Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH BILOGI SEL DAN MOLEKULER

“MITOKONDRIA, GLIKOLISIS, DAN SIKLUS KREBS”

OLEH :

NAMA : MIFTAHUL FADLI (O1A116028)


NUR AULIA INDA (O1A116037)
LUTFIAH MAHDIAH (O1A116081)
ALYA ZUHRIYAH (O1A116001)

KELOMPOK : III

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah Biologi
Sel dan Molekuler yang berjudul “Mitokondria, Glikolisis, dan Siklus Krebs”. Kami
berharap dengan terselesaikannya makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan
secara umum, khususnya bagi mahasiswa bersangkutan sebagai penyusun.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen Mata Kuliah Biologi
Sel dan Molekuler dan teman-teman mahasiswa yang sudah memberi kontribusi baik
bantuan langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini sehingga
dapat terselesaikan tepat waktu.

Makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya
membangun sangat kami harapkan dalam perbaikan dan pengembangan makalah ini.
Mohon maaf apabila makalah ini belum memnuhi standar sesuai dengan apa yang
diharapkan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kendari, Juli 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KOVER

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN

BAB II PEMBAHASAN

A. MITOKONDRIA
B. GLIKOLISIS
C. SIKLUS KREBS

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sel memiliki organel yang bermacam-macam dam memiliki fungsi
masingmasing untuk menjaga keberlangsungan kehidupan organisme. Setiap
organisme membutuhkan energi untuk bisa menjalankan aktifitas kehidupan. Sel
yang dimiliki organisme memiliki organel yang berfungsi serta bertanggung
jawab dalam pembentukan energi dalam bentuk ATP .
Tiap organisme atau makhluk hidup memiliki ukuran yang berbeda-
beda.Semakin besar ukuran organisme itu, maka sel penyusunnya semakin
banyak.Tubuh kita tersusun atas banyak sel. Sel didefiniskan sebagai unit
struktural dan fungsional terkecil yang menyusun makhluk hidup.Dalam
menjalankan fungsinya sel dilengkapi dengan bagian – bagian sel yang disebut
dengan organel. Salah satu organel yang penting dalam sel adalah mitokondria.
Mitokondria adalah organel yang berperan penting sebagai pabrik energi yang
menghasilkan energi bagi sel dalam bentuk ATP.Mitokondria memiliki struktur
yang kecil dan tersusun atas empat bagian.Komposisi utama dari mitokondria
sendiri adalah protein. Di dalam mitokondria untuk membentuk energi, terjadi
proses yang disebut respirasi seluler. Respirasi seluler ini terbagi menjadi empat
yaitu glikolisis, fermentasi, dekarboksilasi oksidasi piruvat dan siklus krebs atau
dikenal pula sebagai siklus asam sitrat. Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia
penguraian glukosa (yang memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa
yang memiliki 3 atom C), NADH dan ATP. NADH (Nikotinamida Adenina
Dinukleotida Hidrogen) adalah koenzim yang mengikat elektron (H), sehingga
disebut sumber elektron berenergi tinggi
B. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dari makalah ini yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan mitokondria dan fungsinya?
2. Apa yang dimaksud glikolisis dan bagaimana tahapapannya?
3. Apa yang dimaksud dengan siklus krebs dan bagaimaan tahapannya?
C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui definisi mitokondria beserta fungsinya
2. Untuk menegetahui definisi glikolisis dan tahapannya
3. Untuk mengetahui definisi siklus krebs dan tahapannya
BAB II
PEMBAHASAN
A. Mitokondria
Mitokondria merupakan organel sel yang diselimuti oleh membran dan
ditemukan dalam semua sel eukariot. Berdasarkan hipotesis, endosimbiosis
mitokondria berasal dari sel eukariot yang bersimbiosis dengan prokariot (bakteri)
sehingga membentuk organel sel. Adanya DNA pada mitokondria menunjukkan
bahwa dahulu mitokondria merupakan entitas yang terpisah dari sel inangnya dan
hipotesis ini ditunjang oleh beberapa kemiripan mitokondria dengan bakteri.
Mitokondria ini menyerupai bakteri mulai dari bereproduksi dengan cara
membelah diri menjadi dua, memiliki sistem genetik sendiri, dan memiliki
ribosom. Ribosom mitokondria lebih mirip dengan bakteri dibandingkan dengan
ribosom yang dikode oleh inti sel eukariot.

Struktur mitokondria yang merupakan organel sel penting dalam sel


eukariot, berbentuk elips, dan memiliki empat bagian penting yaitu: (1) membran
luar, (2) ruang antar-membran, (3) membran dalam, dan (4) matriks. Membran
luar bersifat permeable; ruang antar membran tempat dihasilkannya nukleotida
kinase; membran dalam yang berlekuk-lekuk mengandung protein dengan 3
macam fungsi yaitu rantai transport elektron (menyelenggarakan reaksi oksidatif),
ATP synthase (membuat ATP dalam matriks), dan protein transport (melewatkan
metabolit); dan pada matriks terdapat enzim, mitokondria DNA, ribosom dan
lain-lain. Mitokondria pada eukariot berjumlah sangat banyak dan esensial karena
tanpa mitokondria maka sel-sel akan mengandalkan proses anaerob untuk
menghasilkan ATP.
Mitokondria memiliki berbagai sifat yang unik dibandingkan dengan
organel sel lainnya, salah satunya adalah jumlahnya yang berbeda-beda disetiap
jaringan. Semakin tinggi kebutuhan jaringan akan energi, maka jumlah
mitokondria yang dapat ditemukan juga semakin tinggi. Selain itu, mitokondria
juga ditemukan dalam jumlah banyak pada bagian ekor sperma, sel otot jantung,
dan sel-sel yang aktif membelah seperti sel epitel, sel folikel akar rambut dan sel
epidermis. Hal ini erat kaitannya dengan proses oksidasi zat-zat makanan yang
menghasilkan energi dalam bentuk adenosin triposfat (ATP) yang merupakan
sumber energi kimia sel.

1. Komposisi Kimia Mitokondria


Pada mitokondria utuh, air merupakan komponen utama yang
dominan dan ditemukan di seluruh mitokondria kecuali dalam lapisan bilayer
lipida. Air selain berperan dalam reaksi-reaksi kimia, juga berperan sebagai
medium fisik dimana metabolit dapat berdifusi diantara sistem-sistem enzim.
Komponen utama mitokondria adalah protein. Persentase protein yang
sebenarnya berkaitan dengan jumlah membran dalam yang ada. Membran
dalam terdiri atas protein, baik protein enzimatik maupun protein struktural.
Protein mitokondria dapat dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu bentuk
terlarut dan bentuk tidak terlarut. Protein terlarut terutama terdiri atas enzim-
enzim matriks dan protein perifer membrane atau protein intrinsic membrane
tertentu. Protein tidak terlarut biasanya menjadi bagian integral membran.
Beberapa dari protein ini merupakan protein struktutal serta beberapa protein
enzim.
Komposisi lipida mitokondria tergantung dan sumber mitokondrianya.
Namun demikian, fosfolipida merupakan bentuk yang dominan. Umumnya
fosfolipida terdiri dari ¾ dari total lipida. Fosfatidilamin dan
fosfatidiletanolamin umumnya merupakan fosfatidil dalam jumlah yang besar
pada mitokondria. Namun demikian, ditemukan kadar kadiolipin dan
kolesterol dengan konsentrasi yang rendah.

2. Fungsi Mitokondria
Peran utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang
menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Metabolisme karbohidrat akan
berakhir di mitokondria ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2 ¬
menjadi CO2 dan air. Energi yang dihasilkan sangat efisien yaitu sekitar tiga
puluh molekul ATP yang diproduksi untuk setiap molekul glukosa yang
dioksidasi, sedangkan dalam proses glikolisis hanya dihasilkan dua molekul
ATP. Proses pembentukan energi atau dikenal sebagai fosforilasi oksidatif
terdiri atas lima tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan kompleks enzim
yang terdapat pada membran bagian dalam mitokondria. Proses pembentukan
ATP melibatkan proses transpor elektron dengan bantuan empat kompleks
enzim, yang terdiri dari kompleks I (NADH dehidrogenase), kompleks II
(suksinat dehidrogenase), kompleks III (koenzim Q – sitokrom C reduktase),
kompleks IV (sitokrom oksidase), dan juga dengan bantuan FoF1 ATP
Sintase dan Adenine Nucleotide Translocator (ANT).
Fungsi mitokondria dalam sel adalah menghasilkan energi dalam
bentuk ATP (adenosine triphosphate). Sebagian besar ATP dihasilkan melalui
proses fosforilasi oksidatif. Energi yang dihasilkan ini digunakan sel untuk
homeostatis, regulasi, pembelahan, motilitas dan kematian. Fosforilasi
oksidatif merupakan reaksi kondensasi molekul ADP dengan Pi (phosphate
inorganic, Pi) menjadi ATP menggunakan energi yang dihasilkan dari rantai
respirasi. Fosforilasi oksidatif melibatkan perpindahan elektron dari senyawa
NADH dan suksinat, keduanya merupakan substrat yang akan melepaskan
elektronnya untuk reaksi transduksi energi ke molekul oksigen sebagai
akseptor elektro terakhir dan membentuk H2O.

Proses fosforilasi oksidatif melibatkan lima kompleks enzim rantai


respirasi (Gambar 3) yang bertanggung jawab dalam memproduksi ATP
yaitu: kompleks I (NADH ubikuinon oksidoreduktase), kompleks II (suksinat
ubikuinon oksidoreduktase), kompleks III (ubikuinon ferositokrom c
oksidoreduktase), kompleks IV (ferositokrom c oksidase) dan kompleks V
(ATP sintase). Secara bersama-sama kelima kompleks tersebut membentuk
rantai transpor elektron. Elektron dari kompleks I dan II (berasal dari reaksi
oksidasi NADH oleh kompleks I dan oksidasi suksinat oleh kompleks II)
ditransfer ke ubikuinon (koenzim Q, CoQ), kemudian ditransfer lagi ke
kompleks III tereduksi. Elektron dari kompleks III ditransfer ke sitokrom c,
kemudian sitokrom c ini dioksidasi kompleks IV. Elektron yang dihasilkan
kompleks IV digunakan untuk mengubah O2 menjadi H2O.
Transfer elektron antara kompleks I,III dan IV disertai transpor proton
dari matriks ke ruang antar membran dengan menggunakan energi bebas yang
dilepaskan oleh masing-masing kompleks. Pemindahan proton ini
mengakibatkan akumulasi proton pada ruang antar membran sehingga
menimbulkan suatu gradien potensial proton. Keadaan ini dimanfaatkan oleh
kompleks V untuk mensintesis ATP dari ADP dan Pi dengan menggunakan
energi yang dilepaskan saat proton berpindah dari ruang antar membran ke
matriks.

B. Glikolisis
1. Definisi Glikolisis
Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia penguraian glukosa (yang
memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang memiliki 3 atom C),
NADH dan ATP. NADH (Nikotinamida Adenina Dinukleotida Hidrogen)
adalah koenzim yang mengikat elektron (H), sehingga disebut sumber
elektron berenergi tinggi. ATP (adenosin trifosfat) merupakan senyawa
berenergi tinggi. Setiap pelepasan gugus fosfatnya menghasilkan energi. Pada
proses glikolisis, setiap 1 molekul glukosa diubah menjadi 2 molekul asam
piruvat, 2 NADH, dan 2 ATP. Glikolisis memiliki sifat-sifat, antara lain:
glikolisis dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob, glikolisis
melibatkan enzim ATP dan ADP, serta peranan ATP dan ADP pada glikolisis
adalah memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul yang satu ke molekul
yang lain. Pada sel eukariotik, glikolisis terjadi di sitoplasma (sitosol).
Glikolisis terjadi melalui 10 tahapan yang terdiri dari 5 tahapan penggunaan
energi dan 5 tahapan pelepasan energi. Berikut ini reaksi glikolisis secara
lengkap: Dari skema tahapan glikolisis menunjukkan bahwa energi yang
dibutuhkan pada tahap penggunaan energi adalah 2 ATP. Sementara itu,
energi yang dihasilkan pada tahap pelepasan energi adalah 4 ATP dan 2
NADH. Dengan demikian, selisih energi atau hasil akhir glikolisis adalah 2
ATP + 2 NADH.
Glikolisis adalah rincian sistematis glukosa dan gula lain untuk
kekuatan proses respirasi selular. Ini adalah reaksi biokimia universal yang
terjadi dalam setiap organisme uniseluler atau multiseluler yang hidup
respires aerobik dan anaerobik. Ada jalur metabolik di mana proses ini terjadi.
Tahap glikolisis di sini merujuk pada jalur tertentu yang disebut embden-
Meyerhof-Parnus jalur. Proses ini adalah bagian kecil dari siklus respirasi
seluler dan metabolisme tubuh secara keseluruhan, diarahkan untuk
menciptakan ATP (Adenosine Triphosphate) yang merupakan mata uang
energi tubuh.
Skema tahapan glikolisi

2. Tahapan Glikolisis
Glikolisis secara harfiah berarti pemecahan glukosa atau dekomposisi.
Melalui proses ini, satu molekul glukosa sepenuhnya dipecah untuk
menghasilkan dua molekul asam piruvat, dua molekul ATP dan dua NADH
(Reduced nikotinamida adenin dinukleotida) radikal yang membawa elektron
yang dihasilkan. Butuh waktu bertahun-tahun penelitian melelahkan dalam
biokimia yang mengungkapkan tahap-tahap glikolisis yang membuat respirasi
selular mungkin. Berikut adalah berbagai tahap yang disajikan dalam urutan
awal terjadinya dengan glukosa sebagai bahan baku utama. Seluruh proses
melibatkan sepuluh tahap dengan membentuk produk pada setiap tahap dan
setiap tahap diatur oleh enzim yang berbeda. Produksi berbagai senyawa di
setiap tahap menawarkan entry point yang berbeda ke dalam proses. Itu
berarti, proses ini dapat langsung mulai dari tahap peralihan jika senyawa
yang reaktan pada tahap yang langsung tersedia.
a. Tahap1: Fosforilasi Glukosa
Tahap pertama adalah fosforilasi glukosa (penambahan gugus
fosfat). Reaksi ini dimungkinkan oleh heksokinase enzim, yang
memisahkan satu kelompok fosfat dari ATP (Adenosine Triphsophate)
dan menambahkannya ke glukosa, mengubahnya menjadi glukosa 6-
fosfat. Dalam proses satu ATP molekul, yang merupakan mata uang
energi tubuh, digunakan dan akan ditransformasikan ke ADP (Adenosin
difosfat), karena pemisahan satu kelompok fosfat. Reaksi keseluruhan
dapat diringkas sebagai berikut:
Glukosa (C6H12O6) + + ATP heksokinase → Glukosa 6-Fosfat
(C6H11O6P1) + ADP
b. Tahap 2: Produksi Fruktosa-6 Fosfat
Tahap kedua adalah produksi fruktosa 6-fosfat. Hal ini
dimungkinkan oleh aksi dari enzim phosphoglucoisomerase. Kerjanya
pada produk dari tahap sebelumnya, glukosa 6-fosfat dan berubah menjadi
fruktosa 6-fosfat yang merupakan isomer nya (Isomer adalah molekul
yang berbeda dengan rumus molekul yang sama tetapi susunan berbeda
dari atom). Reaksi seluruh diringkas sebagai berikut:
Glukosa 6-Fosfat (C6H11O6P1) + Phosphoglucoisomerase
(Enzim) → Fruktosa 6-Fosfat (C6H11O6P1)
c. Tahap 3: Produksi Fruktosa 1, 6-difosfat
Pada tahap berikutnya, Fruktosa isomer 6-fosfat diubah menjadi
fruktosa 1, 6-difosfat dengan penambahan kelompok fosfat. Konversi ini
dimungkinkan oleh fosfofruktokinase enzim yang memanfaatkan satu
molekul ATP lebih dalam proses. Reaksi ini diringkas sebagai berikut:
Fruktosa 6-fosfat (C6H11O6P1) + fosfofruktokinase (Enzim) + ATP →
Fruktosa 1, 6-difosfat (C6H10O6P2)
d. Tahap 4: Pemecahan Fruktosa 1, 6-difosfat
Pada tahap keempat, adolase enzim membawa pemisahan Fruktosa
1, 6-difosfat menjadi dua molekul gula yang berbeda yang keduanya
isomer satu sama lain. Kedua gula yang terbentuk adalah gliseraldehida
fosfat dan fosfat dihidroksiaseton. Reaksi berjalan sebagai berikut:
Fruktosa 1, 6-difosfat (C6H10O6P2) + Aldolase (Enzim) →
gliseraldehida fosfat (C3H5O3P1) + Dihydroxyacetone fosfat
(C3H5O3P1)
e. Tahap 5: interkonversi Dua Glukosa
Fosfat dihidroksiaseton adalah molekul hidup pendek. Secepat itu
dibuat, itu akan diubah menjadi fosfat gliseraldehida oleh enzim yang
disebut fosfat triose. Jadi dalam totalitas, tahap keempat dan kelima dari
glikolisis menghasilkan dua molekul gliseraldehida fosfat.
Dihidroksiaseton fosfat (C3H5O3P1) + Triose Fosfat → gliseraldehida
fosfat (C3H5O3P1)
f. Tahap 6: Pembentukan NADH & 1,3-Diphoshoglyceric
Tahap keenam melibatkan dua reaksi penting. Pertama adalah
pembentukan NADH dari NAD + (nicotinamide adenin dinukleotida)
dengan menggunakan enzim dehydrogenase fosfat triose dan kedua adalah
penciptaan 1,3-diphoshoglyceric asam dari dua molekul gliseraldehida
fosfat yang dihasilkan pada tahap sebelumnya. Reaksi keduanya adalah
sebagai berikut:
Fosfat dehidrogenase Triose (Enzim) + 2 NAD + + 2 H-→
2NADH (Reduced nicotinamide adenine dinucleotide) + 2 H +
Triose fosfat dehidrogenase gliseraldehida fosfat + 2 (C3H5O3P1)
+ 2P (dari sitoplasma) → 2 molekul asam 1,3-diphoshoglyceric
(C3H4O4P2)
g. Tahap 7: Produksi ATP & 3-fosfogliserat Asam
Tahap ketujuh melibatkan penciptaan 2 molekul ATP bersama
dengan dua molekul 3-fosfogliserat asam dari reaksi
phosphoglycerokinase pada dua molekul produk 1,3-diphoshoglyceric
asam, dihasilkan dari tahap sebelumnya.
2 molekul asam 1,3-diphoshoglyceric (C3H4O4P2) + + 2ADP
phosphoglycerokinase → 2 molekul 3-fosfogliserat acid (C3H5O4P1) +
2ATP (Adenosine Triphosphate)
h. Tahap 8: Relokasi Atom Fosfor
Tahap delapan adalah reaksi penataan ulang sangat halus yang
melibatkan relokasi dari atom fosfor dalam 3-fosfogliserat asam dari
karbon ketiga dalam rantai untuk karbon kedua dan menciptakan 2 - asam
fosfogliserat. Reaksi seluruh diringkas sebagai berikut:
2 molekul 3-fosfogliserat acid (C3H5O4P1) + phosphoglyceromutase
(enzim) → 2 molekul asam 2-fosfogliserat (C3H5O4P1)
i. Tahap 9: Penghapusan Air
The enolase enzim datang ke dalam bermain dan menghilangkan
sebuah molekul air dari 2-fosfogliserat acid untuk membentuk asam yang
lain yang disebut asam phosphoenolpyruvic (PEP). Reaksi ini mengubah
kedua molekul 2-fosfogliserat asam yang terbentuk pada tahap
sebelumnya.
2 molekul asam 2-fosfogliserat (C3H5O4P1) + enolase (enzim) ->
2 molekul asam phosphoenolpyruvic (PEP) (C3H3O3P1) + H2O
j. Tahap 10: Pembentukan piruvat Asam & ATP
Tahap ini melibatkan penciptaan dua molekul ATP bersama
dengan dua molekul asam piruvat dari aksi kinase piruvat enzim pada dua
molekul asam phosphoenolpyruvic dihasilkan pada tahap sebelumnya. Hal
ini dimungkinkan oleh transfer dari atom fosfor dari asam
phosphoenolpyruvic (PEP) untuk ADP (Adenosin trifosfat).
2 molekul asam phosphoenolpyruvic (PEP) (C3H3O3P1) + +
2ADP kinase piruvat (Enzim) → 2ATP + 2 molekul asam piruvat.

3. Proses Reaksi Glikolisis (respirasi aerob)


Glikolisis merupakan reaksi tahap pertama secara aerob (cukup
oksigen) yang berlangsung dalam mitokondria. Tahap glikolisis tidak
memerlukan oksigen dan tidak menghasilkan banyak energi. Tahap glikolisis
merupakan awal terjadinya respirasi sel. Glikolisis terjadi dalam sitoplasma
dan hasil akhir glikolisis berupa senyawa asam piruvat. Glikolisis memiliki
sifat-sifat, antara lain: glikolisis dapat berlangsung secara aerob maupun
anaerob, glikolisis melibatkan enzim ATP dan ADP, serta peranan ATP dan
ADP pada glikolisis adalah memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul
yang satu ke molekul yang lain. Pada sel eukariotik, glikolisis terjadi di
sitoplasma (sitosol). Glikolisis terjadi melalui 10 tahapan yang terdiri dari 5
tahapan penggunaan energi dan 5 tahapan pelepasan energi. Berikut ini reaksi
glikolisis secara lengkap:
Molekul glukosa akan masuk ke dalam sel melalui proses difusi. Agar
dapat bereaksi, glukosa diberi energi aktivasi berupa satu ATP. Hal ini
mengakibatkan glukosa dalam keadaan terfosforilasi menjadi glukosa-6-fosfat
yang dibantu oleh enzim heksokinase. Glikolisis ini terjadi pada saat sel
memecah molekul glukosa yang mengandung 6 atom C (6C) menjadi 2
molekul asam piruvat yang mengandung 3 atom C (3C) yang melalui dua
rangkaian reaksi yaitu rangkaian I (pelepasan energi) dan rangkaian II
(membutuhkan oksigen).
a. Rangkaian I
Rangkaian I Reaksi Glikolisis (pelepasan energi) berlangsung di
dalam sitoplasma (dalam kondisi anaerob) yaitu diawali dari reaksi
penguraian molekul glukosa menjadi glukosa-6-fosfat yang membutuhkan
(-1) energi dari ATP dan melepas 1 P. Jika glukosa-6-fosfat mendapat
tambahan 1 P menjadi fruktosa-6-fosfat kemudian menjadi fruktosa 1,6
fosfat yang membutuhkan (-1) energi dari ATP yang melepas 1 P. Jadi
untuk mengubah glukosa menjadi fruktosa 1,6 fosfat, energi yang
dibutuhkan sebanyak (-2) ATP. Selanjutnya fruktosa 1,6 fosfat masuk ke
mitokondria dan mengalami lisis (pecah) menjadi dehidroksik aseton
fosfat dan fosfogliseraldehid.
b. Rangkaian II
Rangkaian II Reaksi Glikolisis (membutuhkan oksigen) berlangsung
di dalam mitokondria (dalam kondisi awal), molekul fosfogliseraldehid
yang mengalami reaksi fosforilasi (penambahan gugus fosfat) dan dalam
waktu yang bersamaan, juga terjadi reaksi dehidrogenasi (pelepasan atom
H) yang ditangkap oleh akseptor hidrogen, yaitu koenzim NAD. Dengan
lepasnya 2 atom H, fosfogliseraldehid berubah menjadi 2×1,3-asam
difosfogliseral kemudian berubah menjadi 2×3-asam fosfogliseral yang
menghasilkan (+2) energi ATP. Selanjutnya 2×3-asam fosfogliseral
tersebut berubah menjadi 2xasam piruvat dengan menghasilkan (+2)
energi ATP serta H2O (sebagai hasil sisa). Jadi, energi hasil akhir bersih
untuk mengubah glukosa menjadi 2 x asam piruvat, adalah:
Energi yang dibutuhkan Tahap I : (-2) ATP
Energi yang dihasilkan Tahap II : (+4) ATP
Energi hasil akhir bersih : 2 ATP
Pada perjalanan reaksi berikutnya, asam piruvat tergantung pada
ketersediaan oksigen dalam sel. Jika oksigen cukup tersedia, asam piruvat
dalam mitokondria akan mengalami dekarboksilasi oksidatif yaitu
mengalami pelepasan CO2 dan reaksi oksidasi dengan pelepasan 2 atom H
(reaksidehidrogenasi). Selama proses tersebut berlangsung, maka asam
piruvat akan bergabung dengan koenzim A (KoA–SH) yang membentuk
asetil koenzim A (asetyl KoA). Dalam suasana aerob yang berlangsung di
membran krista mitakondria terbentuk juga hasil yang lain, yaitu NADH2
dari NAD yang menangkap lepasnya 2 atom H yang berasal dari reaksi
dehidrogenasi. Kemudian kumpulan NADH2 diikat oleh rantai respirasi di
dalam mitokondria. Setelah asam piruvat bergabung dengan koenzim dan
membentuk asetil Co-A kemudian masuk dalam tahap siklus Krebs.
Jika Anda amati lebih cermat lagi, Anda akan mengetahui pada
tahapan mana sajakah energi ( ATP) dibentuk. Nah, proses pembentukan
ATP inilah yang disebut fosforilasi. Pada tahapan glikolisis tersebut,
enzim mentransfer gugus fosfat dari substrat (molekul organik dalam
glikolisis) ke ADP sehingga prosesnya disebut fosforilasi tingkat substrat.
Keseluruhan reaksi glikolisis, dapat dibuat persamaaan reaksi sebagai
berikut:
Glukosa + 2ADP + 2Pi + 2NAD+ → 2 Piruvat + 2H2O + 2ATP +
2NADH + 2H+
Selain glukosa, bahan makanan yang Anda konsumsi tidak selalu
mengandung gula sederhana seperti glukosa saja. Kadang-kadang Anda
mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung gula kompleks
(karbohidrat kompleks) seperti maltosa, laktosa, dan sukrosa.

C. Siklus Krebs
1. Definisi siklus krebs
Penemu siklus krebs adalah seorang ahli biokimia terkenal, ilmuwan
Jerman-Inggris, beliau bernama Mr. Hans Krebs. Krebs mendeskripsikan
sebagian besar jalur metabolik ini pada tahun 1930-an. Krebs juga
menemukan metabolisme karbohidrat. Siklus krebs adalah satu seri reaksi
yang terjadi di dalam mitokondria yang membawa katabolisme residu asetyl,
membebaskan ekuivalen hidrogen, yang dengan oksidasi menyebabkan
pelepasan dan penangkapan ATP sebagai kebutuhan energi jaringan. Residu
asetyl tersebut dalam bentuk asetyl-KoA (CH3-CO-S-CoA, asetat aktif), suatu
ester koenzim A (KoA). Koenzim A (KoA) mengandung vitamin
asam pantotenat. Siklus krebs ini terjadi didalam mitokondria.
Siklus krebs disebut juga siklus asam sitrat. Siklus asam sitrat ( bahasa
Inggris: citric acid cycle, tricarboxylic acid cycle, TCA cycle, Krebs cycle,
Szent-Györgyi-Krebs cycle) adalah sederetan jenjang reaksi
metabolisme pernafasan selular yang terpacu enzim. Siklus asam sitrat juga
bisa didefinisikan sebagai jalur bersama terakhir untuk oksidasi karbohidrat,
lipid, dan protein karena glukosa, asam lemak, dan sebagian besar asam
amino dimetabolisme menjadi asetil koenzim A (KoA) atau zat-zat pada
siklus ini.
Siklus krebs disebut siklus asam sitrat karena menggambarkan langkah
pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil KoA dengan asam
oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat. Siklus ini juga berperan sentral
dalam glukoneogenesis, liogenesis, dan interkonversi asam-asam amino.
Banyak proses ini berlangsung di sebagian besar jaringan, tetapi hati adalah
satu-satunya jaringan tempat semuanya berlangsung dengan tingkat yang
signifikan. Jadi, akibat yang timbul dapat parah, contohnya jika sejumlah sel
hati rusak, seperti pada hepatitis akut atau diganti oleh jaringan ikat (seperti
pada sirosis). Beberapa defek genetik pada enzim-enzim siklus asam sitrat
yang pernah dilaporkan menyebabkan kerusakan saraf berat karena sangat
terganggunya pembentukan ATP di sistem saraf pusat.
Selain disebut dengan siklus asam sitrat, siklus krebs juga disebut
siklus asam trikarboksilat (─COOH) karena hampir di awal-awal siklus krebs,
senyawanya tersusun dari asam trikarboksilat. Trikarboksilat itu merupakan
gugus asam (─COOH).
2. Tujuan siklus krebs
Adapun tujuan dari siklus krebs adalah sebagai berikut:
a. Menjelaskan reaksi-reaksi metabolik akhir yang umum terdapat pada jalur
biokimia utama katabolisme tenaga
b. Menggambarkan bahwa CO2 tidak hanya merupakan hasil akhir
metabolisme, namun dapat berperan sebagai zat antara, misalnya untuk
proses lipogenesis
c. Mengenali peran sentral mitokondria pada katalisis dan pengendalian
jalur-jalur metabolik tertentu, mitokondria berfungsi sebagai penghasil
energi.

3. Fungsi siklus krebs


Fungsi siklus krebs adalah sebagai berikut:
a. Menghasilkan sebagian besar CO2
b. Metabolisme lain yang menghasilkan CO2 misalnya jalur pentosa phospat
atau P3 (pentosa phospat pathway) atau kalau di harper heksosa
monofosfat
c. Sumber enzim-enzim tereduksi yang mendorong RR ( Rantai Respirasi)
d. Merupakan alat agar tenaga yang berlebihan dapat digunakan untuk
sintesis lemak sebelum pembentukan TG untuk penimbunan lemak
e. Menyediakan prekursor-prekursor penting untuk sub-sub unit yang
diperlukan dalam sintesis berbagai molekul
f. Menyediakan mekanisme pengendalian langsung atau tidak langsung
untuk lain-lain sistem enzim
Fungsi utama siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama
untuk oksidasi karbohidrat, lipid dan protein. Hal ini terjadi karena glukosa,
asam lemak dan banyak asam amino dimetabolisir menjadi asetil KoA atau
intermediat yang ada dalam siklus tersebut. Kepentingan piruvat pada siklus
Krebs Yaitu:
a. Energi yang terkandung pada karbohidrat memasuki siklus melalui
piruvat, sumber utama asetil KoA
b. Kompleks enzim yang mendekarboksilasi piruvat menjadi asetil KoA
sangat mirip dari segi lokasi subsel, komposisi dan mekanisme kerja
dengan α-ketoglutarat dehidrogenase kompleks. Dekarboksilasi piruvat
melibatkan piruvat dehidrogenase kompleks, suatu gugus enzim yang
tersusun atas 3 komponen yaitu :
E1 24 mol piruvat dehidrogenase Kofaktor: TPP (tiamin pirofosfat)
E2 24 mol dihidrolipoil transasetilase Lipoate, koenzim A
E3 12 mol dihidrolipoil dehidrogenase FAD, NAD+

4. Tahapan-tahapan daur siklus krebs

KH, protein dan lipid akan


dimetabolisme yang hasil
akhirnya asetyl Co-A, dimana
asetyl Co-A merupakan substrat
untuk siklus krebs.
Kemudian dari siklus krebs
dihasilkan CO 2 +H 2 O,
hidrogen dan ATP.
Hidrogen (reducing ekivalen)
merupakan substrat untuk rantai
respirasi (RR).
Siklus krebs harus berjalan dalam
keadaan aerob, tapi kalau
glikolisis bisa anaerob atau aerob.
a. Siklus asam sitrat (siklus krebs)

Keterangan:
 Substrat siklus krebs adalah asetyl Co-A.
 Asetyl Co-A akan bereaksi dengan oksalo asetat (OAA) → hasilnya
sitrat
 Asam sitrat rumusnya beda dengan asam askorbat (vitamin C), kalau
vitamin C itu rumusnya lebih mirip glukosa. Manusia tidak bisa
menghasilkan vitamin C karena ada suatu reaksi yang terputus dimana
manusia itu tidak mempunyai enzim L-glunoluase oksidase yang
mengoksidasi glukosa menjadi vitamin C.
 Dari isositrat ke -ketoglutarat membebaskan CO2 dan NADH
(koenzim).
 Kalau menghasilkan NADH pasti membutuhkan NAD.
NAD → dalam bentuk teroksidasi
NADH → dalam bentuk tereduksi
 NAD merupakan derivat vitamin B3.
B1 → thiamin
B2 → riboflavin
B3 → niasin
 Koenzim yang terkait dengan ATP hanya vitamin B2 dan B3.
 Kekurangan vitamin B akan mengganggu metabolisme energi.
 NADH → enzimnya isositrat dehidrogenase.
 NADH akan masuk ke rantai respirasi melepaskan hidrogen dan
menghasilkan 3 ATP. Sedangkan
FADH menghasilkan 2 ATP
 Dekarboksilasi oksidasi → melepaskan CO2.
 Dari α-keto menjadi suksinil Co-A → prosesnya dekarboksilasi
oksidasi.
 Dari succynyl Co-A menjadi succinate langsung dihasilkan ATP.
 Reaksi yang menghasilkan ATP langsung: siklus krebs, glikolisis,
fosforilasi oksidatif, dan rantai respirasi.
 Lemak penghasil ATP paling banyak tapi tidak menghasilkan ATP
secara langsung. Lemak banyak menghasilkan NADH dan FADH.
 Dari succinate menjadi fumarate dihasilkan FADH2, membutuhkan
koenzim FAD (derivat vitamin B2), dihasilkan 2 ATP.
 Dari malate ke oxaloacetat dihasilkan NADH 3 ATP.
 Total ATP untuk 1 putaran (1 asetyl Co-A) siklus krebs → 12 ATP.
Glikolisis → 2 asetyl Co-A
Lemak → 8 asetyl Co.A
1 mol glukosa → 2 kali putaran
1 mol lemak → 8 kali putaran
Karbohidrat disimpan di dalam becak-bercak sitoplasma di dalam
hepar.
Hepar dapat bertahan menyimpan glikogen → 0,5 gram

Dalam setiap siklus:


 1 gugus asetil ( molekul 2C) masuk dan keluar sebagai 2 molekul CO2
 Dalam setiap siklus : OAA digunakan untuk membentuk sitrat →
setelah mengalami reaksi yang panjang → kembali diperoleh OAA
 Terdiri dari 8 reaksi : 4 merupakan oksidasi → dimana energi →
digunakan utk mereduksi NAD dan FAD
 Dihasilkan: 2 ATP, 8 NADH, 2 FADH2
 Tidak diperlukan O2 pada TCA, tetapi digunakan pada Fosforilasi
oksidatif → untuk memberi pasokan NAD, shg piruvat dapat di ubah
menjadi Asetil Co A.

b. Tahap-tahap siklus Krebs


Enzim tersedia dalam mitokondria
Ada dua macam enzim: 1. memerlukan NAD dan 2. memerlukan NADP
NADP-dependent enzyme : terdapat di matriks mitokondria dan sitosol
CO2 yang hilang pada proses tersebut diatas bukan C yang sama dengan
asetil Co A.

5. Pembentukan Energi pada Siklus Krebs


Ada 8 enzim dalam siklus asam sitrat yang mengkatalisis serangkaian reaksi
yang secara keseluruhan adalah oksidasi gugus asetil menjadi 2 mol CO2
diikuti dengnan pembentukan 3 NADH, 1 FADH dan GTP. Reaksi tersebut
adalah :
a. Kondensasi asetil CoA dengan oksaloasetat membentuk sitrat, sesuai
dengan nama siklusnya. Reaksi ini dikatalisis enzim citrate synthase.
Reaksi awal dalam siklus asam sitrat ini merupakan titik dimana atom
klarbon dimasukkan ke dalam siklus sebagai asetil CoA.
b. Pengaturan kembali sitrat menjadi bentuk isomernya supaya lebih mudah
untuk d ioksidasi nantinya. Aconitase mengubah sitrat, alcohol tersier
yang tidak siap untuk dioksidasi, menjadi senyawa alcohol sekunder,
isositrat, merupakan senyawa yang lebih mudah dioksidasi. Reaksi ini
melibatkan dehidrasi diikuti oleh hidrasi. Dalam hal ini gugus hidroksil
sitrat ditransfer ke karbon yang berdekatan
c. Oksidasi isositrat membentuk asam keto intermedier, oksalosuksinat
disertai dengan reduksi NAD+menjadi NADH. Oksalosuksinat selanjunya
didekarboksilasi menghasilkan a ketoglutarat. Ini merupakan tahap
pertama dimana oksidasi diiringi dengan terbentuknya NADH dan
pembebasan CO2. Reaksi ini dikatalisis enzim isositrat dehidrogenase.
d. α-ketoglutarat selanjutnya didekarboksilasi membentuk suksinil CoA oleh
multienzim α-ketoglutarat dehidrogenase. Reaksi ini melibatkan reduksi
kedua NAD+ menjadi NADH dan membebaskan molekul CO2 kedua.
Sampai titik ini, 2 mol CO2 sudah dihasilkan sehingga hasil bersih
oksidasi gugus asetil telah lengkap. Perhatikan bahwa atom C dari CO2
bukan berasal dari asetil CoA.
e. Suksinil CoA selanjutnya diubah menjadi suksinat oleh suksinil CoA
sinthetase. Energi bebas dari ikatan thioester ini disimpan dalam bentuk
senyawa berenergi tinggi GTP dari GDP dan Pi.
f. Reaksi selanjutnya dalam siklus ini adalah oksidasi suksinat menjadi
oksaloasetat kembali untuk persiapan putaran berikutnya dalam siklus.
Syuksinat dehidrogenase mengkatalisis oksidasi suksinat menjadi fumarat
diiringi oleh reduksi FAD menjadi FADH2.
g. Fumarase selanjutnya mengkatalisis hidrasi ikatan rangkap fumarat
menjadi malat
h. Tahapan terakhir adalah membentuk kembali oxaloasetat melalui
moksidasi malat oleh enzim malat dehidrogenase. Pada tahap ini juga
dihasilkan NADH ketiga dari NAD+

6. Satu putaran siklus asam sitrat menghasilkan dua belas ATP


Akibat oksidasi yang dikatalisis oleh berbagai dehidrogenase pada siklus
asam sitrat, dihasilkan tiga molekul NADH dan FADH2 untuk setiap molekul
aseti-KoA yang dikatabolisme per satu kali putaran siklus. Ekuivalen
pereduksi ini dipindahkan ke rantai respiratorik, tempat reoksidasi masing-
masing NADH menghasilkan pembentukan ~3 ATP, dan FADH2,~2 ATP.
Selain itu, terbentuk 1 ATP (atau GTP) melalui fosforilasi tingkat substrat
yang dikatalisis oleh suksinat tiokinase.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mitokondria merupakan organel sel yang diselimuti oleh membran dan
ditemukan dalam semua sel eukariot. Berdasarkan hipotesis, endosimbiosis
mitokondria berasal dari sel eukariot yang bersimbiosis dengan prokariot (bakteri)
sehingga membentuk organel sel. Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia
penguraian glukosa (yang memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang
memiliki 3 atom C), NADH dan ATP. NADH (Nikotinamida Adenina Dinukleotida
Hidrogen) adalah koenzim yang mengikat elektron (H), sehingga disebut sumber
elektron berenergi tinggi. Siklus krebs disebut siklus asam sitrat karena
menggambarkan langkah pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil KoA
dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat. Siklus ini juga berperan
sentral dalam glukoneogenesis, liogenesis, dan interkonversi asam-asam amino.
DAFTAR PUSTAKA

Susmiarsih T., 2010, Peran Genetik DNA Mitokondria (Mtdna) Pada Motilitas
Spermatozoa , Pharmamedika, Vol.2, No.2.
Handayani S. S, Hadi S., Dan Patmala H., 2016, Fermentasi Glukosa Hasil Hidrolisis
Buah Kumbi Untuk Bahan Baku Bioetanol, J. Pijar Mipa, Vol.9, No.1.