Anda di halaman 1dari 7

Pedoman Wawancara Manajemen Pelayanan di Instalasi Gizi RS Bhayangkara Bromob,

Kelapa Dua, Depok.

Karakteristik Informan :

Tupoksi :

Nama :

Jenis Kelamin :

Umur :

Pendidikan Terakhir :

Masukan (Input)

1. Ketenagaan (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi dan petugas di administrasi instalasi
gizi)
 Berapa jumlah tenaga gizi di instalasi gizi dan apakah sudah mencukupi untuk menangani
beban kerja yang ada ?
 Bagaimana pembagian tugas di instalasi gizi ?
 Berapa jumlah tenaga gizi di instalasi gizi :
- Berapa jumlah tenaga TRD?
- Berapa jumlah tenaga RD?
 Bagaimana latar belakang pendidikan tenaga yang ada di instalasi?
- Apakah sudah sesuai dengan ketentuan?
 Apakah tenaga gizi di instalasi gizi pernah mengikuti pendidikan khusus atau pelatihan?
- Jika ya, siapa yang menyelenggarakan? kapan terakhir dilaksanakan? dan siapa saja
yang mengikutinya?
- Jika tidak, kenapa ?

2. Sarana dan Prasarana (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi)

 Bagaimana dengan sarana dan prasarana yang tersedia di instalasi gizi?


 Apakah sudah lengkap? Jika tidak, mengapa hal tersebut bisa terjadi?
 Apakah ada kekurangan sarana dan prasarana? Atau kebutuhan tambahan sarana dan
prasarana?

3. Biaya Operasional (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi)


 Bagaimana dengan ketersediaan dana untuk pengelolaan gizi? Dari mana saja sumber
dana yang diperoleh pihak instalasi gizi?
 Biaya operasional yang tersedia untuk apa saja ? (biaya belanja bahan makanan, belanja
bahan bakar dan belanja peralatan dapur/masak dan peralatan makan ?)
 Bagaimana proses pengadaan untuk bahan gizi?
 Apakah ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan bahan gizi?
- Jika ada, apa yang dilakukan ?Jika tidak ada, upaya apa yang dilakukan jika terjadi masalah
tersebut?

Proses (Process)

1. Perencanaan Menu (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi, petugas administrasi


instalasi gizi, petugas konsultasi dan tenaga gizi lainnya yang terlibat dalam proses
perencanaan)
 Siapa yang merencanakan menu makanan ? (kepala instalasi gizi saja, seluruh staf instalasi
gizi, atau pihak RS dan staf yang melibatkan instalasi gizi)
 Bagaimana cara perencanaan menu makanan?(rapat timkah atau mengacu pada menu
makanan di instalasi gizi rumah sakit lain)
 Bagaimana perencanaan menu makanan untuk pasien yang perlu dietkhusus?
 Bagaimana lama siklus menu dan kurun waktu penggunaan menu ? (siklus menu untuk 5
hari, 7 hari, 10 hariatau 15 hari dan kurun waktu penggunaan menu diputarselama 6 bulan –
1 tahun kah ?)
 Bagaimana standar porsi makanan ?
 Frekuensi pemberian makanan utama dan pemberian makanan selingan?
2. Perencanaan Kebutuhan Bahan Makanan (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi,
petugas administrasi instalasi gizi serta petugas gizi lainnya yang ikut terlibat dalam kegiatan
perencanaan kebutuhan bahan makanan)
 Bagaimana proses perencanaan makanan pasien ?
 Apa saja yang direncanakan? (apakah jumlah, macam dan mutu bahan makanan?)
 Bagaimana prosedur perencanaan dan langkah-langkahnya ?
 Kebutuhan bahan makanan direncanakan berdasarkan apa? (apakah berdasarkan rata-rata
jumlah pasien rawat inap biasanya?)  Bagaimana kepala instalasi gizi memperoleh data
pasien dan kebutuhan bahan makanan dari petugas sebagai bahan perencanaan?
 Adakah penambahan stok kebutuhan makanan?
 Perencanan kebutuhan makanan dilakukan untuk jangka waktu yang berapa lama ? (1
tahun, 6 bulan, 3 bulan atau 1 bulan)
 Setelah dilakukan perencanaan, bagaimana proses pengajuan kepada manajemen rumah
sakit? (bagian keuangan dan perlengkapan)?

3. Perencanaan Anggaran Bahan Makanan (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi,


petugas administrasi instalasi gizi serta petugas gizi lainnya yang ikut terlibat dalam kegiatan
perencanaan anggaran bahan makanan)
 Bagaimana perencanaan anggaran dilakukan ? (rapat tim antara kepala instalasi gizi dan
staf di instalasigizi, memang sudah anggaran dana tetap yang disediakan rumah sakit setiap
tahunnya untuk instalasi gizi?)
 Anggaran bahan makanan direncanakan dengan mempertimbangkan apa saja ?
Apakah selama ini anggaran untuk bahan makanan sudah mencukupi untuk kegiatan
penyelenggaraan makanan yang baik di rumah sakit ?
 Apakah anggaran dirasa kurang sehingga mungkin sering terjadi hambatan dalam kegiatan
penyelenggaraan makanan dan jika ada, hambatan apa yang terjadi?

4. Pemesanan dan Pembelian Bahan Makanan (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi,
petugas administrasi instalasi gizi serta petugas gizi lainnya yang ikut terlibat dalam kegiatan
pemesanan dan pembelian bahan makanan)
 Apakah selalu dilakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum membeli bahan makanannya
?
 Pemesanan dan pembelian bahan makanan dilakukan kapan saja ? (untuk bahan makanan
kering dan untuk bahan makanan basah. Apakah dilakukan setiap hari, per bulan atau
bagaimana?)
 Pemesanan dan pembelian bahan makanan dimana ? (apakah ada tender atau langsung
kepasar saja atau ada tempat pemesanan langganan ?)
 Siapa yang melakukan pembelian bahan makanan? Berapa orang ?

5. Penerimaan Bahan Makanan (ditanyakan kepada petugas penerimaan bahan makanan


di instalasi gizi)
 Apakah memang ada proses penerimaan bahan makanan ?
 Bagaimana langkah-langkah penerimaan bahan makanan yang dilakukan?
Apakah pada saat penerimaan barang dilakukan pemeriksaan apakah bahan makanan yang
diterima sesuai dengan bahan yang dipesan baik jumlah, jenis bahan makanannya dan
spesifikasinya ?
 Bagaimana petugas menerapkan prinsip kesesuaian jumlah dan spesifikasi bahan makanan
antara yang di pesan dan diterima?
 Adakah daftar/ kartu stok bahan makan/ buku catatan masuk dan keluarnya bahan makanan
?
 Siapa yang bertugas dalam penerimaan bahan makanan ? Berapa orang?

6. Penyimpanan Bahan Makanan (ditanyakan kepada petugas yang biasanya


melakukan penyimpanan bahan makanan)
 Bagaiamana langkah-langkah yang dilakukan petugas penyimpanan bahan makanan?
 Apakah penyimpanan bahan makanan kering dan bahan makanan basah dipisahkan ?
 Adakah gudang penyimpanan untuk bahan makanan kering ?
 Bagaimana system penyimpanan untuk bahan makanan kering ?
 Bagaimana pengaturan rak-rak penyimpanan sehingga memudahkan saat mengeluarkan
bahan makanan?
 Bagaimana petugas menjaga higiene dan sanitasi ruang penyimpanan?
 Bagaimana system penyimpanan untuk bahan makanan basah ? bagaimana suhu ruang
penyimpanan?
 Siapa yang bertugas menyimpan bahan makanan setelah diterima?

7. Pengolahan Bahan Makanan (Persiapan dan Pemasakan Bahan Makanan)


(ditanyakan kepada petugas persiapan dan petugas pengolah bahan makanan/juru masak di
instalasi gizi)
 Adakah persiapan bahan makanan sebelum pengolahan ?
 Apakah memang ada prosedur tetap dalam persiapan bahan makanan?
 Siapa yang melakukan dan mengawasi proses persiapan bahan makanan?
 Apakah dalam persiapan bahan makanan dilakukan pengecekan bahan makanan apakah
mutunya masih baik atau tidak?
 Apakah ada perbedaan dalam pengolahan bahan makanan untuk makanan biasa dan
makanan yang diet khusus/ makanan lunak/saring? baik dari segi tenaga pengolah atau pun
tempat pengolahannya ?
 Bagaimana teknik mengolah makanan untuk pasien dengan jenis penyakit tertentu ?
 Dalam pengolahan makanan standar bumbu dan pemberian bahan tambah pangan mengacu
pada apa?
 Adakah pegawasan dalam pengolahan bahan makanan? Siapa yang melakukannya?
 Siapa yang mengolah bahan makanan ? Berapa orang?
 Bagaimana prosedur dalam pengolahan bahan makanan?
 Bagaimana persyaratan untuk petugas pengolah makanan?
 Bagaimana petugas pengolah makanan menjaga kebersihan diri sehingga makanan tidak
terkontaminasi?

8. Pendistribusian Makanan (ditanyakan kepada petugas pendistribusian bahan makanan


di instalasi gizi)  Jenis distribusi makanan? Sentralisasi atau desentralisasi?
 Siapa yang mendistribusikan makanan ? Berapa orang?
 Bagaimana jadwal pendistribusian makanan ?
 Bagaimana proses penyaluran makanan ke semua ruangan pasien?
 Bagaimana kerjasama antara petugas penyaji makanan dengan petugas di dapur instalasi
gizi?
 Bagaimana peralatan yang digunakan untuk mendistribusikan makanan?
 Bagaimana pendistribusian makanan pasien dengan diet khusus ?
 Apakah ada pengaturan dalam pengambilan makanan ?
 Apakah ada daftar permintaan makanan konsumen/pasien ?
 Bagaimana prosedur penyaluran makanan sehingga bebas dari kontaminasi bahan
pencemar ?

Keluaran (Output)
1. Standar Pelayanan Gizi Rumah Sakit (ditanyakan kepada Kepala Instalasi Gizi)
 Apakah sudah dilakukan perencanaan asuhan gizi sesuai dengan standar pelayanan?
(apakah sudah tepat waktu, tercatatat di rekam medik, direvisi sesuai dengan respon
pasien, dilakukan monitoring pada pelakasanaannya ?)
 Apakah sudah dilakukan konseling gizi ?Bagaimana tingkat keberhasilan konseling
gizi ? Apakah konseling rutin dilakukan? Pada saat kondisi bagaimana konseling
dilakukan?
 Apakah sudah dilakukan evaluasi terhadap ketepatan diet yang disajikan untuk pasien
rawat inap di RSUD Dr.Pirngadi Medan? Dan bagaimana pelaksanaan evaluasinya ?
 Apakah sudah dilakukan evaluasi terhadap ketepatan penyajian makanan,bagaimana
cara pelaksanaannya dan frekuensi dilakukan evaluasinya?
 Apakah sudah dilakukan evaluasi ketepatan citarasa makanan, bagaimana cara
pelaksanaannya dan frekuensi dilakukan evaluasinya?
 Apakah sudah dilakukan evaluasi terhadap sisa makanan pasien, bagaimana cara
pelaksanaannya dan frekuensi dilakukan evaluasinya?

2. Kualitas Makanan Rumah Sakit (ditanyakan khusus pada pasien)


 Bagaimana menurut pasien tentang penampilan makanan ?
- Besar porsi
- Warna makanan
- Penyajian Bagaimana menurut pasien rasa makanan?
- Aroma bumbu
- Kematangan