Anda di halaman 1dari 3

DINAMIKA TERJADINYA KEJAHATAN KERAH PUTIH

KALISTA
Universitas Gadjah Mada, 2018 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Tindak kejahatan kerah putih merupakan hasil dari fungsi antara intensi

dan wewenang yang dimiliki seseorang di tempat kerja. Kejahatan kerah

putih dapat berkembang karena adanya proses belajar, yakni dengan adanya

reward baik berupa materi ataupun meningkatnya status sosial dan tidak

terdapat punishment bagi pelaku. Tidak kejahatan kerah putih ini juga dapat

dipelajari oleh orang lain melalui proses modeling dan juga dialami oleh para

korban yang menyebabkan timbulnya efek toleransi pada mayarakat.

Terdapat tiga faktor yang menyebabkan munculnya intensi seseorang

untuk menyalahgunakan kewenangannya yakni faktor organisasi berupa

budaya dan nilai organisasi yang mendukung tindak kejahatan. Faktor

kelompok, yakni kebutuhan atas pengakuan sosial dan berafiliasi, serta fakto

individu yaitu kondisi kehidupan dan nilai moral individu.

Kejahatan kerah putih ini juga menyebabkan dampak psikologis,

ekonomi, dan sosial baik bagi pelaku maupun korban. Pelaku akan

merasakan rasa bersalah namun juga merasakan kepuasan di dalam dirinya.

Mereka mampu membuhi kebutuhannya dan dapat meningkatkan status

sosial mereka. Di sisi lain, korban merasa cemas dan marah. Kondisi

ekonomi para korban menjadi tidak stabil dan korban menjadi tidak percaya

pada pemerintah.

130
DINAMIKA TERJADINYA KEJAHATAN KERAH PUTIH
KALISTA 131
Universitas Gadjah Mada, 2018 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

B. Saran

1. Bagi masyarakat dan pekerja kerah putih

Dalam penelitian ini ditemukan bahwa orang-orang terdekat para

pelaku atau bahkan masyarakat mengalami proses belajar yang

menyebabkan mereka menoleransi atau meniru tindak kejahatan kerah

putih.Hal ini menunjukkan bahwa baik rekan kerja maupun masyarakat

secara luas kurang berperan aktif dalam melawan tindak kejahatan

tersebut. Dari hasil tersebut peneliti merumuskan saran bagi masyarakat

serta para pekerja kerah putih agar terus melakukan usaha-usaha

perlawanan akan tindak kejahatan ini. Hingga saat ini usaha untuk

mengatasi kejahatan kerah putih sudah cukup digalakkan namun hasil

yang terlihat memang dirasa belum efektif. Untuk itu diperlukan

kerjasama masyarakat dan para pekerja kerah putih dalam mengatasi

permasalahan ini. Masyarakat dan para pekerja kerah putih hendaknya

mulai aktif dalam melaporkan tindak-tindak yang dicurigai sebagai bentuk

kejahatan kerah putih. Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat

maka diharapkan akan tercipta good corporate governance. Penerapan

partisipasi aktif ini dapat dilakukan dengan mekanisme pelaporan

pelanggaran (whistleblowing system). Whistleblowing merupakan sebuah

tindakan berani dan penuh resiko yang dilakukan oleh seseorang untuk

melaporkan adanya kasus-kasus praktik penyalahgunaan kewenangan

dan tindak kecurangan lainnya.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Dalam penelitian ini ditemukan faktor-faktor pendorong pada level

organisasi, kelompok, dan individu. Namun fokus dalam penelitian ini


DINAMIKA TERJADINYA KEJAHATAN KERAH PUTIH
KALISTA 132
Universitas Gadjah Mada, 2018 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

hany ada pada level individu sehingga akan lebih baik jika nantinya dapat

dilengkapi dengan pembahasan di tataran level organisasi serta

kelompok. Selain itu, penelitian ini hanya melihat secara umum mengenai

dinamika terjadinya kejahatan kerah putih, sehingga akan lebih menarik

jika nantinya dapat difokuskan di dalam konteks yang lebih spesifik.