Anda di halaman 1dari 52

PROSEDUR

PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 1 of 52

PEMBERI KERJA : PT. PERTAMINA (PERSERO)


KONTRAKTOR : Konsorsium WIKA-PEN
SUB-KONTRAKTOR : PT Bangun Bejana Baja
NAMA PROYEK : PEKERJAAN ENGINEERING, PROCUREMENT &
CONSTRUCTION (EPC) PROYEK PEMBANGUNAN
TERMINAL LPG REFRIGERATED
LOKASI : TANJUNG SEKONG, MERAK MAS, BANTEN
NOMOR KONTRAK : 051/F00000/2016-S0

0 21-Mei-18 ISSUED FOR REVIEW NV BD JB

REV. DATE DESCRIPTION PRE CHK APP CHK APP


PT. BBB PT. WIKA
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 2 of 52

LEMBAR REVISI

No Revisi Tanggal Perubahan


1 0 27-SEP-17 Issue
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 3 of 52

DAFTAR ISI

1. TUJUAN ............................................................................................................................... 4
2. RUANG LINGKUP ............................................................................................................... 4
3. DEFINISI .............................................................................................................................. 4
4. DOKUMEN YANG TERKAIT / REFERENSI ....................................................................... 4
5. KETENTUAN UMUM ........................................................................................................... 4
5.1 Persiapan ..................................................................................................................................... 4
5.2 Pekerjaan Penguatan Baut .......................................................................................................... 5
6. TANGGUNG JAWAB KERJA ............................................................................................. 7
7. PENGECUALIAN .................................................................................................................7
8. REKAMAN ........................................................................................................................... 7
9. LAMPIRAN .......................................................................................................................... 7
9.1 Tanggung Jawab dan Urutan Kerja pada Pekerjaan Penguatan Baut....................................... 8
9.2 Simulasi sketsa........................................................................................................................... 8
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 4 of 52

1. TUJUAN
Prosedur Pre-Commissioning adalah untuk menetapkan persyaratan atau ketentuan umum
untuk Pre-Commissioning yang diatur di ASME B31.3 dan diatur oleh proses Iine atau gambar
isometrik pada pekerjaan piping di Proyek Pembangunan Terminal LPG Refrigerated –
Tanjung Sekong Merak.
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup semua kegiatan proses penyelesaian pekerjaan piping untuk Proyek
Pembangunan Terminal LPG Refrigerated – Tanjung Sekong Merak.
3. DEFINISI
Aktivitas pre-commissioning akan dilakukan pada masa konstruksi sebelum Mechanical
Completion, dan dilanjutkan dengan proses commissioning. Urutan pekerjaan commissioning
dilaksanakan berurutan sesuai dengan prioritas dan kebutuhan untuk mendapatkan kondisi
terbaik sebelum commissioning dilakukan.
4. DOKUMEN YANG TERKAIT / REFERENSI
- ASME Sec. B31.3 Ed. 2014 : Process Piping
- ASME Sec. B16.5 B16.20 B16.21 : Spec Gasket
B16.47 & API 6A
- ANSI B1.1 : Spec Bolting
- ANSi B16.5 & API 6A : Pipe Flange & Flanged Fittings
- ASTM E 432 : Standard Guide for the Selection of a Leak
Testing
- ASTM E 479 : Standard Guide for Preparation of a Leak
Testing Specification
- ASME Sec. V Ed. 2015 : Non Destructive Examination
- LREF-00-LST-10-0001-A4 : Process Line List
- Piping & Instrumentasi Diagram Drawing

6. KETENTUAN UMUM
1.1 Mechanical Completion

Mechanical Completion suatu sistem merupakan kegiatan berupa :


a. Semua kegiatan desain dan engineering telah selesai.
b. Semua kegiatan instalasi berikut semua perlengkapannya telah selesai terpasang
sesuai dengan gambar yang telah disetujui, spesifikasi, semua testing dan inspeksi
telah dilakukan sehingga fasilitas telah siap dilakukan kegiatan pre-commissioning.
c. Semua instrumentasi telah terpasang.
d. Semua koneksi pipa sudah diselesaikan.
e. Factory Acceptance Test (FAT) yang disepakati dan inspeksi semua peralatan telah
dilakukan.
f. Semua prosedur operasi dan prosedur perbaikan telah disubmit ke PT. Moya Bekasi
Jaya untuk di review dan disetujui.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 5 of 52

1.1.1 PRE-COMMISSIONING PIPING

1.1.1.1 Flushing
a. Deskripsi Proses Kegiatan
 Water flushing.
 Air Blowing
 Steam Blowing
 Tightening/bolting
 Leak Test for General Line
 Fabrikasi Temporary Spool Peace (sebelum control valve dipasang, gunakan spool
peace)
 Fabrikasi temporary pipe spool outlet blow/knalpot/pembuangan
 Fabrikasi temporary sleep blind/sorokan tutup
 Fabrikasi temporary manifold inlet (untuk pengisian dari compressor ke pipe line).

b. Tujuan Kegiatan
 Untuk membersihkan kotoran didalam pipa.
 Pengencangan bolt yang masih kendur.

c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Mesin compressor, yang pressurenya mencapai 7 kg/Nm2.
 Hose/slang
 Pressure gauge
 Kunci Inggris
 Kunci Pipa
 Kunci Pass
 Hose Connection
 Kunci F
 Welding Machine
 Cutting torch/lapu potong
 APAR
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 6 of 52

 Multi Meter
 Temperature Gun
 Tacho Meter
 Megger
 Vibrasi Meter (bila diperlukan)
 Pressure Gauge
3. Peralatan keselamatan
 Safety body harness
 Helmet
 Gloves
 Safety shoes
 Safety glasses

d. Prosedur Kerja
 Sebelum dilakukan hydrotest, dipastikan line pipa sudah final check oleh Quality
Control PT. Moya Bekasi Jaya dan dipastikan tidak ada comment.
 Hydrotest bisa dilakukan kalau test package sudah siap dan sudah approved oleh
PT. Moya Bekasi Jaya.
 Dalam pelaksanaan hydrotest/pneumatic test dipastikan safety man harus ada di
lokasi, dan harus ada alat komunikasi/radio.
 Line pipe yang sedang di test, dipastikan diberi tanda police line atau barrigade.
 Line pipe yang sudah selesai di hydrotest, lalu dilakukan Re-Install/Re-Storage.

1.1.1.2 Pressure Test


a. Deskripsi Proses Kegiatan

Semua sistem pipa dilakukan hydrotest kecuali untuk beberapa kondisi dibawah ini :
 Tes Pneumatik
 Pipa air instrument
 Sistem blowdown
 Pemakaian air laut tidak diperbolehkan
 Air untuk pengetesan pipa stainless steel tidak boleh mengandung klorida lebih dari
50 ppm
 Pressure test dilakukan untuk pipa dengan kode IA dan UA
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 7 of 52

b. Tujuan Kegiatan

Untuk memeriksa kuat tekan pipa terhadap fluida sesuai dengan tekanan yang
diberikan.

c. Peralatan
 Hand pump
 Pressure gauge
 Temporary pipe
 Paltform
 Tangga

d. Prosedur Kerja
Kriteria
 Hydrotest untuk pipa internal pressure
 Pressure test untuk pipa baja tidak boleh kurang dari 1,5 design
pressure.
 Pressure test untuk pipa FRP dan PVC tidak boleh kurang dari 1,1
design pressure.
 Untuk design temperature diatas temperature test.
 Hydrotest untuk pipa eksternal pressure
Line di vacuum service test dengan tekanan minimal 1,1 kg/cm2g kecuali dibatasi
dengan lower pressure dari desain.

 Pneumatic Test
Tes pressure untuk pneumatic adalah 110% design pressure

Persiapan Test Pressure


 Tes blok harus dipastikan untuk item dibawah ini sebelum pengetesan :
 Semua repair telah selesai
 Laporan NDT
 Laporan PWHT jika ada
 Semua supporting structure sudah terpasang
 Apabila terdapat spring support, harus dalam keadaan terkunci.
 Line pipa yang terdapat check valve harus mendapat tekanan dari sisi masuk valve,
atau disc-nya dilepas atau dibalik.
 Bila ada expansion joint dilepas dari tes blok.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 8 of 52

 Test blok diisolasi dari peralatan Rotary dengan memutus koneksi nozzle-nya.
 Relief dan safety valve diblok dengan blind flange pada bagian inletnya. Semua
screw-nya diganti dengan cap. Test gauge tidak boleh digunakan.
 Control valve dilepas dari line pipa.
 Temporary support harus dipasang tetapi tidak boleh di las.
 Temporary scaffolding, platform dan tangga harus disediakan untuk keperluan
pengecekan kebocoran.

Test Pressure
a. Pre-Test Pressure
Sebelum disaksikan oleh PT. Moya Bekasi Jaya, kontraktor bisa melakukan
percobaan test pressure.
b. Pelaksanaan Hydrotest
 Harus menggunakan air tawar
 Pengisian tes blok harus menggunakan temporary pipe dan terdapat vent
di tiap bagian yang tinggi.
 Tekanan dikontrol dengan pressure gauge yang ada dibagian yang rendah
dan tidak boleh melebihi test pressure
 Tes blok untuk line high pressure diberikan pressure secara bertahap
sampai nilai test pressure.
 Test pressure di-hold minimal 1 jam
 Pelaksanaan Hydrotest harus dilengkapi dengan chart recorder
c. Pelaksanaan Pneumatic Test
 Semua pengetesan pneumatic termasuk preliminary tidak boleh melebihi
1.7 kg/cm2g. Tekanan dinaikkan secara bertahap supaya material pipa
menyesuaikan dengan tegangannya dan untuk mengecek kebocoran
 Semua sambungan, pengelasan supaya disemprot dengan air sabun untuk
mendeteksi kebocoran.
 Pressure test di-hold sampai semua sambungan diperiksa.
d. Acceptance
Tes blok dinyatakan diterima jika tidak ada kebocoran

e. Restorasi
Item dibawah ini harus dipasang kembali setelah selesai pengetesan :

 Valve, Control Valve dan instrument lainnya dipasang kembali


PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 9 of 52

 Test blind harus dilepas.


 Semua support temporary harus dilepas.

7. KETENTUAN UMUM
5.1. Persiapan
5.1.1. Pekerjaan stringing diawasi oleh pelaksana kontraktor-subkontraktor dan
pengawas dari HSE WIKA.
5.1.2. Pastikan pekerjaan pengencangan baut ini sudah tercantum dalam dokumen
SIKA
5.1.3. Persiapkan peralatan yang akan digunakan dan pastikan dalam keadaan
layak pakai
5.1.4. Setiap pekerja wajib memakai alat pelindung diri yaitu :
 Safety shoes
 Safety helmet
 Sarung tangan
 Kacamata safety
 Safety vest
5.1.5. Peralatan yang digunakan ;
 Crane 25 Ton
 Hyab Crane 10 Ton
 Lifting gear
 Body harness
 Scaffolding
 Chain block 3 ton, lever block 2 ton
5.1.6. Lakukan toolbox meeting sebelum memulai pekerjaan untuk refresh
mengenai metode kerja serta segala resiko bahaya yang mungkin terjadi
5.1.7. Setiap pekerja wajib melaksanakan 5R

5.2. Pekerjaan Penguatan Baut


5.2.1. Memeriksa area untuk pengangkatan sudah dalam kondisi yang cukup untuk
ruang alat angkat, badan kendaraan angkut dan jangkauan swing boom.
Kondisi tanah stabil dan padat.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 10 of 52

5.2.2. Letakkan plat untuk landasan outrigger jack, bisa juga menggunakan
rangkaian balok kayu dengan ketebalan minimal 150 mm.
5.2.3. Untuk kasus pemasangan valve, pasang webbing sling dan lifting tackle
dengan benar, webbing sling tidak boleh melintir dan tackle harus masuk
terpasang penuh.
5.2.4. Pastikan dengan gas detector untuk kadar gas yang mungkin ada di area
sekitar dengan gas detector.
5.2.5. Posisikan tubuh tidak dalam “line of fire” pekerjaan pengencangan bolt. Tidak
memposisikan tangan di bawah lengan pengunci dan sejajar dengan arah
penguncian bolt.
5.2.6. Periksa kembali bagian-bagian flange, bersihkan jika ada kotoran pasir,debu
ataupun karat.
5.2.7. Masukkan kepala hammer wrenh ke dalam nut, jika sudah sesuai berikan
pukulkan sebanyak 3 kali
5.2.8. Jika sudah tiga kali pukulan, lepaskan hammer wrench dari posisi nut.
5.2.9. Tentukan bolt yang berlawan 180ᵒ dari lubang pertama/lubang sebelumnya.
Sehingga pola pengencangan harus didapat saling silang satu sama lain.
5.2.10. Jika sudah selesai untuk semua urutan baut, lakukan kembali langkah point
5.2.7 s/d 5.2.8 hingga nut terasa kencang dan mulai tidak bergerak ketika
terpukul hammer.
5.2.11. Untuk penguatan baut flange equipment atau valve yang sudah fix (tidak perlu
adjust ketinggian) lakukan langkah kerja point 5.2.5 s/d 5.2.10.

6. TANGGUNG JAWAB DAN URUTAN KERJA


Terdapat pada tabel urutan kerja (terlampir)

7. PENGECUALIAN
Tidak Ada

8. REKAMAN
Daily report

9. LAMPIRAN
9.1 Tanggung Jawab dan Urutan Kerja pada Pekerjaan Penguatan Baut
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 11 of 52

9.2 Sketch Pengencangan

9.1 Tanggung Jawab dan Urutan Kerja pada Pekerjaan Penguatan Baut

TANGGUNG JAWAB
NO KEGIATAN SAFETY OPERATOR KET
PELAKSANA PIPE FITTER
MAN & RIGGER
1 Memastikan pekerjaan yang
dilakukan telah memenuhi ketentuan
K3 dan melakukan koordinasi dengan 1 1
Pelaksana mengenai keselamatan
kerja.
2 Memeriksa area pengangkatan,
kondisi landasan dan kondisi sekitar
pergerakan boom
2

3 Peletakan plat atau balok kayu untuk


landasan outrigger jacking 3

4 Memposisikan alat angkat dengan


benar 4
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 12 of 52

5 Memasang lifting gear dengan posisi 5


yang tepat
6 Posisikan badan tidak dalam “line of
fire” pengerjaan pengencangan baut 6

7 Periksa kembali bagian-bagian


flange, bersihkan jika ada kotoran 7
pasir,debu ataupun karat.

8 Masukkan kepala hammer wrenh ke


dalam nut, jika sudah sesuai berikan 8
pukulkan sebanyak 3 kali
9 Jika sudah tiga kali pukulan, lepaskan
hammer wrench dari posisi nut.
9

10 Tentukan bolt yang berlawan 180ᵒ


dari lubang pertama/lubang
sebelumnya. Sehingga pola
pengencangan harus didapat saling
10
silang satu sama lain.
11 Jika sudah selesai untuk semua
urutan baut, lakukan kembali langkah
pengencangan hingga nut terasa 11
kencang dan mulai tidak bergerak
ketika terpukul hammer.

9.3 Sketch Pengencangan


Pola pengencangan baut sebagai berikut :
a. Flange dengan 4 bolt 1,3, 2, 4
b. Flange dengan 8 bolt 1, 5, 3, 7  2, 6, 4, 8
c. Flange dengan 12 bolt 1, 7, 4, 10  2, 8, 5, 11  3, 9, 6, 12
d. Flange dengan 16 bolt 1, 9, 5, 13  3, 11, 7, 15  2, 10, 6, 14  4, 12, 8, 16
e. Flange dengan 20 bolt 1, 11, 6, 16  3, 13, 8, 18  5, 15, 10, 20  2, 12, 7, 17 4, 14,
9, 19
f. Flange dengan 24 bolt 1, 13, 7, 19  4, 16, 10, 22  2, 14, 8, 20  5, 17, 11, 23  3, 15,
9, 21 6, 18, 12, 24
g. Flange dengan 28 bolt 1, 5, 8, 22  4, 18, 11, 25  6, 20, 13, 27  2, 16, 9, 23  5, 19,
12, 26  7, 21, 14, 28  3, 17, 10, 24
h. Flange dengan 32 bolt 1, 17, 9, 25  5, 21, 13, 29  3, 19, 11, 27  7, 23, 15, 31  2,
18, 10, 26  6, 22, 14, 30  4, 20, 12, 28  8, 24, 16, 32
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 13 of 52

2. PRE-COMMISSIONING PROCEDURE
2.1 Pendahuluan

Kontraktor diwajibkan melakukan pre-commissioning, commissioning serta melakukan


performance test pada semua pekerjaan yang dilakukan terkait dengan pekerjaan sipil, mekanikal,
elektrikal, instrumentasi serta piping seperti yang tercantum didalam RKS. Kegiatan pre- maupun
commissioning dianggap selesai hanya bila prosedur yang dilakukan telah disaksikan, disetujui dan
hasil prosedur telah berhasil dilakukan serta ditandatangi oleh kedua pihak yaitu kontraktor dan
PT. Moya Bekasi Jaya.
Kontraktor akan melakukan dan bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas yang dilakukan
selama pre-commissioning. Pihak ketiga/vendor juga dapat didatangkan dalam kegiatan ini untuk
menyaksikan serta menandatangani dokumen prosedur yang telah dilakukan.
Aktivitas pre-commissioning akan dilakukan pada masa konstruksi sebelum Mechanical
Completion, dan dilanjutkan dengan proses commissioning. Urutan pekerjaan commissioning
dilaksanakan berurutan sesuai dengan prioritas dan kebutuhan untuk mendapatkan kondisi terbaik
sebelum commissioning dilakukan.
2.2 Mechanical Completion
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 14 of 52

Mechanical Completion suatu sistem merupakan kegiatan berupa :


g. Semua kegiatan desain dan engineering telah selesai.
h. Semua kegiatan instalasi berikut semua perlengkapannya telah selesai terpasang sesuai
dengan gambar yang telah disetujui, spesifikasi, semua testing dan inspeksi telah dilakukan
sehingga fasilitas telah siap dilakukan kegiatan pre-commissioning.
i. Semua instrumentasi telah terpasang.
j. Semua koneksi pipa sudah diselesaikan.
k. Factory Acceptance Test (FAT) yang disepakati dan inspeksi semua peralatan telah dilakukan.
l. Semua prosedur operasi dan prosedur perbaikan telah disubmit ke PT. Moya Bekasi Jaya untuk
di review dan disetujui.

2.3 Ready for Pre-Commissioning

Kegiatan siap untuk pre-commissioning adalah ketika pihak PT. Moya Bekasi Jaya mengeluarkan
sertifikat atau berita acara untuk mechanical completion serta pemberitahuan tertulis mengenai
pekerjaan telah siap untuk dilakukan pre-commissioning.
2.4 Pre-Commissioning

2.4.1 Cakupan Pekerjaan Pre-Commissioning

Aktifitas minimum pre-commissioning dapat dijabarkan sebagai berikut :


a. Periksa sistem sesuai dengan gambar kerja, P&ID serta data sheets yang telah disetujui.
b. Leak testing, hydro testing semua bak/unit/pipa.
c. Operability test semua motor penggerak (Pompa, Mixer)
d. Inspeksi internal semua bak/unit/tangki.
e. Inspeksi semua strainer/filter/perpipaan.
f. Sistem flushing dan cleaning.
g. Off line testing dan kalibrasi semua instrument seperti tertera pada P&ID.
h. Periksa sistem elektrikal seperti : switch gear, MCC, battery capacity, earthing, continuity,
insulation resistance, ratio test transformer.
i. Periksa kesiapan sistem elektrikal serta semua package dari vendor.
j. Testing dan checking semua alat safety, fire system.
k. Membersihkan lokasi dari sampah/kotoran.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 15 of 52

2.4.2 Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM)

Kontraktor akan menyediakan masing-masing 1 (satu) orang SDM untuk setiap disiplin
(mechanical, civil, electrical, instrumentation, process). Konsorsium juga menyiapkan Health,
Safety, and Environment (HSE) Coordinator untuk mengatur dan mengkoordinasikan aspek-aspek
safety untuk menjamin aktifitas Pre-Commissioning dan Commissioning berjalan dengan aman.
HSE Coordinator akan memastikan terbitnya ijin kerja (permit) dan persetujuan dari pihak
berwenang sebelum pekerjaan lapangan dilakukan. Coordinator HSE harus melaksanakan dan
mengimplementasikan aspek HSE terhadap seluruh personel yang terlibat dalam aktifitas Pre-
Commissioning dan bekerja sama dengan HSE Coordinator PT. Moya Bekasi Jaya.

2.5 Kegiatan Pekerjaan Pre-Commissioning

2.5.1 Power Energize untuk kegiatan Pengetesan Nozzle Filter

Untuk mendukung kegiatan pre-commissoning pada saat pengetesan nozzle filter, dibutuhkan
power untuk menghidupkan unit blower. Lingkup tahapan untuk energize blower adalah sebagai
berikut :
 Memberikan tegangan (energize) pada unit blower baik dari power suplai
eksisting/generator apabila Sub Station belum siap untuk energize.
 Apabila Sub Station siap untuk energize, secara bertahap dilakukan energize pada urutan
peralatan listrik.
 Energize peralatan-peralatan listrik di Sub Station untuk memastikan peralatan siap
dioperasikan.
 Selanjutnya sumber daya listrik di Sub Station akan digunakan untuk aktifitas pengetesan
peralatan-peralatan untuk pengetesan nozzle.

2.5.2 Unit dan Sub Unit Kegiatan Pre-Commissioning

Prosedur-prosedur pre-commissioning disiapkan oleh setiap disiplin untuk setiap unit dan
dilengkapi dengan checklist. Prosedur pre-commissioning dibagi menjadi beberapa sistem/unit dan
sub-sistem/sub-unit untuk memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan.
Functional flowchart dari kegiatan pembangunan Uprating Instalasi Penjernihan Air (IPA) mulai dari
construction stage, mechanical completion, pre-commissioning/commissioning stage yang
ditampilkan pada diagram alir sebagai berikut :

Mechanical
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 16 of 52

Fabrication Installation Inspection & Test Construction Stage

Mechanical Pre-Commissioning
Alignment Test Bolt Tightening Stage
Completion

Run/Service Commissioning
Test Stage

Gambar. 1 Functional Flowchart Mechanical

Piping

Dimesion Material Welding Completion Construction Stage


Tracebility

Inspection &
Line Check
Test

Valve

Inspection &
Installation
Test

Hydro Test
Pre-Commissioning
Stage
Mechanical
Flushing Bolt Tightening
Completion

Commissioning
Stage
Run/Service
Test

Gambar. 2 Functional Flowchart Piping


PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 17 of 52

Instrumentation

Installation/
Construction Stage
Calibration Hook Up Inspection & Test

Instrument Cable

IR/Continuity Inspection & Test


Cable Pulling
Test

Pre-Commissioning
Mechanical Tubing Leak Stage
Loop Test
Completion Test

Function Test &


Safeguard System

Run/Service Commissioning
Test Stage

Gambar. 3 Functional Flowchart Instrumentation

Electrical

Installation/ Inspection & Test Construction Stage


Calibration
Hook Up

Power Cable

IR/Continuity Inspection & Test


Cable Pulling
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 18 of 52

Gambar. 4 Functional Flowchart Electrical

Berikut adalah diagram alir pekerjaan Pre-Commissioning yang mencakup semua divisi yang
terlibat didalamnya.

Construction Phase

Pre-Commissioning

Piping Civil Electrical Mechanical Instrument

Hydrotest/ Megger Test For Loop Test For


Hydrotest
Pneumatic Electric Motor Instrumention

Flushing/Blowing
Motor Solo Run Test Sequence Test

Re-Install

Mechanical Completion
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 19 of 52

COMMISSIONING

START-UP

Gambar. 4 Diagram Alir Pekerjaan Pre-Commissioning

2.5.3 PRE-COMMISSIONING ELECTRICAL

Kegiatan Pre-Commissioning Electrical antara lain :

2.5.3.1 Medium and Low Voltage Motor Control Center

a. Deskripsi Proses Kegiatan


Kegiatan Pre-Commissioning yang dilakukan adalah untuk melaksanakan inspeksi lapangan
dan melakukan pengujian serta function test.

b. Tujuan Kegiatan
Sebelum fasilitas listrik dioperasikan, inspeksi lapangan dan pengujian harus dilakukan untuk
menetapkan, bahwa seluruh peralatan, perangkat dan kabel telah diinstall dengan benar dan
berada dalam kondisi kerja yang memuaskan dan akan beroperasi sesuai dengan yang
diinginkan.

c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Tang
 Obeng + dan –
 Test Pen
 Kunci Inggris
 Kunci L
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Tester
 Megger (Insulation Tester)
 Resistance Tester/Migroohm
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 20 of 52

3. Peralatan keselamatan : PPE (helmet, gloves, safety shoes, safety glasses, cover all)
4. Consumable : Dust Cloth/Kain Perlak

d. Prosedur Kerja
1. Drawer Circuit Breaker
Inspeksi
 Periksa nameplate dari circuit breaker terhadap gambar dan spesifikasi dari vendor
yang sudah di-approved.
 Periksa elemen saklar untuk meyakinkan apakah alignment sudah benar. Ketatkan
kembali bolt yang longgar.
Function Test
 Tempatkan elemen circuit breaker drawout pada kompartemennya.
 Rack in and out elemen breaker dan perhatikan 3 posisi elemen : in, put, dan diantara.
Periksa untuk memastikan bahwa elemen breaker sudah terletak pada posisi “in”
tanpa pengunci baut. Yakinkan posisi breaker sudah terindikasi dengan jelas.
 Secara manual operasikan setiap circuit breaker dan pastikan pergerakan dapat
beroperasi dengan bebasr tanpa terikat.
 Periksa otomatis circuit breaker trip, dimana harus dipenuhi secara manual dengan
power menuju “”switchgear off”.
2. Protection Relays
Inspeksi
 Periksa, atur sesuai dengan data vendor dan test setiap protective relay pada
pengaturan sesuai dengan spesifikasi desain, instruksi manufaktur yang dipublikasi,
dan data kalibrasi.
 Pastikan bahwa setiap relay adalah unit yang tepat pada aplikasi dengan karakteristik
yang tepat dan range sesuai dengan spesifikasi. Record semua data nameplate.
 Periksa kebersihan dari cover glass dan kekencangan dari gasket.
 Periksa shorting bar untuk mengetahui tindak lanjut yang tepat dan semua
kekencangan dan konstinuitas sambungan kabel.
 Periksa contact untuk kondisi, kontinuitas, dan standar terminal number.
 Pastikan operasional mekanik yang tepat untuk komponen relay, seperti induction
disc, directional element, targets, dan pelindung circuit sebagaimana berlaku.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 21 of 52

 Periksa kontinuitas dari kabel internal dan eksternal, data test untuk shortcircuits dan
koneksi grounding.
Function Test
 Kalibrasi relay secara elektrikal untuk operasi yang tepat melalui seluruh range dalam
hubungannya dengan kurva manufaktur dan rekomendasi. Karakteristik elektrikal
berlaku untuk relay yang sedang di tes.
 Setelah verifikasi dari operasi relay yang sesuai, atur relay menurut pengaturan yang
diisyaratkan oleh vendor; test dan catat respon dari relay untuk tindakan tripping.
Pastikan bahwa waktu trip sesuai dengan yang diharapkan menurut kurva relay trip.
Setiap kegagalan dari final test harus dilaporkan pada PT. Moya Bekasi Jaya sesegera
mungkin.
 Tempelkan stiker resr untuk setiap relay setelah testing, mencakup nama vendor,
nama tester, nama personel perusahaan, dan tanggal test.
 Setelah semua pengaturan yang dibutuhkan selesai dilakukan, trip setiap breaker
dengan mengaktifkan secara manual masing-masing protective relay. Segel setiap
relay dengan tamperproof meter seal yang cocok.
 Secara fungsional dan operasional periksa semua peralatan dan circuit.
 Secara fisik dan fungsional periksa semua kunci, elektrikal, mekanikal, dan sistem
interlock lainnya.
3. MV and LV Motors
Testing
 Test insulasi dari MV motor dengan 10000 Volt DC megger dan LV motor dengan 500
Volt DC megger. Hasil pengukuran di catat.
 Lakukan tes insulasi resistensi pada pedestal, berdasarkan instruksi manufaktur.
 Lakukan tes proteksi peralatan.
 Periksa apakah motor space heater circuit sesuai dengan gambar.
 Periksa proteksi peralatan dan hubungannya dengan bagian lainnya.
 Periksa instruksi manual manufaktur untuk lubrikasi dan ventilasi yang tepat. Pastikan
apakah alignment yang tepat sudah dilakukan.
 Test run motors, sebaiknya uncoupled atau unloaded. Periksa rotasi motor, kecepatan,
vibrasi, arus, peningkatan temperature, dan catat hasilnya.
 Pastikan bahwa setiap relay adalah unit yang tepat pada aplikasi dengan
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 22 of 52

4. Wire and Cable


Testing
 Sebelum energizing, ukur continuity dan insulasi resistensi dari setiap eksternal circuit
dengan megger dari setiap kabel dan ground.
 Lakukan pengukuran insulasi resistensi dari :
 Motor Feeders
Dengan motor yang terlepas, ukur resistensi insulasi dari motor feeder dari
tegangan maksimum dari motor.
 Lighting Panel Feeders
Ukur resistensi insulasi dari lighting panel feeder dengan circuit breakers,
lighting transformers, dan panel boards, tapi dengan lighting branch circuit
breakers atau switches yang terbuka.
 Feeder Circuits
Ukur resistensi insulasi dari feeder circuit breakers, dengan breaker terbuka
dan beban tidak terhubung.
 Lighting Branch Circuits
Ukur insulasi resistensi setelah lamp holders, receptacles, fixtures, dan item
lainnya yang terkoneksi.
 Motor Control Circuits
Dengan tombol tekan dan over-current device yang terhubung, ukur resistensi
sebelum phase-to-ground. Hal tersebut akan diperlukan untuk mengangkat
neutral ground pada control transformer untuk melakukan tes ini. Isolasi
elemen kontrol yang tidak harus di megger.
 Periksa apakah penurunan tegangan memenuhi persyaratan pada spesifikasi umum.
 Periksa kabel dan wire untuk identifikasi penomoran yang sesuai atau dengan kode
pewarnaan.

2.5.3.2 Interposing Relay Panel

a. Deskripsi Proses Kegiatan


Kegiatan Pre-Commissioning yang dilakukan adalah untuk melaksanakan inspeksi lapangan
dan melakukan pengujian serta function test.

b. Tujuan Kegiatan
Sebelum fasilitas listrik dioperasikan, inspeksi lapangan dan pengujian harus dilakukan untuk
menetapkan, bahwa seluruh peralatan, perangkat dan kabel telah diinstall dengan benar dan
berada dalam kondisi kerja yang memuaskan dan akan beroperasi sesuai dengan yang
diinginkan.

c. Peralatan
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 23 of 52

1. Alat Kerja
 Tang
 Obeng + dan –
 Test Pen
 Kunci Inggris
 Kunci L
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Tester
 Megger (Insulation Tester)
 Resistance Tester/Migroohm
3. Peralatan keselamatan : PPE (helmet, gloves, safety shoes, safety glasses, cover all)
4. Consumable : Dust Cloth/Kain Perlak

d. Prosedur Kerja
Inspeksi
 Secara visual, periksa panel dari kerusakan dan sambunagn yang longgar.
Wiring Check
 Lakukan continuity test pada kabel dari panel untuk remote circuit breakers.
Function Tes
 Pastikan alarm point pada panel alarm dengan mensimulasikan kesalahan fault sumber
yang actual.
 Periksa dengan skala pembacaan setengah dan penuh dari panel meter dengan
menggunakan arus dan tegangan yang diketahui.
 Temple stiker tes untuk setiap relay yang telah di tes untuk memastikan tes yang
sesuai. Setiap stiker harus mencakup nama vendor, nama tester, nama personel
perusahaan, dan tanggal tes.
 Secara fungsional tes setiap kontrol circuit untuk operasi yang tepat dan kesesuaian
dengan gambar.
 Setelah tes dilakukan, vendor harus memastikan bahwa semua power dan wiring
sudah terkoneksi dan dikoneksikan kembali pada titik koneksi yang bersangkutan, dan
sistem sudah siap untuk energizing dan beroperasi.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 24 of 52

2.5.3.3 Sub unit : Sistem Lighting

a. Deskripsi proses kegiatan


Kegiatan pre-commissioning yang dilakukan berupa inspeksi lapangan dan melakukan
pengujian.

b. Tujuan kegiatan
Sebelum fasilitas listrik ditempatkan dalam operasi, inspeksi lapangan dan pengujian harus
dilakukan untuk menetapkan, bahwa semua peralatan, perangkat dan kabel telah di instal
dengan benar, berada dalam kondisi kerja yang memuaskan dan akan beroperasi sesuai desain.

c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Tang
 Obeng
 Tespen
 Cripping
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Tester

d. Prosedur kerja
Sistem Lighting
 Memastikan enclosure lighting untuk klarifikasi area
 Periksa jumlah dan loksi peralatan yang benar
 Memastikan rangkaian panel distribusi, penomoran dan loading sudah benar
 Periksa kondisi cable gland
 The feeder cable size is correct
 Grounding peralatan lengkap dan ketat
 Operasi photoelectric cell, magnetic control switches, dll
 Periksa resistansi isolasi masing-masing rangkaian
 Ukur tingkat pencahayaan
 Sambungan sirkuit pencahayaan yang benar untuk penomoran sirkuit / identifikasi
 Ukur tegangan pada setiap soket untuk receptacle
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 25 of 52

 Periksa isulation resistance setiap outlet


 Lighting circuit test

Lighting circuit test


Setelah nilai resistansi isolasi memadai telah diperoleh, sirkuit pencahayaan harus diuji sesuai
dengan prosedur berikut :
 Matikan semua cabang sirkuit switch di panel penerangan.
 Berikan energy pada rangkaian distribusi sampai ke panel penerangan.
 Periksa tegangan antara fasa ke fasa, dan antara setiap fasa dan konduktor netral, di
bus yang dari panel penerangan.

2.5.3.4 Battery and Battery Charger

a. Deskripsi Proses Kegiatan


Kegiatan proses pre-commissioning yang dilakukan berupa inspeksi lapangan dan melakukan
pengujian.

b. Tujuan Kegiatan
Sebelum fasilitas listrik ditempatkan dalam operasi, inspeksi lapangan dan pengujian harus
dilakukan untuk menetapkan, bahwa semua peralatan, perangkat dan kabel telah di install
dengan benar, berada dalam kondisi kerja yang memuaskan dan akan beroperasi sesuai
dengan desain.

c. Peralatan
1. Alat kerja
 Tang
 Obeng
 Tespen
 Cripping
2. Alat Ukur
 Tang ampere
 Multi tester
d. Prosedur Kerja
 Pastikan label pengisian daya sudah benar
 Memastikan rating baterai, tegangan, dan ampere-jam yang benar
 Periksa beban dihubungkan sesuai dengan gambar yang disetujui
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 26 of 52

 Periksa berat jenis electrolit di setiap sel per nilai tertentu


 Memastikan tingkat cairan ke dalam setiap sel dalam limit
 Alat pelindung untuk pengisi baterai, yaitu sekering, relay, dll sudah benar
 Penyambungan kabel secara lengkap dan ketat
 Penyambungan, ventilasi, dan drainase fasilitas kamar baterai dalam kondisi baik
 Memastikan peralatan grounding selesai
 Baterai selesai pengisian
 Ukur tegangan baterai setiap sel individu
 Lakukan uji beban integritas
 Pastikan pengisian operasi peralatan dengan mengukur pengisian produsen menggunakan
arus dan tegangan di rekomendasikan prosedur

2.5.3.5 Switchgear Medium & Low Voltage

a. Deskripsi Proses Kegiatan


Kegiatan pre-commissioning yang dilakukan adalah untuk melaksanakan inspeksi lapangan dan
pengujian

b. Tujuan Kegiatan
Sebelum fasilitas listrik di tempatkan dalam operasi, inspeksi lapangan dan pengujian harus di
lakukan untuuk menetapkan, bahwa semua peralatan, perangkat dan kabel telah di install
dengan benar, berada dalam kondisi kerja yang memuaskan dan akan beroperasi sebagai mana
dimaksud

c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Tang
 Obeng + dan –
 Tespen
 Kunci inggris
 Kunci L
2. Alat Ukur
 Tang ampere
 Multi test
 Megger (insulation tester)
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 27 of 52

 Resistence Tester/Migroohm
3. Peralatan Keselamatan : PPE (helmet, gloves, safety shoes, safety glasses, cover all)
4. Consumable
 Dust Cloth/ kain perlak

d. Prosedur Kerja :
Inspeksi
 Jaringan listrik harus diperiksa kecocokannya dengan skematik diagram. Peralatan hasil
rakitan pabrik, seperti switchgear, hanya dibutuhkan sample checks. Kekencangan dari
semua terminal harus dipastikan.
 Elecrical Loop check harus dilakukan pada setiap loop untuk emastikan apakah setiap Loop
di install dengan benar sesuai dengan gambar konstruksi dan wire serta kabel diterminasi
pada polaritas atau tahapan yang benar
 Tahapan dan polaritas harus ditandai pada semua titik-titik terminasi
 Sebelum melakukanj test apapun, secara visua periksa eksternal dan internal line-up
switchgear dari kerusakan dan masalah yang mungkin terjadi
 Dengan feeder breaker yang terbuka, termasuk secondary breaker, lakukan megger pada
bus fase ke fase dan fase ke ground menggunakan 500 volt megger. Nilai insulasi resistansi
paling sedikit 3 mega ohm
 Dengan menggunakan solid-state tester yang didesain umtuk memeriksa peralatan
pemutus sambungan, periksa breaker untuk memastikan operasi trip yang sesuai. Secara
visual, lakukan inspeksi untuk melihat apakah rasio CT sudah benar untuk breaker rating,
dan secara manual operasikan setiap breaker untuk memastikan bahwa breaker tidak
mengikat (binding)
 Sesuaikan breaker solid-trip dengan pengaturan yang disiakan oleh vendor
 Setelah di test dengan komplit, tandai setiap breaker untuk menunjukan bahwa test sudah
selesai dilakukan. Pada ‘tag’ tersebut harus terdapat nama perusahaan yang melakukan
test, jenis test, personil yang melakukan test, dan tanggal test

Function test
 Function test harus dilakukan untuk menunjukan operasi yang benar dari keseluruhan
system
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 28 of 52

 Perhatian khusus harus diberikan pada peralatan interface, dimana terdapat kemungkinan
perbedaan fungsional
 Periksa switchgear termasuk housing, bus, kompertemen circuit breaker compartements,
dan mekanisme circuit breaker untuk melihat kerusakan yang mungkin terjadi saat
pengiriman
 Bersihkan semua bagian dari kotoran dan material luar dari testing dan energizing
 Pastikan apakah CT polarities ditunjukan sesuai gambar desain
 Pastikan apakah bus bar bracing dan alignment sudah tepat
 Periksa dan test harus mencakup hal berikut :
a) Nameplate rating dan layout panel sudah termasuk alignment dan level
b) Rating dari circuit breaker, fuses, cPT, CT, dan jenis dari protection relay
c) Sambungan bus bar dan penddukung dari control dan grounding bus
d) Pengaturan untuk protective relays
e) Fitur keselamatan seperti hambatan partisi, shutter, door, interlocks, handle interlock,
dll
f) Alignment kontak dari mekanisme drawout
g) Terminasi kabel dan terminasi grounding
h) Koneksi grounding dan system grounding
i) Review kembali hasil test pabrik
j) Bolting bus di sambungkan dengan metode kalibrasi torsi kunci pas disesuaikan dengan
instruksi pabrik

2.5.3.6 Substation Transformer

Testing
 Melakukan test insulasi resistensi, winding-to-winding and winding-to-ground, menggunakan
megger.
 Minimum resistensi insulasi yang dapat diterima dalam megaohm yaitu 8 kali nilai resistensi
dalam kV dari gulungan yang diuji
 Test secondary winding-to-ground dengan tangki dan primary winding grounded. Test primary
winding to secondary winding
 Test daya transformer sesuai dengan ANSI/IEEE.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 29 of 52

 Test lainnya yang akan dilakukan hrus dilakukan dengan representasi dari vendor. Hal tersebut
mencakup :
- Excitation current test pada setiap fase
- Lakukan precent oxygen test on nitrogen gas blankets

Function Test
 Cek temperature operasi dari alarm dengan meng-energizing alarm circuit dan secara manual
menggerakan alarm contact ke sound alarm
 Periksa operasi dari cooling fan, relay, dan circuit dengan energizing circuit dan menggerakan
fan relay contacts untuk menyalakan dan menghentikan motor
 Melakukan test operasi dengan pressure relay yang salah berdasarkan instruksi manufacturer
 Periksa tidak ada load tap charger untuk meyakinkan bahwa kondisi operasi dengan
memindahan pegangan tap charger melalui travel yang komplit
 Energize transformer dan ukur tegangan primary dan secondary dengan tap charger di setiap
posisi
 Pastikan apakah rasio tegangan sesuai dengan nameplate transformer
 Atur tap charger pada posisi yang tepat untuk memenuhi tegangan secondary yang diharapkan
pada beban dengan tegangan primer yang diaplikasikan
 Lakukan test komplit pada insulating oil dalam semua cairan yang mengisi transformer. Hal ini
mencakup oil dielectric testing, test penetral keasaman, dan interracial tension test.
 Lakukan test TTR (transformer Turn Ratio) diantar windings untuk posisi tekan. Pengaturan
tekan final harus sesuai dengan spesifikasi vendor

2.5.3.7 Electric Motor, Feeder dan Grounding Motor

a. Deskripsi Proses Kegiatan


Kegiatan pre-commissioning yang dilakukan berupa inspeksi lapangan dan melakukan
pengujian / pengetesan

b. Tujuan Kegiatan
Sebelum fasilitas listrik ditempatkan dalam operasi, inspeksi lapangan dan pengujian harus
dilakukan untuk menetapkan, bahwa semua peralatan, perangkat, dan kabel telah di install
dengan benar, beada dalam kondisi kerja yang memuaskan dan akan beroperasi sesuai dengan
desain.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 30 of 52

c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Tang
 Obeng
 Tespen
 Kunci/wrench
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Tester
 Temperature Gun
 Tacho Meter
 Megger
3. Peralatan keselamatan
 Safety body harness
 Helmet
 Gloves
 Safety shoes
 Safety glasses
4. Consumable
 Kain lap

d. Prosedur Kerja
Feeder dan grounding motor
 Memastikan ukuran dan feeder motor sesuai dengan gambar yang disetujui.
 Memastikan indikasi circuit dan penomoran terminal motor yang benar dan jelas.
 Pemeriksaan Cable Gland lengkap dan ketat.
 Memastikan klem dan koneksi dari kabel tunggal konduktor ketat dan cocok untuk fluks
magnet.
 Memastikan terminasi kabel dan koneksi yang benar dan ketat.
 Pengamanan kabel dari kerusakan mekanikal.
 Melakukan test continuity.
 Melakukan test resistansi isolasi.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 31 of 52

 Memastikan koneksi grounding lengkap.

Solo run motor


 Lepaskan coupling yang menjadi penghubung antara motor dan pompa.
 Energize power untuk motor.
 Lihat arah putaran motor (berputar sesuai dengan arah jarum jam).
 Ukur jumlah putaran motor dengan tachometer. Catat hasilnya.
 Ukur vibrasi dengan menggunakan vibrasi meter. Catat hasilnya.
 Ukur temperature motor dengan temperature Gun. Catat hasilnya.
 Ukur arus listrik pada motor menggunakan tang ampere. Catat hasilnya.
 Ukur tegangan antar fasaa dengan menggunakan multi tester.
 Sesuaikan hasil pengukuran dengan spesifikasi motor.

2.5.4 PRE-COMMISSIONING INSTRUMENT

2.5.4.1 Umum

Prosedur ini mencakup persyaratan umum untuk uji penerimaan (Acceptance Test), kalibrasi
instrument dan loop/sequence test sebelum/setelah instalasi dan sebelum commissioning
dilaksanakan. Setelah Power On peralatan listrik dan penyelesaian instalasi listrik serta koneksi,
pre-commissioning akan dilakukan kontraktor dan disaksikan oleh PT. Moya Bekasi Jaya (OWNER)
untuk membuktikan kesesuaian umum untuk peraturan yang berlaku dan kode praktek serta
spesifikasi.

Adapun persyaratan sebelum dilakukan pre-commissioning instrument yaitu harus dilakukan


Collect Report Data dari Quality Control yang sudah disetujui oleh pihak PT. Moya Bekasi Jaya,
seperti :

- Calibration Report untuk semua field instrument.


- Installation Inspection Report (Cable Pulling, Cable Tray/Conduit, Tubing & Support)
- Wiring Test Report.
- Tubing/Hook-up Lesk Test Report.
- SAT Report Panel PLC System & FACP System.

2.5.4.2 Deskripsi Proses Kegiatan


a. Pre-Test
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 32 of 52

Sebelum mulai dilakukan kegiatan test ada beberapa hal yang harus di cek, yaitu :
- Kondisi visual peralatan instrument tidak ada yang rusak.
- Name plate yang berada pada peralatan instrument sesuai dengan spesifikasi dan
datasheet.
- Pastikan semua koneksi kabel sudah benar polaritasnya dan instrument air supply sudah
benar dan sesuai dengan spesifikasi prosesnya.
- Pastikan semua peralatan instrument sudah terkalibrasi dengan benar sesuai dengan
datasheet.

Sumber Suplai Energi dan Output Sinyal


Prosedur berikut dilakukan untuk semua instrument yang membutuhkan sumber suplai power dan
menghasilkan output sinyal.

1. Elektronik
- Hubungkan suplai poweryang sesuai. Electronic instrument sebaiknya di-energize dengan
tujuan percobaan tes kalibrasi, atau sesuai dengan rekomendasi oleh manufaktur. Suplai
polaritas yang benar harus dipertahankan setiap saat.
- Periksa output untuk test meter yang sesuai, sebaiknya Digital Volt Meter.
- Periksa apakah polaritas sudah benar, ukur independence loop dan buat compensating
adjustments.
2. Pneumatic
- Suplai udara untuk pneumatic instrument harus bersih, kering, dan bebas minyak.
- Tambahkan regulator tambahan udara pada pengaturan yang benar.

b. Loop Test
1. General
- Pre-Commissioning adalah aktifitas untuk memastikan bahwa setiap instrument input
device, sistem kontrol, dan instrument final element dapat beroperasi sebagaimana
control design untuk menunjang proses. Pre-Commissioning dapat juga disebut
function test untuk setiap loop.
- Loop adalah sistem yang terintegrasi untuk menggabungkan field instrument device
(input) dari dan (output) ke lapangan dengan sistem kontrol yang jejaringnya
dihubungakan dengan wiring.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 33 of 52

- Open Loop adalah hubungan sinyal satu arah dari lapangan (input) ke sistem kontrol
atau sebaliknya (output) dari sistem kontrol ke lapangan. Input dan Output tidak
mempunyai hubungan. Sehingga setiap action output ke lapangan yang merubah
proses, tidak ada feedback yang diberikan ke loop.
- Closed Loop adalah siklus sinyal dari lapangan (input) ke sistem kontrol kemudian
diolah dan menghasilkan sinyal output yang akan dikirimkan kembali ke final element
di lapangan (output) dan action dari final element itu akan berpengaruh pada input.
- Single Loop adalah loop sederhana dapat berupa open loop atau closed loop
sederhana.
2. Loop Testing Procedure
- Setiap loop harus diperiksa dari signal input field melalui receiving instrument dan
dalam kasus controller, output harus diperiksa melalui elemen operasi kontrol final.
Selama loop test, semua item tambahan pada loop seperti sinyal input dan output,
alarm switch/level harus dites.
- Untuk melaksanakan loop test, isolasi transmitter (atau controller yang tersambung
langsung) dari proses dan hubungkan kepada input dari simulator sinyal proses.
- Sinyal yang dihasilkan harus equivalent pada 0% - 100% dari rentang instrument dan
pemeriksaan fungsi loop pada operasi yang tepat untuk setiap point dengan mode
“rising” dan “falling”.
- Setiap penambahan yang ditemukan penting harus dilaksanakan sesuai dengan
instruksi manufaktur dan test dapat diulang.
- Untuk aplikasi controller, tes berikut juga diperlukan :
 Pilih Controller ke mode manual dan dengan menggunakan sinyal yang sesuai,
yakinkan bahwa control valve atau valve dicoba dengan tepat. Valve positioned
gauge harus diperiksa selama tahap ini.
 Sinyal actual yang di-apply pada controller sampai 50% dari rentang instrument
dan tambahkan output manual regulator sampai 50% dan dengan men-switch
auto/manual transfer, periksa “bumpless” transfer. Ikuti instruksi dari manufaktur,
tambahkan apabila diperlukan hingga “bumpless” transfer tercapai.
 Periksa alarm dan trip action dengan memvariasikan sinyal actual dan tambahkan
jika diperlukan.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 34 of 52

 Setelah setiap loop dites dengan hasil memuaskan, controller harus dipindah ke
manual dan diidentifikasi sesuai spesifikasi.
- Inspeksi loop, atur suplai udara/elektrikal apakah sesuai. Lakukan pemeriksaan khusus
apakah suplai udara bertekanan untuk control valve atau pneumatic actuator lainnya
diatur sesuai spesifikasi.
- Untuk loop check polaritas secara elektronik, lakukan pengukuran loop independence,
jika diperlukan.
- Final loop test harus dilakukan untuk memastikan bahwa fungsi instrument terinstall
dengan benar dan semua transmitter akan align pada nol. Setiap transmitter dan
switch tidak harus dikalibrasi selama loop test, karena semua transmitter dan switch
telah diinstal setelah penyelesaian kalibrasi bench pada workshop.
- Untuk loop transmitter, secara manual variasikan zero adjustment dari transmitter
elektronik atau koneksikan generator arus DC standar atau sinyal output transmitter
sehingga ekivalen hingga 0, 50. Dan 100% dari instrument gauge yang dihasilkan, untuk
memeriksa semua fungsi keseluruhan.
- Selama loop test, item berikut harus dikonfirmasi atau diperiksa :
1. Di dalam control room atau local panel.
 Indikasi atau output level sinyal pada PLC HMI console atau papan instrument
yang terpasang.
 Indikasi dari trend associates yang terekam dengan PLC.
 Fungsi dari flow counters.
 Action controllers dari PLC atau tipe instrument konvensional.
 Fungsi dari annunciator.
2. Di lapangan
 Action dari control valve termasuk associated accessories seperti solenoid
valve, limit switches, position transmitter, dan lain-lain.
 Rentang dari transmitters.
 Indikasi dari alat pengukur output yang dipasang dari jarak jauh.

3. Loop Test untuk SMART Transmitter


 Memastikan bahwa Hook-up installation sudah benar.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 35 of 52

 Memastikan bahwa wiring terminasi sudah benar dengan melakukan cold wire test
atau continuity test ujung ke ujung dari field device sampai marshaling panel.
 Memastikan polaritas sudah benar.
 Menyambungkan knife switch di marshaling panel.
 Instrument harus ter-energize, pastikan dari indicator atau periksa tegangannya.
 Hubungkan hand-held programmer dan jalankan communication test.
 Melakukan trim yaitu check ZERO dan SPAN.
 Monitor di Engineering Work Station Value yang dikirim dari lapangan harus sesuai
ZERO dan SPAN-nya.
 Melakukan injeksi proses (pressure, level, temperature) pada transmitter tapping
point dan verify indicator local serta verifiy signal yang dikirim ke Engineering Work
Station.
 Melakukan linearisasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100%.
 Loop test selesai.

4. Loop Test untuk SMART Control Valve


 Melakukan langkah-langkah seperti point 1 – 4 seperti pada SMART transmitter.
 Periksa tegangan pada terminal control valve.
 Pastikan pada saat ZERO, sinyal control valve fully closed.
 Manual injeksi sinyal dari Engineering Work Station 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan
Control Valve harus menunjukkan nilai travel linear yang sama. Apabila tidak semua
tidak sama lakukan Auto-Calibration.
 Periksa kondisi FAIL POSITION dengan melepas kabel atau mengisolasi air supply.
 Untuk Closed Loop, lakukan setting AUTO pada faceplate workstation.
 Periksa control action REVERSE atau DIRECT.
 Loop Test Completed.

5. ON-OFF Valve (Pneumatic Operated Valve)


 Periksa apakah lubricator yang ditentukan sudah sesuai dan diisi dengan lubrikan yang
tepat.
 Hubungkan suplai udara dengan actuator. Suplai tekanan tidak terlepas dari yang
tercantum dari spesifikasi vendor.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 36 of 52

 Suplai power eletrikal dengan solenoid valve.


 Hubungkan circuit tester dengan terminal output dari limit switch, jika limit switch
ditentukan.
 Periksa tindakan dari valve dengan cara mensuplai atau memutuskan power ke
solenoid valve. Periksa juga action dari limit switch.
 Periksa valve terhadap spesifikasi atau tindakan yang tepat pada air failure, juga
ditentukan dalam spesifikasi.
 Periksa waktu yang digunakan antara “full closing” atau “full opened” jika ditentukan
dalam spesifikasi.

6. Lain-Lain
 Prosedur harus diterapkan dalam melaksanakan detail loop test, namun secara umum
instrument loop secara komplit harus di tes sebagai satu keseluruhan sistem, dan
apabila diperlukan penyesuaian harus dilakukan kalibrasi. Alarm yang terkkait dan trip
action dari PLC dan/atau papan instrument yang dipasang harus diperiksa selama loop
test.
 Loop test adalah operasi yang terdiri 2 grup dimana satu grup di lapangan dan yang
lainnya di control room atau bagian depan dari local panel. Ketika PLC diterapkan, satu
orang harus berada di substation untuk troubleshooting. Kontraktor harus meyakinkan
grup tersebut dilengkapi sarana yang memadai seperti komunikasi jarak jauh, yang
disetujui oleh kontraktor.
 Rekam/catat semua hasil, untuk setiap instalasi. Jika ada test yang tidak disaksikan dan
karenanya tidak disetujui dalam laporan tes, kontraktor akan melanjutkan dengan
konfirmasi terulis dari klien dan/atau engineer.
 Dalam penyelesaian loop test PLC controller mde, semua tipe controller action
konvensional harus dibuang dengan tindakan yang tepat dan dengan pengaturan
kelompok yang proporsional 100%. Fungsi reset dan derivative akan menjadi
minimum. Controller harus digunakan dalam mode manual dan dimanipulasikan
menjadi 0%.

c. Sequence Test
1. General
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 37 of 52

- Sistem interlock keseluruhan harus diperiksa urutan operasi yang tepat dan semua
peralatan output harus dijalankan agar dapat bekerja secara memuaskan.
- Saat input interlock telah dibuktikan selama loop test, input tersebut kemungkinan
akan bypassed. Semua input lainnya harus dibuktikan pada sequence test.
- Saat interlock input dan/atau output diasosiasikan dengan peralatan elektrik seperti
motor pompa, kompresor, dan valve, maka sequence test harus dilaksanakan oleh
engineer bagian elektrikal.
2. Prosedur Sequence Test
- Switch untuk trip bypass harus pada posisi “OFF” sebelum sequence test.
- Untuk annunciator, secara manual sinyal output transmitter harus dibuat dan/atau
disimulasikan untuk memeriksa annunciator. Function check tidak diperlukan, karena
akan selesai selama loop test.
- Untuk peralatan output, dengan menekan tombol manual trip atau dengan mengatur
kondisi emergency sama seperti pemeriksaan annunciator, yakinkan bahwa semua
instrument atau peralatan elektrikal merespon dengan benar. Pada waktu yang sama,
jawaban kembali harus diperiksa, jika diperlukan.
- Untuk pneumatic atau valve yang dioperasikan jarak jauh, manual switch atau switch
keyboard untuk mengoperasikan PLC harus pada posisi “ON” dan/atau “OFF” untuk
memeriksa tindakan dari valve dan status indikasi.
- Tombol remote/local selector harus diganti ke posisi remote sebelum test, jika
diperlukan.

2.5.5 PRE-COMMISSIONING MECHANICAL

2.5.5.1 Pompa
a. Deskripsi Proses Kegiatan
Kegiatan pre-commissioning yang dilakukan antara lain berupa solo run test dan performance
test. Solo run test dilakukan pada motor dan pompa dengan melepas coupling yang menjadi
penghubung antara motor dan pompa. Pada performance test, coupling dipasang kembali,
kemudian suction dan discharge pompa disambung dengan hose lalu dilakukan sirkulasi
dengan air menggunakan temporary tank.

b. Tujuan Kegiatan
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 38 of 52

Solo run dan performance test secara umum bertujuan untuk memeriksa apakah pompa
mampu bekerja sesuai spesifikasi.

c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Temporary Tank
 Hose
 Tang
 Obeng
 Kunci Pipa
 Kunci/wrench
 Pengungkit
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Meter
 Temperature Gun
 Tacho Meter
 Megger
 Vibrasi Meter (bila diperlukan)
 Pressure Gauge
3. Peralatan keselamatan
 Safety body harness
 Helmet
 Gloves
 Safety shoes
 Safety glasses
4. Consumable
 Kain lap
 Minyak pelumas atau Grease
 Ampelas

d. Prosedur Kerja
Solo Run Motor
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 39 of 52

 Lepaskan coupling yang menjadi penghubung antara motor dan pompa.


 Energize power untuk motor.
 Lihat arah putaran motor (berputar sesuai dengan arah jarum jam)
 Ukur jumlah putaran motor dengan tachometer. Catat hasilnya
 Ukur vibrasi dengan menggunakan vibrasi meter. Catat hasilnya
 Ukur temperatur motor dengan temperature gun. Catat hasilnya
 Sesuaikan hasil pengukuran dengan spesifikasi motor.
Performance Test
 Pasang kembali coupling untuk menghubungkan motor dan pompa
 Sediakan bak penampungan berisi air
 Sambungkan pipa ke bagian suction dan discharge pompa ke bak berisi air
 Energize power untuk menyalakan pompa
 Lihat arah putaran pompa (berputar sesuai dengan arah jarum jam)
 Ukur vibrasi dengan menggunakan vibrasi meter. Catat hasilnya
 Ukur temperatur pompa dengan temperature gun. Catat hasilnya
 Ukur tekanan pompa dengan dial gauge.
 Sesuaikan hasil pengukuran dengan spesifikasi pompa.

2.5.5.2 Agitator/Mixer
a. Deskripsi Proses Kegiatan
Kegiatan pre-commissioning dilakukan pada agitator pada seluruh proses instalasi dan setelah
semua komponen terpasang sempurna. kegiatan ini untuk melihat putaran dari agitator.
 Solo Run Motor
 Putaran agitator
b. Tujuan Kegiatan
Melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar pada saat motor dijalankan untuk pertama
kalinya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan yang dapat terjadi karena ada
kesalahan pemasangan. Pemeriksaan kesiapan perlengkapan dilakukan terhadap motor dan
komponen-komponen penunjang lainnya yang terkait dengan operasi motor. Untuk melihat
putaran agitator apakah dapat bergerak dengan lancer dan apakah motor sesuai dengan
spesifikasi.

c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Tang
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 40 of 52

 Obeng
 Kunci Pipa
 Kunci/wrench
 Pengungkit
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Meter
 Temperature Gun
 Tacho Meter
 Megger
 Vibrasi Meter (bila diperlukan)
 Pressure Gauge
3. Peralatan keselamatan
 Safety body harness
 Helmet
 Gloves
 Safety shoes
 Safety glasses
4. Consumable
 Kain lap
 Minyak pelumas atau Grease
 Ampelas

d. Prosedur Kerja
Solo Run Motor
 Lepaskan coupling yang menjadi penghubung antara motor dan gear box.
 Energize power untuk motor.
 Lihat arah putaran motor (berputar sesuai dengan arah jarum jam)
 Ukur jumlah putaran motor dengan tachometer. Catat hasilnya
 Ukur vibrasi dengan menggunakan vibrasi meter. Catat hasilnya
 Ukur temperatur motor dengan temperature gun. Catat hasilnya
 Sesuaikan hasil pengukuran dengan spesifikasi motor.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 41 of 52

2.5.5.3 Air Compressor


a. Deskripsi Proses Kegiatan
Kegiatan pre-commissioning yang dilakukan untuk melihat kinerja compressor.
b. Tujuan Kegiatan
 Untuk memastikan tidak ada kebocoran dalam tabung compressor.
 Untuk memastikan bahwa safety valve berfungsi dengan baik.
 Untuk memastikan sistem automatic compressor berjalan dengan baik
c. Peralatan
1. Alat Kerja
 Tang
 Obeng
 Kunci Pipa
 Kunci/wrench
 Pengungkit
2. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Meter
 Temperature Gun
 Tacho Meter
 Megger
 Vibrasi Meter (bila diperlukan)
 Pressure Gauge
3. Peralatan keselamatan
 Safety body harness
 Helmet
 Gloves
 Safety shoes
 Safety glasses
4. Consumable
 Kain lap
 Sabun
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 42 of 52

 Selotip

d. Prosedur Kerja
Memastikan tidak ada kebocoran dalam tabung compressor
 Nyalakan compressor. Periksa setiap konektor dengan menetesi air sabun di sekeliling
konektor, jika terdapat gelembung udara maka masih terdapat kebocoran. Jika terdapat
kebocoran, buka konektor, buang selotip lama dang anti selotip baru lalu lapisi dengan cat
dasar sebagai pelekat.
Safety valve berfungsi dengan baik
 Isi tabung melebihi kapasitas, lihat apakah valve dapat membuka dengan sendirinya dan
membuang udara berlebih dari compressor. Jika iya, maka safety valve berfungsi dengan
baik.
 Untuk mengecek apakah safety valve dapat dioperasikan dengan manual. Isi tabung
compressor setengah penuh lalu buka secara manual. Jika dapat dibuka secara manual
dengan mudah, maka safety valve dapat berfungsi dengan baik.
Memastikan sistem automatic berjalan dengan baik
 Berikan beban berlebih pada compressor. Power akan memutuskan compressor jika sistem
berfungsi dengan baik. Saat compressor kosong, compressor akan mengisi dengan
sendirinya.

2.5.6 PRE-COMMISSIONING PIPING

2.5.6.1 Flushing
e. Deskripsi Proses Kegiatan
 Water flushing.
 Air Blowing
 Steam Blowing
 Tightening/bolting
 Leak Test for General Line
 Fabrikasi Temporary Spool Peace (sebelum control valve dipasang, gunakan spool peace)
 Fabrikasi temporary pipe spool outlet blow/knalpot/pembuangan
 Fabrikasi temporary sleep blind/sorokan tutup
 Fabrikasi temporary manifold inlet (untuk pengisian dari compressor ke pipe line).
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 43 of 52

f. Tujuan Kegiatan
 Untuk membersihkan kotoran didalam pipa.
 Pengencangan bolt yang masih kendur.

g. Peralatan
4. Alat Kerja
 Mesin compressor, yang pressurenya mencapai 7 kg/Nm2.
 Hose/slang
 Pressure gauge
 Kunci Inggris
 Kunci Pipa
 Kunci Pass
 Hose Connection
 Kunci F
 Welding Machine
 Cutting torch/lapu potong
 APAR
5. Alat Ukur
 Tang Ampere
 Multi Meter
 Temperature Gun
 Tacho Meter
 Megger
 Vibrasi Meter (bila diperlukan)
 Pressure Gauge
6. Peralatan keselamatan
 Safety body harness
 Helmet
 Gloves
 Safety shoes
 Safety glasses
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 44 of 52

h. Prosedur Kerja
 Sebelum dilakukan hydrotest, dipastikan line pipa sudah final check oleh Quality Control
PT. Moya Bekasi Jaya dan dipastikan tidak ada comment.
 Hydrotest bisa dilakukan kalau test package sudah siap dan sudah approved oleh PT. Moya
Bekasi Jaya.
 Dalam pelaksanaan hydrotest/pneumatic test dipastikan safety man harus ada di lokasi,
dan harus ada alat komunikasi/radio.
 Line pipe yang sedang di test, dipastikan diberi tanda police line atau barrigade.
 Line pipe yang sudah selesai di hydrotest, lalu dilakukan Re-Install/Re-Storage.

2.5.6.2 Pressure Test


e. Deskripsi Proses Kegiatan

Semua sistem pipa dilakukan hydrotest kecuali untuk beberapa kondisi dibawah ini :
 Tes Pneumatik
 Pipa air instrument
 Sistem blowdown
 Pemakaian air laut tidak diperbolehkan
 Air untuk pengetesan pipa stainless steel tidak boleh mengandung klorida lebih dari 50
ppm
 Pressure test dilakukan untuk pipa dengan kode IA dan UA

f. Tujuan Kegiatan

Untuk memeriksa kuat tekan pipa terhadap fluida sesuai dengan tekanan yang diberikan.

g. Peralatan
 Hand pump
 Pressure gauge
 Temporary pipe
 Paltform
 Tangga

h. Prosedur Kerja
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 45 of 52

Kriteria
 Hydrotest untuk pipa internal pressure
 Pressure test untuk pipa baja tidak boleh kurang dari 1,5 design pressure.
 Pressure test untuk pipa FRP dan PVC tidak boleh kurang dari 1,1 design
pressure.
 Untuk design temperature diatas temperature test.
 Hydrotest untuk pipa eksternal pressure
Line di vacuum service test dengan tekanan minimal 1,1 kg/cm2g kecuali dibatasi dengan
lower pressure dari desain.

 Pneumatic Test
Tes pressure untuk pneumatic adalah 110% design pressure

Persiapan Test Pressure


 Tes blok harus dipastikan untuk item dibawah ini sebelum pengetesan :
 Semua repair telah selesai
 Laporan NDT
 Laporan PWHT jika ada
 Semua supporting structure sudah terpasang
 Apabila terdapat spring support, harus dalam keadaan terkunci.
 Line pipa yang terdapat check valve harus mendapat tekanan dari sisi masuk valve, atau
disc-nya dilepas atau dibalik.
 Bila ada expansion joint dilepas dari tes blok.
 Test blok diisolasi dari peralatan Rotary dengan memutus koneksi nozzle-nya.
 Relief dan safety valve diblok dengan blind flange pada bagian inletnya. Semua screw-nya
diganti dengan cap. Test gauge tidak boleh digunakan.
 Control valve dilepas dari line pipa.
 Temporary support harus dipasang tetapi tidak boleh di las.
 Temporary scaffolding, platform dan tangga harus disediakan untuk keperluan pengecekan
kebocoran.

Test Pressure
f. Pre-Test Pressure
Sebelum disaksikan oleh PT. Moya Bekasi Jaya, kontraktor bisa melakukan percobaan test
pressure.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 46 of 52

g. Pelaksanaan Hydrotest
 Harus menggunakan air tawar
 Pengisian tes blok harus menggunakan temporary pipe dan terdapat vent di tiap
bagian yang tinggi.
 Tekanan dikontrol dengan pressure gauge yang ada dibagian yang rendah dan
tidak boleh melebihi test pressure
 Tes blok untuk line high pressure diberikan pressure secara bertahap sampai nilai
test pressure.
 Test pressure di-hold minimal 1 jam
 Pelaksanaan Hydrotest harus dilengkapi dengan chart recorder
h. Pelaksanaan Pneumatic Test
 Semua pengetesan pneumatic termasuk preliminary tidak boleh melebihi 1.7
kg/cm2g. Tekanan dinaikkan secara bertahap supaya material pipa menyesuaikan
dengan tegangannya dan untuk mengecek kebocoran
 Semua sambungan, pengelasan supaya disemprot dengan air sabun untuk
mendeteksi kebocoran.
 Pressure test di-hold sampai semua sambungan diperiksa.
i. Acceptance
Tes blok dinyatakan diterima jika tidak ada kebocoran

j. Restorasi
Item dibawah ini harus dipasang kembali setelah selesai pengetesan :

 Valve, Control Valve dan instrument lainnya dipasang kembali


 Test blind harus dilepas.
 Semua support temporary harus dilepas.
2.5.7 PRE-COMMISSIONING CIVIL

2.5.7.1 Hydrotest
a. Deskripsi Proses Kegiatan
 Hydrotest dilakukan pada bangunan sipil berbentuk bak/kolam penampung.
 Hydrotest dilakukan dengan cara mengisi bak dengan air hingga penuh.

b. Tujuan Kegiatan
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 47 of 52

Hydrotest bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kebocoran pada bak.

c. Peralatan
 Pompa air untuk mengisi bak beserta accessories-nya seperti selang air, dll.
 Kapur/spidol untuk menghitung besarnya penurunan air dengan menandai selisih
tinggi permukaan air saat dimulainya hydrotest dan setelah hydrotest selesai (3x24
jam)
 Kapur/spidol tersebut diatas juga untuk menandai spot dinding dalam bak yang
teridentifikasi sebagai lokasi kebocoran.
Peralatan keselamatan
 Safety body harness
 Helmet
 Gloves
 Safety shoes
 Safety glasses

d. Prosedur Kerja
 Pelaksanaan tes kebocoran dilakukan pada semua bak.
 Pelaksanaan hydrotest dilakukan saat umur beton mencapai kekuatan rencana atau 28 hari
dan setelah adanya crack/retak rambut yang terlihat secara visual pada sisi dalam dan luar
diperbaiki dengan menggunakan injeksi grouting.
 Setelah langkah tersebut diatas dilakukan barulah hydrotest dilaksanakan dengan cara
mengisi bak dengan air hingga penuh.
 Menandai dengan kapur tinggi permukaan air pada dinding bak saat bak sudah terisi
penuh.
 Melakukan holding time pada bak yang sudah terisi penuh selama 3 x 24 jam.
 Menandai dengan kapur tinggi permukaan air pada dinding bak saat waktu holding time
selesai untuk mengetahui besar penurunan tinggi muka air yang terjadi.
 Bila terjadi penurunan tinggi permukaan air, dilakukan identifikasi penyebab penurunan.
Perlu dihitung pengaruh penguapan air di bak termauk penambahan volume air di bak
karena hujan.
 Mengosongkan bak dengan pompa.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 48 of 52

 Segera setelah bak dikosongkan, menandai spot-spot yang teridentifikasi menjadi asal
kebocoran. Asal kebocoran akan terlihat pada spot-spot dinding bak yang terlihat basah
(merembes).
 Lakukan langkah perbaikan pipa dengan injeksi grouting pada spot tersebut.
 Kembali melakukan hydrotest sampai tidak terjadi penurunan tinggi permukaan air.
 Membuat Berita Acara penyelesaian pekerjaan hydrotest setelah tidak ditemukan
kebocoran

e. Lain-lain
Air yang digunakan untuk hydrotest adalah bukan air laut atau air yang berpengaruh buruk
terhadap besi dan beton. Sehingga jika terjadi kebocoran, air yang tertinggal di lubang resapan
tidak menyebabkan kerusakan.

3. START-UP PROCEDURE

3.1 Pendahuluan
Start-up adalah langkah terakhir dalam proyek Pembangunan Terintegrasi (EPCC) IPA Tegal Gede
– Tahap II, Kap. 500 L/det. Kegiatan start-up melingkupi kegiatan sebagai berikut :
 Seluruh perpipaan dan tiap-tiap sambungan telah dipastikan bebas dari kebocoran.
 Audit Mechanical Completion, yaitu memastikan prosedur innstalasi sudah benar untuk
setiap equipment dan memperoleh jenis dan jumlah dari pelumas (lubricant) yang akan
digunakan saat operasi.
 Review P&ID.
 Pre start-up safety review.
 Periksa power suplai secara fungsional.
 Training operator untuk start-up dan operasi.
 Pelaksanaan start-up dan operasi sampai turn over pertama.

3.2 Ready For Start-up

Setelah proses commissioning dinyatakan berhasil, maka instalasi dinyatakan siap untuk start-up
pertama kali (initial start-up). Commissioning dinyatakan berhasil apabila :
 Valve yang digunakan untuk me-reduce kapasitas pompa air baku sesuai dengan kapasitas
pengolahan yang diinginkan.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 49 of 52

 Discharge valve pada pompa sudah diatur sesuai dengan kapasitas air baku yang akan
dialirkan.
 Pastikan persiapan bahan kimia yang dibutuhkan dalam proses koagulasi dan flokulasi.
 Jenis dan dosis optimum dari koagulan, flokulan, dan netralisan, telah diperoleh melalui
pelaksanaan Jar-Test.
 Jenis dan dosis optimum dari polimer yang akan digunakan pada unit SDS telah diperoleh
melalui Jar-Test sehingga diperoleh jumlah yang harus disediakan oleh kontraktor maupun
dari PT. Moya Bekasi Jaya untuk operasional instalasi penjernihan air (IPA).
 Waktu detensi setiap unit pengolahan dan waktu operasional setiap equipment telah
dicatat sebagai evaluasi untuk memaksimalkan efisiensi instalasi penjernihan air (IPA).
 Setiap unit pengolahan berhasil mengolah parameter pencemar sesuai dengan desain yang
dapat dibuktikan melalui hasil sampling yang diambil melalui sampling point yang
kemudian dilakukan analisa laboratorium.
 Urutan dan loop untuk instrumentasi dan kontrol telah diatur sesuai dengan desain.
 Outlet hasil olahan pada unit Filtered Water Basin sudah memenuhi baku mutu yang
ditetapkan didalam RKS.

3.3 Persiapan Start-up


3.3.1 Line Check

Line check dilakukan secara visual terhadap unit untuk meyakinkan bahwa plant dibangun sesuai
dengan P&ID. Lakukan pemeriksaan-pemeriksaan khusus terhadap hal-hal berikut:
 Arah perpipaan sudah tepat
 Posisi yang tepat dari control valve, gate valve, dan jenis valve lainnya
 Pemasangan drain valve, vent valve, safety relief valve, dan lain-lain sudah komplit
 Pemasangan instrumen dan perlengkapannya sudah benar dan lengkap
 Pemasangan tracing dan insulation sudah dilakukan dengan baik dan benar
 Pemasangan dan kedudukan piping support, shoes, dan sebagainya sudah benar. Perbaiki
apabila diperlukan.
 Beberapa peralatan khusus seperti control valve, check valve, orifice, dan lainnya, mungkin
dipindahkan/dicabut dari line pada waktu pressure test dan flushing. Oleh karena itu, alat-alat
ini harus diperiksa apabila terdapat perbaikan.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 50 of 52

Semua perpipaan harus dibersihkan dari kotoran dan karat, dimana pada umumnya line di-flush
dengan menggunakan air bersih. Untuk penyelesaian flushing line setiap sistem, pastikan bahwa
semua sambungan sementara telah disambung kembali termasuk juga control valve yang dilepas
sementara harus dipasang kembali.
Berikut adalah petunjuk untuk flushing:
 Sebelum flushing, control valve dan line pipa telah dilepas.
 Line instrumen telah ditutup rapat atau dilepas sebelum flushing.
 Flush pipa suction dan pipa discharge pada saat sudah dilepas.
 Flush semua drain dan vent.
 Bila memungkinkan, flush aliran ke arah bawah atau mendatar.
 Flushing sebaiknya dilakukan melalui bypass bila ada, ke arah terbuka sebelum flushing melalui
peralatan.

3.3.2 Struktur dan Bangunan Sipil

Sebelum melakukan test pada kolam atau bak, periksa hal-hal sebagai berikut:
 Bagian dalam tangki/bak sudah lengkap dan bersih dari kotoran.
 Area sekeliling tangki harus bersih dan tidak ada sisa kotoran.
 Struktur RC (Reinforced Concrete) harus keras dan tidak berubah bentuk

3.3.3 Alat Instrumentasi

Peralatan instrumen harus sudah lengkap dan dicek keseluruhannya sebelum start-up. Selanjutnya
petunjuk pengecekan untuk pekerjaan instrumen adalah sebagai berikut:
 Kalibrasi alat kontrol dan indicator.
 Cek stroke dari control valve.
 Cek semua transmissi kabel controller, indikator dan alarm (loop check).
 Cek urutan sequential sistem control.
 Bersihkan level gauge.

3.3.4 Rotating Equipment

Sebelum pompa dan motor dijalankan beberapa pemeriksaan seperti:


 Periksa apakah keseluruhan pemasangan telah lengkap.
 Periksa bahwa pompa dan motor telah di-aligned untuk operasi normal.
PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 51 of 52

 Periksa bahwa packing dan seal telah dipasang.


 Periksa bahwa bearing dan shaft telah dibersihkan sebelum pelumasan akhir.
 Lakukan motor solo run test.
 Setelah pompa dan motor disambung, cek item-itemnya yang diperlukan (bearing temperatur,
vibrasi dan motor current).

3.3.5 Tightness (Kekencangan)

Catatan secara umum untuk tightness test adalah sebagai berikut:


 Sebelum tighness test, semua instrument sudah dilepas.
 Isolasi blind yang sementara dapat dilepas untuk tighness test, tetapi battery blind akan tetap
pada posisi tutupan, bila dibutuhkan.
 Test tekanan pada 7.0 kg/cm2 G atau pada tekanan normal operasi pilih mana yang lebih kecil.
 Cek kebocoran dengan larutan sabun.
 Flange harus dicek dan kencangkan bila ada bocoran.
 Selama pengetesan, tekanan harus dijaga pada tekanan normal.

3.3.6 Control System (Alarm Test & Sequence Test)

3.3.6.1 PLC Sequence Test

Berikut adalah pemeriksaan PLC Sequence Test sebelum dilakukan start-up:


a. Untuk setiap komponen, secara visual, periksa dan verifikasi :
1. Jumlah komponen dan deskripsi telah sesuai pada plat nama dan komponen telah
terpasang di dalam kabinet.
2. Jumlah model telah benar sesuai Hardware Specification
3. Jumlah item setiap konfigurasi sistem
b. Secara visual cek semua komponen terhadap dokumen yang sesuai
c. Secara visual, cek semua I/O modul terinstal sesuai dengan I/O Modules Assignments
d. Hubungkan power input utama dan ukur input power
e. Nyalakan main breaker
f. Nyalakan satu per satu pemutus arus dari power distributed untuk mengamati peralatan yang
saling berkaitan

3.3.6.2 Alarm Test


PROSEDUR
PRE-COMMISSIONING UNTUK
PIPING
Document No. Pekerjaan Engineering, Procurement & Rev. : 0
LREF-00-VDR/BBB-SOP- Construction (EPC) Proyek Pembangunan Sheet No.
00-0005-A4 Terminal LPG Refrigerated 52 of 52

Sistem Alarm berfungsi untuk memberikan informasi kepada operator tentang kondisi yang
mendesak di lapangan seperti harus melakukan pengisian bahan kimia karena kondisi akan habis.
Apabila hal ini terjadi, maka sistem alarm akan memberikan indikasi suara dan lampu menyala serta
di layar computer.
1 Pastikan semua tangki atau bak dalam keadaan terisi sampai level air diatas level indikasi alarm,
dan tidak ada indikasi alarm pada monitor computer maupun lampu.
2 Operator lapangan di lokasi memberikan informasi siap untuk menurunkan level.
3 Setelah pada level yang seharusnya menunjukkan indikasi harus ada alarm, operator dalam
control room melakukan pengecekan apakah alarm dapat berfungsi baik tampilan di monitor
ataupun suara alarm.
4 Apabila tidak berfungsi dengan baik, atau tidak ada respon untuk kondisi ini, lakukan
pengecekan kembali.
• Cek kabel dari level transmitter ke control room,
• Cek set point kontrol dalam software.