Anda di halaman 1dari 2

KESIMPULAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT

PERTEMUAN SOSIALISASI DAN ADVOKASI POPM KECACING PADA DAERAH


INTERVENSI STUNTING
di Kabupaten Kapuas, Tanggal 7 – 9 April 2019

Pada hari ini, Senin, 8 April 2019, tempat di Aula Kementerian Agama, Kapuas, telah
melaksanakan Sosialisasi dan Advokasi POPM Kecacingan Pada Daerah Intervensi Stunting,
dengan memperhatikan beberapa hal, sbb :
1. Pengarahan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas
2. Presentasi Narasumber :
a. Kepala Bidang P2P Provinsi Kalimantan Tengah tentang Kebijakan Penanggulangan
Kecacingan Terintegrasi dengan Stunting
b. Pengelola Program Kecacingan Provinsi Kalimantan Tengah Patologi dan Epidemiologi
Kecacingan di Indonesia, Mekanisme Pemberian Vitamin A Terintegrasi dengan
Pemberian Obat Cacing, Serta Strategi dalam Peningkatan Cakupan POPM
Kecacingan.
c. Kepala Seksi P2PML Kabupaten Kapuas tentang Situasi Pelaksanaan POPM
Kecacingan di 10 Desa Intervensi Stunting di Kabupaten Kapuas
d. Kepala Seksi Gizi dan KIA Kabupaten Kapuas tentang Kondisi Stunting dan Upaya
Penanggulangannya
e. Tanya jawab dan diskusi.
f. Masukan – masukan selama kegiatan berlangsung.

Menyepakati Bersama dukungan dan tindak lanjut kegiatan ini sebagai berikut :
1. Mendukung penuh pelaksanaan POPM Kecacingan dengan memaksimalkan sumber daya
yang ada (mulai dari Aparat tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa).
2. Puskesmas dibantu lintas sektor terkait (Tim Penggerak PKK, IBI, PPNI, Dinas Pendidikan,
Kepala Sekolah/Guru, RSUD, Kemenag) melaksanakan :
a. Tahapan POPM Kecacingan mulai dari tahap persiapan (sosialisasi, penunjukan
pelaksana melalui SK Kepala Puskesmas, pendataan sasaran, distribusi obat)
b. Tahap pelaksanaan (dengan penggerakan masyarakat mulai dari tingkat administrasi
paling bawah dan pemberian obat sesuai dengan situasi di daerah masing – masing)
c. Tahap monitoring dan evaluasi cakupan POPM (monitoring, sweeping dan pendataan
pelaporan).
3. Operasional pelaksanaan POPM Kecacingan menggunakan anggaran BOK, APBD, JKN dan
sumber dana lainnya.
4. Pendataan sasaran diterima oleh Dinas Kesehatan Provinsi 2 bulan sebelum minum obat
(guna distribusi logistic) dan laporan POPM Kecacingan diterima paling lama 1 bulan setelah
dilaksanakannya POPM Kecacingan.
5. Apabila ada dugaan KIPPO, maka penanganan awal dilakukan oleh puskesmas dan apabila
terjadi KIPPO berat maka segera dirujuk ke RSUD, selanjutnya kejadian KIPPO dilaporkan
ke berjenjang mulai dari Puskesmas/RS – Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas – Dinas
Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah.

6. Dinas Kesehatan Provinsi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengupayakan


distribusi obat ke puskesmas 1 bulan sebelum pelaksanaan POPM Kecacingan (obat
langsung di kirim ke Gudang Farmasi Kabupaten Kapuas).
7. Sosialisasi kegiatan POPM Kecacingan oleh Puskesmas dilaksanakan kepada Pihak
Sekolah atau Lintas Program/Lintas Sektor terkait pada saat Lokakarya Mini di Puskesmas.
8. Pada Rakerkesnis tingkat Kabupaten agar disampaikan pelaksanaan POPM Kecacingan dan
penganggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kuala Kapuas, 8 April 2019

Seluruh peserta,
(Absensi terlampir)