Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

MATA KULIAH IPA TERPADU

INTEGRASI PEMBELAJARAN KIMIA TERPADU PADA MATERI GAS


MELALUI STEM BASED LEARNING

Dosen Pengampu : Fitria Fatichatul Hidayah, S.Si, M.Pd

Disusun Oleh :

Miftakhul Hidayati B2C017021

Citra Salsabila

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2018
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujunan penelitian .................................................................................... 2
1.4 Manfaat penelitian .................................................................................... 2
BAB II DASAR TEORI ......................................................................................... 3
2.1 STEM based Learning .............................................................................. 3
2.2 Gas ............................................................................................................ 3
BAB III PEMBAHASAN ....................................................................................... 4
3.1 Aplikasi Pembelajaran STEM pada Gas .................................................. 4
3.2 Peranan penting Gas di Kehidupan .......................................................... 5
BAB IV PENUTUP ................................................................................................ 6
4.1 Kesimpulan ............................................................................................... 6
4.2 Saran ......................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ iii

ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini dalam era digital, pendidikan tentunya juga telah
berkembang pesat. Salah satunya adalah pembelajaran STEM yang mulai
booming di Indonesia sekitar tahun 2014, sedangkan di negara-negara
maju seperti Amerika, Finlandia dan Australia telah mengenal
pembelajaran ini sejak tahun 2005. STEM yang merupakan singkatan dari
(Science, Technology, Engineering and Mathematics) menurut Gonzalez
& Kuenzi (2010) adalah suatu pendekatan pembelajaran interdisipliner
yang menggabungkan aspek-aspek Sains, Teknologi, Engineering dan
Matematika. Penelitian yang dilakukan oleh lembaga penelitian Hannover
(2011) menunjukkan bahwa tujuan utama dari STEM Education adalah
sebuah usaha untuk menunjukkan pengetahuan yang bersifat holistik
antara subjek STEM. Keterpaduan dalam sistem pembelajaran STEM
dapat dikatakan berhasil jika seluruh aspek yang ada dalam STEM
terdapat dalam setiap proses pembelajaran untuk masing-masing subjek,
dalam hal ini khususnya mata pelajaran kimia dengan materi
pembelajarannya gas.

Pada pembelajaran kimia, materi gas merupakan materi yang


cocok untuk diterapkan ke dalam pembelajaran berbasis STEM, karena
materi ini berkaitan dengan kehidupan sehari – hari. Dalam kehidupan
sehari – hari kita tidak terlepas dengan kimia, oleh sebab itu kimia sering
disebut sebai pusat ilmu pengetahuan karena didalamnya terdapat ilmu
fisika, biologi, dan geologi. Penerapan pendekatan STEM dalam
pembelajaran tentunya terintegrasi selama proses pembelajaran. Keempat
aspek dalam STEM mengambil bagian dalam setiap pelaksanaan langkah-
langkah pembelajaran terutama aspek science. Aspek Science dalam
pendekatan STEM didefinisikan oleh Hannover (2011) adalah
keterampilan menggunakan pengetahuan dan proses sains dalam
memahami gejala alam dan memanipulasi gejala tersebut sehingga dapat
dilaksanakan. Aspek science pada materi gas, kita menggunakan
keterampilan proses sains dalam memahami permasalahan atau kasus yang
disajikan. Kita perlu memahami tipe gas seperti apa yang teridentifikasi
dalam setiap kasus, hal ini berkaitan dengan teori-teori kimia yang
bersangkutan. Menurut pemaparan Direktur Utama Eduspec Indonesia
Indra Charismiadji, metode tersebut mengajak kita untuk
mengintegrasikan mata pelajaran dan mengkorelasikannya dengan
kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran melibatkan tujuh keahlian
utama bagi kita generasi di abad 21, yaitu, kolaborasi, kreatif, berfikir

1
kritis, komputerisasi, pemahaman budaya, dan mandiri dalam belajar dan
berkarir.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat ditarik beberapa rumusan
masalah yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana peranan penting gas dalam ilmu kimia melalui


pembelajaran stem?
2. Bagaimana ilmu kimia pada materi gas dapat terintegrasi melalui
pembelajaran stem?

1.3 Tujunan penelitian


1. Mengetahui peranan penting gas dalam ilmu kimia melalui
pembelajaran stem
2. Mengetahui ilmu kimia pada materi gas dapat terintegrasi melalui
pembelajaran stem

1.4 Manfaat penelitian


Secara umum, penelitian ini memiliki manfaat yang berguna bagi para
pelajar atau mahasiswa untuk memahami ilmu sains melalui stem secara
lebih mudah terutama dalam materi gas yang dalam kehidupan sehari –
hari sering dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

2
BAB II DASAR TEORI

2.1 STEM based Learning

STEM merupakan singkatan dari sebuah pendekatan


pembelajaran interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and
Mathematics. Menurut Torlakson (2014) yakni: (1) sains yang mewakili
pengetahuan mengenai hukum-hukum dan konsep-konsep yang berlaku
di alam; (2) teknologi adalah keterampilan atau sebuah sistem yang
digunakan dalam mengatur masyarakat, organisasi, pengetahuan atau
mendesain serta menggunakan sebuah alat buatan yang dapat
memudahkan pekerjaan; (3) teknik atau Engineering adalah pengetahuan
untuk mengoperasikan atau mendesain sebuah prosedur untuk
menyelesaikan sebuah masalah; dan (4) matematika adalah ilmu yang
menghubungkan antara besaran, angka dan ruang yang hanya
membutuhkan argument logis tanpa atau disertai dengan bukti empiris.
Seluruh aspek ini dapat membuat pengetahuan menjadi lebih bermakna
jika diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Tujuan STEM dirancang
untuk meningkatkan daya saing global dalam ilmu pengetahuan dan
inovasi teknologi serta untuk meningkatkan pemahaman integrasi
pendidikan STEM semua masyarakat. Tiga metode pendekatan mengajar
dalam pendidikan STEM pada saat ini yang sering dilakukan. Perbedaan
antara masing-masing metode terletak pada tingkat konten STEM yang
dapat diterapkan. Tiga metode pendekatan pendidikan STEM yang sering
digunakan adalah metode pendekatan ″silo″ (terpisah), ″tertanam″
(embeded), dan pendekatan ″terpadu″ (terintegrasi).

2.2 Gas
Gas merupakan satu dari tiga wujud zat dan walaupun wujud ini
merupakan bagian tak terpisahkan dari studi kimia, sifat fisik gas
bergantung pada struktur molekul gasnya dan sifat kimia gas juga
bergantung pada strukturnya. Perilaku gas yang ada sebagai molekul
tunggal adalah contoh yang baik kebergantungan sifat makroskopik pada
struktur mikroskopik. Partikel gas dipisahkan berjauhan satu sama lain,
dan akibatnya, memiliki ikatan antarmolekul yang lebih lemah daripada
cairan atau padatan. Gaya antarmolekul ini dihasilkan dari interaksi
elektrostatik antar partikel gas. Daerah gas bermuatan sejenis dengan
partikel gas yang berbeda saling tolak-menolak, sementara daerah yang
bermuatan berbeda saling tarik menarik satu sama lain; gas yang
mengandung ion bermuatan permanen dikenal sebagai plasma. Senyawa
gas dengan ikatan kovalen polar mengandung ketidakseimbangan muatan
permanen dan dengan demikian mengalami gaya antarmolekul yang relatif
kuat, walaupun muatan bersih senyawanya tetap netral.

3
BAB III PEMBAHASAN

3.1 Aplikasi Pembelajaran STEM pada Gas


Dalam dunia pendidikan K-13, STEM biasanya mengacu pada
kursus yang berkaitan dengan disiplin ilmu. Selain mengembangkan
konten pengetahuan di bidang sains, teknologi, rekayasa/desain dan
matematika, pendidikan integrasi STEM juga berupaya untuk
menumbuhkan soft skill seperti penyelidikan ilmiah dan kemampuan
memecahkan masalah. Dengan meningkatkan keterampilan pemecahan
masalah dengan didukung perilaku ilmiah, untuk itu pendidikan integrasi
STEM berusaha untuk membangun masyarakat yang sadar pentingnya
literasi STEM. Literasi "STEM mengacu pada kemampuan individu
untuk menerapkan pemahaman tentang bagaimana ketatnya persaingan
bekerja di dunia rii yang membutuhkan empat domain yang saling terkait.
Tabel berikut mendefinisikan literasi STEM menurut masing-masing dari
empat bidang studi yang saling terkait.

Tabel 1. Difinisi Literasi STEM

(Sumber: National Governor’s Association Center for Best Practices)

Dengan adanya materi gas melalui pemebelajaran STEM dapat


membantu para pelajar dalam mata pelajaran kimia menjadi lebih mudah.
Dan dalam kehidupan kerja atau sehari – hari gas memiliki berbagai
manfaat yang saling berkaitan dengan ilmu lain. Beberapa aplikasi STEM
pada materi gas antara lain yaitu :
1. Sifat – sifat gas ideal yaitu :
a) Molekul-molekul gas tidak mempunyai volum
b) Tidak ada interaksi antara molekul molekulnya, baik
tarik menarik maupun tolak menolak.
c) Gas terdiri atas partikel-partikel dalam jumlah yang
besar sekali, yang senantiasa bergerak dengan arah
sembarang dan tersebar merata dalam ruang yang kecil.
d) Jarak antara partikel gas jauh lebih besar daripada
ukuran partikel, sehingga ukuran partikel gas dapat
diabaikan.

4
e) Tumbukan antara partikel-partikel gas dan antara
partikel dengan dinding tempatnya adalah elastis
sempurna.
2. Parameter yang menentukan keadaan gas
a) Suhu
b) Tekanan
c) Volume
d) Jumlah mol
3. Hukum gas ideal (pada tekanan rendah) diantaranya yaitu :
a) Hukum Boyle
b) Hukum Charles
c) Hukum Gay – Lussac
d) Hukum Avogadro
e) Hukum Dalton

3.2 Peranan penting Gas di Kehidupan


Penerapan Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang
komposisi, sifat, dan perubahan zat. Proses kimia dapat ditemukan di alam
ataupun di laboratorium. Ilmu Kimia berhubungan dengan banyak ilmu
lain seperti Biologi, Farmasi, Geologi, dll. Terutama materi gas memiliki
peranan penting bagi kehidupan di dunia ini. Adapun manfaat gas salah
satu ilmu kimia dalam kehidupan nyata yaitu sebagai berikut :

1. Sebagai pembangkit listrik


2. Sebagai sumber energi rumah tangga
3. Sebagai bahan bakar kendaraan
4. Sebagai bahan pemanas dan pendingin ruangan
5. Sebagai kesehatan lingkungan

Selain manfaat gas seperti yang diatas, gas menduduki peranan penting
komponen pembentuk atmosfer dimuka bumi ini yang memiliki manfaat
bagi kehidupan. Adapun gas penyusun atmosfer yaitu : Argon, Nitrogen,
Oksigen, Karbondioksida, Neon, Helium, Ozon, Hidrogen, Kripton,
Xenan, dan Methana.

5
BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Penguasaan ilmu eksakta, terutama di bidang science, technology,


engineering, dan mathematic (STEM), memegang peran penting di dunia
pendidikan. Menghadapi tuntutan bidang karir pekerjaan/ketrampilan abad
21 global, kelima bidang tersebut menjadi kunci sukses bagi pembangunan
pendidikan Indonesia. Pendidikan terpadu berbasis STEM dapat
membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mampu bernalar dan
berpikir kritis, logis, dan sistematis. Pendekatan terpadu pendidikan STEM
pada salah satu bidang ilmu kimia materi gas ini dapat meningkatkan
membantu siswa atau pelajar menjadi lebih mudah dalam mempelajari
guna menjadi bekal kehidupan kerja dan sekaligus untuk mewujudkan
proyeksi Indonesia sebagai negara dengan kualitas pendidikan terbaik di
dunia pada 2030. Pengajaran dan pembelajaran berbasis pendidikan STEM
penting untuk digunakan sebagai alat evaluasi bidang karir pekerjaan.

4.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas dapat ditarik beberapa saran yaitu bagi
pelajar dan mahasiswa mampu mengembangakan pembelajaran materi gas
pada ilmu kimia melalui STEM yang dapat membantu perkembangan
dunia pendidikan indonesia.

6
DAFTAR PUSTAKA
Gonzalez, H.B & Quenzi, J.J . 2012. Science, Technology, Engineering, and
Mathematics (STEM) Education: A Primer. Congressional Research Service
[diakses tanggal 03 Juli 2018]

Rachmawati, Desy., Tatang Suhery, dan K. Anom. 2017. Pengembangan Modul


Kimia Dasar Berbasis STEM Problem Based Learning pada Materi Laju Reaksi
Untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Seminar Nasional
Pendidikan IPA. 239 – 248. Palembang, 23 September 2017. Universitas
Sriwijaya . [diakses tanggal 03 Juli 2018]

Torlakson, T. 2014. Innovate : A Blueprint For Science, Technology,


Engineering, and Mathematics in California Education. California: State
Superintendent of Public instruction. [diakses tanggal 03 Juli 2018]

iii