Anda di halaman 1dari 19

KERANGKA ACUAN KLINIK SANITASI

I. PENDAHULUAN

Klinik sanitasi merupakan suatu wahana bagi masyarakat melalui perbaikan kondisi
kesehatan lingkungan untuk mencegah berbagai penyakit menular dengan bimbingan,
penyuluhan dan bantuan teknis dari petugas puskesmas.

II. LATAR BELAKANG

Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan terbesar


masyarakat Indonesia. Tingginya kejadian penyakit berbasis lingkungan disebabkan oleh
masih buruknya kondisi sanitasi dasar terutama air bersih dan jamban, meningkatnya
pencemaran, kurang higienisnya cara pengolahan makanan, rendahnya perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS).

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan klinik sanitasi di Puskesmas.
b. Tujuan Khusus
- Petugas klinik sanitasi tahu dan mampu melaksanakan kegiatan klinik sanitasi.
- Petugas klinik sanitasi mampu menggali dan menemukan masalah lingkungan dan
perilaku yang berkaitan dengan penyakit berbasis lingkungan.
- Petugas klinik sanitasi mampu memberikan saran tindak lanjut perbaikan lingkungan
dan perilaku yang tepat sesuai dengan masalah.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan klinik sanitasi dilaksankan di dalam gedung puskesmas. Semua pasien yang
datang berkunjung ke puskesmas mendaftar ke bagian pendaftaran, sedangkan untuk klien
yang akan berkonsultasi dapat secara langsung mendatangi petugas klinik sanitasi atau
mendaftar dahulu ke pendaftaran.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a) Menerima kartu rujukan status dari petugas poliklinik.
b) Mempelajari kartu status
c) Menyalin dan mencatat nama pasien ke dalam buku register
d) Melakukan wawancara atau konseling tentang kejadian penyakit, lingkungan, dan
perilaku.
e) Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan atau perilaku yang berkaitan
dengan kejadian penyakit
f) Memberikan saran tindak lanjut sesuai permasalahan
g) Bila diperlukan, membuat kesepakatan jadwal kunjungan

VI. SASARAN

Pasien menderita penyakit yang diduga kuat berkaitan dengan factor lingkungan.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Klinik sanitasi dilaksanakan setiap hari selasa jam kerja di dalam gedung puskesmas.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Seluruh kegiatan klinik sanitasi dan hasilnya dilaporkan secara berkala kepada
Dinas kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi
puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku register harian dan bulanan dilaporkan ke dinas


kesehatan setiap sebulan sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

Mengetahui, Rancabali,
Petugas Sanitarian
Kepala Puskesmas Rancabali

H.Herman Setiawan,SKM Riska Kulsum Mawardi, A.Md.KL


NIP.19670803 199103 1 006
KERANGKA ACUAN KUNJUNGAN PASIEN BERBASIS LINGKUNGAN (PBL)

I. PENDAHULUAN

Kunjungan lapangan/ rumah pasien barbasis lingkungan sebagai tindak lanjut dari
pasien yang di rujuk ke klinik sanitasi. Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara
pasien atau keluarganya dengan petugas sanitasi

II. LATAR BELAKANG

Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan terbesar masyarakat


Indonesia. Tingginya kejadian penyakit berbasis lingkungan disebabkan oleh masih
buruknya kondisi sanitasi dasar terutama air bersih dan jamban, meningkatnya
pencemaran, kurang higienisnya cara pengilahan makanan, rendahnya perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS).

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a. Tujuan Umum

Meningkatkan mutu pelayanan kunjungan lapangan.

b. Tujuan Khusus

Memperbaiki lingkungan dan perilaku sesuai dengan penyakit/ masalah yang ada.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan kunjungan PBL dilaksankan di luar gedung puskesmas. Pasien PBL yang
berkunjung ke klinik sanitasimembuat kesepakatan dengan petugas sanitasi untuk jadwal
kunjungan. Petugas melakukan pengamatan/ pemeriksaan lingkungan dan prilaku setelah
itu menyimpulkan masalah dan petugas memberikan saran tindak lanjut kepada pasien/
keluarga.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a) Mempelajari hasil wawancara di klinik sanitasi
b) Menyiapkan formulir kunjungan , media penyuluhan, dan alat sesuai dengan jenis
penyakitnya
c) Menginformasikan kedatangan kepada kelurahan, RW/RT, bidan desa, kader
kesehatan
d) Melakukan pemeriksaan dan pengamatan lingkungan dan perilaku sesuai dengan
penyakit/ masalah yang ada
e) Membantu menyimpulkan hasil kunjungan lapangan dengan kejadian penyakit
f) Memberikan saran tindak lanjut sesuai permasalahan kepada sasaran/ pasien
VI. SASARAN

Pasien menderita penyakit yang diduga kuat berkaitan dengan factor lingkungan.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Kunjungan pasien dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dsepakati.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Seluruh kegiatan knjungan PBL dan hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Dinas
kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku register harian dan bulanan dilaporkan ke dinas kesehatan
setiap sebulan sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
KERANGKA ACUAN INSPEKSI SANITASI SARANA TEMPAT-TEMPAT UMUM
(TTU)

I. PENDAHULUAN

Sanitasi tempat-tempat umum merupakan suatu usaha untuk mengawasi dan


mencegah kerugian akibat dari tempat-tempat umum terutama yang erat hubungannya
dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit. Untuk mencegah akibat yang timbul
dari tempat-tempat umum.

II. LATAR BELAKANG

Adanya penyakit menular dan pencemaran lingkungan yang bersal dari sarana
tempat-tempat umum.

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a) Tujuan Umum

Usaha meningkatkan kondisi fisik maupun lingkungan TTU yang memenuhi syrat
kesehatan.

b) Tujuan Khusus

- Mencegah penyakit menular.


- Mencegah kecelakaan.
- Mencegah timbulnya bau tidak sedap.
- Menghindari pencemaran.
- Mengurangi jumlah (presentase sakit).
- Lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan inspeksi sanitasi TTU dilakukan di luar gedung puskesmas, sarana TTU
yang di periksa adalah yang berada diwilayah binaan Puskesmas, dilakukan sendiri oleh
petugas sanitasi puskesmas sesuai dengan lembar cecklis TTU.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a) Petugas datang ke TTU
b) Petugas melakukan penilaian dengan menggunakan checklist
c) Berdasarkan hasil penilaian kemudian diberikan umpan balik dan penyuluhan kepada
penanggung jawab/pengelola sesuai persyaratan yang berlaku.
VI. SASARAN

Sarana TTU yang berada di wilayah binaan Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Inspeksi sanitasi TTU dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat pada jam kerja
yang dilakukan diluar gedung puskesmas.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Kegiatan Inspeksi sanitasi TTU hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Dinas
kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku kegiatan dan dilaporkan ke dinas kesehatan setiap


sebulan sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

Kepala Puskesmas Soreang

dr. Misyrofah
Nip. 19791231 201411 2 001
KERANGKA ACUAN INSPEKSI SANITASI TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN
(TPM)

I. PENDAHULUAN

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang disediakan di luar


rumah, maka produk-produk makanan yang disediakan oleh perusahaan atau perorangan
yang bergerak dalam usaha penyediaan makanan untuk kepentingan umum, haruslah
terjamin kesehatan dan keselamatannya.

II. LATAR BELAKANG

Adanya kasus keracunan makanan yang berasal dari TPM karena keadaan hygiene dan
sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang kurang baik.

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a) Tujuan Umum

Usaha meningkatkan kondisi hygiene dan sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan


(TPM) yang memenuhi syarat kesehatan.

b) Tujuan Khusus

- Mencegah kasus keracunan makanan.


- Mencegah kerusakan makanan.
- Mencegah timbulnya penyakit akibat kurang diperhatikannya kebersihan
pengolahan makanan.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan inspeksi sanitasi TPM dilakukan di luar gedung puskesmas, sarana TPM yang
di periksa adalah yang berada di wilayah binaan Puskesmas, dilakukan sendiri oleh
petugas sanitasi puskesmas sesuai dengan lembar cecklis TPM.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

a) Petugas datang ke TPM


b) Petugas melakukan penilaian dengan menggunakan checklist
c) Berdasarkan hasil penilaian kemudian diberikan umpan balik dan penyuluhan kepada
penanggung jawab/pengelola/penjamah sesuai persyaratan yang berlaku

VI. SASARAN
Sarana TPM yang berada di wilayah binaan Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Inspeksi sanitasi TPM dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat pada jam kerja
yang dilakukan diluar gedung puskesmas.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Kegiatan Inspeksi sanitasi TPM hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Dinas
kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku kegiatan dan dilaporkan ke dinas kesehatan setiap sebulan
sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
KERANGKA ACUAN INSPEKSI SANITASI RUMAH SEHAT

I. PENDAHULUAN

Rumah sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang
optimum. Untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh tersedianya sarana
sanitasi perumahan. Sanitasi rumah adalah usaha kesehatan masyarakat yang
menitikberatkan pada pengawasan terhadap struktur fisik dimana orang
menggunakannya untuk tempat tinggal berlindung yang mempengaruhi derajat
kesehatan manusia. Rumah juga merupakan salah satu bangunan tempat tinggal yang harus
memenuhi kriteria kenyamanan, keamanan dan kesehatan guna mendukung penghuninya
agar dapat bekerja dengan produktif.

II. LATAR BELAKANG


Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan terkait erat dengan penyakit
berbasis lingkungan, dimana kecenderungannya semakin meningkat akhir-akhir ini Dari
sisi epidemiologis, telah terjadi pula transisi yang cukup cepat terhadap beberapa penyakit
menular.

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a) Tujuan Umum

Usaha meningkatkan kondisi fisik rumah yang memenuhi syarat kesehatan.

b) Tujuan Khusus
- Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang
sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah, adanya ruangan khusus untuk
istirahat (ruang tidur), bagi masing-maing penghuni;
- Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan
penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor
penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari
pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping
pencahayaan dan penghawaan yang cukup;
- Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena
pengaruh luar dan dalam rumah, antara lain persyaratan garis sempadan jalan,
konstruksi bangunan rumah, bahaya kebakaran dan kecelakaan di dalam.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan inspeksi sanitasi rumah sehat dilakukan di luar gedung puskesmas, sarana
rumah sehat yang di periksa adalah yang berada di wilayah binaan Puskesmas, dilakukan
sendiri oleh petugas sanitasi puskesmas sesuai dengan lembar cecklis rumah sehat.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

a) Petugas datang ke rumah sasaran yang sudah ditentukan


b) Petugas melakukan penilaian dengan menggunakan checklist
c) Berdasarkan hasil penilaian kemudian diberikan umpan balik dan penyuluhan kepada
penanggung jawab/pengelola/penjamah sesuai persyaratan yang berlaku

VI. SASARAN

Rumah yang berada di wilayah binaan Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Inspeksi sanitasi rumah sehat dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat pada jam
kerja yang dilakukan diluar gedung puskesmas.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Kegiatan Inspeksi sanitasi rumah sehat hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Dinas
kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku kegiatan dan dilaporkan ke dinas kesehatan setiap sebulan
sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
KERANGKA ACUAN INSPEKSI SANITASI SARANA AIR BERSIH (SAB)

I. PENDAHULUAN

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya
memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air minum adalah
air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

II. LATAR BELAKANG


Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat dapat
menjadi faktor resiko terhadap penyakit diare dan kecacingan.

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a) Tujuan Umum

Usaha meningkatkan kualitas air bersih yang memenuhi syarat kesehatan.

b) Tujuan Khusus
- Sarana air bersih yang ada harus memenuhi kebutuhan sehari-hari penggunanya
- Mencegah pencemaran sarana air bersih

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan inspeksi SAB dilakukan di luar gedung puskesmas, sarana rumah sehat yang di
periksa adalah yang berada di wilayah binaan Puskesmas, dilakukan sendiri oleh petugas
sanitasi puskesmas sesuai dengan lembar cecklis rumah sehat.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a) Petugas datang ke sarana air bersih yang sudah ditentukan
b) Petugas melakukan penilaian dengan menggunakan checklist
c) Berdasarkan hasil penilaian kemudian diberikan umpan balik dan penyuluhan kepada
penanggung jawab/pengelola/penjamah sesuai persyaratan yang berlaku

VI. SASARAN

Sarana air bersih yang berada di wilayah binaan Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Inspeksi sanitasi sarana air bersih dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat pada
jam kerja yang dilakukan diluar gedung puskesmas.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Kegiatan Inspeksi sanitasi sarana air bersih hasilnya dilaporkan secara berkala kepada
Dinas kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi
puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku kegiatan dan dilaporkan ke dinas kesehatan setiap sebulan
sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
KERANGKA ACUAN INSPEKSI SANITASI SARANA JAMBAN KELUARGA
(JAGA)

I. PENDAHULUAN

Masalah kesehatan yang timbul terutama disebabkan oleh lingkungan yang kurang
memenuhi syarat kesehatan yang mencakup tentang penyediaan air bersih, jamban
keluarga dan saluran pembuangan air limbah. Dengan kurangnya penyediaan air bersih,
jamban keluarga dan saluran pembuangan limbah yang tidak memenuhi syarat kesehatan
dapat menimbulkan berbagai penyakit salah satu diantaranya adalah kejadian diare.

II. LATAR BELAKANG


Sanitasi masih menjadi masalah pelik, terutama di daerah perdesaan, karena rendahnya
tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Hal ini menyebabkan banyaknya jamban
yang tidak digunakan sebagaimana mestinya karena ketidakmengertian masyarakat.

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a) Tujuan Umum

Usaha meningkatkan kondisi jamban yang memenuhi syarat kesehatan.


b) Tujuan Khusus
- Tidak mencemari sumber air minum, letak lubang penampung berjarak10-15 meter
dari sumber air bersih.
- Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga maupun tikus.
- Air seni, air pembersih dan air penggelontor tidak mencemari tanah di sekitarnya. Hal
ini dapat dilakukan dengan membuat lantai jamban dengan luas minimal 1x1 meter,
dengan sudut kemiringan yang cukup kearah lubang jamban.
- Mudah dibersihkan dan aman penggunaannya.
- Bebas dari serangga

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan inspeksi JAGA dilakukan di luar gedung puskesmas, sarana JAGA yang di
periksa adalah yang berada di wilayah binaan Puskesmas, dilakukan sendiri oleh petugas
sanitasi puskesmas sesuai dengan lembar cecklis rumah sehat.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a) Petugas datang ke sarana JAGA yang sudah ditentukan
b) Petugas melakukan penilaian dengan menggunakan checklist
c) Berdasarkan hasil penilaian kemudian diberikan umpan balik dan penyuluhan kepada
penanggung jawab/pengelola/penjamah sesuai persyaratan yang berlaku

VI. SASARAN

Sarana JAGA yang berada di wilayah binaan Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Inspeksi sanitasi sarana JAGA dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat pada jam
kerja yang dilakukan diluar gedung puskesmas.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Kegiatan Inspeksi sanitasi sarana JAGA hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Dinas
kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku kegiatan dan dilaporkan ke dinas kesehatan setiap sebulan
sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.
KERANGKA ACUAN INSPEKSI SANITASI SALURAN PEMBUANGAN AIR
LIMBAH (SPAL)

I. PENDAHULUAN

Masalah kesehatan yang timbul terutama disebabkan oleh lingkungan yang kurang
memenuhi syarat kesehatan yang mencakup tentang penyediaan air bersih, jamban
keluarga dan saluran pembuangan air limbah. Dengan kurangnya penyediaan air bersih,
jamban keluarga dan saluran pembuangan limbah yang tidak memenuhi syarat kesehatan
dapat menimbulkan berbagai penyakit salah satu diantaranya adalah kejadian diare.

II. LATAR BELAKANG


Data sarana pembuangan air limbah yang terdapat dalam Riskesdas 2010 ini
meliputi carapembuangan dilihat dari ketersediaan saluran pembuangannya.
 Air limbah rumah tangga, secara nasional sebagian besar (41,3%) dibuang
langsung ke sungai/parit/got dan sebanyak 18,9 persen dibuang ke tanah (tanpa
penampungan). Hanya 13,5 persen rumah tangga yang memiliki SPAL.
 Menurut tempat tinggal, persentase rumah tangga tertinggi yang memiliki SPAL lebih
tinggi di perkotaan (18,7%) dibandingkan di perdesaan (7,9%), demikian
dengan yang memiliki penampungan tertutup di pekarangan lebih tinggi di perkotaan
(7,3%) dibandingkan di perdesaan (5,5%).

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a) Tujuan Umum

Usaha meningkatkan kondisi SPAL yang memenuhi syarat kesehatan.

b) Tujuan Khusus
- Tidak mencemari sumber air
- Tidak tergenang di halaman rumah

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan inspeksi SPAL dilakukan di luar gedung puskesmas, sarana SPAL yang di
periksa adalah yang berada di wilayah binaan Puskesmas, dilakukan sendiri oleh
petugas sanitasi puskesmas sesuai dengan lembar cecklis rumah sehat.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

a) Petugas datang ke sarana SPAL yang sudah ditentukan


b) Petugas melakukan penilaian dengan menggunakan checklist
c) Berdasarkan hasil penilaian kemudian diberikan umpan balik dan penyuluhan kepada
penanggung jawab/pengelola/penjamah sesuai persyaratan yang berlaku

VI. SASARAN

Sarana SPAL yang berada di wilayah binaan Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Inspeksi sanitasi sarana SPAL dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dibuat pada jam
kerja yang dilakukan diluar gedung puskesmas.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Kegiatan Inspeksi sanitasi sarana SPAL hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Dinas
kesehatan Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku kegiatan dan dilaporkan ke dinas kesehatan setiap sebulan
sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

KERANGKA ACUAN PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA (PJB)

I. PENDAHULUAN

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia. Penyakit ini termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh
virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus.
Nyamuk Aedes Aeggepti berkembang biak di tempat penampungan air bersih seperti bak
mandi, tempayan, ban bekas, kaleng bekas dan lain-lain. Pemberantasan nyamuk Demam
Berdarah akan lebih efektif jika dilakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB) yang
dilakukan oleh petugas Puskesmas disemua desa non endemis sekaligus memberikan abate
pada penampungan air yang ada jentiknya.

II. LATAR BELAKANG

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan
lingkungan yang cenderung meningkat jumlah penderita dan semakin luas daerah
penyebarannya, sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Sampai
saat ini penyakit DBD belum ada vaksin pencegahnya dan obatnyapun juga masih
diusahakan. Satu-satunya cara efektif adalah mencegah dan menanggulanginya dengan
cara memberantas nyamuk penularnya.

III. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a) Tujuan Umum

Mengurangi tingkat kematian akibat penyakit DBD.

b) Tujuan Khusus

Mencegah jumlah penderita akibat penyakit DBD

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan PJB dilakukan di luar gedung puskesmas, sasarannya rumah/ TTU di
semua desa binaan Puskesmas, dilakukan oleh petugas sanitasi dan kader kesehatan
terlatih

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


a) Menyiapkan formulir pemeriksaan jentik dan lampu senter
b) Melakukan pemeriksaan jentik di 100 rumah sampel per desa binaan
c) Menghitung Angka bebas jentik

VI. SASARAN

Rumah/TTU yang berada di wilayah binaan Puskesmas.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

PJB dilaksanakan secara berkala setiap satu bulan sekali.


VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Kegiatan PJB hasilnya dilaporkan secara berkala kepada Dinas kesehatan


Kabupaten sesuai dengan format yang ada oleh petugas sanitasi puskesmas.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan dibuku kegiatan dan dilaporkan ke dinas kesehatan setiap


sebulan sekali dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

Kepala Puskesmas Soreang

dr. Misyrofah
Nip. 19791231 201411 2 001