Anda di halaman 1dari 155

DOKUMEN ADMINISTRASI

DAN
USULAN TEKNIS

Pekerjaan :
Manajemen Konstruksi Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kab. Lampung Barat

Tahun Anggaran
2019

SUMBER DANA
DIPA Satuan Kerja Pengembangan Permukiman Lampung
Tahun Anggaran 2019
爾 陶◎ KONSttLTtt TttXNII
臨 m詢 厳Puspa,鰤 ma ЫokB No.10招 p.(0721}7694495 Gerlぬ 9軸 leng ttnd=L壺 呻ung

Bandar Lampung, 15 Juli 2019


Nomor :28IPEN-BKC/AZ(7O19
Lampiran :-

Kepada Yth.:
Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan 16 BP2JK Lampung. Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat
I:
Lll -
Jl" K.5. Tubun 45, Rawalaut Bandar Lampung

Perihal : Penawaran Administrasi dan Teknis Pekerjaan idanajemen Konstruksi


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah Kab. Lampung Barat.

Sehubungan dengan Undangan Pengambilan Dokumen Seleksi Nomor MK.O7IDOK-


SLNII/2419 tanggal 02 Juli 2019 dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen
Seleksi, Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan Adendum Dokumen Seleksi], dengan
ini kami mengajukarr penawaran Administrasi dan Teknis untuk pekerjaan Manajemen
Konstruksi Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah Kab. Lampung Barat.

Penawaran Administrasi dan Teknis ini sudah rnenrperhatikan ketentuan dan


persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Seleksi untuk melaksanakan pekerjaan
tersebut di atas.

Jangka wakiu pelaksanaan pekerjaan selama 150 (seratus lima puluh) hari kalender.
Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan Dokumen Penawaran sampai
dengan tanggal l3 September 2019 atau selama 6O (Enam puluh) hari kalender. Sesuai
dengan persyaratan Dokumen Seleksi. bersama Surat Penawaran Administrasi dan
Teknis ini kami lampirkan:
(1) Dokumen penawaran teknis, terdiri atas:
a. Data Pengalaman Perusahaan;
b. Proposal Teknis;
c. Kualifikasi Tenaga Ahli: dan
d. lDokumen lain yang dipersyaraikanl
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini maka kami menyatakan sanggup dan
akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Seleksi. Apabila
dana dalam dokumen angSaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup
tersedia dalam DIPA Tahun Anggaran maka Pengadaan Barang/Jasa dapat dibatalkan
dan kami tidak akan menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun.

CV.B

KAlTAMTO,S.T.,M.T.
Direktur
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

A
PENDAHULUAN

A. 1. UMUM
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup
Satuan Kerja Pengembangan Permukiman Lampung, Pemegang mata anggaran
adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Pekerjaan yang akan
dilaksanakan adalah merupakan pekerjaan Rehabilitasi dan Renovasi Sarana
Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.
Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-
baiknya sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya,
andal, ramah lingkungan dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya,
serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia.
Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan, dirancang dengan
sebaik – baiknya, sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang
layak dari segi mutu, biaya dan kriteria administrasi bagi bangunan gedung
negara. Penyedia Jasa Konsultansi Manajemen Konstruksi untuk bangunan
negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu
menghasilkan karya bangunan yang memadai dan layak diterima menurut
kaidah, norma serta tata laku profesional. Kerangka Acuan Kerja (KAK)
untuk pekerjaan Manajemen Konstruksi perlu disiapkan secara matang
sehingga mampu mendorong perwujudan karya yang sesuai dengan
kepentingan kegiatan. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara
optimal, maka diperlukan proses belajar mengajar yang kondusif dengan
melibatkan semua komponen yang mendukung proses tersebut secara
optimal. Sarana prasarana adalah salah satu komponen yang perlu

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 1
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

diperhatikan dalam rangka menciptakan iklim yang kondusif dalam proses


belajar mengajar yang optimal. Keberadaannya memberi dampak yang luas
dan strategis, seperti rasa aman, rasa memiliki, ketenangan dan hal-hal positif
lainnya, yang tentunya juga berdampak terhadap tingkat prestasi yang dicapai
para siswa.

A. 2. MAKSUD DAN TUJUAN


Manajemen Konstruksi Dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah Kabupaten
Lampung Barat dimaksudkan sebagai pedoman penugasan yang harus diikuti
bagi Konsultan Manajemen Konstruksi Dan Renovasi Sarana Prasarana
Madrasah dalam melaksanakan pekerjaannya; serta ditujukan untuk
mendapatkan proses Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi
Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat beserta
prasarananya yang efisien (laik fungsi dan terjangkau), efektif (disain rumah
yang sudah mempertimbangkan budaya dan pola hidup calon penghuni), dan
berkelanjutan (menjadi contoh yang baik bagi lingkungan, kawasan dan
kotanya)

A. 3. SASARAN
Sasaran dari Manajemen Konstruksi Dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat ini adalah :
1. Terarahnya pelaksanaan program Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi
dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.
2. Tersedianya landasan/dasar bagi Pemerintah Daerah dalam membuat
keputusan/pertimbangan dalam Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi
dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.
3. Terkendalikannya proses perenacanaan konstruksi dan pelaksanaan
Manajemen Konstruksi Dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah secara
berkualitas, tepat waktu, dalam batas biaya yang tersedia, serta
diselenggarakan secara tertib.
4. Tersusunnya dokumen laporan Pembangunan Rehabilitasi Sarana
Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat yang memenuhi
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 2
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

persyaratan dan peraturan - peraturan yang berkaitan dengan


pembangunan gedung Negara melalui proses review yang akan
dilakukan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.
5. Dokumen hasil perencanan yang di-review oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi diharapkan dapat memberikan pedoman secara
utuh untuk pembangunan Fisik Rehabilitasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat.
6. Terawasinya pelaksanaan pembangunan Fisik Rehabilitasi Sarana
Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat pada Tahun Anggaran
2019 ini.

A. 4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Nama Organisasi : Satuan Kerja Pengembangan Permukiman Lampung
Pengguna Jasa : Kementerian Agama
Nama PPK : Abdul Latif, ST
Alamat : Jln, Way Abung Pahoman Bandar Lampung
.
A. 5. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG
SERTA ALIH PENGETAHUAN.
a. Lingkup Tugas
Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan MK adalah
berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 22/PRT/M/2018
tanggal 14 September 2018 tentang Pembangunan Bangunan
Gedung Negara, yang terdiri dari:
 Tahap Pelaksanaan
1. Mereview Desain Perencanaan Apabila diperlukan
2. Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan fisik yang
disusun oleh pelaksana konstruksi, yang meliputi program-
program pencapaian sasaran fisik, penyediaan dan
penggunaan sumber daya berupa: tenaga kerja,peralatan
dan perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana,
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 3
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

program Quality Assurance/Quality Control, dan program


kesehatan dan keselamatan kerja (K3);
3. mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang
meliputi program pengendalian sumber daya, pengendalian
biaya, pengendalian waktu, pengendalian sasaran fisik (kualitas
dan kuantitas) hasil konstruksi, pengendalian perubahan
pekerjaan, pengendalian tertib administrasi, pengendalian
kesehatan dan keselamatan kerja;
4. melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis
dan manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan
tindakan turun tangan, sertamelakukan koreksi teknis bila
terjadi penyimpangan;
5. melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat
dalam pelaksanaan konstruksi fisik;
6. melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas:
a. memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan
konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan
pekerjaan di lapangan;
b. mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode
pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya
pekerjaan konstruksi;
c. mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi
kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian volume/ realisasi
fisik;
d. mengumpulkan data dan informasi di lapangan
untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama
pekerjaan konstruksi;
e. menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara
berkala, membuat laporan mingguan dan bulanan
pekerjaan manajemen konstruksi, dengan masukan hasil
rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 4
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

bulanan pekerjaan konstruksi fisik yang dibuat oleh


pelaksana konstruksi;
f. menyusun laporan dan berita acara dalam rangka
kemajuan pekerjaan dan pembayaran angsuran pekerjaan
pelaksanaan konstruksi;
g. meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop
drawings) yang diajukan oleh pelaksana konstruksi;
h. meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di
lapangan (As Built Drawings) sebelum serah terima I;
i. menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima I
(pertama), dan mengawasi perbaikannya pada masa
pemeliharaan;
j. bersama-sama dengan penyedia jasa perencanaan
menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan
bangunan gedung;
k. menyusun berita acara persetujuan kemajuan
pekerjaan, serah terima pertama, berita acara
pemeliharaan pekerjaan dan serah terima kedua
pekerjaan konstruksi, sebagai kelengkapan untuk
pembayaran angsuran pekerjaan konstruksi;
7. menyusun laporan akhir pekerjaan manajemen konstruksi.

b. Lingkup Pekerjaan
Kegiatan Manajemen Konstruksi meliputi pengendalian waktu,
biaya, pencapaian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas), dan tertib
administrasi di dalam Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan
Prasarana Madrasah, mulai dari tahap persiapan/perencanaan
sampai dengan tahap pelaksanaan konstruksi. Kegiatan
Manajemen Konstruksi terdiri atas:
a. meneliti kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen
pelelangan, menyusun program pelaksanaan pelelangan
bersama konsultan perencana, dan ikut memberikan penjelasan
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 5
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

pekerjaan pada waktu pelelangan, serta membantu kegiatan


panitia pelelangan.
b. menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan
pekerjaan dan pembayaran angsuran pekerjaan perencanaan.
c. mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi
perencanaan, menyusun laporan hasil rapat koordinasi, dan
membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi.

1. Tahap Pelelangan
a. membantu Pengelola Proyek dalam mempersiapkan dan
menyusun program pelaksanaan pelelangan pekerjaan
konstruksi fisik.
b. membantu Panitia Lelang dalam menyusun Harga
Perhitungan Sendiri (Owner’s Estimate) pekerjaan
konstruksi fisik.
c. membantu Panitia Lelang melakukan pra-kualifikasi calon
peserta pelelangan.
d. membantu Panitia Lelang dalam penyebarluasan
pengumuman pelelangan, baik melalui papan
pengumuman, media cetak, maupun media elektronik.
e. membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu
rapat penjelasan pekerjaan.
f. membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap
penawaran yang masuk
g. membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan
pelaksanaan konstruksi fisik.
h. menyusun laporan proyek tahap pelelangan.
2. Tahap Pelaksanaan
a. mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik
yang disusun oleh pemborong, yang meliputi program-
program pencapaian sasaran konstruksi, penyediaan dan
penggunaan tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan,
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 6
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

bahan bangunan, informasi, dana, program Quality


Assurance/Quality Control, dan program kesehatan dan
keselamatan kerja (K3).
b. mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang
meliputi program pengendalian sumber daya, pengendalian
biaya, pengendalian waktu, pengendalian sasaran fisik
(kuantitas dan kualitas) hasil konstruksi, pengendalian
perubahan pekerjaan, pengendalian tertib administrasi,
pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja,
c. melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan
teknis dan manajerial yang timbul, usulan koreksi program
dan tindakan turun tangan, serta melakukan koreksi teknis
bila terjadi penyimpangan.
d. melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat
dalam pelaksanaan konstruksi fisik.
e. melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas:
i. memeriksa dan mempelajari dokumen untuk
pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar
dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
ii. mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode
pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, dan
biaya pekerjaan konstruksi.
iii. mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi
kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian volume/
realisasi fisik.
iv. mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk
memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan
konstruksi.
v. menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala,
membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan
pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 7
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan


pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pemborong.
vi. menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan
untuk pembayaran angsuran, pemeliharaan pekerjaan,
dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan
konstruksi.
vii. meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop
drawings) yang diajukan oleh kontraktor.
viii. meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan
pelaksanaan di lapangan (As Built Drawings) sebelum
serah terima I.
ix. menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima
I, dan mengawasi perbaikannya pada masa
pemeliharaan.
x. bersama dengan Konsultan Perencana menyusun
petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan
gedung.
xi. membantu pengelola proyek dalam menyusun
Dokumen Pendaftaran.
xii. membantu pengelola proyek mengurus sampai
mendapatkan IPB (Izin Penggunaan Bangunan) dari
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat, dalam
hal terdapat ketentuan dalam Peraturan Daerah
setempat.
f. menyusun laporan akhir pekerjaan manajemen konstruksi.

c. Lokasi Kegiatan
Kegiatan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi
Sarana dan Prasarana Madrasah dilaksanakan di lokasi Kabupaten
Lampung Barat.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 8
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

A. 7. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI


A. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara
profesional atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai
ketentuan Undang-undang No. 18 tentang Jasa Konstruksi dan
peraturan pelaksanaannya, serta kode tata laku profesi yang
berlaku
B. Secara umum tanggungjawab konsultan Manajemen Konstruksi
adalah menjaga proyek agar memiliki :
1. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu
berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan.
2. Ketepatan biaya sesuai batasan anggaran yang
tersedia/ditetapkan.
3. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan
yang berlaku sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna
yang seoptimal mungkin, serta memenuhi syarat teknis yang
dapat dipertanggung jawabkan.
4. Tertib administrasi pembangunan, dari aspek perizinan,
pelaporan, dan dokumentasi.

A. 8. HASIL YANG DIHARAPKAN (KELUARAN)


Konsultan Manajemen Konstruksi diminta menghasilkan keluaran yang
lengkap sesuai kebutuhan proyek. Kelancaran proyek yang
berhubungan dengan Manajemen Konstruksi sepenuhnya menjadi
tanggungjawab Konsultan Manajemen Konstruksi. Selain hal tersebut
hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten
Lampung Barat adalah :
1. Tersedianya Time Schedule lengkap dengan Curva “S” sebagai
pedoman dalam menilai kemajuan pelaksanaan proyek, time
schedulle dibuat dengan menggunakan komputer sehingga jalur
kritis dalam pelaksanaan pembangunan dapat terlihat.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 9
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

2. Konsultan MK diwajibkan memberikan Standar Prosedur


Pengawasan Pelaksanaan Fisik di lapangan kepada Kepala Satuan
Kerja pada tahapan persiapan pelaksanaan pembangunan atau
pada saat sebelum melakukan pengawasan pekerjaan di lapangan
(intergrated site supervision).
3. Terawasinya pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat yang dilaksanakan oleh Kontraktor
dari segi kualitas, kuantitas dan laju pencapaian prestasi pekerjaan
sesuai jadwal pelaksanaan proyek.
4. Terawasinya pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat beserta hasil kerjanya dan
terkendalinya waktu pelaksanaan proyek sesuai jadwal dan biaya
pembangunan sebagaimana tertera dalam kontrak.
5. Terisinya Buku Harian Lapangan (BHL) tentang kemajuan
Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana
dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat pada setiap
harinya beserta hambatan-hambatan yang timbul.
6. Diterimanya laporan mingguan dan bulanan oleh Kepala Satuan
Kerja dari Konsultan MK mengenai kemajuan pelaksanaan
Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana
dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat, termasuk
kendala yang terjadi dilapangan berikut rekomendasi yang
diusulkan, sebagai alternatif pemecahan masalah. Diterimanya
hasil rapat di lokasi proyek, informasi tentang terjadinya
penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh
pemborong/rekanan yang sudah diperbaiki maupun yang belum
diperbaiki dan informasi hal-hal lain yang terjadi di lokasi proyek.
7. Terusulkannya rencana perubahan-perubahan serta penyesuaian-
penyesuaian pekerjaan di lapangan kepada Kepala Satuan Kerja,
sehingga dapat terpecahkan persoalan-persoalan yang terjadi
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 10
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

selama pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan


Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung
Barat.
8. Tersedianya gambar perubahan (as built drawing) sebanyak 3
(tiga) set.
9. Terperiksa dan tertandatangani Berita Acara Bobot pekerjaan
yang diajukan oleh pemborong/rekanan sesuai prestasi pekerjaan
yang telah dicapai.
10. Terselenggaranya rapat-rapat koordinasi teknis di lokasi proyek
secara berkala (mingguan) dan esidentil sesuai kebutuhan. Dengan
hasil keputusan rapat yang tercatat dalam Berita Acara rapat.
11. Tercatatnya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh
pemborong/rekanan dalam Buku Harian Lapangan (BHL) oleh
Konsultan Pengawas.
12. Tersusunnya daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan selama
masa pemeliharaan.

A. 9. AZAS-AZAS PENGAWASAN
Selain kriteria umum diatas, Konsultan Pengawas harus
memperhitungkan pula azas-azas pengawasan antara lain sebagai
berikut :
1. Fact Finding, bahwa pengawasan harus menemukan fakta-fakta
tentang bagaimana kontraktor menjalankan tugasnya.
2. Preventif, dalam arti bahwa pengawasan dilaksanakan untuk
mencegah timbulnya penyimpangan-penyimpangan dalam
pelaksanaan rencana.
3. Pengawasan diarahkan kepada masa sekarang, dalam arti bahwa
pengawasan hanya ditujukan terhadap kegiatan-kegiatan yang
sedang dilaksanakan.
4. Pengawasan hanya merupakan alat untuk meningkatkan efisiensi.
5. Pengawasan harus mempermudah tercapainya tujuan.
6. Pengawasan harus lebih bersifat membimbing.
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB A - 11
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

B
PENGALAMAN PERUSAHAAN

B.1 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN CV. BUMI KARYA CONSULTANT


B.1.1. Latar Berlakang Perusahaan
Salah satu bentuk tantangan pembangunan di Indonesia dalam menghadapi era
globalisasi saat ini adalah, bagaimana mendesain dan melaksanakan konsep
pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dengan
memberdayakan potensi kualitas dari sumber daya tersedia, serta menjadikan
kearifan lokal yang merupakan ciri khas bangsa dalam mewarnai pembangunan.

Untuk dapat menjawab tantangan yang dihadapi, diperlukan komitmen kuat dari
seluruh elemen yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut. Dukungan dari
pemerintah selaku pengambil kebijakan tentu diperlukan, partisipasi aktif dari
masyarakat selaku penerima manfaat pembangunan sangat dibutuhkan, dan
tuntutan profesionalitas dari pelaku pembangunan adalah menjadi penting.

Sebagai salah satu elemen pembangunan yang bergerak dalam bidang layanan jasa
konsultansi, CV. BUMI KARYA CONSULTANT yang didirikan pada tanggal 05
Januari 2010 Akta Notaris Rosmaladewi, SH No. 01 telah menjadikan diri sebagai
wadah aspirasi idealisme dari para tenaga ahli profesional bidang konsultansi
teknik yang kreatif, inovatif, dan mampu bekerjasama baik didalam team kecil
maupun team yang lebih besar melalui asosisasi badan usaha.

Didukung oleh berbagai tenaga ahli berkualitas dengan sertifikasi keahlian yang
dikeluarkan asosiasi tenaga ahli dibawah LPJK, serta legalitas formal atas layanan
Jasa konsultansi berupa Sertifikat Badan Usaha (SBU) bidang Perencanaan
Arsitektur, bidang Perencanaan Rekayasa, bidang Pengawasan, dan bidang
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB B - 1
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Konsultansi Lainya dari instansi pemerintah, bersama visi dan misi, perusahaan
mampu menghasilkan produk layanan konsultansi berkualitas kepada pengguna
jasa.

Dengan selalu menerapkan manajamen mutu berstandar internasional dan


memperhatikan kelestarian lingkungan dalam banyak pengalaman menangani
proyek pemerintah maupun swasta CV. BUMI KARYA CONSULTANT serta
berkomitmen dalam proses pembangunan Indonesia secara umum melalui
keutamaan kualitas produk kepada pengguna jasa.

B.1.2. Data Administrasi Perusahaan


Data – data administrasi yang akan kami presentasikan adalah bertujuan untuk
memudahkan bagi Pengguna Jasa yang akan mempercayakan kepada kami untuk
melaksanakan pekerjaan.
Nama Perusahaan : CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Akta Notaris : Rosmaladewi, SH No. 01 Tanggal 05 Januari 2010
Alamat : Perum Bumi Puspa Kencana Blok B No.10 Gedong
Meneng Bandar Lampung
Direktur : Kastamto, S.T,. M.T
NPWP : 03.032.536.9-323.000
SIUJK : 1.349744.1571.4.04006

B.1.3. Ruang Lingkup Layanan

1. Bidang Perencanaan Rekayasa


a. Jasa Nasehat dan Konsultansi Rekayasa Teknik
Rekomendasi, nasihat dan asistensi mengenai rekayasa teknik, termasuk
didalamnya melaksanakan studi kelayakan dan dampak dari proyek antara
lain:
- Studi dampak topografi dan geologi dalam desain, konstruksi dan biaya
dari jalan, saluran pipa dan infrastruktur transportasi lainnya;

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB B - 2
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

- Studi dari kualitas atau kecocokan material yang akan digunakan dalam
proyek konstruksi dan dampaknya dalam desain, serta konstruksi dan
biaya jika menggunakan material yang berbeda;
- Studi dampak lingkungan dari proyek konstruksi; dan
- Studi keuntungan efesiensi produksi sebagai dampak dari penggunaan
alternatif proses, teknologi dan layout.
Ruang lingkup dari jasa ini dapat juga meliputi penilaian dari struktur,
testimoni ahli dalam kasus litigation serta memberikan asistensi kepada
pemerintah dalam penyusunan peraturan perundangan.

b. Jasa Desain Rakayasa untuk Konstruksi Pondasi serta Struktur Bangunan


Jasa desain rekayasa struktur untuk the load bearing framework dari
bangunan perumahan dan komersial, bangunan institusi dan industrial. Jasa
desain ini meliputi kegiatan,
- Estimasi biaya, spesifikasi, dan rencana pendahuluan untuk
mendefinisikan konsep desain teknik;
- Rencana akhir, spesifikasi dan estimasi biaya termasuk didalamnya
gambar kerja, spesifikasi material yang digunakan, metode instalasi,
batasan waktu dan spesifikasi yang dibutuhkan; dan
- Jasa yang diberikan pada saat fase konstruksi.

c. Jasa Desain Rakayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil Air


Jasa pembuatan desain rekayasa (engineering) untuk pekerjaan rekayasa sipil
keairan seperti dam, catchment basins, sistem irigasi, pekerjaan pengendalian
banjir, pelabuhan, pekerjaan penyaluran air dan sanitasi serta sistem saluran
air limbah industri.
Jasa Desain meliputi layanan berikut: perencanaanawal, estimasi biaya dan
spesifikasi dalam rangka menterjemahkan konsep desain teknis; perencanaan
akhir, estimasi biaya dan spesifikasi termasuk gambar teknik,spesifikasi
material yang akan digunakan, metode pemasangan, batasan waktu dan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB B - 3
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

spesifikasi teknis lainnya yang dibutuhkan untuk keperluan tender; layanan


pada saat fase konstruksi.

d. Jasa Desain Rakayasa untuk Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi


Jasa pembuatan desain rekayasa (engineering) untuk pekerjaan rekayasa sipil
transportasi seperti jembatan, jalan layang, dan jalan raya.
Jasa Desain meliputi layanan berikut: perencanaan awal, estimasi biaya dan
spesifikasi dalam rangka menterjemahkan konsep desain teknis, perencanaan
akhir, estimasi biaya dan spesifikasi termasuk gambar teknik, spesifikasi
material yang akan digunakan, metode pemasangan, batasan waktu dan
spesifikasi teknis lainnya yang dibutuhkan untuk keperluan tender layanan
pada saat fase konstruksi, termasuk didalamnya jasa pembuatan desain
structural health monitoring system untuk bentang jembatan.

e. Jasa Desain Rekayasa Lainnya.


Jasa desain rekayasa khusus lainnya.Termasuk desain rekayasa akustik dan
vibrasi, sistem pengendalian lalu-lintas, pengembangan prototype dan desain
detail dari produk baru serta jasa desain rekayasa khusus lainnya

2. Bidang Pengawasan Rekayasa


a. Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung
Jasa asistensi teknis dan nasihat selama fase pelaksanaan konstruksi bangunan
gedung untuk memastikan pekerjaan konstruksi yang sedang dilaksanakan
sudah sesuai dengan final desain.
Meliputi jasa yang diberikan di kantor maupun di lapangan seperti
pengkajian shop drawings, kunjungan secara periodik ke lapangan untuk
mengukur progress dan kualitas pekerjaan, memberikan panduan kepada
klien dan penyedia jasa pelaksana konstruksi dalam menginterpretasikan
dokumen kontrak dan nasihat lain dalam hal teknikal selama proses
kontruksi bangunan gedung.
b. Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Transportasi

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB B - 4
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Jasa asistensi teknis dan nasihat selama fase pelaksanaan konstruksi


infrastruktur sipil transportasi seperti jalan raya, jembatan, jalan bebas
hambatan dan sebagainya untuk memastikan pekerjaan konstruksi yang
sedang dilaksanakan sudah sesuai dengan final desain. Meliputi jasa yang
diberikan di kantor maupun di lapangan seperti pengkajian shop drawings,
kunjungan secara periodik kelapangan untuk mengukur progress dan kualitas
pekerjaan, memberikan panduan kepada klient dan kontraktor dalam
menginterpretasikan dokumen kontrak dan nasihat lain dalam hal teknikal
selama proses kontruksi infrastruktur sipil transportasi.
c. Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Air
Jasa asistensi teknis dan nasihat selama fase pelaksanaan konstruksi
infrastruktur sipil keairan seperti dam, catchment basins, sistem irigasi,
pekerjaan pengendalian banjir, pelabuhan, pekerjaan penyaluran air dan
sanitasi serta sistem saluran air limbah industri, untuk memastikan pekerjaan
konstruksi yang sedang dilaksanakan sudah sesuai dengan final desain .
Meliputi jasa yang diberikan di kantor maupun di lapangan seperti
pengkajian shop drawings, kunjungan secara periodik kelapangan untuk
mengukur progres dan kualitas pekerjaan, memberikan panduan kepada
klient dan kontraktor dalam menginterpretasikan dokumen kontrak dan
nasihat lain dalam hal teknikal selama proses kontruksi infrastruktur sipil
keairan.
3. Bidang Konsultansi Lainnya

a. Jasa Konsultansi Lingkungan


Jasa konsultansi yang mencakup kegiatan pengolahan air bersih, penyehatan
lingkungan permukiman, nasehat pengelolaan persampahan, Penyusunan
Andalalin, Penyusunan AMDAL, Penyusunan UKL-UPL, Penyusunan
Feasibility study (Study Kelayakan), Penyusunan DPLH, Penyusunan SPPL,
Penyusunan Environmental Monitoring, Penyusunan SLHD, Perencanaan
Saluran Drainase, Perencanaan IPAL, serta kegiatan Sewage Treatment Plan /
STP.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB B - 5
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

b. Jasa Konsultansi Estimasi Nilai Lahan dan Bangunan


Jasa konsultansi yang dengan metode tertentu melakukan estimasi terhadap
nilai dari suatu lahan dan/atau bangunan (baik bangunan gedung maupun
bangunan sipil) termasuk didalamnya memberikan rekomendasi
perencanaan pembebasan lahan untuk proyek konstruksi.

Struktur Perusahaan CV. Bumi Karya Consultant


Guna mendapatkan capaian produk berkualitas atas layanan jasa yang
diberikan, CV. BUMI KARYA CONSULTANT membentuk team kerja,
dimana pembagian tugas, wewenang, dan tanggungjawab masing-masing
divisi berjalan terarah, sistematis dan terstruktur, seperti digambarkan dalam
struktur organisasi berikut :

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB B - 6
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB B - 7
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

C
PEMAHAMAN KAK

Kegiatan manajemen konstruksi meliputi pengendalian waktu, biaya, pencapaian


sasaran fisik (kuantitas dan kualitas), dan tertib administrasi didalam pembangunan
Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana
Madrasah Kabupaten Lampung Barat, mulai dari tahap persiapan/perencanaan
sampai dengan tahap pelaksanaan konstruksi, kegiatan manajemen konstruksi terdiri
atas :
1. Tahapan Persiapan
a. Membantu pengelola proyek melaksanakan pengadaan konsultan
perencana, termasuk menyusun KAK, memberi saran waktu dan strategi
pengadaan, serta bantuan evaluasi proses pengadaan.
b. Membantu pengelola proyek penyiapkan kontrak perjanjian pekerjaan
perencanaan.

2. Tahapan Perencanaan
a. Mengevaluasi program pelaksanaan kegiatan perencanaan yang dibuat oleh
konsultan perencanaan, yang meliputi program penyediaan dan penggunaan
sumber daya, strategi dan pentahapan penyusunan dokumen lelang.
b. Memberikan konsultansi kegiatan perencanaan, yang meliputi penelitian dan
pemeriksaan hasil perencanaan dari sudut feisiensi sumber daya dan biaya,
serta kemungkinan keterlaksanaan konstruksi.
c. Mengendalikan program perencanaan, melalui kegiatan evaluasi program
terhadap hasil perencanaan, perubahan-perubahan lingkungan,
penyimpangan teknis dan administrasi atas persoalan yang timbul, serta
pengusulan koreksi program.
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB C - 1
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

d. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat pada tahap


perencanaan.
e. Menusun laporan bulanan kegiatan konsultansi manajemen konstruksi tahap
perencanaan, merumuskan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi
penyimpangan.
f. Meneliti kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen pelelangan,
menyusun program pelaksanaan pelelangan bersama konsultan perencana,
dan ikut memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan, serta
membantu kegiatan panitia pelelangan.
g. Menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan pekerjaan dan
pembayaran angsuran pekerjaan perencanaan.
h. Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan, menyusun
laporan hasil rapat koordinasi dan membuat laporan kemajuan pekerjaan
manajemen konstruksi.

3. Tahapan Pelelangan
a. Membantu pengelola proyek dalam mempersiapkan dan menyusun program
pelaksanaan pelelangan pekerjaan konstruksi fisik.
b. Membantu Panitia Lelang dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri
(Owner’s Estimate) pekerjaan kosntruksi fisik.
c. Membantu Panitia Lelang melakukan pra-kualifikasi calon peserta
pelelangan.
d. Membantu Panitia lelang dalam penyebarluasan pengumuman pelelangan,
baik melalui papan pengumuman, media cetak, maupun media elektronik.
e. Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan
pekerjaan.
f. Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap penawaran yang
masuk.
g. Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan pelaksanaan
kosntruksi fisik.
h. Menyusun laporan proyek tahap pelelangan.
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB C - 2
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

4. tahapan Pelaksanaan
a. Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaann konstruksi fisik yang disusun
oleh pemborong, yang meliputi program-program pencapaian sasaran
kosntruksi, penyediaan dan penggunaan tenaga kerja, peralatan dan
perlengkapan, bahan bangunan, informasi, dana, program quality assurance
/ quality control, dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
b. Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang meliputi program
pengendalian sumber daya, pengendalian biaya, pengendalian sasaran fisik
(kuantitas dan kualitas) hasil konstruksi, pengendalian perubahan pekerjaan,
pengendalian tertib administrasi, pengendalian kesehatan dan keselamatan
kerja.
c. Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan manajerial
yang timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun tangan, serta
melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.
d. Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanan
konstruksi fisik.
e. Melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas :
- Memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi yang akan
dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.
- Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metoda pelaksanaan, serta
mengawasi ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan kosntruksi.
- Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas,
dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.
- Mengumpulkan data dan informasi dilapangan untuk memecahkan
persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi.
- Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat
laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan
hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan
pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh kontraktor.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB C - 3
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

- Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan untuk


pembayaran angsuran, pemeliharaan pekerjaan, dan serah terima
pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.
- Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawing) yang
diajukan oleh kontraktor.
- Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan dilapangan (as
built drawing) sebelum serah terima ke I.
- Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima I, dan mengawasi
perbaikannya pada masa pemeliharaan.
- Bersama dengan konsultan Perencana menyusun petunjuk pemeliharaan
dan penggunaan bangunan gedung.
- Membantu pengelolaan proyek dalam menyusun dokumen pendaftaran.
- Membantu pengelola proyek mengurus sampai mendapatkan IPB (Ijin
Penggunaan Bangunan) dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
setempat, dalam hal terdapat ketentuan dalam Peraturan daerah
setempat.

f. Menyusun laporan akhir pekerjaan manajemen konstruksi.


Secara rinci dan garis besar beberapa aspek tersebut diatas dijabarkan olek
Konsultan sebagai berikut :
1. Membuat Time Schedule lengkap dengan Curva ‘S’ sebagai Pedoman
dalam menilai kemajuan proyek;
2. Mengawasi pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat
yang dilaksanakan oleh Kontraktor dari segi kualitas, kuantitas dan laju
pencapaian prestasi pekerjaan;
3. Mengawasi pekerjaan serta produknya dan mengendalikan waktu
pelaksanaan agar Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi
Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat selesai sesuai
jadwal yang telah ditetapkan;

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB C - 4
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

4. Mengisi Buku Harian Lapangan (BHL) tentang kemajuan pekerjaan setiap


harinya beserta hambatan-hambatan yang timbul dan upaya
penyelesaiannya;
5. Membuat dan menyampaikan Laporan Mingguan kepada Pemimpin Proyek
tentang kemajuan pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat,
masukan hasil rapat dilokasi proyek, penyimpangan-penyimpangan yang
dilakikan oleh Kontraktor yang sudah diperbaiki maupun yang belum
diperbaiki dan hal-hal lain yang terjadi di lokasu proyek, yang antara lain
mencakup :
a. - Bobot Minggu Lalu :…%
- Bobot Minggu Ini :…%
- Bobot Prestasi Rencana : … %
- Bobot Prestasi Aktual :…%
- Deviasi :…%

- Bobot s/d Minggu ini :…%


b. Pekerjaan yang dilaksanakan pada periode ini;
c. Permasalahan yang timbul dan upaya penyelesaiannya;
d. Kesimpulan;
e. Lampiran, antara lain;
- Foto Proyek s/d minggu ini;
- Notulen Rapat Koordinasi Teknis;
- Bobot Kemajuan Pekerjaan;
- Time Schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara rencana
dengan pelaksanaan;
- Laporan Harian Pengawas.

6. Membuat dan menyampaikan Laporan Bulanan Kepada Pemimpin Proyek


tentang kemajuan pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB C - 5
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

masukan hasil rapat di Lokasi Proyek, penyimpangan-penyimpangan yang


dilakukan oleh Pemborong/Rekanan yang sudah diperbaiki maupun belum
diperbaiki dan hal-hal lain yang terjadi dilokasi proyek, yang antara lain
mencakup:
a. Prestasi Bulan Ini.
b. Material dan peralatan yang didatangkan.
c. Tenaga Kerja.
d. Jam kerja.
e. Cuaca.
f. Permasalahan yang timbul dan upaya penyelesaiannya.
g. Kesimpulan.
h. Lampiran :
- Foto Proyek s/d minggu ini.
- Notulen Rapat Koordinasi Teknis.
- Bobot Kemajuan Pekerjaan.
- Time Schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara rencana
dengan pelaksanaan.
- Laporan Harian Pengawas.
7. Mengusulkan rencana perubahan-perubahan serta penyesuaian-penyesuaian
pekerjaan dilapangan kepada Pemimpin Proyek untuk memecahkan
persoalan-persoalan yang terjadi selama pelaksanaan Manajemen Konstruksi
(MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten
Lampung Barat Terhadap perubahan pekerjaan tersebut dibuat gambar
perubahan (As Built Drawing) sebanyak 5 (lima) set;
8. Memeriksa dan menandatangani Berita Acara Bobot Pekerjaan yang diajukan
oleh Pemborong/Rekanan;
9. Menyelenggarakan rapat-rapat koordinasi teknis dilokasi proyek secara
berkala (mingguan) dan atau insidentil sesuai kebutuhan;
10. Usulan rencana perubahan serta penyesuaian pekerjaan dilapangan pada
angka 7 diatas harus dicatat oleh Konsultan Pengawas dalam Buku Harian

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB C - 6
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Lapangan (BHL) yang disediakan oleh Pemborong/Rekanan dan BHL ini


harus selalu berada dilapangan;
11. Menyusun daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan selama masa
pemeliharaan;

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB C - 7
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

D
TANGGAPAN KAK

D.1. Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK)

Setelah konsultan mempelajari secara mendalam materi Kerangka Acuan Kerja


yang diberikan oleh pemberi kerja, sudah cukup jelas menggambarkan lingkup
tugas yang harus dikerjakan oleh konsultan dalam rangka pelaksanaan
pekerjaan “Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan
Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat”.

Salah satu unsur yang menyebabkan kurang optimalnya kualitas pelaksanaan


pembangunan adalah kurangnya unsur pengawasan. Untuk itu dalam setiap
kegiatan pembangunan digunakan pula unsur pengawasan / supervisi, sehingga
proses dapat berlangsung dengan arah yang benar dan mengurangi adanya
deviasi akibat penyimpangan yang terjadi.

Pada tahap pelaksanaan bangunan dan Finishing, secara umum pelaksanaan


pekerjaan pengawasan fisik di lapangan ditugaskan kepada pihak ketiga, yaitu
konsultan pengawas. Konsultan pengawas akan melakukan pengawasan
terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh Pemborong, yang menyangkut aspek
mutu, waktu, dan biaya.

Disamping bertanggungjawab atas dasar semua kegiatan teknik yang dikerjakan


olek Kontraktor selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung hingga serah terima
pekerjaan, Secara kontraktual Konsultan Pengawas bertanggung jawab kepada
pengguna jasa dalam kegiatan operasionalnya. Konsultan pengawas akan
mendapatkan bantuan bimbingan untuk menentukan arah pekerjaan
pengawasan dari pengguna jasa yang terdiri dari pengelola Administrasi dan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 1
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Keuangan serta Pengelola Teknik yang di bentuk sebagai pembantu dan


bertanggung jawab kepada pengguna Jasa.

Saran dari pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini adalah Pengawas diharapkan


bertanggungjawab sepenuhnya dalam pengawasan terhadap pelaksanaan
pekerjaan dilapangan yang di kerjakan oleh Kontraktor, agar terwujudnya hasil
pekerjaan Konstruksi yang berkualitas sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah
ditetapkan dalam dokumen kontrak sehingga target efisiensi dan efektivitas
pembangunan tercapai.

D.2. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG

 Tanggapan dan Saran Terhadap Personil

Dalam Kerangka Acuan Tugas (TOR) telah disebutkan secara jelas jenis
Professional Staff dan Tenaga Pendukung yang dibutuhkan baik jumlah
orang maupun Man-Monthnya. Dari kualifikasi yang disebutkan dalam
TOR, Konsultan akan menyeleksi secara ketat tenaga – tenaga yang akan
ditempatkan dalam penugasan dilapangan dan konsultan menjamin akan
menempatkan tenaga-tenaga yang berkualitas dan benar – benar
professional dibidangnya, dengan harapan agar terwujudnya hasil
pekerjaan Konstruksi yang berkualitas sesuai dengan spesifikasi teknis yang
telah ditetapkan dalam dokumen kontrak sehingga target efisiensi dan
efektivitas pembangunan tercapai.

 Tanggapan Terhadap Fasilitas Pendukung

a. Peralatan

Dalam Kerangka Acuan Tugas (TOR) peralatan kantor yang


disediakan dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan ini sudah
cukup jelas. Konsultan akan menyediakan peralatan tambahan yang
diperlukan pekerjaan ini, walaupun secara kontraktual tidak tersedia.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 2
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

b. Pelaporan

Secara umum telah disebutkan secara rinci bentuk dan jumlah laporan
seperti tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang meliputi :
Laporan Pendahuluan, Laporan Akhir, Laporan Bulanan, Laporan Teknis
(Laporan Pendukung), Laporan As Built Drawing, Laporan Dokumentasi,
Dokumen Invoice dan Audit Payroll, Soft Copy Pelaporan (HDD 2 TB)
Jumlah laporan terserbut diserahkan sudah jelas disebutkan dalam KAK.

D.3. TANGGAPAN TERHADAP KAK


Berdasarkan pemahaman terhadap TOR seperti diatas dapat kami berikan
tanggapan yang merupakan kesimpulan dalam didalam proses pelaksanaan
pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan
Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.

D.4. Tugas dan Tanggung Jawab


Pemberi Tugas memberikan tugas dan tanggung jawab kepada Konsultan
Manajemen Konstruksi/Pengawas untuk mengawasi secara rinci pelaksanaan
Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana
Madrasah Kabupaten Lampung Barat yang dilakukan oleh Kontraktor
Pelaksana sehingga akan diperoleh suatu hasil kerja yang sesuai dengan
ketentuan-ketentuan teknis maupun administrative yang telah ditetapkan dan
hasil secara optimal.

Untuk hal tersebut diatas, maka Konsultan manajemen konstruksi/Pengawas


memiliki arti; bahwasannya Konsultan Manajemen konstruksi / Pengawas atas
seijin Pemberi Tugas dapat bertindak untuk dan atas nama Pemberi Tugas
untuk menegur dan mengarahkan Kontraktor agar didapat hasil yang optimal,
sedangkan arti lain adalah, setiap tindakan Konsultan Manajemen Konstruksi
Pengawas harus dilaporkan kepada Pemberi Tugas untuk setiap kejadian yang
dihadapi dilapangan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 3
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

D.5. Aspek Koordinasi


Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas berkewajiban untuk dapat
mengkoordinasikan berbagai pelaku kegiatan pelaksanaan pembangunan
dalam proyek yang tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur yang
telah dibuat oleh Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas.

D.6. Aspek Teknis


Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas diharapkan dapat memberikan
masukan-masukan dalam rangka mencari solusi terbaik dalam hal teknis
pelaksanaan bagi penyelesaian pekerjaan;

D.7. Aspek Administratif


Konsultan Pengawas diharapkan dapat menentukan Prosedur Administrasi
Proyek yang sesuai keterlibatan dari semua unsur terkait dalam kegiatan
proyek.

D.8. Hasil Yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari pekerjaan jasa konsultansi manajemen konstruksi /
Pengawasan teknis pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat adalah :
1. Tersedianya Time Schedule lengkap dengan Curva ‘S’ sebagai Pedoman
dalam menilai kemajuan proyek pelaksanaan proyek, time schedule dibuat
dengan menggunakan computer sehingga jalur kritis dalm pelaksanaan
pembangunan dapat terlihat jelas.
2. Konsultan MK diwajibkan memberikan Standar Prosedur Pengawasan
Pelaksanaan Fisik di lapangan kepada Pemimpin bagian proyek pada
tahapan persiapan pelaksanaan pembangunan atau pada saat sebelum
melakukan pengawasan pekerjaan di lapangan (integrated site
supervision)
3. Terawasinya pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 4
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

yang dilaksanakan oleh Kontraktor dari segi kualitas, kuantitas dan laju
pencapaian prestasi pekerjaan sesuali jadwal pelaksanaan proyek.
4. Terawasinya pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat
beserta hasil kerjanya dan terkendalinya walau pelaksanaan proyek
sesuai jadwal dan biaya pembangunan sebagaimana tertera dalam
kontrak.
5. Terisinya Buku Harian Lapangan (BHL) tentang kemajuan Manajemen
Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana
Madrasah Kabupaten Lampung Barat pada setiap harinya beserta
hambatan-hambatan yang timbul.
6. Diterimanya laporan mingguan dan bulanan oleh Pemimpin Bagian
Proyek dari konsultan MK mengenai kemajuan pelaksanaan Manajemen
Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana
Madrasah Kabupaten Lampung Barat, termasuk kendala yang terjadi
dilapangan berikut rekomendasi yang diusulkan sebagai alternatif
pemecahan masalah. Diterimanya hasil rapat di lokasi proyek, informasi
tentang terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh
pemborong/pelaksana/rekanan yang sudah diperbaiki maupun yang
belum diperbaiki dan informasi hal-hal lain yang terjadi di lokasi proyek.
7. Terusulkannya rencana perubahan-perubahan serta penyesuaian-
penyesuaian pekerjaan di lapangan kepada Pemimpin Bagian Proyek,
sehingga dapat terpecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama
pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi
Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.
8. Tersedianya gambar perubahan (as built drawing) sebanyak 3 (tiga) set.
9. Terperiksa dan tertandatangani Berita Acara Bobot pekerjaan yang,
diajukan oleh pemborong/rekanan sesuai prestasi pekerjaan yang telah
dicapai.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 5
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

10. Terselenggaranya rapat-rapat koordinasi teknis di lokasi proyek secara


berkala (mingguan) dan esidentil sesuai kebutuhan. Dengan hasil
keputusan rapat yang, tercatat dalam Berita Acara Rapat.
11. Tercatatnya penyimpangan-penyimpangan yang, dilakukan oleh
pemborong/rekanan dalam Buku Harian Lapangan (BHL) oleh Konsultan
Pengawas.
12. Tersusunnya daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan selama masa
pemeliharaan.

LINGKUP PEKERJAAN MK

Tahap Perencanaan :
• Konsultasi dan evaluasi hasil perencanaan
• Kontrol kemajuan perencanaan
• Memeriksa dokumen hasil perencanaan
• Menyusun program pelelangan dan evaluasi

Tahap Konstruksi

Pra Pel Pasc

Data proyek yang ada : • Final Opname/Test


• Dokumen Kontrak • As-built Drawing
• Gambar Desain • Operation and
• Jadual Pelaksanaan Evalu maintenance procedure
Revie
• Data Teknis Lainnya • Pengurusan ijn
penggunaan bangunan

Revisi Perbaikan

Tahap Pasca Konstruksi :


• Uji Coca (test run operational)

D.9. Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Pelelangan


Fungsi Konsultan Perencanaan Konstruksi pada tahapan ini adalah
melakukan koordinasi, memberikan bantuan dan memberikan nasehat
teknis.
Sasaran layanan konsultan pada tahapan ini adalah pengelola proyek,
konsultan perencana, dan panitia lelang.
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 6
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Adapun kegiatan Konsultan Perencanaan Konstruksi pada tahapan ini


meliputi
1. Membantu menyusun jadwal pelelangan konstruksi
2. Membantu menyusun owner estimate untuk pekerjaan konstruksi
3. Membantu menyusun dokumen lelang pekerjaan konstruksi
4. Membantu mengevaluasi prakualifikasi perserta lelang pekerjaan
konstruksi
5. Membantu memberikan penjelasan pada waktu rapat penjelasan
pekerjaan konstruksi.
6. Membantu mengevaluasi penawaran kontraktor
7. Membantu penyusunan kontrak perjanjian antara pengelola proyek
dengan konraktor pemenang.

D.10. Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Konstruksi


1. Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Pra - Konstruksi
a. Mengkaji Ulang Data dan Informasi
Data dan informasi yang diperoleh baik berupa data sekunder
maupun informasi dari peninjauan lapangan, akan dikaji ulang
secara internal terlebih dahulu oleh konsulan hasil kajian ini akan
menjadi bahan konsultan Perencana Konstruksi dalam pre-
construction meeting (PCM).
Materi utama yang dikaji konsultan Perencanaan Konstruksi pada
tahap ini antara lain meliputi :
• Ketersediaan lahan untuk peralatan konstruksi dan penimbunan
bahan konstruksi.
• Aksesibiltas kendaraan berat
• Metoda pelaksanaan dengan mempertimbangkan faktor
lingkungan
• Jadual pelaksanaan
• Volume dan biaya konstruksi
• Rencana layout peralatan konstruksi

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 7
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

• Rencana layout penimbunan bahan/material konstruksi


(material stock piling).
b. Ikut dalam Pre-Construction Meeting
Pre-construction meeting merupakan pertemuan resmi pertama
yang dilakukan sebelum tahap konstruksi dimulai, pertemuan ini
mungkin saja dilakukan lebih dari satu kali, sampai diperolehnya
kesepakatan untuk melaksanakan pekerjaan.

Pre-construction meeting ini dipimpin oleh Project Manager /


Pemberi kerja yang dihadiri oleh konsultan Perencanaan Konstruksi,
konsultan perencana, konsultan pengawas dan kontraktor.
Hasil kesepakatan dalam pre-construction meeting ini akan menjadi
masukkan untuk melakukan revisi terhadap rencana kerja
kontraktor.
c. Revisi Rencana Kerja
Berdasarkan kesepakatan hasil dari pre-construction meeting,
kontraktor akan melakukan revisi rencana kerja, dalam proses revisi
ini konsultan Perencanaan Konstruksi akan memberikan masukkan
kepada kontraktor.
Keluaran dari revisi rencana kerja dapat meliputi :
• Perubahan jadwal konstruksi
• Perubahan shop drawing
• Perubahan metoda konstruksi
• Perubahan mata pekerjaan
• Perubahan volume dan biaya
• Perubahan layout peralatan konstruksi
• Perubahan layout lokasi penimbunan bahan/material konstruksi
• Dll.
Revisi rencana kerja dapat berakibat kepada perubahan kontrak
kerja, baik berupa pekerjaan tambah-kurang (adendum) atau
penggantian mata pekerjaan (contract change order / CCO).
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB D - 8
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

E
PENDEKATAN DAN METODOLOGI

E. PENDEKATAN DAN METODOLOGI


E.1 Latar Belakang
Untuk menunjang agar sistim, prosedur dan mekanisme kerja yang telah
dibuat dapat berjalan dengan lancar, transparent serta dapat dipertanggung
jawabkan, maka perlu kiranya dibuat standar keluaran berupa Form-form
kerja yang akan digunakan dalam setiap komunikasi dan interaksi yang terjadi
dilapangan serta menjadi bagian penting dari dokumen kegiatan proyek yang
tersusun dengan baik dan memudahkan instansi berwenang dalam
pemeriksaan lanjutan.

E.2 Faktor Pengorganisasian Proyek


Didalam penyusunan struktur Organisasi Proyek manajemen konstruksi /
Pengawasan nantinya didasar dari beberapa faktor antara lain :
1. Terjalinnya komunikasi dan kerjasama positif antara pihak terkait (pelaku
kegiatan pelaksanaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat;
2. Terjalinnya koordinasi dan konsultansi serta didapatkan jalan keluar yang
baik secara dini untuk mengatasi setiap permasalahan yang timbul;
3. Menjamin pelaksanaan dan pengawasan serta koordinasi pekerjaan secara
optimal.

E.3 Sistem dan Mekanisme Kerja


Untuk menjamin efektifitas dan efisiensi kerja Konsultan Manajemen konstruksi
/ Pengawas sehingga sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan,

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 1
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

maka Konsultan memiliki Sistim dan Mekanisme Kerja yang diterapkan dalam
forum pengawasan meliputi :
A). Rapat Koordinasi
Rapat Koordinasi merupakan salah satu bagian penting dari forum komunikasi
antara seluruh pihak yaitu, Pemilik Proyek, Konsultan Perencana, Konsultan
Pengawasan, dan Kontraktor yang diadakan secara berkala yang meliputi,
antara lain :
1. Standart Operating Prosedure (SOP)
Ditetapkan untuk menunjang pengelolaan Proyek dari tahap
Perencanaan, Pra Konstruksi sampai berakhirnya masa Pemeliharaan.
Prosedur ini menggambarkan proses kerja yang perlu dilaksanakan
pada setiap tahapan proyek, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab
didalam proses kerja tersebut.
2. Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi dilaksanakan secara periodic pada waktu-waktu
tertentu yang bertujuan untuk tetap berada pada koridor ketentuan
saat pelaksanaan berjalan dan menyelesaikan setiap permasalahan yang
timbul saat pelaksanaan berjalan.
Ditinjau dari permasalahan dan jenisnya, maka rapat koordinasi
dibedakan menjadi 2 (dua) jenis rapat yaitu :
a. Rapat Koordinasi Rutin (Mingguan dan Bulanan);
Diadakan priodik setiap minggu dan atau setiap bulannya, membahas
prestasi kerja Kontraktor, serta memberikan solusi/penyelesaian
permasalahan yang timbul.
Rapat ini dipimpin oleh Konsultan Pengawas dan dihadiri oleh semua
pihak terkait pada pelaksanaan kegiatan konstruksi.
b. Rapat Koordinasi Khusus;
Diadakan apabila timbul permasalahan yang bersifat khusus dan tidak
dapat diselesaikan dalam rapat koordinasi mingguan/bulanan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 2
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Rapat koordinasi ini diadakan oleh Pemberi Tugas atas inisiatif


Pemberi Tugas atau atas usulan dari pihak-pihak yang tekait dalam
pelaksanaan pembangunan.

E.4 Sistem Pelaporan


Adalah bentuk penyampaian informasi secara formal pencapaian kemajuan
pekerjaan dan perkembangan pelaksanaan kegiatan pembangunan kepada
Pemilik Proyek yang merupakan salah satu produk dari tugas Konsultan
Pengawas.
Hal-hal yang mencakup dalam sistim pelaporan antara lain :
1. Laporan Prestasi Kerja Mingguan;
2. Laporan Prestasi Kerja Bulanan;
3. Pekerjaan yang dilaksanakan pada periode saat ini;
4. Permasalahan yang timbul;
5. Perubahan-perubahan ketentuan teknis pelaksanan (apabila diharuskan);
6. Kesimpulan;
7. Lampiran;
- Foto Proyek;
- Notulen Rapat Koordinasi Mingguan;
- Bobot Kemajuan Pekerjaan;
- Time Schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara rencana dan
pelaksanaan;
- Laporan Harian Pengawas;
- Form-form isian mekanisme kerja.

E.5 Lampiran
1. Struktur Organisasi Proyek;
2. Mekanisme Administrasi Proyek;
3. Mekanisme Kerja Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas;
4. Mekanisme Penagihan;
5. Mekanisme Pekerjaan Tambah Kurang.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 3
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

E.6. Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Konstruksi

Kegiatan Perencanaan Konstruksi pada tahap konstruksi pada prinsipnya


adalah melakukan pengawasan berkala yang meliputi seperti yang dijelaskan
pada gambar berikut :

Reference :

 Dokumen kontrak
 Drawing
 Spesifikasi
 Standar, code,
peraturan yang berlaku

Pengawasan Berkala

Pra Konstruksi

Sebelum pekerjaan dimulai :

 Kesiapan lapangan
 Pemeriksaan bahan / material
 Pemeriksaan dokumen request kontraktor

Saat pekerjaan berlangsung :

Tahap Konstruksi
 Kontrol kualitas bahan / material
 dan kuantitas bahan / material
 Kontrol metoda pelaksanaan
 Kontrol kemajuan pekerjaan

Setelah pekerjaan selesai :

 Pengukuran (measurement) pekerjaan


terpasangl
 Testing / pengujian pekerjaan terpasang
 Usulan perbaikan pekerjaan

Pasca Konstruksi

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 4
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

a) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Tanah


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi cuaca 1. Check staking out lokasi dan luas lahan 1. Pengukuran dimensi galian baik volume
galian dan bentuk galian (volume and shape)
sesuai shop drawing.
2. Check kondisi tinggi muka air tanah 2. Kontrol metoda konstruksi 2. Uji lapangan kepadatan tanah dasar
basement (plate bearing test dan sand cone
test)
3. Check hasil pengujian material yang akan 3. Kontrol produktivitas peralatan dan 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
digunakan, yaitu material stabilisasi tanah / soil kemajuan pekerjaan (work progress) ada)
grouting.
4. Check Request Document – Kontraktor : 4. Uji lapangan (field test) material / bahan 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
konstruksi diajukan kontraktor
 Gambar kerja / shop drawing 5. Kontrol arus angkutan pembuang tanah
 Metoda kerja 6. Kontrol pengunaan peralatan K3 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Volume pekerjaan galian 7. Kontrol dimensi (volume dan bentuk) kemajuan pekerjaan.
galian
 Jadual kerja 8. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
meliputi :
 Kesiapan peralatan meliputi : Excavator,  Jenis, jumlah dan jam pemakaian
Loader, Dozer, Dump Truck, Water Pump, peralatan dan angkutan berat
dll.
 Kesiapan material / bahan dilapangan  Kondisi Cuaca
 Kesiapan tenaga manusia  Jumlah sumber daya manusia yang
bekerja
 Kesiapan K3  Volume dan kualitas material yang
digunakan
 Arus angkutan buangan tanah  Jam kerja
5. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek  Hal-hal khusus / kejadian khusus

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 5
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

b) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Struktur Pondasi


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi cuaca 1. Check staking out lokasi pondasi 1. Pengukuran jumlah dan ketepatan lokasi
2. Check kondisi tinggi muka air tanah dan 2. Kontrol metoda konstruksi pondasi yang dipasang
kedalaman tanah keras.
3. Check hasil pengujian bahan/material yang 3. Kontrol produktivitas peralatan dan kemajuan 2. Uji lapangan kapasitas pondasi (Loading
akan digunakan, cast in place atau tiang pekerjaan (work progress) Test), static loading atau vertical test
pancang. (ASTM D 1143-81), jika menggunakan
pondasi tiang pancang
4. Check Request Document – Kontraktor : 4. Uji lapangan tiang pancang (hammer test, 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
flexure strengh test-simple beam with third ada)
point loading)
 Jadual kerja 5. Kontrol arus kendaraan pengangkut tiang 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
pancang diajukan kontraktor
 Gambar kerja / shop drawing 6. Kontrol jumlah, kedalaman, ketepatan
(presisi) dan kapasitas pondasi yang
dipancang.
 Metoda kerja 7. Kontrol penggunaan K3 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Volume pekerjaan struktur pondasi 8. Pencatatan kegiatan harian (daily report), kemajuan pekerjaan.
meliputi :
 Kesiapan peralatan meliputi : Pile driver /  Jenis, jumlah dan jam pemakaian
hammer, truck trailer, water pump, dll peralatan dan angkutan berat
 Kesiapan material / bahan dilapangan  Kondisi Cuaca
 Kesiapan tenaga manusia  Jumlah sumber daya manusia yang
bekerja
 Kesiapan K3  Jumlah dan kualitas pondasi yang
dipasang
 Arus angkutan pengangkut tiang, truck  Jam kerja
trailer
5. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek  Hal-hal khusus / kejadian khusus

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 6
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

c) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Struktur Bangunan Atas


Pekerjaan utama dari pekerjaan struktur bangunan atas adalah pekerjaan beton / concrete works pada struktur kolom, struktur balok ,
dan pelat beton.
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi cuaca 1. Check pemasangan bekisting dan 1. Pengukuran volume, dimensi dan presisi
perancah (form work) pekerjaan beton yang telah terpasang.
2. Check kondisi kesiapan lapangan 2. Check sertifikat bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap kualitas
dan volume.
3. Check bahan/material yang akan 3. Uji lapangan dan pengambilan sampel, 2. Uji lapangan terhadap pekerjaan yang
digunakan : meliputi : telah terpasang :
 Design mix dan Trial mix beton, − Making and curing concrete test − Surface texture of concrete (voids test
 quality of water, specimens, of concrete)
 kuat tekan beton (compressive strength − Slump test and Air Content Test, − Testing drilled cores of concrete
test) ASTM C 39, BS 1881. − Bend test for bars for Concrete − Water retention of concrete
 Aggregate concrete SII 0052 – 80, ASTM Reinforcement, − Schmidt Rebound Hammer test
C 33, ASTM C 330. − Bleeding of Concrete, (ASTM-C805 dan B.S. 4408)
 uji tulangan baja, SII 0136-84, SII 0784- − Water retention by Concrete Curing − Crack meter
83, SII 1315-85, SII 1462 – 85, SII 1463- Materials
85, ASTM / JASS 5 − Kuat tekan beton (compressive
 sampling freshly mixed concrete ASTM C strength test)
172 − Weight per cubic meter of concrete
 slump test, − Kontrol kuat tekan beton untuk
 Weight per cubic meter of concrete, pelepasan Form work
 Making and curing concrete test
specimens
3. Check Request Document – Kontraktor : 4. Kontrol metoda konstruksi 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
ada)
 Jadual Kerja 5. Kontrol produktivitas peralatan dan 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
kemajuan pekerjaan (work progress) diajukan kontraktor terhadap volume,
dimensi dan kualitas pekerjaan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 7
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Manajemen Konstruksi terhadap pekerjaan struktur beton bangunan atas (lanjutan)

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
4. Check Request Document Contractor 6. Kontrol volume, dimensi dan ketepatan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
(lanjutan) : (presisi) pekerjaan beton (concrete works) kemajuan pekerjaan.
baik pada kolom, balok, pelat dan shear
wall.
 Gambar Kerja / Shop Drawing 7. Kontrol arus kendaraan pengangkut bahan
/ material
 Check metoda konstruksi 8. Kontrol penggunaan K3
 Volume pekerjaan struktur basement 9. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
meliputi :
 Kesiapan peralatan meliputi : Tower  Jenis, jumlah dan jam pemakaian
& crane, ready mix truck, concrete peralatan dan angkutan berat
spreader truck, water tank truck,
pompa air, concrete vibrator,
bekisting dan perancah (form work)
 Kesiapan material / bahan dilapangan  Kondisi Cuaca
 Kesiapan tenaga manusia  Jumlah sumber daya manusia yang
bekerja
 Kesiapan K3  Volume dan spesifikasi bahan /
material yang sampai di lapangan.
Arus angkutan pengangkut  Jam kerja
material/bahan, Ready Mix Truck,
Concrete Spreader truck, dll.
1. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 8
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

d) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Plumbing (plumbing works)

d. 1 Fire Fighting Work


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check sertifikat bahan dan material yang 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
sampai di lapangan terhadap dimensi, lokasi peralatan yang dipasang.
spesifikasi dan quantity (manufacturer
certificates).
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, jumlah, jenis 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen spesifikasi dan lokasi pemasangan harus sesuai dengan dihadiri oleh otoritas pemadam
kontrak, meliputi : dengan gambar. kebakaran setempat.
 Bahan / material Indoor - out door fire 3. Kontrol pemasangan pipa, meliputi :  Prosedur pengujian harus mengikuti
hydrant :  Kedalaman pipa dibawah tanah peraturan dari otoritas pemadam
− Valves, check diameter dan material  Kemiringan pipa kebakaran setempat.
− Hoses, check diameter dan material  Interval penyangga pipa  Sebelum concealing dan penutupan tanah
− Nozzle, check material  Pemberian tanda pada pipa (identification pada pipa, pipa harus diuji terhadap :
− Joint mark) − Uji tekan air (water pressure test)
− Fire hydrant box, check dimensi, tebal dan 4. Kontrol pemasangan anti korosi dan  Fire hydrant harus diuji terhadap :
material pengecatan pada pipa, valve dan penyangga − Uji tekan air (water pressure test)
− Pipa dan joint, check material ; umumnya pipa, terutama terhadap jumlah pelapisan. − Water discharge test
pipa baja hitam (black steel pipe) 5. Kontrol produktivitas dan kemajuan  Hasil pengujian harus mendapat
− Sealing, check material pekerjaan (work progress). persetujuan dari otoritas pemadam
− Anti korosi, check jenis material dan kebakaran setempat.
ketebalan 3. Mengajukan penggantian material jika ada
− Pipe support, check diameter kerusakan.
− Painting, check spesifikasi 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Fire extinguishers, check : diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
− Berat, berat powder, jangkauan tembakan. dan kualitas pekerjaan.
5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 9
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Fire Fighting Work (lanjutan)

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Kontrol penggunaan K3
 Gambar kerja 7. Pencatatan kegiatan harian (daily
 Jadwal kerja report), meliputi :
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
dengan gambar kerja lokasi alat yang dipasang.
 Kesiapan peralatan  Jumlah dan kualifikasi sumber
 Kesiapan material / bahan daya manusia yang bekerja
 Kesiapan tenaga kerja  Jam Kerja
 Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 10
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

d.2 Manajemen Konstruksi Pemasangan Sistem Supply Air Bersih


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material (pipa dan 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
asesorisnya) yang sampai di lapangan dan lokasi peralatan yang dipasang.
terhadap dimensi, spesifikasi, kuantitas , dan
manufacture certificates sesuai dengan yang
dipersyaratkan dalam kontrak.
2. Check bahan/material yang akan digunakan sesuai 2. Kontrol cara pemasangan : 2. Uji coba peralatan yang dipasang
dengan spesifikasi dalam dokumen kontrak, meliputi  Pipa dan asesorisnya, terhadap kapasitas , power
: − Posisi pipa dan koneksinya dengan consumption, over-current relay, dll.
 Pipa peralatan lainnya, 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
− Jenis pipa, steel pipe, PVC pipe − Gradient pipa, ada)
− Diameter, tebal dan kekuatan pipa (hidrostatik) − Pipa utama harus memiliki flange joints 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan
 Fitting Pipa pada jarak yang cukup, yang diajukan kontraktor terhadap
− Jenis fitting − Penggunaan anti korosi volume, jenis dan kualitas pekerjaan.
− Diameter, tebal dan kekuatan  Lokasi dan cara pemasangan valve (sluice 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Joint valve dan check valve) kemajuan pekerjaan .
− Jenis joint ; flanged joints, welding joints, screw  Pemasangan Automatic control meliputi :
threaded joints Control panel, Power supply system,
− spesifikasi dan kekuatan joint Detectors, Manual push button, Alarm bell,
 Valve Wiring, Fixtures.
− Sluice valve, check diameter, presure resistance, 3. Kontol jumlah, jenis, spesifikasi dan lokasi
dan material peralatan yang terpasang.
− Check valve, periksa diameter, presure resistance, 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
dan material pekerjaan (work progress).
 Hangers and support pipe tools 5. Kontrol penggunaan K3
 Fixtures connection
 Water meter, termasuk fitting dan gate valve
 Automatic control, meliputi :
− Control panel, Power supply system, Detectors,
Manual push button, Alarm bell, Wiring, Fixtures.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 11
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Manajemen Konstruksi Pemasangan Sistem Supply Air Bersih (lanjutan)

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
3. Check Request Document – 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
Kontraktor : report), meliputi :
 Gambar kerja  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
 Jadwal kerja alat yang dipasang.
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
sesuai dengan gambar kerja manusia yang bekerja
 Kesiapan peralatan  Jam Kerja
 Kesiapan material / bahan
 Kesiapan tenaga kerja
 Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 12
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

d.3 Manajemen Konstruksi Pemasangan Drainase, Sewage dan Vent Piping


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap dimensi, kualitas, lokasi peralatan yang dipasang.
kuantitas dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Lokasi pemasangan pipa, fitting, valve dan kapasitas, kelancaran aliran (Water Test) ,
kontrak, meliputi : penyangga pipa. test tekanan udara (AIR TEST).
 Pipa, check terhadap kelas , dimensi dan  Gradien pipa 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
kekuatan pipa, umumnya menggunakan  Interval penyangga pipa ada)
hard PVC.  Untuk pipa drainase diluar bangunan (out 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Fitting pipa, check dimensi dan spesifikasi door) check kedalaman pipa terhadap diajukan kontraktor terhadap volume,
 Valve, check dimensi dan kemampuan muka tanah. jenis dan kualitas pekerjaan.
tekanan.  Pemotongan pipa PVC harus tegak lurus. 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Drainage fitting, check jenis dan spesifikai  Pipa harus terjaga dari kotoran kemajuan pekerjaan .
 Penyangga pipa, check jenis dan spesifikai 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi dan lokasi
pemasangan.
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 5. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Gambar kerja meliputi :
 Jadwal kerja  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai yang dipasang.
dengan gambar kerja  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
 Kesiapan peralatan manusia yang bekerja
 Kesiapan material / bahan  Jam Kerja
 Kesiapan tenaga kerja
 Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 13
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

e) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Elektrikal


e.1. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Supply System
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
di lapangan terhadap kualitas , lokasi peralatan yang dipasang.
kuantitas dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan 2. Kontrol cara pemasangan, 2. Uji coba peralatan yang dipasang
digunakan sesuai dengan spesifikasi  Ijin pemasangan dari PLN atau 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
dalam dokumen kontrak, meliputi : Telkom ada)
 Steel conduit dan asesoris (copling,  Conduit meliputi : 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
bend, bushing, lock nuts, saddle, box − Lokasi pemasangan conduit baik diajukan kontraktor terhadap volume,
covers, terminal caps, fitting, yang terdapat di dinding atau jenis dan kualitas pekerjaan.
insulating bushing, dll) check terhadap lantai. 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
spesifikasi yang disyaratkan. − Pemasangan penyangga (support) kemajuan pekerjaan .
 Hard polyvinyl conduit dan asesoris, dan pengencangannya (fasten).
check terhadap spesifikasi yang − Pemasangan bends
disyaratkan. − Flexible connection
 Flexible conduit dan asesoris check − Telephone dan sistem signal
terhadap spesifikasi yang disyaratkan. − Locknut and bushing
 Wire dan cable, check terhadap − Boxes (Pull boxes, joint boxes,
spesifikasi yang disyaratkan. terminal boxes)
− PVC conduits
 Wire, cable dan Tape meliputi ,
Conductor, kode warna, insulation,
connector, terminal, insulation tape,
Low voltage cable.
 Out door wiring :
− Kedalaman kabel bawah tanah
− Pemasangan manhole

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 14
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

e.1. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Supply System (lanjutan)


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
3. Check Request Document – 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi dan
Kontraktor : lokasi pemasangan.
 Gambar kerja 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
 Jadwal kerja pekerjaan (work progress).
 Lokasi, Jumlah yang akan 5. Kontrol penggunaan K3
dipasang, sesuai dengan gambar 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
kerja report), meliputi :
 Kesiapan peralatan  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
 Kesiapan material / bahan lokasi alat yang dipasang.
 Kesiapan tenaga kerja  Jumlah dan kualifikasi sumber
 Kesiapan K3 daya manusia yang bekerja
 Jam Kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 15
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

e.2. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power House Equipment

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap dimensi, kualitas, lokasi peralatan yang telah dipasang.
kuantitas dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen kontrak,  Pemasangan diesel generator set, kapasitas, dan keamanan.
meliputi :  Transformer set 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
 Transformer set, check terhadap ; power rating,  Fuel system 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
voltage rating, impedance, dan frekuensi  High voltage system diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
 Diesel Generator set, check terhadap :  Kabel dan kualitas pekerjaan.
− power rating, voltage rating,  Kabel antara power house dan bangunan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
− tipe mesin speed (rpm), cooling system, fuel  Main distribution panel kemajuan pekerjaan .
type, 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi equipment
− panel (meter dan power control circuit, yang dipasang dan lokasi pemasangan.
indikator lamp, automatic transfer, indicator) 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
− Storage tank pekerjaan (work progress).
− Battery and automatic battery charger 5. Kontrol penggunaan K3
 High voltage system, check terhadap voltage,
arus, isolasi, frekuensi
 Kabel ; high voltage, low voltage
 Main Distribution panel, check terhadap ;
kapasitas voltase, circuit breaker
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
dengan gambar kerja yang dipasang.
 Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
 Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
 Kesiapan K3  Jam Kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 16
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

e.3 Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Distribution System


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi
sampai di lapangan terhadap dan lokasi peralatan yang telah
dimensi, kualitas, kuantitas dan dipasang.
manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang
digunakan sesuai dengan spesifikasi  Kabel, terhadap kapasitas, dan keamanan :
dalam dokumen kontrak, meliputi :  panel  Insulation resitance dari cabel dan
 Switchgear  clamp wire
 Panels, check terhadap  hanger  Performance test
− Tipe, voltase dan phase, busbar  grounding box 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
dan connection, cable, cover. 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi ada)
 Circuit breaker, check interupting equipment yang dipasang dan lokasi 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan
rating pemasangan. yang diajukan kontraktor terhadap
 Kabel ; tipe konduktor, ukuran, 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan volume, jenis dan kualitas pekerjaan.
voltase, dan insulation. pekerjaan (work progress). 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Cable tray (rack) 5. Kontrol penggunaan K3 kemajuan pekerjaan .
3. Check Request Document – 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
Kontraktor : report), meliputi :
 Gambar kerja dan jadwal kerja  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, lokasi alat yang dipasang.
sesuai dengan gambar kerja  Jumlah dan kualifikasi sumber
 Kesiapan peralatan dan material / daya manusia yang bekerja
bahan  Jam Kerja
 Kesiapan Kesiapan tenaga kerja
 Kesiapan K3

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 17
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

e.4. Manajemen Konstruksi Pemasangan Fire Alarm System


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap dimensi, kualitas, kuantitas lokasi peralatan yang telah dipasang.
dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Fire Alarm Control Panel (FACP) kapasitas, dan performance, meliputi :
kontrak, meliputi :  Anunciator Panel  Uji kabel
 Pipa indoor dan pipa flexible :  Power Supply System  Uji conecction / wiring
− Check diameter, tebal dan kuat tekan  Detector, heat, smoke dan gas  Zone Testing
 Kabel, check :  Terminal Boxes  Test FACP dan Annunciator
− Jenis kabel, clamp, hanger  Wiring  Test Battery
 Heat Detector, check jenis fixed temperatur  Manual Push Button 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
atau rate of rise temperatur  Grounding of Equipment ada)
 Smoke Detector, Gas Detector, check tipe. 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi equipment yang 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Manual push button dipasang dan lokasi pemasangan. diajukan kontraktor terhadap volume,
 Alarm bell, check tipe, dimensi, voltase dan 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan pekerjaan jenis dan kualitas pekerjaan.
sound pressure level. (work progress). 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Fire Alarm Control Panel (FACP), check : 5. Kontrol penggunaan K3 kemajuan pekerjaan .
− Tipe, Voltase, Battery, Telepon connection,
Switches, Alarm lamps.
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat yang
dengan gambar kerja dipasang.
 Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia
 Kesiapan Kesiapan tenaga kerja yang bekerja
 Kesiapan K3  Jam Kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 18
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

f) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Arsitektur (architectural works)


f.1. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pasangan Batu (Masonry Work)
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, dimensi, jenis,
lapangan terhadap kualitas, bentuk spesifikasi dan lokasi pekerjaan yang telah
(texture), dan volume. dilaksanakan.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Proporsi mortar cement  Bentuk (Shape)
kontrak, meliputi :  Kerataan pasangan batu (brick pitching)  Presisi
 Check spesifikasi material ; batu, semen, pasir,  Sambungan diantara batu, jenis material  Kekuatan
kapur dan air. pengisi, tebal dan kerataan. 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
 Check campuran , antara lain : 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / ada)
− Stone dan Brick Masonry material yang dipasang dan lokasi 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
− Trasraam pemasangan. diajukan kontraktor terhadap volume,
− Plain masonry 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan jenis dan kualitas pekerjaan.
pekerjaan (work progress). 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
5. Kontrol penggunaan K3 kemajuan pekerjaan .
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
dengan gambar kerja pekerjaan yang dipasang.
 Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
 Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
 Kesiapan K3  Jam Kerja

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 19
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

f.2. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pemasangan Ubin Lantai (Tile Work)


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan, 1. Check bahan dan material yang sampai 1. Pengukuran volume, dimensi, jenis,
pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan di lapangan terhadap kualitas, dimensi, spesifikasi dan lokasi pekerjaan yang telah
plumbing dan elektrikal selesai dipasang bentuk (texture), dan volume. dilaksanakan.
dan di uji coba.
2. Check bahan/material yang akan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
digunakan sesuai dengan spesifikasi  Jarak antar ubin (joint width)  Bentuk (Shape)
dalam dokumen kontrak, meliputi :  Kerataan pasangan ubin (tile pitching)  Presisi
• Warna ubin dan texture  Campuran mortar (mortar mixes).  Kekuatan pasangan
• Jenis ubin, keramik atau granit 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika
• Dimensi ubin material yang dipasang dan lokasi ada)
• Ketebalan Ubin pemasangan. 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan diajukan kontraktor terhadap volume,
pekerjaan (work progress). jenis dan kualitas pekerjaan.
5. Kontrol penggunaan K3 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
kemajuan pekerjaan .
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily
• Gambar kerja dan jadwal kerja report), meliputi :
• Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
sesuai dengan gambar kerja pekerjaan yang dipasang.
• Kesiapan peralatan dan material /  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
bahan manusia yang bekerja
• Kesiapan Kesiapan tenaga kerja  Jam Kerja
• Kesiapan K3  Hal-hal khusus lainya

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 20
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

f.3. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pemasangan Pintu dan jendela (Doors and Windows Work)
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan, pekerjaan ini 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, dimensi, jenis,
dilakukan setelah pekerjaan pemasangan ubin lapangan terhadap kualitas, dimensi, bentuk spesifikasi dan lokasi pekerjaan yang telah
selesai (texture), dan volume. dilaksanakan.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Celah antara pintu/jendela dengan kosen  Bentuk (Shape)
kontrak, meliputi : (clearance)  Presisi
• Warna kayu dan texture  Arah bukaan pintu / jendela  Kekuatan pasangan
• Jenis kayu  Kerataan pintu / jendela 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
• Dimensi pintu dan jendela 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
• Ketebalan kayu untuk pintu dan jendela material yang dipasang dan lokasi diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
• Kualitas engsel pemasangan. dan kualitas pekerjaan.
• Kualitas kunci berikut rumahnya. 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
pekerjaan (work progress). kemajuan pekerjaan .
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
• Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
• Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
dengan gambar kerja pekerjaan yang dipasang.
• Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
• Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
• Kesiapan K3  Jam Kerja
 Hal-hal khusus lainya

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 21
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

f.4. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pengecatan (Painting Work)


Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan, pekerjaan ini 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume dan lokasi pekerjaan
dilakukan setelah pekerjaan seluruh pekerjaan lapangan terhadap kualitas, jenis, warna dan yang telah dilaksanakan.
telah selesai dilaksanakan kuantitas.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Permukaan yang akan dicat harus bersih, rata,  Kerataan permukaan
kontrak, meliputi : dan tidak ada keretakan  Warna cat
• Warna cat  Takaran pencairan cat 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
• Jenis cat  Liter per m2 volume cat yang digunakan 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
• Takaran pencairan cat  Kesesuaian warna diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / material dan kualitas pekerjaan.
yang dipasang dan lokasi pemasangan. 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan pekerjaan kemajuan pekerjaan .
(work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
• Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
• Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi pekerjaan
dengan gambar kerja yang dipasang.
• Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia
• Kesiapan Kesiapan tenaga kerja yang bekerja
• Kesiapan K3  Jam Kerja
 Hal-hal khusus lainya

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 22
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

MEKANISME KERJA
KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI / PENGAWAS
Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana
Madrasah Kabupaten Lampung Barat

DATA HARIAN /
BULANAN DATA MINGGUAN DATA

LAPORAN

- Jenis Pekerjaan LAPORAN


Kumulatif Kumulatif
- Volume Pekerjaan BULANAN
- Jml. Tenaga Kerja
- Jumlah Alat
- Material on Site
- Cuaca

MEMO-MEMO Minggu ke

RAPAT
MINGGUAN
MASALAH, RAPAT KOORDINASI
FAKTA, (BULANAN)
PEMECAHAN

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 23
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

MEKANISME
PEKERJAAN TAMBAH - KURANG
Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana
Madrasah Kabupaten Lampung Barat

KEPALA SATUAN MEMO LAPORAN KONSULTAN


KERJA INSTRUKSI ` HARIAN MK

CHANGE ORDER
(C.O)

Permohonan KONTRAKTOR
Pekerjaan PELAKSANA
Tambah - Kurang

PEMIMPIN PROYEK
NEGOSIASI
KONSULTAN PENGAWAS

BERITA ACARA
KONSULTAN PEKERJAAN
TAMBAH - KURANG

ADDENDUM
KONTRAK
PEMIMPIN

TAGIHAN

PEMBAYARAN
Setelah Pek. 100%
(serah terima I)

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 24
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

E.7. Manajemen Proyek


Dalam lingkungan proyek, yang disebut persetujuan adalah “harus tertulis”,
karenanya “manajemen proyek harus ada“ dan akan bersandarkan pada aspek
hukum, bahwa yang penting adalah apa yang tertulis.
Dalam pelaksanaan Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan
Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat, sistem
manajemen proyek ini dalam bentuk prosedural pekerjaan, dimaksudkan
untuk memberikan guidelines/petunjuk kepada setiap personil dalam organisasi,
tentang bagaimana seharusnya melakukan kegiatan dan berkomunikasi dalam
lingkungan proyek.

Prosedur, form dan guideline merupakan alat yang dapat menggambarkan proses
manajemen proyek, dan juga merupakan suatu kerangka/format dalam
pengumpulan, pemrosesan dan mengkomunikasikan data dan informasi aktifitas
proyek dalam bentuk yang teratur dan standar. Secara spesifik maksud dari adanya
dokumen prosedural adalah :
• Memberikan guidelines dan keseragaman
• Mendorong pendokumentasian
• Komunikasi menjadi jelas dan efektif
• Mempersatukan tim proyek
• Memberikan dasar analisa
• Persetujuan dokumen terekan untuk referensi selanjutnya
• Memperbaharui komitmen
• Mengurangi paperwork
• Mengurangi konflik dan ketidakjelasan masalah
• Memetakan jenis-jenis pekerjaan
• Memudahkan tim kerja baru segera beradaptasi
• Membentuk jalur pengalaman dan metode kerja yang berguna bagi proyek lain.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 25
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Metode pendekatan teknis Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi


Sarana dan Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat adalah :
1. Pengkajian terhadap kondisi lokasi, penduduk, tingkat aksesibilitas dan
kebutuhan (demand) serta faktor-faktor pendukung lainnya. Pengkajian ini
dimaksudkan untuk melihat potensi dan kecenderungan perkembangan
kebutuhan (demand).
2. Melakukan identifikasi faktor-faktor pendukung.
3. Merumuskan berbagai indikator berdasarkan analisis supply dan demand,
perumusan tersebut sebagai bahan perumusan alternatif pembangunan baik
aspek fisik maupun prasarana.
Untuk melakukan lima pendekatan tersebut, konsultan membaginya dalam
beberapa langkah teknis kegiatan sebagai berikut ;
a. Tahap Perencanaan (Planning)
Semua proyek konstruksi dimulai dari gagasan atau rencana dan dibangun
berdasarkan kebutuhan (need).
b. Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study)
Pada tahap ini adalah untuk meyakinkan pemilik proyek bahwa proyek
konstruksi yang diusulkan layak untuk dilaksanakan.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rancangan proyek secara kasar dan membuat estimasi biaya
• Meramalkan manfaat yang akan diperoleh
• Menyusun analisis kelayakan proyek
• Menganalisis dampak lingkungan yang akan terjadi
c. Tahap Penjelasan (Briefing)
Pada tahap ini pemilik proyek menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang
diijinkan sehingga konsultan perencana dapat dengan tepat menafsirkan
keinginan pemilik.
Kegiatan yang dilaksanakan :
• Menyusun rencana kerja dan menunjuk para perencana dan tenaga ahli

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 26
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

• Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan lapangan,


merencanakan rancangan, taksiran biaya, persyaratan mutu.
• Mempersiapkan ruang lingkup kerja, jadwal waktu, taksiran biaya, dan
implikasinya, serta rencana pelaksanaan
• Mempersiapkan sketsa dengan skala 1 : 1000, 1 : 1500 atau 1 : 2000, yang
menggambarkan denah dan batas-batas proyek.
d. Tahap Perancangan (Design)
Desain dilaksanakan dua tahap :
(1) Tahap Pradesain
Pada tahap pradesain rancangan proyek dibuat secara garis besar dan
berdasarkan pada tahap penjelasan proyek
(2) Tahap desain rinci.
Jika rancangan sudah disetujui sesuai keinginan pemilik proyek maka
dilanjutkan pada tahap desain rinci yang berfungsi sebagai pegangan dalam
pelaksanaan dilapangan. Secara garis besar kegiatan yang dilaksanakan
dalam tahap desain ini antara lain :
a. Mengembangkan ikhtisar proyek menjadi penyelesaian akhir.
b. Memeriksa masalah teknis.
c. Meminta persetujuan akhir ikhtisar dari proyek
d. Mempersiapkan:
 Rancangan skema (pradesain) termasuk taksiran biaya
 rancangan terperinci (desain rinci)
 gambar kerja, spesifikasi, dan jadwal
 daftar volume
 taksiran biaya akhir
 jadwal waktu
4. Tahap Pengadaan/Pelelangan (Procurement/Tender)
Pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan kontraktor yang akan
mengerjakan proyek konstruksi tersebut, atau bahkan mencari sub
kontraktornya

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 27
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Kegiatan yang dilaksanakan :


• Prakulaifikasi
• Dokumen Kontrak
Salah satu hal yang perlu diperhatikan pada tahap pelelangan adalah mengenai
dokumen kontrak. Dokumen kontrak sendiri didefinisikan sebagai dokumen legal
yang menguraikan tugas dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat
didalamnya. Dokumen kontrak akan terjadi setelah terjadi kontrak atau ikatan
kerja sama antara 2 pihak atau lebih. Sebelum hal itu terjadi terdapat proses
pengadaan atau proses pelelangan dimana diperlukan Dokumen Lelang.
Perbedaan kedua dokumen dapat dilihat pada Tabel 4
No. Dokumen Lelang Dokumen Kontrak Catatan
(DL) (DK)
1 Persyaratan Lelang - Tidak ada pada
Dokumen Kontrak
2 Bentuk Penawaran Surat Penawaran Dapat berubah dari
DL ke DK
3 Persyaratan Kontrak: Persyaratan Kontrak: (a) Dapat berubah dari
(a) Umum, (b) Khusus Umum, (b) Khusus DL ke DK
4 Bentuk Perjanjian Surat Perjanjian Dapat berubah dari
(Kontrak) (Kontrak) DL ke DK
5 Gambar Rencana Gambar Rencana Dapat berubah dari
DL ke DK
6 Spesifikasi Spesifikasi Dapat berubah dari
DL ke DK
7 Daftar Volume Daftar Volume Dapat berubah dari
DL ke DK
8 - Berita acara, Catatan atau
Addendum, dll tambahan atas
Perubahan /
Kesepakatan

5. Tahap Pelaksanaan (Construction)


Tujuan pada tahap ini adalah mewujudkan bangunan yang dibutuhkan oleh
pemilik proyek yang sudah dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan
biaya, waktu yang sudah disepakati, serta dengan mutu yang telah disyaratkan.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah merencanakan, mengkoordinasikan,
mengendalikan semua oprasional di lapangan :

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 28
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

• Kegiatan perencanaan dan pengendalian adalah:


 Perencanaan dan pengendalian
 Jadwal waktu pelaksanaan
 Organisasi lapangan
 Tenaga kerja
 Peralatan dan material
Kegiatan Koordinasi
 Mengkoordinasikan seruh kegiatan pembangunan
 Mengkoordinasi para sub kontraktor
6. Tahap Pemeliharaan dan Persiapan Penggunaan (Maintenance & Start Up)
Tujuan pada tahap ini adalah untuk menjamin agar bangunan yang telah sesuai
dengan dokumen kontrak dan semua fasilitas bekerja sebagaimana mestinya.
Kegiatan yang dilakukan adalah :
• Mempersiapkan data-data pelaksanaan, baik berupa data-data selama
pelaksanaan maupun gambar pelaksanaan (as build drawing)
• Meneliti bangunan secara cermat dan memperbaiki kerusakan- kerusakan
• Mempersiapkan petunjuk oprasional/pelaksanaan serta pedoman
pemeliharaan.
• Melatih staff untuk melaksanakan pemeliharaan
Manajemen proyek pelaksanaan konstruksi terdiri dari :
Pengendalian Proyek
Pengendalian proyek pada intinya mencakup pengendalian atas rencana-rencana
Manajemen yang telah disebutkan di atas dan akan meliputi :
• Rencana Pengendalian Waktu/Schedule
• Rencana Pengendalian Lingkup Pekerjaan
• Rencana Pengendalian Biaya
• Rencana Pengendalian Dokumen
• Rencana Pengendalian Kualitas Pekerjaan / Mutu
• Rencana Pengendalian Kuantitas
Proses pengendalian berlangsung melalui langkah-langkah sebagai berikut:

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 29
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

• Laporan
• Analisis
• Identifikasi Arah Perubahan
• Periksa Penyebabnya
• Tentukan Langkah Korektif
Laporan yang digunakan untuk pengendalian merupakan laporan-laporan
kemajuan Proyek yang kemudian menghasilkan Rencana Pelaksanaan yang
diperbaharui (Project Plan Updates) berikut rencana-rencana tindakan koreksi.
Walaupun dokumentasi pengendalian terekam secara periodik melalui laporan-
laporan Mingguan, dan Bulanan, namun pada kenyataannya pengendalian proyek
sebenarnya akan dilakukan secara daily basis. Aktifitas pengendalian juga terutama
akan tercermin dalam kegiatan rapat pengendalian perkembangan proyek yang
dilakukan secara periodik maupun khusus.

Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu/kualitas bukan hanya dalam segi bahan/material yang dipakai
harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan dalam kontrak saja tetapi
meliputi mutu dan kualitas pelaksanaan harus baik. Keduanya harus dilaksanakan
bersama, karena keduanya saling terkait satu dengan lainnya dan tak dapat
dipisahkan dalam mencapai hasil pekerjaan yang dikatakan baik dan memenuhi
persyaratan.

Pengendalian Kualitas Bahan


Bahan material yang dipakai dilapangan harus memenuhi persyaratan, untuk dapat
menyatakan bahwa bahan/material tersebut dapat dipakai atau ditolak, tolak ukur
yang harus dipakai oleh Manajemen Konstruksi adalah :
a. Berita Acara Aanwizing
b. Kontrak Pekerjaan
c. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
d. Peraturan Standarisasi yang berlaku

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 30
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

e. Gambar Pelaksanaan
f. Hasil Test Laboratorium
g. Peraturan Pemerintah, Kepres, dll.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengendalian kualitas bahan
yaitu :
1. Persyaratan bahan
Bahan yang akan digunakan harus memenuhi ketentuan yang ada untuk
mencapai kualitas bahan yang baik
2. Penyimpanan
Penyimpanan material yang kurang baik akan menyebabkan kerusakan
pada material yang akan digunakan, penyimpanan harus diperhatikan
untuk bahan yang berubah langsung karena kena air.

E.7.1 Pengendalian Kualitas Pelaksanaan


Kualitas pelaksanaan sangatlah penting dalam menentukan hasil akhir yang akan
dicapai, pengendalian kualitas tidak kalah pentingnya dari kualitas bahan karena
bahan yang bagus kalau tidak tepat dalam pelaksanaan di lapangan maka tidak
akan mendapatkan hasil yang baik, maka pengendalian kualitas pelaksanaan
sangat penting diperhatikan untuk menghasilkan hasil yang maksimum sesuai
dengan persyaratan.

E.7.2 Quality Assurance Plan


QA Plan dimaksudkan untuk memberi keyakinan bahwa kontraktor melaksanakan
pekerjaan dan menghasilkan produk sesuai dengan Quality Plan dan sesuai
dengan persyaratan mutu yang ditetapkan dalam spesifikasi. Sedangkan secara
spesifik tujuannya adalah :
a) Menetapkan Quality Plan dan Kontraktor
b) Menjamin dilaksanakan penerapnnya
c) Mengontrol interface pekerjaan
a. Quality Control

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 31
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Pada Prinsipnya Kontraktor dituntut untuk memiliki sistem pengendalian


kualitas (quality kontrol) dalam seluruh tahapan pelaksanaan pekerjaan yang
meliputi sistem pengadaan material, keahlian kerja (workmanship),
pengawasan, pemeriksaan, dan pengetesan, dan sistem lain yang diperlukan
untuk menghasilkan kualitas sesuai dengan persyaratan, yang dibuktikan
dengan pendokumentasian yang terecord dengan baik atas implementasi
semua proses konstruksi tersebut.
Pendokumentasian implementasi proses konstruksi di atas adalah terdiri dari :
• Certificate Test untuk semua material konstruksi dan peralatan mekanikal
dan elektrikal.
• Spesifikasi untuk item/komponen yang difabrikasi sebelumnya (pre-
fabrication) dan/atau mix design untuk beton.
• Certificate of Compliance untuk semua material dan/atau komponen yang
didatangkan (di impor) dari pihak ketiga.
• Lembaran Checklist pada setiap tahapan pekerjaan dari tahap Pra
Konstruksi, selama Konstruksi dan Pasca Konstruksi : yang dapat
memberikan petunjuk telah dilaksanakannya proses pemeriksaan
sesuai dengan kemajuan pekerjaannya.
b. Pemberitahuan Kegiatan Operasi (Notice of Operation)
Kontraktor bila diperlukan harus memberi tahu kepada Konsultan Manajemen
Konstruksi semua informasi tertulis mengenai lokasi material diperoleh dan
lokasi mana pekerjaan sedang disiapkan. Semua pekerjaan permanen harus
dilaksanakan dengan persetujuan Konsultan. Pemberitahuan tertulis yang
lengkap harus diajukan dalam waktu yang mencukupi sebelumnya agar
Konsultan dapat mengatur kegiatan inspeksi yang diperlukan untuk proses
persetujuan pelaksanaan konstruksi.
c. Monitoring dan Pemeriksaan Ulang.
Adalah tugas tim Manajemen Konstruksi untuk mengadakan monitoring
dan pengawasan pekerjaan konstruksi dan dokumentasi yang tetapi tidak
terbatas pada disebutkan di atas, dengan cara melaksanakan pemeriksaan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 32
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

ulang terhadap item-item beberapa item yang tercantum dalam checklist yang
telah lengkap dilakukan (diisi, dipenuhi) dan mengajukannya pada Pimpro
untuk memperoleh persetujuan.
d. Perintah dan Tindakan Koreksi
Dalam hal pada pemeriksaan ulang tersebut didapati ketidaksesuaian dengan
persyaratan (non compliance) diperlukan dikeluarkannya Perintah Tindakan
Koreksi (Corrective Action Request) oleh Konsultan.
e. Kewajiban kontraktor atas Perbaikan Ketidaksesuaian
Kontraktor selanjutnya dituntut untuk melaksanakan kewajiban untuk
memperbaiki ketidaksesuaian pekerjaan. Kelalaian atas pelaksanaan kewajiban
tersebut dapat mengakibatkan Kontraktor harus menanggung resiko atas biaya
yang dikeluarkan untuk melakukan proses pebaikan oleh pihak lain yang
ditunjuk.

Pengendalian Kuantitas
Pengendalian Kuantitas meliputi volume, baik itu panjang, lebar, tinggi dan lainya.
Konsultan Manajemen Konstruksi harus mengawasi pelaksanaan proyek dengan
teliti sehingga tidak terjadi pencurian yang biasanya dilakukan oleh Kontraktor
yaitu masalah panjang, lebar, ataupun pencurian masalah spesifikasi campuran
adukan di beton sekunder, sehingga mengakibatkan kualitas tidak sesuai dengan
perencanaan.

Pengendalian Dana
Dalam proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dapat terjadi perubahan-
perubahan yang mengakibatkan adanya Addendum pekerjaan, dimana dapat
dilaksanakan setelah ada surat resmi dari Pimpro/Pimbagpro.
Adapun prosedur Addendum pekerjaan sebagai berikut :
1. Penyesuaian di lapangan, setelah dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh
oleh pihak-pihak yang terkait, sehingga terpaksa ada pekerjaan tambah,
untuk ini Pimpro memberitahukan dengan surat resmi kepada pemborong
dengan tembusan kepada pihak-pihak terkait tentang adanya pekerjaan tambah

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 33
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

tersebut, dan sekaligus minta kepada pemborong untuk segera mengajukan


penawaran biaya pekerjaan tambah tersebut.
2. Pemborong kemudian menjawab dengan surat resmi dengan tembusan pada
pihak-pihak terkait, sekaligus mengajukan biaya tambahan yang dibutuhkan
untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
3. Konsultan Manajemen Konstruksi berkewajiban untuk ikut meneliti pekerjaan
tambah/kurang yang akan dilaksanakan.
4. Mengecek perhitungan Volume Pekerjaan tambah/kurang
5. Harga satuan pekerjaan tambah yang jenisnya sama dengan pekerjaan
sebelumnya harus sama jika berbeda perlu dilakukan pemeriksaan. Setelah
disepakati harga pekerjaan tambah tersebut, Pimpro memberi perintah resmi
untuk dilaksanakan.
6. Pelaksanaan pekerjaan tambah oleh Pemborong sebelum surat perintah tertulis
dari Pimpro, tidak dapat dibenarkan.
7. Pekerjaan tambah disini harus diperhatikan nilainya terhadap kontrak awal, bila
nilai pekerjaan tambah melampaui 10% dari kontrak, maka harus dibuat
Kontrak baru bukan Addendum. Sebaliknya bila nilai pekerjaan tambah kurang
dari 10%, maka cukup dibuat Addendum.

Pengendalian Waktu
Pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK) Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan
Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat sesuai jadwal sangat penting,
maka dalam Manajemen Konstruksi diperhatikan dalam masalah waktu, karena
itu diperlukan rencana kerja yang matang dalam bentuk Time Schedule monitoring
pekerjaan, yang diperjelas lagi dengan Weekly Schedule, untuk membuat
keduanya perlu adanya pemahaman yang perlu diperhatikan yaitu :
a. Time Schedule
Kebenaran/ketetelitian pembuatan Time Schedule mengenai :
• Item pekerjaan yang dilaksanakan.
• Awal dan akhirnya Item pekerjaan dan waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 34
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

• Bobot fisik pada tiap Item pekerjaan berupa prosentase.


• Keterkaitan pekerjaan satu dengan lainnya, perlu adanya evaluasi khusus
kapan pekerjaan ini dimulai dan harus berakhir.
Time Schedule perlu dievaluasi kebenarannya yang menyangkut :
• Tenaga kerja harus sesuai dengan jenis pekerjaan, jumlahnya serta
keterampilannya.
• Material/Bahan harus tepat waktu dengan kualitas yang sesuai spesifikasi
yang ada dalam kontrak.
• Jumlah dan jenis peralatan yang dipergunakan harus disesuaikan dengan
jenis dan volume pekerjaan.
• Metode/Sistem yang digunakan harus dapat mendukung semua
kegiatan/pekerjaan di lapangan.
• Koordinasi harus berjalan dengan baik, sehingga menciptakan keserasian
disetiap bagian pekerjaan yang terkait.
b. WeeklySchedule Dibuat untuk :
• Merencanakan Item-item pekerjaan selama periode satu minggu
• Membuat langkah-langkah pelaksanaan setiap minggu
• Membandingkan bobot rencana dengan realisasi dilapangan yang sering
tidak sama, biasanya realisasi di lapangan lebih kecil daripada bobot
rencana kalau tidak segera diatasi maka keterlambatan semakin
membengkak, sehingga tidak bisa tepat waktu, jadi tujuannya adalah
mengantisipasi keterlambatan pekerjaan di proyek.
Penyusunan Schedule proyek yang dapat dipertanggung jawabkan dan
memudahkan pengendaliannya adalah Schedule proyek yang realistis.
Pengendalian Schedule proyek juga hanya dapat dilakukan dengan baik
apabila informasi rencana-rencana kegiatan tersediakan setiap saat/periode
dan tercatat atau terorganisasikan secara rapih, dimulai dari adanya master
Schedule proyek sebagai baseline.
Schedule harus dapat meliputi seluruh jenis kegiatan proyek antara lain :
• Project preparation phase

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 35
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

• Design phase
• Tendering phase
• Demoliton works
• Construction phase
• Fitting out phase
• Commissioning -Handover- migration phase

Yang dibuat dalam beberapa jenjang antara lain :


• Project master Schedule
• Individual contract Schedule
• Be-weekly Schedule
Demikian juga, pengendalian akan efektif apabila : dilakukan secara prioritas,
mulai dari batasan-batasan milestone strategis, bagian-bagian paling krusial
atau kritikal selama penyelenggaraan proyek; koordinasi-koordinasi Schedule
secara periodik; dan responsif dalam menyikapi proggres atau kendala yang
terjadi.
Bagian-bagian kritikal serta kendala yang dapat segera diidentifikasi dalam
pengendalian Schedule ini diperkirakan antara lain :
• Milestone rencana pembukaan/pemakaian.
• Long lead items
• Pekerjaan-pekerjaan fabrikasi
• Pekerjaan finishing
• Perubahan-perubahan pekerjaan
• Cuaca
• Jalur kegiatan kritis yang ditemukan setelah menyusun skuens pekerjaan
sesuai metode pelaksanaan yang ditetapkan.

Team Manajemen Konstruksi akan menggunakan perangkat lunak MS Project


sebagai fasilitas planning, monitoring & control Schedule. Pengendalian Schedule
akan dimulai dari, atau masukan pertamanya adalah Schedule proyek, kemudian
diperiksa laporan-laporan kemajuan termasuk adanya permintaan perubahan-

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 36
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

perubahan rencana. Dari hasil pantauan akan dikeluarkan Schedule updates


berikut rencana tindakan lainnya. Bagan atau format kontrol yang dipakai adalah
Project Schedule Tracker.

Peralatan Dan Metode Kerja


Pemakaian peralatan di lapangan tergantung dari beberapa faktor pertimbangan,
antara lain :
a. Tempat atau lokasi pekerjaan.
b. Waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah direncanakan.
c. Faktor kesulitan yang ada dilapangan baik itu mengenai lokasi yang jauh,
susahnya transportasi dan lain-lainnya.
d. Sistem / metode kerja yang akan dipakai.
e. Biaya yang dianggarkan.

Keselamatan Dan Keamanan Kerja


Kecelakaan kerja sebisa mungkin dihindari baik itu mengenai tenaga kerja maupun
material dan bahan, yang mempengaruhi prestasi kerja dan pada akhirnya
berdampak pada biaya proyek, baik langsung maupun tidak langsung, secara
umum ada beberapa prinsip dasar pencegahan kecelakaan yang dipengaruhi pada
setiap lokasi pekerjaan misalnya :
1. Peralatan yang akan digunakan harus berkondisi baik.
2. Menggunakan alat harus sesuai dengan kemampuan alat dan petunjuk yang
diperbolehkandalam buku petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik dan sesuai
fungsinya
3. Penggunaan alat pelindung ditempat yang sekiranya berbahaya baik itu
menggunakan helm, sepatu pengaman, baju pengaman dll.
4. Dalam pelaksanaan pekerjaan harus teratur dan tidak simpang siur dan tidak
menyalahi peraturan teknis yang ada
5. Selalu mengadakan Check dan Recheck terhadap peralatan kerja yang dipakai,
sehingga layak dipakai atau tidak, bila kurang memenuhi jangan dipaksakan
menggunakan alat tersebut kalau tidak 100% keadaan alat siap pakai.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 37
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Selain itu yang biasa terjadi adalah terjadinya pencurian terhadap materil dan
bahan dilapangan, dan untuk menghindari pencurian terhadap bahan yang sering
terjadi maka Kontraktor harus melaksanakan :
1. Pembuatan pagar pengaman disekeliling proyek, bisa berupa seng, kawat
berduri, dll.
2. Penerangan lampu di lokasi.
3. Melakukan Penjagaan di lokasi proyek.

Pembinaan Pekerjaan
Dalam Pembinaan Pekerjaan menyangkut pada Koordinasi pekerjaan yang
baik. Koordinasi terbagi dalam 2 bagian, yaitu :
1. Koordinasi lapangan/pelaksanaan
Yang dimaksud adalah Mengkoordinasi pada pekerjaan-pekerjaan satu dengan
yang lainnya yang saling terkait antara pekerjaan sipil, arsitektur dan mekanikal
/ elektrikal, dalam mengkoordinasi di lapangan bisa dilakukan dengan Site
Meeting setiap seminggu sekali, tetapi kalau ada yang mendesak bisa dilakukan
meeting saat itu juga, sehingga Site Meeting dilakukan tergantung dari
kebutuhan yang dihadapi dilapangan.
2. Koordinasi keluar
Yang dimaksud adalah koordinasi yang menyangkut hubungan konsultan
Manajemen Konstruksi, Kontraktor, Staf Manajemen Konstruksi dan pihak-
pihak terkait lainnya mengenai proyek yang sedang dihadapi sehingga
informasi yang diterima baik oleh Kontraktor maupun Konsultan Manajemen
Konstruksi tidak tumpang tindih, dan tidak ada kesimpang siuran dari fersi
masing-masing.

E.7.3 PENGENDALIAN WAKTU


Secara umum pengendalian waktu pelaksanaan proyek dilakukan melalui metode
“fast tracking” pada jadwal proyek. Dapat digambarkan gagasan tersebut melalui
skema berikut :

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 38
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Penghematan waktu sebagaimana diatas, akan lebih banyak diperoleh melalui


perencanaan jadwal waktu pelaksanaan fisik, secara akurat. Perlu pula dukungan
perencanaan engineering dan procurement/logistic yang memadai sehingga
penghematan waktu dapat diperoleh atau paling kurang jangka waktu (time
frame) yang ditetapkan tidak terlampaui, sebagaimana ditunjukkan pada jadual
induk terlampir.
Guna menjamin tidak terlampauinya kerangka waktu proyek, metoda fast tracking
bahkan dapat ditarik sejak masa perancangan, terpadu dengan masa lelang
dan masa pelaksanaan sesudahnya. Dapat digambarkan melalui skema berikut

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 39
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Metoda fast tracking pada jadwal induk sebagaimana ditunjukkan diatas,


mempunyai implikasi proyek tidak dapat dilaksanakan dalam satu kesatuan paket
pekerjaan. Melainkan dalam beberapa paket, dan seterusnya. Pembagian paket
pekerjaan (packeting) tidak dapat disusun sekedar berdasarkan atas fenomena
waktu sebagaimana contoh diatas, melainkan pula pertimbangan lainnya,
seperti kekhususan (specific/nature) pekerjaan, daya dukung Pemborong, efisiensi
serta efektifitas pengaturan ruang kerja dan lain-lain.
Pemaketan tersebut menuntut atau melahirkan konsekuensi perlunya koordinasi
kuat, semenjak proses engineering sampai dengan pelaksanaan instalasi konstruksi
dilapangan. Suatu kondisi yang tepat dimiliki oleh Konsultan Pengawas yang
berada pada fungsi kontrol saja. Sementara Konsultan Perencana yang berada
pada fungsi aksi tidak diposisikan untuk melaksanakan tugas demikian. Karenanya
dalam beberapa kesempatan praktis, packeting hanya dilakukan pada bagian-
bagian proyek yang dapat dipisahkan (detachable) dari pekerjaan induknya.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 40
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Pengendalian Biaya
Pemaketan pekerjaan sebagaimana dibahas diatas, sebagaimana tertuang
diatas kertas mempunyai dampak positif, berkurangnya nilai faktor pajak, faktor
overhead & profit pada harga yang ditawarkan Pemborong. Tetapi biasanya tidak
diikuti dengan perhitungan meningkatnya overhead Pemberi Tugas dan Konsultan
Pengawas, sebagai akibat peningkatan kegiatan pengendalian.
Metoda lain dalam pengendalian biaya, tepatnya penghematan biaya, dilakukan
melalui proses value engineering. Suatu metoda peninjauan ulang (review)
dokumen rancangan, dengan membuang faktor-faktor yang sebenarnya tidak
diperlukan (unnecessary), juga faktor-faktor yang berlebihan melampaui
kebutuhan minimal. Faktor-faktor demikian muncul sebagai akibat penerapan
“rule of thumb” yang berlebihan, standard kebutuhan yang telah berubah, pola
kerja lapangan yang telah berubah pula dan lain sebagainya. Suatu bahasan teknis
detail yang dapat diterangkan melalui ilmu struktur, target utama value
engineering. Pekerjaan struktur lazimnya adalah butir terbesar dalam perhitungan
biaya konstruksi, karenanya menjadi objek utama value engineering. Sesuatu yang
tidak akan terjadi pada proyek ini, karenanya kecilnya biaya pekerjaan struktur.
Sementara value engineering pada pekerjaan finish arsitektur tidak lazim dilakukan
karena banyaknya muatan non teknis, sedangkan pada pekerjaan utilitas biasanya
telah dirancang dengan efisien.
Satu-satunya peluang pengendalian biaya pada proyek ini, adalah mengatur
keseimbangan nilai pekerjaan perubahan (variation/change order) yang tidak
dapat dihindarkan, agar tidak melampaui batas anggaran dan dana cadangan.

Pengendalian Mutu
Seharusnya pengendalian mutu tidak lagi menjadi issue atau pokok bahasan lagi.
Konsultan Perencana, Pemborong dan Supplier diharapkan telah memiliki standard
performance yang memadai.
Sehingga pemeriksaan mutu yang dilakukan Konsultan Pengawas melalui proses
Quality Assurance Plan dan Quality Control, semenjak masa perancangan,
engineering/ perencanaan sampai dengan konstruksi/instalasi, hanya akan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 41
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

menjaring kesalahan yang bersifat manusiawi (human error), yang karenanya


dapat diperbaiki dengan sukarela. Bukan kesalahan yang disengaja (by crime),
bahkan pula yang direncanakan (created crime).
Pemilihan para pelaku proyek karenanya perlu mensyaratkan ketiga faktor
pengendalian diatas sebagai kriteria utama, sehingga proyek dapat diharapkan
berjalan dengan semestinya. Pada sisi lain diharapkan kesediaan Pemberi Tugas
melonggarkan atau dapat disebut terobosan atas kebiasaan pendanaan yang telah
baku. Situasi krisis ekonomi yang masih berlangsung dewasa ini, telah
menghancurkan skema pembiayaan proyek yang berlaku. Bahan-bahan harus
dipesan sebelum diproduk, bahan yang ada harus dibayar didepan atau cash and
carry, sementara suku bunga bank masih tinggi, faktor-faktor yang akan
dibebankan pada penawaran harga dan pada akhirnya pada implementasi
lapangan akan terjadi tarik ulur antara jadwal konstruksi dan finansial cash flow.
Kesediaan Pemberi Tugas membayar “material on site” pada proses perhitungan
prestasi pembayaran (payment progress) yang dilakukan secara bulanan, akan
lebih “berarti” dibandingkan dengan ketiga teori pengendalian diatas.

E.7.4 Pembinaan Kerja


Konsultan Manajemen Konstruksi tidak hanya bertugas mengadakan Manajemen
Konstruksi terhadap mutu/kualitas, dana, dan waktu pekerjaan, tetapi juga harus
memberikan pembinaan terhadap kontraktor baik itu dalam segi teknis juga
mengenai administrasi dengan bertitik tolak pada Aanwijzing juga di tuntut
mempunyai leadership dan pemahaman dalam bidang teknis dan administratif. Di
sini seorang Manajemen Konstruksi tidak hanya bisa menyalahkan atau
membenarkan suatu pekerjaan dengan bertitik tolak pada dokumen kontrak,
tetapi seorang Manajemen Konstruksi harus bisa memberikan pengarahan serta
penjelasan mengenai pendapatnya dilapangan mengapa pekerjaan yang dilakukan
oleh pihak kontraktor dikatakan salah, tetapi harus bisa memberikan alternatif
mencari jalan keluar terhadap perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan, agar
pekerjaan tersebut dapat terus berlanjut tidak berhenti. Artinya pembinaan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 42
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

tersebut sangatlah berarti bila diberikan sebelum pekerjaan dimulai dan selama
proses pelaksanaan. Hal ini sangat berarti karena dapat menghindari terjadinya
kesalahan-
kesalahan yang dilakukan oleh pihak kontraktor. Seringkali terjadi pembinaan
tidak diberikan sehingga terjadi kesalahan fatal yang mana sulit untuk diperbaiki
dan terpaksa dibongkar karena tidak sesuai dan tidak bisa ditoliler karena tidak
sesuai dengan perencaannya. Disinilah pentingnya arti pembinaan kerja yang harus
diberikan oleh seorang Manajemen Konstruksi agar kesalahan-kesalahan sedini
mungkin dapat dimonitor. Pembinaan disini bisa dalam segi teknis
maupun administratif.
1. Bidang teknis antara lain :
 Mengevaluasi metode kerja yang akan dipakai oleh pihak kontraktor.
 Memberikan masukan dan saran berkaitan dengan metode yang
akan dipakai, kelemahannya apa dan tindakan apa yang harus dilakukan.
 Apabila terjadi perbedaan pendapat/pandangan dalam metode yang
dipilih dapat didiskusikan sehingga diperoleh pemecahannya.
2. Bidang administrasi antara lain :
 Memberikan pengarahan tentang prosedur perijinan pelaksanaan
pekerjaan, persetujuan material, pergantian material, dan lain-lain.
 Memberikan pengarahan berkenaan dengan prosedur adanya
pekerjaan tambah/kurang atau Addendum yang harus ditempuh
 Prosedur Addendum perpanjangan waktu.
 Prosedur surat menyurat.

E.7.5 Kesehatan Dan Keselamatan Kerja


Keselamatan dan Keamanan pada masa konstruksi biasanya meliputi :
1. Keselamatan
 Peraturan keselamatan kerja di lapangan.
 Organisasi keselamatan kerja yang diperlukan.
 Fasilitas kesehatan kerja (helm, lampu, rambu-rambu, fasilitas
P3K, dan lain sebagainya.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 43
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Demonstrasi/pelatihan.
 Inspeksi periodik.
2. Keamanan
 Organisasi keamanan yang diperlukan berikut personil.
 Ijin serta kontak-kontak yang diperlukan.
 Peraturan keamanan di proyek.
 Fasilitas keamanan seperti: pagar, gerbang, gardu/tower jaga,
lampu spot, kartu identitas, handly talkie, dan lain sebagainya.
 Demonstrasi/pelatihan.
 Inspeksi periodik.

Supervisi Konstruksi
Sebelum dilakukan pengawasan lapangan harus dipahami terlebih dahulu kegiatan
dan jenis bangunan yang akan dilaksanakan pembangunanannya :
1. Tipe yang akan dibangun
2. Luas bangunan
3. Konsep bangunan
4. ME yang akan dipasang
5. Acessories bangunan yang akan diinstalasi
Dengan demikian, maka sistem pengawasan dan supervisi konstruksi menjadi hal
yang sangat penting sehingga diperlukan suatu wadah organisasi yang
memadai dalam melakukan monitor terhadap segala aspek pekerjaan
sedemikian rupa sehingga proyek ini dapat selesai tepat waktu, tepat mutu dan
tepat biaya.
Untuk memenuhi target di atas, perlu disiapkan program kerja dan menyusun
satu tim memadai dalam jumlah dan kualitas yang terdiri dari tenaga-tenaga
ahli seperti yang dipaparkan pada usulan teknik ini pada point lainnya.
Dalam hal ini, perlu ditambah satu bagian dalam hal penyediaan bangunan yang
dapat diandalkan menjadi suatu bangunan yang baik, sesuai spesifikasi yang
disyaratkan, Konsultan lebih mengutamakan hal-hal yang berkaitan langsung

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 44
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan dengan asumsi-asumsi


sebagai berikut :
a) Menyusun langkah-langkah yang terencana baik dan efektif mengenai
pelaksanaan Dokumen Kontrak baik fisik maupun administrasi teknis yang
tentunya dapat dipahami oleh kontraktor. Kegiatan ini dilakukan diawali dari
Pre Construction Meeting ( Rapat Pendahuluan ) dan aktivitas lain pada masa
mobilisasi.
b) Mengarahkan kontraktor untuk melakukan survei detail dan inventarisasi
lapangan kemudian melakukan rekayasa lapangan sesuai dengan kondlsi dan
kebutuhan lapangan. Hasil rekayasa lapangan di konsultasikan dengan Tim
teknis dari Satuan Kerja Penyediaan Perumahan, Pusat Pengembangan
Perumahan, Kementerian Perumahan Rakyat. ltem pekerjaan yang dapat
dilaksanakan disesuaikan dengan dana yang tersedia dengan melakukan
optimalisasi.
c) Mengarahkan kontraktor dalam persiapan metode pelaksanaan untuk semua
kegiatan pekerjaan dan membantu membuat revisi bila memerlukan
peningkatan metode tersebut.
d) Mengarahkan kontraktor untuk merencanakan dan menyusun jadwal
pelaksanaan pekerjaan.
e) Bekerjasama dengan kontraktor dalam optimalisasi hasil kerja dari tenaga
kerjanya dan pendayagunaan peralatannya.
f) Senantiasa melakukan monitoring persediaan material dan peralatan yang
memadai selama pelaksanaan.
g) Melakukan pengujian lapangan baik untuk pengujian tanah maupun material
tainnya dengan tujuan utama adalah tercapainya program jaminan mutu
h) Secara periodik mengadakan Rapat Mingguan dengan pihak kontraktor guna
membahas semua kegiatan pekerjaan, terutama mengenai langkah-langkah
yang diperlukan untuk peningkatan dan efisiensi pelaksanaan di lapangan.
Juga untuk membahas secara detail dan menyelesaikan setiap masalah yang
timbul, kaitan dengan pengawasan mutu dan kemajuan pekerjaan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 45
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

i) Menyusun suatu metode yang menjamin, sehingga gambar kerja kontraktor


tidak terlambat dalam proses sejak pembualan dan koreksi hingga mendapat
persetujuan.
j) Menyelesaikan setiap perubahan dari perencanaan program, termasuk
gambar rencana dan spesifikasinya.
k) Membimbing kontraktor agar dapat memproduksi aggregate dengan mutu
sesuai spesifikasi yang telah disyaratkan.
l) Memeriksa dan menandatangani sertifikat pembayaran Bulanan Kontraktor,
sehingga penerimaan pembayaran dapat tepat pada waktunya, tanpa
mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.
m) Membuat laporan kepada Direksi secara tengkap dan kontinyu tentang
segata kemajuan pekerjaan metalui surat menyurat dan laporan kemajuan
pekerjaan bulanan.
n) Mengadakan rapat koordinasi sebulan sekali ( yang harus dihadiri oleh staf
utama dari Direksi dan Konsultan serta Kontraktor) untuk membahas dan
memecahkan masalah penting yang terjadi selama pelaksanaan proyek.
o) Senantiasa menjalin hubungan secara harmonis dengan orang yang terlibat
pada proyek ini.
Penjelasan tentang rencana usutan supervisi akan diuraikan dalam sub bab
berikut ini.

Pekerjaan Persiapan
Apabila Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kontraktor atau surat resmi lainnya,
yang menyatakan bahwa kontraktor sudah bisa memulai pekerjaan maka harus
segera dilakukan langkah-langkah untuk memulai pekerjaan persiapan sebagai
tahap pelaksanaan supervisi konstruksi, antara lain :
1. Atas persetujuan satuan Kerja Penyediaan Perumahan melakukan mobilisasi
personil dan peralatan termasuk menyediakan kantor proyek dan
perlengkapannya serta alat transportasi.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 46
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

2. Menyiapkan blanko standar dan membuat format laporan yang akan


digunakan selama pelaksanaan supervisi konstruksi (laporan lnspector, laporan
pengujian tanah dan bahan, blanko pengecekan topo-survey, blanko
pengukuran volume pekerjaan, blanko persetujuan request, surat menyurat
antar instansi, blanko rekaman pengiriman dan pemakaian peralatan /
kendaraan dan lain-lain).
3. Mengikuti atau memfasilitasi terlaksananya pre construction Meeting untuk
mendapatkan kesepakatan mengenai paling tidak 4 hal sebagai berikut :
a. Kesamaan pengertian terhadap pasal-pasal DOKUMEN KONTRAK
menyangkut:
 Variasi pekerjaan ( Pekerjaan tambah - kurang )
 Termination atau for feiture
 Mobilisasi
 Sub letting/ sub kontraktor
 Asuransi
 Dan lain-lain yang dianggap perlu.
b. Kesepakatan tentang tata cara dan proses administrasi, menyangkut :
 Request, approval & examination of works.
 Extension time for comptetion
 Drawing / gambar
 MC & Eskalasi
 PHO dan FHO
 Addendum kontrak
 Dan lain-lain yang dianggap pertu
c. Kesepakatan tentang tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan
utama (Major Item )
 Kemungkinan adanya perubahan komposisi / jumlah peralatan atau
urutan kegiatan pekerjaan yang tetah dituangkan kedalam program
mobilisasi dan jadwal konstruksi yang telah disepakati menjelang
penandatanganan kontrak.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 47
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Hasil-hasil Pre Construction Meeting dituangkan dalam bentuk Berita Acara yang
ditandatangani bersama oleh :
a) PPK, Tim Teknis, Konsultan Supervisi dan General Superintendent
kontraktor.
b) Hal-hal penting lainnya harus dilakukan oleh konsultan pada tahap awal
pekerjaan adalah pengkajian ulang secara terinci dan evaluasi data yang
telah ada seperti standar perencanaan, rencana spesifikasi, surat
keterangan material, persyaratan kontrak, rencana aggaran biaya, rencana
kerja, dan lain-lain. Hal ini bermanfaat untuk menghilangkan keraguan
atau mengoreksi kesalahan yang dapat ditemukan serta dapat mengurangi
biaya proyek dan menghemat waktu pelaksanaan dengan pertimbangan
yang dapat diterima secara teknis. Dalam Kerangka Acuan Kerja telah
dikemukakan bahwa studi terdahulu atas jalan yang akan dikerjakan ini
belum ada, sehingga akan dikoordinasikan dengan PPK dan Tim Teknis
untuk melakukan rekayasa lapangan dan selanjutnya kaji ulang
perencanaan sesuai dengan tingkat dan prosedur baku yang sudah ada.
produk Kaji ulang perencanaan akan disetesaikan datam priode
mobitisasi, sehingga tidak menghambat aktivitas kontraktor datam
tahapan konstruksi selanjutnya. Untuk proyek pendek ( non multy years),
kaji ulang harus selesai dalam waktu 2 minggu setelah serah terima lahan,
dan dilakukan contract change order oleh panitia peneliti Pelakanaan
Kontrak kemudian dibuatkan Amandemen Kontrak.

Pengaturan Angkutan Material


1. Umum
Selama periode konstruksi, masyarakat tentu akan terganggu oleh aktivitas
mobilisasi angkutan material menuju lokasi pekerjaan. Hal ini tidak dapat
dihindari, sebagai akibat konsekuensi akan dilewatinya wilayaah pemukiman
menuju lokasi pekerjaan konstruksi. Untuk itu disarankan agar melakukan
koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat dan pihak-pihak terkait selama
pelaksanaan konstruksi.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 48
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

2. Usulan Pengaturan Angkutan Material


Konsultan akan mengusulkan untuk melakukan koordinasi dengan pihak-pihak
terkait dengan pertimbangan secara matang dan teliti untuk meminimalkan
gangguan dan ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat. Dengan
demikian konsultan juga percaya bahwa dalam penyusunan rencana
pelaksanaan konstruki telah menjadi bagian pertimbangan dalam hal ini.
Sebagai tambahan, rencana secara terinci datam pengawasan dan pengaturan
lalu lintas harus disusun sebagai berikut :
 Selama tahap mobilisasi dan sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor harus
menyiapkan rencana detail tentang metode yang terbaik untuk
pengawasan dan pengaturan lalu lintas selama setiap tahap periode
konstruksi. Rencana tersebut harus meliputi semua kemungkinan metode
pengawasan dan pengaturan lalu lintas.
 Setelah Kontraktor merumuskan rencana awal, maka harus mengadakan
rapat konsultasi dengan pihak konsultan, Proyek Manajer dan wakil dari
instansi lain yang terkait secara langsung guna membahas seturuh aspek
perencanaan dan memutuskan metode yang paling efektif yang akan
digunakan dalam pengawasan dan pengaturan lalu lintas.
 Selain itu, konsultan juga akan melakukan koordinasi dengan kontraktor
mengenai pemanfaatan jalan kerja agar tetap dapat terpelihara.
Setelah rencana kontraktor tersebut sudah disiapkan, maka harus diperiksa oteh
konsultan (terkait dengan wakil dari instansi yang menghadiri rapat). Setiap
perubahan dan tambahan akan dikembalikan.
Selama pelaksanaan kontraktor menyelesaikan rencana tersebut, kemudian
dikirim guna mendapat konstruksi, konsultan harus senantiasa mengarahkan
kontraktor untuk merevisi rencana pengawasan dan pengaturan latu lintas jika
perlu.
Program Jaminan Mutu
Pada dekade terakhir ini skala dan kompleksibititas proyek jalan semakin
bertambah besar, dana terbatas, periode pelaksanaan singkat dan tuntutan untuk

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 49
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

menghindari kesalahan pelaksanaan semakin intensif. Menurut konsultan


paling tidak ada 3 hal yang paling mendasar mengenai program jaminan mutu
yang akan diuraikan berikut ini, yakni:
A. Pemahaman terhadap Syarat-syarat teknis pekerjaan.
Secara garis besar spesifikasi terdiri dari 6 pokok uraian sebagai berikut :
1) Uraian atau lingkup pekerjaan :
 Mencakup seluruh bagian-bagian pekerjaan yang tercakup dalam
artikel / jenis pekerjaan yang dimaksud
 Pada umumnya yang tercakup lebih luas / banyak dari judul / jenis
pekerjaan itu sendiri.
 Menentukan jenis peralatan yang diperlukan
 Mempengaruhi struktur analisa harga satuan
2) Bahan atau Material
 Mencakup ketentuan bahan baku maupun bahan olahan
 Mencakup tata cara "handling"
 Metode pelaksanaan dan peralatan yang digunakan
 Sebelum pelaksanaan diharuskan melakukan percobaan/pengujian
 Mengatur cara dan urut-urutan pelaksanaan, peralatan yang
disarankan, keadaan cuaca yang disarankan, pengendalian mutu
setiap tahap pelaksanaan
3) Syarat hasil akhir dan pengendalian mutu ;
 Merupakan persyaratan paling penting / menentukan sebelum
pekerjaan tersebut layak untuk diterima dan dibayar
 Bagian dari proses pengendalian mutu tahap akhir.
4) Cara pengukuran hasil kerja
 Mengandung unsur "penyederhanaan" dan memperkecil kemungkinan
"silang pendapat" di lapangan
 Hasilnya pada umumnya lebih kecil dari apa yang telah dikerjakan (
dari sudut kuantitas )
 Sangat mempengaruhi "faktor koreksi" datam analisa harga satuan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 50
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

5) Cara pembayaran.
 Mencakup satuan dari pembayaran ( Rp/ton, Rp/m2, Rp/liter' dll )
 Pembayaran dimaksudkan sebagai "kompensasi" dari tenaga kerja,
bahan, peralatan, dsb, untuk metaksanakan bagian-bagian pekerjaan
yang tercakup datam diskripsi pekerjaan yang dimaksud.
Penjelasan tersebut menyiratkan bahwa tidak akan mungkin diperoleh hasil
yang optimal dari proyek tanpa dilakukan pemahaman dan penerapan
Dokumen Proyek secara baik oleh semua pihak yang terkait.
B. Pelaksanaan kendali mutu yang benar.
Tata cara pengendalian mutu yang baik khususnya yang berkenaan dengan
persyaratan teknik :
1. Tahap Pengendalian mutu yang baik
Ada tiga tahap Pengendalian mutu :
 Pengendalian mutu bahan baku
 Pengendalian mutu bahan otahan
 Pengendalian mutu bahan pekerjaan terpasang.
2. Jenis Pengendalian mutu yang baik.
Ada dua jenis pengendalian mutu yang harus dilakukan
 Mutu tentang dimensi ( panjang, lebar, lebat. Elevasi,kemiringan,
kerataan, dsb )
 Mutu tentang kuatitas fisik
3. Aplikasi Spesifikasi yang benar.
Struktur Spesifikasi selalu mencakup 5 hal untuk tiap jenis pekerjaan
maupun bahan, Yakni:
 Jenis pemeriksaan material
 Metode pemeriksaan
 Frekuensi pemeriksaan
 Persyaratan mutu
 Toleransi

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 51
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

C. Persetujuan atau Penolakan Pekerjaan


Pada setiap bagian pekerjaan yang sudah selesai, Konsultan akan
mengadakan metode "lnspeksi untuk menerima hasil pekerjaan" secara tepat.
Jika pekerjaan sudah dilakukan secara memuaskan dan sesuai dengan
spesifikasi dalam Dokumen Kontrak, konsultan akan membuat rekomendasi
secara resmi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Pekerjaan yang tidak dapat diterima atau tidak sesuai dengan spesifikasi, akibat
penyimpangan kualitas karena pelaksanaan yang buruk, pemakaian bahan
yang rusak, atau akibat hal lain sehingga ditolak akan diberikan catatan secara
tertutis mengenai alasan penolakan tersebut, dengan mengkoordinasikannya
kepada tim teknis dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berkaitan dengan
setiap pekerjaan Yang ditotak.
Program jaminan mutu, yang akan dilaksanakan oleh konsultan dalam
melakukan tugas dan tanggung jawabnya akan mengacu pada program
jaminan mutu yang diuraikan diatas. Oleh sebab itu dalam penanganan
proyek ini selain tenaga professional yang kualified yang akan ditugaskan,
tenaga teknis yang akan diturunkan juga adalah tenaga-tenaga yang sudah
matang dan berpengalaman di bidang tugasnya masing- masing.

Monitoring Kemajuan Pekerjaan


1. Pengendalian Jadwal Pelaksanaan
Salah satu hal yang harus dilaksanakan konsultan setelah Surat Perintah Mulai
Kerja (SMPK) adalah metakukan diskusi dengan kontraktor mengenai jadwal
pelaksanaan yang lebih terinci, untuk bersama-sama penyusun jadwal tersebut.
Berdasarkan pengalaman dalam supervisi konstruksi pada proyek yang sejenis,
konsultan menyadari benar bahwa jadwal membutuhkan evaluasi yang
berkesinambungan untuk memantau kelemahan struktur organisasi kontraktor,
metode pelaksanaan, penugasan personil, penggunaan peralatan dan lain
sebagainya.
Pada umumnya petaksanaan kontrak dibagi atas 3 periode :

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 52
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Periode satu : Rencana pelaksanaan 0 - 30 %


 Periode dua : Rencana pelaksanaan 30 - 70%
 Priode tiga : Rencana pelaksanaan 70 - 100%
Suatu proyek dikatakan kritis bila :
 Pada priode kesatu : keterlambatan > 25%
 Pada priode kedua : ketertambatan > 15 %
 Pada Periode ketiga : Fisik belum selesai.
Proyek dikategorikan terlambat bila :
 Pada priode kesatu : keterlambatan 10 - 25 %
 Pada priode kedua : keterlambatan 10 - 15 %
Untuk Proyek kritis harus dilakukan Show Cause Meeting.
Oleh sebab itu Konsultan merencanakan akan mengendalikan kemajuan
pekerjaan konstruksi dengan CPM (Criticat Path Methode) dari jadwal
pelaksanaan kerja. Dengan CPM jadwal diperbaharui berdasarkan progress
perbulan dengan Komputer. Sehingga Konsultan (Supervision Team) akan
melibatkan diri dengan semua aspek kegiatan pengendalian kemajuan kerja.
Konsultan secara periodik setiap minggu, mengevaluasi jadwal kontraktor
tentang kemajuan dari kegiatan lapangan dan langkah-langkah perbaikan
yang harus diambil untuk mengurangi keterlambatan yang dialami.
Jika diprediksi bahwa bagian pekerjaan yang kritis ( Criticat Path ) akan
tertunda, konsultan segera memfasilitasi pelaksanaan rapat khusus dengan
kontraktor dan Pimpro/Pimbagpro untuk mendiskusikan semua item pekerjaan
berhubungan dengan masalah tersebut, menunjukkan secara tepat apa
permasalahannya, memberi pengarahan bagaimana mencari jalan keluarnya
dan menginstruksikan kontraktor untuk mengambil tindakan segera. Perlu
dicatat bahwa hal ini harus diambil bukan setelah Critical Path ditunda.
2. Evaluasi Ulang Terhadap Rencana Kerja Kontraktor
Sebelum pekerjaan konstruksi, konsultan akan mengkaji ulang dan melakukan
evaluasi tentang rencana kerja kontraktor yang memperlihatkan metode
usulan dan prosedur pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 53
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Rencana kerja ini menggambarkan secara detaiL program kerja kontraktor


seperti mobilisasi, jadwat petaksanaan yang memperhitungkan lalu lintas dan
faktor keamanan, metodotogi pelaksanaan, program pengendalian mutu,
metode pengadaan dan penyimpanan material, penggunaan peralatan kerja,
organisasi kerja, sub kontraktor (jika ada) dan lain-lainnya.
Pertimbangan KonsuLtan atas rencana kerja kontraktor akan memerlukan
perhatian khusus terutama pada beberapa pokok persoalan berikut ini :
1. Metode pelaksanaan untuk mendapatkan mutu kerja sesuai dengan
spesifikasi dan syarat-syarat kontrak
2. Jadwal pelaksanaan pekerjaan secara detail dengan metode Critical Path
dan atas pertimbangan semua kegiatan item pekerjaan yang sating
berkaitan
3. Perhitungan pengendalian keselamatan, terutama keamanan latu lintas
yang ada dengan mempertimbangkan kenyamanan masyarakat
4. Mobilisasi peralatan dan personil yang memadai.
Berdasarkan hasil evaluasi di atas, konsultan akan meminta kontraktor untuk
merevisi rencana kerja dan membantu bila diperlukan. Setelah rencana kerja
tersebut diperbaiki sesuai dengan pertimbangan konsultan, walaupun tetah
disetujui. Akan tetapi tetap dikaji ulang lebih jauh diperlukan.
jika memang Konsultan juga akan mengkoordinasikan dengan kontraktor
untuk menerapkan sistem penjadwalan dan monitoring dengan menggunakan
diagram anak panah (Arrow diagram) yang menggambarkan hubungan antara
lokasi dan waktu pelaksanaan dari setiap item pekerjaan.
Setiap item pekerjaan akan dihitung berapa lama pekerjaan pada lokasi
tertentu akan dikerjakan, sumber daya peralatan dan material dan tenaga
yang menunjang pekerjaan tersebut dan keterkaitannya dengan item
pekerjaan lain. Dengan demikian Arrow diagram memungkinkan beberapa
jenis pekerjaan dapat dilakukan secara frontal tanpa saling mengganggu,
khususnya untuk optimalisasi pemakaian peralatan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 54
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

3. Perencanaan dan Koordinasi Kemajuan Jadwal CPM


Suatu metode yang efektif untuk kemajuan pekerjaan secara memuaskan, atau
bahkan untuk meningkatkannya, adalah hal yang memerlukan perhatian
terutama dari segi penjadwalan proyek dan rapat koordinasi yang diadakan
setiap Minggu (sebaiknya setiap hari Senin pagi) antara konsultan dan
kontraktor. Dalam rapat ini harus dihadiri oleh personil utama dari kedua
pihak, untuk rumusan rencana kerja selanjutnya.
Pada saat yang sama, setiap masalah yang timbul yang dapat mempengaruhi
metode CPM, akan dianalisa dengan langkah-langkah yang tepat untuk
mendapatkan pemecahannya. Dalam hal ini, sebelum diadakan rapat bersama
staf pada setiap akhir Minggu (hari sabtu) untuk membicarakan kegiatan
Minggu tersebut dan menentukan bobot kemajuan yang dicapai'
Kemudian kontraktor harus pula mempersiapkan sebuah jadwal Bar-Chart
sederhana yang memperlihatkan jadwal pekerjaan selanjutnya yang
direncanakan pada Minggu berikut dan menunjukkan Rapat Koordinasi
Mingguan pada setiap hari Senin antara konsultan dan kontraktor.
Walaupun jadwal Mingguan kontraktor bersifat sementara, namun tetap akan
membantu secara efektif konsultan maupun kontraktor di lapangan terutama
pengaturan personilnya guna menghilangkan keraguan, sehingga dapat dapat
mengakibatkan kemajuan yang lebih positif.
Sepanjang koordinasi yang baik dan terpelihara antara konsultan dan
kontraktor, maka akan memudahkan terutama dalam memperbaiki kesalahan-
kesalahan, memecahkan masalah dan menghindarkan kesalah pahaman serta
akan memungkinkan tercapainya pekerjaan yang maksimum.

4. Evaluasi Ulang Terhadap Gambar Pelaksanaan Kontraktor


Kontraktor diharuskan menyerahkan gambar petaksanaan kepada Konsultan
untuk disetujui, dimana diperlihatkan secara lengkap dan lebih rinci seluruh
bangunan/struktur yang harus dibangun sesuai Construction Plant yang
digunakan, waktu untuk pekerjaan persiapan, pemeriksaan, perbaikan dan
persetujuan gambar pelaksanaan yang bisa dipertimbangkan dan jika tidak

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 55
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

akan terjadi keterlambatan kemajuan kerja. Dengan menyadari akan hal ini,
konsultan dengan kontraktor menyusun jadwal proses gambar pelaksanaan
dan dipersiapkan untuk disetujui sesuai prioritas yang dapat mempengaruhi
critical path.

5. Memacu Keterlambatan Pekerjaan


Bila Kontraktor gagal memenuhi target dalam sesuai jadwal yang telah
disepakati sebelumnya baik akibat kelalaian kontraktor maupun akibat
permasalahan tertentu sehingga terjadi deviasi yang cukup besar, maka
konsultan akan segera mengusulkan untuk dilakukan Show Cause Meeting
(Rapat pembuktian). Untuk proyek LCB (Local Competitive Bidding) tingkatan
pelaksanaan Show Cause Meeting dilakukan sesuai deviasi keterlambatan
proyek dengan urutan tingkatan sbb :
 Keterlambatan 10 - 15 % dilakukan scM tingkat Proyek.
 Ketertarribatan 15 - 25 % dilakukan SCM tingkat Tim Teknis.
 Keterlambatan > 25 % dilakukan SCM tingkat PPK
Materi rapat Show Cause Meeting mencakup hal sebagai berikut :
 Pembuktian tentang kemungkinan / kesanggupan kontraktor bila diberi
kesempatan umtuk mengatasi keterlambatan atau masalah
 Test Case yang diperintahkan kepada kontraktor guna membuktikan
kesanggupannya dalam jangka waktu tertentu.
 Usul tindak lanjut atas hasil evaluasi test case kepada jenjang yang lebih
tinggi, sampai ke Kepala Satuan Kerja.
Keputusan akhir atas pelaksanaan Show Cause Meeting dapat berupa :
 Dilanjutkan dengan perpanjangan waktu
 Dilanjutkan tapi denda pada akhir masa kontrak apabila pekerjaan
belum terselesaikan
 Kerja sama dengan Pihak Ketiga / Three Parties Agreement (TPA ).
 For Feiture.
 Pemutusan Kontrak.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 56
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

6. Perpanjangan waktu pelaksanaan.


Dalam pelaksanaan fisik kadang-kadang dijumpai hal-hal yang sebelumnya
tidak diperhitungkan dalam penentuan waktu pelakanaan datam dokumen
kontrak, sehingga bagaimanapun upaya kontraktor untuk mengerjakan
tugasnya tetap terjadi keterlambatan dari progress yang dibuat berdasarkan
waktu pelaksanaan sesuai dengan dokumen kontrak. Untuk kasus demikian,
kontraktor akan mengajukan perpanjangan waktu dengan alasan-alasan
tertentu. Hal-hal yang layak dipertimbangkan untuk pemberian rekomendasi
perpanjangan waktu okeh konsultan adakah sebagai berikut :
 Pekerjaan tambah / kurang. Walaupun CCO yang disepakati adalah CCO
balance, namun item pekerjaan tambah yang diberikan memerlukan
waktu pelaksanaan yangl lebih lama dibanding dengan pengurangan item
pekerjaan lain sebelumnya, misalnya Penambahan kuantitas item
pekerjaan Pasangan batu atau saluran pasangan batu dengan mortar yang
dikerjakan secara manual
 Perubahan Desain. Misalnya perubahan ketebalan rabart sehingga
kuantitasnya meningkat dibanding dengan pengurangan ketebalan
 Bencana Alam. Bila terjadi bencana alam misalnya terjadi banjir, tanah
longsor dan lain-lain sehingga aktivitas kontraktor terhambat atau ada
bagian pekerjaan yang rusak yang harus diperbaiki kembali oteh
kontraktor. Bencana alam harus dibuktikan dengan pernyataan dari
Bupati / Gubernur'
 Hambatan Proyek. Proyek terhambat baik akibat "hilang" nya material
pokok dari pasaran, misatnya aspal atau semen maupun hambatan karena
pembebasan tanah di lokasi yang belum beres.
 Force Majeure. Terjadinya hal-hal yang diluar kekuasaan kedua pihak
(Kontraktor dan pemitik Proyek) misalnya : terjadi perang,
pemberontakan, perang saudara, huru-hara atau kekacauan lainnya.
Kasus ini juga harus di "back up" dengan Pernyataan dari Gubernur.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 57
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Hujan yang luar biasa. secara umum hari hujan memang sudah
diperhitungkan dalam menghitung waktu pelaksanaan dalam dokumen
kontrak, oleh sebab itu kondisi yang bisa dipertimbangkan adalah bila
hujan yang terjadi merupakan hujan yang luar biasa akibat perubahan
musim, misalnya terjadinya fenomena "El Nino" pada tahun 1997 -
1998. Curah hujan yang terjadi harus dibuktikan data pencatatan curah
hujan harian.
Prosedur pengusulan sampai persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan
dapat dikemukakan sebagai berikut :
 Kontraktor : Mengajukan usulan tertutis dengan dilengkapi alasan
perpanjangan waktu dan waktu tambahan yang dibutuhkan kepada
Pemimpin Proyek dengan tembusan Konsultan Supervisi.
 Konsultan supervisi : mempelajari usulan kontraktor dan membuat
Justifikasi teknis termasuk mengevaluasi kebutuhan waktu pelaksanaan.
 Pemimpin Proyek meminta kepada Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak
untuk membahas usulan Kontraktor.
 Panitia Peneliti melaksanakan rapat yang dihadiri oleh unsure Proyek,
Konsultan Supervisi dan Kontraktor. untuk membahas usulan kontraktor
tersebut. Panitia Peneliti memberikan rekomendasi kepada Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) mengenai usulan tersebut termasuk waktu
yang disetujui apabila perpanjangan waktu diberikan yang dituangkan
dalam Berita Acara Rapat.
 Dengan dasar tersebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPk) membuat
amandemen / addendum kontrak
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan sebelum Amandemen Kontrak diterbitkan
adalah :
 Semua jaminan (uang muka, pelaksanaan dan lain-lain) harus disesuaikan.
 Jadwal pelaksanaan fisik Curva S disesuaikan, dengan tetap
mempertahankan kemiringan curva.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 58
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Pengendalian Biaya Proyek


1. U m u m
Konsultan menyadari sepenuhnya dalam hal pengendalian semua biaya yang
berhubungan dengan proyek dan akan membuat usaha pengendalian secara
dini hingga akhir tahap konstruksi. Berbagai cara untuk meLakukan hal ini,
seperti penggunaan computer untuk pengolahan data pembiayaan,
menghindari keterlambatan kemajuan pekerjaan, mempertahankan
pekerjaan tambah kurang seminimal mungkin, dan menjamin prosedur
petaksanaan konstruksi yang pating efisien.
Dalam pengendalian biaya proyek yaitu meminimalkan biaya operasi
lapangan, menyiapkan sertifikat pembayaran secara teliti dan meyakinkan
Kontraktor dengan membayar pekerjaan yang telah dikerjakan, menyiapkan
perkiraan pekerjaan sisa secara berkala sehingga jadwaI pembayaran bisa
disesuaikan dengan taksiran kemajuan pekerjaan yang tepat, dan menjamin
bahwa pekerjaan telah diterima sesuai dengan spesifikasi.
Sebagai ringkasan, cara terbaik untuk mengendalikan biaya proyek secara
keseluruhan adalah mengoptimalkan pekerjaan yang telah selesai dan
menjamin bahwa tanggal penyelesaian kontrak dapat dicapai tanpa adanya
perpanjangan waktu.

2. Sistem Komputer untuk Pengolahan Data Pembiayaan Proyek


Menjaga data biaya proyek yang terbaru adatah bagian yang terpenting dari
supervisi konstruksi tetapi kegiatan ini menjadi sulit dan memerlukan waktu,
dengan akibatnya sering menjadikan kurang efektifnya metode ini.
Tetapi pada proyek ini Konsultan akan menggunakan system Komputer yang
bisa beroperasi dilapangan tanpa memerlukan alat penunjang yang lebih
memadai. Hal ini berarti bahwa konsultan harus dapat mengolah semua data
yang berhubungan dengan pengontrolan biaya proyek secara cermat, teliti dan
cepat.
a. Persiapan dan Pemrosesan Tagihan Kontraktor

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 59
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Sistem pembayaran yang biasa digunakan terhadap prestasi kontraktor terdiri


dari :
* Sistem Monthly Certificate ( SMC )
System Monthty certificate merupakan cara pembayaran yang terhadap
prestasi pekerjaan kontraktor setiap bulan. Oleh karena itu Kontraktor akan
mengajukan tagihan setiap bulan kepada proyek mengenai prestasi
pekerjaan yang bisa diterima baik secara kuantitas maupun kualitasnya.
Dari Pengalaman mengerjakan proyek sejenis beberapa hal yang berkaitan
dengan sistem MC ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
 Harus diajukan setiap bulan meskipun progress yang ditagihkan Rp.o.
 Diajukan setiap tanggal 25 bulan yang bersangkutan Maksimal 7 hari
setelah tanggal pengajuan sudah harus ada tanggapan, diterima ,
diperbaiki atau ditolak.
 Maksimal 10 hari setelah pengajuan SPP diajukan Ke PPK.
 Tanggal 10 bulan berikut sudah disetujui untuk dibayar.
 Bila ada perbedaan pendapat terhadap item pekerjaan yang diajukan,
MC bisa jalan terus dengan menunda item pekerjaan yang masih
bermasalah.
 Bila belum tercapai kesepakatan dapat dibayarkan 70%.
 Material On site dapat dibayarkan 80 % untuk material dan 4O %
untuk agregat dari kuantitas yang telah siap dilapangan.
 Oleh karena dalam MC digunakan sistem kumulatif maka dalam setiap
pengajuan MC terdapat potongan-potongan yang terdiri dari :
* Nilai bersih MC sebelumnya
* 10 % untuk jaminan pemeliharaan
* Angsuran uang Muka
* Pajak, denda dan lainnya
Pengajuan MC j uga ditengkapi dengan asuransi, sewa alat dan retribusi
tambang galian golongan C
 Sistem Termyn

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 60
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Termyn dibayarkan apabila prestasi kontraktor telah mencapai progress tertentu


yang tercantum dalam kontrak. Penelitian dan pemeriksaan dilakukan oleh
Direksi Teknik/Konsultan Supervisi sesuai dengan progress yang diajukan.
Maksimal 10 hari setelah pengajuan dokumen termyn, SPP sudah harus disajikan.
Konsultan akan memeriksa dan mengevaluasi hasil pengukuran material dan
opname pekerjaan yang dapat diterima dan hasil pekerjaan sesuai dalam
ketentuan Dokumen Kontrak. Metode pengukuran dan perhitungan yang
dipakai dalam menentukan jumlah material terpasang dan hasil pekerjaan yang
dapat diterima sebagaimana ditunjukkan Dokumen Kontrak.
Kegiatan ini penting, sehingga Tim konsultan dipimpin Site Manager/Team
Leader didampingi oleh Quality Engineer/Chief lnspector dengan dibantu tenaga
teknik lainnya memeriksa pengukuran hasil pekerjaan dengan teliti dan dapat
diterima Konsultan dengan cara tepat akan memeriksa pengukuran hasil pekerjaan
yang sudah disiapkan oleh kontraktor dan akan menerima sesuai jumlah
pekerjaan yang sebenarnya sesuai dengan spesifikasi. Konsultan kemudian akan
merekomendasikan Sertifikat Pembayaran Bulanan atas pekerjaan yang telah
selesai dan disetujui.
Format blanko standar yang digunakan disiapkan khusus untuk sertifikat
pembayaran bulanan yang tetah disetujui Direksi.
Jumlah pembayaran secara bertahap akan dihitung sebagaimana mestinya sesuai
dengan harga satuan dan jumlah pekerjaan yang sudah disetujui oteh
Konsultan.
Sertifikat bulanan ditanda tangani oleh konsultan dan kontraktor kemudian
Pembuat Komitmen (PPK) untuk persetujuan Pembayaran.

b. Pemeriksaan Jumlah Material Sisa dan Perkiraan Biaya Berkala


Konsultan akan mengkaji ulang dan memeriksa secara berkata pekerjaan sisa,
sehingga dapat dibuat perkiraan biaya untuk semua pekerjaan yang telah
dilaksanakan dan disampaikan kepada Direksi secara berkesinambungan tentang
keadaan perkiraan keseimbangan pekerjaan yang harus diselesaikan' Untuk hal
ini Konsultan akan menyiapkan jadwal pembayaran berdasarkan kemajuan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 61
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

pekerjaan dengan taksiran dan secara rutin diperbaharui secara berkata pula seiring
dengan kemajuan pekerjaan yang sebenarnya serta setiap perubahan jadwal
pekerjaan.

E.7.6 Pengendalian Keselamatan


Keselamatan personil adalah hal yang sangat penting dan menjadi hal yang harus
dipertimbangkan dalam setiap pekerjaan konstruksi khususnya akibat terjadinya
bangkitan lalu lintas berhubung dengan pelaksanaan Proyek ini.
Selain faktor keamanan terhadap lalu lintas, personil yang terlibat dalam
proyek juga harus diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan
terjadinya longsor pada pekerjaan galian' kemungkinan tertimbun apabila
mengerjakan galian yang tebih tinggi diatas kepala, dari bahan-bahan peledak
apabila suatu pekerjaan galian batu harus dilakukan dengan cara "blasting" dan
lain-lain sebagainya.
Hampir dalam setiap dokumen kontrak, selalu dipersyaratkan agar kontraktor
mengasuransikan keseluruhan personil yang terlibat dalam proyek. Konsultan
akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Kepala SK/Pelaksana SK agar
Kontraktor memenuhi persyaratan tersebut.
Untuk keamanan pejalan kaki akan disusun dengan suatu pertimbangan khusus,
terutama kegunaan dengan maksud datam skala besar, tanda lalu lintas dan
tanda pengatur, barikade, lampu seperti yang diperlukan malam hari dan
pengaman yang sama. Peralatan rambu yang berwarna akan digunakan untuk
lalu lintas pada lokasi yang berbahaya dan selama perjalanan jam puncak.
Beberapa galian terbuka ditutup dengan barikade yang mempunyai reflektor dan
bercahaya bila malam hari.
selama periode konstruksi, konsultan akan memberi tanda sederhana
berdasarkan pertimbangan keamanan atau daerah yang ditentukan untuk
diperbaiki keamanannya, dan kontraktor akan mengambil langkah secara tepat
termasuk memperbaharui program keamanan proyek.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 62
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

E.7.7 Pekerjaan Tambah Kurang


Walaupun pada prinsipnya bahwa perintah kerja tambah kurang tidak di
inginkan karena dapat mengakibatkan pertambahan biaya dan perpanjangan
waktu. Namun demikian konsultan harus tetap menyiapkan kemungkinan
timbulnya perubahan yang dapat saja terjadi selama periode pembangunan
jalan.
Ada dua bentuk perubahan atas pekerjaan, yakni :
change order, adalah suatu perintah tertulis yang diterbitkan oleh Kepala
SK/Pelaksana SK dengan rekomendasi Konsultan supervisi dan ditandatangani
pula oleh Kontraktor, yang menunjukkan bahwa pihak Kontraktor menerima
adanya perubahan-perubahan atas pekerjaan atau perubahan-perubahan atas
dokumen Kontrak dan persetujuannnya pada dasar pembayaran dan
penyesuaian waktu, (bila ada) untuk tujuan pelaksanaan dari perubahan itu
Addenda, adalah suatu perjanjian tertulis antara pemilik dan Kontraktor yang
mensyahkan perubahan dalam pekerjaan-pekerjaan atau Dokumen Kontrak,
yang mana terjadinya variasi dalam struktur Harga satuan Mata Pembayaran
dan diperkirakan akan menyebabkan terjadinya variasi jumlah Nilai Kontrak dan
sudah pernah dinegosiasi sebelumnya dan disepakati melalui change order.
Addenda juga harus dibuat pada saat penutupan Kontrak dan untuk semua
perubahan kontraktual atau perubahan teknis penting lainya, tanpa memandang
apakah terjadi variasi-variasi struktur Harga Satuan atau terhadap jumlah Harga
Kontrak.
Perubahan-perubahan atas pekerjaan dapat terjadi karena prakarsa dari
Konsuttan/Direksi Teknik atau prakarsa dari Kontraktor, dan persetujuannya
dilaksanakan melalui Change Order dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang
terkait dalam proyek. prosedur pendahuluan dari Change order tergantung dari
pemrakarsa, yakni :
a. Diprakarsai oleh Konsultan supervisi / Direksi Teknik
Konsultan Supervisi akan mengirim suatu pemberitahuan tertulis kepada
kontraktor yang berisi :

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 63
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

1) Uraian detail dari perubahan yang diusulkan, dan lokasi perubahan di


proyek.
2) Gambar tambahan atau revisinya dan spesifikasi, yang memuat rincian
mengenai perubahan yang diusulkan.
3) Perkiraan waktu untuk membuat perubahan.
4) Apakah usulan perubahan dapat dilaksanakan di bawah struktur Harga
satuan Mata pembayaran yang ada ataukah meruPakan penambahan
Harga Satuan atau jumtah Harga dibutuhkan untuk disepakati atau
diresmikan dalam Addendum
Pemberitahuan semacam itu hanya merupakan permintaan untuk informasi, dan
bukan suatu instruksi untuk melaksanakan perubahan, juga bukan untuk
menghentikan pekerjaan yang sedang berlangsung.
b. Diprakarsai oleh Kontraktor.
Kontraktor dapat mengajukan perubahan dengan mengirim suatu
pemberitahuan tertulis kepada Kepata SK/Pelaksana SK dengan tembusan
kepada Konsultan Supervisi mengenai :
1) Uraian detail dari usulan perubahan
2) Keterangan dan atasan membuat / mengajukan perubahan
3) Keterangan dan pengaruhnya terhadap jadwal pelaksanaan,(bila ada).
4) Keterangan tentang pengaruhnya terhadap pekerjaan dari sub kontraktor,
(bila ada).
Penjelasan detail mengenai apakah keseluruhan atau hanya sebagian dari
perubahan yang diusulkan akan dilaksanakan di bawah struktur Harga satuan
Mata pembayaran yang ada, termasuk pula dengan setiap tambahan Harga
Satuan atau Jumlah Harga yang menurut kontraktor perlu dipertimbangkan
untuk disetujui.
sebelum perubahan atas pekerjaan (change order/Addenda) didefinisifkan,
Konsultan harus membuat semacam Justifikasi teknik" terhadap setiap item
pekerjaan yang dimaksud, untuk disampaikan kepada Kepala SK/Pelaksana SK.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 64
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Kepala SK/Pelaksana SK dapat meminta pertimbangan kepada Panitia Peneliti


Pelaksanaan Kontrak untuk membahas usulan perubahan pekerjaan tersebut,
Panitia Peneliti Pelakanaan Kontrak akan merekomendasikan kepada Kepala
SK/Petaksana SK segara hal yang berkaitan dengan usulan tersebut.
Rekomendasi tersebut djadikan acuan oleh Kepala SK / pelaksana SK untuk
membuat / melaksanakan change order atau Addenda,
Pelaksanaan Change Order.
lsi dari change order akan didasarkan pada, salah satu dari :
1. Kepala SK/Pelaksana SK akan menyiapkan change order dan memberi
nomor urut
2. change order akan berisi uraian perubahan-perubahan dalam pekerjaan baik
penambahan maupun penghapusan, dengan tampiran dari dokumen
Kontrak yang direvisi seperlunya untuk menentukan perincian perubahan
itu.
3. Change order akan menetapkan dasar-dasar pembayaran dan penyesuaian
waktu yang dibutuhkan, karena adanya perubahan yang timbul/terjadi. Dan
bila diangap perlu akan menetapkan pula setiap Harga satuan tambahan atau
jumlah harga yang telah dinegosiasi sebetumnya antara Pihak proyek dan
kontraktor, yang diperlukan untuk diresmikan didalam Addendum.
4. Kepala SK/Pelaksana SK akan menandatangani dan memberi tanggal Change
Order tersebut, yang menunjukkan bahwa Kontraktor setuju atas detail di
dalam change order tersebut.

E.7.8 Pelaksanaan Addenda.


1. Isi dari " Addenda" akan didasarkan pada, salah satu dari hal berikut ini:
a. Instruksi pemilik untuk melaksanakan perubahan atas Dokumen
Kontrak, atau
b. Karena adanya perubahan kontraktual atau teknis penting,atau
c. Change order yang telah ditanda tangani atau Change order berisikan
tambahan Harga Satuan Mata Anggaran atau tambahan terhadap
jumlah harga, atau

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 65
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

d. Karena adanya perubAhan kuanlitas yang berakibat menimbulkan


variasi-variasi dalam jumtah Harga Kontrak, yang berarti merubah
jumlah harga kontrak yang telah dicantumkan sebetumnya dalam
Surat Perjanjian kontrak atau pada Addendum terdahulu, atau
2. Perhitungan kuantita akhir dan jumlah Harga Kontrak untuk Addendum
penutupan pada waktu Penutupan Kontrak.
3. Kepata SK/Pelaksana SK menyiapkan Addendum.
4. Addendum akan menguraikan setiap masalah perubahan pekerjaan
yang bersifat kontraktual, teknis atau kuantitas, baik untuk penambahan
maupun penghapusan, dengan lampiran dari dokumen Kontrak yang
direvisi sepertunya untuk menentukan perincian perubahan itu.
5. Pihak Kepala 5K dan Kontraktor bersama - sama menandatangani
Addendum ini dan menyampaikannya ke atasan langsung Kepala SK
untuk dimintakan persetujuan dan tanda tangan.

E.7.9 Klaim dan Perselisihan


1. U m u m
Konsultan akan senantiasa mengutamakan aspek musyawarah dalam
penyelesain klaim dan perselisihan dengan kontraktor, sehingga situasi
hubungan harmonis dalam pengawasan dan pola efisiensi proyek tetap
terpelihara dan ditekan untuk keseluruhan unsur terkait yaitu kontraktor,
konsultan, unsur Proyek dan Kementerian Perumahan Rakyat.
2. Proses Klaim
Jika klaim diajukan oleh kontraktor, maka konsultan akan menjaga etika
profesional dengan memberikan evaluasi yang bijaksana sesuai prosedur klaim
yang ada dalam daftar dalam perjanjian kontrak. Evaluasi dimulai dengan
review secara tetiti isi dari klaim dan keseluruhan data pendukung. Data
pendukung sangat penting, dengan demikian kontraktor harus menyerahkan
tambahan data yang lebih detail. Konsultan juga akan melihat acuan dari data
yang dapat digunakan yang dengan berbagai sistem yang digunakan untuk
klaim seperti, surat-menyurat, laporan, test/laboratorium, catatan suryey,

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 66
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

jadwal harian, dokumen kontrak, data cuaca, sertifikat pembayaran,


perhitungan lalu lintas, dokumentasi dan sebagainya.
Setetah seturuh data yang digunakan telah diperoleh, maka konsultan
membuat studi pendekatan berdasarkan kejadian yang berkaitan dengan
klaim, sehingga penetapan dapat dibuat, seperti validitas dari setiap kegiatan
klaim. Konsultan kemudian akan menyiapkan laporan detail seluruh aspek
dari klaim termasuk data pendukung, biaya/jadwal, dan hasil temuan serta
rekomendasi. Setelah laporan lengkap, maka diserahkan kepada Pinbagpro
untuk diperiksa.
Laporan konsultan tersebut, dipelajari dan dievaluasi ulang oleh Pelaksana SK
untuk selang beberapa waktu. Keputusan akan dilakukan setelah isi klaim
sebagian/seluruhnya disetujui atau ditolak, sehingga konsultan akan
menyampaikan kepada Kontraktor tentang hal yang bersangkutan secara
detail dari hasil keputusan ini.
1. Penyelesaian Perselisihan
Jika perselisihan timbul, konsultan akan (sama dengan garis besar metode
proses klaim di atas) tetap berupaya pada penyelesaian secara
musyawarah. Konsultan akan menerima penyerahan alasan perselisihan
secara tertulis dari pihak Kontraktor termasuk pertanyaan dan data
penunjang sebagai data pendukung terjadinya perselisihan tersebut.
Konsultan informasi juga yang akan senantiasa tanggap untuk melakukan
review dapat menimbulkan perselisihan dalam seluruh permasalahan,
petunjuk umum yang diberikan dalam kondisi umum kontrak diikuti
untuk menurunkan perselisihan.
Perlu juga diingatkan kepada Kontraktor mengenai hirarki kontrak dengan
urutan "kekuatan" sebagai berikut :
- Kontrak
- Adenda
- Ketentuan Umum
- Ketentuan Khusus

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 67
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

- Spesifikasi Umum
- Spesifikasi Khusus
- Daftar Kualitas dan Harga Satuan
- Gambar Rencana

E.7.10 Tahap Penyelesaian Konstruksi


Bila progress fisik sudah mencapai 97%, Kontraktor dapat mengusulkan serah
terima pekerjaan secara tertulis kepada pimpro/Pimbagpro dengan tembusan
kepada Konsultan Supervisi. Ada dua tahapan serah terima pekerjaan yakni :
A. Serah Terima Pekerjaan sementara ( Provisonal hand over / PHO).
Usulan Kontraktor akan ditindaklanjuti oleh Konsultan Supervisi dengan
memeriksa langsung kebenaran progress fisik yang diajukan oteh Kontraktor,
kemudian merekomendasikannya ke Kepala SK/Pelaksana SK bahwa
pekerjaan memang sudah sesuai dengan usulan kontraktor dan diharapkan
akan segera rampung seluruhnya (100%) pada saat pemeriksaan oleh panitia
PHO.
Berdasarkan usulan Kontraktor dan rekomendasi Konsultan Supervisi, Kepala
SK/Pelaksana SK akan meminta kepada Panitia PHO yang sudah dibentuk
sebelumnya untuk mengadakan rapat Serah Terima pekerjaan. Untuk
mempermudah pekerjaan Tim PHO nantinya, terlebih dahulu ketiga unsur
yang terkait dalam proyek tersebut, yakni unsur proyek, Konsultan Supervisi
dan Kontraktor akan melakukan pemeriksaan pendahuluan mengenai kondisi
proyek dan membuat daftar kekurangan dan ketidak sempurnaan pekerjaan
(List of defect and deficiencies).
Ketua Panitia PHO akan menanggapi surat Kepala SK/Pelaksana SK dan
membuat undangan untuk membicarakan hal tersebut.
Urutan pelakanaan PHO selanjutnya pada umumnya adalah sebagai berikut :
1. Rapat pleno I
Dalam rapat pleno l, paling tidak dibicarakan 3 hal :
a. Pembentukan Group yang biasanya terdiri dari 3 - 4 Group

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 68
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Setiap Group akan diketuai oleh salah seorang dari unsur Panitia
dengan anggota masing-masing dari unsur proyek,Konsultan Supervisi
dan kontraktor.
b. Jadwal pemeriksaan proyek, untuk menentukan :
• Mekanisme dan waktu kunjungan lapangan I (first Visit)
• Rapat Pleno ll
c. Job description masing-masing Group

2. Pemeriksaan Proyek
a. First Visit.
Group l, ll dan lll akan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan
dan mengecek serta menyesuaikan daftar kekurangan dan
ketidaksempurnaan pekerjaan yang telah dibuat sebelumnya serta
melakukan pengujian terhadap beberapa sampel yang diambil secara
acak. Sedangkan Group Administasi kantor akan memeriksa
kelengkapan administrasi proyek.
b. Rapat Group
Hasil pemeriksaan lapangan dan administrasi teknis serta pengujian
laboratorium akan didiskusikan bersama dalam oleh masing-masing
group dan dibuatkan resume hasil pemeriksaan dan usulan solusi
pemecahan masalah.
c. Rapat Pteno ll.
Dalam rapat pleno ll, Ketua masing-masing group mengemukakan hasil
rapat group yang ditanggapi oleh group lain. Berdasarkan hasil
pembahasan, rapat kemudian memutuskan untuk menerima atau
menokak serah terima pekerjaan. Bila Panitia dapat menerima hasil
pekerjaan, maka rapat kemudian membicarakan mengenai :
Menentukan batasan waktu kepada kontraktor untuk memperbaiki
segala kekurangan dan ketidaksempurnaan pekerjaan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 69
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Menentukan waktu untuk kunjungan kedua (second visit) untuk


memeriksa perbaikan yang dilakukan oleh Kontraktor
d. Second visit
Sesuai waktu yang telah disepakati datam Rapat Pleno ll, Tim PHO
akan turun kembali ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan
terhadap hasil-hasiI perbaikan yang telah dilakukan oleh Kontraktor
sesuai daftar kekurangan dan ketidaksem purnaan pekerjaan.
3. Rapat Pleno lll
Rapat ini bertujuan untuk membahas laporan hasil kunjungan kedua, Tim
PHO dan berdasarkan laporan tersebut apabila dinyatakan bahwa secara
kekurangan dan ketidaksempurnaan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai
petunjuk maka dapat dibuat Berita Acara serah terima sementara
pekerjaan.

B. Serah Terima Pekerjaan Akhir ( Final Hand Over/ FHO).


Final Hand Over dilakukan apabila masa pemeliharaan telah berakhir. Tim
FHO akan kembali meninjau keadaan proyek minimal 21 hari sebelum akhir
masa pemeliharaan. Tim PHO akan merekomendasikan kepada Kepala
SK/Pelaksana SK bahwa proyek sudah dapat diterima.
Tindak lanjut dari rekomendasi tersebut, akan dibuatkan berita acara serah
terima pekerjaan dari Kontraktor ke PPK. Selanjutnya Kepata SK / Pelaksana
SK akan menyerahkan tanggung jawab pemeliharaan dan operasional ruas
jalan yang telah diselesaikan kepada Kepala Satuan Kerja Penyediaan
Perumahan, Pusat Pengembangan Perumahan, Kementerian Perumahan
Rakyat.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 70
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

E.7.11 Koordinasi Kegiatan


1. Umum
Sehubungan dengan penyusunan rencana pelaksanaan, jika tenaga dan
peralatan tidak dengan sesuai kondisi yang telah disyaratkan, maka pekerjaan
proyek tidak akan selesai dalam pola yang terbaik.
Demikian juga bila kegiatan yang berjalan tidak dalam koordinasi yang baik,
maka tidak dapat pula dicapai hasil yang baik antara pemerintah, konsultan,
dan kontraktor. Untuk itu konsultan akan mencurahkan segala usaha
koordinasi selama dalam kegiatan proyek dengan mantap dan lancar.
Salah satu sistim terbaik untuk menjaga koordinasi yang erat adalah
mengadakan pertemuan secara teratur terutama antara konsultan dan
kontraktor, seperti pada beberapa jenis pertemuan yang secara garis besar
diuraikan di bawah ini. Perlu dipahami pula bahwa jenis pertemuan di
bawah bukanlah suatu keharusan dan ketetapan yang mengikat.

2. Pertemuan Mingguan Staf Konsultan


Jenis pertemuan ini akan diadakan pada hari Sabtu dengan para peserta
senior atau merupakan sebagai penanggung jawab, seperti Supervision
Engineer dan Quality Enginer/Chief lnspector.
Pertemuan personil akan membahas masalah penting seperti jenis
permasalahan dari kegiatan yang dibutuhkan untuk. Memecahkan
permasalahan, quality control, kemajuan, keselamatan, dan lain lain.
Konsultan akan memantau kegiatan mingguan yang telah lewat, rencana kerja
mingguan mendatang dan menyiapkan agenda untuk pertemuan mingguan
konsultan dan kontraktor, umumnya diadakan setiap hari Senin berikutnya.

3. Pertemuan Mingguan Konsultan dan Kontraktor


Seperti tetah disinggung, bahwa pertemuan ini akan lebih baik bila diadakan
pada waktu pada hari Senin yang dihadiri oleh senior tim konsultan yaitu Site
Engineer dan Project Manager dari kontraktor serta dari gugus kendali mutu.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 71
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Selama pertemuan, kontraktor harus mempresentasikan tentang rencana kerja


untuk seminggu berikutnya.
Masalah lain yang akan dibahas dan dianggap penting adalah kontrol kwalitas,
kemajuan, status/operasi peralatan, kontrol keamanan, dan masalah lain
dengan rencana yang dibuat dan cara mengoreksinya. Pada saat dimulai
pertemuan konsultan akan memberikan agenda uraian prinsip yang akan
dibahas dan setelah itu disiapkan risalah secara garis besarnya dalam
pertemuan pembagian rencana berikutnya kepada kontraktor dan pihak
lainnya. Risalah pertemuan ini terbukti sangat berguna dalam meneliti dan
mendapatkan data yang sering dibutuhkan untuk waktu mendatang.

4. Pertemuan Bulanan Direksi, Konsultan dan Kontraktor


Pertemuan ini diadakan pada akhir atau awal bulan, akan dihadiri oleh
Kepala SK, kontraktor serta beberapa staf senior yang ditunjuk dan Site
Engineer dari konsultan.
Sebelum pertemuan, konsultan akan menyiapkan agenda daftar draft point
utama yang akan dibahas secara khusus dalam hubungannya dengan masalah
kontrol kualitas, kemajuan, pengajuan rekening, keamanan hubungannya
dengan masyarakat dan lain-lain.
Selama pertemuan, jadwal CPM yang tepat dapat dipakai sebagai acuan
untuk memperlihatkan status terakhir dari kemajuan yang sedang dibuat.
Risalah pertemuan akan disiapkan oteh konsultan dan dibagikan kepada
peserta sebagai pedoman dan akan digunakan. Seperti telah diuraikan, risalah-
risalah pertemuan sering terbukti sangat penting.

5. Rapat Bulanan Konsultan dan Satker.


Setiap bulan juga Konsultan akan mengikuti Rapat Koordinasi yang
dilaksanakan oleh Satker. Rapat dimaksudkan untuk melaporkan secara
langsung ke Satker mengenai kemajuan pekerjaan lapangan, hambatan yang
ditemui, Evaluasi Kinerja Konsultan yang disampaikan oleh Kepala
SK/Pelaksana SK, Hal-hal yang menyangkut administrasi kontrak konsultan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 72
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

dan lain-lain sebagainya. Resume rapat akan dibuat oleh masing-masing SE


sebagai kelengkapan surat perjalanan Dinas dalam kaitannya dengan
penagihan invoice konsultan.

6. Jadwal Program Pelaksanaan Supervisi


Sesuai dengan uraian di atas, maka lingkup layanan jasa konsultan, sesuai
tahapan supervisi konstruksi dari pekerjaan persiapan sampai laporan
pengendalian mutu dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang dianggap perlu
(selain datam kontrak) telah tercakup di dalam bagian pendekatan dan
metodologi pelaksanaan.
Demikian juga untuk program tersebut, agar dapat terlaksana secara lancar
sesuai mekanisme yang tetah disusun, akan disertai dengan jadwal pelaksanaan.
Dengan demikian konsultan akan berusaha secara maksimal untuk menyusun
dan menyajikan suatu rencana kerja pelaksanaan supervisi dengan
memperhitungkan jangka waktu yang tersedia sesuai dengan estimasi
pelaksanaan dari untuk masing-masing item pekerjaan dan hal lainnya.

7. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Konstruksi


Petunjuk teknis yang diberikan oleh Konsultan dan petunjuk-petunjuk umum
yang diberikan oteh Kepala SK/Pelaksana SK tentang teknis pelaksanaan
pekerjaan secara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Pekerjaan Tanah
• Pekerjaan galian tanah
Pekerjaan ini harus mencakup penggatian, penanganan, dan pembuangan
dari tanah atau material lain dari badan jalan atau disekitarnya. Galian
dibagi menjadi dua macam :
a. Galian biasa
b. Galian padas
Galian biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan
sebagi galian padas, sedangkan galian padas harus mencakup galian dari
batu dengan volume 1 m3 atau lebih atau galian yang harus menggunakan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 73
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

alat bertekanan udara, pemboran atau peledakan. adapun prosedur dari


penggalian sebagai berikut:
a. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi
yang ditentukan dalam gambar.
b. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan ganguan seminimal mungkin
terhadap material dibawah dan dituar batas galian.
c. Dimana material terbuka pada garis formasi atau permukaan lapis tanah
dasar,maka meterial tersebut harus dipadatkan dengan benar atau
seluruhnya dibuang atau diganti dengan timbunan pilihan.
d. Peledakan sebagai salah satu pembongkaran padas (penggalian) hanya
dapat dilakukan bila pengunaan alat penggaruk hydrolis tidak praktis dan
harus persetujuan direksi.
2. Pekerjaan urugan
Pekerjaan uragan disini ialah pekerjaan pengambilan, pengangkutan,
penghamparan dan pemadatan tanah dasar serta urugan kembali galian.
Dalam pekerjan Pengurugan tidak boleh dilakukan pada waktu hujan dan
pemadatan urugan tidak boleh dilakukan setelah hujan atau lainnya bila
kadar air material diluar rentang yang ditentukan. Urugan secara garis
besar terbagi dua yaitu :
 urugan biasa
 urugan pilihan
Pemasangan dan pemadatan urugan dimulai dari :
a. Penyiapan tempat kerja
Sebelum pemasangan urugan yang harus dilakukan terlebih dahulu
adalah penyiapan tempat kerja dimana semua bahan yang tidak
memenuhi persyaratan harus dibuang dari lokasi pekerjaan.
b. Pemasangan urugan
Urugan harus dibawah kepermukaan yang tetah disiapkan dan disebar
merata dalam lapis yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi rabat
lapisan nantinya.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 74
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

o Sebaiknya urugan tanah diangkut langsung dari lokasi sumber materiat


ketokasi yang telah dipersiapkan dan penimbunan stok urugan
sebaiknya dihindari.
o Untuk penempatan urugan diatas atau terhadap selimut pasir atau
bahan drinase poros harus diperhatikan agar tidak terjadi
pencampuran dari dua material tersebut. Pemadatan urugan
o Langsung setelah pemasangan dan penghamparan urugan masing-
masing lapis harus dipadatkan benar-benar dengan menggunakan
alat pemadat yang memadai.
o Pemadatan dilakukan hanya bila kadar air dari material berada dalam
rentang 3% sampai lebih dari 1% dari kadar air optimum.
o Urugan padas ditutup dengan satu atau lebih lapisan setebal 20 cm
yang sanggup menutupi rongga pada bagian padas atau urugan.
o Timbunan harus dipadatkan mulai pada tepi luar dan berlanjut
kearah sumbu jalan sedemikan sehingga masing-masing bagian
menerima usaha pemadatan yang sama.

c. Pekerjaan pasangan batu


Pekerjaan pasangan batu pada jalan mencakup pekerjaan struktur yang
ditunjukkan pada gambar yang terbuat dari pasangan batu. Umumnya
pasangan batu digunakan hanya untuk struktur seperti tembok
penahan tanah, talud, pondasi gorong-gorong persegi dan tembok
kepala gorong-gorong yang konstruksinya dari pasangan batu.
Pekerjaan pasangan batu meliputi pekerjaan :
a. Persiapan
Pekerjaan persiapan meliputi pekerjaan pengukuran dan pemasangan
bouwplank dimana nantinya akan menjadi dasar untuk pelaksanaan
pekerjaan dimana dimensi dan eleavasi ditentukan. Pekerjaan
persiapan juga termasuk penyiapan meterial yang akan digunakan
,dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya. Material disini ialah batu

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 75
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

ditambah pasir dan semen (adukan) yang kesemuanya harus


memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
b. Pelaksanan Pekerjaan pasangan batu.
Pekerjaan pasangan batu dimulai dari :
o Persiapan pondasi
Pondasi pada struktur pasangan batu harus disiapkan karena
merupakan pendukung dari pasangan batu tersebut. Dasar pondasi
harus mendatar atau bertangga yang juga horisontal.
o Pemasangan batu
Sebelum memasang batu seharusnya landasan dari adukan segar
yang paling sedikit 3 cm tepatnya dipasang pada pondasi sebelum
penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama.

Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)

Pengertian K3:
Keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat alat kerja, bahan dan proses
pengolahannya, tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan
pekerjaan. Sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat, dan kematian
sebagai akibat dari kecelakaan kerja
Dasar Hukum
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja:
Yang diatur oleh Undang-Undang ini adalah keselamatan kerja dalam segala
tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun
di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.
Tujuan K3
Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan
untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktivitas nasional
Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja tersebut
Memeliharan sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 76
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Pengertian Kecelakaan Kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesengajaan)
dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun
penderitaan bagi yang mengalaminya. Sabotase atau kriminal merupakan
tindakan di luar lingkup kecelakaan yang sebenarnya.
Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja (5 K ) :
1. Kerusakan
2. Kekacauan Organisasi
3. Keluhan dan Kesedihan
4. Kelaianan dan Cacat
5. Kematian
Klasifikasi Kecelakaan
1. Menurut jenis kecelakaan :
 Terjatuh
 Tertimpa benda jatuh
 Tertumbuk atau terkena benda
 Terjepit oleh benda
 Gerakan yang melebihi kemampuan
 Pengaruh suhu tinggi
 Terkena sengatan arus listrik
 Tersambar petir
 Kontak dengan bahan-bahan berbahaya
 Lain-lain
2. Menurut sumber atau Penyebab Kecelakaan
 Dari mesin
 Alat angkut dan alat angkat
 Bahan/zat erbahaya dan radiasi
 Lingkungan kerja
3. Menurut Sifat Luka atau Kelainan : Patah tulang, memar, gegar otak, luka bakar,
keracunan mendadak, akibat cuaca, dsb Pencegahan Kecelakaan Kecelakaan
dapat dihindari dengan:

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 77
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

1. Menerapkan peraturan perundangan dengan penuh disiplin


2. Menerapkan standarisasi kerja yang telah digunakan secara resmi
3. Melakukan pengawasan dengan baik
4. Memasang tanda-tanda peringatan
5. Melakukan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat
Penanggulangan Kecelakaan
1. Penanggulangan Kebakaran
Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala di tempat yang
mengandung bahan yang mudah terbakar.
Hindarkan sumber-sumber menyala di tempat terbuka Hindari awan debu
yang mudah meledak. Perlengkapan pemadam kebakaran Alat-alat pemadam
kebakaran dan penanggulangan kebakaran terdiri dari dua jenis:
a. Terpasang tetap di tempat
1. Pemancar air otomatis
2. Pompa air
3. Pipa-pipa dan slang untuk aliran air
4. Alat pemadam kebakaran dengan bahan kering CO2 atau busa
Alat-alat pemadam kebakaran jenis 1-3 digunakan untuk penanggulangan
kebakaran yang relatif kecil, terdapat sumber air di lokasi kebakaran dan lokasi
dapat dijangkau oleh peralatan tersebut. Sedangkan alat jenis ke-4 digunakan jika
kebakaran relatif besar, lokasi kebakaran sulit dijangkau alat pemadam, atau tidak
terdapat sumber air yang cukup, atau terdapat instalasi atau peralatan listrik, dan
atau terdapat tempat penyimpanan cairan yang mudah terbakar.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 78
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Gambar (a) menunjukkan rumah (almari) tempat penyimpanan peralatan


pemadam kebakaran. Disebelah kiri adalah tempat gulungan pipa
untuk aliran air, sedangkan di sebelah kanan berisi alat pemadam
kebakaran yang dapat dibawa. Alat jenis ini bisa berisi bahan
pemadam kering atau busa. Gambar (b) adalah alat pemadam
kebakaran jenis pompa air. Alat ini biasanya dipasang di pinggir
jalan dan gang antar rumah di suatu komplek perumahan. Jika
terjadi kebakaran di sekitar tempat tersebut, mobil kebakaran akan
mengambil air dari alat ini. Air akan disemprotkan ke lokasi
kebakaran melalui mobil pemadam kebakaran. Gambar (c) adalah
alat pemadam kebakaran jenis pemancar air otomatis. Alat ini
biasanya dipasang di dalam ruangan. Elemen berwarna merah
sebagai penyumbat air yang dilapisi kaca khusus. Jika terjadi
kebakaran di sekitar atau di dalam ruangan, maka suhu ruangan
akan naik. Jika suhu udara di sekitar alat tersebut telah mencapai
tingkat tertentu (800) kaca pelindung elemen penyumbat akan
pecah dan secara otomatis air akan terpancar dari alat tersebut.

b. Dapat bergerak atau dibawa


Alat ini seharusnya tetap tersedia di setiap kantor bahkan rumah
tangga. Pemasangan alat hendaknya di tempat yang paling mungkin
terjadi kebakaran, tetapi tidak terlalu dekat dengan tempat
kebakaran dan mudah dijangkau saat terjadi kebakaran. Cara
menggunakan alat-alat pemadam kebakaran tersebut dapat dilihat
pada label yang terdapat pada setiap jenis alat. Setiap produk
mempunyai urutan cara penggunaan yang berbeda-beda. Jika terjadi
kebakaran di sekitar lingkungan kerja, segera lapor ke Dinas
Kebakaran atau kantor Polisi terdekat. Bantulah petugas pemadam
kebakaran dan polisi dengan membebaskan jalan sekitar lokasi

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 79
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

kebakaran dari kerumunan orang atau kendaraan lais selain


kendaraan petugas kebakaran dan atau polisi.

2. Penanggulangan Kebakaran Akibat Instalasi Listrik dan Petir Buat instalasi listrik
sesuai dengan aturan yang berlaku Gunakan sekering/MCB sesuai dengan
ukuran yang diperlukan Gunakan kabel yang berstandar keamanan yang baik
Ganti kabel yang telah usang atau acat pada instalasi atau peralatan listrik lain
Hindari percabangan sambungan antar rumah Lakukan pengukuran
kontinuitas penghantar, tahanan isolasi, dan tahanan pentanahan secara
berkala Gunakan instalasi penyalur petir sesuai standar
3. Penanggulangan Kecelakaan di dalam Lift Pasang rambu-rambu dan petunjuk
yang mudah dibaca oleh pengguna jika terjadi keadaan darurat Jangan
memberi muatan lift melebihi kapasitasnya Jangan membawa sumber api
terbuka di dalam lift Jangan merokok dan membuang puntung rokok di dalam
lift Jika terjadi pemutusan aliran listrik, maka lift akan berhenti di lantai
terdekat dan pintu lift segera terbuka sesaat setelah berhenti. Segera keluar dari
lift dengan hati-hati
4. Penanggulangan Kecelakaan terhadap Zat Berbahaya Zat berbahaya adalah
bahan-bahan yang selama pembuatannya, pengolahannya, pengangkutannya,
penyimpanannya dan penggunaannya menimbulkan iritasi, kebakaran,
ledakan, korosi, mati lemas, keracunan dan bahaya-bahaya lainnya terhadap
gangguan kesehatan orang yang bersangkutan dengannya atau menyebabkan
kerusakan benda.
Jenis-jenis bahan yang membahayakan :
1. Bahan- bahan eksplosif
Adalah bahan yang mudah meledak. Ini merupakan bahan yang paling
berbahaya. Bahan ini bukan hanya bahan peledak, tetapi juga semua bahan
yang secara sendiri atau dalam campuran tertentu jika mengalami
pemanasan, kekerasan atau gesekan akan mengakbatkan ledakan yang

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 80
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

biasanya diikuti dengan kebakaran. Contoh: garam logam yang dapat


meledak karena oksidasi diri, tanpa pengaruh tertentu dari luar
2. Bahan-bahan yang mengoksidasi
Bahan ini kaya oksigen, sehingga resiko kebakaran sangat tinggi.
3. Bahan-bahan yang mudah terbakar
Tingkat bahaya bahan-bahan ini ditentukan oleh titik bakarnya. Makin
rendah titik bakarnya makin berbahaya
4. Bahan-bahan beracun
bahan ini bisa berupa cair, bubuk, gas, uap, awan, bisa berbau dan tidak
berbau. Proses keracunan bisa terjadi karena tertelan, terhirup, kontak
dengan kulit, mata dan sebagainya. Contoh: NaCl bahan yang digunakan
dalam proses pembuatan PCB. Bahan ini seringkali akan menimbulkan
gatal-gatal bahkan iritasi jika tersentuh kulit
5. Bahan korosif
Bahan ini meliputi asam-asam, alkali-alkali, atau bahan-bahan kuat lainnya
yang dapat menyebabkan kebakaran pada kulit yang tersentuh
6. Bahan-bahan radioaktif
Bahan ini meliputi isotop-isotop radioaktif dan semua persenyawaan yang
mengandung bahan radioaktif. Contoh: cat bersinar Tindakan Pencegahan
Pemasangan label dan tanda peringatan Pengolahan, pengangkutan dan
penyimpanan harus sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada
Simpanlah bahan-bahan berbahaya di tempat yang memenuhi syarat
keamanan bagi penyimpanan bahan tersebut.
Simbol-Simbol Tanda Bahaya

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 81
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Pendekatan Keselamatan Lain


a) Perencanaan
Keselamatan kerja hendaknya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan
berdirinya organisasi (sekolah, kantor, industri, perusahaan). Hal-hal yang perlu
diperhitungkan antara lain: lokasi, fasilitas penyimpanan, tempat pengolahan,
pembuangan limbah, penerangan dan sebagainya
Ketatarumahtanggaan yang baik dan teratur: menempatkan barang-barang di
tempat yang semestinya, tidak menempatkan barang di tempat yang digunakan
untuk lalu lintas orang dan jalur-jalur yang digunakan untuk penyelamatan darurat
Menjaga kebersihan lingkungan dari bahan berbahaya, misalnya hindari tumpahan
oli pada lantai atau jalur lalu lintas pejalan kaki
Pakaian Kerja Hindari pakaian yang terlalu longgar, banyak tali, baju berdasi, baju
sobek, kunci/ gelang berantai, jika anda bekerja dengan barabg-barang yang
berputar atau mesin-mesin yang bergerak misalnya mesin penggiling, mesin pintal
Hindari pakaian dari bahan seluloid jika anda bekerja dengan bahan-bahan yang
mudah meledak atau mudah terbakar
b) Peralatan Perlindungan Diri
Dalam bidang konstruksi, ada beberapa peralatan yang digunakan untuk
melindungi seseorang dari kecelakaan ataupun bahaya yang kemungkinan bisa
terjadi dalam proses konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh seseorang yang
bekerja dalan suatu lingkungan konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh
seseorang yang bekerja dalam suatu lingkungan konstruksi. Namun tidak banyak
yang menyadari betapa pentingnya peralatan-peralatan ini untuk digunakan.
Kesehatan dan keselamatan kerja adalah dua hal yang sangat penting. Oleh
karenanya, semua perusahaan kontraktor berkewajiban menyediakan semua
keperluan peralatan/ perlengkapan perlindungan diri atau personal protective
Equipment(PPE) untuk semua karyawan yang bekerja, yaitu :
1. Pakaian Kerja
Tujuan pemakaian pakaian kerja adalah melindungi badan
manusia terhadap pengaruh-pengaruh yang kurang sehat atau

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 82
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

yang bisa melukai badan. Megingat karakter lokasi proyek konstruksi yang pada
umumnya mencerminkan kondisi yang keras maka selayakya pakaian kerja yang
digunakan juga tidak sama dengan pakaian yang dikenakan oleh karyawan yang
bekerja di kantor. Perusahaan yang mengerti betul masalah ini umumnya
menyediakan sebanyak 3 pasang dalam setiap tahunnya.
2. Sepatu Kerja
Sepatu kerja (safety shoes) merupakan perlindungan terhadap kaki.
Setiap pekerja konstruksi perlu memakai sepatu dengan sol yang
tebal supaya bisa bebas berjalan dimana-mana tanpa terluka oleh
benda-benda tajam atau kemasukan oleh kotoran dari bagian
bawah. Bagian muka sepatu harus cukup keras supaya kaki tidak terluka kalau
tertimpa benda dari atas.
5. Kacamata Kerja
Kacamata pengaman digunakan untuk melidungi mata dari
debu kayu, batu, atau serpih besi yang beterbangan di tiup
angin. Mengingat partikel-partikel debu berukuran sangat kecil
yang terkadang tidak terlihat oleh mata. Oleh karenanya mata
perlu diberikan perlindungan. Biasanya pekerjaan yang membutuhkan kacamata
adalah mengelas.
6. Sarung Tangan

Sarung tanga sangat diperlukan untuk beberapa jenis pekerjaan.


Tujuan utama penggunaan sarung tangan adalah melindungi
tangan dari benda-benda keras dab tajam selama menjalankan
kegiatannya. Salah satu kegiatan yang memerlukan sarung tangan adalah
mengangkat besi tulangan, kayu. Pekerjaan yang sifatnya berulang seperti
medorong gerobag cor secara terus-meerus dapat mengakibatkan lecet pada
tangan yang bersentuhan dengan besi pada gerobag.
5. Helm

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 83
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Helm (helmet) sangat pentig digunakan sebagai pelindug


kepala, dan sudah merupakan keharusan bagi setiap pekerja
konstruksi untuk mengunakannya dengar benar sesuai
peraturan. Helm ini diguakan untuk melindungi kepala dari
bahaya yang berasal dari atas, misalnya saja ada barang, baik peralatan atau
material konstruksi yang jatuh dari atas. Memang, sering kita lihat kedisiplinan
para pekerja untuk menggunakannya masih rendah yang tentunya dapat
membahayakan diri sendiri.
6. Sabuk Pengaman
Sudah selayaknya bagi pekerja yang melaksanakan kegiatannya
pada ketinggian tertentu atau pada posisi yang membahayakan
wajib mengenakan tali pengaman atau safety belt. Fungsi utama
talai penganman ini dalah menjaga seorang pekerja dari
kecelakaan kerja pada saat bekerja, misalnya saja kegiatan erection baja pada
bangunan tower.
7. Penutup Telinga
Alat ini digunakan untuk melindungi telinga dari bunyi-bunyi yang
dikeluarkan oleh mesin yang memiliki volume suara yang cukup
keras dan bising. Terkadang efeknya buat jangka panjang, bila
setiap hari mendengar suara bising tanpa penutup telinga ini.
8. Masker
Pelidung bagi pernapasan sangat diperlukan untuk pekerja
konstruksi mengingat kondisi lokasi proyek itu sediri. Berbagai
material konstruksi berukuran besar sampai sangat kecil yang
merupakan sisa dari suatu kegiatan, misalnya serbuk kayu sisa dari
kegiatan memotong, mengampelas, mengerut kayu.
9. Tangga
Tangga merupakan alat untuk memanjat yang umum digunakan.
Pemilihan dan penempatan alat ini untuk mecapai ketinggian
tertentu dalam posisi aman harus menjadi pertimbangan utama.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 84
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Tanda-tanda keselamatan di tempat kerja.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 85
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

E.8 Kegiatan Konsultan Perencana Konstruksi Pada Tahap Pasca Konstruksi


Kegiatan Konsultan Perencana Konstruksi pada tahapan ini secara garis besar
meliputi :
1. Melakukan pemeriksaan akhir pekerjaan (final opname)
2. Melakukan pengujian operasional (operational running test)
3. Memeriksa as built drawing yang dibuat oleh kontraktor
4. Bersama konsultan perencana menyusun petunjuk penggunaan dan
pemeliharaan bangunan.
5. Membantu pengelola proyek melakukan serah terima pekerjaan dan
menyusun berita acara serah terima pekerjaan.
6. Membantu pengelola proyek menyusun kelengkapan dokumen
bangunan, meliputi :
A. DOKUMEN PEMBANGUNAN
Setiap bangunan gedung harus memiliki dokumen pembangunan yang
terdiri atas: Dokumen Perencanaan, Izin Mendirikan Bangunan,
Dokumen Pelelangan, Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi, dan As
Built Drawings, hasil uji coba/test run operational, dan Sertifikat
Penjaminan atas Kegagalan bangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 86
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Gambar : kegiatan pada Tahap Pasca – Konstruksi

Konstruksi Fisik Selesai


100 %

Perbaika
Dihadiri oleh :
Test Run Operational : • Kementrian Pekerjaan Umum
• Electrical System Direktorat Jendral Cipta Karya
• Plumbing System Satuan kerja pengembangan
permukiman lampung
• Fire Fighting System
• Pemerintah Kota / Kabupaten
• Pengelola Proyek
Perbaika • Kontraktor
• Konsultan Perencanaan
Konstruksi
• Konsultan Perencana

Dihadiri oleh :
Pemeriksaan Akhir I • Pengelola Proyek
• Kontraktor
• Konsultan Perencanaan
Konstruksi
• Konsultan Perencana

• Berita Acara Penyerahan


Perbaika Pertama
• Pembuatan As Built
Drawing
• Penyusunan Kelengkapan
Dokumen Bangunan

Masa Pemeliharaan

Dihadiri oleh :
• Pengelola Proyek
Pemeriksaan Akhir II • Kontraktor
• Konsultan Perencanaan
Konstruksi
• Konsultan Perencana
• Berita Acara Penyerahan
Kedua
• Dokumen bangunan telah
lengkap

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB E - 87
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

F
RENCANA KERJA

F. RENCANA KERJA
F.1 Rencana Pembagian Tugas
Pembagian tugas konsultan Manajemen Konstruksi secara garis besar
didasarkan atas :
1. Tugas secara fungsional dan hirarkis struktural
2. Tugas secara area/lokasi pekerjaan

F.2 Pembagian Tugas Fungsional dan Struktural


Prinsipnya, secara struktural tugas Manajemen Konstruksi dilakukan secara
berjenjang (hirarkis). Pembagian tugas ini bersifat garis komando, yang
menunjukkan adanya perbedaan struktur hirarkis, baik dalam peran dan
tanggungjawab pada masing-masing tingkatan tenaga ahli, seperti yang
dijelaskan pada diagram 5.1.

Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, tugas Manajemen Konstruksi terhadap


Managemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat secara fungsional terbagi atas :
1. Manajemen Konstruksi pekerjaan struktur , prasarana dasar dan arsitektur.
2. Manajemen Konstruksi pekerjaan mekanikal dan elektrikal dan utilitas
gedung Pembagian tugas secara fungsional didasarkan atas tipe pekerjaan
seperti diuraikan diatas, sesuai dengan tugas-tugas tersebut, komposisi

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 1
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

tenaga ahli konsultan Manajemen Konstruksi yang akan dimobilisasi untuk


pekerjaan ini adalah :
A. TENAGA AHLI
1. Team Leader
Tugas dan Urian Team Leader adalah sebagai berikut :
 Memimpin Team dalam melaksanakan Supervisi konstruksi
pembangunan
 Melakukan Inspeksi secara teratur dilokasi pekerjaan dan melakukan
monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan- perbaikan
agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan
persyaratan yang berlaku
 Memberikan pengertian dan pemahaman yang benar kepada
kontraktor tentang spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak
 Merinci dan menjelaskan pekerjaan secara teknis sehubungan dengan
kontrak Change Order/Addendum
 Membuat persyaratan penerimaan “Acceptance” atau penolakan
“Rejection” bahan, material, alat dan produk pekerjaan
 Melakukan pemantauan secara ketat atas prestasi kontraktor dan segera
melaporkan kepada Pelaksana Kegiatan Fisik apabila kemajuan
pekerjaan ternyata mengalami kelambatan lebih dari 10% dari rencana.
Membuat saran-saran penanggulangan serta pemecahan masalah
 Melakukan pengecekan secara cermat terhadap semua pengukuran
pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran
akhir pekerjaan.
 Menyusun laporan pendahuluan, laporan bulanan supervisi konstruksi,
dan laporan akhir, laporan keuangan dan menyerahkan kepada
Pelaksana Kegiatan dalam betuk hard copy dan soft copy didalam
CD/DVD RW

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 2
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Menandatangani semua dokumen yang menjadi tugas dan tanggung


jawabnya, seperti halnya MC kontraktor, gambar-gambar kerja dan
perhitungan-perhitungan konstruksi lainnya

2. Ahli Arsitektur
Tugas dan Urian Ahli Arsitektur adalah sebagai berikut :
 Memberikan bantuan pengawasan kapada para KPA dan PPK
 Melakukan koordinasi dan komunkasi dengan peyelenggaraan program
Pembangunan Proyek pekerjaan pengawasan
 Bersama-sama kontraktor Membantu proyek menyiapkan soft drawing
dan as-buld drawing .
 Memantau peyampaian pelaporan pembangunan kepada team leader
 Melakukan konsolidasi laporan penanggung jawab kegiatan dan
pengawas bangunan dalam setiap bulannya.
 Memberikan saran penanganan apabila ada permasalahan, serta
alternatif tindak lanjut penangananya kepada penyelenggara kegiatan
di lapangan ;
 Memberikan dukungan teknis, menajemen kepada pengawas
bangunan.
 Melakukan dokumentasi foto-foto pelaksanaan

3. Ahli Sipil Struktur


Tugas dan Urian Ahli Sipil Struktur adalah sebagai berikut :
 Melakukan koordinasi dengan konsultan supervisi dalam monitoring
pelaksanaan konstruksi.
 Mengadakan kunjungan berkala ke lokasi proyek wilayah Konsultan.
 Bertanggung jawab dalam memeriksa kemajuan dan standar dari
konstruksi serta memberikan bantuan teknis bagi Pengawasan
Konstruksi.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 3
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Bertanggung jawab terhadap pekerjaan struktur dan pekerjaan


infrastruktur Perpipaan dan Konstruksi Bangunan Air serta mengkaji
ulang detail perencanaan struktur dan pengawasan.
 Melakukan monitoring uji coba kekuatan struktur.
 Bertugas memonitoring dan evaluasi desain yang ada
 Memberi nasehat teknik sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknik
dan melakukan pengawasan serta koordinasi dengan konsultan
supervise dalam mengevaluasi dan menganalisa pekerjaan konstruksi
 Bertanggung jawab terhadap monitoring konstruksi
 Merekomendasikan pembuatan shop drawing.
 Menyiapkan dan membuat laporan serta rekomendasinya

B. ASISTEN TENAGA AHLI


1. Asisten Ahli Arsitektur
Tugas dan Urian Asisten Ahli Arsitektur adalah sebagai berikut :
 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengolah data – data perkembangan
progress lapangan harian secara kualitatif maupun kuantitatif untuk
disusun dalam bentuk laporan mingguan dan bulanan Mendampingi
Ahli Arsitektur dalam rapat - rapat evaluasi harian atau mingguan;
 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi
Rencana Desain Arsitektur yang dihasilkan oleh Perencana Arsitektur;
 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi
Gambar Shop Drawing Arsitektur yang diajukan oleh Kontraktor;
 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi
Gambar AsBuilt Arsitektur yang diajukan oleh Kontraktor;
 Berkoordinasi dengan inspektor/pengawas arsitektur dalam pelaksanaan
pengawasan harian pekerjaan arsitektur di lapangan;
 Melakukan koordinasi antar bidang/disiplin secara internal dalam
organisasi tim konsultan MK;

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 4
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Bertanggung jawab atas sistem pelaporan kemajuan pekerjaan di


lapangan untuk bidang Arsitektur Bangunan

2. Asisten Ahli Struktur


Tugas dan Tanggung jawab Asisten Ahli Struktur Adalah Sebagai Berikut:
 Membantu Ahli Struktur dalam mengolah data – data perkembangan
progress lapangan harian secara kualitatif maupun kuantitatif untuk
disusun dalam bentuk laporan mingguan dan bulanan Mendampingi
Ahli Struktur dalam rapat - rapat evaluasi harian maupun mingguan;
 Membantu Ahli Struktur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Rencana
Desain Struktur yang dihasilkan oleh Perencana Struktur;
 Membantu Ahli Struktur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Gambar
Shop Drawing Struktur yang diajukan oleh Kontraktor;
 Membantu Ahli Struktur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Gambar
AsBuilt Drawing Struktur yang diajukan oleh Kontraktor;
 Berkoordinasi dengan inspektor/pengawas struktur dalam pelaksanaan
pengawasan harian pekerjaan struktur di lapangan;
 Melakukan koordinasi antar bidang/disiplin secara internal dalam
organisasi tim konsultan MK;
 Bertanggung jawab atas sistem pelaporan kemajuan pekerjaan di
lapangan untuk bidang Struktur Bangunan

C. TENAGA PENUNJANG
1. Pengawas Lapangan
2. CAD Drafter
3. Sekretaris Umum/ Administrasi
Ketiga tenaga ahli tersebut merupakan tenaga ahli inti (profesional staff),
masing-masing tenaga ahli akan bertanggungjawab sesuai dengan fungsinya .
Ketiga fungsi keahlian tersebut secara hirarki tidak memiliki perbedaan
struktural, hubungan kerja diantaranya bersifat koordinatif, lihat diagram 5.2.
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 5
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Gambar 5.1 Struktur Hirarki Konsultan Manajemen Konstruksi


Peran dan Tanggungjawab Posisi

Tahap Pra-Konstruksi Ketua Tim


 Kontrol shop drawing
 Kaji ulang rencana kerja kontraktor
 Kontrol penyusunan revisi rencana kerja
 Persetujuan (approval) revisi rencana kerja
Tahap Konstruksi
 Check Quality bahan / material yang akan digunakan
 Check dokumen work request kontraktor
 Persetujuan pelaksanaan pekerjaan
 Kontrol bahan / material yang ada dilapangan
 Kontrol metode pelaksanaan pekerjaan
 Kontrol kemajuan pelaksanaan pekerjaan
 Final Approval untuk perbaikan pekerjaan
 Penyusunan laporan kemajuan bulanan (monthly progress
report)
Tahap Pasca - Konstruksi
 Kontrol pengukuran pekerjaan terpasang
 Kontrol Pengujian Akhir Lapangan (Final Field Test)
 Verifikasi kemajuan pekerjaan
 Penyusunan berita acara kemajuan pekerjaan
 Sertifikasi pembayaran (payment certification)
 Kontrol penyusunan As Built Drawing
 Penyusunan kelengkapan dokumen gedung
 Penyusunan laporan akhir (final report)

Tahap Pra - Konstruksi Tenaga Ahli


 Kontrol shop drawing 1. Ahli Arsitektur
 Kaji ulang rencana kerja kontraktor 2. Asisten Ahli Arsitektur
 Kontrol penyusunan revisi rencana kerja 3. Ahli Sipil
4. Asisten Ahli Struktur
Tahap Konstruksi
 Check Quality bahan / material yang akan digunakan
 Check dokumen work request kontraktor
 Kontrol bahan / material yang ada dilapangan
 Kontrol metode pelaksanaan pekerjaan
 Kontrol kemajuan pelaksanaan pekerjaan
 Usulan perbaikan pekerjaan
 Penyusunan laporan kemajuan mingguan (weekly progress
report)
Tahap Pasca – Konstruksi
 Kontrol pengukuran pekerjaan terpasang
 Kontrol Pengujian Akhir Lapangan (Final Field Test)
 Verifikasi kemajuan pekerjaan
 Kontrol penyusunan As Built Drawing
 Bantuan penyusunan kelengkapan dokumen gedung

Tahap Konstruksi Tenaga Pengawas Lapangan


 Kontrol bahan / material yang ada dilapangan 1. Pengawas Lapangan
 Kontrol metode pelaksanaan pekerjaan
 Pencatatan kegiatan harian (daily report)
Tahap Pasca Konstruksi
 Kontrol pengukuran pekerjaan terpasang
 Kontrol Pengujian Akhir Lapangan (Final Field Test)

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 6
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Gambar Lingkup tugas fungsional Tenaga Ahli Manajemen Konstruksi Gedung

KETUA TIM / MANAJER


KONSTRUKSI

Tenaga Ahli T. Sipil/ Arsitektur Tenaga Ahli Sipil

 Meliputi pekerjaan tanah (stripping, grading,  Pekerjaan penutup beton (plesteran)  Sistem Distribusi Tenaga Listrik (Power
cutting, soil improvement)  Floor harderner Distribution System), termasuk stand - by
 Pekerjaan jalan dan lahan parkir  Pekerjaan kayu non struktural engine system
 Pekerjaan drainase  Pekerjaan beton non struktural  Lighting dan socket outlet system
 Pekerjaan struktur pondasi  Pekerjaan logam non struktural  Sistem alarm dan deteksi asap dan kebakaran
 Pekerjaan sloof beton.  Pekerjaan ubin (tile works), granit dan  Sistem telekomunikasi
 Pekerjaan upper structure, meliputi kolom, keramik.  Sistem penangkal petir
balok, dan pelat, utamanya adalah pekerjaan  Pekerjaan pemasangan pintu dan jendela  Sistem tata suara
beton (reinforced concrete) (steel , aluminium, tempered glass, dan  Sistem ventilasi dan ducting works
 Pekerjaan struktur atap (Roof structure work), reflective glass)  Sistem transportasi dalam bangunan (lift /
utamanya adalah pekerjaan rangka kayu atau  Pekerjaan pengecatan (painting) elevator) jika ada
rangka baja  Pekerjaan lansekaping  Sistem air conditioning
 Sistem penyediaan air bersih (water supply
system)
 Sistem drainase internal, pembuangan air kotor
(waste water), air tanah dan sistem penetralan
air kotor.
 Sistem penyediaan gas LPG
 Sistem hidrant dan alarm kebakaran

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 7
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

F.3 Pembagian Tugas Berdasarkan Lokasi/Zona Pekerjaan


Tujuan dari pembagian tugas berdasarkan area/zona pekerjaan adalah untuk
mengestimasi kebutuhan jumlah tenaga ahli Manajemen Konstruksi.
Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, Tenaga Ahli Profesional jumlahnya telah
ditentukan yaitu masing – masing :

1. Team Leader : 1 orang


2. Ahli Arsitektur : 1 orang
3. Ahli Sipil : 1 orang

Masing – masing tenaga ahli sesuai dengan fungsinya akan bertanggungjawab


terhadap seluruh area/wilayah cakupan pekerjaan,

Untuk Tenaga Pengawas Lapangan konsultan merencanakan pembagian area


tugas dengan pendekatan sebagai berikut :
a. Pengawas lapangan Pekerjaan Sipil
Pengawas lapangan pekerjaan Sipil akan dibagi berdasarkan fungsi dari
keahliannya sebaia pengawasa pekerjaan struktur.
b. Pengawas Lapangan Pekerjaan Arsitektur
Pengawas lapangan pekerjaan Arsitektur akan dibagi berdasarkan fungsi
dari keahliannya sebagai pengawas pekerjaan arsitektur.

F.4 Organisasi dan Jadual Rencana Kerja


Organisasi Konsultan Manajemen Konstruksi
Berdasarkan pembagian tugas personil konsultan Manajemen Konstruksi
seperti yang telah dijelaskan diatas, rencana struktur organisasi konsultan
Manajemen Konstruksi adalah sebagai berikut :

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 8
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Struktur Organisasi Konsultan Manajemen Konstruksi

Ketua Tim /
Penanggungjawab (1)

♦ Drafter CAD (1)

Ahli Sipil (1)


Ahli T. Sipil/
Arsitektur (1)

Pengawas Lapangan

F.5 Jadwal Kegiatan dan Penugasan Personil Konsultan Manajemen Konstruksi


Sesuai dengan Kerangka Acuan kerja, lingkup pekerjaan konsultan manajemen
Konstruksi meliputi tahapan :
• Tahap Perencanaan
• Tahap Pelelangan Konstruksi Fisik
• Tahap Konstruksi

Jadwal rencana kegiatan pada masing – masing tahapan tersebut dapat dilihat
pada gambar 5.4.

Berdasarkan pembagian tugas personil konsultan Manajemen Konstruksi


seperti yang telah dijelaskan diatas dan perkiraan jadual konstruksi
pembangunan gedung, jadual penugasan konsultan Manajemen Konstruksi
dapat dilihat pada gambar 5.5 berikut.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 9
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

G
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

G. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 10
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

H
TENAGA AHLI DAN
TANGGUNG JAWABNYA

H. TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWABNYA


Untuk mendapatkan hasil kerja pengawasan yang optimal, diperlukan koordinasi
team yang baik, untuk itu perlu diberikan tugas dan tanggung jawab yang jelas pada
setiap personal sesuai dengan kedudukan kapasitas kerja sehingga tidak terjadi
kesenjangan dan tumpang tindih dalam melaksanakan tugas.
Hal ini perlu mengingat prosedur dan mekanisme kerja yang tejadi dengan pihak-
pihak yang terlibat cukup banyak. Sehingga terjalin kerjasama yang harmmonis
dengan semua pihak.
Adapun tugas dari masing-masing personal sesuai dengan jabatanya aadalah sebagai
berikut ;
A. TENAGA AHLI
1. Team Leader
Tugas dan Urian Team Leader adalah sebagai berikut :
 Memimpin Team dalam melaksanakan Supervisi konstruksi pembangunan
dermaga dan sandar ponton di Pelabuhan Kabil untuk disesuaikan dengan
maksud dan tujuan Masterplan Pelabuhan
 Melakukan Inspeksi secara teratur dilokasi pekerjaan dan melakukan
monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan- perbaikan agar
pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan
yang berlaku

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 11
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Memberikan pengertian dan pemahaman yang benar kepada kontraktor


tentang spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak
 Merinci dan menjelaskan pekerjaan secara teknis sehubungan dengan
kontrak Change Order/Addendum
 Membuat persyaratan penerimaan “Acceptance” atau penolakan
“Rejection” bahan, material, alat dan produk pekerjaan
 Melakukan pemantauan secara ketat atas prestasi kontraktor dan segera
melaporkan kepada Pelaksana Kegiatan Fisik apabila kemajuan pekerjaan
ternyata mengalami kelambatan lebih dari 10% dari rencana. Membuat
saran-saran penanggulangan serta pemecahan masalah UNA PATRIA Air
Limbah Mataram
 Melakukan pengecekan secara cermat terhadap semua pengukuran
pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran
akhir pekerjaan.
 Menyusun laporan pendahuluan, laporan bulanan supervisi konstruksi, dan
laporan akhir, laporan keuangan dan menyerahkan kepada Pelaksana
Kegiatan dalam betuk hard copy dan soft copy didalam CD/DVD RW
 Menandatangani semua dokumen yang menjadi tugas dan tanggung
jawabnya, seperti halnya MC kontraktor, gambar-gambar kerja dan
perhitungan-perhitungan konstruksi lainnya

2. Ahli Arsitektur
Tugas dan Urian Ahli Arsitektur adalah sebagai berikut :
 Memberikan bantuan pengawasan kapada para KPA dan PPK
 Melakukan koordinasi dan komunkasi dengan peyelenggaraan program
Pembangunan Proyek pekerjaan pengawasan
 Bersama-sama kontraktor Membantu proyek menyiapkan soft drawing dan
as-buld drawing .
 Memantau peyampaian pelaporan pembangunan kepada team leader

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 12
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Melakukan konsolidasi laporan penanggung jawab kegiatan dan pengawas


bangunan dalam setiap bulannya.
 Memberikan saran penanganan apabila ada permasalahan, serta alternatif
tindak lanjut penangananya kepada penyelenggara kegiatan di lapangan ;
 Memberikan dukungan teknis, menajemen kepada pengawas bangunan.
 Melakukan dokumentasi foto-foto pelaksanaan

3. Ahli Sipil Struktur


Tugas dan Urian Ahli Sipil Struktur adalah sebagai berikut :
 Melakukan koordinasi dengan konsultan supervisi dalam monitoring
pelaksanaan konstruksi.
 Mengadakan kunjungan berkala ke lokasi proyek wilayah Konsultan.
 Bertanggung jawab dalam memeriksa kemajuan dan standar dari konstruksi
serta memberikan bantuan teknis bagi Pengawasan Konstruksi.
 Bertanggung jawab terhadap pekerjaan struktur dan pekerjaan infrastruktur
Perpipaan dan Konstruksi Bangunan Air serta mengkaji ulang detail
perencanaan struktur dan pengawasan.
 Melakukan monitoring uji coba kekuatan struktur.
 Bertugas memonitoring dan evaluasi desain yang ada
 Memberi nasehat teknik sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknik dan
melakukan pengawasan serta koordinasi dengan konsultan supervise dalam
mengevaluasi dan menganalisa pekerjaan konstruksi
 Bertanggung jawab terhadap monitoring konstruksi
 Merekomendasikan pembuatan shop drawing.
 Menyiapkan dan membuat laporan serta rekomendasinya

B. ASISTEN TENAGA AHLI


3. Asisten Ahli Arsitektur
Tugas dan Urian Asisten Ahli Arsitektur adalah sebagai berikut :
 Bertanggung jawab kepada Ahli Arsitektur;

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 13
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengolah data – data perkembangan


progress lapangan harian secara kualitatif maupun kuantitatif untuk disusun
dalam bentuk laporan mingguan dan bulanan Mendampingi Ahli Arsitektur
dalam rapat - rapat evaluasi harian atau mingguan;
 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Rencana
Desain Arsitektur yang dihasilkan oleh Perencana Arsitektur;
 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Gambar
Shop Drawing Arsitektur yang diajukan oleh Kontraktor;
 Membantu Ahli Arsitektur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Gambar
AsBuilt Arsitektur yang diajukan oleh Kontraktor;
 Berkoordinasi dengan inspektor/pengawas arsitektur dalam pelaksanaan
pengawasan harian pekerjaan arsitektur di lapangan;
 Melakukan koordinasi antar bidang/disiplin secara internal dalam
organisasi tim konsultan MK;
 Bertanggung jawab atas sistem pelaporan kemajuan pekerjaan di lapangan
untuk bidang Arsitektur Bangunan

4. Asisten Ahli Struktur


Tugas dan Tanggung jawab Asisten Ahli Struktur Adalah Sebagai Berikut:
 Bertanggung jawab kepada Ahli Struktur;
 Membantu Ahli Struktur dalam mengolah data – data perkembangan
progress lapangan harian secara kualitatif maupun kuantitatif untuk disusun
dalam bentuk laporan mingguan dan bulanan Mendampingi Ahli Struktur
dalam rapat - rapat evaluasi harian maupun mingguan;
 Membantu Ahli Struktur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Rencana
Desain Struktur yang dihasilkan oleh Perencana Struktur;
 Membantu Ahli Struktur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Gambar
Shop Drawing Struktur yang diajukan oleh Kontraktor;
 Membantu Ahli Struktur dalam mengevaluasi dan mengkoreksi Gambar
AsBuilt Drawing Struktur yang diajukan oleh Kontraktor;

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 14
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Berkoordinasi dengan inspektor/pengawas struktur dalam pelaksanaan


pengawasan harian pekerjaan struktur di lapangan;
 Melakukan koordinasi antar bidang/disiplin secara internal dalam
organisasi tim konsultan MK;
 Bertanggung jawab atas sistem pelaporan kemajuan pekerjaan di lapangan
untuk bidang Struktur Bangunan

C. TENAGA PENUNJANG
1. Pengawas Lapangan
Tugas dan Tanggung jawab Asisten Ahli Struktur Adalah Sebagai Berikut:
 Inspector mempunyai tugas membantu chief incpector dan quantity
engineer dalam melaksanakan tugas pengawasan proyek di lapangan;
 Memeriksa dan menandatangani Shop Drawing dan As Build Drawing
yang benar yang diajukan oleh kontraktor;
 Memeriksa dan menandatangani permintaan ijin kerja (request) yang
diajukan oleh kontraktor;
 Mengarahkan secara benar pelaksanaan pekerja di lapangan yang sesuai
dengan gambar kerja spesifikasi teknis;
 Bersama dengan surveyor membantu quantity engineer melaksanakan
opname pekerjaan bersama dengan kontraktor atas hasil prestasi pekerjaan
di lapangan;
 Memeriksa, menyetujui dan menandatangani backup yang diajukan oleh
kontraktor;
Inspector dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab dan berkoordinasi
penuh kepada chief inspector;
 Membantu quality engineer dalam melakukan pengawasan mutu pekerjaan
dilapangan

2. CAD Drafter
Tugas dan Tanggung jawab CAD Drafter Adalah Sebagai Berikut:

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 15
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Membuat perencanaan kegiatan operasional drawing

 Merencanakan program kerja sesuai dengan tugas dan


tanggungjawabnya
 Mengatur kegiatan operasional drawing

 Mengatur filling soft copy di komputer dan hard copy


 Melaksanakan kegiatan operasional drawing

 Membuat gambar-gambar kerja sesuai pengarahan Engineer proyek


dan schedule yang ditetapkan.

 Memeriksa kesesuaian gambar for construction dari konsultan / owner


terkait dengan bidang kerja lainnya (MEP, sipil / arsitek, landscape,
dll), untuk diterapkan dalam pembuatan shop drawing

 Memeriksa kelengkapan dan sistim gambar sesuai dengan standar yang


telah ditetapkan

 Menyusun dan menyiapkan dokumen As Built Drawing

 Melaksanakan peraturan tata tertib, sistem dan prosedur proyek

 Memelihara semua gambar yang menjadi arsip di proyek

 Memelihara aset yang ada di Bagiannya dengan baik (komputer,


software, hardware)

 Mengajukan usulan-usulan perbaikan

 Mengerjakan tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan


proyek dibidangnya yang diberikan oleh atasan langsung / lebih tinggi

 Melaksanakan K3 dan memelihara kebersihan dan kerapian area kerja

3. Sekretaris Umum/ Administrasi


Tugas dan Tanggung jawab Sekretaris Umum/ Administrasi Adalah Sebagai
Berikut:
 Melakukan seleksi atau perekrutan pekerja diproyek untuk pegawai
bulanan sampai dengan pekerja harian dengan spesialisai keahlian masing-
masing sesuai posisi organisasi proyek yang dibutuhkan.
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 16
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek, laporan


pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain.
 Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan yang akan
dibayar oleh owner sebagai pemilik proyek.
 Melayani tamu – tamu intern perusahaan maupun ekstern dan melakukan
tugas umum. Mengisi data-data kepegawaian, pelaksanaan, asuransi tenaga
kerja, menyimpan data-data kepegawaian karyawan dan pembayaran gaji
serta tunjangan karyawan.
 Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan perpajakan serta
retribusi.
 Mengurus tagihan kepada pemilik proyek atau jika kontraktor nasional
dengan banyak proyek maka bertugas juga membuat laporan ke kantor
pusat serta menyiapkan dokumen untuk permintaan dana ke bagian
keuangan pusat.
 Membantu project manager terutama dalam hal keuangan dan sumber
daya manusia sehingga kegiatan pelaksanaan proyek dapat berjalan
dengan baik.
 Membuat laporan ke pemerintah daerah setempat, lurah atau kepolisian
mengenai keberadaan proyek dan karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan
pembangunan.
 Mencatat aktiva proyek meliputi inventaris, kendaraan dinas, alat-alat
proyek dan sejenisnya.
 Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor jika proyek yang
dikerjakan berskala besar sehingga melakukan pemborongan kembali
kepada kontraktor spesialis sesuai dengan item pekerjaan yang dikerjakan.
 Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek serta data-
data proyek

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 17
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

KOMPOSISI dan PENUGASAN


(DAFTAR PERSONIL)
TENAGA AHLI
TENAGA
JUMLAH
PERUSA AHLI LINGKUP POSISI
NAMA PERSONIL URAIAN PEKERJAAN ORANG
HAAN LOKAL/ASI KEAHLIAN DIUSULKAN
BULAN
NG
 Memimpin Team dalam
I Ketut Santra, ST., CV. Lokal Ahli Teknik Team Leader melaksanakan Supervisi
MT Bumi Bangunan konstruksi pembangunan dermaga
Karya Gedung - dan sandar ponton di Pelabuhan
Consulta Madya Kabil untuk disesuaikan dengan
nt maksud dan tujuan Masterplan
Pelabuhan
 Melakukan Inspeksi secara teratur
dilokasi pekerjaan dan melakukan
monitoring kondisi pekerjaan dan
melakukan perbaikan- perbaikan
5 OB
agar pekerjaan dapat
direalisasikan sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan yang
berlaku
 Memberikan pengertian dan
pemahaman yang benar kepada
kontraktor tentang spesifikasi yang
tercantum dalam dokumen
kontrak
 Merinci dan menjelaskan
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 18
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

pekerjaan secara teknis


sehubungan dengan kontrak
Change Order/Addendum
 Membuat persyaratan penerimaan
“Acceptance” atau penolakan
“Rejection” bahan, material, alat
dan produk pekerjaan
 Melakukan pemantauan secara
ketat atas prestasi kontraktor dan
segera melaporkan kepada
Pelaksana Kegiatan Fisik apabila
kemajuan pekerjaan ternyata
mengalami kelambatan lebih dari
10% dari rencana. Membuat
saran-saran penanggulangan serta
pemecahan masalah UNA PATRIA
Air Limbah Mataram
 Melakukan pengecekan secara
cermat terhadap semua
pengukuran pekerjaan dan secara
khusus harus ikut serta dalam
proses pengukuran akhir
pekerjaan.
 Menyusun laporan pendahuluan,
laporan bulanan supervisi
konstruksi, dan laporan akhir,
laporan keuangan dan
menyerahkan kepada Pelaksana
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 19
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Kegiatan dalam betuk hard copy


dan soft copy didalam CD/DVD
RW
 Menandatangani semua dokumen
yang menjadi tugas dan tanggung
jawabnya, seperti halnya MC
kontraktor, gambar-gambar kerja
dan perhitungan-perhitungan
konstruksi lainnya
 Memberikan bantuan pengawasan
Johan Syarif CV. Lokal Arsitek - Ahli Arsitektur kapada para KPA dan PPK
Hidayat, ST Bumi Madya  Melakukan koordinasi dan
Karya komunkasi dengan
Consulta peyelenggaraan program
nt Pembangunan Proyek pekerjaan
pengawasan
 Bersama-sama kontraktor
Membantu proyek menyiapkan
soft drawing dan as-buld drawing 5 OB
.
 Memantau peyampaian
pelaporan pembangunan kepada
team leader
 Melakukan konsolidasi laporan
penanggung jawab kegiatan dan
pengawas bangunan dalam setiap
bulannya.
 Memberikan saran penanganan
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 20
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

apabila ada permasalahan, serta


alternatif tindak lanjut
penangananya kepada
penyelenggara kegiatan di
lapangan ;
 Memberikan dukungan teknis,
menajemen kepada pengawas
bangunan.
 Melakukan dokumentasi foto-foto
pelaksanaan
 Melakukan koordinasi dengan
CV. Lokal Ahli Teknik Ahli Sipil konsultan supervisi dalam
Umar, ST Bumi Bangunan monitoring pelaksanaan
Karya Gedung - konstruksi.
Consulta Madya  Mengadakan kunjungan berkala
nt ke lokasi proyek wilayah
Konsultan.
 Bertanggung jawab dalam
memeriksa kemajuan dan standar
dari konstruksi serta memberikan 5 OB
bantuan teknis bagi Pengawasan
Konstruksi.
 Bertanggung jawab terhadap
pekerjaan struktur dan pekerjaan
infrastruktur Perpipaan dan
Konstruksi Bangunan Air serta
mengkaji ulang detail
perencanaan struktur dan
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 21
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

pengawasan.
 Melakukan monitoring uji coba
kekuatan struktur.
 Bertugas memonitoring dan
evaluasi desain yang ada
 Memberi nasehat teknik sesuai
dengan persyaratan spesifikasi
teknik dan melakukan
pengawasan serta koordinasi
dengan konsultan supervise dalam
mengevaluasi dan menganalisa
pekerjaan konstruksi
 Bertanggung jawab terhadap
monitoring konstruksi
 Merekomendasikan pembuatan
shop drawing.
 Menyiapkan dan membuat
laporan serta rekomendasinya

ASISTEN TENAGA AHLI


TENAG
LINGKUP JUMLAH
PERUSAHA A AHLI POSISI
NAMA PERSONIL KEAHLIA URAIAN PEKERJAAN ORANG
AN LOKAL/ DIUSULKAN
N BULAN
ASING

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 22
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Membantu Ahli Arsitektur dalam melakukan


Septia Haris, ST CV. Bumi Lokal Arsitek - Asisten Ahli kajian teknis dan pola pemanfaatan Gedung
Karya Muda Arsitektur  Membantu Ahli Arsitektur melakukan
Consultant identifikasi potensi dan permasalahan Gedung,
memberikan advis teknis berkaitan dengan 5 OB
perencanaan maupun pengembangan gedung
 Membantu Ahli Arsitektur mengevaluasi
Rancangan arsitek bangunan
 Membantu Ahli Struktur Melakukan
Teguh Hartawan, CV. Bumi Lokal Ahli Asisten Ahli identifikasi potensi dan permasalahan Gedung
ST Karya Teknik Sipil/Struktur  Membantu Ahli Struktur Melakukan kajian
Consultant Bangunan biaya konstruksi sebuah bangunan.
Gedung -  Membantu Ahli Struktur membuat uji
Madya kekuatan struktur bangunan gedung
 Membantu Ahli Struktur mengevaluasi hasil
perhitungan struktur atas dan struktur bawah
bangunan gedung
5 OB
 Membantu Ahli Struktur menginventarisasi
harga satuan alat, bahan dan upah
 Membantu Ahli Struktur mengevaluasi
Spesifikasi Teknis dan Estimate Engineer.
 Melaksanakan supervisi kegiatan harian dari
pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh
kontraktor untuk kenali mutu dari
material/bahan.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 23
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

TENAGA PENUNJANG
TENAGA
JUMLAH
AHLI LINGKUP POSISI
NAMA PERSONIL PERUSAHAAN URAIAN PEKERJAAN ORANG
LOKAL/ASIN KEAHLIAN DIUSULKAN
BULAN
G
 Melakukan pengawasan
pembangunan bidang
arsitektur bangunan
setiap hari.
 Membuat laporan hasil
pengawasan.
1. Siti Wakhidah, ST  Bertanggung jawab atas
2. Badrus Salam, ST CV. Bumi Karya Pengawas Pengawas hasil laporan pengawasan
Lokal
3. Ricko Herlambang, ST. Consultant Lapangan Lapangan yang dibuat. 4 x 5 OB
4. Gunanto, ST  Melaksanakan supervisi
kegiatan harian dari
pekerjaan yang harus
dilaksanakan oleh
kontraktor untuk kenali
mutu dari
material/bahan.
 Membuat Gambar
1. Buyung Rahmat,
Riview Design
A.Md CV. Bumi Karya
Lokal CAD Drafter CAD Drafter  Menentukan design
2. A. Farkiyani, A.Md Consultant 3x2 OB
sesuai dengan arahan
3. Rakhmad Syarif, ST
tenaga ahli

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 24
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

 Membantu Tenaga Ahli


Mira Fatriana, SE CV. Bumi Karya Lokal Administrasi Sekretaris dalam memasukkan data-
Consultant Umum/Admini data ke dalam komputer
strasi sesuai dengan petunjuk
5 OB
Tenaga Ahli.
 Bertanggung jawab atas
seluruh kegiatan
administrasi kantor.

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 25
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

I
JADWAL PENUGASAN
TENAGA AHLI

I. JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI


Sehubungan dengan metoda kerja yang telah diuraikan diatas, maka penugasan
personil akan disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan keahlian yang diperlukan tetapi
tentunya aspek koordinasi menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan secara seksama
sehingga kemungkinan untuk terjadinya miscommunicasi akan menjadi kecil.
Atas dasar tersebut kami mengusulkan untuk jadwal penugasan personil sebagaimana
terlampir.

J. ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan dilaksanakan oleh sebuah team kerja, yang
terdiri dari beberapa personal dengan berbagai disiplin keahlian yang menguasai
bidang masing-masing sesuai dengan kualifikasi fungsi dan tanggung jawab yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan pengawasan.
Adapun jenis keahlian masing-masing personil yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi Sarana Prasarana
Madrasah Kabupaten Lampung Barat disesuaikan dengan kebutuhan yang digariskan
dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Untuk dapat memberikan hasil yang maksimal dalam pengawasan teknis yang
mencakup antara lain :
a. Membuat time schedule lengkap dengan Curva ‘’S“ sebagai Pedoman dalam
menilai Pekerjaan Proyek.
Manajemen Konstruksi (MK)
Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 26
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

b. Mengawasi Pelaksanaan Pekerjaan Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan


Renovasi Sarana Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat yang
dilaksanakan oleh Kontraktor dari sebagai kualitas dan lanjutan pencapaian
prestasi pekerjaan.
c. Mengawasi Pekerjaan Serta Produknya, dan mengendalikan waktu pelaksanaan
agar Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat selesai sesuai Jadwal yang telah ditetapkan.
d. Mengisi Buku Harian Lapangan ( BHL) tentang kemajuan Pekerjaan setiap harinya
beserta hambatan-hambatan yang timbul.
e. Membuat dan menyampaikan Laporan Mingguan Kepada Pemimpin Proyek
tentang Kemajuan Pelaksanaan Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi
Sarana Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.
f. Membuat dan menyampaikan Laporan Bulanan kepada Pemimpin Proyek tentang
Kemajuan Pelaksanaan Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi Sarana
Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.
g. Mengusulkan rencana perubahan-perubahan serta Penyesuaian–penyesuaian
Pekerjaan dilapangan kepada Pimpinan Proyek untuk Persoalan persoalan yang
terjadi selama Pelaksanaan Manajemen Konstruksi Rehabilitasi Dan Renovasi
Sarana Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat.
h. Memeriksa Dan menanda tangani Berita Acara Bobot Pekerjaan yang diajukan
oleh Kontraktor.
i. Menyelenggarakan Rapat-rapat Koordinasi teknis dilapangan secara Berkala dan
atau insidentil sesuai kebutuhan.
j. Mencatat setiap Penyimpangan penyimpangan yang terjadi dilapangan kedalam
Buku Harian Lapangan.
k. Menyusun daftar kekurangan dan cacat cacat Pekerjaan selamam pemeliharaan.
Maka kami mengusulkan sebuah team yang akan mampu memberikan layanan yang
baik dalam bidang teknis maupun menajemen konstruksi/pengawasan .

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 27
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Untuk melaksanakan dan mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan harapan
pemberi kerja maka susunan personal untuk pengawasan proyek ini adalah sebagai
berikut (lihat lampiran Personil Tenaga Kerja).

Gambar Struktur Organisasi

Kementrianpekerjaanumum
Direktoratjenderalciptakarya
Satuan kerja pengembangan permukiman lampung

Satuan Kerja Pegembangan Permukiman


Provinsi Lampung

Team Leader
Team Leader Asisten Ahli Arsitektur

Sekretaris Umum/
Administrasi

• Ahli Arsitektur
• Ahli Sipil Ahli Sipil Ahli Arsitektur Asisten Ahli
• Asisten Ahli Struktur
Arsitektur
• Asisten Ahli
Struktur
• Pengawas • Pengawas Lapangan
Lapangan
• Operator CAD
• CAD Drafter
• Sekretaris
Umum/

K. LAPORAN
Jenis pelaporan yang akan dihasilkan berupa :
1. Laporan Mingguan
Laporan Mingguan, memuat hasil rencana dan realisasi pelaksanaan kegiatan,
masalah yang dihadapi, penyimpangan yang terjadi, tindakan koreksi dan/atau
penyesuaian yang dilakukan pada kegiatan manajemen konstruksi pada setiap
minggunya sebanyak (40 Exp Selama 5 Bulan).

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 28
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

2. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan adalah laporan Tahapan Konstruksi diserahkan setiap akhir
bulan sebanyak 10 eksemplar selama 5 bulan.

3. Laporan Hasil Review Disain


4. Laporan Akhir Manajemen Konstruksi
Laporan Akhir diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah proses
Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi, dalam rangkap 2 (dua
eksemplar), format A4.
5. Copy CD dan DVD
6. Dokumentasi

B. Isi Laporan:
Isi setiap laporan adalah merupakan rangkuman kegiatan manajemen konstruksi
setiap tahapnya yang antara lain memuat hasil rencana dan realisasi pelaksanaan
kegiatan, masalah yang dihadapi, penyimpangan yang terjadi, tindakan koreksi
dan/atau penyesuaian yang dilakukan, evaluasi dan kesimpulan kegiatan
manajemen konstruksi setiap tahapan, serta dilampiri dengan:
1. rencana dan realisasi program
2. laporan mingguan, diserahkan selambat-lambatnya setiap awal minggu
berikutnya, setelah berakhirnya pengawasan dalam 1 minggu, dalam rangkap
40 (empatpuluh) buku, format A4
3. laporan bulanan, Laporan Bulanan diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu)
minggu setelah berakhirnya kegiatan pengawasan dalam satu bulan, dalam
rangkap 10 (sepuluh) buku format A4.
4. foto-foto pelaksanaan pekerjaan.

L. STAFF PENDUKUNG
Disamping itu dibutuhkan tenaga penunjang yakni tenaga administrasi/sekretaris,
operator komputer/CAD, selama 5 bulan

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 29
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

Tugas dan tanggung jawab seorang sektretaris antara lain:


 Membantu dalam memberikan informasi antara pihak konsultan dengan pihak
pengguna jasa.
 Membantu dalam surat menyurat
 Membantu dalam materi persiapan survei, rencana pembahasan dan proses
penyusunan laporan.
Tugas dan tanggung jawab seorang tenaga administrasi antara lain:
 Mendukung berbagai urusan administrasi, keuangan dan dukungan administrasi
lainnya
 Menyiapkan draft surat menyurat selama proses kegiatan berlangsung
 Membantu dalam materi persiapan survei, rencana pembahasan dan proses
penyusunan laporan.
Tugas dan tanggung jawab seorang operator komputer antara lain:
 Mendukung dalam kompilasi dan pemrosesan data
 Membantu dalam materi persiapan survei, rencana pembahasan dan proses
penyusunan laporan.
Tugas dan tanggung jawab juru gambar CAD antara lain:
 Menyiapakan rancangan design, pra DED kawasan
 Mendukung dalam kompilasi dan pemrosesan data
 Membantu dalam materi persiapan survei, rencana pembahasan dan proses
penyusunan laporan.
Tugas dan tanggung jawab tenaga surveyor antara lain:
 Menyiapkan materi pengumpulan data selama survei
 Melakukan observasi lapangan dan survei instansional
 Mendukung dalam kompilasi dan pemrosesan data

M FASILITAS PENDUKUNG
Fasilitas yang akan disediakan untuk Tim Pelaksana Pekerjaan Manajemen Konstruksi
Rehabilitasi Dan Renovasi Sarana Prasarana Madrasah Kabupaten Lampung Barat
adalah sebagai berikut :

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 30
USTEK
CV. BUMI KARYA CONSULTANT
Tahun Anggaran 2019

1. Kantor
Perkiraan kebutuhan alat operasional kantor termasuk kebutuhan untuk kegiatan
operasi setiap hari yang telah dijadwalkan dalam usulan biaya seperti untuk
administrasi, pencetakan, telekomunikasi dll :
• Operasional Kantor
• Komputer+Printer
• Furniture
• Telepon

2. Transportasi
Kebutuhan transportasi dalam rangka asistensi, diskusi dan pengumpulan data di
tingkat pusat, bagi Tim Ahli akan disediakan kendaraan kerja. Sedangkan
kebutuhan transportasi selama pelaksanaan survei lapangan, bagi tim akan
disediakan kendaraan dengan cara sewa di masing-masing wilayah survei.

3. Fasilitas Pendukung Untuk Kegiatan Alih Pengetahuan


Untuk menyebarluaskan manfaat studi ini, maka dalam pekerjaan ini penyedia jasa
menyediakan fasilitas pendukugn dalam rangka menyelenggarakan pembahasan-
pembahasan yang intensif dengan para stakeholders atau regulator yang meliputi
• Pengadaan in-focus untuk presentasi
• CD pelaporan kemajuan

4. Daftar Peralatan Yang Dimiliki Konsultan


Sebagai penunjang seluruh kegiatan yang akan dilakukan dalam pekerjaan ini,
Konsultan telah memiliki sejumlah peralatan penunjang diantaranya: Handycam,
Kamera Digital dan alat pendukung lainnya (Detail Peralatan yang dimiliki
terlampir).

Manajemen Konstruksi (MK)


Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Madrasah
Kabupaten Lampung Barat BAB F - 31
JADWAL PENUGASAN PERSONIL
MASUKAN PERSONIL MASUKAN PERSONIL MASUKAN PERSONIL MASUKAN PERSONIL MASUKAN PERSONIL
Orang
NO NAMA PERSONIL POSISI Bulan Ke - 1 Bulan Ke - 2 Bulan Ke - 3 Bulan Ke - 4 Bulan Ke - 5 Bulan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
I TENAGA AHLI

1 I Ketut Santra, ST., MT Team Leader 5

2 Johan Syarif Hidayat, ST Ahli Arsitektur 5

3 Umar, ST Ahli Sipil/Struktur 5

Subtotal I 15

II ASISTEN TENAGA AHLI

1 Septia Haris, ST Asisten Ahli Arsitektur 5

2 Teguh Hartawan, ST Asisten Ahli Sipil/Struktur 5

Subtotal II 10

1 Siti Wakhidah, ST Pengawas Lapangan 5

2 Badrus Salam, ST Pengawas Lapangan 5

3 Ricko Herlambang, ST. Pengawas Lapangan 5

4 Gunanto, ST Pengawas Lapangan 5

5 Mira Fatriana, SE Administrasi / Keuangan 5

6 Buyung Rahmat, A.Md CAD Drafter 2

7 A. Farkiyani, A.Md CAD Drafter 2

8 Rakhmad Syarif, ST CAD Drafter 2

Subtotal III 31

TOTAL 56
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

BULAN I BULAN II BULAN III BULAN IV BULAN V


NO. URAIAN KEGIATAN Minggu Ke- Minggu Ke- Minggu Ke- Minggu Ke- Minggu Ke- KET
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Persiapan Administrasi

2 Mobilisasi dan Koordinasi Team

3 Pengumpulan Data Sekunder

4 Updating Data

5 Pengukuran Ulang (Titik Nol)

6 Pengawasan Rutin

7 Tahap Pemeriksaan Lapangan (Mutu & Volume)

8 Tahap Pemeriksaan PHO

9 Laporan Mingguan

10 Laporan Bulanan

11 Laporan Hasil Review Disain

12 Laporan Akhir Manajemen Konstruksi

13 Copy CD dan DVD

14 Dokumentasi

= Pelaksanaan Pekerjaan

Anda mungkin juga menyukai