Anda di halaman 1dari 8

KODE ETIK DAN PERATURAN PERUSAHAAN

PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA


Pasal 1
DAFTAR ISTILAH

1. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA adalah suatu Perseroan Terbatas berbadan Hukum di Indonesiayang
memiliki legalitas penjualan langsung dengan metode pemasaran network marketing dan atau multi levelmarketing,
yang beralamat di 18 OfficePark Lantai GF Unit 6 , Jl. TB Simatupang Kav. 18, RT/RW 002/001, Kel. Kebagusan,
Kec. Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan.
2. Penjualan Langsung adalah sebuah metode penjualan produk tertentu secara langsung melalui jaringan
pemasaran yang dikembangkan oleh Mitra Usaha yang bekerja atas dasar bonus dan komisi berdasarkan hasil
penjualan kepada konsumen.
3. Mitra Usaha adalah anggota mandiri jaringan pemasaran atau penjualan yang berbentuk badan usaha atau
perseorangan dan bukan merupakan bagian dari struktur organisasi perusahaan yang memasarkan atau menjual
barang dan/atau jasa kepada konsumen akhir secara langsung dengan mendapatkan imbalan berupa komisi
dan/atau bonus atas penjualan.
4. Konsumen adalah siapa saja yang bukan seorang Mitra Usaha yang membeli produk PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA dengan harga konsumen.
5. Produk adalah barangyangdipasarkan dan dijual oleh PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
6. Formulir Pendaftaran adalah lembaran yang harus diisi oleh perorangan sebelum diterima sebagai Mitra
UsahaPT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA yang berisi identitas diri, nomer rekening untuk mentransfer
komisi/bonus.
7. Sponsor adalah Mitra Usaha yang secara langsung merekrut orang untuk menjadi Mitra Usaha dalam jaringan di
bawahnya.
8. Sponsorisasi adalah satu jaringan yang terdiri dari himpunan mitra usaha berdasarkan urutan yang disponsorinya
yang saling berhubungan satu sama lain dimana hasil penjualan barang akan saling terhubung untuk perhitungan
bonus dalam program pemasaran perusahaan.
9. Upline adalah mitra usaha yang secara garis sponsorisasi maupun struktur jaringan berada di atas baik secara
langsung maupun tidak langsung.
10. Downline adalah mitra usaha yang secara garis sponsorisasi maupun struktur jaringan berada di bawah baik
secara langsung maupun tidak langsung.
11. Komitmen Mitra Usaha adalah pernyataan Mitra Usaha yang berisi janji terhadap PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA untuk mematuhi peraturan yang ada, Kode Etik dan tidak melakukan larangan yang telah ditentukan
oleh PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
12. Tanggal penerimaan adalah tanggal ketika barang diterima oleh mitra usaha dalam pengiriman atau pengambilan.
13. Nomor keanggotaan adalah nomor identifikasi yang diberikan perusahaan kepada mitra usaha sebagai bukti
dalam berhubungan dengan perusahaan, sesama mitra usaha dan konsumen.
14. Starter Kit adalah satu set panduan yang disiapkan oleh PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA kepada Mitra
Usaha yang berisikan Formulir Pendaftaran, Kode Etik, Marketing Plan, katalog Produk, daftar harga, Company
Profile dan alat bantu lainnya.
15. Bonus adalah imbalan yang diberikan perusahaan kepada mitra usaha yang besarnya dihitung berdasarkan hasil
kerja nyata, sesuai nilai hasil penjualan baik secara pribadi maupun jaringannya.
16. Skema Pemasaran adalah program perusahaan dalam memasarkan barang yang akan dilaksanakan dan
dikembangkan oleh Mitra usaha melalui jaringan pemasaran dengan sistem penjualan langsung.
17. Buy Back Guarantee adalah jaminan pembelian kembali produk yang telah dibeli oleh Mitra Usaha jika Mitra
Usaha diberhentikan oleh PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA atau mengundurkan diri menjadi Mitra Usaha.
18. Cooling of periode adalah masa tenang atau waktu untuk berfikir calon Mitra Usaha untuk melanjutkan
keanggotaannya atau menghentikan keanggotaannya. Cooling of periode ini adalah 10 (sepuluh) hari sejak tanggal
registrasi pada lembar permohonan.
19. Satisfaction Guarantee adalah suatu jaminan pengembalikan uang pembelanjaan produk atau mengganti produk
kepada Mitra Usaha secara penuh dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah barang diterimaoleh Mitra Usaha.
20. Stockiest adalah suatu perpanjangan tangan PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIAyang diberikan otoritas dan
tanggung jawab untuk Mitra Usaha untuk memberikan layanan dalam hal penjualan barang dan hal lainnya yang
berkaitan dengan bisnis di lingkungan Perusahaan PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
Page 1 of 8
PASAL 2
PERSYARATAN KEANGGOTAAN/MITRA USAHA

1. Persyaratan menjadi Mitra Usaha :


a. Perorangan
b. Warga Negara Indonesia
c. Telah dewasa secara hukum di Indonesia
d. Memiliki KTP/SIM
e. Memiliki nomor rekening tabungan
f. Memiliki Sponsor
g. Mengisi formulir pendaftaran Mitra Usaha
h. Membayar biaya Mitra Usaha sebesar Rp. 100.000,- Prosedur Pendaftaran Mitra Usaha

2. Prosedur pendaftaran menjadi Mitra Usaha :


a. Setiap calon Mitra Usaha wajib mengisi formulir pendaftaran dan direferensikan oleh seorang Sponsor.
b. Formulir pendaftaran wajib diisi data identitas calon Mitra Usaha, dengan ketentuan sebagai berikut:
I. Calon Mitra Usaha mengisi formulir dengan sebenar-benarnya;
II. Nama Calon Mitra Usaha harus sama dengan nama yang tercantum di KTP;
III. Nama Calon Mitra Usaha harus sama dengan nama yang tercantum di Bank untuk diajukan sebagai
transfer dana sarana penerimaan Bonus, apabila Nama Mitra Usaha di formulir pendaftaran berbeda
dengan nama yang tercantum di Bank penerima reward, maka Mitra Usaha tersebut wajib
menyertakan surat pernyataan dan kartu keluarga (KK) yang bersangkutan dengan syarat Suami /
Istri / Anak;
IV. Calon Mitra Usaha bersedia dan membayar biaya pendaftaran.

PASAL 3
STATUS KEMITRAAN

1. Setiap Mitra Usaha PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA akan mendapatkan 1 (satu) nomor keanggotaan yang
dikeluarkan oleh PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
2. Mitra Usaha memiliki keanggotaan seumur hidup jika pada tahun pertama semenjak bergabung melakukan
pembelanjaan barang dan jika Mitra Usaha tidak melakukan pembelanjaan selama tahun pertama maka
keanggotaannya dibatalkan.
3. Seorang Mitra Usaha sebagai pribadi yang independen.
4. Perubahan informasi keanggotaan dengan cara menghubungi Kantor Pusat PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA
bagian customer service, melalui email ataupun media tertulis lainnya. Adapun hal-hal yang bisa diajukan perubahan
adalah : alamat pengiriman, nomor rekening, nomor telepon dan alamat email. Akan tetapi tidak dapat melakukan
perubahan nama.
5. Perpindahan keanggotaan dari satu jaringan ke jaringan lain tidak diperbolehkan dengan alasan apapun.
6. Mitra Usaha dapat mengundurkan diri dari keanggotaan, dengan cara mengirimkan surat dan ditandatangani diatas
materai Rp. 6000.
7. Dalam hal bergabung (mendaftar) kembali menjadi mitra usaha baru di posisi jaringan dan garis sponsorisasi
berbeda dari sebelumnya dapat dilakukan dengan kondisi yaitu :
a. telah mengundurkan diri dari keanggotaan sebelumnya
b. tidak aktif menjalankan kegiatan usaha baik secara online atau offline selama minimal enam bulan terhitung
sejak tanggal mengundurkan diri.

PASAL 4
HAK DAN KEWAJIBAN MITRA USAHA

A. HAK – HAK MITRA USAHA

1. Setiap Mitra Usaha PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA akan mendapatkan 1 (satu) nomor registrasi.
2. Mitra Usaha berhak mendapatkan Stater Kit setelah melakukan pembayaran pendaftaran menjadi Mitra Usaha.
3. Mitra Usaha berhak mendapatkan Bonus sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Marketing Plan Perusahaan.

Page 2 of 8
4. Mitra Usaha berhak mendapatkan ganti rugi atas barang yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan perusahaan
seperti : kemasan yang berbeda, jumlah satuan yang berbeda, dan lain – lain.
5. Mitra Usaha berhak mendapatkan pelatihan dan mengikuti acara yang diselenggarakan oleh perusahaan, baik
secara gratis maupun bayar.
6. Mitra Usaha berhak mendapatkan jaminan kepuasan atas barang (Satisfication of Guarantee).
7. Mitra Usaha berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi dalam memasarkan barang dari
perusahaan.

B. KEWAJIBAN DAN KOMITMEN MITRA USAHA

1. Memberikan seluruh informasi yang benar pada saat Registrasi sesuai dengan data - data pribadi dan akan
menginformasikan hal yang sama kepada semua team Mitra Usaha yang ada dijaringan saya.
2. Mitra Usaha akan mengikuti semua prosedur yang ditetapkan PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA baik dalam hal
operasional ataupun yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Mitra Usaha akan bersikap sopan,menghargai, menghormati dan menjunjung tinggi kejujuran, integritas serta tidak
memihak dalam melaksanakan usaha ketika saya bertindak sebagai Mitra UsahaPT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA.
4. Mitra Usaha wajib mengikuti Kode Etik dan Peraturan Perusahaan.
5. Mitra Usaha tidak akan Memberikan keterangan berdasarkan asumsi pribadi terhadap semua produk-produk dan
atau marketing plan yang sudah ditetapkan PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA, kepada khalayak ramai,dimana
keterangan tersebut nantinya bertentangan dengan kebijakan dari PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.

PASAL 5
HAK DAN KEWAJIBAN PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA

A. HAK PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA

1. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak mempertimbangkan untuk menolak atau menerima atas permohonan
registrasi Mitra Usaha.
2. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak memberikan sanksi terhadap Mitra Usaha berupa peringatan pertama
, kedua dan menghapus keanggotaan Mitra Usaha, Apabila Mitra Usaha melakukan hal – hal yang diatur dalam
ketentuan Larangan Mitra Usaha.
3. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak merubah, memperbaiki atau memperbarui Skema Kompensasi,
Bonus, harga barang dan ketentuan lain yang berhubungan dengan Mitra Usaha melalui pemberitahuan.
4. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak menahan bonus Mitra Usaha dikarenakan adanya pelanggaran.
5. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA tidak akan menyetujui penguduran diri seorang Mitra Usaha dan bergabung
dengan jaringan lain seketika, dengan alasan : Tidak pernah dihubungi sponsornya, tidak bisa berkembang di
jaringan yang sekarang, berselisih paham dengan upline/downline atau alasan lain yang tidak ada hubungannya
dengan kode etik PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA. Apabila Mitra Usaha tersebut ingin tetap pindah ke
jaringan lain, dipersilahkan, dengan cara mengundurkan diri dari keanggotaan yang sekarang dan bergabung
kembali ke jaringan yang baru, sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan setelah pengunduran diri tersebut.

B. KEWAJIBAN PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA

1. Memberikan 1 (satu) nomor registrasi kepada Mitra Usaha.


2. Memberikan bonus kepada Mitra Usaha yang sudah memenuhi target penjualan.
3. Perusahaan wajib melaksanakan pembinaan dan pelatihan kepada Mitra Usaha Pembinaaan dan pelatihan kepada
Mitra Usaha. Melakukan pembinaan, pelatihan, dan motivasi bagi Mitra Usaha sesuai dengan Skema Pemasaran
(Marketing Plan) serta Kode Etik dan Peraturan Perusahaan menurut cara-cara yang tidak bertentangan dengan
kaidah-kaidah yang digariskan perusahaan dan perundang-undangan yang berlaku, yaitu:
a. Pembinaan Mitra Usaha Baru (tentang Produk, Marketing Plan serta Kode Etik & Peraturan Perusahaan)
yang dilakukan Setiap hari Rabu dan hari Sabtu
b. Pelatihan Motivasi & Pembinaan Jaringan yang dilakukan Setiap hari Sabtu.
4. Memberikan informasi dan penjelasan yang baik, benar dan lengkap kepada calon Mitra Usaha dan Mitra Usaha.

Page 3 of 8
5. Memberikan jaminan mutu atas Produk serta layanan pengembalian dan penggantian Produk disebabkan oleh
Produk yang tidak sesuai sebagaimana dipresentasikan.
6. Merencanakan dan melaksanakan Program Pengembangan Mitra Usaha.
7. Memberikan Alat Bantu Penjualan (Starter Kit) kepada Mitra Usaha setelah memperoleh pembayaran dan informasi
permohonan pendaftaran yang benar.

PASAL 6
LARANGAN MITRA USAHA

1. Dalam keadaan apapun, Mitra Usaha tidak akan menggunakan jaringan kerja PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA
untuk pemasaran produk-produk direct selling atau multi level lain, selain yang disetujui oleh PT. SHANNEN
GLOBAL INDONESIA. Apabila itu tetap dijalankan dan ada Mitra Usaha lain yang merasa dirugikan, maka PT.
SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak menjatuhkan Surat Peringatan 1 dan 2. Apabila Mitra Usaha melakukan
untuk yang ke-3 kalinya, maka PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak untuk menghapus keanggotaan Mitra
Usaha bersangkutan dari PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
2. Mitra Usaha dilarang mengganti kemasan produk ataupun mengurangi/menambah jumlah/isi dari paket produk
resmi yang sudah ditetapkan oleh PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA. Apabila itu tetap dijalankan dan terdapat
adanya laporan secara tertulis dengan bukti yang cukup oleh Mitra Usaha lain, maka PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA berhak menjatuhkan Surat Peringatan 1 dan 2, dan apabila Mitra Usaha melakukan untuk ke-3 kalinya,
PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak untuk menghapus keanggotaan saya dari PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA serta memprosesnya secara hukum serta memprosesnya secara hukum.
3. Mitra Usaha dilarang untuk mengurangi/menambah Marketing Plan diluar yang sudah ditetapkan oleh PT.
SHANNEN GLOBAL INDONESIA. Apabila Mitra Usaha ingin membuat program sendiri dengan tujuan ingin
meningkatkan penjualan, maka Mitra Usaha tersebut tidak akan menggunakan logo atau kata-kata PT. SHANNEN
GLOBAL INDONESIA didalam program tersebut, baik itu dicantumkan di flyer, internet atau BBM sekalipun. Apabila
itu tetap dijalankan dan dilaporkan secara tertulis dengan bukti yang cukup oleh Mitra Usaha lain, maka PT.
SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak menjatuhkan Surat Peringatan 1,dan 2 apabila melakukan untuk ke-3
kalinya, PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak untuk menghapus keanggotaan dari PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA.
4. Mitra Usaha dilarang menjual produk dibawah harga (cutting price) yang sudah ditetapkan resmi oleh PT.
SHANNEN GLOBAL INDONESIA. Apabila itu tetap dijalankan dan dilaporkan secara tertulis dengan bukti yang
cukup oleh Mitra Usaha lain, maka PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak menjatuhkan Surat Peringatan 1,
dan 2 apabila melakukan untuk ke-3 kalinya, PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak untuk menghapus
keanggotaan dari PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA. serta memprosesnya secara hukum.
5. Mitra Usaha dilarang menjanjikan penambahan hak usaha. Apabila itu tetap dijalankan dan dilaporkan secara
tertulis dengan bukti yang cukup oleh Mitra Usaha lain, maka PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak
menjatuhkan Surat Peringatan 1. Dan 2, apabila melakukan untuk ke-3 kalinya, PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA berhak untuk menghapus keanggotaan dari PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
6. Seorang Mitra Usaha tidak diperbolehkan menjual barang-barang PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA secara
tidak langsung kepada non-Mitra Usaha dengan harga Mitra Usaha ataupun harga retail.
7. Seorang Mitra Usaha tidak diperbolehkan memperkenalkan atau mensponsori pegawai PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA, termasuk orang tuanya dan saudara sedarah dari pegawai tersebut.
8. Seorang Mitra Usaha tidak diperkenankan untuk menganjurkan atau membujuk downline dari garis pensponsoran
lain untuk bergabung digaris sponsornya.
9. Seorang Mitra Usaha tidak diijinkan menambah, merubah isi materi website PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA
dan dengan alasan apapun, tanpa persetujuan tertulis dari pihak PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
10. Seorang Mitra Usaha tidak diijinkan melakukan kegiatan penjualannya selain melalui metode penjualan langsung,
seperti menjual melalui online atau toko online, market place, toko eceran, apotik dan sejenisnya.

PASAL 7
KETENTUAN STATUS MITRA USAHA DAN PENGALIHAN HAK

1. Jika dua orang Mitra Usaha memutuskan untuk menikah, maka bagi mereka diperbolehkan tetap berada dalam
jaringan yang terpisah dan independen.
2. Adapun suami istri bisa bergabung menjadi satu nomor keanggotaan ataupun berbeda nomor keanggotaan asal
masih dalam satu jaringan yang sama. Apabila melanggar, maka nomor keanggotaan yang terbaru akan
Page 4 of 8
dihapuskan oleh PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA tanpa terkecuali dan tanpa kompensasi apapun dari PT.
SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
3. Jika pasangan nikah Mitra Usaha mengajukan perceraian maka PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA akan
mempertahankan keanggotaan awal sesuai dengan aplikasi yang sudah ditandatangani sampai ada keputusan
pengadilan, yang menyebutkan sebaliknya.
4. Dalam hal Mitra Usaha meninggal dunia, maka keanggotaan berikut Bonus yang terkait dapat diwariskan kepada
ahli waris apabila ia telah menyerahkan pada Perusahaan, dokumen-dokumen yang secara hukum sah
membuktikan bahwa ia adalah ahli waris dari Mitra Usaha termaksud.
5. Ahli waris yang akan menggantikan posisi Mitra Usaha yang meninggal, maka ia harus memenuhi persyaratan
yang telah ditetapkan Perusahaan antara lain:
a. Ahli waris tidak terdaftar sebagai Mitra Usaha
b. Mengisi formulir yang disediakan oleh Perusahaan
c. Melampirkan bukti surat kematian Mitra Usaha yang telah disahkan oleh yang berwenang
d. Melampirkan surat keterangan ahli waris dari pihak yang berwenang
e. Melampirkan pernyataan dari ahli waris yang lain bila ada, yang isinya berupa persetujuan atas pengalihan
usaha tersebut kepada ahli waris.
f. Melampirkan foto copy Kartu Keluarga.
6. Dalam hal Mitra Usaha ingin mengalihkan keanggotaannya bukan karena meninggal dunia, namun memutuskan
untuk mengalihkan hak atas usaha yang dimilikinya, maka Mitra Usaha wajib mengikuti ketentuan hukum yang
berlaku di Indonesia dan membuat Surat Pernyataan pelepasan hak yang membebaskan Perusahaan dari segala
konsekuensi yang mungkin terjadi, tidak terbatas pada tuntutan hukum dari pihak ketiga manapun.

PASAL 8
MASA PERTIMBANGAN
(COOLING OF PERIOD)

Prosedur masa pertimbangan pembatalan keanggotaan (Cooling Period) sebagai Mitra Usaha :

1. Batas waktu pengunduran diri sebagai Mitra Usaha adalah 10 (sepuluh) hari sejak tanggal melakukan registrasi.
2. Perusahaan akan mengembalikan uang keanggotaan sebesar Rp. 100.000,- yang Sudah disetorkan sebelumnya
kepada Mitra Usaha tersebut jika Mitra Usaha ini mengembalikan Business Album/Stater Kit dan alat bantu yang
sudah diterima dalam keadaan baik, tanpa dipungut biaya apapun.
3. Apabila dalam masa 10 (sepuluh) hari, anggota tersebut telah melakukanpembelanjaan, makapengembalian
uangnya, akan dikurangi dengan biaya administrasi 10% dan dikurangi dengan biaya pengembalian bonus yang
sudah diterimanya.

PASAL 9
JAMINAN PEMBELIAN KEMBALI
(BUY BACK GUARANTEE)

1. Perusahaan akan membeli kembali sisa produk termasuk alat bantu penjualan yang masih layak jual dan utuh dari
Mitra Usaha yang memutuskan untuk menghentikan keangggotaannya ataupun diberhentikan oleh Perusahaan.
2. Prosedur Jaminan Pembelian Kembali:
Perusahaan akan melakukan Pembelian Kembali atas produk yang telah dibeli dari Perusahaan jika kondisi Produk
belum kadaluarsa, belum dibuka, layak jual dan tetap dalam kemasan utuh dengan prosedur sebagai berikut:
a. Batas waktu pengajuan 7 (tujuh) hari sejak tanggal pemberitahuan pemberhentian keanggotaan atau
pengunduran diri keanggotaan.
b. Pengembalian produk bukan hasil manipulasi atau dengan sengaja dirusak atau pemalsuan.
c. Melampirkan formulir pembelian barang asli.
d. Melampirkan formulir penukaran dan pengembalian barang yang telah dilengkapi.
e. Perusahaan akan memotong biaya administrasi sebesar 10% (sepuluh prosen) dari harga Produk yang
tercantum di Invoice, ditambah biaya seluruh Bonus dan manfaat lainnya yang telah dikeluarkan terkait
dengan pembelian Produk yang dikembalikan.
f. Pembayaran Pembelian Kembali oleh Perusahaan akan dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari,
terhitung semenjak pengajuan oleh Mitra Usaha agar Perusahaan dapat melakukan verifikasi atas barang
yang diterimanya tersebut.
Page 5 of 8
PASAL 10
JAMINAN MUTU
(SATISFACTION GUARANTEE)

1. Perusahaan wajib memberikan jaminan mutu (satisfaction guarantee) kepada Mitra Usaha, yaitu dengan
mengirimkan Produk yang minimal memiliki waktu 3 (tiga) bulan sebelum masa kadaluwarsa.
2. Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah pembelian, Perusahaan juga wajib menerima kembali dan mengganti Mitra
Usaha dengan Produk pengganti, jika Produk yang diterima oleh Mitra Usaha ternyata memiliki cacat pabrikan.
3. Prosedur pengembalian produk Jaminan Mutu :
Perusahaan memberikan tenggang waktu maksimal 7 (tujuh) hari kepada mitra usaha untuk mengembalikan
produk apabila produk tersebut tidak sesuai dengan yang diperjanjikan dengan kondisi kemasan yang berbeda,
kandungan nutrisi yang berbeda, jumlah satuan yang berbeda dengan prosedur sebagai berikut :
a. Batas waktu pengembalian 7 (tujuh) hari sejak tanggal pembelian dan/atau pemberitahuan secara tertulis
kepada Perusahaan.
b. Perusahaan akan melakukan verifikasi produk dan bukti pembelian.
c. Pengembalian produk bukan hasil manipulasi atau dengan sengaja dirusak atau pemalsuan.
d. Melampirkan formulir pembelian barang asli.
e. Melampirkan formulir penukaran dan pengembalian barang yang telah dilengkapi.
f. Penggantian produk atau pengembalian uang (apabila produk yang diinginkan tidak tersedia) akan
dilakukan pada hari yang sama dengan syarat Mitra Usaha atau kuasanya datang langsung ke
Perusahaan. Apabila barang retur akan dikirim maka perusahaan akan mengirim dalam waktu minimal 2
(dua) hari kerja setelah verifikasi.

PASAL 11
PERSELISIHAN ANTAR SPONSOR DAN PELANGGARAN KODE ETIK

1. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA akan ikut menengahi perselisihan yang terjadi antar Mitra Usaha antar
sponsor, yang berasal dari satu atau beberapa individu, agar tercipta situasi yang kondusif diantara Mitra Usaha
atau Sposor.
2. Seorang Mitra Usaha yang melaporkan Mitra Usaha yang lain,dikarenakan dugaan adanya pelanggaran kode etik,
wajib menyertakan bukti OTENTIK dengan melaporkan melalui email atau media lain secaratertulis dan ditujukan
kepada customer service PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA. Pengaduan via telepon atau pembicaraan
langsung tanpa bukti, tidak akan diproses, termasuk pengaduan secara pribadi kepada managemen.
3. Sebaliknya, pelaporan palsu oleh si Pelapor, dengan tujuan ingin menjatuhkan/merugikan Mitra Usaha atau group
lain, akan dikenakan sanksi berupa surat peringatan 1. Apabila melanggar untuk ke-2 kalinya, maka PT. SHANNEN
GLOBAL INDONESIAakan menghapuskan nomor keanggotaannya.

PASAL12
PEMUTUSAN KEANGGOTAAN

1. Mitra Usaha maupun Perusahaan dapat mengakhiri keanggotaan Mitra Usaha secara sepihak setiap saat dan
tanpa memberikan alasan dengan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis selambat-lambatnya 10 (sepuluh)
hari kerja sebelumnya kepada pihak lainnya. Mitra Usaha dilarang menjual barang milik Perusahaan sejak Mitra
Usaha menerima atau mengirimkan surat pemberitahuan pengakhiran Perjanjian Mitra Usaha dari atau kepada
Perusahaan.
2. Keanggotaan Mitra Usaha berakhir dengan pemberitahuan tertulis dari Perusahaan, dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. Adanya putusan pengadilan yang ditetapkan terhadap Mitra Usaha yang akan dilaksanakan dalam jangka
waktu 30 hari karena masih menunggu penyelesaian atau pembayaran, maupun karena masih harus
menunggu putusan banding; atau
b. Mitra Usaha melakukan tindakan yang tidak sesuai yang menurut Perusahaan dianggap merugikan
kepentingan Perusahaan; atau
c. Mitra Usaha melanggar ketentuan dan persyaratan Kode Etik ini, atau gagal mematuhi atau memenuhi
instruksi-instruksi, aturan-aturan atau peraturan-peraturan Perusahaan (baik lisan maupun tertulis); atau

Page 6 of 8
d. Mitra Usaha tidak mengikuti pelatihan, produksi, persistensi atau persyaratan-persyaratan lain berkenaan
dengan penunjukan Mitra Usaha didalam Kode Etik ini yang ditetapkan oleh Perusahaan atau yang
dipersyaratkan berdasarkan oleh hukum, undang-undang, peraturan perundang-undangan, peraturan-
peraturan, kode-kode dan pedoman-pedoman instansi pemerintah dari waktu ke waktu.
e. Perusahaan menganggap Mitra Usaha tidak memenuhi kewajiban-kewajiban Mitra Usaha sebagaimana diatur
dalam Pasal ini pada khususnya dan kewajiban lain yang berlaku atau diatur dalam Kode Etik ini pada
umumnya.
f. Mitra Usaha diketahui telah melakukan penjualan di luar ketentuan Perusahaan.

PASAL13
STOCKIST

1. Stockist merupakan perpanjangan tangan perusahaan. Apabila ada mitra usaha, baikitu di dalam jaringannya
ataupun di luar jaringannya, yang telah menipu dan atau mempermainkan stockist, maka perusahaan akan
memberikan sanksi memutuskan kemitraan dengan yang bersangkutan tanpa terkecuali.

2. Perusahaan bisa menerima order langsung dari setiap mitra usaha dari kota - kota yang sudah ada stockist di satu
provinsi, jika :
a. Tidak bisa dihubungi dalam waktu 1x24 jam.
b. Berbisnis dengan perusahaan Direct Selling atau MLM dari perusahaan lain.
c. Stockist berselisih dengan mitra usaha tersebut tanpa penyelesaian dari dalam
d. selama2x24 jam.
e. Stockist tersebut hanya ingin melayani jaringannya sendiri.

PASAL14
KOMISI dan BONUS

1. Mengacu pada Skema Pemasaran yang telah dibuat, maka Perusahaan akan membayarkan Bonus kepada Mitra
Usaha, sesuai dengan prestasi yang dihasilkan.
2. Pembayaran bonus dilakukan Perusahaan setiap minggu.
3. Setiap Bonus akan ditransfer oleh Perusahaan ke Rekening Bank dari Mitra Usaha yang sudah dicantumkan dalam
Formulir Pendaftaran.
4. Semua pembayaran Bonus akan dikelola oleh Bank yang menjadi mitra Perusahaan dan dibayarkan pada hari
kerja Bank.
5. Untuk kelancaran pembayaran Bonus, maka Mitra Usaha wajib memiliki rekening di bank yang menjadi mitra
Perusahaan. Segala konsekwensi yang muncul akibat tidak dipenuhinya kewajiban membuka rekening di Bank
mitra Perusahaan adalah tanggung jawab Mitra Usaha.
6. Setiap Bonus akan dipotong pajak sesuai dengan ketentuan dan peraturan pemerintah.

PASAL 15
PAJAK

Perusahaan wajib memungut Pajak pertambahan Nilai (PPn) dan memotong Pajak Penghasilan (PPh) atas segala
Transaksi yang timbul di PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA sesuai dengan Ketentuan dan Peraturan yang berlaku di
Indonesia.

PASAL 16
HUBUNGAN PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA
DENGAN
PENJUALAN LANGSUNG LAIN

1. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA tidak mempersoalkan setiap Mitra Usaha/Leader/Group Leader PT.
SHANNEN GLOBAL INDONESIA untuk berbisnis didirect selling/MLM lain. Yang tidak diperbolehkan adalah
merekrut Mitra Usaha/Leader/Group Leader PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA yang ingin focus di PT.
SHANNEN GLOBAL INDONESIA untuk bergabung di direct selling /MLM lain tersebut. Apabila ada Mitra Usaha
Page 7 of 8
lain yang merasa tidak nyaman dan dirugikan dalam hal ini maka Mitra Usaha tersebut harus membuat surat
pelaporan tertulis kepada PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA dengan disertai bukti otentik. Dengan bukti tersebut
maka PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA berhak menegur Mitra Usaha tersebut dengansurat peringatan 1.
Apabila terjadi untuk ke-2 kalinya, maka PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA dapat menghapus keanggotaan nya
di PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA tanpa terkecuali.
2. Khusus untuk Mitra Usaha/Leader/Group Leader yang sudah mempunyai minimal jumlah jaringan kanan 5.000 dan
kiri 5,000, maka TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk bergabung dengan Direct Selling maupun MLM lain, baik itu
sebagai Mitra Usaha, presenter acara, motivator, pemegang saham, komisaris maupun produsen dari produk-
produknya, untuk menghindari fitnah terhadap dirinya, jaringannya dan PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA.
3. Bagi yang sudah terlanjur menjadi Mitra Usaha, presenter acara, motivator, pemegang saham, komisarismaupun
produsen aktif di Direct Selling maupun MLM lain, PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA akan mengirimkan surat
pernyataan melalui email kepada yang bersangkutan , apakah ingin tetap berkarir di PT. SHANNEN GLOBAL
INDONESIA atau memilih untuk bergabung dengan Direct Selling maupun MLM lainlain tersebut. Apabila memilih
berkarir Direct Selling maupun MLM lain, yang bersangkutan harus meng-upload surat pernyataan tersebut di web
resmi PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA sebagai bentuk pertanggung jawaban informasi kepada seluruh
jaringannya.

PASAL 17
PENYELESAIAN PERSELISIHAN DAN MUSYAWARAH

1. Dalam memutuskan suatu perselisihan di antara Mitra Usaha, PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIAakan ikut
membantu menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat APABILA perselisihan tersebut berhubungan
dengan kode etik saja dan bukan masalah pribadi.
2. PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA tidak akan memproses suatu perselisihan TANPA BUKTI OTENTIK dan
atau BUKTI TERTULIS dan atau BUKTI FISIK dari yang melaporkan serta PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA
akan memprosesnya minimal 3 ( tiga ) hari kerja setelah bukti tersebut diterima. (Kecuali untuk perselisihan tertentu
yang memerlukan waktu lebih lama).
3. Apabila perselisihan tersebut diatas tidak berhasil diselesaikan secara damai dalam jangka waktu 30 (tiga puluh)
hari kalender sejak musyawarah pertama kali dilaksanakan, maka PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIAdan
Konsultan sepakat untuk menempuh penyelesaian melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut
peraturan-peraturan dan prosedur arbitrase BANI. Keputusan BANI merupakan keputusan dalam tingkat pertama
dan terakhir dan mengikat kedua belah pihak yang bersengketa.

PASAL 18
PENUTUP

1. Kode Etik dan Peraturan Perusahaan ini berlaku untuk usaha penjualan langsung Perusahaan di seluruh wilayah
Republik Indonesia.
2. Semua Mitra Usaha yang melakuan transaksi di Indonesia wajib mematuhi Kode Etik dan Peraturan Perusahaan
ini.
3. Apabila Perusahaan melakukan perubahan/ perbaikan/ pembaharuan Kode Etik dan Peraturan Perusahaan, maka
yang dinyatakan sah dan berlaku adalah Kode Etik dan Peraturan Perusahaan yang paling terakhir yang
dikeluarkan/ diterbitkan oleh Perusahaan.
4. Apabila perusahaan akan melakukan perubahan Skema Pemasaran, Kode Etik dan Peraturan Perusahaan, maka
Perusahaan wajib mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perdagangan yang berwenang.
5. Dalam hal terjadi perubahan Skema Pemasaran, Perusahaan akan melakukan sosialisasi kepada para Mitra Usaha
sedikitnya 30 (tiga puluh) hari sebelum perubahan tersebut efektif dilaksanakan.

Kode Etik ini diterbitkan terbatas untuk Mitra Usaha PT. SHANNEN GLOBAL INDONESIA
Seluruh hak dilindungi. Produksi ulang dalam bentuk apapun adalah dilarang.

Jakarta, 6 Februari 2019

Page 8 of 8