Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

“ POLYMER”

DISUSUN OLEH :

Ari Akbar (20182120100037)

Suharman (20162120100017)

Walter Siringoringo (20162120100021)

Veby Metha (20162120100013)

YAYASAN TRUNAJAYA BONTANG

2018

1
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Allah SWT. Penyusunan materi mengenai “ POLIMER “ dapat

diselesaikan dengan baik. Materi ini merupakan hasil yang diperoleh oleh mahasiswa dalam

mengikuti pembelajaran pengetahuan bahan dan dapat juga dijadikan panduan dalam

mengikuti pembelajaran pengetahuan bahan.

Penyusunan materi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah

memberikanmasukan sehingga materi ini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasih

diucapkan penyusun kepada orang tua, dan teman – teman yang telah memberikan partisipasi

demi kesempurnaan materi ini.

Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengikuti

pembelajaranpengetahuan bahan.

Bontang, 05 Desember 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

Halaman Judul ............................................................................................................. 1

Kata Pengantar ............................................................................................................ 2

Daftar Isi ....................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 4

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Polymer ................................................................................................. 5

2.2 Pengenalan Bahan Polymer ..................................................................................... 6

2.3 Pengenalan Sifat Polymer ....................................................................................... 6

2.4 Proses Bahan Baku Polymer .................................................................................... 6

2.5 Proses Pengolahan Polymer .................................................................................... 7

2.6 Proses Pembentuka Polymer .................................................................................... 8

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 12

3.2 Saran ........................................................................................................................ 13

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seringkali kita mendengarnya, namun mungkin belum tahu apa yang dimaksud secara

mendetail mengenai polimer. Kadang bayangan kita, polimer identik dengan plastik.

Polimer adalah sebuah molekul panjang yang mengandung rantai-rantai atom yang

dipadukan melalui ikatan kovalen yang terbentuk melalui proses polimerisasi. Pada

umumnya polimer dikenal sebagai materi yang bersifat non-konduktif atau isolator.

Kemajuan dalam riset polimer telah menemukan berbagai polimer yang bersifat

konduktif maupun semikonduktif. Salah satu cara untuk membuat polimer menjadi konduktif

adalah dengan menambahkan karbon aktif sebagai dopping, sehingga terbentuk bahan

komposit polimer-karbon. Komposit polimer-karbon yang terbentuk mempunyai karakteristik

resistansi yang berubah apabila terkena gas karena mampu mengikat molekul-molekul gas

yang dideteksinya sehingga mempengaruhi sifat konduktifitasnya. Karena sifat inilah

komposit polimer bisa dijadikan sebagai bahan sensor gas.

1.2 Rumusan Masalah

A. Pengertian polymer ?

B. Mengenali bahan polymer ?

C. Mengenali sifat bahan polymer ?

D. Mengenali bahan baku polymer ?

E. Bagaimana proses pengolahan peolymer ?

F. Bagaimana proses pembentukan polymer ?

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Polymer

Kata polimer berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu Poly dan

meros. Poly artinya banyak sedangkan Meros berarti unit atau bagian. Polimer merupakan

senyawa yang besar yang terbentuk dari hasil penggabungan sejumlah (banyak) unit-unit

molekul yang kecil. Unit molekul kecil pembentuk senyawa ini disebut monomer. Ini artinya

senyawa polimer terdiri dari banyak monomer.

Polimer bisa tersusun dari beribu-ribu atau bahkan dari jutaan monomer, sehingga

dapat disebut sebagai senyawa makromolekul

Polimer merupakan senyawa-senyawa yang tersusun dari molekul sangat besar yang

terbentuk oleh penggabungan berulang dari banyak molekul kecil. Molekul yang kecil

disebut monomer, dapat terdiri dari satu jenis maupun beberapa jenis.

Polimer adalah sebuah molekul panjang yang mengandung rantai-rantai atom yang

dipadukan melalui ikatan kovalen yang terbentuk melalui proses polimerisasi dimana

molekul monomer bereaksi bersama-sama secara kimiawi untuk membentuk suatu rantai

linier atau jaringan tiga dimensi dari rantai polimer.

Polimer didefinisikan sebagai makro molekul yang dibangun oleh pengulangan

kesatuan kimia yang kecil dan sederhana yang setara dengan monomer, yaitu bahan pembuat

polimer. Akibatnya, molekul-molekul polimer umumnya mempunyai massa molekul yang

sangat besar. Hal inilah yang menyebabkan polimer memperlihatkan sifat sangat berbeda dari

molekul-molekul biasa meskipun susunan molekulnya sama.

5
2.2 Pengenalan Bahan Polymer

Teknologi polimer berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok,

yaitu (1) Polimer Alam yang terjadi secara alami seperti karet alam, karbohidrat, protein,

selulosa, dan wol. (2) Polimer Semi Sintetik yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer

alam dan bahan kimia seperti serat rayon dan selulosa nitrat. (3) Polimer Sintesis, yaitu

polimer yang dibuat melalui polimerisasi dari monomer-monomer polimer, seperti

formaldehida."

2.3 Pengenalan Sifat Polymer Berdasarkan Sifat Panas

1) Polymer Termoplas

Polymer termoplas adalah polymer yang tidak tahan panas. Polymer tersebut apabila

dipanaskan akan meleleh(melunak), dan dapat dilebur untuk dicetak kembali(didaur

ulang). Contohnya : polietilene, poliproppilena, dan PVC.

2) Polymer Termosting

Polymer termosting adalah polymer yang tahan panas. Polymer tersebut apabila

dipanaskan tidak akan meleleh(sukar melunak), dan sukar didaur ulang. Contohnya :

melamin dan bakelit.

2.4 Proses Bahan Baku Polymer

Polivinil klorida (IUPAC: Poli(kloroetanadiol)), biasa disingkat PVC,

adalah polimer termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di dunia,

setelah polietilena dan polipropilena. Di seluruh dunia, lebih dari 50% PVC yang diproduksi

dipakai dalam konstruksi. Sebagai bahan bangunan, PVC relatif murah, tahan lama, dan

mudah dirangkai. PVC bisa dibuat lebih elastis dan fleksibel dengan

menambahkan plasticizer, umumnya ftalat. PVC yang fleksibel umumnya dipakai sebagai

bahan pakaian, perpipaan, atap, dan insulasi kabel listrik.

6
PVC diproduksi dengan cara polimerisasi monomer vinil klorida (CH2=CHCl).

Karena 57% massanya adalah klor, PVC adalah polimer yang menggunakan bahan baku

minyak bumiterendah di antara polimer lainnya. Proses produksi yang dipakai pada

umumnya adalah polimerisasi suspensi. Pada proses ini, monomer vinil klorida dan air

diintroduksi ke reaktor polimerisasi dan inisiator polimerisasi, bersama bahan kimia

tambahan untuk menginisiasi reaksi. Kandungan pada wadah reaksi terus-menerus dicampur

untuk mempertahankan suspensi dan memastikan keseragaman ukuran partikel resin PVC.

Reaksinya adalah eksotermik, dan membutuhkan mekanisme pendinginan untuk

mempertahankan reaktor pada temperatur yang dibutuhkan. Karena volume berkontraksi

selama reaksi (PVC lebih padat daripada monomer vinil klorida), air secara kontinu ditambah

ke campuran untuk mempertahankan suspensi.

Ketika reaksi sudah selesai, hasilnya, cairan PVC, harus dipisahkan dari kelebihan

monomer vinil klorida yang akan dipakai lagi untuk reaksi berikutnya. Lalu cairan PVC yang

sudah jadi akan disentrifugasi untuk memisahkan kelebihan air. Cairan lalu dikeringkan

dengan udara panas dan dihasilkan butiran PVC. Pada operasi normal, kelebihan monomer

vinil klorida pada PVC hanya sebesar kurang dari 1 PPM.

Proses produksi lainnya, seperti suspensi mikro dan polimerisasi emulsi,

menghasilkan PVC dengan butiran yang berukuran lebih kecil, dengan sedikit perbedaan sifat

dan juga perbedaan aplikasinya.

2.5 Proses Pengolahan Polymer

1) Polimer Adisi, yaitu polimer yang terbentuk karena molekul monomer yang berikatan

rangkap bergabung dengan yang lain ( tidak menghasilkan suffing ).

2) Polimer kondensasi, yaitu apabila monomernya bergabung dan membebaskan

molekul sederhana ( misalnya, air ).

7
2.6 Proses Pembentukan Polymer

1. Polietena

Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena) adalah termo plastik atau merupakanpolimer

plastik yang sifatnya ulet (liat), massa jenis rendah, lentur, sukar rusak apa bila lama dalam

keadaan terbuka di udara maupun apabila terkena tanah lumpur, tetapi tidak tahan panas.

Kegunaan polietena adalah untuk memproduksi lembaran untuk kantong plastik, pembungkus

halaman, ember, dsb.

2. Polipropena

Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang dibuat oleh

industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya pengemasan,tekstil

(contohnya tali, pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagai tipe wadah

terpakaikan ulang serta bagian plastik, perlengkapan labolatorium, pengeras suara, komponen

otomotif, dan uang kertas polimer. Plastik ini juga digunakan untuk membuat botol plastik,

karung, bak air, tali, dan kanel listrik (insulator).

Polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki

sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam.Polipropena

biasanya didaur-ulang, dan simbol daur ulangnya adalah nomor “5”: nomor 5 yang dkelilingi

sebuah simbol daur ulang, dengan huruf “P P” di bawah.Polipropena mempunyai sifat yang

sama dengan polietena. Oleh karena plastik ini juga banyak diproduksi, hanya kekuatannya

lebih besar dari polietena dan lebih tahan panas serta tahan terhadap reaksi asam dan basa.

8
3. PVC

Polivinil klorida(IUPAC: Poli(kloroetanadiol)), biasa disingkat PVC, Plastik PVC bersifat

termo plastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga bersifat tahan serta kedap terhadap

minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk

fleksibel.Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan, mainan anak-

anak, pipa PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen mobil.

Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang plastik dan isolasi

listrik.Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan sekitar 68%

digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).

4. Teflon

Teflon merupakan nama lain dari Politetrafluoroetena (PTFE).Teflon merupakan lapisan tipis

yang sangat tahan panas dan tahan terhadap bahan kimia.Teflon digunakan untuk pelapis

wajan (panci anti lengket), pelapis tangki di pabrik kimia, pipa anti patah, dan kabel listrik.

5. Polibutaena

Polibutadien adalah karet sintetis yang merupakan polimer terbentuk dari proses

polimerisasidari monomer 1,3-butadiena. Memiliki resistensi yang tinggi terhadap aus dan

digunakan terutama dalam pembuatan ban.Ini juga telah digunakan untuk melapisi atau

merangkum rakitan elektronik, menawarkan tahanan listrik yang sangat tinggi.Polibutadiena

paling banyak digunakan untuk membuat ban mobil. Karet ini juga dapat digunakan pada

bantalan kereta api, blok jembatan, bola golf,selang air, dll.

9
6. Poliester

Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional ester dalam

rantai utamanya. Meski terdapat banyak sekali poliester, istilah “poliester” merupakan

sebagai sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena tereftalat (PET).

Poliester termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kitin dari kulit ari tumbuhan, maupun

zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat.Dapat diproduksi dalam berbagai

bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi, poliester sebagai termoplastik bisa berubah

bentuk sehabis dipanaskan. Walau mudah terbakar di suhu tinggi, poliester cenderung

berkerut menjauhi api dan memadamkan diri sendiri saat terjadi pembakaran. Serat poliester

mempunyai kekuatan yang tinggi dan E-modulus serta penyerapan air yang rendah dan

pengerutan yang minimal bila dibandingkan dengan serat industri yang

lain.Poliester digunakan untuk membuat botol, film, tarpaulin, kano, tampilan kristal

cair,hologram,penyaring, saput (film) dielektrik untuk kondensator, penyekat saput buat

kabel dan pita penyekat.Kain poliester tertenun digunakan dalam pakaian konsumen dan

perlengkapan rumah seperti seprei ranjang, penutup tempat tidur, tirai dan korden. Poliester

industri digunakan dalam pengutan ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor),

sabuk pengaman, kain berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang

tinggi.Fiber fill dari poliester digunakan pula untuk mengisi bantal dan selimut penghangat.

7. Nilon 66

Nylon 6-6, juga disebut sebagai nilon 6,6, adalah jenis nilon.Nylon terdapat dalam berbagai

jenis, dua yang paling umum untuk industri tekstil dan plastik adalah: nilon 6 dan nilon

6,6.Nilon digunakan untuk banyak hal, seperti serat karpet, pakaian, airbag, ban, tali, selang,

stoking, parasut, dll.

10
8. Polistirena

Polistirena adalah sebuah polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cairyang

dibuat secara komersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan, polistirena biasanya bersifat

termoplastik padat, dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirena tergolong senyawa

aromatik.Polistirena padat murni adalah sebuah plastik tak berwarna, keras dengan

fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam produk dengan detil

yang bagus.Penambahan karet pada saat polimerisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan

ketahanan kejut.Polistirena jenis ini dikenal dengan nama HighImpact Polystyrene (HIPS).

Polistirena murni yang transparan bisa dibuat menjadi beraneka warna melalui proses

compounding Polistirena banyak dipakai dalam produk-produk elektronik sebagai casing,

kabinet dan komponen-komponen lainya. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari

polistirena, a.l: sapu, sisir, baskom, gantungan baju, ember.

9. Fleksiglas

Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass. Polimetil

metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat(H2C = CH-COOH3).

PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer ini digunakan untuk jendela

pesawat terbang dan lampu belakang mobil (kaca alkrilik).

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya

terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam.

Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa

abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang

ditemukan dalam tumbuhan. polimer berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata

yaitu Poly dan meros. Poly artinya banyak sedangkan Meros berarti unit atau bagian. Polimer

merupakan senyawa yang besar yang terbentuk dari hasil penggabungan sejumlah (banyak)

unit-unit molekul yang kecil. Contoh polimer yang paling terkenal adalah plastik dan DNA.

Mengapa plastik dan DNA dikatakan polimer? Itu dapat terlihat dari struktur dan sifat benda

tersebut.

Polimer adalah makromolekul yang tersusun dari monomer-monomer. Reaksi

pembentukan polimer dinamakan polimerisasi. Ada dua jenis polimerisasi yaitu polimerisasi

adisi dan polimerisasi kondensasi. Polimerisasi adisi adalah reaksi pembentukan polimer dari

monomer yang berikatan rangkap atau berikatan tak jenuh. Monomer tersebut membuka

ikatan rangkapnya lalu berikatan dengan monomer lain sehingga menghasilkan polimer yang

berikatan tunggal. Polimerisasi kondensasi adalah reaksi pembentukan polimer dari

monomer-monomer yang mempunyai dua gugus fungsi. Pada reaksi tersebut akan dihasilkan

molekul kecil seperti air atau alkohol.

12
Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan merupakan

polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja, plastik pembungkus makanan dan

minuman, kemasan plastik, alat-alat listrik, alat-alat rumah tangga, dan alat-alat elektronik.

3.2 Saran

Kurangi penggunaan plastik agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat didaur ulang.

Jangan membuang sampah plastik sembarangan.

13