Anda di halaman 1dari 7

Chapter 4

Vertical Evacuation Options


Tempat evakuasi vertikal tsunami merupakan bangunan atau bukit buatan
yang memiliki ketinggian yang cukup untuk menempatkan para pengungsi
diatas level air/gelombang tsunami, dan didesain ataupun dibangun dengan
kekuatan dan ketahan menahan gelombang tsunami. Tempat evakuasi
vertikal tsunami dapat berdiri sendiri ataupun bagian dari bangunan yang
lebih besar. Tempat evakuasi vertikal tsunami bisa dikhususkan untuk para
pengungsi saja maupun sebagai fasilitas yang multifungsi ketika tidak
digunakan sebagai tempat evakuasi, juga diperuntukan hanya untuk tsunami
saja ataupun bahaya alam yang lain.

Pada konsepnya, cara ini bisa mudah diaplikasikan pada bangunan baru,
tetapi pada umummnya akan lebih sulit jika memperbaiki bangunan yang
sudah ada dibandingkan dengan membangun bangunan/ srtuktur yang baru.
Bab ini akan menjelaskan alternative pilihan dari berbagai macam evakuasi
vertikal yang tersedia, dan menyediakan panduan untuk memilih dari
pilihan-pilihan tersebut.

Vertical Evacuation Considerations

Bangunan evakuasi vertikal dapat digunakan untuk kepentingan umum oleh


Vertical evacuation facilities can be
masyarakat sekitar, ataupun oleh pemilik bangunan. Memilih alternatif
single-purpose, multi-purpose, or
pilihan untuk tempat evakuasi vertikal tsunami harus berdasarkan kepada multi-hazard facilities.
rencana tanggap darurat dan kebutuhan masyarakat, jenis konstruksi dan
kegunaan bangunan untuk lingkungan sekitar, dan kondisi keuangan
anggaran khusus negara, masyarakat lokal, ataupun pihak swasta.

Fasilitas dengan fungsi tunggal

Penelitian tentang bahaya tsunami menunjukan bahwa solusi terbaik adalah


membangun bangunan baru dan terpisah. Keuntungan yang diperoleh dari
bangunan/struktur baru adalah ; Vertical evacuation structures can be
 Terhindar dari bahaya reruntuhan bangunan lain soil berms, parking garages,
community facilities, commercial
 Desain tidak harus disamakan dengan bangunan sebelumnya facilities, school facilities, or existing
sehingga tidak akan ada kegunaan yang tumpang tindih. buildings.
 Secara struktur, Terpisah dari bangunan yang lain, sehingga
tidak rentan
 Akan lebih siap digunakan oleh penghuninya, tidak
terhalangi oleh barang-barang yang berhubungan dengan
fungsi bangunan lain.

FEMA P646 4: Vertical Evacuation Options 1


Bangunan yang terpisah dan mempunyai fungsi tunggal akan lebih mudah
dirancang, izinnya mudah, dan dikontruksi karena tidak mengharuskan penyediaan
akomodasi harian untuk masyarakat umum. Bangunan tersebut akan memiliki
system prototype konstruksi yang sederhana yang pada akhirnya mengurangi biaya
konstruksi.

Satu contoh fasilitas dengan fungsi tunggal yaitu ukurannya yang kecil, struktur
bangunan yang tinggi dengan fungsi dasar menyediakan tempat perlindungan
untuk wilayah sekitarnya saat kejadian tsunami. Fasilitas tersebut berada di
pemukiman yang rendah dimana jalur evakuasinya tidak memadai, dan tidak
adanya bangunan yang aman serta tinggi di wilayah tersebut.

Fasilitas multi fungsi

Masyarakat pesisir mungkin tidak mempunyai sumber daya yang cukup untuk
membangun tempat evakuasi vertikal dengan fungsi tunggal ataupun beberapa
bangunan, sehingga diperlukan cara kreatif untuk mengatasi hambatan tersebut.
Solusi yang memungkinkan adalah dengan bergabung dengan bangunan milik
publik yang lain, bergabung dengan fasilitas komersil dan ekonomi, atau
bekerja sama dengan pengembang swasta untuk menyediakan tempat
perlindungan tsunami. Kemampuan untuk menggunakan fasilitas dengan lebih
dari satu fungsi akan memberikan hasil investasi melalui kegiatan bisnis dan
komersial ketika bangunan tersebut tidak digunakan sebagai tempat
perlindungan.

Fasilitas multi fungsi juga dibangun untuk melayani kebutuhan atau fungsi
khusus di masyarakat, selain sebagai tempat evakuasi tsunami. Contohnya, lahan
yang ditinggikan bisa digunakan sebagai ruang public terbuka untuk masyarakat.
Di pusat perkotaan atau pusat bisnis, bisa dibangun fasilitas temapt parkir yang
didesain tahan terhadap tsunami. Di sekolah-sekolah atau kampus-kampus,
fasilitas evakuasi vertikal juga bisa berfungsi sebagai gedung olahraga, atau
kantin pada penggunaan di hari-hari biasa. Di daerah pinggiran kota, fasilitas ini
juga bisa difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Multi-Hazard Considerations

Masyarakat juga berpotensi terkena bahaya yang lain ( misalnya, gempa bumi, dan
angin puting beliung) sehingga perlu untuk mempertimbangkan bangunan
perlindungan yang berhubungan dengan bahaya-bahaya yang lain, selain Tsunami.
Hal ini mengakomodir durasi pegungsian yang berbeda-beda, kegiatan pemulihan
pasca bencana, dan kebutuham akan penanganan medis jangka panjang dan
pendek.

FEMA P646 4: Vertical Evacuation Options 2


Perencanaan fasilitas untuk multi bencana membutuhkan kesadaran tentang efek
yang banyak yang mungkin unik terhadap masing-masing jenis bencana. Hal ini
dapat menimbulkan tantangan tersendiri dalam hal desainnya. Misalnya, system
bangunan untuk evakuasi vertikal yang dekat dengan wilayah ancaman bencana
tsunami mungkin harus dibangun untuk bahaya gempa bumi juga. Bangunan seperti
itu harus memiliki tembok pemecah gelombang atau ruang terbuka di bawah
bangunan sehingga air bisa melewatinya. Masalahnya, area terbuka tersebut
bertentangan dengan system kontruksi bangunan tahan gempa yang menghindari
bagian yang rapuh dalam kontruksinya. Dalam hal ini, Desain dan kontruksi harus
memmpunyai akomodasi khusus dan juga melihat potensi-potensi yang
bertentangan.

Vertical Evacuation Concepts

Untuk menyediakan tempat perlindungan dari gelombang tsunami, evakuasi vertikal


harus memiliki kemampuan untuk menampung orang dalam jumlah banyak dalam
waktu yang singkat dan secara efesien bisa membawa mereka para pengungsi ke
temapt pengungsian yang berada diatas permukaan banjir. Solusi evakuasi vertikal
yang potensial adalah berada di dataran yang tinggi, bukit buatan?, bangunan baru
yang secara khusus dibangun tahan terhadap tsunami, atau bangunan yang sudah ada
yang mempunyai kekuatan yang cukup untuk mengantisipasi akibat tsunami.

Yang bukan merupakan system rangka dan berada dibawah permukaan air harus
diasumsikan seluruhnya hilang. Jika bangunan diharuskan masih berfungsi ketika
kejadian bencana, desain fasilitasnya harus memperhitungkan hancurnya tembok
bagian bawah, system bukan rangka, isi bangunan, dan pemilihan penggunaan
alternative yang memungkinkan.

Existing High Ground

Dataran tinggi yang terbentuk secara alami mungkin dapat dimodifikasi untuk menjadi
tempat evakuasi vertikal tsunami. Area terbuka dan luas memungkinkan orang dalam
jumlah banyak untuk memasukinya dengan mudah dan juga mempunyai keuntungan
lebih yaitu terhindar dari kepanikan saat memasuki bangunan ketika terjadi gempa.
Selain itu, masyarakat pesisir telah diedukasi untuk ‘ lari ke tempat yang tinggi’ ketika
terjadi peringatan tsunami. Topograpi dari dataran tinggi tersebut harus menghitung
potensi runup gelombang dan erosinya. Beberapa modifikasi dari topografi yang ada
mungkin dibutuhkan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

FEMA P646 4: Vertical Evacuation Options 3


Soil Berms

Jika dataran tinggi alami tidak ada, gundukan tanah dapat dibangun untuk meninggikan tanah
diatas ketinggian runup tsunami.

Walaupun harus dirawat lebih untuk melindungi sisi-sisinya dari gelombang tsunami yang
datang ataupun arus balik gelombang, pilihan ini (soil berm) relative lebih hemat dibandingkan
dengan membangun struktur yang terpisah. Ketinggian berm nya pun harus cukup bisa
menghindari genangan, dan sisi lerengnya harus jadi jalan aliran arus. Kemiringannya
disarankan sekitar 1 kaki sampai 4 kaki.

Figure 4-1 Soil berm combined with a community open space. Ocean facing walls can deflect
incoming waves while sloped sides provide for quick access.

Parking Garages
Gedung parkiran merupakan bangunan yang paling luar biasa yang bisa
digunakan sebagai bangunan evakuasi vertikal. Kebanyakan gedung parkiran
mempunyai bangunan yang terbuka yang bisa mengalirkan air dengan
lancar. Gedung parkiran juga dapat digunakan sebagai fasiltas umum
diatasnya, seperti taman, tempat pengamatan, dan arena olahraga. Sehingga
bisa menghasilkan pedapatan/pemasukan, khususnya gedung parkiran yang
berada di tempat wisata.

Tetapi biasanya gedung parkiran dibangun dengan murah, dan juga minim
kekuatan. Gedung parkiran bisa menjadi tempat evakuasi vertikal yang
efektif jika didesain dengan tujuan yang memiliki performa tinggi, dan
diawasi dengan benar oleh pihak yang berwenang.

FEMA P646 4: Vertical Evacuation Options 4


Figure 4-2 Parking garage. Open structural systems allow water to pass through with
minimal resistance, and interior ramps allow for easy ingress and vertical
circulation.

Community Facilities

Bangunan evakuasi vertikal dapat dibangun sebagai bagian dari fasilitas


umum, contohnya pusat kegiatan masyarakat, fasiltas rekreasi, komplek
olahraga, perpustakaan, museum, damkar dan kantor polisi. Salah satu
contohnya pada gambar 4.3. ketika tidak ddifungsikan sebagai pengungsian,
tempat tersebut bisa berguna untuk fungsi yang lain yang bisa meningkatkan
tarap hidup masyarakat. Ketika memilih itu sebagai tempat evakuasi vertikal,
harus diperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Kemungkinan
buruknya adalah reruntuhan yang bisa menahan aliran air. Prioritas harus
diberikan kepada fungsi utamanya yaitu sebagai tempat berkumpul orang
banyak.

Commercial Facilities

Tempat evakuasi vertikal dapat dibangun sebagai bagian dari fasilitas bisnis
dan komersil, contohnya hotel, restoran, dan pusat belanja. Seperti pada
gambar 4.4. jika tempat pengungsian bagian dari bangunan hotel, maka
meeting room, ballroom dan ruang terbukanya harus berada diatas ketinggian
genangan tsunami yang dapat digunakan sebagai tempat pengungsian ketika
tsunami terjadi.

FEMA P646 4: Vertical Evacuation Options 5


Figure 4-3 Sports complex. Designed for assembly use, this type of
structure can accommodate circulation and service needs for large
numbers of people.

Figure 4-4 Hotel and convention complex. Meeting rooms, ballrooms, and
exhibit spaces located above the tsunami inundation elevation can be
used to provide areas of refuge.

School Facilities

Sama dengan fasilitas umum, sekolah mempunyai keuntungan untuk


masyarakat sekitar. Pembangunan sekolah yang sedang berjalan menawarkan
peluang dan mekanisme pendanaan untuk berbagi sebagai tempat evakuasi
vertikal tsunami. Kerjasama ini juga bisa menambah keuntungan dalam hal
keselamatan anak-anak sekolah.

FEMA P646 4: Vertical Evacuation Options 6


Existing Buildings

Pola pola kerusakan yang sudah ada menunjukan bagaimana banyak


struktur bangunan tidak didesain untuk tahan terhadap tsunami dan
tidak bisa dijadikan sebagai tempat perlindungan, sebenarnya
bangunan yang ada memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat
evakuasi vertikal dan bisa dibuat lebih tahan terhadap tsunami hanya
dengan modifikasi sederhana. Asesmen terhadap fungsi dan ketahanan
bangunan juga diperlukan untuk menentukan apakah bangunan tersebut
layak digunakan sebagai temapt evakuasi vertikal.

Dalam beberapa hal, memberikan perlindungan yang lebih itu lebih


baik daripada tidak sama sekali. Contoh konsep ini dapat dilihat
digambar 4.5. Pada peta evakuasi Wakiki, bangunan enam lantai atau
lebih yang mempunyai rangka beton dan baja diharuskan
meningkatkan perlindungan dan dianggap sebagai tempat pengungsian
yang potensial.

Figure 4-5 Evacuation map for Waikiki, Hawaii, indicating use of existing
buildings for vertical evacuation.

FEMA P646 4: Vertical Evacuation Options 7