Anda di halaman 1dari 44

BAB

1
Fungsi Real

Materi yang dibahas pada bab 1 ini meliputi: Sistem Bilangan Real, Fungsi
dan Grafik, Limit dan Kekontinuan, Limit Tak Hingga, dan Limit di Tak
Hingga

1.1 Sistem Bilangan Real


Bilangan real, dinotasikan dengan  memainkan peranan yang sangat
penting dalam Kalkulus. Untuk itu, pertama kali akan diberikan beberapa
fakta dan terminologi dari bilangan real.

Sifat-sifat yang dimiliki bilangan real adalah sifat trikotomi, yaitu bila ada
dua bilangan real a dan b, maka hanya akan berlaku salah satu dari tiga sifat
berikut:

Bab 1 – Fungsi Real 1


1. a = b atau
2. a < b atau
3. a > b

Definisi: Misal a dan b bilangan real, maka


● a < b berarti b – a merupakan bilangan real positif
● a  b berarti bahwa a < b atau a = b
● a  b berarti bahwa a > b atau a = b

Berikut disampaikan sifat-sifat pertidaksamaan dari bilangan real yang


sangat fundamental dan sering digunakan,
1. Bila a < b dan b < c maka a < c
2. Bila a < b maka a + c < b + c atau a – c < b – c
3. Bila a < b dan c < d maka a + c < b + d
4. Bila a < b dan c > 0 maka ac < bc
5. Bila a < b dan c < 0 maka ac > bc
6. Bila a dan b keduanya bilangan real positif atau negatif dan a < b maka
1 1

a b

Secara geometri, bilangan real  dapat digambarkan sebagai garis bilangan,


dengan notasi interval diberikan dengan  = (-,). Sedangkan himpunan
bagian dari bilangan real (garis bilangan) berupa segmen garis atau interval
yang dapat dikelompokkan menjadi:
◊ Interval Tutup, dinotasikan dengan ...,...
◊ Interval Buka, dinotasikan dengan ...,...
◊ Interval Setengah Buka / Setengah Tutup (Tutup Buka atau Buka
Tutup), dinotasikan dengan ...,... atau ...,...
Selengkapnya kemungkinan interval yang ada pada sebuah garis
bilangan bila diberikan dua buah bilangan sembarang a dan b
dinyatakan berikut.

Garis bilangan: Interval dan himpunan

-∞   ∞
a b

2 Matematika untuk Perguruan Tinggi


[a, b]  x |a x  b (a, b)  x |a x  b
[a, b)  x |a x  b (a, b]  x |a x  b
(b, )  x | x  b [b, )  x | x  b
(, a)  x | x  a (, a]  x | x  a

1.1.1 Pertidaksamaan Aljabar


Permasalahan Matematika yang berkaitan dengan interval terletak pada
pertidaksamaan aljabar. Himpunan jawab atau solusi dari pertidaksamaan
aljabar merupakan salah satu dari bentuk interval di atas. Adapun
penjelasannya diberikan berikut.

Bentuk umum pertidaksamaan aljabar dinyatakan oleh,

A( x) C( x)

B( x) D( x)
dengan A(x), B(x), C(x) dan D(x): suku banyak. (tanda < dapat digantikan
oleh , ,  ).
x2 x3
Sebagai gambaran diberikan pertidaksamaan  . Maka
x 1 x 1
pertidaksamaan terdiri dari suku banyak A(x) = x -2, B(x) = x – 1 , C(x) = x +
1
3 dan D(x) = x + 1. Sedangkan untuk bentuk pertidaksamaan x  1 
x 1
terdiri dari suku banyak A(x) = x + 1, B(x) = 1, C(x) = -1 dan D(x) = x – 1.

Himpunan semua bilangan real x yang memenuhi pertidaksamaan disebut


himpunan penyelesaian atau solusi pertidaksamaan.

Cara mencari solusi pertidaksamaan aljabar dilakukan sebagai berikut:


1. Nyatakan pertidaksamaan sehingga didapatkan salah satu ruasnya
menjadi nol. Misalkan ruas kanan dibuat menjadi Nol. Maka didapatkan
A( x ) C( x )
  0.
B( x ) D( x )

Bab 1 – Fungsi Real 3


P( x )
2. Sederhanakan bentuk ruas kiri menjadi satu suku, misalkan 0.
Q( x )
3. Cari dan gambarkan pada garis bilangan semua pembuat nol dari P(x)
dan Q(x).
4. Tentukan setiap tanda (+ atau -) pada setiap interval yang terjadi dari
garis bilangan di atas. Misalkan pembuat nol dari P(x) dan Q(x)
berturut-turut dari kecil ke besar adalah a, b dan c. Maka interval pada
garis bilangan digambarkan berikut:

(+) (-) (+) (-)


-∞    ∞
a b c

5. Interval dengan tanda (-) merupakan solusi pertidaksamaan.

Contoh 1-1
Tentukan solusi dari pertidaksamaan berikut:

1
1. x  1
x 1
x2 x3
2. 
x 1 x 1

Jawab:

x  1
1 1 x  1x  1  1  0 x2
0
1.  x  1 0  
x 1 x 1 x 1 x 1 x 1

Pembuat nol dari pembilang dan penyebut adalah 0 dan 1. Pada garis
bilangan didapatkan nilai dari tiap selang, yaitu:

(-) (-) (+)

0 1

Himpunan penyelesaian (solusi) pertidaksamaan adalah 0  1, 

4 Matematika untuk Perguruan Tinggi


x2 x3 x2 x3 3x  1
2.    0  0
x 1 x 1 x 1 x 1 x  1x  1

Pembuat nol dari pembilang dan penyebut adalah –1, 1/3 dan 1. Pada
garis bilangan didapatkan nilai dari tiap selang, yaitu:

(+) (-) (+) (-)

-1 1/3 1

Himpunan penyelesaian (solusi) pertidaksamaan adalah


 ,1  1/ 3,1

1.1.2 Pertidaksamaan dengan Nilai Mutlak


Secara geometris, nilai mutlak atau nilai absolut dari bilangan real x
didefinisikan sebagai jarak dari x terhadap 0, sehingga nilai mutlak dari
setiap bilangan selalu bernilai positif. Notasi yang digunakan adalah:
 x ,x  0
x 
 x ,x  0

Bentuk nilai mutlak|x|dinyatakan oleh gambar berikut,

|x| |x|

-x 0 x

Bila diberikan bentuk nilai mutlak|x – 2|maka dapat dituliskan menjadi


atau dapat disederhanakan menjadi,
 x  2 ,x  2
x2  
 x  2, x  2

Sehingga bentuk nilai mutlak dapat diperumum menjadi:


 ax  b , x  b / a
ax  b   ; a0
 ax  b  ,x  b / a

Bab 1 – Fungsi Real 5


Berikut merupakan contoh bentuk terakhir, yaitu nilai mutlak|-2x + 4|yang
dapat diuraikan menjadi,
  2x  4,  2x  4  0  2x  4, x  2
 2x  4   atau  2x  4  
 ( 2x  4),  2x  4  0  2x  4, x  2

Sifat-sifat nilai mutlak:

1. x  x2
2. |x|< a  -a < x < a
3. |x|> a  x < -a atau x > a
4. |x + y||x|+|y| (ketidaksamaan segitiga)
5. |x y|=|x||y|
x |x|
6. 
y |y|

7. | x|| y|  x 2  y 2

Contoh 1-2
Selesaikan pertidaksamaan berikut menggunakan sifat-sifat dari nilai mutlak
1. |2x –5|< 1
2. |-x + 2|> 3
1 1
3.  0
x2 x3

Jawab:
Dengan menggunakan sifat-sifat dari nilai mutlak maka diperoleh solusi
pertidaksamaan tersebut.

1. Menggunakan sifat no 2 didapatkan: -1 < 2x – 5 < 1 atau 2 < x < 3


2. Menggunakan sifat no 3 didapatkan: -x + 2 > 3 atau –x + 2 < -3. Jadi
penyelesaiannya adalah x < -1 atau x > 5.
3. Digunakan gabungan sifat no 5 dan no 6 dan didapatkan hasil berikut
1

1
 0
1

1
sifat no 5
x  2 x  3 x  2 x  3

6 Matematika untuk Perguruan Tinggi


2 2
 1   1  10 x  5
     sifat no 6    0
 x  2  x  3 x  22 x  32

Dari bentuk pertidaksamaan terakhir, pembuat nol dari pembilang dan


penyebut adalah –3, - 1/2 dan 2. Pada garis bilangan didapatkan nilai dari
tiap selang, yaitu:

(-) (-) (+) (+)

-3 -1/2 2


Himpunan penyelesaian (solusi) pertidaksamaan adalah  12 ,2  2,   . 
Nilai x = 2 bukan merupakan solusi pertidaksamaan, sebab untuk x = 2
menyebabkan penyebut sama dengan nol.

Contoh 1-3
Carilah solusi Pertidaksamaan berikut
1. |x - 2|- 2x ≤ 3
2. |x + 1|-|2x – 1|< 1

Jawab:
Kedua bentuk pertidaksamaan ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan
menggunakan sifat-sifat nilai mutlak. Namun dengan menggunakan definisi
nilai mutlak, pertidaksamaan dapat diselesaikan pada setiap interval yang
terjadi.
1. Pertama yang dilakukan adalah dengan menguraikan bentuk nilai
mutlak|x – 2|, menjadi
 x  2, x  2  0  x  2, x  2
x2   atau x  2  
 ( x  2), x  2  0  x  2, x  2

Pertidaksamaan diselesaikan pada interval yang terjadi yaitu pada x ≥ 2 dan


x < 2.

Untuk x < 2 Untuk x ≥ 2


|x - 2|- 2x ≤ 3 |x - 2|- 2x ≤ 3
-x + 2 – 2x ≤ 3 x–2–2x≤3

Bab 1 – Fungsi Real 7


-3x ≤ 1 -x ≤ 5
x ≥ -1/3 x ≥ -5
Solusi pada interval ini adalah irisan Solusi pada interval ini adalah
dari x < 2 dan x ≥ -1/3, yaitu -1/3 ≤ x irisan dari x ≥ 2 dan x ≥ -5, yaitu x
<2 ≥2

Solusi pertidaksamaan merupakan gabungan dari -1/3 ≤ x < 2 dan x ≥ 2,


yaitu -1/3 ≤ x atau [-1/3, ∞).

2. Seperti sebelumnya, pertidaksamaan diselesaikan dengan terlebih


dahulu menguraikan bentuk nilai mutlak yang ada. Bentuk nilai mutlak
yang ada pada pertidaksamaan adalah
 x  1 , x  1  2x  1 , x  1
x 1   dan 2x  1   2
 x  1 ,x  1  2x  1 ,x  12

Dari sini kita dapatkan tiga buah interval yang akan digunakan untuk
mendapatkan solusi pertidaksamaan, yaitu: (-, -1), [-1, ½) dan [½ , ).

a. Untuk interval (-, -1)


Maka bentuk pertidaksamaan nilai mutlak berubah menjadi:
-x – 1 – (-2x + 1) < 1 atau x < 3 atau (-, 3)
Solusi merupakan irisan antara interval (-, -1) dan (-, 3) yaitu:
(-,-1)
b. Untuk interval [-1, ½)
Bentuk pertidaksamaan berubah menjadi:
x + 1 – (-2x + 1) < 1 atau x < 1/3 atau (-, 1/3)
Solusi merupakan irisan antara interval [-1, ½) dan (-, 1/3) yaitu:
[-1, 1/3)
c. Untuk interval [½ , )
Bentuk pertidaksamaan berubah menjadi:
x + 1 – (2x - 1) < 1 atau x > 1 atau (1,)
Solusi merupakan irisan antara interval [½, ) dan (1, ) yaitu:
(1,  ).
Jadi solusi dari pertidaksamaan nilai mutlak merupakan gabungan
solusi di atas (a, b dan c) yaitu: (-,-1)  [-1, 1/3)  (1,  ) atau (-,
1/3)  (1,  )

8 Matematika untuk Perguruan Tinggi


Soal Latihan 1-1
(Nomor 1 s.d. 10) Carilah himpunan penyelesaian pertidaksamaan berikut
6
1. 4x - 7 < 3x + 5 6. 5x0
x
2 3
2. 3x < 5x + 1 < 16 7. 
x x4
1 3
3. 6  x2  x  20 8. 
x 1 x  2
x2 1
4.  5  x4  x2  5  1 9.  1
x x 1
x5 5
5. 0 10. x   6
2x  1 x

(Nomor 11 s.d. 23) Gunakan sifat-sifat pertidaksamaan nilai mutlak untuk


menentukan solusi pertidaksamaan berikut
11. x 1  4 18. 3x  12  8 x  1 3

12. 2x  7  3 19. 3x  1  3x  12  6


3  2x
13. x  2 3x  7 20. 4
1 x
x
14. x 1  5 21. 1
2x  1
6 1 1
15. x x  1  22. 
x 1 |x  4| |x  7|
1 1
16. 2x  3  4x  5 23.  0
| x 3| | x 4|

17. 2( x  1)2  x  1  1

(Nomor 24 s.d. 30) Gunakan cara seperti contoh 1.3 untuk mencari nilai x
yang memenuhi pertidaksamaan nilai mutlak berikut
24. -2x +|x + 2|< 1 28. x  2  3 x  1 1
25. |x – 2|+ 2x ≤ 3 29. |2x – 1|- 3|x + 1|≤ 2
26. |x + 1|-|2x – 1|≥ 1 30. |2 –x|+|2x -3|≥ 3
27. 2 3  x  3 x  1  2

Bab 1 – Fungsi Real 9


(Nomor 31 s.d. 33) Tentukan nilai x yang mungkin agar berikut
menghasilkan bilangan real

31. x2  x  6
x2
32.
x 1
1
33.
x2  4
2
34. Selesaikan persamaan berikut: x  3  4 | x  3 | 12

1.2 Fungsi dan Grafik


Pembahasan mengenai fungsi tidak bisa dilepaskan dari masalah pemetaan
atau pengaitan. Suatu pengaitan f dari himpunan A ke himpunan B disebut
fungsi bila mengaitkan setiap anggota dari himpunan A dengan tepat satu
anggota dari himpunan B. Hal ini diperlihatkan seperti pada Gambar 1-1
berikut.

A B

1 f a

2
b
3
c

Gambar 1-1 Fungsi

Himpunan A disebut domain atau daerah asal dari fungsi f dinotasikan


Df, sedangkan himpunan B disebut kodomain dari fungsi f. Bila semua
elemen dari himpunan B yang merupakan pasangan dari elemen dari
himpunan A dihimpun maka akan didapatkan himpunan yang merupakan
subhimpunan atau himpunan bagian dari himpunan B yang dinamakan

10 Matematika untuk Perguruan Tinggi


Range atau daerah hasil dari fungsi f. Notasi untuk range dari fungsi f
adalah Rf.

Dari gambar 1.1 di atas`maka didapatkan range dari fungsi f yaitu


R f  a, c .

Gambar 1-2 berikut menunjukkan bahwa pengaitan/pemetaan g dan h


bukan merupakan fungsi. Pemetaan g tidak memetakan setiap elemen dari A
(elemen 3 dan 4 tidak mempunyai pasangan), sedangkan pemetaan h
memetakan satu elemen dari A terhadap lebih dari satu elemen di B (elemen
4 dipetakan terhadap d dan e).

A B A B
g h
1 a 1 a
2 b 2 b
3 c 3 c
4 d 4 d
5 e e
f

Gambar 1-2 Bukan Fungsi

Misal himpunan A dan B merupakan sub himpunan dari himpunan bilangan


Real (A   dan B  ). Maka fungsi f yang memetakan dari himpunan A ke
himpunan B dapat dinyatakan dengan,
f: A  B
x| f(x) = y

Daerah hasil atau range dari fungsi f dinyatakan dengan


R f  y | f ( x )  y, xA . Nampak bahwa setiap anggota range dari fungsi
f(x) juga merupakan anggota dari B sehingga R f  B

Contoh 1-4
Tentukan domain dan range dari fungsi f ( x )  2x  6

Bab 1 – Fungsi Real 11


Jawab:
Akan dicari nilai x sehingga nilai fungsi f(x) terdefinisi (merupakan
bilangan real). Ini dimungkinkan bilamana didalam tanda akar harus
merupakan bilangan nol atau positif, yaitu 2x – 6  0 atau x  3. Jadi,
 
domain dari fungsi f(x) adalah D f  x x  3  3,  . Bila nilai x dari D f
disubstitusikan ke dalam fungsi f(x) maka akan didapatkan range dengan
anggota paling rendah nol dan paling tinggi tak hingga atau
 
R f  y y  0  0,  .

Beberapa macam fungsi dan sifat-sifat yang dimiliki akan dibahas berikut.

1.2.1 Fungsi Polinom


Bentuk umum fungsi polinom (suku banyak) order atau pangkat n (n
bilangan bulat positif ) dinyatakan oleh
f ( x )  a0  a1x  a2 x 2  ...  an xn dengan an  0 .

Berikut bentuk khusus dari fungsi polinom, yaitu:


 Fungsi konstan: f(x) = a0.
Domain (daerah asal) dari fungsi konstan adalah bilangan Real D f  
sedangkan range (daerah hasil) adalah R f  a 0 
 Fungsi Linear: f ( x)  a 0  a1x . (f(x) = x: fungsi identitas)
Domain dan range dari fungsi linear adalah Real D f   dan R f  

 Fungsi Kuadrat: f ( x )  a0  a1x  a2 x 2

Y Diperlihatkan pada Gambar 1-3 berikut


yang merupakan grafik dari fungsi
4 kuadrat (berupa parabola). Bila dari
f(x) parabola diketahui titik puncak dan
sebuah titik yang lain maka persamaan
fungsi kuadrat dapat dinyatakan oleh
1 f ( x )  ax  b2  c
X dengan (b,c) merupakan titik puncak.
2
Gambar 1-3 Parabola
Dari Gambar 1-3, maka didapatkan

12 Matematika untuk Perguruan Tinggi


persamaan kuadrat, f ( x ) 
3
x  22  1 . Dengan melakukan pengamatan
4
pada grafik / parabola maka domain dan range dari fungsi kuadrat tersebut
berturut-turut adalah  dan [1, ∞).

Melihat dari sifat ketiga fungsi: fungsi konstan, fungsi linear dan fungsi
kuadrat maka dapat disimpulkan bahwa domain dari fungsi polinom adalah
bilangan real D f   .

1.2.2 Fungsi Rasional


p( x )
Bentuk umum fungsi rasional adalah f ( x )  dengan p(x) dan q(x)
q( x )
merupakan fungsi polinom. Fungsi rasional f(x) tidak terdefinisi pada nilai x
yang menyebabkan penyebut sama dengan nol [q(x) = 0]. Sedangkan
pembuat nol dari pembilang p(x) tetapi bukan pembuat nol penyebut q(x)
merupakan pembuat nol dari fungsi rasional f(x).

Domain dari fungsi rasional f(x) adalah bilangan real kecuali pada pembuat
 
nol penyebut q(x), atau dapat dituliskan, Df    x q( x)  0

Contoh 1-5
x 2  3x  2
Diketahui fungsi rasional f ( x ) 
x2  4
1. Carilah nilai x yang menyebabkan fungsi bernilai sama dengan nol
2. Tentukan domain dari f(x)

Jawab:
1. Permbuat nol pembilang, x = 2 dan x = 1 sedangkan pembuat nol
penyebut, x = -2 dan x = 2. Jadi nilai yang menyebabkan fungsi bernilai
nol adalah x = 1.
2. Himpunan pembuat nol dari penyebut adalah {-2, 2}. Jadi, domain dari
f(x) adalah Df     2,2

Bab 1 – Fungsi Real 13


1.2.3 Fungsi Bernilai Mutlak Y

Bentuk dasar fungsi bernilai mutlak


dinyatakan oleh f(x) =|x|. Grafik fungsi f(x)
simetris terhadap sumbu Y dan terletak di
atas dan atau pada sumbu X seperti terlihat
pada gambar 1.4. Hal ini menunjukkan X
bahwa f ( x)  0 untuk setiap x  D f ,
sehingga domain dari f(x) adalah Gambar 1-4 Fungsi mutlak
R f  0,  .
Secara umum fungsi bernilai mutlak dapat dinyatakan oleh:
 g( x ) , x  A
f ( x )  g( x )   C ; Df  A  A C
 g( x ) , x  A

Yang dapat disimpulkan dari fungsi bernilai mutlak adalah selalu


mempunyai range [0, ∞).

Contoh 1-6
Tentukan nilai x agar grafik fungsi f ( x )  x 2  1 terletak di bawah garis y = 2.

Jawab:
Dicari nilai x yang memenuhi
Y
pertidaksamaan,
f (x)  x 2  1  2 5
.
Menggunakan sifat
pertidaksamaan nilai mutlak
2
x 2  1  2   x 2  1  4
 
didapatkan 1
4
 x 2  3  x 2  1  0 X
   . Sebab x2 2 3
+ 3 definit positif yaitu selalu
bernilai positif untuk setiap x -2
real maka x2 – 1 < 0. Sehingga -3
nilai x yang memenuhi adalah –
1 < x < 1 atau|x|< 1. Gambar 1-5

14 Matematika untuk Perguruan Tinggi


1.2.4 Fungsi Banyak Aturan
Fungsi ini merupakan bentuk pengembangan dari fungsi bernilai mutlak,
untuk fungsi dengan dua aturan dinyatakan oleh:
 f1( x ) , x  A
f ( x)   C ; A  A C  Df
f 2 ( x ) , x  A
Fungsi banyak aturan dapat dikembangkan sampai n buah fungsi f j ( x )
dengan j = 1,2,…,n, yaitu
 f1( x ) ; x  A1

f 2 ( x ) ; x  A 2

f ( x )   ... ...
 ... ...

fn ( x ) ; x  A n
dengan A 1  A 2  ...  A n  D f dan A 1  A 2  ...  A n  

Contoh 1.6
2x  1 ; x  2

Gambarkan grafik fungsi dari f ( x )  1 ;2  x  3
1  x ; x  3

Jawab:
Untuk x  2 , maka fungsi didefinisikan oleh f(x) = 2x + 1 dan grafik berupa
garis (sinar) dari (2,5) menuju (0,1) . Untuk 2  x  3 maka grafik konstan
f(x) = 1 merupakan ruas garis . Sedangkan untuk x > 3 maka grafik dari f(x)
= 1 – x juga berupa garis (sinar) dari titik (3,-2) ke titik (4,-3). Grafik fungsi
f(x) ditunjukkan pada gambar 1.5.

1.2.5 Fungsi Genap dan Fungsi


Ganjil
Fungsi f(x) disebut fungsi genap bila f(x) = f(-x) 2
X

untuk setiap x di domain f(x) [grafik f(x)


simetris terhadap sumbu y]. Fungsi f(x) disebut -2

fungsi ganjil bila f(x) = - f(-x) untuk setiap x Gambar 1-6 Parabola
di domain f(x) [grafik f(x) simetris terhadap f (x)  x 2  2
titik pusat atau pusat sumbu]. Bila suatu fungsi
bukan merupakan fungsi genap maka belum tentu merupakan fungsi ganjil.

Bab 1 – Fungsi Real 15


Contoh 1-7
Manakah diantara fungsi berikut yang merupakan fungsi genap, ganjil atau
bukan keduanya

1. f ( x)  x 2  2
x2  2
2. f (x) 
x
3. f ( x )  x 2  2x  1

Jawab:
1. Grafik fungsi f ( x )  x 2  2 diperlihatkan pada Gambar 1-6 (simetris
terhadap sumbu Y). Dengan menggunakan definisi maka f(x) merupakan
fungsi genap sebab f (  x )   x 2  2  x 2  2  f ( x )

x2  2
2. Grafik fungsi f ( x )  ditunjukkan pada Gambar 1-7 (simetris
x
terhadap garis y = x). Dengan menggunakan definisi maka f(x)

merupakan fungsi ganjil sebab f (  x ) 


 x 2  2   x 2  2  f ( x)
x x

X
1

Gambar 1-8 Parabola


f ( x )  x 2  2x  1
x2  2
Gambar 1-7 f ( x ) 
x

16 Matematika untuk Perguruan Tinggi


3. Graffik fungsi f ( x )  x 2  2x  1 ditunjukkan pada Gambar (tidak
simetris terhadap sumbu Y dan tidak simetris terhadap garis y = x).
Menggunakan definisi diperlihatkan berikut:
f (  x )   x 2  2 x   1  x 2  2x  1 , sehingga f (x)  f ( x) atau
f (  x )  f ( x ) . Oleh karena itu, f(x) bukan fungsi genap atau bukan
fungsi ganjil.

Sifat–sifat aljabar yang dimiliki antara fungsi genap dan fungsi ganjil
diperlihatkan pada tabel 1.1 berikut.

Tabel 1-1
Sifat aljabar fungsi genap dan fungsi ganjil
f(x)
f(x) g(x) f(x) g(x)
g( x )
Genap Genap Genap Genap
Genap Ganjil Ganjil Ganjil
Ganjil Genap Ganjil Ganjil
Ganjil Ganjil Genap Genap

1.2.6 Fungsi Trigonometri


Misal diberikan titik A(a,b) dan t menyatakan sudut yang dibentuk antara
sumbu X positif dengan ruas garis OA , t bertanda positif (+) bila berlawanan
arah jarum jam (arah dari sumbu X positif menuju ke ruas garis OA)
diperlihatkan pada Gambar 1-9. Bila panjang ruas garis OA = r maka
didapatkan rumusan bentuk trigonometri
Y
sebagai berikut:
a r A(a,b)
sin t  csc t 
r a
b r r
cos t  sec t  b
r b
a b
tan t  cot t  t
b a
0 a X
Dari rumusan trigonometri tersebut maka Gambar 1-9
dapat dinyatakan bentuk dasar dari fungsi
trigonometri sebagai berikut

Bab 1 – Fungsi Real 17


◊ f(x) = sin x f(x) = csc x
◊ f(x) = cos x f(x) = sec x
◊ f(x) = tan x f(x) = cot x

Domain dari fungsi sinus dan fungsi cosinus adalah bilangan real sedangkan
 2n  1 
domain dari fungsi tangen adalah     dengan n bilangan bulat.
 2 
Grafik fungsi f(x) = sin x, f(x) = cos x dan f(x) = tan x diperlihatkan pada
Gambar 1-10 berikut

-2 -  2
-1

f(x) = sin x f(x) = tan x f(x) = cos x

Gambar 1-10

Beberapa persamaan atau identitas yang berlaku pada fungsi trigonometri


diberikan berikut:
1. sin (-x) = - sin x
2. cos (-x) = cos x
3. tan (-x) = - tan x
4. csc (-x) = - csc x
5. sec (-x) = sec x
6. cot (-x) = cot x
7. sin (/2 - x) = cos x
8. cos (/2 - x) = sin x
9. tan (/2 - x) = cot x
10. sin (x + y) = sin x cos y + sin y cos x
11. cos (x + y) = cos x cos y – sin x sin y

18 Matematika untuk Perguruan Tinggi


tan x  tan y
12. tanx  y  
1  tan x tan y
13. sin (x - y) = sin x cos y – sin y cos x
14. cos (x - y) = cos x cos y + sin x sin y
tan x  tan y
15. tanx  y  
1  tan x tan y
16. sin 2x = 2 sin x cos x
17. cos 2x = 2 cos2x –1 = 1 – 2 sin2x
2 tan x
18. tan 2x 
1  tan2 x

19. sin2 x  cos2 x  1


xy xy
20. cos x  cos y  2 sin sin
2 2
xy xy
21. sin x  sin y  2 sin cos
2 2
xy xy
22. cos x  cos y  2 cos cos
2 2
cosx  y   cosx  y 
23. sin x sin y 
2
sinx  y   sinx  y 
24. sin x cos y 
2
cosx  y   cosx  y 
25. cos x cos y 
2

1.2.7 Fungsi Periodik


Fungsi f(x) disebut fungsi periodik jika ada bilangan real positif p
sehingga berlaku f(x+p) = f(x) untuk setiap x di domain f(x). Nilai p terkecil
disebut periode dari f(x). Fungsi dasar trigonometri merupakan fungsi
periodik dengan periode p , yaitu:
 f(x) = sin x = sin (x + 2) = sin (x + 4) = ...
= f(x + 2) = f (x + 4) = ....
Nilai p terkecil merupakan periode dari f(x) = sin x yaitu p = 2. Dengan
pengertian yang sama diberikan periode untuk fungsi cosinus dan fungsi
tangen berikut:

Bab 1 – Fungsi Real 19


 f(x) = cos x = cos (x + 2) = f(x + 2) , p = 2
 f(x) = tan x = tan (x + ) = f(x + ), p = 

Secara umum periode dari fungsi trigonometri diberikan pada contoh


berikut:

Contoh 1-8
Tentukan periode dari fungsi berikut
1. f(x) = sin nx
2. f(x) = cos nx
3. f(x) = tan nx

Jawab:
1. f(x) = sin nx = sin (nx + 2) = sin n (x + 2/n) f(x + 2/n) , p = 2/n
2. f(x) = cos nx = cos (nx + 2) = cos n (x + 2/n) f(x + 2/n) , p = 2/n
3. f(x) = tan nx = tan (nx + ) = tan n (x + /n) f(x + /n) , p = /n

1.2.8 Translasi (Pergeseran)


Bila grafik fungsi f(x) digeser ke kanan/ke kiri (searah atau sejajar sumbu x)
sepanjang k maka hasil pergeseran merupakan grafik dari fungsi f(x - k). Bila
grafik fungsi f(x) digeser ke atas/ke bawah (searah atau sejajar sumbu y)
sepanjang a maka hasil pergeseran merupakan grafik fungsi f(x) + a.

Sebagai ilustrasi, misal diberikan fungsi f(x) = x2 . Grafik fungsi tersebut


berupa parabola dengan titik minimum di pusat sumbu (Gambar 1-11). Bila
grafik kita geser ke kanan sepanjang 2 satuan maka parabola mempunyai
titik minimum di (2,0) dan fungsi dinyatakan dengan f(x) = (x–2)2 (Gambar
1-12). Sedangkan hasil pergeseran grafik ke arah bawah sepanjang 3 satuan
menghasilkan para bola dengan titik minimum di (0,3) dan dinyatakan
dengan f(x) = x2 –3 (Gambar 1-13). Oleh karena itu, grafik fungsi f(x) =
(x - 2)2 –3 berupa parabola dengan titik minimum di (2,-3) yang merupakan
pergeseran grafik f(x) = x2 sepanjang 2 satuan ke arah kanan dan 3 satuan ke
arah bawah (Gambar 1-14).

20 Matematika untuk Perguruan Tinggi


2
Gambar 1-11 Gambar 1-12
Parabola y  x  2
2 2
Parabola y  x

3
3

Gambar 1-14
Gambar 1-13
Parabola y  x  2  3
2
2
Parabola y  x  3

1.2.9 Fungsi Komposisi


Misal diberikan fungsi f yang memetakan dari himpunan A ke himpunan B,
f: A  B dan fungsi g yang memetakan dari himpunan B ke himpunan C,
g: B  C. Maka dapat dilakukan komposisi antara fungsi f dan fungsi g yang
diperlihatkan pada Gambar 1-15 berikut.

Bab 1 – Fungsi Real 21


A B C

f g
b
a c

gof

Gambar 1-15 Komposisi dua Fungsi

Dari Gambar 1-15 tampak bahwa agar dua fungsi f dan g dapat dilakukan
komposisi (g o f) maka fungsi tersebut harus “ tersambung “. Ini berarti ada
dua kemungkinan:
1. Range dari f harus termuat di dalam domain dari g yaitu f(a) = b  Dg
atau
2. Domain dari g harus termuat di dalam range dari f yaitu b  R f

Hal ini menunjukkan bahwa agar terjadi komposisi antara fungsi f dan
fungsi g [g o f] maka harus dipenuhi syarat bahwa ada anggota yang termuat
di dalam range dari f R f  dan juga termuat di dalam domain dari g D g .  
Dengan kata lain bahwa untuk terjadi komposisi g o f maka syarat yang
harus dipenuhi adalah R f D g  

Definisi: Komposisi Dua Fungsi


Komposisi antara fungsi f(x) dan fungsi g(x) didefinisikan sebagai
● g( x) o f ( x)  g o f ( x) dengan syarat R f D g   atau

● f ( x) o g( x)  f o g( x) dengan syarat R g D f  

Contoh 1-9
x
Diketahui dua fungsi f ( x )  1  x dan g( x )  .
1 x
1. Tentukan domain dan range dari fungsi f(x) dan g(x).
2. Apakah g o f terdefinisi? Bila ya tentukan rumusannya.
3. Apakah f o g terdefinisi? Bila ya, tentukan rumusannya.

22 Matematika untuk Perguruan Tinggi


Jawab:
1. Domain dari kedua fungsi adalah: D f  ( ,1] dan
D g  (,1)  (1, ) , sedangkan Range dari kedua fungsi adalah:

R f  (0,  ) dan R g     1.

2. Sebab R f Dg  (1, ) maka g o f terdefinisi dan rumusannya yaitu:

gof ( x)  gf ( x)  g 


1 x 
1 x
1 1 x
3. Sebab, Rg Df  (,1) maka f o g terdefinsi dan rumusannya yaitu:

fog ( x)  f g( x)  f  x 


  1
x
 1  x  1  x

Sifat-sifat:
1. f o g  g o f (tidak berlaku sifat komutatif)
2. (f o g) o h = f o (g o h) (berlaku sifat asosiatif)
3. Untuk setiap komposisi g o f maka akan berlaku: Dgof D f dan
Dg R f
4. Bila R f  D g maka Dgof  D f

Soal Latihan 1-2



1 , x  3
(Nomor 1 s.d. 3) Diketahui f ( x )   x

2x , x  3
Hitung:
1. f(-4)
2. f(0)

f  t  5 
2
3.
 

(Nomor 4 s.d. 6) Nyatakan fungsi berikut tidak dalam nilai mutlak.


4. f(x) =|x|+|3x + 1|
5. f(x) = 3 +|2x - 5|
6. f(x) = 3|x - 2|-|x + 1|

Bab 1 – Fungsi Real 23


(nomor 7 s.d. 14) Tentukan domain dan range dari:
2
7. f ( x)  2x  3 11. f ( t )  t 3  4
1
8. g( x )  12. g(u) =|2u + 3|
4x  1

9. f (x)  3 x  4 13. h( y)   625  y


4

cos( x  1)
f ( x) 
10. h( x)  x  11 14.
2x 2  3 x  1

(Nomor 15 s.d. 19) Gambar grafik fungsi berikut:


2 18. f(x) =|x + 2|–2
15. f ( x)  x 1

16. f ( x )  x  2
2 19. f(x) =|x – 2|+ 2

17. f ( x )  x  2  1
2

(Nomor 20 s.d. 26) Tentukan rumusan, domain dan range dari (fog) (x) dan
(gof) (x) bila terdefinisi dari:
2 2
20. f ( x )  x  1 ; g( x ) 
x
2
21. f ( x )  16  x 2 ; g( x)  1  x
x 2
22. f ( x )  x  1 ; g( x )  x

23. f ( x)  x  4 ; g( x) | x |
24. f ( x)  x  1 ; g(x) = x – 2
x 1
f ( x) 
25. ; g( x ) 
1  x2 x
2
26. f ( x)  2x  10 ; g( x)  8x  5

2
(Nomor 27 s.d. 30) Diketahui f ( x)  x  1 . Carilah
 1
27. f(t) 29. f  
t
28. f (x + 2) 
30. f 2 x 

24 Matematika untuk Perguruan Tinggi


5x ;x  0

31. Hitung (fog) (x) bila f ( x )   x ;0  x  8 dan g(x) = x
 x ;x  8

(Nomor 32 s.d. 34) Carilah f(x), bila:


2
32. f ( x  1)  x  3x  5
x
33. f (3 x ) 
2
x 1
2
34. g(x) = 2x – 1 dan (gof)(x)  x

35. Diketahui g( x )  x  5 , (gof )( x)  3 | x | dan f(x) = 0 untuk x = -1


dan x = 2. Tentukan nilai x yang memenuhi (f o g) (x) = 0 Bila g(x) = 2x – 1.

1.3 Limit dan Kekontinuan


1.3.1 Limit Fungsi
Pengertian dan notasi dari limit suatu fungsi, f(x) di suatu nilai x = a
diberikan secara intuitif menggunakan bantuan Gambar 1-16 berikut.

f(a)
y = f(x)
L= K L

a
a
K y = f(x)

Gambar 1-16
Gambar 1-17

Untuk nilai x mendekati a dari arah kanan maka dikatakan bahwa limit

fungsi f(x) untuk x mendekati a dari kanan  x  a   sama dengan L dan


 
dinotasikan

Bab 1 – Fungsi Real 25


lim f ( x)  L (1.1)

x a

Bila nilai f(x) mendekati K untuk nilai x mendekati a dari arah kiri maka
dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x mendekati a dari arah kiri
 x  a   sama dengan K dan dinotasikan
 
lim f ( x)  K (1.2)
x  a

L = f(a) f(a)

y = f(x)
K y = f(x) L

a a

Gambar 1-18 Gambar 1-19

Bila L = K (Gambar 1-16) maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x
mendekati a x  a sama dengan L (nilai limit dari f(x) di x = a ada dan
sama dengan L) dan dinotasikan
lim f ( x )  L
x a (1.3)

Sedangkan bila L  K maka dikatakan bahwa limit fungsi f(x) untuk x


mendekati a tidak ada. Bentuk (1.1)
dan (1.2) disebut limit sepihak.
f(a) = K y = f(x)
Sedangkan bentuk (1.3)
mengisyaratkan bahwa nilai limit
L
fungsi f(x) pada suatu titik
dikatakan ada bila nilai limit
a sepihaknya sama atau nilai limit
kanan (1.1) sama dengan nilai limit
Gambar 1-20 kiri (1.2). Dari keberadaan limit
sebuah fungsi, nilai limit fungsi

26 Matematika untuk Perguruan Tinggi


f(x) di x = a tidak selamanya sama dengan nilai fungsi f(x) di x = a atau f(a).
Gambar 1-19 menunjukkan nilai limit dari fungsi f(x) di x = a ada namun
tidak sama dengan f(a), lim f ( x )  L  f (a) .
x a

Ketidakberadaan limit fungsi f(x) di titik x = a sebab nilai limit kanan dari
f(x) di x = a tidak sama dengan nilai limit kiri dari f(x) di x = a, diperlihatkan
pada Gambar 1-17, Gambar 1-18, dan Gambar 1-20.

Gambar 1-18 memperlihatkan nilai limit dari f(x) di x mendekati a


dari arah kiri sama dengan nilai fungsi f(x) di x = a, lim f ( x)  f (a)
x  a

◊ Gambar 1-20 memperlihatkan nilai limit dari f(x) di x mendekati a dari


kanan sama dengan nilai fungsi f(x) di x = a, lim f ( x )  f (a)
x  a
◊ Gambar 1-17 memperlihatkan bahwa nilai limit kanan maupun nilai
limit kiri tidak sama dengan nilai fungsi f(x) di x = a.

Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan tentang limit di atas adalah
● Nilai limit sebuah fungsi di suatu titik bisa ada dan tidak ada
● Bila nilai limit sebuah fungsi ada maka ada dua kemungkinan yaitu nilai
limit sama dengan nilai fungsi dan nilai limit tidak sama dengan nilai
fungsi

Dalam melakukan perhitungan limit dari fungsi f(x) di x = a dilakukan


dengan menyubstitusikan nilai x = a terhadap fungsi f(x) namun sebetulnya
nilai yang dimaksud adalah nilai pendekatan. Contoh berikut menjelaskan
perhitungan sederhana terhadap limit fungsi.

Contoh 1-10

Hitung lim  x 2  1


x  2  3

Jawab:
2
Misal f ( x)  x  1 . Untuk x mendekati 2
baik dari kanan maupun dari kiri x  2 2
-1
maka nilai fungsi f(x) mendekati 3
Gambar 1-21

Bab 1 – Fungsi Real 27


f ( x)  3 (Gambar 1-21). Jadi dapat dituliskan lim  x 2  1  3 .
x  2 

Kita bandingkan penjelasan di atas dengan menyubstitusikan nilai x = 2


pada fungsi f(x) maka akan didapatkan hasil yang sama, yaitu

lim  x 2  1  lim  2 2  1  lim 3  3


x  2  x  2  x2

Untuk fungsi sederhana, hal ini dapat dilakukan namun untuk beberapa
bentuk fungsi yang lain maka langkah dengan cara menyubstitusikan tidak
dapat langsung diterapkan begitu saja. Hal ini mungkin dilakukan bila nilai
fungsi setelah disubstitusikan terdefinisi, yaitu diperoleh bilangan yang
bukan berbentuk nol per nol atau bentuk tak tentu yang lain. Limit dengan
bentuk demikian (bentuk tak tentu) akan dibahas pada subbab selanjutnya.

Sifat-sifat limit:

Misal lim f ( x )  L dan lim g( x )  G , maka:


x a x a

1. lim f ( x )  g( x )  L  G
x a

2. lim f ( x )  g( x )  L  G
x a

3. lim f ( x )g( x )  LG
x a
f ( x) L
lim  ,bila G  0
4. x a g ( x ) G
5.
lim n f ( x )  n lim f ( x )  n L untuk L > 0 bila n genap.
x a x a

Sebagai catatan bahwa sifat-sifat di atas juga berlaku untuk limit sepihak
(limit kiri dan limit kanan).

Contoh 1-11

x 2  1 , x  1
Diketahui fungsi f (x)   . Tentukan keberadaan limit

 2x , x  1
berikut kemudian tentukan nilainya

28 Matematika untuk Perguruan Tinggi


lim f ( x ) lim f ( x ) 3. lim f ( x )
1. 2.
x  1 x  1 x 1

Jawab:
1. Untuk menyelesaikan lim f ( x ) maka rumusan fungsi f(x) yang
x  1

digunakan adalah yang terdefinisi untuk x  1, yaitu f ( x)  x 2  1 .

Sehingga diperoleh lim f ( x )  lim  x 2  1  2


x 1 
x 1  

2. Untuk menyelesaikan lim f ( x ) maka rumusan fungsi f(x) yang


x  1
digunakan adalah yang terdefinisi untuk x < 1, yaitu f(x) = 2x. Sehingga
diperoleh lim f ( x )  lim 2x  2
 
x 1 x 1
3. Untuk menyelesaikan lim f ( x ) digunakan dua hasil sebelumnya. Sebab
x 1
limit kanan sama dengan limit kiri maka limit fungsi ada dan
lim f ( x )  2
x 1

Contoh 1-12
2
x  3x  2
Selesaikan lim
x  2 x2  4

Jawab:
x 2  3x  2
Misal f ( x )  . Bila disubstitusikan nilai x = -2 pada fungsi
x2  4
0
f(x) maka akan didapatkan bentuk nol per nol   (bentuk tak tentu/tidak
0
terdefinisi). Langkah yang harus dilakukan untuk menghitung limit adalah
dengan mengeliminasi faktor yang membuat x + 2 pada penyebut dan
pembilang. Bila pada pembilang dan penyebut dari fungsi f(x) difaktorkan
dengan salah satu faktornya adalah x + 2 maka diperoleh

f ( x) 
x 2  3x  2

x  2x  1
x 2
 4 x  2x  2

Bab 1 – Fungsi Real 29


Sehingga diperoleh, lim
x 2  3x  2
 lim
x  2x  1
x  2 x 2
 4 x  2 x  2x  2

Selanjutnya faktor x + 2 dari ruas kanan dapat dieliminasi. Hal ini dapat
dilakukan sebab nilai x + 2  0 untuk x mendekati -2 x  2 yaitu

lim
x  2x  1  lim
x 1

x  2 x  2x  2 x  2 x  2
1
Substitusi nilai x = -2 pada hasil terakhir akan didapatkan nilai . Jadi nilai
4
limit ada dan
x 2  3x  2 1
lim 
x  2 x 2
 4 4

Sifat keberadaan limit fungsi di suatu nilai dapat digunakan untuk


menentukan rumusan sebuah fungsi. Contoh 1.11 menunjukkan hal tersebut.

Contoh 1-13
2x  a ; x  3

Diketahui f ( x )  ax  2b ;3  x  3 .
b  5x ;x  3

Tentukan nilai a dan b agar lim f ( x ) dan lim f ( x) ada.
x  3 x 3

Jawab:
Dari lim f ( x ) ada berarti bahwa nilai limit kanan sama dengan nilai limit
x  3
kiri, sehinggga diperoleh hasil:
lim f(x)  lim f(x)
x3  x3 
1.
lim ax  2b   lim 2x  a  a  b  3
x3  x3 

Sedangkan dari lim f(x) ada didapatkan hasil yang lain yaitu:
x3

30 Matematika untuk Perguruan Tinggi


lim f(x)  lim f(x)
x3  x3 
2.
lim b  5x   lim ax  2b  3a  b  15
x3  x3 

Gabungan dari kedua hasil [(1) dan (2)] akan membentuk sebuah sistem
yang dinamakan sistem persamaan linear (SPL), yaitu
a b  3
3a  b  15

Sistem persamaan linear tersebut dapat diselesaikan dengan metode


substitusi dan metode eliminasi, sehingga didapatkan hasil a = -3 dan b = 6.

1.3.2 Kekontinuan Fungsi


Pada pembahasan limit fungsi diketahui bahwa nilai limit fungsi di suatu
titik kadangkala sama dengan nilai fungsi di titik tersebut. Grafik fungsi yang
demikian dinamakan grafik fungsi yang kontinu. Pengertian formal dari
fungsi kontinu diberikan berikut.

Definisi: Fungsi Kontinu


Fungsi f(x) dikatakan kontinu pada suatu titik x = a bila nilai limit f(x) pada
x mendekati a sama dengan nilai fungsi di x = a atau f(a). Secara lebih jelas,
f(x) dikatakan kontinu di x = a bila berlaku:
1. f(a) terdefinisi atau f(a)  .
2. lim f(x) ada, yakni: lim f(x)  lim f(x)
xa xa xa
3. lim f(x)  f(a)
x a

Bila minimal salah satu dari persyaratan di atas tidak dipenuhi maka f(x)
dikatakan tidak kontinu atau diskontinu di x = a dan titik x = a disebut titik
diskontinu. Secara geometris, grafik fungsi kontinu tidak ada loncatan
atau tidak terputus. Bilamana kita menggambarkan suatu grafik fungsi
sembarang dengan menggerakkan pensil kita di atas kertas dan tanpa
pernah mengangkat pensil tersebut sebelum selesai maka akan kita
dapatkan fungsi kontinu.

Bab 1 – Fungsi Real 31


Contoh 1-14
 2x  1 , x  1

Selidiki apakah fungsi f ( x )   x 2  2x  3 kontinu di titik x = -1
 , x  1
 x  1

Jawab:
Untuk menentukan nilai fungsi di x = -1 maka digunakan rumusan fungsi
f(x) = 2x -1 sehingga nilai fungsi f(x) di x = -1 yaitu f(-1) = -3. Kemudian
limit sepihak ditentukan sebagai berikut:

x 2  2x  3
● lim f(x)  lim  lim x  3  4 dan
x  1 x  1 x  1 x  1
● lim f(x)  lim 2x  1  3 .
x1 x1

Sebab nilai limit kanan tidak sama dengan nilai limit kiri maka nilai limit
fungsi f(x) di x = -1 tidak ada. Jadi, fungsi tidak kontinu di x = -1 atau dapat
dikatakan bahwa x = -1 merupakan titik diskontinu dari f(x).

Cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan kekontinuan dari fungsi
dengan dua aturan seperti contoh di atas dapat dilakukan dengan lebih
sederhana. Nilai fungsi f(x) di x = -1 akan sama dengan nilai limit f(x) untuk
x mendekati -1 dari arah kanan, sehingga kekontinuan fungsi dapat
ditentukan apakah nilai fungsi di x = -1 sama dengan nilai limit dari f(x)
untuk x mendekati -1 dari arah kiri.

1.3.3 Kekontinuan Fungsi pada Interval


● Fungsi f(x) dikatakan kontinu pada interval buka (a,b) bila f(x)
kontinu pada setiap titik di dalam interval tersebut.
● Sedangkan f(x) dikatakan kontinu pada interval tutup [a,b] bila:
1. f(x) kontinu pada (a,b)
 
2. f(x) kontinu kanan di x = a  lim f ( x)  f (a) 
 
 x  a 
 
3. f(x) kontinu kiri di x = b  lim f ( x )  f (b) 
 
 x  b 

32 Matematika untuk Perguruan Tinggi


● Bila f(x) kontinu untuk setiap nilai x   maka dikatakan f(x) kontinu
atau kontinu di mana-mana.

Contoh 1-15
 x 2  2kx  1
 , x  1
Tentukan nilai k agar fungsi f ( x )   x  1 kontinu di
 2
x  1 , x  1
x = -1.

Jawab:
Dengan mengamati rumusan fungsi f(x), agar fungsi f(x) kontinu (kontinu
di setiap nilai x bilangan real) maka kemungkinan titik diskontinu terletak
di batas daerah definisi yaitu di x = -1. Oleh karena itu, untuk menentukan
nilai k agar fungsi f(x) kontinu maka akan diselesaikan persamaan yang
memuat k dari f ( 1)  lim f ( x ) .
x  1

Nilai fungsi f(x) di x = -1 ditentukan dengan menggunakan rumusan

f ( x)  x 2  1 sehingga nilai fungsi f(x) di x = -1 adalah f(-1) = 0.

Sebab nilai limit kanan dari f(x) di x = -1 sama dengan nilai fungsi f(x) di x =
-1 yaitu 0 maka nilai limit kiri dari f(x) di x = -1 juga sama dengan 0. Nilai
limit kiri dari f(x) di x = -1 dihitung dari bentuk:
x 2  2kx  1
lim f ( x)  lim
x  1 x  11 x 1

0
Bila disubstitusikan nilai x = -1 maka akan diperoleh bentuk tak tentu ,
0

x 2  2kx  1
sehingga untuk itu pembilang dari bentuk harus
x  1
mempunyai faktor x + 1. Dengan melakukan pembagian pembilang oleh
penyebut didapatkan hasil bagi, x + 2k –1. Sehingga
x 2  2kx  1
0  lim  lim x  2k  1  2k  2 atau k = 1.
x  1 x  1 x  1

Bab 1 – Fungsi Real 33


Soal Latihan 1-3

 x 2  1, x  1
(Nomor 1 s.d. 3) Diketahui: f(x) = 
 2
x  x  2, x  1
1. Hitung lim f(x)
x 1
2. Hitung lim f(x)
x 1
3. Selidiki apakah lim f(x) ada, jika limit ini ada tentukan nilainya.
x 1
(Nomor 4 s.d. 6) Diketahui g(x) = x  2  3x , hitung (bila ada):

lim g(x)
4. x2 
lim g(x)
5. x2 
6. lim g(x)
x 2

x2
(Nomor 7 s.d. 9) Diketahui f(x) = , hitung (bila ada):
x2
7. lim f(x)
x 2 
8. lim f(x)
x 2 
9. lim f(x)
x2
10. Carilah nilai a dan b agar limir dari fungsi
ax  3 ;x  1

f ( x )  4  x ;1  x  2 di x = 1 dan di x = 2 ada.
 x  b ;x  2


 x 2  1, x  1
11. Diketahui fungsi f ( x )   , selidiki kekontinuan fungsi

2x  2, x  1
f(x) di x = -1

34 Matematika untuk Perguruan Tinggi


x  1 ;x  1

12. Agar fungsi f ( x )  ax  b ;1  x  2 , kontinu pada R, maka
3x ;x  2

a + 2b =
 ax 2  bx  4
 ; x  2,
13. Tentukan a dan b agar fungsi f (x)   x  2
2  4 x ;x  2

kontinu di x = 2
14. Tentukan nilai a, b dan c agar fungsi berikut kontinu di x = 1.
 ax 2  x  1
 ;x  1
 x 1
f (x)   b ;x  1
  x  c ;x  1



(Nomor 15 s.d. 17) Tentukan nilai k agar membuat fungsi berikut kontinu:
7x  2 , x  1
15. f (x)   2
 kx , x  1

 kx 2 , x  2
16. f(x)  

 2x  k , x  2
x 2  7 ;0  x  k

17. f(x)   6
 ;x  k
 x

(Nomor 18 s.d. 20) Carilah titik diskontinu dari fungsi

x 2  3x
18. f(x) 
x3
x2
19. f(x) 
| x | 2
x2  4
20. f (x ) 
x3  8

Bab 1 – Fungsi Real 35


1.4 Limit Tak Hingga dan Limit di Tak Hingga
Dalam subbab ini pengertian limit tak hingga dan limit di tak hingga
dijelaskan secara intuisi diberikan melalui contoh berikut.

1.4.1 Limit Tak Hingga


Misal diberikan fungsi f x  
1
. Maka Nilai fungsi f(x) untuk beberapa
x  1
nilai x yang mendekati 1 baik dari kanan maupun dari kiri diberikan pada
tabel 1.2 berikut,

Tabel 1-2

Nilai fungsi f x  
1
untuk beberapa nilai yang mendekati x = 1
x  1
x ... 0,9 0,99 0,999 .... 1 ... 1,001 1,01 1,1 ...
f(x) ... -10 -100 -1000 ... td ... 1000 100 10

Catatan: td = tidak terdefinisi

Menggunakan Tabel 1-2 atau Gambar 1-22


maka nilai fungsi f(x) menuju tak hingga ()
untuk x mendekati 1 dari kanan, sedangkan
menuju minus tak hingga (-) untuk x
mendekati 1 dari kiri. Pengertian tersebut
dapat dinotasikan dengan limit sebagai
berikut:
Gambar 1-22 lim f ( x )   dan lim f ( x )  
x 1 x 1

f x  
1

Bila x  12 maka nilai fungsi f(x) untuk x mendekati 1 dari arah
kanan maupun arah kiri diberikan pada Tabel 1-3 berikut,

36 Matematika untuk Perguruan Tinggi


Tabel 1-3

f x  
1
Nilai fungsi untuk beberapa nilai yang mendekati x = 1
x  12
x ... 0,9 0,99 0,999 .... 1 ... 1,001 1,01 1,1 ...
f(x) ... 100 10000 1000000 ... td ... 1000000 10000 100 …

Menggunakan Tabel 1-3 atau Gambar 1-


23, maka didapatkan nilai limit kiri dan
limit kanan dari fungsi f(x) untuk x
mendekati 1 yaitu
lim f ( x)   dan lim f ( x )   .
x 1 x 1
Karena nilai limit kanan dan nilai limit
kiri dari f(x) di x = 1 sama maka nilai
limit fungsi f(x) di x = 1 ada dan
dituliskan lim f ( x )   . Bentuk limit
x 1
tersebut dinamakan limit tak hingga,
Gambar 1-23
yaitu nilai fungsi f(x) untuk x mendekati
1 sama dengan tak hingga ().

Contoh 1-16
3  x
Hitung lim  
 3  x 
x 3

Jawab:
Nilai dari pembilang untuk x mendekati 3 dari arah kanan adalah mendekati
6, sedangkan nilai penyebut akan mendekati negatif bilangan yang sangat
kecil. Bila 6 dibagi oleh bilangan negatif kecil sekali akan menghasilkan
3  x
bilangan yang sangat kecil. Jadi lim  
x 3  x
3

Bab 1 – Fungsi Real 37


1.4.2 Limit di Tak Hingga
Bentuk limit di titik mendekati tak hingga diilustrasikan berikut. Misal

diberikan fungsi f x  
1
, maka nilai fungsi f(x) untuk beberapa nilai x
x
diberikan pada Tabel 1-4 berikut.

Tabel 1-4

f x  
1
Nilai fungsi untuk beberapa nilai yang semakin besar
x
x 1 10 100 1000 10000 105 106 ...
f(x) 1 0,1 0,01 0,001 0,0001 10-5 10-6 ...

Untuk nilai x semakin besar (cukup


besar = menuju tak hingga) maka
nilai fungsi akan mendekati nol. Hal
ini dikatakan limit dari fungsi f(x)
untuk x mendekati tak hingga ada
(sama dengan nol) dan dinotasikan:
 1
lim    0
x   x 
Sedangkan untuk x semakin kecil
(cukup kecil = menuju minus tak
hingga) maka nilai fungsi f(x) juga
akan mendekati nol (Tabel 1-4). Hal
Gambar 1-24
ini dikatakan limit dari fungsi f(x)
untuk x mendekati tak hingga ada
 1
dan dinotasikan: lim    0
x   x 
Grafik fungsi f(x) yang ditunjukkan pada Gambar 1-24 nampak nilai fungsi

f x  
1
menuju nol untuk x semakin besar atau semakin kecil.
x

Bila diberikan fungsi f x  


1
maka nilai fungsi f(x) untuk x semakin
2
x
besar dan semakin kecil diberikan pada Tabel 1-5.

38 Matematika untuk Perguruan Tinggi


Tabel 1-5

f x  
1
Nilai fungsi untuk x semakin kecil atau semakin besar
2
x
x 1 10 100 1000 10000 5 6 ...
 10  10
f(x) 1 0,1 0,01 0,001 0,0001 ...
10 5 10 6

Grafik fungsi f x  
1
ditunjukkan
2
x
pada Gambar 1-25 Dengan
menggunakan Tabel 1-5 atau Gambar
1-25 maka dapat disimpulkan bahwa

nilai limit fungsi f x  


1
ada dan
2
x
sama dengan nol untuk x menuju tak
hingga atau minus tak hingga,
dinotasikan dengan,
Gambar 1-25

 1 
● lim    0 dan
x x 2 

 1 
● lim    0
x x 2 

Secara umum, limit fungsi dari f x   , nB  untuk x mendekati tak


1
n
x
hingga atau minus tak hingga sama dengan nol, dituliskan:

 1 
● lim    0 dan
x x n 

 1 
● lim    0
x x n 

Bab 1 – Fungsi Real 39


p( x )
Bila f(x) merupakan fungsi rasional, misal f ( x )  dengan p(x) dan q(x)
q( x )
merupakan polinom maka untuk menyelesaikan limit di tak hingga dari f(x)
dilakukan dengan cara sebagai berikut,
● Untuk Pangkat p(x)  pangkat q(x) . Dilakukan dengan membagi
pembilang dan penyebut dengan pangkat x pangkat tertinggi yang
terjadi di penyebut.
● Untuk Pangkat p(x) > pangkat q(x). Dilakukan dengan membagi
pembilang dengan penyebut terlebih dahulu sehingga diperoleh suku
rasional dengan pangkat pembilang kurang dari atau sama dengan
pangkat penyebut, kemudian baru ditentukan nilai limitnya.

Contoh 1-17
Hitung limit fungsi berikut bila ada:
 x 
lim  
1. x   x 2  3x 

 1  x2 
lim  
2. 
x   2x  3 x  5 
2
 
 x3  2 
lim  
3. x   x 2  3 x  
 1
 x3  2 
lim  
4. x   x 2  3x  1 
 

Jawab:
1. Pangkat penyebut lebih besar dari pada pangkat pembilang, sehingga

dilakukan pembagian terhadap pembilang dan penyebut dengan x 2 ,


yaitu
 1 
lim  
x   x 2 
1
 x  x2  0
lim    lim   0
 2 
x   x  3 x  x   1  3  3 1
x lim 1  
x   x

40 Matematika untuk Perguruan Tinggi


Dengan melihat hasil tersebut maka untuk setiap fungsi rasional dengan
pangkat pembilang kurang dari pada pangkat penyebut akan menghasilkan
nilai limit sama dengan nol di tak hingga atau di minus tak hingga

2. Pangkat penyebut sama dengan pangkat pembilang, sehingga dilakukan


pembagian terhadap pembilang dan penyebut dengan x 2 , yaitu

2  1
1
 1 x
2  1
lim    lim x 
 2
x   2x  3 x  5  x 2  3  5 2
  x x
2

Dengan melihat hasil di atas maka untuk setiap fungsi rasional dengan
pangkat pembilang sama dengan pangkat penyebut, nilai limit di tak
hingga atau minus tak hingga dapat dicari secara cepat dari koefisien
pangkat tertinggi dari pembilang dan penyebut.

3. Hasil pembagian pembilang oleh penyebut didapatkan berikut,


3
 2 8x  5
 x  3 
x
2 2
x  3x  1 x  3x  1

Untuk suku pertama dan kedua dari ruas kanan, limit fungsi di tak
hingga berturut-turut sama dengan tak hingga dan nol, yaitu
lim x  3    dan
x

 5 2 8
8x  5 x x
lim  lim  0
x   x2  3x  1 x  1  3 x  1 2
x

x3  2
Jadi lim    0  
x   x 2  3x  1

4. Sama seperti contoh sebelumnya, hanya untuk hasil dari limit fungsi
(x + 3) untuk x menuju minus tak hingga sama dengan minus tak
hingga,
lim x  3   
x  

Bab 1 – Fungsi Real 41


x3  2
Jadi lim    0  
x   x 2  3x  1

Untuk menyelesaikan limit fungsi bentuk tertentu di tak hingga atau di


minus tak hingga dapat dilihat pada contoh berikut.

Contoh 1-18
2x
lim
1. x 4x 2  1
2x
2. lim
x  4x 2  1

Jawab:
Untuk menyelesaikan limit ini digunakan pengertian nilai mutlak, yaitu
2  x ;x  0
x  x  
 x ;x  0

1. Untuk x menuju tak hingga x    digunakan x  x 2 , sehingga


limit diselesaikan dengan cara berikut,

2  x 2  x x 2  x x
lim  lim  lim
x x x x x
4x 2  1 4x 2  1 4x 2  1
 
2  x x2  2  x  x2 
 lim   lim  lim 
x x 2
4x  1  x x  x  
4 x  1 
2

   
x2 x2
  1 lim

 
   1  lim

  2
x  4 x  1 
2  x   4x  1 
2
  

2. Untuk x menuju minus tak hingga x    digunakan  x  x2 ,


sehingga limit diselesaikan dengan cara berikut,

42 Matematika untuk Perguruan Tinggi


2  x 2  x | x | 2  x x2
lim  lim  lim
x   2 x   2 | x | x   2  x
4x 1 4x  1 4x 1
2
2  x x
 lim
x    x 2
4x 1
 
 2  x  x2 
  lim  lim 
 x    x  x   4 x 2  1 
 
 
 x2  x2
 (1) lim   lim  2
 x   4 x 2  1  x   4 x 2  1
 

Soal Latihan 1-4


Hitung limit berikut (bila ada):
3 x 
lim  
x3   3  x 
1.

 3 x 
lim  
2. x 3 3  x 

 3 
lim  
3.
x 2   x  4 
2

1
lim
4. x 3  x  3
 3 
lim  
5. x2 x 2  4 

 x3 1
lim  
6. x1  x  1 

 x3 1
lim  
7. x1  x  1 

Bab 1 – Fungsi Real 43


 x 
lim  
8. x 1  x 2 

 x2  x 
lim  
9. x x  1 

 1  x3 
lim  
10. x  1  x 

 2  3x  x 2 
lim  
11. x 1  x 2 

 2x 3 
lim  
12. x 1  x 3 

 x2 1 
lim  
 
13. x   x  1 

 x 1 
lim  
14. x  x 2  1 

 3x  5 
lim  
15. x  4x 2  1 

44 Matematika untuk Perguruan Tinggi