Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH MANAJEMEN

PEMBIBITAN DAN PERSEMAIAN


“Perbanyakan Tanaman Secara Generatif pada Persemaian”

DOSEN PEMBIMBING :
Marulam M, SP, M.Si

DISUSUN OLEH :

Delima Indah Tia Maria Sigiro


17 321 0047

UNIVERSITAS SIMALUNGUN
FAKULTAS PERTANIAN
PRODI KEHUTANAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih
karuniaNya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Perbanyakan Tanaman Secara Generatif pada Persemaian” ini dengan tepat waktu.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Bibit dan
Persemaian yang dibimbing oleh Marulam, SP, M.Si.

Harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis


yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.

Pematangsiantar, April 2019


Penyusun,

Delima Indah Tia Maria Sigiro

i
DAFTAR ISI

hal
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... iii

BAB I – PENDAHULUAN ............................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan............................................................................ 1

BAB II – PEMBAHASAN ................................................................................ 2

2.1 Pengertian Perbanyakan Tanaman secara Generatif ...................... 2


2.2 Keunggulan dan Kelemahan Perbanyakan Tanaman secara Generatif... 2
2.2.1 Keunggulan .......................................................................... 2
2.2.2 Kelemahan ............................................................................ 3
2.3 Perbanyakan Tanaman secara Generatif ........................................ 4
2.3.1 Pembuatan Bibit Asal Benih ................................................ 4
2.3.2 Pembuatan Bibit Asal Anakan Alam.................................... 5

BAB III – PENUTUP ........................................................................................ 7

3. 1 Kesimpulan ................................................................................... 7
3. 2 Saran ............................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 8

ii
DAFTAR GAMBAR

hal
Gambar 1. Semai yang siap disapih................................................................... 5

Gambar 2. Anakan hasil cabutan ....................................................................... 5

Gambar 3. Kemasan untuk mengangkut cabutan .............................................. 6

Gambar 4. Hasil penyapihan semai dari cabutan dengan 2/3 daun yang sudah dipotong ..... 6

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Cara perbanyakan tanaman pada umumnya dijadikan dasar dalam metode
membuat bibit tanaman di persemaian. Bibit tanaman merupakan bahan yang siap untuk
ditanam di areal penanaman yang wujudnya bisa semai dan bisa berupa organ tanaman,
baik organ generatif maupun vegetatif tanaman.
Perbanyakan tanaman secara generatif yaitu perbanyakan tanaman yang
dilakukan menggunakan organ generatif tanaman misalnya biji atau buah. Perbanyakan
pohon secara generatif disebut perbanyakan secara seksual karena bahan tanaman yang
dipergunakan merupakan hasil proses perkawinan antara sel kelamin jantan dan sel
kelamin betina pada bunga. Perbanyakan tanaman secara generatif pada umumnya
dilakukan dengan menyemai atau menanam benih atau buah.
Cara perbanyakan tanaman merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk
diketahui karena kegiatan pemudaan hutan secara buatan selalu menerapkan aspek-
aspek budidaya tanaman yang diantaranya adalah pembibitan.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa pengertian pembibitan/perbanyakan tanaman secara generatif ?
2. Apa yang menjadi keunggulan dan kekurangan teknik pembibitan secara generatif ?
3. Bagaimana cara perbanyakan tanaman secara generatif?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian pembibitan/perbanyakan tanaman secara generatif.
2. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan pembibitan/perbanyakan tanaman
secara generatif.
3. Untuk mengetahui cara perbanyakan secara generatif.

1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perbanyakan Tanaman secara Generatif
Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman melalui
proses perkawinan antara dua tanaman induk melalui organ reproduksi berupa bunga
yang kemudian terjadi penyerbukan benang sari pada kepala putik dan menghasilkan
buah dengan kandungan biji di dalamnya. Biji ini dapat ditanam kembali untuk
menghasilkan tanaman baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter.
Salah satu tujuan perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji adalah untuk
memperoleh sifat-sifat baik tanaman, seperti akar yang kuat, serta yang tahan hama dan
penyakit.
Reproduksi secara generatif pada umumnya terjadi pada tumbuhan berbiji, baik
pada tumbuhan biji tertutup maupun pada tumbuhan biji terbuka. Pada reproduksi
generatif dibutuhkan dua sel kelamin, yaitu sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.
Dengan demikian, reproduksi generatif hanya mungkin terjadi apabila ada peleburan
antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina dalam tumbuhan tersebut, baik yang
berumah satu maupun berumah dua.

2.2 Keunggulan dan Kelemahan Perbanyakan Tanaman Secara Generatif


2.2.1 Keunggulan
Keunggulan pembiakan secara generatif adalah sistem perakarannya yang
kuat. Tanaman yang ditanam berasal dari biji sering digunakan sebagai batang
bawah untuk okulasi maupun penyambungan. Selain itu karena sistem
perakarannya kuat tanaman yang berasal dari pembiakan generatif sering
digunakan sebagai tanaman penghijauan di lahan kritis untuk konservasi lahan.
Bahan tanam hasil pembiakan secara generatif adalah berupa biji (benih).
Benih yang berukuran lebih kecil dibandingkan dengan tanaman induknya
sehingga dapat dihasilkan dalam jumlah yang besar. Ukuran biji yang kecil juga
dapat memberikan kesempatan untuk penyebaran yang lebih jauh.
Tanaman hasil pembiakan generatif akan mempunyai sifat yang berbeda
dengan kedua induknya karena merupakan perpaduan dari kedua induknya
sehingga menimbulkan variasi-variasi baru baik secara fenotipe maupun genotipe

2
Kegiatan budidaya tanaman sayuran dan beberapa jenis tanaman buah
semusim seperti Semangka dan melon, tetap menggunakan biji yang berasal dari
perbanyakan secara generatif tetapi bibit yang digunakan berupa bibit/benih
unggul atau benih varietas hibrid yang berkualitas baik. Pembiakan generatif juga
bisa digunakan untuk menghasilkan jenis buah yang tidak memiliki biji, biasanya
tanaman buah yang diciptakan tanpa biji berasal dari buah yang memiliki biji
banyak seperti semangka dan melon.
Adanya varietas hibrida merupakan salah satu hasil pembiakan secara
generatif. Dengan cara menyilangkan beberapa varietas yang dianggap unggul.
Tanaman transgenik juga merupakan hasil dari pembiakan generatif yang mana
dalam pembuatannya disusupkan gen bakteri dengan cara merendam biji tanaman
dalam larutan kimia yang mengandung bakteri atau gen tertentu.
Tanaman hasil pembiakan secara generatif biasanya mempuyai daya
adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya, selain itu tanaman hasil pembiakan
generatif mempunyai umur produktif yang lebih lama dibandingkan dengan
tanaman hasil pembiakan secara vegetatif.
Adapun hal yang menjadi keunggulan dalam pembiakan tanaman secara
generatif adalah sebagai berikut :
(a) Tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat.
(b) Biaya yang dikeluarkan relatif murah.
(c) Umur tanaman akan lebih lama.
(d) Dapat menghasilkan varietas-varietas baru, yaitu dengan cara menyilangkan.
2.2.2 Kelemahan
Sedang kelemahan dari pembiakan generatif yaitu sifat biji yang dihasilkan
sering menyimpang dari sifat pohon induknya. Jika biji tersebut ditanam, dari
ratusan atau ribuan biji yang berasal dari satu pohon induk yang sama akan
menghasilkan banyak tanaman baru dengan sifat yang beragam.
Adapun hal yang menjadi kelemahan dalam pembiakan tanaman secara
generatif adalah sebagai berikut :
(a) Tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang sama dengan
induknya.
(b) Varietas yang baru muncul belum tentu lebih baik.
(c) Waktu berbuah lebih lama.
(d) Kualitas tanaman baru diketahui setelah tanaman berbuah.

3
2.3 Perbanyakan Tanaman Secara Generatif
Pembibitan secara generatif dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu berasal dari benih
dan cabutan alam. Pengadaan bibit asal benih diperuntukan bagi tanaman hutan yang
menghasilkan benih yang dapat disimpan lama (ortodok). Sedangkan teknik cabutan
digunakan untuk memperbanyak tanaman yang menghasilkan benih yang tidak bisa
disimpan lama (rekalsitran).
2.3.1 Pembuatan Bibit Asal Benih
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bibit asal benih yaitu
teknik penaburan benih dan penyapihan semai.
a. Teknik Penaburan
a.1 Skarifikasi
Sebelum penaburan dilakukan, beberapa jenis benih perlu diberi
perlakuan pendahuluan (skarifikasi) terlebih dahulu yaitu perlakuan yang
diberikan kepada benih untuk mempercepat mulai berkecambah dan
perkecambahan yang serempak. Beberapa cara skarifikasi yang biasa
dilakukan: meretakan tempurung benih, merendam benih sampai kulit
benih lunak, merendam-jemur sampai kulit benih retak
a.2 Teknik Penaburan
 Penyiapan media tabur yaitu campuran pasir dan tanah yang disterilkan
terlebih dahulu dengan cara dijemur sampai kering dan dicampur
nematisida.
 Penaburan benih yaitu benih ditanam dengan membenamkan 2/3 badan
benih ke dalam media yang sudah disiram air dengan posisi bagian
pangkal dimana tangkai buah melekat dibenamkan.
 Penempatan bedeng tabur dilakukan pada kondisi
ruang atau tempat dengan suhu cukup tinggi (29–32°C) dan
kelembaban tinggi (>75%). Apabila suhu udara terlalu rendah,
bedeng/bak tabor ditutup sungkup plastik.
 Pemeliharaan bedeng tabur dilakukan dengan selalu membersihkan
bedeng dari gulma dan disiram setiap hari agar media tidak sampai
kering.
b. Teknik Penyapihan
 Penyiapan media dalam polybag

4
 Pemindahan semai dari bak /bedeng tabor ke polybag, dengan cara
mencungkil media di sekitar dan di bawah semai beserta akar-akarnya.
Semai yang siap disapih adalah yang telah memiliki minimal sepasang daun
muda yang telah membuka penuh.

Gambar 1. Semai yang siap disapih

2.3.2 Pembuatan Bibit Asal Anakan Alam


Anakan alam yang digunakan sebagai bahan pembuat bibit diambil dari
lapangan dengan cara dicabut sehingga sering disebut dengan cabutan. Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bibit asal cabutan, yaitu :
1) Bahan cabutan berupa anakan alam yang tumbuh di areal tanaman yang
memiliki tinggi 10-20 cm atau memiliki 2-3 pasang daun.

Gambar 2. Anakan hasil cabutan

5
2) Anakan sebaiknya dicabut pada musim hujan.
3) Untuk mengurangi penguapan dalam perjalanan, bagian akar diberi bahan
pelembab seperti lumut, serbuk sabut kelapa atau arang sekam padi basah
kemudian dibungkus dengan pelepah pisang atau karung.

Gambar 3. Kemasan untuk mengangkut cabutan

4) Sebelum disapih ke dalam polybag, akar dan daunnya dipotong dan disisakan
sepertiga bagian.

Gambar 4. Hasil penyapihan semai dari cabutan dengan 2/3 daun


yang sudah dipotong

5) Letakkan pada tempat yang teduh.


6) Setelah satu minggu, pindahkan ke bedeng semai yang telah disiapkan dengan
naungan 50 %.
7) Setelah berumur 3-4 bulan di persemaian bibit siap ditanam.

6
BAB III
PENUTUP
3. 1 Kesimpulan
Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah :
1) Perbanyakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman melalui
proses perkawinan antara dua tanaman induk melalui organ reproduksi berupa
bunga yang kemudian terjadi penyerbukan benang sari pada kepala putik dan
menghasilkan buah dengan kandungan biji di dalamnya.
2) Tanaman hasil pembiakan secara generatif biasanya mempuyai daya adaptasi yang
tinggi terhadap lingkungannya, selain itu tanaman hasil pembiakan generatif
mempunyai umur produktif yang lebih lama dibandingkan dengan tanaman hasil
pembiakan secara vegetatif. Sedang kelemahan dari pembiakan generatif yaitu sifat
biji yang dihasilkan sering menyimpang dari sifat pohon induknya.
3) Pembibitan secara generatif dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu berasal dari benih
dan cabutan alam. Pengadaan bibit asal benih diperuntukan bagi tanaman hutan
yang menghasilkan benih yang dapat disimpan lama (ortodok). Sedangkan teknik
cabutan digunakan untuk memperbanyak tanaman yang menghasilkan benih yang
tidak bisa disimpan lama (rekalsitran).

3. 2 Saran
Mahasiswa khususnya jurusan Kehutanan agar mampu memahami dan
melakukan perbanyakan tanaman secara generatif untuk membangun persemaian pohon
hutan.

7
DAFTAR PUSTAKA

https://www.pertanianku.com/tips-pemeliharaan-persemaian-gaharu/
https://mgmpagrominapacitan.wordpress.com/2012/06/19/kelebihan-dan-kekurangan-
pembiakan-generatif/
http://farming.id/kelebihan-dan-kelemahan-perbanyakan-tanaman-secara-generatif-dan-
vegetatif/
Kurniaty, Rina dan Danu.2012. Teknik Persemaian. Bogor: Balai Penelitian Teknologi
Perbenihan Tanaman Hutan.
Ir. Indriyanto, MP.2013. Teknik dan Manajemen Persemaian. Lampung: Lembaga
Penelitian Universitas Lampung.