Anda di halaman 1dari 1

NAMA : RIZKA FADIA AINAYYA

NIM : 17081327

KELAS: 13F4

Teori Validitas

Validitas merupakan sejauhmana tes itu mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur. Alat
pengumpul data dapat dikatakan valid atau sahih apabila alat ukur tersebut mampu mengukur apa
yang seharusnya diukur / diinginkan dan jika skala pengukuran tidak valid maka ia tidak bermanfaat
bagi peneliti karena tidak mengukur atau melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Faktor-fakto
yang mempengaruhi validitas yaitu faktor yang berasal dari dalam tes, misalnya instruksi tes yang
ambigu, faktor yang berasal dari proses administrasi dan skor, misalnya teknik pemberian skor yang
tidak konsisten dan, faktor yang berasal dari jawaban peserta tes, misalnya sebelum tes para peserta
didik menjadi tegang karena guru pengampu mata pelajaran dikenal killer galak dan sebagainya.
Sehingga peserta didik yang ikut tes banyak yang gagal.

Ada tiga pendekatan dalam meneliti validitas suatu alat ukur yaitu pertama, Validitas Isi atau
validitas kurikulum merupakan sejauhmana isi tes/alat ukur mencerminkan ciri atribut yang hendak
diukur, yang bertujuan untuk mengestimasi kelayakan aitem-aitem dalam tes guna mewakili
komponen-komponen dari kawasan isi materi yang diukur. Validitas ini bertujuan untuk mengestimasi
kelayakan aitem aitem dalam tes guna mewakili komponen-komponen dari kawasan isi materi yang
diukur. Kedua ada validitas kontruk yaitu validitas yang menunjukkan sejauhmana suatu tes
mengukur konstruk teori yang menjadi dasar penyusunan tes itu. Adapun metode yang digunakan
seperti multitrait-multimethod dan analisis faktor. Validitas konstruk biasanya digunakan pada alat
ukur yang dimaksudkan untuk mengukur variabel yang bersifat abstrak atau konseptual, seperti minat,
konsep diri, motivasi dan lain-lain.

Validitas Pendekatan validitas berdasar kriteria menghendaki tersedianya kriteria eksternal


yang dapat dijadikan dasar pengujian skor alat ukur. Suatu kriteria adalah variabel perilaku yang akan
diprediksikan oleh skor alat ukur. Validitas berdasarkan kriteria dibagi menjadi dua yaitu, validitas
prediktif merupakan validitas yang digunakan jika skor tes dimaksudkan untuk berfungsi sebagai
prediktor bagi performansi individu di waktu yang akan datang. Lalu, validitas konkuren merupakan
indikasi validitas yang layak ditegakkan apabila tes tidak digunakan sebagai suatu prediktor dan
merupakan validitas yang sangat penting dalam situasi diagnostik.