Anda di halaman 1dari 3

UAS Produksi Film Pendek

Ghema Canisya Ramida 1160150055

1. Manajer produksi film adalaha orang yang harus tersedia dari pagi sampai malam,
selalu sedia ketika keadaan darurat, harus ikut serta dari pra-produksi, produksi, hingga
[pst-production. Orang yang harus bertangguung jawab atas semua rincian dari awal
hingga akhir.
Berikut ini adalah pekerjaan yang harus ditangani oleh manajer produksi;
- menyiapkan breakdown dan rancangan shooting schedule
- menyiapkan perkiraan budget
- mengawasi pencarian dan survey semua lokasi
- mengawasi penyelesaian laporan harian produksi
- mengkoordinasikan akomodasi dan transportasi kru
- menjaga hubungan dengan warga sekitar yang berhubungan dengan lokasi.

Manajer produksi film bertanggung jawab penuh atas tahap pra-produksi hingga tahap
post-produksi, sedangkan produser bertanggung jawab dimulai dari tahap development
hingga tahap eksebisi. Jika produser terkesan lebih mengurusi hal yang non-teknis, tetapi
manajer produksi lebih banyak mengurus hal yang teknis.

2. Digital Platform merupakan media elektronik yang dapat menyampaikan informasi


secara digitalisasi. Digital platform disini biasa juga disebut dengan OTT atau Over-The-
Top. Biasanya platform seperti ini memberikan layanan yang dapat diakses dimana saja,
dan dari perangkat apa saja.
Salah satu contohnya yaitu Netflix dan VIU. Netflix dan VIU merupakan salah satu
media platform yang banyak diminati di Indonesia.

Platform berikut merupakan salah satu wadah eksebisi film panjang, dengan memutarkan
filmnya pada platform tersebut.

Keterkaitan digital platform dengan distribusi yaitu digital platform juga dapat menjadi
wadah untuk distribusi film, dalam hal ini saya mengambil contoh dari VIU. VIU juga
sering mendistribusikan original-original nya ke banyak festival film di dalam maupun
luar negeri.
3. Trans media adalah penggambaran sebuah karya atau cerita melalui beberapa platform
media yang berbeda. Penggunaan platform yang berbeda ini sebenarnya untuk
menambahkan sesuatu yang baru dari karya atau cerita yang sudah ada.
Pengalaman yang didapatkan secara berbeda dari berbagai platform.
Contohnya, Sinetron tukang bubur naik haji ditelevisi, dibuat ulang menjadi versi film
panjangnya di bioskop. Atau film Frozen, setelah film itu release dan mendapat
keuntungan besar, di produksi lah film pendeknya, atau juga dalam bentuk video clip nya.

4. Lembaga Sensor Film merupakan sebuah lembaga yang menetapkan status “lulus
sensor” film layar lebar bioskop, televise, sinetron, iklan, dll yang ditayangkan di televise
maupun bioskop yang sesuai dengan nilai dan norma yang sudah ada di Indonesia.

Tugas lembaga sensor film menurut UU yaitu.


- Melakukan penyensoran terhadap film dan reklame film yang akan di edarkan, di
ekspor, atau ditayangkan kepada umum;
- Meneliti tema, gambar, adegan, suara dan teks terjemahan dari suatu film dan reklame
film
- Menilai layak tidaknya tema, gambar, adegan, suara, teks terjemahan

LSF juga memiliki wewenang berikut;


- Meluluskan sepenuhnya suatu film dan reklame film untuk diedarkan, di ekspor,
dipertunjukan atau ditayangkan kepada umum
- Memotong atau menghapus bagian gambar, adegan, suara dan teks terjemahan dari
suatu film dan reklama film yang tidak layak untuk ditayangkan
- Menolak suatu film dan reklame film secara utuh untuk di edarkan dan ditayangkan
kepada umum
- Memberikan surat lulus sensor untuk setiap kopi film, trailer, serta film iklan, dan
tanda lulus sensor pada film yang dinyatakan telah lulus sensor
- Mebatalkan surat lulus sensor
- Memberikan surat tidak lulus sensor
- Menetapkan penggolongan usia penonton film
- Menyimpan atau memusnahkan potongan film hasil sensor
- Mengumumkan film impor yang ditolak