Anda di halaman 1dari 12

STUDI KELAYAKAN KAPAL SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI LAUT

PENGANGKUT BERAS DAN SEMEN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN ANTAR


MERAUKE-KUPANG

Disusun Oleh
Elfrinsen Gustaf Adwinda
(4215100016)

Dosen

I Made Ariana, ST., MT., Dr.MarSc

Jurusan Teknik Sistem Perkapalan


Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
2015/2016
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis untuk dapat menyelesaikan tugas
makalah yang berjudul “Konstruksi Kapal sebagai Sarana Transportasi Laut Pengangkut Beras
dari Merauke untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan saat Musim Kemarau di Provinsi Nusa
Tenggara Timur”,sebagai salah satu tugas pada mata kuliah TBKK I.

Dalam makalah ini penulis membahas tentang konstruksi ukuran kapal dilihat dari segi
kegunaan kapal dan medan yang di lewati kapal. Pembahasan tersebut mengenai informasi-
informasi yang diperlukan sebelum perencangan, jenis kapal sesuai dengan muatan,medan yang
dilewati kapal serta menghitung waktu tempuh kapal dalam perjalanan.

Dalam penyusunan makalah ini penulis tentu mendapat banyak kesulitan namun dengan
bantuan dari berbagai pihak kesulitan-kesulitan tersebut dapat teratasi dengan baik. Dengan
ketulusan hati penulis, penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan ,dengan demikian penulis berharap kritik dan saran dari pembaca demi
penyusunan yang lebih baik lagi kedepannya. Semoga makalah ini dapat bermafaat bagi kita
semua sebagai informasi dan bahan pembelajaran.

Surabaya, 24 Oktober 2015

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Nusa Tenggara Timur adalah salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki iklim tropis atau
kering yang cukup ekstrim dengan rata-rata curah hujan 1000-1300mm/tahun, hanya sekitar
empat bulan rata-rata iklim basah di wilayah tersebut. Oleh karena itu seringkali Nusa Tenggara
Timur mengalami kekeringan karena kurang nya pasokan air bersih di wilayah itu.

Kebutuhan pangan masyarakat Nusa Tenggara Timur saat ini adalah 605 ribu ton beras
mengingat jumlah penduduk di wilayah tersebut sebesar 5,3 juta penduduk berdasarkan data dari
KPU tahun 2014. Kebutuhan pangan ini sudah dicukupi oleh sektor pertanian sendiri namun
panas nya iklim di Nusa Tenggara Barat dapat menyebabkan lahan pertanian menjadi kering dan
kegagalan panen. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan, untuk
periode dari Oktober 2014 hingga Juli 2015 luas tanaman padi yang mengalami puso mencapai
3000 ha. Hal ini menyebabkan akan berkurangnya produksi padi di Nusa Tenggara Timur
sebesar 24000 ton beras. Akan teapi, El Nino yang menjadi penyebab kekeringan masih akan
berlanjut bahkan diperkirakan akan menguat dari bulan Oktober hingga November 2015 yang
akan menyebabkan lahan padi mengalami puso bertambah 3%.

Hal ini sangat berbeda dengan lahan pertanian padi di Merauke, Papua yang telah
dicanangkan Presiden Joko Widodo menjadi lumbung padi Indonesia dikarenakan luas nya
mencangkup 4,6 juta ha yang pada saat ini 1,2 juta ha telah dikelola yang nantinya mampu
menghasilkan 28,8 juta ton beras pertahun bagi masyarakat di Papua.

Oleh sebab itu produksi padi dari Merauke harus mampu disalurkan ke Nusa Tenggara Timur
agar kekurangan akan pangan tersebut tidak hanya terpenuhi melainkan mampu menjadi
cadangan pangan bagi masyarakat. Diharapkan juga produksi padi dari Merauke dapat disalurkan
ke daerah-daerah Indonesia bagian Timur yang masih kekurangan pangan.

Dilain topik, Papua masih merupakan salah satu daerah yang masih membutuhkan
pembangunan infrastruktur lebih lanjut. Oleh sebab itu dibutuhkan bahan-bahan bangunan untuk
dapat melakukan pembangunan infrastruktur di Papua. Salah satu nya adalah semen, karena
sampai saat ini belum terealisasikannya pabrik semen berskala besar untuk menunjang
kebutuhan akan semen di provinsi sebesar 800 ribu ton.

Berbeda halnya dengan Nusa Tenggara Timur yang telah memiliki pabrik semen berskala
cukup besar yakni PT Semen Kupang yang bersinergi dengan PT Sarana Agra Gemilang yang
telah mampu menghasilkan 400 ribu ton semen pertahun. Oleh sebab itu semen kupang harus
mampu didistribusikan ke wilayah Papua.

Dengan kondisi inilah sarana transportasi pengangkut yang sangat memadai adalah kapal.
Namun kapal yang digunakan untuk mengangkut bukanlah kapal sembarangan melainkan kapal
yang memiliki desain khusus yakni general kargo.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah-masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah

1. Jenis muatan seperti apakah yang akan diangkut menggunakan kapal?


2. Bagaimana informasi mengenai pelabuhan asal dan pelabuhan yang dituju?
3. Jenis kapal apakah yang akan digunakan untuk mengangkut muatan?
4. Bagaimana perancangan kapal yang sesuai dengan kebutuhan muatan?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan yang dibahas dalam makalah ini adalah

1. Mengetahui jenis muatan yang akan diangkut menggunakan kapal


2. Mengetahui informasi mengenai pelabuhan asal dan pelabuhan yang dituju
3. Mengetahui jenis kapal yang akan digunakan untuk mengangkut muatan
4. Memahami perancangan kapal yang sesuai dengan kebutuhan muatan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Muatan

Pada permasalah kali ini muatan berupa bulir padi dan semen. Bulir padi yang telah melalui
proses produksi menjadi beras. Bulir padi akan diproses melalui beberapa tahapan sebelum
menjadi beras. Tahap pertama adalah tahap perontokan dan pengeringan yakni memisahkan
gabah dari merang yang kemudian dikeringkan agar dapat digiling. Setelah dirontokkan, bulir
padi akan melalui proses pecah kulit. Proses ini melepas sekam dari gabah yang nanti nya akan
menghasilkan brown rice. Tahap terakhir adalah penggilingan yakni proses pengelupasan lapisan
kulit ari sehingga didapatkan biji beras putih dan bersih. Biji beras putih ini sebagian terdiri dari
pati.

Setelah menjadi beras putih, maka beras akan dikemas kedalam bag. Beras yang telah
dikemas termasuk dalam muatan unitized yaitu muatan dalam unit-unit dan nanti nya akan
dibawa menuju Pelabuhan Merauke. Dan disinilah muatan itu akan diangkut dengan kapal yang
sesuai untuk dikirimkan ke Pelabuhan Tenau Kupang.

Semen juga memerlukan tahapan produksi agar terciptanya produk semen yang siap pakai.
Pada mulanya melalui tahap penambangan bahan mentah (quarry) yang kemudian dibawa ke
laboratorium untuk diteliti dan kemudian digiling. Bahan kemudian dipanaskan dalam tahap
preheater. Pemanasan berlanjut dalam klin dan akan membentuk kristal klinker. Klinker
kemudian didinginkan dan digiling hingga halus. Klinker yang telah halus akan dimasukkan ke
dalam silo dan akan melalui proses pengemasan dalam bag.

Semen yang telah dikemas termasuk dalam kategori muatan unitized dalam unit-unit yang
nantinya akan dibawa menuju Pelabuhan Tenau Kupang dan diangkut oleh kapal yang sesuai
untuk dikirimkan ke Pelabuhan Merauke.

2.2 Pelabuhan

Berdasarkan UU 17 Tahun 2008 pengertian pelabuhan adalah Pelabuhan adalah tempat yang
terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan
pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar,
naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh
kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan
penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda transportasi.

Berdasarkan fungsi pokoknya pelabuhan dibagi menjadi tiga diantaranya:

1. Pelabuhan Utama adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan
laut dalam negeri dan internasional, alih muat angkutan laut dalam negeri dan
internasional dalam jumlah besar, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau
barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi
2. Pelabuhan Pengumpul adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan
angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah
menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan
penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.
3. Pelabuhan Pengumpan adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan
angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas,
merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul, dan sebagai
tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan
jangkauan pelayanan dalam provinsi.

2.2.1 Pelabuhan Asal

Berdasarkan permasalahan yang sebelumnya terkait dengan muatan, pelabuhan asal


berkaitan dengan daerah asal muatan tersebut. Muatan tersebut tepat berada di daerah
Merauke, Papua Barat. Pelabuhan asal untuk pengiriman muatan beras yang telah dikemas
adalah Pelabuhan Merauke. Berikut beberapa informasi tentang Pelabuhan Merauke, antara
lain :
 Pemilik : PT. Pelabuhan Indonesia IV
 Pengelola : PT. Pelabuhan Indonesia IV
 Jenis Pelabuhan : Pelabuhan Pengumpul
 Alamat : Jl. Yos Sudarso No. 9 Merauke, Irian Jaya,Papua
 Panjang : 158 m
 Kapasitas : 5000 DWT
 Draft :6m
 Deskripsi Fasilitas : - Berth
- Pilotage
- Handling Equipment 7 ton
- Fresh Water kapasitas 300 ton dengan pompa 25
ton/jam

2.2.2 Pelabuhan Tujuan

Kupang merupakan daerah yang cukup strategis dalam wilayah Nusa Tenggara Timur dan
untuk muatan kedua yaitu semen telah diproduksi dari daerah tersebut. Oleh sebab itu Pelabuhan
Tenau Kupang merupakan pelabuhan strategis untuk penerimaan dan pengantaran barang.
Berikut beberapa informasi mengenai Pelabuhan Tenau Kupang antara lain:

 Pemilik : PT Pelabuhan Indonesia III

 Pengelola : PT Pelabuhan Indonesia III

 Alamat : Jl. Yos Sudarso No. 23 Tenau, Kupang

 Jenis Pelabuhan : Pelabuhan Utama

 Panjang : 13 mil

 Lebar : 1000 m

 Draft : 7m

 Kapasitas :- Depan Dermaga 30000 DWT

- Belakang Dermaga 20000 DWT

- Kiri Dermaga 5000 DWT

 Deskripsi Fasilitas :- Kapal Pandu : 1 unit 2x155PK

- Crane Darat : 1 unit 25 ton

- Mobil Pemadam Kebakaran : 1 unit 5 ton

2.3 Jenis-Jenis Kapal dan Karakteristiknya


Setiap jenis kapal memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dari karakteristik tersebut
dapat ditentukan jenis kapal apa yang sesuai dengan jenis barang yang akan diangkut. Jenis-jenis
kapal berdasarkan fungsi angkutan dibagi atas transport marine vehicles dan non transport
marine vehicles.
1.Transport marine vehicles
 Kapal kargo/muatan barang dibagi menjadi 2 yaitu
a) General cargo ship

Muatan diklasifikasikan dalam dua jenis; break bulk cargo dan bulk
cargo.Memiliki desain yang fleksibel yang memungkinkan kapal untuk memilih
rute dan mengangkut berbagai macam muatan.Cranes dan derricks dilengkapi
untuk keperluan proses bongkar muat. Pada umumnya general cargo dapat
membawa penumpang sampai dengan 12 penumpang dan tetap dinamakan kapal
kargo.

b) Refrigated cargo ship

Sistem pendinginan/pembekuan disediakan untuk kapal jenis ini untuk


mengangkut muatan yang memerlukan temperatur yang rendah.Temperatur dapat
di-kontrol berdasarkan muatan yang diangkut . Pada ruangan yang terpisah
dibutuhkan insulasi untuk menghindari kerusakan struktur kapal akibat adanya
perbedaan temperatur.

 Kapal Kontainer
Merupakan kapal yang digunakan untuk mengangkut peti kemas.Kapal ini
berfungsi untuk mengangkut barang-barang yang di masukkan didalam sebuah
peti kemas.Peti kemas tersebut di tata rapi di atas kapal.
 Kapal Penagangkut Muatan Curah(bulk carries)
Kapal ini merupakan kapal yang mengangkut hasil tambang/curah kapal ini
tidak memerlukan packaging
Bulk carriers dikategorikan kedalam:
- Panamax (sarat tidak lebih dari 32.25 m)
- Suezmax (sarat tidak lebih dari 19 m)
- Capesize
- Handymax (biasanya memiliki ukuran 50.000 ton)
- Aframax (80.000-120.000 dwt)
Bulk carriers dibagi lagi atas:
a) Dry bulk carries
Digunakan untuk mengangkut muatan curah:Biji-bijian (grain),Semen curah
(cement),Batubara (coal),Bijih besi (iron ore),Bijih aluminium
(bauxite),Fosfat (phosphate),Nitrat (nitrate).
b) Liquid bulk carries
Digunakan untuk mengangkut muatan cair:
a. Tanker minyak mentah (crude oil tankers)
b. Tanker minyak hasil sulingan (product tankers)
c. Tanker gas (Gas tankers)
d. Tanker bahan kimia (chemical carriers)

 Kapal Penumpang(passenger ships)


Kapal penumpang dikategorikan kedalam:
- Cruise ships
- Ferry
Ferry biasanya dioperasikan sebagai bagian dari multi-moda transport yang
memiliki link dengan moda transport lainnya.
Umumnya fasilitas Ro-Ro dapat dijumpai pada kapal ferry.
 Roll-on roll off ships (Ro-Ro ships)
Digunakan untuk mengangkut wheeled cargo. Muatan diangkut melalui pintu
(ramp doors) yang terletak di depan maupun belakang kapal. Ferry merupakan
salah satu tipe kapal Ro-Ro
 Kapal Pengangkut Ternak memiliki fasilitas yang diperlukan ternak seperti tempat
makan dan tempat kotoran yang mudah dapat dibersihkan serta di desain untuk
membuat hewan di dalamnya menjadi tidak strees.

2.Non Transfort Marine Vehicles

 Kapal penangkap ikan (Vessel fishing)


Merupakan kapal yang digunakan untuk menangkap ikan oleh para nelayan laut
 Service craft
- Kapal tunda (tug boats)
Merupakan kapal yang digunakan untuk menarik atau mendorong
bulk carrier
- Supply vessels
 Kapal perang (warships)
Merupakan kapal yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban laut di
suatu Negara tersebut.

2.4 Perancangan Kapal

1. Menetukan Jenis Kapal


Berdasarkan uraian informasi-informasi yang di perlukan dalam perancangan
kapal dengan karakteristik jenis-jenis kapal dapat ditentukan bahwa kapal yang sesuai
adalah kapal jenis general kargo.

2. Menentukan Fungsi Kapal


Berdasarkan uraian informasi-informasi yang di perlukan dalam perancangan
kapal dengan karakteristik jenis kapal general kargo dapat ditentukan bahwa kapal
diperuntukkan mengangkut muatan beras dari Pelabuhan Merauke ke Pelabuhan Tenau
Kupang dan diperuntukkan mengangkut muatan semen dari Pelabuhan Tenau Kupang ke
Pelabuhan Merauke.

3. Menentukan Ukuran Kapal

Berdasarkan kapasitas pelabuhan yang ada maka ukuran kapal yang sesuai
digunakan adalah kapal general kargo dengan kapasitas sebesar 5000 DWT yakni sebagai
pembanding digunakan kapal pembanding dari klas DNV GL (IACS) dengan ID 0287
dan didapatkan ukuran kapal sebagai berikut:
- Loa : 90 m
- Beam : 15.3 m
- Length : 85 m
- Depth :7m
- Draught : 5.7 m
- GT : 3040 ton
- DWT : 4300 ton
- LWT : 1500 ton

4. Menentukan Kecepatan Kapal

Berdasarkan data dari kapal pembanding kecepatan kapal yang digunakan adalah
11.00 knots dan jarak antar dua buah pelabuhan adalah 1542 NM. Diperkirakan kapal
akan tiba dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan dalam waktu 5,8 hari.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.gasolorganik.com/berita/1008-proses-pengolahan-gabah-jadi-beras

http://inaport4.co.id/

http://www.maritimeworld.web.id/2011/04/pengertian-muatan.html

http://www.semenpadang.co.id/
Jurnal Konstruksia Volume 3 No.2 April 2012 ISSN 2086-7352

P.A, Bujana,2014, “Studi Penentuan Draft dan Lebar Ideal Kapal Terhadap Alur Pelayaran”

D,Chrismianto,2013, “Perancangan Kapal General Kargo 1500 DWT Rute Pelayaran Jakarta-Surabaya”

Hermawati,2012, “Analisis Kelayakan Kebutuhan Pelabuhan dan Keselamatan Pelayaran Pelabuhan Bian
Kabupaten Merauke”, Jurnal Konstruksia Volume 3 No.2 April 2012

Undang-Undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran

http://www.marinetraffic.com/

http://www.maritime-connector.com /