Anda di halaman 1dari 6

2.1.

1 Pengertian
Air bersih merupakan air yang dipergunakan untuk keperluan sehari – hari
dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan
peraturan undang – undang yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan republik Indonesia nomor 16


tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum, didapat
beberapa pengertian mengenai :

1. Air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku
adalah air yang berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan
air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebgai air baku untuk air
minum.

2. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan
yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

3. Air limbah ialah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk tinja
manusia dari lingkungan pemukiman.

4. Penyediaan air minum ialah kegiatan penyediaan air untuk memenuhi


kebutuhan masyarakat agar mendapat kehidupan yang sehat, bersih dan
produktif.

5. Sistem penyediaan air minum yang selanjutnya di sebut SPAM merupakan


satu kesatuan sistem fisik (tehknik) dan non fisik, prasarana air minum.

6. Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun,


memperluas dan meningkatkan sistem fisik (tehknik) dan non fisik
(kelembagaan, manajemen, peran masyarakat dan hukum) dalam kesatuan
yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat
menuju kehidupan yang lebih baik.

Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada


pengawasan terhadap berbagai factor lingkungan yang mempengaruhi derajat
kesehatan manusia. Sedangkan sanitasi dasar adalah sanitasi minimum yang
diperlukan yang menyediakan lingkungan sehat yang memenuhi syarat
kesehatan. Upaya sanitasi dasar meliputi penyediaan air bersih, pembuangan
kotoran manusia (jamban), pengelolaan sampah dan pembuangan air limbah

2.1.2 Fungsi
Adapun fungsi dari air dalam kaitannya dengan utilitas suatu bangunan
adalah sebagai berikut :
1. Sumber air mineral
Air bersih yang dapat diminum memang menjadi sumber air mineral. Secara
umum kita sudah mengetahui bahwa sumber air mineral itu banyak mengandung
mineral-mineral yang diperlukan untuk tubuh. Dan tentu itu memiliki khasiat
yang baik untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu sumber air bersih merupkan
salah satu sumber air mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.
2. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
Hampir dari 1/3 bagian dalam tubuh adalah air. Oleh karena itu air sangat
diperlukan bagi tubuh untuk mencukupi kebutuhan pada pemenuhan cairan tubuh,
karena dengan terpenuhinya cairan tubuh yang diperlukan akan menjaga kondisi
tubuh agar tetap fit.
3. Membersihkan peralatan
ternyata air bersih memiliki fungsi untuk membersihkan peralatan seperti
peralatan memasak, peralatan makan, maupun peralatan rumah tangga hingga
kantor. Setelah mencuci peralatan tersebut sebelumnya dengan sabun maupun
larutan pembersih lainnya, membilasnya dengan air bersih dapat menjadikan
peralatan tersebut lebih bersih sehingga dapat terhindar dari kuman-kuman dan
bakter yang menjadikannya terhindar dari berbagai macam penyakit.
4. Membersihkan badan
Tak hanya untuk membersihkan berbagai peralatan, air bersih juga dapat
digunakan untuk membersihkan badan agar badan yang berkeringat dan kotor
setelah beraktivitas dapat bersih dan terhindar dari penyakit
5. Menjaga kesehatan tubuh
Dari beberapa hal diatas, Dengan adanya air bersih maka tubuh akan terjaga
kesehatannya. Tubuh akan terhindar dari dehidrasi dan kebutuhan air dalam
tubuh akan terpenuhi, sehatnya tubuh karena air bersih yang dapat diminum
mengandung mineral yang berguna bagi kesehatan tubuh dan dengan adanya air
bersih pula kebersihan tubuh dan lingkungan dapat terjaga
6. Menyuburkan tanaman
Meskipun pada dasarnya air hujan juga dapat digunakan untuk menyuburkan
tanaman, namun air bersih juga dibutuhkan untuk menyuburkan tanaman, ketika
hujan tidak turun tentu air bersih sangat berguna dan bermanfaat untuk menyuplai
kebutuhan air pada tanah yang akan diserap dalam bentuk zat hara pada tanaman.
Sehingga tanaman akan tetap sehat.

2.1.3 Sumber Dan Alokasi


Berdasarkan petunjuk program pembangunan prasarana kota terpadu
perihal pedoman perencanaan dan desain tehknis sekor air bersih, disebutkan
bahwa sumber air baku yang perlu diolah terlebih dahulu ialah :

1. Mata air, yaitu sumber air yang berada di atas permukaan tanah. Debitnya
sulit untuk di duga, kecuali jika dilakukan penelitian dalam jangka beberapa
lama.
2. Sumur dangkal, yaitu sumber air hasil penggalian ataupun pengeboran yang
kedalamannya lebih dari 40 meter.

3. Sungai, saluran pengaliran air yang terbentuk mulai dari hulu daerah
pegunungan atau ketinggian sampai bermuara di laut / danau. Secara umum
air baku yang didapat dari sungai harus diolah dulu, karena kemungkinan
untuk tercemar polutan sangat besar.

4. Danau dan penampungan air, yaitu unit penampunngan air dalam jumlah
tertentu yang airnya berasal dari aliran sungai maupun tampungan dari air
hujan.

Sumber : Utilitas Bangunan, Dwi Tanggoro, hal 7

2.1.4 TABEL PEDOMAN KEBUTUHAN AIR BERSIH


TIPE BANGUNAN LITER/ HARI
Sekolahan 57
Sekolahan + kafetaria 95
Apartemen 133
Kantor 57-125
Taman umum 19
Taman dan shower 38
Kolam renang 38
Apartemen mewah 570/unit
Rumah susun 152/unit
Hotel 380/kamar
Pabrik 95
Rumah sakit umum 570/unit
Rumah perawat 285/unit
Restoran 95
Dapur dari hotel 38
Motel 190/tempat tidur
Drive in 19/mobil
Pertokoan 1520/toilet
Service station 38/mobil diservis
Airport 11-19/penumpang
Gereja 19-26/tempat duduk
Rumah tinggal 150-285
Marina:
- Toilet 38
- Wastefel 157
- shower 570

Sumber :

Utilitas Bangunan, Dwi Tanggoro, hal 11

2.1.5 JUMLAH KEBUTUHAN PERALATAN UNTUK PLAMBING


No. Tipe Bangunan Closet Urinal Wastafel
1 Gedung pertemuan, Setiap 150 wanita Setiap 300 pria Sejumlah sama dengan
tempat ibadah sebanyak 1 buah sebanyak 1 buah kolset
Setiap 300 pria
sebanyak 1 buah
2 Auditorium, 1-100 orang perlu 1 1-200 orang perlu 1 1-200 orang perlu 1
Convention Hall, buah buah buah
Bioskop 101-200 orang perlu 2 201-400 orang perlu 2 201-400 orang perlu 2
buah buah buah
201-400 orang perlu 3 401-600 orang perlu 3 401-750 orang perlu 3
buah buah buah
Diatas 400 orang: setiap Diatas 600 orang: setiap Diatas 750 orang:
pria perlu 1 buah, setiap 300 pria perlu 1 buah setiap 500 orang perlu
300 wanita perlu 1 buah 1 buah
3 Asrama, Sekolahan, Setiap 8 wanita perlu 1 Setiap 8 pria perlu 1 Setiap 12 orang perlu 1
Kampus, Pabrik buah buah buah
Setiap 10 Pria perlu 1
buah
4 Pabrik 1-10 orang perlu 1 buah 1-30 orang perlu 1 buah Setiap 10 orang perlu 1
11-25 orang perlu 2 31-80 orang perlu 2 buah
buah buah Diatas 100 orang
26-50 orang perlu 3 81-160 orang perlu 3 setiap 15 orang perlu 1
buah buah buah
51-75 orang perlu 4 161-240 orang perlu 4
buah buah
76-100 orang perlu 5 Diatas 50 orang Setiap
buah 50 orang perlu 1 buah
Diatas 100 orang setiap
30 pria/wanita perlu 1
buah
5 Rumah sakit: Setiap 8 pasien perlu 1 - Setiap 10 pasien perlu
perawat, buah 1 buah
kamar parsien, Setiap kamar perlu 1 Setiap kamar perlu 1
ruang tunggu dan buah buah
karyawan Sama dengan bangunan
umum
6 Bangunan umum 1-15 orang perlu 1 bah Sama dengan jumlah 1-15 orang perlu 1
(kantor dan lainnya) 16-35 orang perlu 2 toilet pria buah
buah 16-35 orang perlu 2
36-55 orang perlu 3 buah
buah 36-60 orang perlu 3
56-80 orang perlu 4 buah
buah 61-90 orang perlu 4
81 – 110 orang perlu 5 buah
buah 91-125 orang perlu 5
111-150 orang perlu 6 buah
buah Diatas 125 orang
Diatas 150 orang, setiap setiap tambahan 45
tambahan 40 orang orang perlu 1 buah
perlu 1 buah
7 Sekolah: Setiap 30 anak laki-laki - Setiap 35 anak laki-
- Dasar perlu 1 buah laki perlu 1 buah
Setiap 25 anak Setiap 35 anak
perempuan perlu 1 buah perempuan perlu 1
- Lanjutan Setiap 40 anak laki-laki Setiap 40 anak laki-laki buah
perlu 1 buah perlu 1 buah
Setiap 30 nak
perempuan perlu 1 buah
Sumber : Utilitas Bangunan, Dwi Tanggoro, hal 27

2.1.6 MACAM-MACAM SUMUR AIR DARI DALAM TANAH


a. Sumur pompa/ sumur galian = 1-15 m

b. Sumur pompa dengan mesin = 15-40 m


c. Sumur pompa dengan mesin/ semi deep well = 50-100 m

d. Sumur pompa dalam/deep well = kedalaman 100m lebih

Sumber : Utilitas Bangunan, Dwi Tanggoro, hal 8-9