Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Madrasah : MA. Diponegoro Klungkung


Mata pelajaran : Fikih
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Zakat dan Hikmahnya
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 Pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, budaya,
danhumaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkretdan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN

Kompetensi Dasar Indikator


1.3 Meyakini kebenaran konsep zakat dalam
mengurangi kesenjangan antara yang
kaya dan yang miskin

2.3 Memiliki kepekaan social sebagai


implementasi dari nilai-nilai yang
terdapat pada zakat
3.3 Menelaah ketentuan Islam tentang zakat, 3.3.1 Menjelaskan ketentuan zakat dalam Islam
undang-undang pengelolaan zakat dan 3.3.2 Menjelaskan macam-macam zakat
hikmahnya 3.3.3 Memberikan contoh penerapan zakat
sesuai dengan undang-undang
3.3.4 Menjelaskan hikmah zakat

4.3 Menunjukkan contoh penerapan 4.3.2 Mempraktikkan penghitungan zakat


ketentuan zakat

C. TUJUAN PEMBELAJARAN.
Siswa mampu :
1. Menjelaskan pengertian tentang zakat dan hikmahnya.
2. Mencari informasi berbagai ukuran yang digunakan untuk kelompok objek zakat
3. Memahami hukum Islam tentang zakat dan hikmahnya.
4. Mendiskusikan nishab bagi masing-masing objek zakat.
5. Menyimpulkan tentang ketentuan Islam tentang zakat dan hikmahnya.

Karakter siswa yang diharapkan : Dapat dipercaya ( Trustworthines),Rasa hormat dan perhatian
( respect ), Tekun ( diligence ), Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage ) dan Ketulusan
( Honesty )
D. MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian
Zakat adalah kadar harta tertentu, yang diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan
beberapa syarat. Hukum zakat adalah fardu 'ain atas tiap-tiap orang yang cukup syarat-syaratnya.
Zakat mulai diwajibkan pada tahun kedua hijrah.

Infaq adalah pemberian atau sumbangan harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan.

Shadaqah adalah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, diluar
kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi.

A. Hukum Zakat Hasil Usaha yang tidak ada dalam Nas (Zakat Kontemporer)
Zakat yang disyariatkan menurut nas al-qur'an dan hadits, adalah zakat emas dan perak, hasil
perkebunan yang khusus, yaitu sya'ir, gandum, anggur dan kurma, hasil peternakan :
kambing/domba, sapi, lembu, kerbau, dan unta, benda-benda temuan, hasil perniagaan (jual/beli).
Ada masalah di masa sekarang/masalah kontemporer perihal cakupan zakat. Hal ini disebabkan
variatifnya profesi atau pekerjaan manusia zaman sekarang.

1. Zakat hasil Usaha Perkebunan


Surat Al-Baqarah ayat 267 merupakan dalil qath'iy tentang kewajiban mengeluarkan zakat hasil
tanaman.
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu
yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah
kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau
mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah
Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Al-Baqarah : 267)

Zakat hasil perkebunan kontemporer (masa kini) diqiyaskan dengan zakat perkebunan yang terdapat
dalam nas, yaitu tetap harus berdasarkan sistem pemeliharaannya. Jika diairi dengan air sungai dan
air hujan, maka zakatnya sebanyak 10 % dan jika memakai alat yang memerlukan biaya, maka
zakatnya hanya 5 %. Ini berlandaskan sabda Nabi saw yang artinya sebagai berikut :

"Dari Jabir, dari Nabi saw, sabdanya : "Pada biji yang diairi dengan air sungat atau air hujan,
zakatnya sepersepuluh dan diairi dengan kincir yang ditarik oleh binatang, zakatnya seperduapuluh."
(H.R. Ahmad, Muslim dan Nasai).

2. Zakat Peternakan dan Perikanan


Dalam nas Hadits binatang ternah yang wajib dizakati terbatas pada unta, lembu, kerbau, kambing,
dan domba. Pada masa kini hal peternakan seperti uanggas dan ikan laut sebagai usaha besar-besaran
bahkan sudah merupakan suatu bisnis raksasa tingkat ekspor.

Khalifah umar bin Khattab, menetapkan wajibnya zakat kuda, padahal pada masa Nabi saw kuda itu
tidak dikeluarkan zakatnya. Hal ini barangkali karena pada masa Umar bin Khattab peternakan kuda
sudah mencapai suatu bisnis yang nilai usahanya mencapai nisab usaha peternakan yang diwajibkan
zakatnya.

Berdasarkan sunah sahabat Umar bin Khattab tersebut dan berdasarkan pemahaman yang sesuai
dengan perkembangan perekonomian dewasa ini, ada yang berpendapat bahwa sumua hasil laut baik
berupa ikan maupun lainnya seperti mutiara, wajib dikeluarkan zakatnya. Adapun nisab dan besar
zakat, hasil peternakan dan perikanan itu diperhitungkan berdasarkan qiyas, sebagai berikut :
Jika peternakan dan perikanan itu dikerjakan secara tradisional, zakatnya dinisabkan kepada nisab
binatang ternak yang wajib dizakati, berdasarkan ketentuan nasnya.
B. Hikmah Zakat
Zakat, infaq, dan sadaqah mengandung berbagai hikmah, baik bagi orang yang melakukannya
maupun bagi masyarakat.

1. Hikmah Zakat, Infaq, dan Sadaqah bagi Orang yang Melakukannya.


Di antara hikmah zakat, infaq, dan sadaqah bagi orang yang melakukannya adalah sebagai berikut :
a. Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah swt atas nikmat kekayaan yang telah diberikan.
b. Membersihkan dan mensucikan diri dari harta yang dimilikinya, mengikis sifat kikir dan akhlak
tercela serta mendidik agar bersifat pemurah dan berakhlak mulia, sesuai dengan firman Allah
dalam surat at-Taubah ayat 103 yang tertulis di bawah ini :

Artinya : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi)
ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. At-
Taubah : 103)
c. Mendidik manusia agar senantiasa sadar bahwa harta yang dimilikinya itu bukanlah merupakan
miliknya secara mutlak dan bukan merupakan tujuan hidup. Namun, harta bagi seorang muslim
merupakan titipan (amanah) Allah yang harus dipergunakan sebagai alat untuk mengabadikan
diri (ibadah) kepada-Nya dan sebagai alat bagi manusia untuk menjalankan tugas hidupnya.
d. Mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah kepada Allah swt dan menghapuskan dosa.

2. Hikmah Zakat, Infaq, dan Sadaqah bagi Masyarakat


Banyak hikmah yang terkandung dalam zakat, infaq, dan sadaqah bagi masyarakat, di antaranya
adalah sebagai berikut :
a. Menolong orang yang lemah dan susah agar mereka dapat menunaikan kewajibannya, baik
terhadap Allah, maupun terhadap sesame manusia.
b. Memperkecil jurang perbedaan secara ekonomi, antara orang kaya dan orang miskin, sehingga
si miskin dapat memperbaiki kondisi ekonominya. Dengan demikian, rasa persaudaraan dan
saling membantu akan tumbuh dan akan terkikis sifat-sifat negative, seperti dengki dan iri hati.
c. Meningkatkan jiwa kepedulian sosial pada masyarakat, mendidik masyarakat untuk suka
berkorban, menghindari sifat egoistis, dan masa bodoh terhadap sesama manusia, khususnya
sesame muslim. Dalam Islam harta mempunyai fungsi sosial untuk kepentingan masyarakat,
kepentingan perjuangan agama, di samping untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
d. Memperteguh dan memupuk keimanan mukallaf, yaitu orang-orang yang imannya masih rawan
karena baru mengucapkan syahadat masuk Islam, sekaligus untuk meningkatkan daya tarik bagi
mereka kaum kafir, agar dapat masuk Islam.

C. Masalah Zakat dan Pajak


Masalah zakat dan pajak menurut Masfuk Zuhdi terdapat perbedaan yang prinsipil sebagai berikut :
Berbeda dasar hukumnya, zakat dasar hukumnya Al-Qur'an dan sunah, sedang pajak dasar
hukumnya adalah perundang-undangan.
Perbedaan status hukumnya, zakat merupakan kewajiban khusus bagi umat Islam sedang pajak
adalah suatu kewajiban kepada warga Negara.

a. Perbedaan objek sasarannya, zakat merupakan kewajiban khusus bagi umat Islam, sedang pajak
wajib bagi semua penduduk tanpa memandang perbedaan agama.
b. Perbedaan kriterianya, kriteria kekayaan dan penghasilan yang terkena zakat dan pajak
persentasenya berbeda.
c. Perbedaan dalam penggunaannya, zakat digunakan untuk depalan kategori yang telah
ditetapkan dalam Al-Qur'an (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, ghorim, musafir, fi
sabilillah) sedangkan pajak digunakan untuk kepentingan yang sangat luas.
d. Perbedaan hikmahnya, zakat memiliki hikmah antara lain mensucikan jiwa dan harta orang
yang zakat, meningkatkan kesejahteraan umat, dan pemerataan, sedang pajak terutama untuk
pembangunan.
e. Persamaan zakat, infaq dan sadaqah adalah suatu ketetapan Allah berkenaan dengan harta
benda, bahwa ia merupakan sarana kehidupan untuk semua umat manusia dan karena itu ia
harus diarahkan untuk kepentingan bersama, baik melalui zakat, infaq dan sadaqah.
f. Perbedaan zakat, infaq dan sadaqah adalah zakat merupakan kewajiban yang ditunaikan
berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu yang ditetapkan syariat Islam, sedang infaq
dan sadaqah merupakan ibadah yang bersifat anjuran (sunah) dan tidak ada ketentuan-ketentuan
mengenai syarat dan rukunnya, sebagaimana pada zakat.

Syarat wajib zakat :


1. Islam, merdeka,
2. Milik yang sempurna,
3. Cukup 1 nisab,
4. Sampai 1 tahun lamanya dipunyai atau disimpan.

D. Nisab dan Kadar Zakat Benda-Benda yang Wajib dikeluarkan Zakatnya


1. Zakat emas dan perak
Harta kekayaan berupa emas dan perak wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat pemilik penuh,
Islam, merdeka, nisab dan sampai waktu satu tahun. Nisab dan zakat emas adalah sebesar 20 dinar
atau kurang lebih 100 gram, kadar zakatnya 2,5 % atau 1/40 dari jumlah berat emas dari tiap-tiap 100
gram 2,5 gram.
2. Zakat Perniagaan/ Perusahaan
Perniagaan ialah usaha dalam rangka mencari keuntungan, seperti toko, pabrik, industry, kerajinan
dan lain-lain yang bisa dinilai dengan uang. Nisab perniagaan disamakan dengan nisab emas (100
gram) zakatnya 2,5 % dari jumlah kekayaan.
3. Zakat hasil pertanian
Hasil pertanian berupa makanan pokok seperti beras, gandum, jagung dan buah-buahan seperti kurma
dan anggur wajib dizakatkan. Nisab hasil pertanian dan kadar zakatnya ialah 5 wasaq = 300 sha’,
atau kurang lebih 1000 liter zakatnya 10 % bila pengairannya dari alam dan 5 % bila pengairannya
dengan kincir.

4. Zakat binatang ternak


Binatang yang wajib dikeluarkan zakatnya ialah unta, sapi, kerbau dan kambing.
Jenis Ket.
No. Nisabnya Zakatnya
Binatang Umum
1 Unta 5 ekor 1 kambing 1 tahun
2 Sapi / 30 ekor 1 anak sapi 1 tahun
Kerbau
3 Kambing 40 ekor 1 ekor 2 tahun
kambing

5 Zakat barang tambang


Hasil tambang emas atau perak, wajib dikeluarkan zakatnya apabila cukup nisab, pada waktu
diperolehnya. Kadar zakatnya ialah 2,5 % .
6 Zakat Harta Rikaz (terpendam)
Rikaz ialah harta kekayaan yang ditanam oleh orang jahiliyah. Apabila diketemukan wajib
dikeluarkan zakatnya 20 %.

E. Zakat Fitrah
Zakat fitrah ialah zakat yang dikeluarkan karena selesainya puasa bulan Ramadhan. Tujuan zakat
fitrah ialah untuk mensucikan diri orang yang berpuasa serta untuk memberi makan fakir miskin.
Hukum zakat fitrah itu wajib bagi setiap orang muslim yang punya kelebihan makan satu hari satu
malam, baik laki-laki maupun perempuan, orang dewasa atau anak-anak, yang merdeka maupun
hamba sahaya. Besarnya zakat fitrah satu sha’ = 4 mud atau lebih kurang 3,5 liter ( 2,5 kg ).

F. Orang-orang yang Berhak menerima Zakat


Dasar hukum orang-orang yang berhak menerima zakat sesuai surat At-Taubah ayat 60 berbunyi :
Artinya : “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-
orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai
suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana[647]. (Q.S.
At-Taubah : 60)

E. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Pertemuan I
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
 Guru mengucapkan salam dan meminta salahsatu oeserta didik memimpin doa
 Guru memperkenalkan diri dilanjutkan dengan mengenal peserta didik melalui absensi
 Guru mempersiapkan fisik dan psikis pesetta didik melalui senam otak
 Guru menjelaskan tujuan mempelajari materi serta kompetensi yang akan di capai
 Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksnakan
 Guru membentuk kelompok diskusi
b. Kegiatan Inti (70 menit)

 Mengamati
 Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pengertian dan macam-macam
zakat.
 Peserta didik mengamati tayangan slide tentang pengertian dan macam-macam
zakat.
 Peserta didik membaca ulang materi pelajaran

 Menanya
 Peserta didik memberikan tanggapan hasil penjelasan guru tentang pengertian dan
macam-macam zakat.
 Peserta didik bertanyajawab tentang slide yang belum difahami terkait pengertian
dan macam-macam zakat.

 Eksplorasi/eksperimen
 Masing-masing kelompok berdiskusi tentang pengertian dan macam-macam zakat.
 Masing-masing kelompok menggali pengertian dan macam-macam zakat.pada
internet/buku sumber lain

 Mengasosiasi
 Peserta didik melalui kelompoknya merumuskan pengertian dan macam-macam
zakat.
 Peserta didik melalui kelompoknya membuat peta konsep tentang pengertian dan
macam-macam zakat.

 Mengkomunikasikan
 Masing-masing kelompok secara bergantian memaparkan mind mapping di depan
kelas
 Secara bergantian, masing-masing kelompok mempresentasikan/menyajikan hasil
diskusinya tentang pengertian dan macam-macam zakat.

c. Penutup (10 menit):


 Guru mengadakan refleksi hasil pembelajaran
 Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama materi pembelajaran
 Guru mengadakan tes baik tulis maupun lisan
 Guru memberikan pesan-pesan moral terkait dengan sikap keimanan dan sosial
 Guru memberikan tugas mandiri secara individu
 Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya
 Guru mengajak berdoa akhir majlis dilanjutkan dengan salam dan berjabat tangan

Pertemuan II
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
 Guru mengucapkan salam dan meminta salahsatu oeserta didik memimpin doa
 Guru memperkenalkan diri dilanjutkan dengan mengenal peserta didik melalui absensi
 Guru mempersiapkan fisik dan psikis pesetta didik melalui senam otak
 Guru menjelaskan tujuan mempelajari materi serta kompetensi yang akan di capai
 Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksnakan
 Guru membentuk kelompok diskusi
b. Kegiatan Inti (70 menit)

 Mengamati
 Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang undang-undang zakat dan hikmah
zakat.
 Peserta didik mengamati tayangan slide tentang undang-undang zakat dan hikmah
zakat.
 Peserta didik membaca materi di buku paket.

 Menanya
 Peserta didik memberikan tanggapan hasil penjelasan guru tentang undang-undang
zakat dan hikmah zakat.
 Peserta didik bertanyajawab tentang slide yang belum difahami terkait undang-
undang zakat dan hikmah zakat.

 Eksplorasi/eksperimen
 Masing-masing kelompok berdiskusi tentang undang-undang zakat dan hikmah
zakat.
 Masing-masing kelompok menggali contoh penerapan undang-undang zakat dan
hikmah zakat.

 Mengasosiasi
 Peserta didik melalui kelompoknya merumuskan undang-undang zakat dan hikmah
zakat.
 Peserta didik melalui kelompoknya membuat peta konsep tentang undang-undang
zakat dan hikmah zakat.
 Mengkomunikasikan
 Masing-masing kelompok secara bergantian memaparkan mind mapping di depan
kelas
 Secara bergantian, masing-masing kelompok mempresentasikan/menyajikan hasil
diskusinya tentang undang-undang zakat dan hikmah zakat.

c. Penutup (10 menit):


 Guru mengadakan refleksi hasil pembelajaran
 Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama materi pembelajaran
 Guru mengadakan tes baik tulis maupun lisan
 Guru memberikan pesan-pesan moral terkait dengan sikap keimanan dan sosial
 Guru memberikan tugas mandiri secara individu
 Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya
 Guru mengajak berdoa akhir majlis dilanjutkan dengan salam dan berjabat tangan

F. METODE PEMBELAJARAN
 Model Pembelajaran : Inkuiri
 Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, dan Praktik

G. MEDIA, ALAT/BAHAN, SUMBER PEMBELAJARAN


 Media Pembelajaran : Lembar Kerja, Power Point, al-Qur’an Digital
 Alat Pembelajaran : Laptop dan LCD
 Sumber Pembelajaran : buku fikih klas x, Al-Qur’an terjemah, internet, kitab fakhul qorib,
LKS, lingkungan alam sekitar

H. PENILAIAN

No. Kompetensi Teknik Instrumen Keterangan

1. KI 1 dan Observasi  Lembar observasi Terlampir


KI 2

2. KI 3 Tes tertulis  Pilihan ganda Terlampir


 Uraian
 Tugas (mandiri atau kelompok)

3. KI 4 Kinerja  Lembar laporan tugas Terlampir

Mengetahui, Klungkung, Juli 2019

Kepala MA, Diponegoro Guru Mata pelajaran

EDY RUSDIYANTO S. Pd SITI HIDAYATUL KHOIR


NIP. NIP.
Lampiran
Penilaian KI 1
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL
(LEMBAR OBSERVASI)

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa Lembar Observasi. Observasi merupakan teknik penilaian yang
dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung
dengan menggunakan instrument yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Pada jenjang MA,
kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai.
B. Petunjuk Pengisian
Secara periodik, misalnya 1 atau 2 minggu sekali guru melakukan penilaian sikap spiritual peserta didik. Caranya,
guru memberi tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan
kriteria sebagai berikut.
4 = selalu, apabila peserta didik selalu melakukan sesuai pernyataan.

3 = sering, apabila peserta didik sering melakukan sesuai pernyataan dan

kadang-kadang tidak melakukannya.

2 = kadang-kadang, apabila peserta didik kadang-kadang melakukan dan

sering tidak melakukannya.

1 = tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukannya.


C. Lembar Observasi
Kelas : ….
Semester : ….
TahunAjaran : ….
Periode Pengamatan : Tanggal … s.d. ….

No Aspek Pengamatan

1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu

2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan

3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi

4 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan

5 Melaksanakan ibadah keseharian baik yang diwajibkan maupun yang dianjurkan sesuai

dengan agama yang dianutnya

Jumlah Skor

Lembar Observasi
Aspek Pengamatan
Rerata Skor

Keterangan
Jumlah

Nama Peserta
Nilai

No.
Didik 1 2 3 4 5

10

Dst
Penilaian KI 2

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL


(LEMBAR OBSERVASI)

A. Petunjuk Umum
1. Instrumen penilaian sikap sosial ini berupa Lembar Observasi. Sikap sosial yang dikembangkan pada
Kompetensi Inti 2 di jenjang MA meliputi:
a. jujur
b. kreatif
c. disiplin
d. tanggung jawab
e. toleransi
f. gotong royong
g. santun
h. responsif
i. pro aktif
2. Instrumen ini diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai.

B. Petunjuk Pengisian
Secara periodik, misalnya 1 atau 2 minggu sekali guru melakukan penilaian sikap sosial peserta didik. Caranya,
guru memberi tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap sosial yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan
kriteria sebagai berikut.
4 = selalu, apabila peserta didik selalu melakukan sesuai pernyataan.

3 = sering, apabila peserta didik sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukannya.

2 = kadang-kadang, apabila peserta didik kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukannya.

1 = tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukannya.

Guna memudahkan penilian, guru dapat membaca indikator tiap-tiap aspek sosial sebagai berikut.

Tabel Daftar Deskripsi Indikator

Sikap dan Pengertian Contoh Indikator

 Tidak menyontek dalam mengerjakan


1. Jujur ujian/ulangan
adalah perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan,  Tidak menjadi plagiat
dan pekerjaan. (mengambil/menyalin karya orang lain
tanpa menyebutkan sumber)
 Mengungkapkan perasaan apa adanya
 Menyerahkan kepada yang berwenang
barang yang ditemukan
 Membuat laporan berdasarkan data atau
informasi apa adanya
 Mengakui kesalahan atau kekurangan
yang dimiliki

2. Kreatif  Menghasilkan ide/karya inovatif yang


Kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, dipublikasikan/dipasarkan.
baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk  Menghasilkan ide/karya inovatif untuk
karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah kalangan sendiri/ skala kecil.
ada, yang belum pernah ada sebelumnya.  Memodifikasi dan menggabungkan
beberapa ide/karya untuk menghasilkan
gagasan/karya baru.
Sikap dan Pengertian Contoh Indikator

 Mencoba membuat ide/karya dari contoh


yang sudah ada.
3. Disiplin
adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh  Datang tepat waktu
pada berbagai ketentuan dan peraturan.  Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/
sekolah
 Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai
dengan waktu yang ditentukan
 Mengikuti kaidah berbahasa tulis yang
baik dan benar

4. Tanggungjawab
adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan  Melaksanakan tugas individu dengan baik
tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan,  Menerima resiko dari tindakan yang
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dilakukan
dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa  Tidak menyalahkan/menuduh orang lain
tanpa bukti yang akurat
 Mengembalikan barang yang dipinjam
 Mengakui dan meminta maaf atas
kesalahan yang dilakukan
 Menepati janji
 Tidak menyalahkan orang lain utk
kesalahan tindakan kita sendiri
 Melaksanakan apa yang pernah dikatakan
tanpa disuruh/diminta
5. Toleransi
adalah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman  Tidak mengganggu teman yang berbeda
latar belakang, pandangan, dan keyakinan pendapat
 Menerima kesepakatan meskipun berbeda
dengan pendapatnya
 Dapat menerima kekurangan orang lain
 Dapat mememaafkan kesalahan orang lain
 Mampu dan mau bekerja sama dengan
siapa pun yang memiliki keberagaman
latar belakang, pandangan, dan keyakinan
 Tidak memaksakan pendapat atau
keyakinan diri pada orang lain
 Kesediaan untuk belajar dari (terbuka
terhadap) keyakinan dan gagasan orang
lain agar dapat memahami orang lain lebih
baik
 Terbuka terhadap atau kesediaan untuk
menerima sesuatu yang baru
6. Gotongroyong
adalah bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk  Terlibat aktif dalam bekerja bakti
mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan membersihkan kelas atau sekolah
tolong menolong secara ikhlas.  Kesediaan melakukan tugas sesuai
kesepakatan
 Bersedia membantu orang lain tanpa
mengharap imbalan
 Aktif dalam kerja kelompok
 Memusatkan perhatian pada tujuan
kelompok
 Tidak mendahulukan kepentingan pribadi
 Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan
pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan
orang lain
 Mendorong orang lain untuk bekerja sama
demi mencapai tujuan bersama
7. Santun  Menghormati orang yang lebih tua.
adalah sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbahasa  Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan
maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, takabur.
artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu  Tidak meludah di sembarang tempat.
 Tidak menyela pembicaraan pada waktu
Sikap dan Pengertian Contoh Indikator

tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain. yang tidak tepat
 Mengucapkan terima kasih setelah
menerima bantuan orang lain
 Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)
 Meminta ijin ketika akan memasuki
ruangan orang lain atau menggunakan
barang milik orang lain
 Memperlakukan orang lain sebagaimana
diri sendiri ingin diperlakukan
8. Responsif  Tanggap terhadap kerepotan pihak lain
Adalah kesadaran akan tugas yang harus dilakukan dengan dan segera memberikan solusi dan atau
sungguh-sungguh. Kepekaan yang tajam dalam menyikapi pertolongan
berbagai hal yang dihadapinya dan kepahaman makna  Berperan aktif terhadap berbagai kegiatan
tanggungjawab yang harus dipikul adalah ciri utama sekolah dan/atau sosial
kepribadiannya  Bergerak cepat dalam melaksanakan
tugas/kegiatan
 Berfikir lebih maju terhadap segala hal
9. Pro aktif  Berinisiatif dalam bertindak terkait
Adalah sikap seseorang yang mampu membuat pilihan dikala dengan tugas/pekerjaan atau social
mendapatkan stimulus. Seseorang yang bersikap proaktif  Mampu memanfaatkan peluang yang ada
mampu memberi jeda antara datangnya stimulus dengan  Memiliki motivasi untuk terus maju dan
keputusan untuk memberi respon. Pada saat jeda tersebut berkembang
seseorang yang proaktif dapat membuat pilihan dan  Fokus pada hal-hal yang memungkinkan
mengambil respon yang dipandang terbaik bagi dirinya. untuk diubah atau diperbaiki
C. Lembar Observasi
Kelas : ….
Semester : ….
TahunAjaran : ….
Periode Pengamatan : Tanggal … s.d. ….

No Nama Sikap Keterangan


Peserta
Didik

Rerata Skor
Tanggung Jawab

Gotong Royong

Jumlah

Nilai
Responsif
Toleransi

Pro aktif
Disiplin
Kreatif

Santun
Jujur

10

dst
Penilaian KI 3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas dan tepat!

1. Mengapa ada ketentuan zakat dalam islam?


2. Sebutkan macam – macam ketentuan zakat!
3. Jelaskan hikmah zakat!
4. Sebutkancontoh penerapan zakat dalam Islam!

Penskoran:
Skor 5 jika jawaban benar
Skor 3 jika jawaban kurang benar
Skor 1 jika jawaban tidak benar/tidak menjawab

Skor perolehan
Nilai = ------------------- x 4
Skor maksimal
Penilaian KI 4

Penilaian Kinerja

Nama : ............................................
Kelas : ............................................
No. Absen : ............................................

1. Bersama kelompok Anda, diskusikan Pengertian Zakat, Macam-Macam Zakat, Undang-Undang


Zakat dan Hikmah Zakat. Sertakan dalil-dalil yangn mendasarinya! Tulis hasilnya dalam
selembar kertas, kemudian kumpulkan kepada guru!
2. Coba Anda buat makalah tentang Pengertian Zakat, Macam-Macam Zakat, Undang-Undang
Zakat dan Hikmah Zakat dengan menggunakan sumber referensi yang memadai! kerjakan pada
lembar kertas folio, kemudian kumpulkan pada guru!

Hasil Analisis Guru


………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

b. Instrumen unjuk kerja menyajikan materi versi ke-1:


Aspek yang dinilai Skor
Nama Peserta
No Kebenaran
didik Keberanian Bahasa Kelancaran
konsep
1 Badron 2 4 1 1 8

Penskoran:
Skor 4 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK
Skor 3 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK
Skor 2 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK
Skor 1 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK

8
Nilai = ------------------- x 4 = 8
4

b. Instrumen unjuk kerja menyajikan materi versi ke-1:


Aspek yang dinilai Skor
Nama Peserta
No Kebenaran
didik Keberanian Bahasa Kelancaran
konsep

Penskoran:
Skor 4 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK
Skor 3 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK
Skor 2 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK
Skor 1 jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK

11
Nilai = ------------------- x 4
16