Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH KEMAJUAN IPTEK TERHADAP NKRI BIDANG POLITIK

Politik (Yunani: Politikos; Arab: ‫سياسة‬, siyasah) (dari bahasa Yunani: politikos, yang berarti dari, untuk,
atau yang berkaitan dengan warga negara), adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan
dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Kata politik turunan dari
kata :

 polites berarti warga negara.


 politikos berarti kewarganegaraan.
 politike tehne berarti kemahiran politik.
 politike episteme berarti ilmu politik.

politik juga dapat dilihat dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

 politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori
klasik Aristoteles).
 politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara.
 politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan
kekuasaan di masyarakat.
 politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Indonesia adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk
republik dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer yang dipimpin oleh seorang
presiden (sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan). Indonesia tidak menganut sistem pemisahan
kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. Walaupun ± 90% penduduknya beragama Islam, Indonesia
bukanlah sebuah negara Islam.

Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau
kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.

perilaku politik contohnya adalah:

 Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin.


 Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol ,
mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat.
 Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas.

– Dampak Positif:

 Memberikan dorongan yang besar bagi konsolidasi demokrasi di banyak negara.


 Meningkatnya hubungan diplomatik antar negara.
 Kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan mudah.
 Menegakan nilai-nilai demokrasi.
 Memperluas dan meningkatkan hubungan dan kerja sama Internasional.
 Partisipasi aktif dalam peraturan politik untuk menuju perdamaian dunia.
 Adanya peranan besar masyarakat dalam pengembangan pemerintah. Contohnya dengan e-
government maka hal ini bisa tercapai. Bayangkan saja jika ada anggota DPR yang dapat
berinteraksi dengan rakyat yang telah memilihnya, kegiatan tanya jawab, melakukan voting,
saran dan kritik akan dapat tersalurkan dengan cepat, langsung, dan nyaman.
 Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan menggunakan teknologi informasi
menyebabkan sampainya berita lebih cepat, dilakukan secara efisien, dan nyaman. Misalnya :
jika ada masyarakat yang ingin mengajukan pendapatnya ke wakil rakyat maka cukup dengan
menggunakan e-mail surat dapat sampai dengan segera.

– Dampak Negatif:

 Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan.
 Timbulnya gelombang demokratisasi (dambaan akan kebebasan) dan lebih condong kepada
liberal.
 Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
 Semakin meningkatnya nilai-nilai politik individu, kelompok, oposisi, diktator mayoritas atau
tirani minoritas.
 Timbulnya fanatisme rasial, etnis, dan agama dalam forum & organisasi.
 Timbulnya unjuk rasa yang semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum.
 Adanya konspirasi internasional, yaitu pertentangan kekuasaan dan percaturan politik
Internasional selalu mengarah kepada persekongkolan.
 Lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat, dan
gotong royong.

NB : E-Government merupakan kependekan dari elektronik pemerintah. E-Governtment biasa dikenal e-


gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi.

E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang


berbasis elektronik.