Anda di halaman 1dari 24

A.

KAIDAH PENCACAHAN

1. Aturan Pengisian Tempat

Andi diundang menghadiri acara ulang tahun temannya. Andi mempunyai tiga buah baju dua buah
celana.

Baju : Merah, Kuning, Ungu

Celana : Hitam, Biru

Ada berapa cara Andi dapat mamasang-masangkan baju dan celananya?

Penyelesaian:

Banyaknya pasangan celana dan baju yang dapat dipakai Andi ada 6 yaitu:

{(hitam, kuning), (hitam, merah), (hitam, ungu),(biru, kuning), (biru, merah), (biru, ungu)}

2. Faktorial

Definisi:

n! = 1 × 2 × 3 × …× (n – 2) × (n – 1) × n atau

n! = n × (n – 1) × (n – 2) × … × 3 × 2 × 1

1! = 1 dan 0! = 1

Untuk lebih memahami tentang faktorial, perhatikan contoh berikut.

1. 6! = 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 720

2. 3! × 2 ! = 3 × 2 × 1 × 2 × 1 = 6 × 2 = 12

7! 7×6×5×4×3×2×1

3. —— = ———————— = 7 × 6 × 5 = 210

4! 4×3×2×1

3. Permutasi

Dari 5 orang calon pengurus akan dipilih 3 orang untuk menempati posisi sebagai ketua, sekretaris, dan
bendahara. Ada berapa banyak cara memilih pengurus ?

Penyelesaian:
Untuk menjawab hal tersebut marilah kita gambarkan 3 tempat kosong yang akan diisi dari 5 calon
pengurus yang tersedia.

Kotak (a) dapat diisi dengan 5 calon karena calonnya ada 5

Kotak (b) dapat diisi dengan 4 calon karena 1 calon sudah diisikan di kotak (a).

Kotak (c) dapat diisi dengan 3 calon karena 2 calon sudah diisikan di kotak sebelumnya.

Sehingga banyaknya susunan pengurus kelas adalah 5 × 4 × 3 = 60.

Susunan semacam ini disebut permutasi karena urutannya diperhatikan, sebab ketua, sekretaris,
bendahara tidak sama dengan sekretaris, ketua, bendahara.

a. Permutasi r unsur dari n unsur berbeda

Permutasi pada contoh ini disebut permutasi 3 dari 5 unsur dan

dinotasikan dengan P(5.3) atau 5P3, sehingga:

5P3 = 5 × 4 × 3

= 5 × (5 – 1) × (5 – 2)

= 5 × (5 – 1) × …..× (5 – 3 + 1),

Secara umum dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut.

Banyaknya permutasi dari n unsur diambil r unsur dinotasikan:

nPr = n (n – 1) (n – 2) (n – 3) … (n – r + 1)
Atau dapat juga ditulis:

(n – r) (n – r – 1) … 3.2.1

nPr =n (n – 1) (n – 2) (n – 3) … (n – r + 1) x ——————————

(n – r) (n – r – 1) … 3.2.1

n (n – 1) (n – 2) (n – 3) … (n – r + 1)(n – r) (n – r – 1) … 3.2.1

nPr =——————————————————————————

(n – r) (n – r – 1) … 3.2.1

n!

nPr =————

(n – r)!

Contoh:

Akan disusun berjajar bendera negara-negara: Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol dan Yunani.
Tentukan banyaknya cara memasang bendera tersebut jika bendera Inggris dan Prancis harus selalu
berdampingan !

Penyelesaian:

Banyaknya negara ada 6 tetapi Inggris dan Prancis harus berdampingan sehingga Inggris dan Prancis
dihitung 1. Jadi banyaknya negara ada 5,

untuk menyusun benderanya 5P5 = 5!

Inggris dan Prancis dapat bertukar posisi sebanyak 2!

Banyaknya cara = 5! x 2!

=5x4x3x2x1x2x1

= 240

b. Permutasi Jika Ada Unsur yang Sama

Untuk menghitung banyaknya permutasi jika ada unsur yang sama, marilah kita lihat contoh berikut.
Berapakah banyaknya kata yang dapat disusun dari huruf-huruf pembentuk kata: A, D, A, M ?

Penyelesaian:

Banyaknya kata = {(ADAM), (ADMA), (AMAD), (AMDA), (AAMD), (AADM), (DAAM), (DAMA), (DMAA),
(MAAD), (MADA), (MDAA)}

ternyata banyaknya kata hanya ada 12, hal ini berbeda kalau tidak ada huruf yang sama banyaknya cara
ada 4! = 24

Dari contoh dapat dijabarkan 12 = 4 × 3 atau permutasi 4 unsur dengan 2

4!

unsur sama ditulis: ——

2!

Secara umum banyaknya permutasi n unsur yang memuat k, l, dan m unsur yang sama dapat ditentukan
dengan rumus:

n!

P = ————

k! l! m!

Perhatikan simulasi berikut!

Contoh 6:

Berapakah banyaknya kata yang dapat dibentuk dari huruf-huruf pembentuk kata MATEMATIKA?

Penyelesaian:

MATEMATIKA

Banyak huruf =10

banyak M = 2

banyak A =3

banyak T = 2
10! 10 x 9 x 8 x 7 x 6 x 5 x 4 x 3 x 2 x 1

P = ———— = —————————————————

2! 3! 2! 2x1x3x2x1x2x1

3628800

P = ———— = 151200

24

Banyaknya kata yang dapat dibentuk ada 151200 kata

c. Permutasi Siklis

Andi, Budi dan Candra hendak duduk mengelilingi sebuah meja. Berapakah banyak cara mereka dapat
duduk mengelilingi meja tersebut?

Kalau mereka duduk berjajar banyaknya cara ada 3! = 6 yaitu

{ABC, ACB, BAC, BCA, CAB, CBA}

Bagaimana kalau mereka mengelilingi sebuah meja ?

Kemungkinan 1 diperoleh bahwa ABC = CAB = BCA

Kemungkinan 2 diperoleh bahwa ACB = CBA = BAC

Sehingga banyak cara mereka duduk hanya ada 2 cara

ternyata banyaknya cara 3 orang duduk mengelilingi sebuah meja = (3 - 1)!

Secara umum banyaknya permutasi siklis dapat ditentukan dengan rumus:

P= (n - 1)!

Contoh 7:

Berapakah banyaknya cara 8 orang dapat duduk mengelilingi api unggun jika 2 orang tertentu harus
selalu berdampingan?

Penyelesaian:

Banyaknya orang ada 8 tetapi dua orang tertentu harus berdampingan (dihitung satu) sehingga
banyaknya orang ada 7,
Permutasi siklis 7 orang = (7 - 1)!

Dua orang yang berdampingan dapat bertukar posisi sebanyak 2!

Banyaknya cara = 6! x 2!

=6x5x4x3x2x1x2x1

= 1440

4. Kombinasi

Ada tiga sahabat yang baru bertemu setelah sekian lama, mereka adalah

Adi, Budi, dan Candra. Saat bertemu mereka saling berjabat tangan, tahukah kamu berapa banyak jabat
tangan yang terjadi?

Adi berjabat tangan dengan Budi ditulis {Adi, Budi}.

Budi berjabat tangan dengan Adi ditulis {Budi, Adi}.

Antara {Adi, Budi} dan {Budi, Adi} menyatakan himpunan yang sama, hal ini disebut kombinasi. Di lain
pihak {Adi, Budi}, {Budi, Adi} menunjukkan urutan yang berbeda yang berarti merupakan permutasi yang
berbeda.

Dari contoh dapat diambil kesimpulan:

Permutasi = Adi – Budi, Adi – Candra, Budi – Adi,

Budi – Candra, Candra – Adi, Candra – Budi

= 6 karena urutan diperhatikan

Kombinasi = Adi – Budi, Adi – Candra, Budi – Candra

= 3 karena urutan tidak diperhatikan

6 permutasi

Kombinasi = 3 =—— = ——————

2 2
Jadi kombinasi dari 3 unsur diambil 2 unsur ditulis:

3P2 3!

3C2 = —— = ————

2 2! (3 − 2)!

Secara umum dapat disimpulkan bahwa:

Banyaknya kombinasi dari n unsur yang berbeda diambil r unsur

ditulis dengan C atau C(n. r) atau nCr, sehingga:

P n!

nCr =———— = ————

r! (n - r)! r!

Perhatikan contoh soal berikut untuk lebih memahami tentang kombinasi.

Contoh 8:

1. Hitunglah nilai dari:

a. 8C4

b. 6C2 × 4C3

Penyelesaian:

8! 8! 8x7x6x 5x4x3x2x1

a. 8C4 =———— =——— =———————————— = 70

(8 - 4)! 4! 4! 4! 4x3x2x1x4x3x2x1
6! 4! 6x 5x4x3x2x1 4x3x2x1

b. 6C2 × 4C3 =———— x ———— =————————— x —————= 70

(6 - 2)! 2! (4 - 3)! 3! 4 x 3 x 2 x 1 x 2 x 1 1 x 3 x 2 x 1

Penyelesaian:

10!

10C3 =—————

(10 - 3)! 3!

10!

=—————

7! 3!

10 x 9 x 8 x 7!

=——————

7! 3 x 2 x 1

720

=———

= 120

Contoh 10:

Dalam pelatihan bulutangkis terdapat 8 orang pemain putra dan 6 orang pemain
putri. Berapakah pasangan ganda yang dapat diperoleh untuk:

a. ganda putra

b. ganda putri

c. ganda campuran

Penyelesaian:

a. Karena banyaknya pemain putra ada 8 dan dipilih 2, maka banyak cara ada:

8! 8.7.6! 56

8C2 =———— = ———— = —— = 28

(8 - 2)! 2! 6! . 2. 1 2

b. Karena banyaknya pemain putri ada 6 dan dipilih 2, maka banyak cara ada:

6! 6.5.4! 30

6C2 =———— = ———— = —— = 15

(6 - 2)! 2! 4! . 2. 1 2

c. Ganda campuran berarti 8 putra diambil satu dan 6 putri diambil 1, maka:

8! 6! 8! 6!

8C1 x 6C1 =———— x ———— = —— x —— = 8 x 6 = 48

(8 - 1)! 1! (6 - 1)! 1! 7! 5!
Contoh 11:

Dari 7 siswa putra dan 3 siswa putri akan dibentuk tim yang beranggotakan 5 orang. Jika disyaratkan
anggota tim tersebut paling banyak 2 orang putri, berapakah banyaknya cara mambentuk tim tersebut?

Penyelesaian:

Karena anggota tim ada 5 dan paling banyak 2 putri maka kemungkinannya adalah: 5 putra atau 4 putra
1 putri atau 3 putra 2 putri

Banyak cara memilih 5 putra =7C5

Banyak cara memilih 4 putra 1 putri =7C4 . 3C1

Banyak cara memilih 3 putra 2 putri =7C3 . 3C2

Banyak cara = 7C5 + 7C4 . 3C1 + 7C3 . 3C2

7! 7! 3! 7! 3!

= ———— + ———— x ———— + ———— x ————

(7 - 5)! 5! (7 - 4)! 4! (3 - 1)! 1! (7 - 3)! 3! (3 - 2)! 2!

7 . 6 . 5! 7 . 6 . 5 . 4! 3 . 2 . 1 7 . 6 . 5 . 4! 3.2.1

= ———— + ————— x ——— + ————— x ————

2 . 1 . 5! 3 . 2 . 1 . 4! 2.1 4! . 3 . 2 . 1 2.1

= 105 + 105 + 21 = 231


Jadi banyaknya cara membentuk tim ada 231 cara

B. RUANG SAMPEL DAN KEJADIAN

1. Ruang Sampel

Tahukah kamu, apa saja yang mungkin muncul ketika sebuah dadu dilempar sekali ?

Kemungkinan yang muncul adalah mata dadu 1, 2, 3, 4, 5 atau 6.

Jadi banyaknya himpunan semua kejadian yang mungkin pada pelemparan sebuah dadu sekali ada 6.

Himpunan semua kejadian yang mungkin dari suatu percobaan disebut Ruang Sampel atau Ruang
Contoh biasa diberi lambang huruf S

Bagaimana kalau sebuah koin uang logam dilemparkan sekali, apa saja yang mungkin muncul?

S = {Angka, gambar}

n(S) = 2

2. Kejadian

Kejadian merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.

Contoh 14:

Dua buah dadu dilemparkan bersamaan sekali, tentukan kejadian munculnya

a. jumlah kedua dadu 10

b. selisih kedua dadu 3

c. jumlah kedua dadu 5 dan selisihnya 1

d. jumlah kedua dadu 4 atau selisihnya 5

Penyelesaian:

Untuk mengerjakan soal ini kita lihat jawaban contoh 13.

a. Jumlah kedua dadu 10 ={(4, 6), (5, 5), (6, 4)}

Jadi banyaknya kejadian ada 3

b. Selisih kedua dadu 3 ={(1, 4), (2, 5), (3, 6), (4, 1), (5, 2), (6, 3)}

Jadi banyaknya kejadian ada 6


c. Jumlah kedua dadu 5 dan selisihnya 1 ={(2, 3), (3, 2)}

Jadi banyaknya kejadian ada 2

d. Jumlah kedua dadu 4 atau selisihnya 5 ={(1, 3), (2, 2), (3, 1), (1, 6), (6, 1}

Jadi banyaknya kejadian ada 5

C. PELUANG SUATU KEJADIAN

1. Peluang Suatu Kejadian

Sebelum mempelajari peluang suatu kejadian, marilah kita ingat kembali mengenai ruang sampel yang
biasanya dilambangkan dengan S. Kejadian adalah himpunan bagian dari ruang sampel, sedangkan titik
sampel adalah setiap hasil yang mungkin terjadi pada suatu percobaan. Jika A adalah suatu kejadian yang
terjadi pada suatu percobaan dengan ruang sampel S, di mana setiap titik sampelnya mempunyai
kemungkinan sama untuk muncul, maka peluang dari suatu kejadian A ditulis sebagai berikut.

n(A)

P(A) = ———

n(S )

Keterangan:

P(A) = peluang kejadian A

n(A) = banyaknya anggota A

n(S) = banyaknya anggota ruang sampel S

Contoh :

Pada pelemparan 3 buah uang sekaligus, tentukan peluang muncul:

a. ketiganya sisi gambar;

b. satu gambar dan dua angka.

Penyelesaian:
a. S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG}

Maka n(S) = 8

Misal kejadian ketiganya sisi gambar adalah A.

A = {GGG}, maka n(A) = 1

n(A) 1

P(A) = ——— =——

n(S ) 8

b. Misal kejadian satu gambar dan dua angka adalah B.

B = {AAG, AGA, GAA}, maka n(B) = 3

n(B) 3

P(B) = ——— =——

n(S ) 8

Contoh:

Andi mengikuti acara Jalan Santai dengan doorprize 5 buah sepeda motor. Jika jalan santai tersebut
diikuti oleh 1000 orang, berapakah peluang Andi mendapatkan doorprize sepeda motor?

Penyelesaian:

S = semua peserta jalan santai

maka n(S) = 1000

Misal kejadian Andi mendapatkan motor adalah A.

A = {Motor1, Motor2, Motor3, Motor4, Motor5}

maka n(A) = 5

n(A) 5 1

P(A) = ——— = ——— = ——

n(S ) 1000 200


1

Jadi peluang Andi mendapatkan doorprize sepeda motor ——

200

2. Kisaran Nilai Peluang

Untuk mengetahui kisaran nilai peluang, perhatikan soal berikut:

Contoh 18:

Sebuah dadu dilemparkan sekali, tentukan peluang munculnya

a. Mata dadu 8 b. Mata dadu kurang dari 7

Penyelesaian:

a. S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n(S) = 6

misal kejadian muncul mata dadu 8 adalah A

A = { }, n(A) = 0

n(A) 0

P(A) = ——— = — = 0

n(S ) 6

Kejadian muncul mata dadu 8 adalah kejadian mustahil, P(A) = 0

b. S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n(S) = 6

misal kejadian muncul mata dadu kurang dari 7 adalah B

B = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n(B) = 6

n(B) 6

P(B) = ——— = — = 1

n(S ) 6

Kejadian muncul mata dadu kurang dari 7 adalah kejadian pasti, P(A) = 1

Jadi kisaran nilai peluang: 0 ≤ P(A) ≤ 1


3. Frekuensi Harapan Suatu Kejadian

Frekuensi harapan dari sejumlah kejadian merupakan banyaknya kejadian dikalikan dengan peluang
kejadian itu. Misalnya pada percobaan A dilakukan n kali, maka frekuensi harapannya ditulis sebagai
berikut.

Fh = n × P(A)

Contoh 19:

Pada percobaan pelemparan 3 mata uang logam sekaligus sebanyak 240 kali, tentukan frekuensi harapan
munculnya dua gambar dan satu angka.

Penyelesaian:

S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG} ⇒ n(S) = 8

A = {AGG, GAG, GGA} ⇒ n(A) = 3

n(A) 3

Fh(A) = n × P(A) = 240 × —— = 240 × —— = 90 kali

n(S) 8

4. Peluang Komplemen Suatu Kejadian

Untuk mempelajari peluang komplemen, perhatikan contoh berikut.

Contoh:

Pada pelemparan sebuah dadu sekali, berapakah peluang munculnya:

a. nomor dadu ganjil,

b. nomor dadu tidak ganjil?

Penyelesaian:

a. S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, maka n(S) = 6.

A adalah kejadian keluar nomor dadu ganjil


A = {1, 3, 5}, maka n(A) = 3 sehingga

n(A) 3 1

P(A) = ——— =—— = —

n(S ) 6 2

b. B adalah kejadian keluar nomor dadu tidak ganjil

B = {2, 4, 6}, maka n(B) = 3 sehingga

n(B) 3 1

P(B) = ——— =—— = — , Peluang B adalah Peluang komplemen dari A

n(S ) 6 2

Dari contoh tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa:

P(A) + P(AC) = 1 atau P(AC) = 1 – P(A)

Contoh:

Pada pelemparan 3 buah uang sekaligus, tentukan peluang munculnya paling

sedikit satu angka !

Penyelesaian:

Cara biasa

S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG}, maka n(S) = 8

Misal kejadian paling sedikit satu angka adalah A.

A = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA}, maka n(A) = 7

n(A) 7

P(A) = ——— =——


n(S ) 8

Cara komplemen

S = {AAA, AAG, AGA, GAA, AGG, GAG, GGA, GGG}, maka n(S) = 8

Misal kejadian paling sedikit satu angka adalah A.

Ac = {GGG}, maka n(Ac) =1

n(Ac) 1

P(Ac) = ——— =——

n(S ) 8

1 7

P(A) = 1 – P(Ac) = 1 – —— = ——

8 8

5. Peluang Kejadian Majemuk

a. Peluang Gabungan 2 kejadian

Misal A dan B adalah dua kejadian yang berbeda, maka peluang kejadian

A ∪ B ditentukan dengan aturan:

P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B)

Contoh:

Sebuah dadu dilambungkan sekali, jika A adalah kejadian munculnya bilangan ganjil dan B adalah
kejadian munculnya bilangan prima. Tentukan peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau prima!

Penyelesaian:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

A = bilangan ganjil : {1, 3, 5} → P(A) = 3/6

B = bilangan prima : {2, 3, 5} → P(B) =3/6

A∩B = {3, 5} → P{A∩B} = 2/6

P(A∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B)

= 3/6 + 3/6 – 2/6 = 4/6 = 2/3

Jadi peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau prima adalah 2/3

Contoh:

Diambil sebuah kartu dari 1 set kartu bridge, tentukan peluang terambilnya kartu As atau kartu Hati!

Penyelesaian:n(S) = 52 (karena banyaknya kartu dalam 1 set kartu bridge 52)

A = kartu As, n(A) = 4 (Banyaknya kartu As dalam1 set kartu bridge 4)

P(A) = ——

52

B = kartu Hati, n(B) = 13 (Banyaknya kartu Hati dalam1 set kartu bridge 13)

13

P(B) = ——

52

n(A∩B) = 1 (Banyaknya Kartu As dan Hati dalam1 set kartu bridge 1)

P(A∩B) = ——

52

4 13 1 16
P(A∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B) = —— + —— – —— =——

52 52 52 52

16

Jadi peluang kejadian terambilnya kartu As atau Hati adalah ——

52

b. Peluang Kejadian Saling Lepas (Saling Asing)

Kejadian A dan B saling asing jika kedua kejadian tersebut tidak mungkin terjadi bersama-sama. Ini
berarti A∩B = 0 atau P(A∩B) = 0

Sehingga: P (A∪ B) = P(A) + P(B) – P(A∩B) = P(A) + P(B) – 0

P (A∪ B) = P(A) + P(B)

Contoh:

Sebuah dadu dilambungkan sekali, jika A adalah kejadian munculnya bilangan ganjil dan B adalah
kejadian munculnya bilangan genap. Tentukan peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau genap!

Penyelesaian:

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}

A = bilangan ganjil : {1, 3, 5} → P(A) = 3/6

B = bilangan genap : {2, 4, 6} → P(B) =3/6

A∩B = {} → P(A∩B) = 0 (A dan B kejadian saling lepas)

P(A∪ B) = P(A) + P(B)

= 3/6 + 3/6 = 1

Jadi peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau genap adalah 1

Contoh:

Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 2 bola kuning dan 1 bola biru. Akan diambil sebuah bola secara acak.
Tentukan peluang terambilnya bola merah atau bola kuning!
Penyelesaian:

8! 8! 8 . 7!

n(S) = 8C1 = ———— = ———— = ——— = 8

1!(8- 1)! 1 . 7! 7!

Misal kejadian terambilnya kelereng merah adalah A, maka:

5! 5! n(A) 5

n(A) = 5C1 = ———— = —— = 5, P(A) = ——— = ——

1!(5 - 1)! 4! n(S) 8

Misal kejadian terambilnya kelereng kuning adalah B, maka:

2! 2! n(B) 2

n(B) = 2C1 = ———— = —— = 2, P(B) = ——— = ——

1!(2 - 1)! 1! n(S) 8

A∩B = {} (Kejadian saling lepas)

5 2 7

P(A∪ B) = P(A) + P(B) = —— + —— = ——

8 8 8 7

Jadi peluang terambilnya bola merah atau bola kuning ——

c. Peluang Kejadian Saling Bebas

Jika kejadian A tidak memengaruhi terjadinya kejadian B dan sebaliknya, atau terjadi atau tidaknya
kejadian A tidak tergantung pada terjadi atau tidaknya kejadian B maka dua kejadian ini disebut kejadian
saling bebas. Hal ini seperti digambarkan pada pelemparan dua buah dadu sekaligus.

A adalah kejadian munculnya dadu pertama angka 3 dan

B adalah kejadian munculnya dadu kedua angka 5

maka kejadian A dan kejadian B merupakan dua kejadian yang saling bebas, dan peluang kejadian ini
dapat dirumuskan:
P(A∩B) = P(A) × P(B)

Coba kamu pelajari contoh berikut untuk lebih memahami tentang kejadian saling bebas.

Contoh:

Dua buah dadu dilemparkan bersama-sama, tentukan peluang munculnya mata dadu 3 pada dadu
pertama dan mata dadu 5 pada dadu kedua!

Penyelesaian:

Kejadian munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama tidak terpengaruh kejadian munculnya mata dadu
5 pada dadu kedua jadi ini adalah dua kejadian yang saling bebas

S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), ….., (6, 6)} → n(S) = 36

Misal kejadian munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama adalah A, maka:

6 1

A = {(3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6)} → n(A) = 6 P(A) = —— = ——

36 6

Misal kejadian munculnya mata dadu 5 pada dadu kedua adalah B, maka:

6 1

B = {(1, 5), (2, 5), (3, 5), (4, 5), (5, 5), (6, 5)} → n(B) = 6 P(B) = —— = ——

36 6

1 1 1

P(A∩B) = P(A) × P(B) = —— × —— = ——

6 6 36

Jadi peluang munculnya mata dadu 3 pada dadu pertama dan mata dadu 5

pada dadu kedua = ——


36

Contoh:Kotak A berisi 5 bola merah dan 3 bola kuning sedangkan Kotak B berisi 5 bola merah dan 2 bola
kuning. Akan diambil sebuah bola secara acak dari masing-masing kotak. Tentukan peluang terambilnya
bola merah dari kotak A dan terambilnya bola kuning dari kotak B!

Penyelesaian:Kotak A

8! 8! 8 . 7!

n(S) = 8C1 = ———— = ———— = ——— = 8

1!(8- 1)! 1 . 7! 7!

Misal kejadian terambilnya bola merah dari kotak A adalah A, maka:

5! 5! n(A) 5

n(A) = 5C1 = ———— = —— = 5, P(A) = ——— = ——

1!(5 - 1)! 4! n(S) 8

Kotak B

7! 7! 7 . 6!

n(S) = 7C1 = ———— = ———— = ——— = 7

1!(7- 1)! 1 . 6! 6!

Misal kejadian terambilnya bola kuning dari kotak B adalah B, maka:

2! 2! n(B) 2

n(B) = 2C1 = ———— = —— = 2, P(B) = ——— = ——

1!(2 - 1)! 1! n(S) 7

5 2 5

P(A∩B) = P(A) × P(B) = —— × —— = ——

8 7 28

6. Peluang Kejadian Bersyarat


Dua kejadian disebut kejadian bersyarat atau kejadian yang saling bergantung apabila terjadi atau tidak
terjadinya kejadian A akan mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya kejadian B. Peluang terjadinya
kejadian A dengan syarat kejadian B telah terjadi adalah:

P(A∩B)

P(A/B) = ———— P(B) ≠ 0

P(B)

Atau Peluang terjadinya kejadian B dengan syarat kejadian A telah terjadi adalah:

P(A∩B)

P(B/A) = ———— P(A) ≠ 0

P(A)

Contoh:

Sebuah kotak berisi 5 bola merah dan 3 bola kuning. Akan diambil sebuah bola secara acak berturut-
turut sebanyak dua kali tanpa pengembalian . Tentukan peluang terambilnya keduanya bola merah!

Penyelesaian:

Misal kejadian terambilnya bola merah pada pengambilan pertama adalah A, maka:

n(A) 5

P(A) = ——— = ——

n(S) 8

Misal kejadian terambilnya bola merah pada pengambilan kedua adalah B, maka:

n(B/A) 4

P(B/A) = ——— = ——

n(S) 7

5 4 5

P(A∩B) = P(A) × P(B/A) = —— × —— = ——


8 7 14

Demikianlah sedikit uraian materi tentang