Anda di halaman 1dari 22

Hukum Syara : Part 1

FITRAH MANUSIA
Mega Cahaya Dewi
POTENSI
KEHIDUPAN

Ciri-ciri yang khusus yang diberikan oleh Sang Pencipta yang


menyebabkan setiap makhluk mampu bertahan
NALURI
(AL-GHARIZAH)
Potensi pada manusia
yang mendorongnya
untuk cenderung
kepada benda dan
perbuatan atau
menjauhi benda atau
perbuatan. Dalam
rangka untuk
memenuhi perkara
dalam dirinya,
Jenis-jenis Naluri

Gharizah Naui

Gharizah Baqa’ Gharizah Taddayun


Gharizah Baqa’ (naluri Mempertahankan Diri)

Karena semua penampakan ini mengakibatkan timbulnya perbuatan-perbuatan


yang membantu eksis manusia sebagai individu, keingginan ingin diakui
keberadaanya.
Gharizah Nau’ (Naluri Melestarikan Keturunan)

Karena semua penampakan ini mengakibatkan timbulnya perbuatan-perbuatan


yang membantu eksisnya kelangsungan jenis manusia bukan individu
Gharizah Tadayyun (Naluri Mengkultuskan
Sesuatu/Beragama)
Karena semua penampakan ini mendorong manusia untuk mencari Sang
pencipta, yang keberadaan-Nya tidak bergantung kepada sesuatupun
sementara keberadaan semua makluk bergantung kepada-Nya
Ketiga Naluri (ghrizah) tersebut timbul karena
adanya faktor ekternal:

Mempelajari realita/fakta Pemikiran


Sifat Naluri

Jika naluri tersebut tidak dipenuhi seseorang tidak akan mengalami kerusakan
atau bahkan sampai mengalami kematian
Hanya saja akan menimbulkan kegelisahan
Sifat Naluri

Naluri tidak dapat dimusnahkan atau dihancurkan. Tetapi yang


memungkinkan hanya dialihkan kepada yang lain atau ditekan.
Contoh :
Kecintaan kepada istri menggantikan posisi kecintaan kepada ibu,
keecintaan kepada kedudukan menggantikan kecintaan kepada harta,
penyembahan terhadap manusia dan berhala menggantikan posisi
menyembah Allah
Kebutuhan Jasmani
(Hajat ‘udhwiyah’)

Kebutuhan mendasar (basic need) akibat kerja sistem organ tubuh


manusia.
Kebutuhan ini menuntut pemenuhan dan dalam rangka
pemenuhannya,manusia membutuhkan kondisi, benda, dan
perbuatan tertentu
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan
bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang mengetahui. Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu
malam dan siang hari dan usahamu mencari
sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada
yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang mendengarkan.”
Q.S Ar-Ruum:23

“Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di


antara kaumnya dan yang mendustakan akan
menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami
mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia:
"(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti
kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan
meminum dari apa yang kamu minum.”
Q.S Al Mu’minun: 33
Ketiga kebutuhan jasmani tersebut timbul
karena adanya faktor internal

Ransangan dari dalam tubuh manusia


Kebutuhan Jasmani
(Hajat ‘udhwiyah’)

Jika kebutuhan jasmani ini tidak dipenuhi oleh tubuh manusia yang hidup akan
mengalami bagian tubuhnya terkena gangguan/kerusakan, atau sampai ia
binasa
“Dan mereka bertanya kepadamu “Sesungguhnya Kami telah
tentang roh. Katakanlah: "Roh itu mengemukakan amanat kepada
termasuk urusan Tuhan-ku, dan langit, bumi dan gunung-gunung,
tidaklah kamu diberi pengetahuan maka semuanya enggan untuk
melainkan sedikit.” memikul amanat itu dan mereka
Q.S Al-Isra: 85 khawatir akan mengkhianatinya,
dan dipikullah amanat itu oleh
Diwajibkan atas kamu berperang, manusia. Sesungguhnya manusia itu
padahal berperang itu adalah amat zalim dan amat bodoh,”
sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi Q.S Al-Ahzab 72
kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi Manusia adalah makhluk yang:
(pula) kamu menyukai sesuatu, ● Terbatas kemampuannya
padahal ia amat buruk bagimu; Allah (akan tua dan mati,
mengetahui, sedang kamu tidak
butuh orang lain dan
mengetahui.
Q.S ; AL-Baqarah: 216 alam
● Terbatatas
pengetahuaanya
● lemah
Jika manusia memaksa membuat dan
mengatur dirinya sendiri maka apa yang
terjadi?

Menimbulkan Kerusakan
Manusia tidak bebas untuk memenuhi kebutuhan
jasmani dan nalurinya
Petunjuk aturan itu telah datang
di tengah-tengah ummat Islam
yaitu al-quran dan hadist

Maka, wajib hukumnya


Seorang Muslim terikat
dengan aturan-aturan
Sang Penciptanya
Islam menolak paham liberalisme
Apa bukti sebenar-benarnya iman?
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka
tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu
berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”
Q.S AN-Nisa 65

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang
mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada
bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang
nyata. Q.S Al-Ahzab:36
Standar perbuatan muslim adalah keterkaitan dengan aturan Allah.
Bukan karena ada manfaatnya menurut manusia
Bukan karena perasaan
Bukan karena logis tidak logis menurut akal manusia