Anda di halaman 1dari 6

1.1.

Latar Belakang Masalah

Perkembangan industri jasa terus berkembang di era globalisasi saat ini.

Sektor jasa mampu menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia

melalui berbagai industri jasa seperti pariwisata, logistik, dan transportasi.

Perkembangan pada sektor industri jasa mampu memberikan kontribusi dalam

peningkatan PDB nasional dari 45% di tahun 2010 menjadi 55% di tahun 2012.

Selain itu, sektor jasa juga mampu mencipatkan 21,7 juta lapangan pekerjaan

dalam kurun waktu tahun 2000 hingga tahun 2010.

Salah satu industri jasa yang cukup populer saat ini ialah industri jasa

transportasi dan akomodasi, khususnya di bidang pariwisata. Hal ini

dikarenakan kebutuhan orang Indonesia tak lagi seputar pangan, sandang, dan

papan. Setelah menabung, orang Indonesia memilih traveling sebagai prioritas

keduanya. Dengan perubahan tren seperti ini, menjadikan industri jasa yang

berkembang di pariwisata memiliki peluang besar di masa depan. Melihat

kondisi demikian, para wisatawan Indonesia harus mampu menangkap

kesempatan ini dan membangun industri pariwisata secara strategis. Selain itu,

kompetensi komunikasi pemasaran secara digital wajib dibangun agar dapat

bersaing dengan negara-negara tetangga (Abidin, 2013).

Seiring dengan berkembangnya teknologi yang begitu pesat di Indonesia

menyebabkan semakin beragamnya media untuk berkomunikasi, hal ini

membuat industri jasa yang bergerak di bidang pariwisata tertantang untuk

berevolusi ke rana digital. Masyarakat Indonesia semakin mengandalkan

sistem online untuk merencanakan liburan. Google mencatat kenaikan


pencarian terkait traveling meningkat sebanyak 30% dibandingkan Januari

2017. Salah satu fakta yang menarik adalah pentingnya peran bagi

perencanaan liburan orang Indonesia. Pentingnya peran platform mobile

terlihat dari pertumbuhan pencarian online lewat mobile yang mencapai

50%.Hal ini menjadikan mobile tidak dapat dipisahkan pada saat kita

membicarakan online travel (Rahardian, 2018).

Perkembangan teknologi juga menjadi pemicu utama munculnya beragam

pasar online yang kita sebut sebagai e-commerce. Dari data lembaga riset ICD

memprediksi bahwa perkembangan e-commerce di Indonesia akan tumbuh

kurang lebih sekitar 57% dari tahun 2014 sampai 2017 (Sumber: Haxadm,

2017). Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce

tertinggi di dunia. Beberapa tahun terakhir semakin banyak pelaku usaha, baik

perusahaan besar maupun retail, beralih atau mengembangkan usaha ke arah

digital. Jumlah pelaku e-commerce akan terus bertumbuh, hal ini diperkuat

dengan sejumlah survei lembaga riset teknologi informasi komunikasi dalam

dan luar negeri. Data sensus ekonomi 2016 dari Badan Pusat Statistik

menyebutkan, industri e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir tumbuh

sekitar 17% dengan total jumlah usaha e-commerce mencapai 26,2 juta unit.

Masifnya penggunaan smartphone juga menjadi salah satu faktor pendukung

pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia (Marinto, 2016).

Dengan pertumbuhan e-commerce yang cukup pesat ini, mulailah

bermunculan banyaknya travel agency online untuk mendukung industri jasa,

transportasi, dan akomodasi di Indonesia. Salah satu e-commerce tersebut


ialah Traveloka. Traveloka merupakan suatu perusahaan baru di Indonesia

yang bergerak di bidang teknologi dan berkecimpung di dunia travel.

Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto

Kusuma, dan Albert yang dimana ketiga orang tersebut bertemu di Amerika

Serikat. Ide ini muncul di saat Ferry Unardi sering mengalami kesulitan dalam

pemesanan tiket pesawat, terutama saat ingin membandingkan antara satu

harga tiket dengan yang lain melalui banyak dan beragam website yang harus

dibuka. Akhirnya, munculah suatu ide untuk membuat platform travel yang

dapat mencari sekaligus memesan tiket dengan sekaligus menampilkan harga

tiket dari penerbangan yang lain. Dengan kondisi seperti itu, Traveloka muncul

dan mengalami beberapa perubahan dari tahun ke tahun dalam rangka

meningkatkan performa bisnisnya (Oryza, 2018).

Perubahan tersebut diikuti dengan penambahan fitur-fitur yang terdapat pada

aplikasi Traveloka. Saat ini, Traveloka memiliki 23 fitur yang terus berkembang

pesat di dalam aplikasinya. Beberapa fitur tersebut antara lain: pemesanan

hotel secara online, pemesanan tiket kereta api yang dimunculkan tahun 2017

bersamaan dengan fitur pemesanan aktivitas dan rekreasi. Di tahun 2018,

produk atau fitur yang dikembangkan semakin luas dan bervariasi. Terdapat

fitur di bidang lifestyle yang meliputi culinary dan car & bus rental (Oryza, 2018).

Pelayanan yang paling sering digunakan ialah pesawat dan hotel. Oleh karena

itu, Traveloka akhirnya memberikan fitur “Pesawat + Hotel”, dimana konsumen

dapat memesan tiket pesawat sekaligus tiket hotel secara bersamaan. Dengan

perkembangan yang pesat, Traveloka pun gencar memberikan berbagai


macam bentuk promosi, diantaranya voucher promo 70%, diskon Rp. 150.000

dan banyak diskon-diskon menarik yang sering dimunculkan setiap bulannya.

Konsumen juga diperkenankan untuk memberi ulasan setiap akomodasi

maupun transportasi yang mereka pesan melalui kolom komentar yang

terdapat di dalam aplikasinya. Traveloka bukan hanya memanjakan para

konsumennya, yang merupakan primary audience dengan promosi dan

layanan yang mereka berikan. Traveloka juga mengadakan berbagai kegiatan

untuk para partner bisnisnya. Kegiatan tersebut adalah Traveloka Hotel

Awards.

Traveloka Hotel Awards diadakan sejak tahun 2017. Tujuan diadakannya

Traveloka Hotel Awards ini sebagai motivasi untuk meningkatkan mutu atau

kualitas layanan dari para partner bisnisnya. Dengan adanya sebuah

kompetisi, maka para partner bisnis dipastikan berlomba untuk menjadi hotel

yang terbaik dan memiliki tolak ukur sejauh apa bisnisnya telah berkembang.

Ada pun penilaian yang telah dipertimbangkan dalam kegiatan ini dilakukan

selama 1 tahun di tahun sebelumnya. Ulasan konsumen adalah penilaian yang

dapat menentukan pemenang dari Traveloka Hotel Awards. Aspek yang

diperhatikan dari komentar konsumen adalah makanan, kebersihan, layanan

dan keseluruhan.

Pada tahun 2017, Traveloka Hotel Awards hanya berskala nasional, tetapi

sebuah kemajuan di tahun 2018, Traveloka Hotel Awards diselenggarakan


dengan skala Asia Tenggara. Ada 239 hotel dari 60.000 terbaik yang diseleksi

oleh Traveloka di tahun 2018.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka dapat

dirumuskan permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini,

yaitu:

1. Bagaimana Implementasi Traveloka Hotel Award 2018 dalam Menujang

Kualitas Layanan hotel?

1.3. Tujuan Penelitian

Atas dasar perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah

1. Untuk meneliti Implementasi Traveloka Hotel Awards 2018 untuk menunjang

Kualitas Layanan Hotel.

2. Untuk mengetahui hambatan dan solusi yang dilakukan dalam Implementasi

Traveloka Hotel Awards 2018 untuk menunjang Kualitas Layanan Hotel.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Manfaat Akademis

1. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat untuk menambah

kontribusi positif terhadap ilmu komunikasi tentang Implementasi sebuah

aktivitas marketing public relations untuk menunjang Kualitas Layanan Hotel

melalui Special Event Traveloka Hotel Awards 2018 serta dapat menjadi

sebuah referensi atau acuan bagi penelitian lain yang meneliti mengenai

sosialisasi aktivitas marketing public relations untuk menunjang Kualitas

Layanan Hotel melalui Special Event Traveloka Hotel Award 2018


2. Terbuka bagi penelitian yang mengangkat tentang Implementasi aktivitas

marketing public relations melalui special event dengan menggunakan

metodologi penelitian yang berbeda.

1.4.2. Manfaat Praktis

1. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan strategi untuk meningkatkan

kualitas layanan perusahaan.

2. Bagi Traveloka, dapat mendapatkan saran dan solusi untuk mengurangi

hambatan selama proses pelaksanaan.