Anda di halaman 1dari 31

PROPOSAL NATIONAL CONCRETE COMPETITION

CBR UNILA 2019

HIGH STRENGTH CONCRETE WITH WASTE MATERIAL


PEMANFAATAN SERBUK BENTONITE SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI
SEMEN DAN MOLASE SEBAGAI BAHAN TAMBAH BETON RAMAH
LINGKUNGAN

TIM CAC-01 PARIKSHITA


BETON MANDIRI

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA


PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
2019

1
LEMBAR PENGESAHAN PESERTA NATIONAL CONCRETE
COMPETITION CBR UNILA 2019

1. Nama Tim : CAC-01 Parikshita


2. Nama Beton : Beton Mandiri
3. Nama Perguruan Tinggi : Universitas Atma Jaya Yogyakarta
4. Nama Dosen Pembimbing : Johanes Januar Sudjati S.T., M.T.
5. Nama Anggota Tim
1). Nama/ NPM : Sola Fide Krisnanda /160216370
2). Nama/ NPM : Honggo Limiki /160216474
3). Nama/ NPM : Laurentcia Felicia N /160216364
6. Alamat Perguruan Tinggi
Alamat : Jl. Babarsari No.44, Janti, Caturtunggal, Kec.
Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta, 55281
Telepon : 0274487711
E-mail : fteknik@mail.uajy.ac.id

Yogyakarta , 5 Maret 2019


Mengetahui,
Ketua Prodi Teknik Sipil Dosen Pembimbing

(……………………………..) (……………………………..)
NIP.
NIP.

Menyetujui,
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan

(……………………………..)
NIP.

II
FORMULIR PENDAFTARAN NATIONAL CONCRETE COMPETITION

CBR UNILA 2019

Nama Tim : CAC-01 Parikshita

Nama Beton : Beton Mandiri

Institusi : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Alamat Institusi : Jl. Babarsari No.44, Jamti, Caturtunggal, Kec.Depok,


Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

No. Tlp/Fax institusi : 0274487711

Judul Proposal : Pemanfaatan Serbuk Bentonite sebagai Bahan Substitusi


Semen dan Mollase sebagai Bahan Tambah Beton
Ramah Lingkungan

Biodata Ketua

a. Nama Lengkap : Sola Fide Krisnanda

b. NPM / Angkatan : 160216370/2016

c. TTL : Kab. Grobogan, 11 September 1998

d. Nomor HP : 0896 7434 2694


Pas Foto
e. Alamat Email : solafidekrisnanda98@gmail.com
3 x4

Biodata Anggota 1

a. Nama Lengkap : Honggo Limiki

b. NPM/ Angkatan : 160216474

c. TTL : Pontianak, 24 Februari 1998

III
Pas Foto

3 x4
d. Nomor HP : 0819 3385 0866

e. Alamat Email : Honggolim.hl@gmail.com


Biodata Anggota 2

a. Nama Lengkap : Laurentcia Felicia Natalia

b. NPM / Angkatan : 160216364

c. TTL : Jakarta, 25 Desember 1998

d. Nomor HP : 0878 8541 9999

e. Alamat Email : Laurentcia2512@yahoo.com Pas Foto

3 x4

Biodata Pembimbing

a. Nama Lengkap : Johanes Januar Sudjati., ST., MT.

b. NIP : 02.95.532

c. TTL : Tanggerang, 23 Januari 1971

d. Nomor HP : 0817 5450 460

e. Alamat Email : januar.sudjati@uajy.ac.id


Bersama ini kami lampirkan : 3 x4

1. Fotocopy/scan kartu mahasiswa yang berlaku

2. Fotocopy/scan bukti pembayaran biaya pendaftaran


Dengan ini saya menyatakan keikutsertaan tim kami pada acara National Concrete
Competition CBR UNILA 2019, serta akan mengikuti prosedur kompetisi yang
ada.

Yogyakarta , 5 Maret 2019


Ketua Tim

(Sola Fide Krisnanda)


160216370

IV
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
dan rahmat-Nyalah kami bisa menyelesaikan proposal “Pemanfaatan Serbuk
Bentonite sebagai Bahan Substitusi Semen dan Molase sebagai Bahan Tambah
Beton Ramah Lingkungan” ini dengan baik dan lancar.
Kami menyadari bahwa pada proposal ini masih banyak kekurangannya ,
maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan. Dan
dalam kesempatan ini juga kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Orang tua kami di rumah, yang telah memberikan dukungan dalam


bentuk moril dan materiil kepada kami
2. Teman-teman seperjuangan Teknik Sipil Universitas Atma Jaya
Yogyakarta, atas kebersamaan dan kerja samanya
3. Semua pihak yang telah membantu dalam proses ini, yang telah
memberikan dukungan dalam bentuk apapun, yang tidak dapat kami
sebutkan satu per satu.
Kami berharap makalah ini dapat berguna dan dapat memperluas
pengetahuan dalam proses perkembangannya. Kami menyadari pula bahwa tak ada
sesuatu yang sempurna, maka kami memohon maaf atas segala kesalahan dalam
makalah ini. Segala saran dan kritik sangat kami harapkan demi kemajuan kami di
masa mendatang

Yogyakarta, 5 Maret 2019

Penyusun

TIM CAC-01 PARIKSHITA

V
DAFTAR ISI

Halaman Judul ……………………………………………………………………..i

Lembar Pengesahan Peserta ……………………………………………………,,ii

Formulir Pendaftaran……………………………………………………………..iii

Kata Pengantar……………...……………………………………………………..v

Daftar Isi………………………………………………………………………….vi

Abstrak……………...……………………………………………………….…….1

Bab I Pendahuluan……………...…...……………………….…...……….….….. 2

1.1 Latar Belakang…………………………………………………….………2


1.2 Permasalahan……………………………….……...……………….……..2
1.3 Tujuan……………………………………………………………………..3
1.4 Manfaat……………………………………………………………………3

Bab II Studi Pustaka………………………………………………………………4

2.1 Beton Memadat Mandiri…………………..…………….………………...4


2.2 Metode Uji Kuat Tekan Beton ……………………….…………………...4
2.3 Bagan Alir………………….……………………….……..………………5

Bab III Metode Pelaksanaan…………………………………………..…,……….6

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan………………………………….……….6


3.2 Instrumen Pelaksanaan………………….…………………………………6
3.3 Tahapan Pelaksanaan……………………………………………………...7

Bab IV Hasil dan Pembahasan…………………………………………………….9

4.1 Pemilihan Material yang Digunakan………………………………………9


4.2 Inovasi Lomba yang Digunakan…………………………………...…….11
4.3 Perhitungan Mix Design dan Benda Uji…………………………………16
4.4 Analisa Aplikasi Beton di Lapangan…………………..…………………18

VI
Bab V Rencana Anggaran Biaya…………..……………………………………..19

5.1 Rencana Anggaran Biaya…………………………..…………………….19


5.2 Perbandingan Rencana Anggaran Biaya…………………………………19

Bab VI Penutup………………………………………………..…………………20

6.1 Kesimpulan………………………………………………………………20
6.2 Saran……..……………………………………………………………….20

Daftar Pustaka

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Kandungan Bahan-Bahan Kimia dalam Bahan Baku Semen…………....9


Tabel 2 Kandungan Kimia dan Hasil Pengujian Bentonite……………………...12
Tabel 3 Komponen yang Terkandung dalam Molase……………………………..13
Tabel 4 Hasil Uji Kuat Tekan Beton dengan Master Glenium Ace 8590………..14

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Uji Kuat Tekan Rata Rata Beton dengam Master Glenium ACE 8590…,,,15

VII
ABSTRAK

Beton mutu tinggi adalah beton yang memiliki kuat tekan diatas 50 MPa. beton
mutu tinggi biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari
aplikasi-aplikasi tertentu seperti durabilitas, modulus elastisitas dan kekuatan
lentur. Beberapa dari aplikasi ini termasuk dam atau tribun, pondasi pelabuhan,
garasi parkir dan lantai heavy duty pada area industri. Pada proposal ini, digunakan
serbuk bentonite sebagai bahan subtitusi dari semen sebanyak 30% dari berat semen
dan mollase sebagai bahan tambah dalam pembuatan beton sebanyak 0.2% dari
berat semen. Kedua bahan tersebut merupakan bahan yang ramah lingkungan dan
memiliki sifat yang hampir sama dengan semen yaitu mengandung pozzolan. Pada
penelitian ini digunakan juga, superplasticizer jenis Master Glenium ACE 8590
sebagai bahan tambah kimia sebanyak 1.2% dari berat air.

Kata kunci : bentonite, mollase, master glenium ACE 8590, beton mutu tinggi

1
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Saat ini, pembangunan di Indonesia sedang berkembang pesat dan bahan
utama yang digunakan untuk pembangunan itu adalah beton. beton dibuat dari
campuran antara semen, kerikil, pasir dan air. Semen selalu menjadi bahan
utama untuk membuat beton. Namun, semen tidak ramah terhadap lingkungan.
Maka dari itu, kita harus mencari bahan alternatif lain untuk mengurangi
jumlah pemakaian semen tersebut. Proses memroduksi semen sendiri
membawa dampak negatif bagi lingkungan. Dalam proses produksi industri
semen sebagian besar menggunakan bahan bakar fosil, jadi menimbulkan efek
rumah kaca. Disamping itu, dalam proses produksi industri semen juga
memberikan dampak fisik secara langsung baik pada pekerja dan masyarakat
sekitar, yaitu dampak tingkat kebisingan serta getaran mekanik dari rangkaian
proses produksi semen.

Maka untuk mengatasi permasalahan ini, tingkat produksi semen harus


dikurangi dengan cara menyubstitusi semen dengan bahan alternatif yang
memiliki sifat cementitious seperti semen. Contoh bahan alternatif yang
digunakan dalam lomba ini adalah serbuk bentonite. Serbuk bentonite
memiliki sifat pozzolan seperti semen. Selain bentonite, digunakan juga
mollase sebagai bahan tambah dalam pembuatan beton. Mollase memiliki sifat
yang mirip dengan superplasticizer yaitu mengencerkan campuran semen
basah dan meningkatkan workability serta kuat tekan beton.

1. 2 Permasalahan
Beton merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan konstruksi.
Salah satu elemen penting dalam pembuatan beton yaitu semen. Dalam proses
pembuatan semen banyak terjadi pencemaran, baik secara mekanis, fisis
maupun kimiawi. Seiring berkembangnya zaman, banyak konstruksi-
konstruksi besar yang mebutuhkan pembuatan beton. Otomatis permintaan
semen juga semakin besar. Pembuatan semen dalam skala besar akan
mebahayakan lingkungan, terutama dalam hal pemanasan global. Dalam aspek
ekonomi pembuatan konstruksi berbasis beton cenderung mahal karena harga

2
semen tinggi. Maka dari itu perlu adanya alternative dalam pembuatan beton
supaya lingkungan dapat terjaga dan dapat mengurangi biaya pembangunan
konstruksi

1. 3 Tujuan
1.Untuk mengetahui pengaruh bentonite dan mollase terhadap kuat tekan beton
2.Untuk mengetahui manfaat limbah lokal terhadap inovasi beton dan
dampaknya bagi lingkungan
3.Untuk mengetahui perbandingan harga beton normal dan beton inovasi
4.Untuk mengetahui kadar optimal penyampuran bentonite dan mollase dalam
pembuatan beton mutu tinggi ramah lingungan

1. 4 Manfaat
1. Dapat mereduksi jumlah limbah yang ada di lingkungan
2. Mengurangi efek rumah kaca atau global warming
3. Mengurangi biaya pembuatan beton
4. Menghasilkan beton yang ramah lingkungan dan berkelanjutan

3
BAB II

STUDI PUSTAKA

2.1 Beton Memadat Mandiri


Self compacting concrete ( Beton Memadat Mandiri) adalah jenis beton
yang dapat ditempatkan tanpa getaran eksternal, bahkan di daerah padat, yang
bertujuan untuk mengurangi udara yang berada di dalam beton segar. Beton
jenis ini sedang menjadi salah satu perkembangan yang paling menjanjikan di
industri konstruksi karena banyak keunggulannya dibandingkan beton
konvensional. Selain itu, penambahan aditif mineral dalam SCC juga ditemukan
untuk menghasilkan keuntungan lain seperti peningkatan kekuatan, daya tahan
dan kemampuan kerja beton, mengurangi emisi rumah kaca, dan mengurangi
biaya pengembangan beton. Proposal ini menyajikan tentang pengembangan
dan hasil pengujian beton pemadatan diri segar dan mengeras dengan serbuk
bentonite untuk mensubtitusi semen, mollase sebagai bahan tambah alami yang
ramah lingkungan dan Master Glenium ACE 8590.

2.2 Metode Uji Kuat Tekan Beton


Metode uji kuat tekan beton yang mengacu pada SNI 2847-2015.

4
2.3 Bagan Alir
Kerangka penelitian dibuat agar pembuatan beton menjadi lebih terarah
dan lebih sistematis. Berikut adalah tahapan metodologi penelitian

Mix Design ( SNI 03-6468-2000)

Serbuk Bentonite 30%

Mollase 0.25%

5
BAB III

METODE PELAKSANAAN

3. 1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Proses ini dimulai dari tanggal 12 Februari 2019. Serta bertempat di
Laboratorium Struktur dan Bahan Bangunan, Program Studi Teknik Sipil,
Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
3. 2 Instrument Pelaksanaan
3.2.1 Peraturan dan Acuan
1. SNI 03-6469-2000
2. SNI 2847-2015
3. Berbagai Literatur yang terdapat di daftar pustaka
3.2.2 Alat yang Digunakan
1. Labu Erlenmeyer kapasitas 500 ml
Digunakan untuk pengujian berat jenis dan penyerapan untuk agregat halus
2. Gelas ukur 250 ml dan 500 ml
Digunakan untuk pengujian kandungan lumpur dan kandungan zat organik
pada agregat halus
3. Saringan dan mesin pengayak
Digunakan untuk pengujian gradasi agregat. Susunan saringannya dari
paling atas ke bawah yaitu ø 4,75 mm (No.4) – ø 2,36 mm (No.8) – ø 0,6
mm (No.30) – ø 0,3 mm (No.50) – ø 0,15 mm (No.100) - ø 0,075 mm
(No.200) – pan
4. Timbangan listrik
Digunakan untuk menimbang berat bahan dan benda uji silinder beton
5. Oven listrik
digunakan untuk mengeringkan bahan uji sehingga mencapai berat kering
oven
6. Tintometer
alat ini digunakan untuk mengukur seberapa besar kandungan zat organik
dalam agregat halus

6
7. Kerucut SSD dan Penumbuk
digunakan untuk mengetahui agregat halus sudah mencapai keadaan SSD
(saturated surface dry) sebelum dilakukan pembuatan benda uji
8. Cetakan Silinder
Ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk membuat benda uji
pengujian kuat tekan
9. Molen (Concrete Mixer) dengan merk Baromix Minor
Digunakan untuk mencampur adukan beton sehingga menjadi merata
10. Kerucut Abrams
Digunakan untuk mengetahui nilai slump pada beton segar sebelum benda
uji dicetak. Kerucut Abrams memiliki tinggi 30 cm, dengan diameter atas
10 cm, dan diameter bawah 20 cm
11. Bak Adukan
Digunakan sebagai tempat untuk pengujian slump dan tempat penuangan
adukan beton
12. Kaliper
Digunakan untuk mengukur dimensi silinder beton setelah cetakan beton
dibuka

3. 3 Tahapan Pelaksanaan
1. Studi Literatur
Studi literatur adalah mencari referensi teori yang relefan dengan permasalahan
yang ada dan biasanya referensi diperoleh dari jurnal jurnal penelitian.
2. Persiapan Bahan Campuran Beton
Pada pembuatan beton ini digunakan bahan tambah seperti serbuk bentonite,
mollase dan Masterglenium ACE 8590 serta bahan bahan utamanya yaitu
semen, kerikil, pasir, dan air. Bahan bahan tersebut perlu disiapkan terlebih
dahulu agar bisa diuji di laboratorium.
3. Pengujian Bahan Campuran Beton
Bahan-bahan yang sudah di siapkan akan diuji berat jenisnya di laboratorium.
berat jenis itu digunakan dalam pembuatan mix design.

7
4. Mix Design
Pembuatan mix design ini mengacu pada SNI 03-6469-2000 dengan
menggunakan penambahan serbuk bentonite sebanyak 10% dari berat semen,
mollase sebanyak 0.25% dari berat semen serta master glenium ACE 8590 1.5%
dari berat air.
5. Trial Mixing
Trial mixing dilakukan untuk mengetahui apakah presentase bahan tambah
yang digunakan itu dapat menambah kuat tekan beton.
6. Pembuatan Benda Uji
Pembuatan benda uji dilakukan setelah trial mixing berhasil. Pembuatan benda
uji dibuat minimal 3 buah per sampelnya.
7. Uji Kuat Tekan Beton
Uji kuat tekan beton dilakukan pada hari ke 7,14, dan 28 hari. Hal itu dilakukan
untuk mengetahui apakah beton yang dibuat memiliki kuat tekan yang sesuai
dengan kuat tekan rencana.
8. Analisis Data
Setelah dilakukan uji tekan beton, peneliti sudah mengetahui kadar optimum
bahan tambah dan dapat menganalisis data yang ada.
9. Kesimpulan
Dari data yang sudah di analisis, peneliti bisa menarik kesimpulan dan
memberikan saran terhadap hasil penelitiannya.

8
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. 1 Pemilihan Material yang Digunakan


4.1.1 Semen
Semen merupaka bahan utama dalam pembuatan beton. Semen dalam beton
berfungsi untuk mengikat dan merekatkan pasir dan kerikil ketika semen
bereaksi dengan air. Semen portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan
dengan cara menghaluskan klinker yang terdiri dari Silikat-silikat Kalsium
yang bersifat hidrolis dengan gips sebagai bahan tambahan untuk mengatur
awal ikatan semen. Unsur utama yang terkandung dalam semen (yang paling
berpengaruh terhadap sifat semen) digolongkan ke dalam empat bagian, yaitu
Trikalsium Silikat (C3S), Dikalsium Silikat (C2S), Trikalsium Aluminat
(C3A), Tetrakalsium Aluminoferit (C4AF). Selain unsur utama juga terdapat
unsur lain dalam jumlah kecil yaitu MgO, TiO2, Mn2O3, K2O, dan Na2O2. Dari
unsur-unsur tersebut perlu diperhatikan Sodium Oksida dan Potasium, Na2O
dan K2O, karena merupakan alkali yang dapat bereaksi dengan agregat yang
menyebabkan disintegrasi pada beton dan mempengaruhi kekuatan beton.
Semen portland adalah jenis semen yang paling umum digunakan sebagai
bahan pembuatan beton. Kandungan bahan kimia dalam semen dapat dilihat
dalam tabel 1

Oksida %

Kapur, CaO 60-67

Silika, SiO2 17-25

Alumina, Al2O3 3-8

Besi, Fe2O3 0,5-0,6

Magnesia, MgO 0,1-4

Sulfur, SO3 1,3

Soda/potash, Na2O + K2O 0,2-1,3

Sumber: Neville and Brooks, 1987

Tabel 1 Kandungan Bahan-Bahan Kimia dalam Bahan Baku Semen

9
Sifat-sifat yang dimiliki Semen PCC :

1. Mempunyai panas hindrasi rendah sampai sedang


2. Tahan terhadap serangan sulfat
3. Kekuatan tekan awal kurang, namun kekuatan akhir lebih tinggi

4.1.2 Pasir
Agregat halus dalam beton adalah pasir alam sebagai salah satu agregat
yang lolos dari ayakan no.4 (lebih kecil dari 3/16 inchi) dimana besar butirannya
berkisar antara 0,15 sampai 5 mm. Pasir dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Pasir galian yang diperoleh dari permukaan tanah,
2. Pasir sungai yang diambil dari sungai,
3. Pasir laut yang diperoleh dari pantai.
Ukuran agregat mempunyai pengaruh yang penting terhadap jumlah semen dan
air yang diperlukan untuk membuat satu-satuan beton.

4.1.3 Kerikil
Kerikil sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa batu pecah
yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5
mm sampai 40 mm (SNI 2847:2013). Syarat mutu agregat kasar menurut ASTM
C 33 adalah seperti tercantum di bawah ini.
1. Tidak boleh reaktif terhadap alkali jika dipakai untuk beton basah dengan
lembab atau berhubungan dengan bahan yang reaktif terhadap alkali semen,
dimana penggunaan semen yang mengandung natrium oksida tidak lebih
dari 0,6 %
2. Susunan gradasi harus memenuhi syarat.
3. Kadar bahan atau partikel yang berpengaruh buruk ppada beton.
4. Sifat fisika. Sifat fisika mencakup kekerasan butiran diuji dengan mesin Los
Angeles.

10
4.1.4 Air
Air merupakan salah satu bahan dasar pembentuk beton. Air dibutuhkan
dalam kelangsungan reaksi semen agar semen dapat mengeras. Selain itu, air
berfungsi sebagai pelumas antara butir-butir agregat agar adukan beton mudah
dikerjakan. Air juga mempengaruhi sifat workability adukan, kekuatan, susut,
dan keawetan beton. Jumlah air yang diperlukan untuk bisa bereaksi dengan
semen adalah sekitar 25% dari berat semen, namun kenyataannya jika faktor air
semen kurang dari 0,35 maka adukan beton akan sulit untuk dikerjakan.
Tambahan air tidak boleh terlampau banyak karena dapat menyebabkan
bleeding pada beton, beton berpori, dan kuat tekan yang dihasilkan beton akan
rendah.
Air yang digunakan untuk campuran beton harus bersih, tidak boleh
mengandung minyak, asam, alkali, zat organis atau bahan lainnya yang dapat
merusak beton atau tulangan. Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum.
Air yang digunakan dalam pembuatan beton pra-tekan dan beton yang akan
ditanami logam almunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat)
tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI
318-89:2-2).
4. 2 Inovasi Lomba yang Digunakan
4.2.1 Bentonite
Bentonite adalah istilah untuk lempung yang terdiri atas mineral
monmorilonit sebagai kandungan utamanya. Kandungan monmorilonit pada
bentonite berkisar antara 70%-80%. Oleh karena itu bentonite sering disebut
sebagai nama dagang dari monmorilonit. Selain monmorilonit, kandungan
mineral lain dalam bentonite antara lain berupa mineral kaolinit, illit, kuarsa,
plagioklas, kristobalit dan sebagainya (Pusat Penelitian dan Pengembangan
Teknologi Mineral dan Batubara, 2005). Bentonite merupakan lempung dari
golongan smektit yang memiliki rumus kimia (OH)4SigAL4O20xH2O.
Struktur atom monmorilonit terdiri atas lapisan oktahedral dari alumina yang
diapit oleh lapisan tetrahedral silika. Pada lapisan tetrahedral, terjadi subtistusi
isomorfik antara Si4+ dengan Al3+, sedangkan pada bagian oktahedral Al dapat
disubstitusikan oleh Fe atau Mg. Substitusi isomorfik yang terjadi pada lapisan

11
tetrahedral maupun pada lapisan oktahedral menyebabkan monmorilonit relatif
bermuatan negatif dan muatan dari monmorilonit ini akan distabilkan oleh
kation yang terdapat di bagian interlayer. Sedangkan berdasarkan tipenya,
bentonite dibagi menjadi dua, yaitu: (1) Tipe Wyoming (Na-bentonite –
Swelling bentonite). Na bentonite memiliki daya mengembang hingga delapan
kali apabila dicelupkan ke dalam air(Aprizal & Prapto, 2015)

Hasil pengujian kimia bentonite dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan


sebagai bahan alami pozolan pengganti sebagian semen (ASTM C 618-03)
untuk pembuatan benda uji, seperti yang terlihat dalam Tabel 4.2

Unsur Kimia Kelas N Bentonite


(SiO2) + (Al2O3) + (Fe2O3), min % 70 88,3305
H2O, max % 3 2,1028
LOI, max % 10 8,7245

Tabel 2 Kandungan Kimia dan Hasil Pengujian Bentonite

4.2.2 Mollase
Tetes tebu atau mollase adalah salah satu limbah pabrik gula. Di Yogyakarta
terdapat pabrik gula Madukismo yang menghasilkan banyak limbah gula, maka
dari itu kami ingin mengurangi limbah tersebut dengan cara menyampur ke
dalam pembuatan beton. Tetes tebu merupakan sisa dari hasil kristalisasi gula
yang berulang-ulang sehingga tidak memungkinkan lagi untuk diproses
menjadi gula. Menurut Olbrich (2006) dikutip dalam Agus Santoso (2012),
limbah tetes tebu mengandung 32% sukrosa, 14% glukosa dan 16% fruktosa
sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambah campuran
beton. Pemanfaatan gula konsumsi sebagai bahan tambah beton juga didasarkan
pada kenyataan bahwa gula konsumsi maupun larutan tebu murni didominasi
oleh sukrosa yang dapat digolongkan sebagai retarder dalam kategori sangat
efisien.
Menurut Syahnan (2014) penambahan limbah tetes tebu sebanyak 0,25% akan
memperlambat waktu ikat semen menjadi 210 menit dengan kuat tekan beton

12
31,9 MPa diumur beton 28 hari, sementara penambahan limbah tetes tebu
sebanyak 0,5% akan memeperlambat waktu ikat beton menjadi 240 menit
dengan kuat tekan beton 29,44 MPa pada umur beton 28 hari.(Andriansyah,
2017)

Tabel 3 Komponen yang Terkandung dalam Molase

4.2.3 Superplasticizer
MasterGlenium ACE 8590 adalah superplasticiser berbasis polycarboxylic
ether (PCE) yang dikembangkan untuk pengembangan kekuatan awal yang
tinggi .MasterGlenium ACE 8590 memberikan pengurangan air yang unggul
sambil menawarkan kemampuan kerja yang baik di bawah kondisi cuaca panas.
Perkembangan cepat kekuatan awal MasterGlenium ACE 8590 memungkinkan
aplikasi proses pemanasan dengan nol atau minimum. Kombinasi dari kekuatan
awal, retensi kemerosotan dan pengembangan kekuatan akhir sering
konvensional memungkinkan MasterGlenium ACE 8590 untuk menuntut
persyaratan beton, melebihi kinerja superplasticiser. MasterGlenium ACE 8590

13
dibedakan dari superplasticiser konvensional karena didasarkan pada polimer
eter polikarboksilat unik dengan rantai lateral yang panjang. Ini sangat
meningkatkan dispersi semen.

MasterGlenium ACE 8590 adalah campuran cair untuk ditambahkan ke


beton selama proses pencampuran. Hasil terbaik diperoleh ketika campuran
ditambahkan setelah semua komponen lainnya sudah ada di mixer dan setelah
penambahan setidaknya 80% dari total air.
Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 28 hari dengan
menggunakan bantuan mesin kuat tekan CTM merk ELE. Hasil pengujian kuat
tekan beton dapat dilihat pada tabel 4 dan grafik hasil pengujian kuat tekan
beton pada grafik 1.

Tabel 4 Hasil Uji Kuat Tekan Beton dengan Master Glenium ACE 8590

14
Grafik 1 Uji Kuat Tekan Rata Rata Beton dengam Master Glenium ACE 8590

Dari data hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari diatas, beton
dengan campuran Glenium ACE 8590 sebanyak 1,5% memiliki kuat tekan
terbesar yaitu, 44,7686 MPa. Beton dengan campuran Glenium ACE 8590 1,5%
ini memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan kuat tekan beton normal
dan mengalami peningkatan mutu sebesar 42,98% dari beton normal.
Sedangkan untuk campuran Glenium ACE 8590 lainnya mengalami penurunan
kuat tekan. Dengan pengurangan air, fas antara beton normal dan beton dengan
campuran Glenium ACE 8590 menjadi berbeda yaitu 0,34 untuk beton normal
dan 0,25 untuk beton dengan campuran Glenium ACE 8590. Hal tersebut terjadi
karena saat pembuatan benda uji penulis tidak mendapatkan informasi yang
jelas tentang pereduksian air saat menggunakan Glenium ACE 8590 sehingga,
pereduksian air hanya dilihat dari tampilan fisik pada percobaan campuran
pertama kali dibuat yaitu pada campuran Glenium ACE 8590 1,5%. Campuran
Glenium ACE 8590 1,5% menjadi acuan penggunaan air campuran untuk
variasi lainnya yang penggunaanya sangat menyulitkan pengerjaannya.
(Nababan, Teknik, Atma, & Yogyakarta, 2015).

15
4. 3 Perhitungan Mix Design dan Benda Uji
4.3.1 Perhitungan Mix Desain
4.3.1.1 Data agregat
1. Berat jenis agregat kasar = 2.65
2. Berat per volum agregat kasar = 1447 kg/m3
3. Ukuran agregat kasar = 10 mm
4. Berat jenis agregat halus = 2.78
5. Berat per volum agregat halus = 1938 kg/m3

4.3.1.2 Compressive strength plan

1. F’cr = 77.4 Mpa


2. Kadar agregat kasar optimum (tabel 1)
3. Fraksi konten agregat kasar = 0.68
4. Berat kering oven agregat kasar = 0.68 x 1447 = 983.96 kg/m3
5. Estimasi kadar air dan kadar udara(tabel 2)
6. Estimasi slump = 50-75 (mm)
7. Estimasi kebutuhan air = 190 liter/m3
8. Kadar rongga udara = 30.463 %
9. Koreksi kadar air = (30.463 – 35) x 4.75
= -21.55 liter/m3
10. Total kebutuhan air = 190 -21.55 = 168.45 liter/m3
11. Rasio air dan sementitius (W/(C+P)) (tabel 3 atau tabel 4)
12. Kuat tekan lapangan fc’r = 0.9 x 77.4 = 69.66 Mpa
interpolasi :
W/((C+P)) = 0.2935
Penghitungan sementisius
(C+P) = 168.45 / 0.2935 = 573.973 kg/m3

Proporsi campuran
Semen = 573.973 / 3.15 = 182.21 liter
Agregat kasar = 983.96 / 2.65 = 371.306 liter
Air = 168.45 liter

16
Kadar udara = 0.25 x 1000 = 25 liter
Total = 746.97 liter
Volume kebuthan pasir per m3 = 1000 – 746.97 = 253.03 liter
Konversi ke berat kering oven pasir=(253.03/1000)x1938 =490.38 kg/m3

4.3.1.3 Mix design


Semen = 573.973 kg
Agregat kasar = 983.96 kg
Agregat halus = 490.3762 kg
Air = 168.4486 liter
Berdasarkan peraturan pada EFNARC, dimana persentase dari agregat halus
harus berada pada 48%-55% dari total berat agregat, maka kami menghitung
ulang kadar dari pasir.
Agregat halus = 50/100 x (983.96+490.3762) = 737.1681 kg/m3
Agregat kasar = 50/100 x (983.96+490.3762) = 737.1681 kg/m3
penghitungan bentonite sebagai bahan substitusi semen sebanyak 30% dari total
semen dan molase sebagai bahan tambah air sebanyak 0.25% dari total air.
Bentonite sebagai bahan substitusi semen =30/100x573.97=172,191 kg
Mollase sebagai bahan tambah air =0.25/100x168.45=0.42 liter

Mix desain setelah perhitungan ulang dengan bahan tambah dan substitusi
Semen = 401.7811 kg
Agregat kasar = 737.1681 kg
Agregat Halus = 737.1681 kg
Air = 168.4486 liter
Mollase = 0.421 liter
Bentonite = 172.1919 kg
Master Glenium ACE8590 = 8.61 liter

17
4. 4 Analisa Aplikasi Beton di Lapangan
Beton Mutu Tinggi atau High Strength Concrete diaplikasikan pada
bangunan-bangunan tinggi, struktur bagian atas dari jembatan-jembatan,
bentang panjang dan untuk mengembangkan durabilitas lantai-lantai jembatan.
Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari aplikasi-
aplikasi tertentu seperti durabilitas, modulus elastisitas dan kekuatan lentur.
Beberapa dari aplikasi ini termasuk DAM, atap-atap tribun, pondasi-pondasi
pelabuhan, garasi-garasi parkir, dan lantai-lantai heavy duty pada area industri.
(Andi Aprizon dan Pramudiyanto, 2008)

Beton murah atau Low Cost Concrete sangat diharapkan


pengaplikasiannya pada proyek-proyek besar seperti bangunan gedung tinggi
dan dalam jumlah yang banyak sehingga dapat mengefisiensikan biaya yang
dikeluarkan dalam pembangunan.

Dapat disimpulkan bahwa High Strength and Low Cost Concrete dapat
diaplikasikan pada proyek bangunan tingkat tinggi dalam jumlah yang banyak.

18
BAB V

RENCANA ANGGARAN BIAYA

5.1 Rencana Anggaran Biaya


Analisa Harga Pembuatan Beton Biasa per 1 m3

Harga Total Harga


Material Jumlah
(Rp) (Rp)
Semen 573.973 kg 1,432/kg 822,000
Pasir 0.737 m3 240,000/m3 176,880
Kerikil 0.737 m3 184,000/m3 135,610
Air 168.448 liter 200/liter 33,690
Total 1,168,180

Analisa Harga Pembuatan Beton Inovasi per 1 m3

Harga Total Harga


Material Jumlah
(Rp) (Rp)
Semen 401,7811 kg 1,432/kg 575,352
Pasir 0,737 m3 240,000/m3 176,880
Kerikil 0,737 m3 184,000/m3 135,610
Air 168.45 liter 200/liter 33,690
Bentonite 172,191 kg 0/kg 0
Mollase 0.421 liter 0/liter 0
Master Glenium 8590 8.61 liter 27,000/liter 232,470
Total 1,154,002

5.2 Perbandingan Rencana Anggaran Biaya


Penurunan harga beton = harga beton biasa – harga beton inovasi
= 1,168,180 – 1,154,002
= 14,178
Persentase penurunan = (14,178 / 1,168,180) x 100%
=1,21 %

19
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Dari pembahasan dan analisa dari makalah yang dibuat ini, dapat ditarik
beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut.
1. Kami merencanakan melakukan substitusi semen sebesar 30% dari berat
semen dengan 30% Bentonite. Perencanaan penggunaan Master Glenium ACE
8590 yaitu 1,5% dari berat semen.
2. Berikut kebutuhan bahan susun per 1m3 beton 401,782 kg semen ; 731.3364
kg kerikil ; 731.3364 kg pasir ; 168.45 liter air ; 172,191 kg bentonite ; 0.421
liter mollase; 8.61 liter Master Glenium 8590.
3. Penggunaan bentonite dan mollase dalam campuran beton dapat
mengurangi limbah dari pabrik, karena dapat dimanfaatkan sebagai campuran
beton. Selain itu juga dapat mengurangi biaya pembuatan beton.
4. Penggunaan bentonite sebagai bahan pengganti semen bersama mollase dan
Master Glenium ACE 8590 yang digunakan sebagai bahan tambah memiliki
kuat tekan lebih tinggi dibanding beton yang tidak menggunakan bentonite,
mollase dan Master Glenium ACE 8590.
6.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka disarankan agar dilakukan
penelitian lebih lanjut mengenai korelasi antara penggunaan bentonite, mollase
dan Master Glenium ACE 8590 pada beton mutu tinggi.

20
DAFTAR PUSTAKA

Andriansyah,Dindha Bayu.Harsoyo.Pemanfaatan Limbah Tetes Tebu sebagai


Bahan Tambah pada Campuran Beton.Yogyakarta.

Hartono,Taufik Dwi Tyas.Pengaruh Variasi Kondentrasi Bahan Tambah Limbah


Tetes Tebu terhadap Kuat Tekan Beton.2016.Surakarta.

Ismunandar,harri dkk.Pemanfaatan Tetes Tebu sebagai Bahan Tambah dalam


Campuran Beton.Kalimantan.

Junaidi Aprizal, Encik dan Pusoko Prapto. 2015. Pengaruh Partial Replacement
Semen Portland dengan Bentonite Terhadap Kuat Tekan Beton Berdasarkan
Variasi Umur.Yogyakarta.

Kusuma,Gideon.1993.Pedoman Pengerjaan Beton.Jakarta: Erlangga

Kusuma,Permadi Jati.2017.Analisis Karakteritik Fisik dan Mekanik Self


Compacting Concrete dengan Pemanfaatan Limbah Tetes Tebu.2017.Surakarta.

Simanullang,Roimer.2018.Pengaruh Penambahan Superplasticizer


MasterGlenium ACE 8590 Terhadap Kuat Tekan dan Koefisien Umur
Beton.Sumatera Utara.

21
LAMPIRAN TABEL DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN BANGUNAN

NO MATERIAL SAT HARGA (Rp)

A. AGREGAT KASAR,BAHAN PEREKAT & BAHAN JADINYA


1 Pasir Urug m3 175,300.00
2 Tanah Urug Pilihan m3 89,200.00
3 Sirtu m3 203,500.00
4 Pasir Teras m3 174,200.00
5 Pasir Pasang Kali m3 233,400.00
6 Pasir Beton m3 255,400.00
7 Abu Batu m3 259,000.00
8 Batu Gosok ( Apung ) kg 29,600.00
9 Batu Pecah Mesin 1/2 m3 223,600.00
10 Batu Pecah Mesin 2/3 m3 211,100.00
11 Batu Pecah Mesin 3/5 m3 205,000.00
12 Batu Pecah Mesin 5/7 m3 196,000.00
13 Batu Belah Pondasi m3 205,500.00
14 Batu Bronjol ( Untuk Bronjong ) m3 180,800.00
15 Batu Koral Beton Kali m3 172,600.00
16 Batu Tempel Hitam m3 96,600.00
17 Batu Pinggir Beton 10 x 20 x 35 bh 14,100.00
18 Batu Pinggir Beton 15 x 35 x 50 ( K-225 ) bh 73,700.00
19 Batu Telor m3 97,800.00
20 Batako Kecil 8 x 10 x 20 bh 2,000.00
21 Batako Besar 8 x 20 x 30 bh 2,400.00
22 Con Blok 8 x 20 x 40 bh 5,400.00
23 Bata Merah Bakar kelas I bh 775
24 Bata Merah Bakar kelas II bh 675
25 Bata Merah Oven ( Klingker ) bh 1,800.00
26 Roster Beton 20 x 20 bh 14,800.00
27 Roster Beton 30 x 30 bh 15,500.00
28 Grass Blok 20 x 20 bh 9,700.00
29 Grass Blok 30 x 30 bh 22,500.00
30 Paving Blok Natural 8 cm m2 81,100.00
31 Paving Blok Warna 8 cm m2 108,600.00
32 Paving Blok Natural 6 cm m2 76,000.00
33 Paving Blok Warna 6 cm m2 86,000.00
34 Canstin Paving Blok m1 34,900.00
35 Semen PC /50 kg zak 70,300.00
36 Semen Putih zak 92,700.00
37 Kanstin Jalan Ukuran Besar ( Bina Marga ) 1bh =60cm bh 58,900.00

22
38 Readymix Beton K500, Tanpa Pompa ( Selang ) m3 1,105,000.00
39 Readymix Beton K400, Tanpa Pompa ( Selang ) m3 903,500.00
40 Readymix Beton K350, Tanpa Pompa ( Selang ) m3 877,500.00
41 Readymix Beton K300, Tanpa Pompa ( Selang ) m3 925,000.00
42 Readymix Beton K225, Tanpa Pompa ( Selang ) m3 850,000.00
43 Readymix Beton K175, Tanpa Pompa ( Selang ) m3 825,000.00
44 Kapur Pasang / Kapur Tembok m3 353,300.00
45 Kapur Sirih kg 18,300.00
46 Semen Warna kg 15,700.00
47 Tanah liat m3 31,300.00
48 Air ltr 3
49 Formite/spacer bh 2,500.00
50 Hollow/Con Blok 8 x 20 x 40 bh 5,000.00
51 Hollow/Con Blok 8 x 15 x 40 bh 4,000.00
52 Hollow/Con Blok 8 x 10 x 40 bh 3,000.00

23
LAMPIRAN TABEL MIX DESIGN 03-6468-2000

1. Fraksi Volume Agregat Kasar yang disarankan

2. Estimasi pertama kebutuhan air percampuran dan kadar udara beton segar
berdasarkan pasir dengan 35% rongga udara

3. Rasio W / ( c + p) maksimum yang di sarankan (dengan Superplasticizer)

24