Anda di halaman 1dari 24

INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM

( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

1.1. Latar Belakang


Sejalan dengan Nawacita atau 9 agenda perubahan dari Pemerintah
Republik Indonesia 2014-2019, dimana salah satunya adalah
ketahanan pangan, maka Direktorat Jenderal SDA sebagai salah satu
stakeholder pendukung penyediaan infrastruktur irigasi, rawa, dan
tambak memiliki tugas untuk mengembangkan dan mengelola
infrastruktur untuk pertanian sehingga dapat memberikan manfaat
yang optimal. Pengembangan dan pengelolaan infrastruktur ini
dikhususkan pada jaringan irigasi, dimana jaringan irigasi merupakan
satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian,
pemberian, penggunaan, dan pembuangan air irigasi.
Selain itu, sejalan dengan UU No. 17/2007 Tentang RPJPN 2005-2025,
UU No.18/2012 tentang Pangan, dan UU No. 19/2013 tentang
Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan sasaran di atas, maka
arah Kebijakan Umum Ketahanan Pangan dalam RPJMN 2015-2019
adalah :
1. Pemantapan ketahanan pangan menuju kemandirian pangan
dengan peningkatan produksi pangan pokok;
2. Stabilisasi harga bahan pangan;
3. Perbaikan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat;
4. Mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan; serta
5. Peningkatan kesejahteraan pelaku usaha pangan terutama petani,
nelayan, dan pembudidayaan ikan;
Bentuk dari dukungan yang diberikan adalah dengan kegiatan
pengembangan prasarana irigasi baru atau dengan merehabilitasi
prasarana irigasi yang berada dalam kondisi rusak. Pembangunan
prasarana irigasi merupakan bagian dari pengembangan prasarana
irigasi yang bertujuan untuk menyediaan prasarana irigasi pada daerah
yang belum ada prasarana irigasi sebelumnya. Sedangkan, rehabilitasi
prasarana irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan prasarana

Laporan Bulan April 2019 Halaman 1


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar


pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya.
Saat ini Indonesia memiliki 9,10 juta hektar lahan beririgasi, yang
terdiri dari 7,15 juta ha irigasi permukaan, 1,83 juta ha irigasi rawa
(pasut, lebak, tambak), 0,11 ha juta irigasi air tanah dan 0,04 juta ha
irigasi pompa dengan indeks pertanaman (IP) rata-rata adalah 1,43.
Dengan mengambil asumsi bahwa konsumsi perkapita penduduk
indonesia adalah 139 kg/org/tahun, maka diperkirakan luas lahan
yang ada dapat mencukupi kebutuhan dimaksud, akan tetapi
pemasalahan alih fungsi lahan pertanian, khususnya irigasi telah
menjadi masalah yang cukup besar. Saat ini diperkirakan kurang lebih
100 ribu hektar lahan pertanian telah beralih fungsi menjadi non
pertanian tiap tahunnya. Di samping alih fungsi lahan, masalah lain
yang dihadapi adalah degradasi kondisi prasarana irigasi.
Melihat permasalahan ini, maka diperlukan penanganan yang serius
dan berkelanjutan, salah satu caranya adalah membangun 1 juta
jaringan irigasi baru sebagai pengganti lahan pertanian yang hilang dan
merehabilitasi jaringan irigasi eksisting seluas 3 juta hektar serta
Operasi dan Pemeliharaan (OP) jaringan irigasi seluas 5 juta Ha yang
didukung dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan,
ketatalaksanaan, dan keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air
yang terpadu, efektif, efisien dan berkelanjutan, termasuk peningkatan
ketersediaan dan kemudahan akses terhadap data dan informasi.
Dengan kegiatan ini diharapkan hasil panen dari luas lahan pertanian
yang ada, khususnya padi, dapat mengimbangi laju pertumbuhan
penduduk Indonesia yang mencapai 1,4% per tahunnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengembangan dan rehabilitasi harus
mengacu kepada rencana kerja strategis yang telah ditetapkan oleh
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta RPJMN
2015-2019. Rencana pemerintah untuk membangun satu juta lahan
pertanian irigasi baru dan rehabilitasi tiga juta lahan irigasi guna

Laporan Bulan April 2019 Halaman 2


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

mendukung ketahanan pangan merupakan prioritas nasional yang


harus mendapat perhatian khusus dari para pemangku kepentingan
yang terkait dengan pangan dan pertanian.
Sejalan dengan Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 bidang Irigasi,
Pemerintah melaksanakan program ketahanan pangan melalui
rehabilitasi dan OP jaringan Irigasi dan Rawa di 74 Kabupaten yang
masuk dalam IPDMIP. Program ini diharapkan akan mendorong
pembaharuan-pembaharuan dalam pemerintahan sektor irigasi dalam
upaya menjamin berkelanjutannya peningkatan infrastruktur dan OP
dan perbaikan pengelolaan. Manfaat dari strategi ini dapat
digambarkan dalam empat kelompok hasil :
1. Penguatan sistem dan kapasitas kelembagaan irigasi pertanian yang
berkelanjutan,
2. Perbaikan pengelolaan dan OP irigasi,
3. Peningkatan infrastruktur jaringan irigasi1, dan
4. Peningkatan pendapatan pertanian beririgasi. Dari program ini
diharapkan akan tercapai :
a. Peningkatan produksi beras untuk ketahanan pangan;
b. Pengembangan tanaman bernilai tinggi untuk meningkatkan
mata pencaharian pedesaan, dan
c. Terwujudnya infrastruktur irigasi yang lebih produktif dan
pengelolaannya yang berkesinambungan.
Program ini akan memprioritaskan rehabilitasi jaringan irigasi air
permukaan di daerah lumbung pangan yang belum ditangani oleh
kegiatan lain. Berdasarkan penilaian cepat (rapid assessment) kondisi
jaringan irigasi di seluruh Indonesia, maka daerah irigasi (DI) target
baik di pusat dan Kabupaten adalah yang memiliki kondisi jaringan
irigasi rusaknya rusak sedang hingga berat yang tidak sepenuhnya
dapat ditanggulangi dengan alokasi DAK hingga saat ini. Untuk
mewujudkan sasaran di atas, arah kebijakan pembangunan ketahanan
air ialah meningkatkan kapasitas kelembagaan, ketatalaksanaan, dan
keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air yang terpadu, efektif,

Laporan Bulan April 2019 Halaman 3


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

efisien dan berkelanjutan, termasuk peningkatan ketersediaan dan


kemudahan akses terhadap data dan informasi, melalui strategi :
1. Melengkapi peraturan perundangan serta penyusunan Norma,
Standar, Pedoman dan Kriteria (NSPK) sebagai pedoman teknis
pelaksanaan dan koordinasi pengelolaan sumber daya air;
2. Melanjutkan penataan kelembagaan sumber daya air, antara lain
dengan :
a. Mensinergikan pengaturan kewenangan dan tanggung jawab di
semua tingkat pemerintahan beserta seluruh pemangku
kepentingan;
b. Meningkatkan kemampuan komunikasi, kerjasama, dan
koordinasi antar lembaga;
c. Meningkatkan kapasitas kelembagaan pengelolaan sumber
daya air, termasuk kelembagaan operasi dan pemeliharaan.

3. Meningkatkan kordinasi dan kolaborasi antar pemerintah dan antar


sektor dalam hal pengelolaan daerah hulu dan hilir;
4. Menumbuhkan prakarsa dan meningkatkan partisipasi masyarakat
dalam setiap upaya pengelolaan sumber daya air melalui proses
pendampingan, penyuluhan dan pembinaan, serta sistem kemitraan
antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka pengelolaan
sumber daya air;
5. Mendorong terbentuknya jaringan informasi sumber daya air antar
pemangku kepentingan.
6. Meningkatkan kapasitas operasional dan pemeliharaan melalui
pemenuhan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan
(AKNOP) untuk setiap infrastruktur sumberdaya air; dan
7. Mendorong terbentuknya sistem pengelolaan data dan informasi
terpadu untuk mewujudkan jaringan basis data antar pemangku
kepentingan yang dapat diakses dan dimanfaatkan.
1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud :

Laporan Bulan April 2019 Halaman 4


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

Maksud kegiatan ini adalah untuk membantu Balai Wilayah Sungai


Kalimantan I dalam melakukan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi
prasarana irigasi dan rawa kewenangan Pusat, kewenangan provinsi
dan kewenangan kabupaten, dan mendampingi serta mendukung
pelaksanaan pembinaan kegiatan rehabilitasi prasarana irigasi
kewenangan daerah.

Tujuan :
Tujuan pekerjaan ini ialah :
1. Memberikan bantuan teknis dan pendampingan kegiatan
program IPDMIP yang menjadi kewajiban BWS Kalimantan I
yang tersebar di Bidang Perencanaan, Bidang Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air serta Bidang Operasi dan
Pemeliharaan, dan melakukan koordinasi guna memastikan
terlaksananya rencana kegiatan-kegiatan di seluruh tingkatan
sesuai jadwal;
2. Membantu BWS Kalimantan I melaksanakan pembinaan dan
pendampingan kepada Dinas PSDA1 Provinsi dan Kabupaten
dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi pedoman, kegiatan
Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I), P3A,
PSETK, PAI, KOMIR, alokasi air, pelaksanaan rehabilitasi
dan/atau modernisasi jaringan Irigasi serta pelaksanaan
koordinasi antar pemangku kepentingan program dengan tim
pelaksana subkomponen program sehingga dapat sejalan
dengan kebutuhan, serta melakukan monitoring kegiatan
yang dilaksanakan baik di Daerah Irigasi kewenangan Pusat
maupun Kabupaten berupa peningkatan pengelolaan jaringan
irigasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia,
penguatan sistem dan kapasitas kelembagaan Irigasi
Pertanian yang berkelanjutan, dan peningkatan infrastruktur
jaringan irigasi;

Laporan Bulan April 2019 Halaman 5


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

3. Membantu BWS Kalimantan I memantau dan melaporkan


kemajuan fisik dan pencapaian output/outcome
Disbursement Linked Indicator (DLI) dan Non-DLI yang
menjadi tanggungjawab Direktorat. Irigasi dan Rawa dan
Direktorat Bina O&P, serta melaporkan secara rutin kemajuan
keuangan secara keseluruhan kepada National Program
Management Unit (NPMU);
4. Membantu BWS Kalimantan I melaksanakan monitoring dan
evaluasi pemenuhan DLI 1, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 pada seluruh DI
yang direhabilitasi di dalam Program Area IPDMIP2; dan
5. Membantu NPIU memverifikasi dokumen pembayaran
penggunanaan dana penerusan hibah daerah.

1.3. Lingkup Kegiatan


Secara umum lingkup pekerjaan konsultan ialah menyelenggarakan
bantuan teknis dan pendampingan kepada BWS Kalimantan I mulai
dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi rehabilitasi,
pengelolaan jaringan irigasi, pemantauan, verifikasi dan pelaporan
serta pemantauan dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan oleh
provinsi dan kabupaten yang meliputi 27 Daerah Irigasi (DI) dan
Daerah Irigasi Rawa dengan luasan total sekitar 19.387 Ha.

Tugas-tugas utama Konsultan di antaranya adalah sebagai berikut:


Umum:
 Mendukung terwujudnya koordinasi yang efektif antar
penyelenggara program di tingkat daerah sehingga terjalinnya
kerjasama dan pertukaran informasi serta peningkatan kinerja
secara keseluruhan;

 Membantu penyiapan Rencana Kerja Tahunan (Annual Work


Plan/AWP) yang harus disiapkan pihak BWS Kalimantan I dan
Dinas PU/SDA;

Laporan Bulan April 2019 Halaman 6


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

 Membuat laporan berkala berupa Laporan Rencana Mutu


Kontrak, Pendahuluan, Laporan Bulanan, Laporan Triwulan,
Laporan Tahunan , Laporan Pencapaian DLI dan non DLI, dan
Laporan Akhir.

 Menyediakan fasilitas operasional kegiatan dalam melaksanakan


pendampingan, berupa kantor, kendaraan operasional, fasilitas
perkantoran, fasilitas kunjungan lapangan, dan lain-lain;

 Melaksanakan tugas-tugas yang ditetapkan dalam Kontrak


Konsultansi dan atau yang sewaktu-waktu diperintahkan secara
tertulis oleh PPK Perencanaan Umum dan Program Satker Balai
Wilayah Sungai Kalimantan I

 Menyiapkan bahan dan hadir pada rapat rutin monitoring dan


evaluasi pelaksanaan kegiatan IPDMIP dan rapat khusus (ad hoc)
pembahasan masalah terkait pelaksanaan program IPDMIP.

Bimbingan Teknis dan Pendampingan

 Membantu pelaksanaan pembentukan Pusat Pengelolaan


Pengetahuan Sumber Daya Air (P3SDA) di tingkat Balai Wilayah
Sungai Kalimantan I

 Membantu memberikan bimbingan teknis dan pendampingan


kegiatan IPDMIP di lingkungan BWS Kalimantan I dan Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat
dan Kabupaten terkait kegiatan penyusunan SID, Pelaksanaan
PSETK, Sosialisasi pembaharuan pedoman, kegiatan Rencana
Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I), P3A, PSETK, PAI,

Laporan Bulan April 2019 Halaman 7


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

KOMIR, alokasi air, pelaksanaan rehabilitasi dan/atau


modernisasi jaringan Irigasi serta pelaksanaan koordinasi antar
pemangku kepentingan program dengan tim pelaksana
subkomponen proyek,

Pemantauan, Evaluasi, Koordinasi dan Pelaporan:

 Membantu NPIU melaksanakan memantau dan melaporkan


pencapaian output/outcome dan pemenuhan terhadap
persyaratan beberapa target Disbursement Linked Indicator (DLI)
dan Non-DLI yang menjadi tanggungjawab Dit. Irwa dan Dit.Bina
O&P,

 Memantau dan melaporkan secara rutin kemajuan keuangan


secara keseluruhan kepada National Program Management Unit
(NPMU).

 Melakukan pemantauan dan verifikasi internal kegiatan terkait


DLI dan non-DLI di DI dan DIR kewenangan Pusat, Provinsi
maupun Kabupaten; Pemantauan pencapaian DLI kegiatan-
kegiatan di tingkat daerah akan dilakukan secara langsung
maupun melalui Provincial Program Implemention Unit (PPIU)
dan Kabupaten Program Implementation Unit (KPIU);

 Membantu NPIU Dit Irigasi dan Rawa serta Dit Bina O&P
memverifikasi tagihan dan dokumen pembayaran penggunaan
anggaran penerusan hibah daerah;

 Mengumpulkan data/dokumen terkait penyerapan dana dan


membantu menyiapkan kompilasi data-data tersebut untuk

Laporan Bulan April 2019 Halaman 8


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

dilaporkan kepada NPMU termasuk Dokumen tagihan dan


pembayaran;

 Pemantauan kemajuan kegiatan tersebut di atas juga akan


dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Informasi Program
Performance Monitoring System (SI-PPMS) berbasis Web-GIS
(ePPMS) yang telah dibentuk untuk pemantauan data secara on-
line, mengkonsolidasi, memasukkan validasi data dan evaluasi
kinerja program, dan mengidentifikasi permasalahan yang
mungkin timbul selama masa pelaksanaan;

 Dalam hal terjadi gangguan pada aplikasi SI-PPMS ini maka


perlu dilakukan koordinasi dengan PPIU dan KPIU. Demikian
pula apabila terjadi hambatan pelaporan DLI yang diperlukan
oleh Tim NPMU terkait dengan usulan pengisian dana, maka
Konsultan dapat melakukan pengumpulan dokumen-dokumen
yang diperlukan untuk verifikasi maupun Surat Perintah
Membayar dan Surat Perintah Pencairan Dana (SPM dan SP2D)
yang dikeluarkan oleh Satker, untuk diserahkan kepada Dit. Irwa
dan Dit. Bina O&P; Sistem ePPMS ini akan diintegrasikan dengan
Sistem eMonitoring (eMon) yang saat ini sudah diterapkan di
Kementerian PUPR;

Laporan Bulan April 2019 Halaman 9


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

Bagan Alir Data/Pelaporan

Laporan Bulan April 2019 Halaman 10


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

Gambar diatas menunjukkan Koordinasi Kegiatan dan Bagan Alir


Data/Pelaporan dari tingkat Balai ke tingkat Pusat;
Melakukan pemantauan seluruh kegiatan IPDMIP di lingkungan BWS
Kalimantan I dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Kalimantan Barat dan Kabupaten terkait kegiatan penyusunan SID,
Pelaksanaan PSETK, Sosialisasi pembaharuan pedoman, kegiatan
Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I), P3A, PSETK,
PAI, KOMIR, alokasi air, pelaksanaan rehabilitasi dan/atau
modernisasi jaringan Irigasi dan melakukan kajian potensi

Pemantauan Jaring Pengaman Lingkungan dan Sosial

 Melakukan pemantauan kegiatan Jaring Pengaman yang terkait


dengan kerangka kerja jaring pengaman (Safeguards) Sosial dan
Lingkungan, rencana Aksi Program Jaring Pengaman dan
pedoman yang disepakati di tingkat program;

 Membantu pemrakarsa kegiatan rehabilitasi irigasi menyusun


Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan Hidup (SPPL) sesuai dengan Permen Lingkungan
Hidup Nomor 13 tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan Hidup; dan

 Membantu pelaksanaan pelatihan pemantauan pelaksanaan


Rencana Aksi Program Jaring Pengaman kepada lembaga-
lembaga di tingkat daerah.l

Laporan Bulan April 2019 Halaman 11


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

Pemantauan Keterlibatan Perempuan

 Melakukan identifikasi isu-isu gender dalam keanggotaan P3A


dan melakukan intervensi mencakup audit Gender pada
pedoman-pedoman yang relevan, kerangka penilaian cepat dan
IAMP (Irrigated Agriculture Management Plan)/RP2I untuk
memastikan dimasukkannya kepentingan perempuan;

 Mendorong partisipasi-perempuan dalam pembangunan,


rehabilitasi, dan pengelolaan sistem irigasi;

 Mendorong agar perempuan ikut aktif dan vokal dalam kelompok


yang didominasi oleh laki - laki, seperti P3A;

 Memantau kegiatan program untuk mendukung kuota partisipasi


perempuan petani 15% di P3A dan 20% dalam konsultasi untuk
perencanaan dan desain infrastruktur irigasi.

1.4. TUGAS / TANGGUNG JAWAB TENAGA AHLI


 Ahli Irigasi dan Rawa
Tanggung jawab utama bagi Ahli Irigasi adalah membantu BWS
Kalimantan I secara teknis dalam pelaksanaan pengelolaan komponen
proyek yang menjadi tanggungjawab NPIU Direktorat Irigasi dan Rawa
terutama dalam melaksanakan sosialisasi, bimbingan perencanaan dan
desain, tatacara pengawasan/pelaksanaan pekerjaan baik kepada staf
Dinas maupun kepada P3A/GP3A/IP3A sesuai dengan tingkat
kepentingan.

Laporan Bulan April 2019 Halaman 12


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

Tugas dan tanggungjawab Ahli Irigasi antara lain termasuk:


i) Membantu Ketua Tim dalam melakukan hubungan/koordinasi
dengan seluruh penyelenggara kegiatan di Dinas SDA di tingkat
Provinsi maupun Kabupaten dan di BWS Kalimantan I;

ii) Membantu BWS/PPIU/KPIU untuk mempersiapkan maupun


menyusun Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kerja
Keseluruhan (Annual Work Plan/AWP dan Overall Work Program);

iii) Bersama dengan Asisten Administrasi Keuangan melakukan


verifikasi internal atas data-data dokumen tagihan dan
pembayaran yang dikumpulkan dari PPIU/KPIU untuk kemudian
dilaporkan kepada NPIU sebagai Laporan Penyerapan Dana dan
Pemenuhan Target DLI dan Non-DLI;

iv) Membantu memberikan bimbingan teknis dan pendampingan


kegiatan IPDMIP di lingkungan BWS Kalimantan I dan Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat
dan Kabupaten terkait kegiatan penyusunan SID, pelaksanaan
rehabilitasi dan/atau modernisasi jaringan Irigasi, pelaksanaan
supervisi dan perhitungan neraca air;

v) Memantau dan evaluasi alokasi APBD dan pelaksanaan


pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi daerah irigasi
kewenangan Provinsi dan Kabupaten;

vi) Mendukung BWS Kalimantan I dalam memverifikasi neraca air


menggunakan SI-WAMI;

vii) Melakukan kajian potensi pembangkit listrik tenaga mikro hidro


dan menindaklanjuti jika terdapat potensi dimaksud.

Laporan Bulan April 2019 Halaman 13


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

viii) Melakukan monitoring pencapaian output/outcome DLI dan Non-


DLI baik di daerah irigasi kewenangan Pusat yang kegiatannya
dilakukan oleh BWS Kalimantan I dan kewenangan Daerah yang
dilaksanakan oleh Dinas PU/SDA Provinsi Kalimantan Barat dan
Kabupaten, serta monitoring terhadap PAP yang menjadi
tanggungjawab Direktorat Irigasi dan Rawa maupun Direktorat
Bina O&P;

ix) Membantu Ketua Tim menyusun Laporan yang diperlukan


sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan.

1.5. Sasaran Pekerjaan


Sasaran yang hendak dicapai adalah :
1. Terlaksananya seluruh kegiatan bantuan teknis dan
pendampingan kegiatan rehabilitasi dan penyelenggaraan
pengelolaan jaringan irigasi di wilayah kerja BWS Kalimantan I;
2. Terverifikasinya dokumen pembayaran penggunanaan dana
penerusan hibah daerah;
3. Tersusunnya seluruh laporan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi
dan penyelenggaraan pengelolaan jaringan irigasi di wilayah kerja
BWS Kalimantan I

1.6. Waktu Penugasan


Jangka waktu pelaksanaan untuk TA Irigasi dan Rawa selama 28 bulan

1.7. Lokasi Pekerjaan


Lokasi pekerjaan terletak di wilayah BWS Kalimantan I yang meliputi
DI kewenangan pusat, DI Kewenangan Provinsi dan kabupaten, yang
dirinci sebagai berikut :

1. Kewenangan Pusat : DIR Selakau Komplek Kab. Sambas


2. Kewenangan Provinsi

Laporan Bulan April 2019 Halaman 14


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

a. DIR Suka Baru Kabupaten Ketapang


b. DIR Jawi-Kalimas-Betutu, Kabupaten Kubu Raya
c. DIR Malek Nibung, Kabupaten Sambas
d. DIR Mendawa Lida, Kabupaten Kayong Utara

3. Kewenangan Kabupaten
3.1. Kabupaten Kubu Raya :
a. DI Baharu Ambawang
b. DI Padu Empat
c. DIR Bemban
d. DIR Tanjung Saleh
e. DIR Kuala Mandor B
f. DIR Mengkalang

3.2. Kabupaten Sambas :


a. DIR Sekuduk
b. DIR Sentebang
c. DIR Sei Toman
d. DIR Bukit Segolar
e. DIR Jirak
f. DIR Sendoyan
3.3. Kabupaten Kayong Utara
a. DIR Alur Bandung
b. DIR Dusun Kecil
c. DIR Dusun Besar
d. DI Begasing
e. DI Munting
f. DI Sedahan

3.4. Kabupaten Ketapang :

Laporan Bulan April 2019 Halaman 15


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

a. DIR Tanjung Baik Budi


b. DI Bagan Kusik
c. DI Sejurai
d. DI Sumber Resmi

1.8. Sistematika Laporan


Secara umum Laporan Bulanan April 2019 ini menyajikan kemajuan
pelaksanaan pekerjaan :
1. Bab I Pendahuluan memaparkan latar belakang, maksud,
tujuan, lingkup kegiatan, Tugas dan Tanggung Jawab, Sasaran
Pekerjaan, Waktu Pelaksanaan, lokasi studi, dan Sistematika
Laporan Bulan Maret.
2. Bab II Kegiatan Bulan April dan realisasi terhapan
kegiatan, realisasi progress, dan produk pekerjaan, dan,
pertemuan dan kunjungan lapangan.
3. Bab III Rencana Kegiatan Bulan Selanjutnya, menguraikan
tahapan rencana kegiatan, rincian tahapan rencana kegiatan,
target progress, dan produk pekerjaan.
4. Bab IV Penutup kesimpulan dan saran didalam
pelaksanaan pekerjaan.

Laporan Bulan April 2019 Halaman 16


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

Peta Lokasi Kegiatan

Laporan Bulan April 2019 Halaman 17


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

2.1. KEGIATAN BULAN INI

2.1.1 Ahli Irigasi dan Rawa (Ir.Abrari)


Kegiatan yang dilakukan oleh Tenaga Ahli Irigasi dan Rawa Pada Bulan April
tahun 2019 adalah sebagai berikut :
a. Mengikuti rapat koordinasi bersama tim ISAI dengan sekda Provinsi
membahas tindak lanjut SK KOMIR dan perekrutan Tenaga
Pendamping Masyarakat (TPM).
b. Mengikuti rapat koordinasi bersama tim ISAI dengan BAPPEDA
Provinsi membahas tindak lanjut SK KOMIR dan perekrutan Tenaga
Pendamping Masyarakat (TPM).
c. Rapat internal bersama tim manajemen PT. INAKKO Internasional
Konsulindo membahas tentang strategi atau langkah-langakah
percepatan kegiatan IPDMIP di BWSK1.
d. Mengikuti rapat tentang Konsep Laporan Antara Kabupaten
Ketapang, Pekerjaan SID Rehabilitasi DIR Kewenangan Propinsi dan
Kabupaten.
e. Mengikuti rapat tentang Konsep Laporan Antara Kabupaten Kayong
Utara, Pekerjaan SID Rehabilitasi DIR Kewenangan Propinsi dan
Kabupaten.
f. Mengikuti rapat tentang Konsep Laporan Antara Kabupaten Kubu
Raya, Pekerjaan SID Rehabilitasi DIR Kewenangan Propinsi dan
Kabupaten.
g. Mengikuti rapat tentang Konsep Laporan Antara Kabupaten Sambas,
Pekerjaan SID Rehabilitasi DIR Kewenangan Propinsi dan
Kabupaten.
h. Mengikuti rapat tentang Konsep Laporan Antara Kewenagan Pusat
yang terletak di Kabupaten Sambas yaitu DIR Selakau Komplek

Laporan Bulan April 2019 Halaman 18


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

i. Mengikuti rapat tentang Konsep Laporan Pendahuluan Konsultan


Pendamping BWSK1
j. Mengumpulkan pedoman dan peraturan berkaitan dengan
perencanaan irigasi
k. Mengikuti kegiatan monitoring di kabupaten Kubu Raya dan
Kabupaten Sambas
l. Menyusun laporan bulanan April 2019
m. Membantu Ketua Tim dalam penyusunan laporan bulanan dan
Action Work Plan

2.2. HASIL PENCAPAIAN DLI

2.2.1. DLI 3 KOMIR (Komisi Irigasi)


 Kewenangan Provinsi Kalimantan Barat
 Untuk KOMIR di kewenangan Provinsi berada di Provinsi. Saat
ini Draft SK KOMIR sudah ada, namun sedang dalam tahap
tanda tangan SK dari Gubernur.
 Kewenangan Kabupaten Kubu Raya
 Untuk KOMIR sudah terbentuk dan sudah ada SK nya. Utk
KOMIR juga sudah melaksanakan rapat dan memberikan
beberapa rekomendasi. Dan KOMIR juga sudah ada rencana 5
tahun ke depan.
 Sekretariatan Komir Sudah ada Di PU SDA
 Kewenangan Kabupaten Sambas
 Untuk KOMIR sudah terbentuk dan sudah ada SK nya. Namun
KOMIR belum melaksanakan rapat dan belum ada
rekomendasi. Dan KOMIR juga belum membuat rencana 5
tahun ke depan.
 Sekretariatan Komir Sudah ada Di PU SDA
 Kewenangan Kabupaten Kayong Utara
 Untuk KOMIR sudah terbentuk dan sudah ada SK nya. KOMIR
belum melaksanakan rapat dan belum ada rekomendasi. Dan
KOMIR juga belum membuat rencana 5 tahun ke depan.

Laporan Bulan April 2019 Halaman 19


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

 Sekretariatan Komir Sudah ada Di PU SDA


 Kewenangan Kabupaten Ketapang
 Untuk KOMIR sudah terbentuk dan sudah ada SK nya. KOMIR
belum melaksanakan rapat dan belum ada rekomendasi. Dan
KOMIR juga belum membuat rencana 5 tahun ke depan.
 Sekretariatan Komir Sudah ada Di PU SDA

2.2.2. DLI 5 P3A


 Kewenangan Provinsi Kalimantan Barat dan BWS Kalimantan 1
 Belum ada
 Kewenangan Kabupaten Kubu Raya
 Sudah ada 6 P3A namun belum berbadan hukum
 Kewenangan Kabupaten Sambas
 Sudah ada 6 P3A namun belum berbadan hukum
 Kewenangan Kabupaten Kayong Utara
 Belum ada, akan dilaksanakan pada tahun 2019 ini
 Terkendala di biaya biaya legalitas badan hukumnya
 Kewenangan Kabupaten Ketapang
 Belum ada, akan dilaksanakan pada tahun 2019 ini
 Terkendala di biaya biaya legalitas badan hukumnya

2.2.3. DLI 7 PSETK


 Kewenangan Kabupaten Kubu Raya
 Untuk PSETK sudah selesai sebanyak 6 buah dokumen PSETK
(Sesuai dengan DIR kesepakatan). Untuk tahun 2019 ini
direncanakan untuk membuat 14 buah dokumen PSETK lagi.
 Untuk AWP 2019 sudah masuk kegiatan PSETK
 Kewenangan Kabupaten Sambas
 Untuk PSETK sudah selesai sebanyak 6 buah dokumen PSETK
(Sesuai dengan DIR kesepakatan). Untuk tahun 2019 ini
direncanakan untuk membuat 24 buah dokumen PSETK lagi.
 Untuk AWP 2019 sudah masuk kegiatan PSETK di 24 DI/DIR
 Kewenangan Kabupaten Kayong Utara
 PSETK belum ada yang selesai. Namun di tahun ini akan di
buat 34 buah dokumen PSETK

Laporan Bulan April 2019 Halaman 20


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

 Untuk Dokumen PSETK kendalanya karena data- data belum


lengkap termasuk data peta jaringan irigasi nya
 Untuk AWP 2019 sudah ada untuk kegiatan PSETK di 34
DI/DIR
 Kewenangan Kabupaten Ketapang
 PSETK belum ada yang selesai. Namun di tahun ini akan di
buat 4 buah dokumen PSETK ( Sesuai DIR kesepakatan )
 Untuk AWP 2019 sudah ada untuk kegiatan PSETK, di 4
DI/DIR

2.2.4. DLI 8 REHABILITASI PUSAT


 Dalam Kewenangan (BWS Kalimantan 1)
 Saat ini sedang dalam tahap perencanaan yang di buat oleh
Tim Konsultan SID.
 Dalam Kewenangan Provinsi
 Saat ini sedang dalam tahap perencanaan yang di buat oleh
Tim Konsultan SID.
 Dalam Kewenangan Kabupaten Kubu Raya
 Saat ini sedang dalam tahap perencanaan yang di buat oleh
Tim Konsultan SID.
 Dalam Kewenangan Kabupaten Sambas
 Saat ini sedang dalam tahap perencanaan yang di buat oleh
Tim Konsultan SID.
 Dalam Kewenangan Kabupaten Kayong Utara
 Saat ini sedang dalam tahap perencanaan yang di buat oleh
Tim Konsultan SID.
 Dalam Kewenangan Kabupaten Ketapang
 Saat ini sedang dalam tahap perencanaan yang di buat
oleh Tim Konsultan SID.

Laporan Bulan April 2019 Halaman 21


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

Tabel Progres Pencapaian DLI Sampai Dengan Bulan Ini

Laporan Bulan April 2019 Halaman 22


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

3.1 KEGIATAN MONEV BIDANG IRIGASI DENGAN INSTANSI


TERKAIT
Monev ditingkat Provinsi :
1. Koordinasi dengan Bappeda Provinsi
2. Koordinasi dengan dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air Provinsi
3. Koordinasi dengan dinas Pertanian Provinsi

Monev ditingkat Kabupaten


1.Monev dengan Bappeda (Kabupaten Kubu Raya, Sambas,
Ketapang, dan Kayong Utara)
2. Monev dengan dinas PUPR Bidang Sumber Daya Air (Kabupaten
Kubu Raya, Sambas, Ketapang, dan Kayong Utara
3. Monev dengan dinas Pertanian Provinsi (Kabupaten Kubu Raya,
Sambas, Ketapang, dan Kayong Utara

3.2 PENYUSUNAN LAPORAN


Adapun laporan yang disusun pada periode ini adalah Penyusunan
Laporan Bulanan April 2019

Laporan Bulan April 2019 Halaman 23


INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENTAND MANAGEMANT OF IRRIGATION PROGRAM
( IPDMIP ) TA.2019 TA. IRIGASI DAN RAWA

4.1. Kesimpulan
Dari hasil uraian bab-bab diatas maka dapat disimpulkan
bahwa harus dilakukan pendampingan secara intensif disetiap
instansi dari tingkat Provinsin sampai dengan tingkat Kabupaten.

4.2. Saran
Dari hasil kegiatan selama Bulan April 2019, pelaksanaannya
belum optimal, sehingga diperlukan konsolidasi tim dan koordinasi
dengan para pemangku kepentingan.

Laporan Bulan April 2019 Halaman 24