Anda di halaman 1dari 2

M3 (Method)

1. Penerapan MAKP
Dari hasil wawancara dengan Kepala Ruangan interna II jenis metode pemberian
asuhan keperawatan di ruangan interna II RSUD TOTO KABILA Kabupaten Bone
bolango menggunakan metode TIM dalam hal ini terdiri dari perawat primer dan perawat
Asosiasi.Pada pelaksanaan dilapangan sudah sesuai/optimal antara peran KATIM dan
Perawat Pelaksana (PA), hal ini nampak pada pendokumentasian Asuhan Keperawatan
yang didokumentasikan oleh KATIM.

2. Operan/hand over
Berdasarkan wawancara dengan kepala ruangan dan perawat yang diruangan
yang dilkukan pada tanggal 30 April 2019 didapatkan operan di ruangan Interna II
RSUD TOTO KABILA, Kabupaten Bone bolango dilaksanakan 3 kali dalam sehari yaitu
pergantian shift malam ke pagi ( Pukul 08.00), pagi ke sore ( Pukul 14.00), dan sore ke
malam ( Pukul 21.00) dan juga operan dilakukan di ruangan pasien.
Berdasarkan observasi operan timbang terima pada tanggal 30 April 2019 pada pukul
08.00 ( shift malam ke shift pagi ) dilaksanakan setiap hari dengan optimal. Tetapi pukul
14.00 dan 21.00 operan timbang terima belum dilakukan secara optimal, karena waktu
operan tidak sesuai dengan yang dijadwalkan.
.
3. Pre dan Post Comferance
Berdasarkan observasi dan wawancara di ruangan Pelaksanaan pre dan post
confrense sudah dilakukan dan dilaksanan oleh perawat .

4. Ronde Keperawatan dan observasi


Berdasarkan wawancara dengan kepala ruangan pelaksanaan ronde keperawatan
sudah dilakukan di ruangan Interna II Rumah Sakit Toto Kabila oleh perawat

5. Supervisi
Supervisi atau pengawasan adalah proses pengawasan terhadap pelaksanaan
kegiatan untuk memastikan apakah kegiatan tersebut berjalan sesuai tujuan organisasi
dan standar yang telah ditetapkan.

Dari hasil wawancara dengan kepala ruangan Adapun alur supervisi di RSUD
Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango meliputi Kepala Seksi Keperawatan
melakukan pengawasan terhadap Kepala Ruangan, Ketua TIM dan Perawat
Pelaksana. Kepala Ruangan melakukan pengawasan terhadap Ketua TIM dan Perawat
Pelakasana, serta ketua TIM melakukan pengawasan terhadap Perawat Pelaksana.

6. Penerimaan pasien baru


Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan dan perawat diruangan
pada saat melakukan penerimaan pasien baru perawat diruangan akan memberikan
informasi tentang tata tertib ruangan, fasilitas apa yang ada diruangan.

Berdasarkan observasi Pelaksanaan penerimaan pasien baru belum optimal,


Orientasi pasien baru jarang dilaksanakan.

7. Discharge Planning
Berdasarkan observasi Pelaksanaan discharge planing belum optimal, Perawat
hanya melakukan penyuluhan secara lisan tanpa memberikan lefleat pada pasien saat
pulang.
Berdasarkan wawancara dengan kepala ruangan dan perawat discharge palaning
sudah dilakukan secara optimal.

8. Dokumentasi Keperawatan
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan kepala ruangan dan perawat
ruangan interna II Sistem Pendokumentasian melakukan sistem ceklist . perawat sudah
melakukan pengkajian secara komprehensif