Desa Nomor : 05/Tim-Perades/IX/2017 tertanggal 18 Oktober

2017;----------------------------------------------------------------------------

-

Menimbang,

bahwa

disamping

alat

bukti

surat, Penggugat juga

 

mengajukan

2

(dua)

orang

saksi

fakta,

bernama1.

SUPRIYONO

2.

JALALUDIN

pada pokoknya menerangkan dibawah sumpah sebagai berikut :

 

1.

SAKSI

 

I

SUPRIYONO.

menerangkan------------------------------------------------

 

Bahwa, terhadap masalah Didik Supangadi yang saksi ketahui yaitu

 

sebagai Kepala Desa selama bekerja tidak ada masalah apa-apa;-----------

 

Bahwa, mulai menjabat Kepala Desa Sejak Tahun 2016 dan saksi tahu

 

terkait dengan adanya seleksi pengisian yaitu tahun 2017;-------------------

 

Bahwa, Terhadap kekosongan dari perangkat desa Sukorejo, jabatan yang

 

kosong yaitu Kepala Dusun Sukorejo dan Kaur perncanaan;-----------------

Halaman 46 dari 74 halaman Putusan Perkara Nomor : 125/G/2018/PTUN.SBY

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 46

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id  Bahwa, terkait dengan pengisian itu

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa, terkait dengan pengisian itu tugas BPD adalah BPD tidak dilibatkan;

Bahwa, Kepala Desa Sukorejo menjabat sebagai Kades Tahun 2016;------

Bahwa, Saksi sebagai Ketua BPD terhadap pengisian perangkat desa

selama ini tidak pernah mengajukan pemberhentian dan pengusulan Kepala

Desa;---------------------------------------------------------------------------------------------