Anda di halaman 1dari 6

CINDERELLA : NANCY

IBU TIRI : MONIKA

ANASTASIA : NANY

DRIZELA : RUTH

PANGERAN ANTONIO : VIKI

RAJA : yeremia

AJUDAN : STEVENUS

AYAH CINDERELLA : RISKY

BAPAK PERI : REZKY

Di suatu rumah besar,dengan banyak pembantu, jauh dari kota, hiduplah seorang gadis bernama
cinderella bersama ayahnya yang kehidupannya berubah semenjak ibu cinderella meninggal. Demi
kebaikan cinderella, ayahnya memutuskan untuk menikahi seorang janda dengan dua putri yang usianya
tidak jauh beda dengan usia cinderella.

(Ayah ella dan keluarga tirinya memasuki rumah)

Risky: Ella anakku, kenalkan ini ibu kamu dan kakak kakakmu, mereka keluarga baru kita yang akan
melengkapi kita, kamu tidak perlu lagi sedih

Anastasia dan drizela: Hai cinderella dengan nada yang sangat ramah

Monika : ( menarik cinderella dan membawanya ke kursi) kami ada disini untukmu, jangan bersedih lagi

Cinderella (memeluk ibu tiri) makasih ibu, saya akan menjadi putri yang baik

Dengan rasa puas dan tenang, ayah cinderellapun pergi kembali bekerja ke tempat yang jauh, setelah
berpamitan dengan keluarganya.

Babak 2

Monika : ella, bawa semua barang barang ini ke kamar kami.

Drizela: aku mau ada mawar di kamarku, jangan sampai tidak ada

Cinderella: (dengan heran) baik ibu

Monika : cinderella…….. cinderella !!!!!


Cinderela: (terburuburu) iya ada apa bu

Ibu tiri: tidakkah kamu tau kami sangat lapar? Cepat siapkan makan siang buat kami

Cinderella: (menahan kesabaran, selama menyiapkan makanan) ibu mari kita makan

Nany : Siapa suruh kamu sudah bisa makan, lihat lantai itu sangat kotor, bersihkan sana

Drizela, anastasia, dan ibu tiri tertawa bersama,

Ruth : Ella, ambilkan minumku

Nany : (membuang sisa makanannya ke lantai)bersihkan ya cinderella

Begitulah perlakuan yang cinderella terima selama ayahnya bekerja. Di suatu sore, di bawah langit yang
mendung.

Asisten Ayah Cinderella : Nyonya, saya harus menyampaikan kabar ini

Cinderella: Ada apa? Di mana Ayahku:

Asisten ayah cinderella: Tuan telah pergi untuk selamanya, ia meninggal saat bekerja

Mendengar hal itu, keluarga tiri cinderella, dengan senang hati merubah suasana rumah cinderella, ibu
tirinya memecat semua pembantu yang selalu menemani ella. Cinderellapun dipindahkan ke ruangan
paling atas yang sangant kotor dan penuh dengan tikus tikus.

Babak 3

Setelah selesai melakukan pekerjaannya,dengan kesedihan merasakan perlakuan keluarga tirinya


padanya, cinderellapun pergi ke hutan. Cinderella menjumpai seekor burung yang terperangkap, dan
mendengar suara pemburu yang semakin mendekat.

Cinderella: Cepat burung, pergilah jauh, sebelum mereka menangkapmu

Si rusapun pergi menjauh, dan tibalah seorang lelaki tampan dan gagah menyusul ke tempat ella.

Pangeran antonio: (terdiam melihat cinderella)Apakah kau melihat seekor burung lewat sini?

Cinderella: Kau yang ingin memburu burung tadi ya? Apa salahnya memang menyayangi binatang tidak
memburunya dan membunuhnya sesukamu.

Pangeran antonio: Hahaha, kami hanya ingin memelihara burung itu, bukan untuk membunuhnya. Kami
tau apa yang kami lakukan. Tapi, untuk apa seorang gadis berada di hutan di siang ini?

Cinderela: (senyum) aku hanya berjalan jalan mencari bunga.

Pangeran antonio: Aku harus panggil apa ya?


Cinderella: Tak usah peduli dengan panggilanku, itu tidak penting.

Stevenus: Pange...... disini rupanya kau, ayo kita sudah telat, Raja sudah membawa putri untuk
dijodohkan denganmu

Pangeran antonio: ( memberi kode ) ooh kenalkan ini temanku bekerja di kerajaan, kami adalah prajurit
istana

Cinderella: Wah, benarkah? Kalian adalah prajurit istana, kalian sangat hebat

Stevenus: Ya tentu, teman saya ini paling hebat di antar kami, yasudah ayoooo, kita akan dibunuh raja
jika terlambat sedikit ( pergi menjauh)

Pangeran antonio: (tersenyum)Lain kali kita harus bertemu kembali

Cinderella: (tersenyum) iyaa, kita harus bertemu lagi

Babak 4

Dalam istana

Raja: Antonio… darimana saja kamu, sia sia ayah menjemput seorang putri untukmu, lihat sekarang,
mereka sudah pulang dengan kecewa, mau ditaro di mana muka bapak depan kerajaan mereka

Antonio: Ayahh, sudah kubilang aku tidak mau dijodohkan, aku lebih baik berburu di hutan daripada
mengikuti perjodohan itu, ayah aku tau gadis mana yang harus kupilih, aku pasti akan nikah, tak perlu
kawatir

Tiada hari setelah perjumpaan itu,pangeran antonio dalam istana megahnya, berpikir keras agar bisa
menjumpai gadis yang ditemuinya di hutan. Pangeranpun mendapat ide agar bisa berjumpa dengan
gadis itu, dan menyuruh tangan kanannya untuk membantunya.

Antonio: stev , kamu harus bantu aku,aku akan membuat pesta dansa dan akan dihadiri oleh semua
rakyatku, cepat sebar pengumuman, bahwa besok akan ada pesta dansa di istana dan terbuka untuk
semua masyarakat.

Stevenus: Kamu serius pangeran?Apakah? Gadis yang di hutan itu??

Antonio: Tidak usah sok tau, lakukan saja yang kuperintahkan

Babak 5

Di sebuah pasar Stevenus memberi pengumuman

“Perhatian semuanya,malam besok akan diadakan pesta dansa di istana yang terbuka untuk rakyat,
datanglah, gunakan pakaian terindahmu”

Drizela: ibu ibu, kita harus hadir (melompat kegirangan)


Anastasia: Kita harus segera menjahit baju ibu

Ibu tiri: Cinderella, tugasmu, carikan baju yang paling indah buat kami, harus sudah ada besok.

Cinderella: Tapi bu, aku juga ingin pergi kesana, aku ingin menemui temanku, bolehkah?

Keluarga tirinya pergi meninggalkannya sendirian dan segera mencari persiapan untuk pesta dansa
besok.

Babak 6

Keesokan malamnya

Drizella: ellaaaa, cepat kancingkan pakaianku

Anastasia: Ella carikan kalungku

Drizella: ella, kemana saja kamu, ikatkan sepatuku

(Begitulah lelahnya ella membantu saudara tirinya)

Setelah Keluarga tirinya pergi, Ella yang tidak diperbolehkan ikut hanya bisa merenung. Di tengah
permenungannya, seorang lelaki memanggilnya dari taman belakang.

Ayah peri: Cinderella kenapa kamu menangis? aku sangat haus, bisakah aku mendapat minuman?

Cinderella: ( memberi minuman hangat) Siapa kamu?

Ayah peri menampakan diri: aku tau apa yang kamu butuhkan sekarang, ikutlah

Cinderella: Ayah perikuu (takjub)

Berubahlah semuanya……..

Babak 7

Pengawal: Inilah dia, dari yang tidak punya nama, dari desa yang jauh

Semua mata memandang akan kecantikan Ella. Bahkan keluarga tirinyapun tidak mengenalinya.

Pangeran Antonio: Itu yang aku cari cari ( menjemput cinderella dari pintu)

Dansa……

Cinderella melihat jam, dan sudah menunjukkan hampir pukul 12 tepat

Cinderella : permisi pangeran, aku harus pergi ( berlari)

Pangeran mengejar cinderella, saat di jalan, sepatu cinderella terlepas dan tidak sempat diambil oleh
cinderella. Cinderella pergi bersama teman teman jelmaannya. Melihat sepatu cinderella, pangeran
mengambil dan menyimpan satu sepatu cinderella itu. Tidak lama setelah pesta itu, ayah pangeran yang
sudah mendesak pangeran agar segera menikah. Dan pangeran sudah memiliki pilihan hatinya. Dia
memutuskan untuk mencari gadis yang memikat hatinya itu sampai ke penjuru desa.

Di rumah cinderella

Ibu tiri: (mengambil sepatu cinderella yang dipakai saat pesta dansa)

Cinderella: (mencari cari sepatu)

Ibu tiri: inikah yang kamu cari? Aku tau itu kamu, gadis yang beruntung yang bisa menari denga
pangeran.

Cinderella: Kembalikan sepatu itu, itu bukan milikmu!

Ibu tiri: (membawa sepatu) para prajurit akan mendatangi rumah rumah di seluruh kerajaan, kau harus
disini. (Mengunci pintu kamar ella)

Para prajurtipun tiba di rumah cinderella. “Anggota kerajaan telah tiba”

Ibu tiri ella membuka pintu.

Prajurit: kami akan melihat kecocokan sepatu ini pada putri putri ibu,

Drizela:aku saja diluan, aku pasti sangat cocok (memakai) – kekecilan

Anastasia : haaha kakakku, betapa tidak tau dirinya kamu, (memakai sepatu)- kebesaran

Prajurit: apakah tidak ada gadis lain di rumah ini?

Ibu tiri: tidak ada, maafkan kami, kalian harus segera mencari ke rumah lain

(cinderella bernyanyi dan para burung membantu supaya suara ella sampai kepada pangeran yang
menyamar sebagai prajurit)

Pangeran: (membukan penyamarannya) panggilkan gadis yang bernyanyi itu, segera

Ibu tiri: anastasia drizela, panggilkan pembantu itu, itu hanya seorang pembantu pangeran

Cinderella: ( Saling menatap dengan pangeran dan tersenyum, memakai sepatu yang dipakaikan oleh
pangeran)

Pangeran antonio: aku tau itu kamu, mari ikut denganku, menikahlah denganku