Anda di halaman 1dari 25

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

“HUTAMA ABDI HUSADA”


Ijin Pendirian Mendiknas RI Nomor : 113/D/O/2009

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Telp./Fax: 0355-322738


Tulungagung 66224
Alamat E-mail : akperta@gmail.com

Format Pengkajian Keperawatan Keluarga

A. PENGKAJIAN : Tgl 1 April 2016


Data Umum :
Nama Kepala Keluarga : Tn.S
Pekerjaan Kepala Keluarga :-
Pendidikan Kepala Keluarga : SD
Alamat dan Telepon : Desa Kepuh, Kec.Boyolangu

Komposisi Keluarga
Status imunisasi
Nam Hub. Umu
No Sexs Pdd BC polio DPT Hepatitis Camp ket
a kel KK r Dg
G ak
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1 Tn.S L Kepala 45 SD - - - - - - - - - - - -
keluarg
a
2 Ny.S P ibu 75 SD - - - - - - - - - - - -

Genogram :
Keterangan:
Laki-laki

Perempuan

Meninggal

Tinggal serumah

Klien

Tipe Keluarga Keluarga Inti


Suku bangsa Indonesia
Agama Islam
Status Sosial Ekonomi Keluarga
Penghasilan keluarga
√< Rp. 1000.000 / bln > Rp. 1.500.000
 Rp. 1000.000 – Rp. 1.500.000 Lain-lain
Pengeluaran keluarga / bulan untuk makan : …………………
√< Rp. 1000.000 / bln > Rp. 1.000.000
Apakah keluarga mempunyai tabungan : …………………..
Ya √Tidak
Aktifitas Rekreasi Keluarga
Apakah keluarga menyediakan waktu untuk rekreasi bersama :
Ya √Tidak
Bila ya ……….…………………………………………………………, frekuensi rekreasi :
1 x / minggu 1 x / tahun
1 x / bulan Lain-lain
Apakah keluarga memiliki waktu luang:
√Ya Tidak
Apakah yang dilakukan untuk mengisi waktu luang :
 Nonton TV
√ Mendengarkan radio
 Olah raga
Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga :
11. Tahap perkembangan keluarga saat ini : (pilih)
 Pasangan baru
 Keluarga chilbearing (kelahiran anak pertama)
 Keluarga dengan anak pra sekolah
 Keluarga dengan anak sekolah
 Keluarga dengan anak remaja
 Keluarga dengan anak dewasa
 Keluarga dengan usia pertengahan
√ Keluarga dengan usia lanjut

12. Tahap perkembangan keluarga :


Tugas perkembangan keluarga saat ini yang belum terpenuhi
a.……………………………………………………………………………….
b.……………………………………………………………………………….

13. Riwayat kesehatan keluarga inti :


Riwayat Pelayanan
Riwayat
No Nama (status dalam penyakit lain kesehatan yang
penyakit
. keluarga) yang pernah di digunakan untuk
keturunan
derita mengatasi penyakit
1. Tn.S Tidak ada Asma Puskesmas
2. Ny.S Tidak ada asma Puskesmas
3.
4.
5.
Lingkungan
Karakteristik rumah:
14. Status kepemilikan rumah
√Rumah sendiri Rumah dinas
Rumah kontrakkan Lain-lain ………….
15. Type rumah :
Permanen √Semi permanen Tidak permanen
16. Ventilasi (10% luas lantai)
Ya √Tidak
17. Luas kamar tidur (syarat 3 x 3 untuk 2 orang) :
Memenuhi syarat √Tak memenuhi syarat
18. Pencemaran rumah oleh cahaya matahari :
Baik √ Cukup Kurang
19. Pemanfaatan pekarangan / halaman rumah :
Ya √ Tidak
Jika ya pemanfaatan halaman rumah : ………………………….
Sayur-sayuran Buah-buahan
Toga Taman √ Tidak ditanami
20. Penyediaan air bersih :
PDAM √Sumur Sungai
21. Penyediaan air minum :
PDAM √ Sumur Sungai
22. Apakah air minum di masak :
√ Selalu Kadang-kadang Tidak pernah
23. Penyediaan jamban :
√ Ada Tidak
24. Jenis jamban
√ Septic tank Sumur Sumur dengan resapan
Kalau tidak mempunyai jamban BAB / BAK dimana :
WC umum √ Jamban tetangga
Sungai Sawah
25. Jarak jamban dengan sumur
< 10 m √ > 10 m

Denah Rumah :

Kmr dap Kamar tidur


man ur
di Ruang tamu

t.px
26. Karakteristik tetangga dan komunitas :
Adakah kegiatan di masyarakat (arisan, pengajian, PKK, dll)
Arisan Pengajian
PKK Karang Taruna
Senam
Bila ya kapan dilakukan
 1x/minggu 1x /bulan
Lain-lain ………………….
Bagaimana keterlibatan keluarga dalam kegiatan tersebut :
Tidak pernah Kadang-kadang Selalu
27. Sistem pendukung keluarga :
Fasilitas transportasi yang dimiliki keluarga :
√ Tidak punya Mobil
 Sepeda motor Lain-lain ………….
28. Fasilitas komunikasi yang dimiliki keluarga :
√ Radio
 Telepon
 Televisi
 Majalah, koran
 Computer/Internet
 Lain-lain

Struktur Keluarga
29. Adakah anggota yang berperan sebagai aparat pemerintah di lingkungan tempat tinggal:
Ya √ Tidak
Bila ya sebagai apa …………………………………
30. Adakah anggota keluarga yang berperan sebagai tokoh masyarakat ?
 Ya √ Tidak
Bila ya sebagai apa …………………………………
31. Apakah keluarga mempunyai kebiasaan untuk berdiskusi bersama
√ Ya Tidak
32. Bila ya, kapan hal tersebut dilaksanakan :
 Secara rutin
 Sewaktu-waktu
√ Bila ada masalah

33. Bagaimana cara keluarga membuat keputusan :


√ Musyawarah seluruh anggota keluarga
 Musyawarah dengan anggota keluarga tertentu

Tanpa musyawarah / secara sepihak (oleh siapa………………………………………………..)
34. Bagaimana keluarga mengatasi masalah yang timbul:
√ Musyawarah seluruh anggota keluarga
 Musyawarah dengan anggota keluarga tertentu
 Tanpa musyawarah/ secara sepihak (oleh siapa …………………………………………………)
35. Adakah tradisi keluarga yang dipertahankan :
Ada √ Tidak ada
36. Bagaimana hubungan antara anggota keluarga
√ Ada Tidak ada

Fungsi keluarga
37. Fungsi Afekif
Bagaimana respon anggota keluarga apabila ada anggota keluarga yang berprestasi, berulang tahun, menikah
dan lain-lain
 Acuh tak acuh

Biasa-biasa saja
√ Ikut merasakan
38. Bagaimana respon anggota keluarga apabila ada anggota keluarga yang mengalami masalah;
sakit, mengalami kegagalan:
 Acuh tak acuh
Biasa-biasa saja
√ Ikut merasakan
39. Apakah keluarga memiliki norma-norma dalam melaksanakan interaksi antara anggota
keluarga
√ Ada
 Tidak ada
40. Fungsi sosialisai :
Apakah ada norma yang diberlakukan bagi setiap anggota keluarga
Ya √ Tidak
Bila ada sebutkan …………………………………………………………...
………………………………………………………………………………
Apakah ada sanksi bila norma tersebut dilanggar oleh anggota keluarga ?
Ya √ Tidak
Bila ya sebutkan ………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………….

41. Fungsi perawatan kesehatan :


 Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang sedang dihadapi keluarga?
√ Ya Tidak
Bila ya, sebutkan Keluarga mengetahui bahwa klien mengalami gangguan kejiwaan
 Apakah keluarga mengetahui cara mengatasi masalah kesehatan keluarga ?
Ya √ Tidak
Bila ya upayakan apa yang sudah dilakukan …………………………………………
 Apakah keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit ?
√ Ya Tidak
Bila ya, bagaimana saudara merawat Memeriksakan pasien ke puskesmas dan minta obat
 Apakah keluarga mampu memelihara lingkungan rumah sehat
√ Ya Tidak
Bila ya bagaimana anda memelihara lingkungan
Dengan cara menyapu lantai rumah dan halaman
 Apakah keluarga mampu menggunakan fasilitas / pelayanan kesehatan di masyarakat
√ Ya Tidak
Bila ya pelayanan kesehatan apa yang saudara gunakan ?
Keluarga selalu mengambil obat pasien di puskesmas
42. Fungsi reproduksi :
Berapa jumlah anak yang dimiliki keluarga ? ……………………………………………
Apakah keluarga menjadi akseptor KB ?
Ya Tidak
Bila ya jenis KB apa yang digunakan :
……………………………………………………………………………….
43. Fungsi ekonomi :
Apakah keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan anggota keluarga ?
√ Ya Tidak
Apakah keluarga dapat memenuhi kebutuhan sandang anggota keluarga?
√ Ya Tidak
Apakah keluarga dapat memenuhi kebutuhan perumahan anggota keluarga ?
Ya Tidak

Stres dan Koping Keluarga


44. Stesor jangka pendek dan panjang :
Apakah keluarga mengalami masalah dalam jangka waktu 6 bulan terakhir ini?
Ya √ Tidak
Bila ya, apakah masalah tersebut sudah diatasi ?
……………………………………………………………………………….
Apakah keluarga mengalami masalah dalam jangka waktu 1 tahun terakhir ini ?
Bila ya, apakah masalah tersebut sudah diatasi ?
……………………………………………………………………………….
45. Kemampuan keluarga berespon terhadap stresor :
Apakah keluarga mampu mengatasi masalah yang dihadapi
Ya Tidak
46. Strategi Koping yang digunakan:
Bagaimana keluarga mengetahui masalah yang dihadapi
Dengan cara musyawarah dengan keluarga

47. Strategi adaptasi disfungsional :


Apakah keluarga menggunakan cara-cara yang tidak bermanfaat dalam mengatasi masalah ?
Ya √ Tidak
Bila ya bagaimana cara mengatasi ……………………………………………………….
……………………………………………………………………………….
Pemeriksaan Fisik
Melakukan pemeriksaan fisik terhadap seluruh anggota keluarga

Harapan Keluarga
Harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada ?
PENGKAJIAN FISIK KELUARGA

Nama penderita: Tn. S


Umur: 45 Tahun

A. I. RIWAYAT KESEHATAN MEDIS


1. Penyakit yang pernah diderita : Asma
2. Penyakit yang diderita sekarang : Gangguan kejiwaan: harga diri rendah
3. Tindakan kesehatan untuk menanganinya : Keluarga selalu mengambil obat ke
puskesmas jik obat untuk klien habis

II. PEMERIKSAAN FISIK ( Pada keluarga yang sakit )


1. Tanda – tanda vital
- Tekanan darah : 140/80 MmHg
- Nadi : 80 x / menit
- Pernafasan : 18 x / menit
- Suhu : 36 Derajat celcius
- Berat Badan : 72 Kg
- Tinggi Badan : 170 Cm
2. Kulit
- Warna : ………………………….
- Gatal : ( ) ada ( √ ) tidak ada
Kalau ada bagian mana …………………………………..
- Luka : ( ) ada ( √ ) tidak ada
Kalau ada bagian mana …………………………………..
- Petechiae : ( ) ada ( √ ) tidak ada
- Perubahan pada kuku
 Cianosis (- )
 Clubbing ( - )

- Keadaan rambut ;

 Rambut rontok : ( ) ya ( √ ) tidak


 Warna rambut : hitam
 Kekebalan : tebal
Allopesia ( ) botak ( ) ketombe ( ) lesi ( ) kutu
Lain - lain …………………………………………………………………………….
3. Mata
Kanan Kiri
a. Kelopak Mata
 Sembab ( √ ) ( √)
 Peradangan ( ) ( )
 Koreng ( ) ( )
 Lain – lain ………………………………………………………………………..
b. Konjuctiva dan sklera
Kanan Kiri

 Peradangan (- ) ( - )
 Anemis ( - ) ( - )
 Ikteri ( - ) ( - )
 Lain – lain ……………………………………………………………………….

c. Kornea
Kanan Kiri

 Peradangan ( - ) ( - )
 Lain – lain ………………………………………………………………………..
d. Pergerakan Bola Mata
Kanan Kiri

 Eksotalmus ( - ) ( - )
 Endotalmus ( - ) ( - )
 Strabismus ( - ) ( - )
 Nistasmus ( - ) ( - )
 Lain – lain ...............................................................................................................
4. Telinga
Kanan Kiri
- Pendengaran : ……………………………………
- Tinnitus ( - ) ( - )
- Purulen ( - ) ( - )
- Seruman ( - ) ( - )
- Nyeri ( - ) ( - )
- Lain – lain, sebutkan ………………………………………………………………
5. Hidung dan Sinus
Kanan Kiri
- Kelainan bentuk ( ) ( )
- Epistaksis ( ) ( )
- Sinusitis ( ) ( )
- Nyeri ( ) ( )
- Alergi ( ) ( )
- Lain – lain, sebutkan ………………………………………………………………….
6. Mulut, faring dan laring
- Gusi berdarah ( ) - Bau mulut ( )
- Nyeri ( ) - Bentuk bibir ( )
- Carries ( ) - Peradangan ( )
- Lidah kotor ( ) - Kesulitan menelan ( )
- Sakit kerongkongan ( )
7. Payudara
Kanan Kiri
- Nyeri ( ) ( )
- Keluar cairan ( ) ( )
- Bernanah ( ) ( )
- Sinusitis ( ) ( )
- Tumor ( ) ( )
8. Abdomen
- Bentuk permukaan :
……………………………………………………………………
- Keadaan kulit perut :
- Tegang ( ) - Striae ( )
- Tipis ( ) - Benjolan ( )
- Edema ( ) - Asites ( )
- Licin ( ) - Lesi ( )
9. Ekstremitas
- Adakah kelainan bentuk atau luka
……………………………………………………..
10. Thorak
a. Jantung
- Bunyi jantung : Lup dup

b. Paru – paru
- Ronchi ( )
- Stidor ( )
- Whezing ( )
- Krepitasi ( )
- Kelainan lain :
………………………………………………………………………
11. Struktur dan bentuk tulang belakang
- Kifosis ( )
- Lordosis ( )
- Skoliosis ( )
- Tidak ada kelainan ( )
12. Lain - Lain
…………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………
…..
B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA
I. Analisis dan sintesis data

No Data Masalah Penyebab


Subjektif :Tn.S sering Gangguan persepsi sensori Ketidaksanggupan masalah
menyendiri,sering diam dan harga diri rendah kesehatan keluarga
jarang bicara

1
Objektif :k/u
cukup,diam,menyendiri,kontak
mata kurang

Subjektif :Keluarga Tn.S Ketidakmampuan Kurang pengetahuan dalam


mengatakan tidak mau jika menggunakan fasilitas yang pengobatan
Tn.S dirujuk ke rumah sakit ada

2
Objektif : keluarga
menolak,kluarga ingin
merawat sendiri

Subjektif : jamban tampak Kurang pengetahuan tentang Kurangnya pengetahuan


terlihat sangat dekat dengan kesehatan lingkungan keluarga dalam menjaga
tempat tidur klien kesehatan lingkungan

3
Objektif : berbau,ventilasi
kurang,kesehatan lingkungan
kurang dijaga,

II. Perumusan diagnosis keperawatan

No Diagnosis Keperawatan (PES)


1 Gangguan persepsi sensori harga diri rendah

2 Kurang pengetahuan dalam pengobatan

3 Kurangnya pengetahuan keluarga dalam menjaga kesehatan lingkungan


4
III. Penilaian (scoring) diagnosis keperawatan

No
diag. Kriteria Skor Pembenaran
kep
1 a. Sifat masalah kurang sehat …3.. x 1 = 1 - Tn.S seharusnya
3 sudah bekerja dan
b. Kemungkinan masalah …1.. x 2 = 1 beristri
dapat diubah sebagian 2 - Seharusnya Tn.S
selalu dibawa
c. Potensial masalah untuk …1.. x 1 = 1/3 ketempat
dicegah rendah 3 pelayanan
kesehatan
d. Menonjolnya masalah …2.. x 1 = 1 - Jika keluarga
berat segera 2 mengetahui
masalah klien sejak
awal maka masalah
bisa dicegah
- Jika masalah tidak
segera ditngani
maka masalah klien
bisa bertambah
Total skor 3 1/3
a. Sifat masalah kurang sehat 2 × 1=3 - 4 tahun yang lalu
1 klien pernah di
b. Kemungkinan masalah 1 ×2=1 rujuk ke RSJ.Tetapi
dapat diubah mudah 2 klien melarikan diri
- Klien sulit untuk
c. Potensial masalah untuk 2 ×1=2 diberi obat atau
2 dicegah tinggi 3 3 disuntik
- Klien kooperatif
d. Menonjolnya masalah 2 ×1=1 tapi sulit untuk
segera ditangani 2 diberi pengarahan
- Klien hanya
menunggu
kunjungan dari tim
kesehatan
`Total skor 3 2/3

a. Sifat masalah kurang sehat 2 x 1=1 - Kebersihan yang


3 buruk dapat
3 b. Kemungkinan masalah menimbulkan
dapat diubah mudah 2 x 2=2 penyakit
2 - Masalah
c. Potensial masalah untuk kebersihan mudah
dicegah tinggi 3 x1=1 diubah jika ada
3 kemauan dari
d. Menonjolnya masalah keluarga
segera ditangani 1 x1=1/2 - Jikan keluarga
2 memiliki kesadaran
terhadap
lingkungan bersih
masalah ini tidak
akan ada
- Karena masalah
kebersihan
lingkungan dalam
keluarga tidak
terlalu parah
Total skor

IV. Prioritas diagnosis keperawatan

Prioritas Diagnosis keperawatan Skor


1 Kurangnya pengetahuan keluarga dalam menjaga 4½
kesehatan lingkungan
2 Kurang pengetahuan dalam pengobatan 3 2/3
3 Gangguan persepsi sensori harga diri rendah 3 1/3
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Diag. keperawatan : Kurangnya pengetahuan keluarga dalam menjaga kesehatan lingkungan

Tujuan Kriteria Hasil / standar Intervensi


Klien dapat Psikomotor - Klien tampak 1. BHSP
menjaga bersih 2. Kaji pengetahuan
kebersihan dan - Keadaan keluarga tentang
lingkungannya rumah bersih kesehatan
- Rumah bebas lingkungan
dari kotoran 3. Anjurkan
keluarga menjaga
kebersihan klien
dan lingkungan
4. Berikan motivasi
keluarga agar
mengerti
pentingnya
menjaga
kesehatan
lingkungan
5. Anjurkan klien
mandi 2 kali
sehari dengan
ganti baju setiap
habis mandi
Diag. keperawatan : Kurang pengetahuan dalam pengobatan

Tujuan Kriteria Hasil / standar Intervensi


Klien mau untuk Pengetahuan (Verbal) - Mampu
berobat ke menjelaska 1. BHSP
puskesmas dan n manfaat 2. Kaji
rutin minum obat pengobatn pengetahu
- Mampu an
menjelaska keluarga
n resiko tentang
jika tidak progam
rutin pengobata
berobat n
maupun gangguan
minum jiwa
obat 3. Kaji
tindakan
keluarga
yang
pernah
dilakukan
ketika
Tn.S
tidak mau
berobat
Diag. keperawatan : Gangguan persepsi sensori harga diri rendah

Tujuan Kriteria Hasil / standar Intervensi


Klien dapat Psikomotor - Klien bisa 1. BHSP
mengontrol diajak 2. Kaji
harga diri rendah berbicara pengetahuan
- Klien tidak keluarga
menyendiri tentang
- Klien tenang gangguan jiwa
3. Diskusikan
dengan
keluarga
tentang
pengertian,tan
da gejala,dan
cara merawat
keluarga yang
mengealami
harga diri
rendah
4. Beri motivasi
keluarga dan
klien untuk
berobat
ditempat
pelayanan
kesehatan
terdekat
D. IMPLEMENTASI

No.
Diag.
tanggal & Implementasi
keperawatan
waktu
1 April 2016 1 1. Membina hubungan saling percaya
2. Memberikan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan
3. Memberikan motivasi keluarga tentang menjaga
kebersihan lingkungan
4. Menganjurkan kepada keluarga untuk memandikan klien
2x sehari

1 April 2016 2 1. Menanyakan penyebab Tn.S tidak berobat dan minum


obat
2. Memberikan penyuluhan tentang gangguan jiwa dan
pengobatannya
3. Menganjurkan klien untuk berobat ke puskesmas
4. Memberikan motivasi kepada keluarga agar klien dirujuk
ke Rumah Sakit Jiwa
1 April 2016 3 1. Mengobservasi keadaan klien
2. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa
3. Memberikan penjelasan kepada klien dan keluarga
tentang apa itu harga diri rendah dan tanda gejalanya

E. EVALUASI

Tanggal &
No. diag, kep Evaluasi
waktu
1 April 2016 1 S : Keluarga mengatakan sudah mengerti tentang menjaga
kesehatan lingkungan
O : Keluarga dan klien kooperatif terhadap apa yang
disampaikan perawat
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
1 April 2016 2 S : Klien mengatakan tidak mau berobat dan tidak mau
minum obat
O : Klien putus obat dan tidak mau berobat
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dihentikan

1 April 2016 3 S: Keluarga mengatakan masih bingung tentang harga diri


rendah dan perawatan apa yang harus dilakukan dirumah
O: Keluarga dan klien kooperatif terhadap apa yang
disampaikan perawat
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan

Tanggal &
No. diag, kep Evaluasi
waktu
2 April 2016 1 S : Keluarga mengatakan sudah mengerti tentang menjaga
kesehatan lingkungan
O : Keluarga dan klien kooperatif terhadap apa yang
disampaikan perawat
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan

2 April 2016 2 S : Klien mengatakan tidak mau berobat dan tidak mau
minum obat
O : Klien putus obat dan tidak mau berobat
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dihentikan

2 April 2016 3 S: Keluarga mengatakan masih bingung tentang harga diri


rendah dan perawatan apa yang harus dilakukan dirumah
O: Keluarga dan klien kooperatif terhadap apa yang
disampaikan perawat
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan
Catatan :

Pada setiap tahap perlu dituliskan dengan jelas dan benar tentang tempat, tanggal, nama perawat
sebagai bukti identifikasi.

CONTOH PROSES KEPERWATAN KELUARGA

A. PENGKAJIAN (TANGGAL 23 MEI 2014)


I. Data umum
1. Nama KK : Bapak Kr. (umur 66 tahun)
2. Alamat : some where
3. Pekerjaan KK : tukang kayu dan batu
4. Pendidikan KK : SD tidak tamat
5. Komposisi keluarga :

Hub. Status
No Nama J.Klm Umur Pendidikan Pekerjaan
Dgn KK kes
1 Ny. Zh P Istri ke 2 40 SD Tidak Sehat
bekerja
2 AA L Anak 18 STM Kuli Sehat
bangunan
3 AS L Anak 17 SMU Masih Sehat
sekolah
4 He L Anak 11 SD Masih Sehat
sekolah
5 II P Anak 8 SD Masih sehat
sekolah
Catatan : bila mempunyai anak balita, tuliskan status imunisasinya pada status kesehatannya

Genogram :

= Perempuan

= Laki-laki

= Cerai/putus hubungan

= Meninggal

= Orang yang tinggal serumah

= Orang yang terdekat

= Umur Klien

6. Tipe keluarga : keluarga inti 45 67


= Umur
7. Kewarganegaraan / suku bangsa : Indonesia / Jawa
8. Agama : Islam
9. Status social ekonomi keluarga :
Penghasilan keluarga ± Rp. 500.000,- per bulan yang diperoleh dari hasil kerja Pak Kr
saat sehat, usaha bu Kr. Membuat krupuk dengan penghasilan Rp. 3.500 per hari dan
menyewakan 4 kamar dalam rumah secara kos Rp. 15.000 per bulan. Saat pak Kr. Sakit,
penghasilah yang ada hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari – hari.
10. Aktivitas rekreasi keluarga :
Kegiatan yang dilakukan anak – anak kadang memancing di sungai yang berjarak 3 km
dari rumah, bermain di sekirat rumah dan menonton televise bersama keluarga pada sore
hari. Sesekali keluarga menyempatkan diri mengunjungi sanak keluarga pak Kr didesa.
Pak Kr juga sering mengobrol dengan anak kos yang sering dilakukannya pada hari
minggu.

II. Riwayat tahap perkembangan keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Keluarga dengan anak usia remaja
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
Tidak ada tahap perkembangan keluarga sampai saat ini yang belum terpenuhi. Namun
tugas keluarga yang belum dapat dicapai saat ini : keluarga perlu memberikan figur
yang baik bagi anak remaja, sedangkan saat ini keluarga harus merawat pak Kr, dan
biaya yang dibutuhkan oleh pak Kr cukup banyak.
3. Riwayat kesehatan keluarga inti :
Pak Kr. Mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan. Pada usia muda, dia pernah
menderita batu ginjal yang tidak sampai dioperasi (tahun kejadian lupa). Sejak 2 tahun
yang lalu dokter mendiagnosis bahwa dia menderita “Bronkitis kronis”.Pak Kr. Telah
berobat secara rutin di dokter praktik swasta, tetapi saai ini sering kumat setelah
obatnya habis.Bu Kr saat ini dalam keadaan sehat. Anak – anaknya juga dalam keadaan
sehat, status imunisasinya saat balita lengkap semua dengan memanfaatkan fasilitas
kesehatan poliklinik yang ada di sekitar rumah ( 200 m dari rumah). Pak Kr saat ini
masih merokok 1 -2 batang per hari dan anaknya yang tertua juga mulai merokok
dengan alasan sebagai anak muda.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya :
Kakak pak Kr telah meninggal dinia 7 tahun yang lalu secara mendadak akibat serangan
jantung ( kata masyarakat sekitar rumah kakaknya) saudara tertua bu Kr meninggal saat
berusia 43 tahun akibat kecelakaan.

III. Keadaan lingkungan


1. Karakteristik rumah :
Luas rumah yang ditempati ± 48 m2 (lebar 4 m panjang 12 m), terdiri dari 2 kamar
tidur, 1 kamar sebagai mushola, 1 kamari mandi dan WC, ruang tamu dan dapurnya
memanfaatkan pojok dari lorong yang tidak dibuat kamar. Tipe bangunan rumah adalah
permanen. Keadaan lantai terbuat dari plester yang lembap, tidak ada sinar matahari
yang masuk melalui genting kaca, jumlah jendela samping hanya 1 dengan ukuran 0,75
m x 1,2 m, jendela kamar tidak ada karena bermpitan dengan rumah tetangga. Barang
yang tidak terpakai sehari – hari ditempatkan pada lorong / ruang tengah, depan dapur
dan kamar musola.Sumber air minum yang digunakan dari PAM yang dibeli secara
eceran sesuai kebutuhan. Untuk keperluan sehari – hari menggunakan air sumur gali
milik sendiri. WC yang dimiliki tidak ada septic tank dan langsung dialirkan ke sungai
kecil sebelah rumah. Kebiasaan memaksanya menggunakan kayu bakar didalam
rumah.
Denah rumah :

Dapur
Kmr. Kmr. Kmr. Kmr. Kmr. Kmr. Ruang
Mushola tamu
Kos kos kos Kos Tidur 2 Tidur 1

2. Karaktristik tetangga dan komunitas RW :


Tetangga sebelah kanan dan kiri rumah selalu memperhatikan keadan kesehatan pak Kr
dengan memberikan biaya berobat ke dokter praktik sehingga pengobatannya sering
berganti dokter setiap kali periksa.Keluarga pak Kr termasuk keluarga yang disegani
karena bu Kr adalah asli warga di lingkungan tempat tinggalnya dan telah lama
menempati rumah tersebut.

3. Mobilitas keluarga :
Keluarga ni tidak pernah pindah tempat tinggal sejak menikah. Jika sehat pak Kr
bekerja dari pagi sampai sore, istrinya menitipkan kerupuk di warung sekitar rumah,
anaknya berangkat sekolah tiap pagi hari sampai siang hari, anaknya yang sulung
bekerja sebagai kuli bangunan.Anaknya yang sekolah saat ini sedang libur.

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :


Keluarga ini sering mengikuti kegiatan pengajian yang dilaksanakn oleh kelompoknya,
tetapi pak Kr sejak 6 bulan yang lalu tidak aktif karena sering kumat.Anaknya
mengikuti kegiatan mengaji di masjid dekat rumah dan menjadi santri pada pondok
pesantren setiap sore hari.

5. System pendukung keluarga :


Yang merawat p Kr hanya istrinya sendiri.Pak Kr mengatakan tidak memiliki tabungan
uang yang dapat digunakan sewaktu – waktu.Biaya periksa ke dokter praktik swasta
ditanggung oleh tetangganya.Jarak rumah dengan Puskesmas ± 500 m. saat ini lebih
memilih berobat ke tabib dengan biaya ditanggung oleh tetangganya yang
memeriksakan.

IV. Struktur keluarga


1. Pola komunikasi keluarga
Keluarga mengatakan komunikasi dilakukan secara musyawarah untuk menyelesaikan
masalah anaknya.Namun, terkadang pak Kr menegur dengan keras dan marah bila
anaknya tidak mau sekolah / membolos dan bermain di rumah teman sampai lewat batas
waktu istirahat.Saat ini, waktu bertemu dengan keluarga cukup banyak karena pak Kr
tidak bekarja.
2. Struktur peran keluarga
Pak Kr merasa tetap sebagai kelapa keluarga yang harus bertanggung jawab terhadap
kehidupan keluarganya, meskipun saat ini tidak lagi bekarja. Sewaktu sehat, ia juga
menjadi takmir masjid. Istirnya berporfesi sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai
anggota pengajian (Fatayat NU) yang rajin mengikuti kegiatannya.Anaknya dikatakan
berperilaku yang wajar sesuai dengan usianya.
3. Nilai dan norma keluarga
Nilai dan norma yang berlaku di keluarga menyesuaikan dengan nilai agama yang dianut
dan norma yang berlaku di lingkungannya. Melihat keadaan sakit pak Kr keluarga masih
tetap percaya bahwa yang diderita merupakan penyakit yang dapat di obati meskipun ada
tetangganya yang mengatakan sebaiknya dibawa ke dukun karena penyakitnya tidak
sembuh – sembuh.
V. Fungsi keluarga
1. Fungsi afeksi
Pak Kr mengatakan dirinya sudah tua dan sakit – sakitan sehingga tidak mampu mendidik
anaknya yang remaja, tetapi sewaktu – waktu memberikan teguran apabila anak – anaknya
telah diperingatkan oleh ibunya tetapi tidak mau.Keluarga mengajarkan agar anak tertuanya
selalu memperhatikan keadaan adiknya yang masih sekolah untuk membantu keluarga.Sikap
saling menghormati antar anggota keluarga masih tetap diajarkan oleh keluarga.
2. Fungsi social
Keluarga selalu mengajarkan dan menekankan bagaimana berperilaku sesuai dengan ajaran
agama yang dianutnya dalam kehidupan sehari – hari di rumah dan lingkungan tempat
tinggalnya.
3. Fungsi perawatan kesehatan
Keluarga selalu memperhatikan dan berupaya selekas mungkin untuk memncari bantuan
pelayanan kesehatan bila ada anggota keluarga yang sakit.Yang merawat pak Kr saat ini adalah
istirnya.Pemanfaatan sarana kesehatan saat ini sangat kurang karena pak Kr tidak memiliki
penghasilan yang dapat diperoleh secara rutin.
4. Fungsi reproduksi
Keluarga mengatakan tidak ingin punya anak lagi. Bu Kr saat ini tidak mengikuti program KB,
karena merasa sudah tua. Menurut pengakuan pak Kr, meskipun sakit kadang – kadang masih
berhubungan suami istri.
5. Fungsi ekonomi
Menurut pengakuan keluarga, penghasilannya menurun drastic danmemanfaatkan penghasilan
yang dimiliki seefisien mungkin.

VI. Stres dan koping keluarga


1. Stressor yang dimiliki
Sejak 6 bulan yang lalu, sakit bronkitisnya kumat – kumatan dan tidak dapat bekerja lagi,
sedangkan anak – anaknya membutuhkan biaya untuk sekola.
2. Kemampuan keluarga berespons terhadap stressor
Keluarga merasa pasrah karena sedang mendapatkan cobaan dan berharap pada anak tertuanya
untuk bekerja lebih giat lagi sehingga dapat membantu keluarga
3. Strategi koping yang digunakan
Keluarga menerima keadaan ini apa adanya dan selalu melibatkan anak tertuanya untuk
mengambil keputusan yang terbaik bagi keluarga
4. Strategi adaptasi yang disfungsi
Pak Kr sering memarahi anak tertuanya yang mulai merokok dan tidak berupaya mencari
pengobatan lain.

VII. Harapan keluarga

Pak Kr berharap mendapat bantuan seperti yang dikatakan oleh tetangganya, yaitu Kartu Sehat
sehingga dapat berobat secara rutin di Puskesmas.Dia juga mengharapkan penyakitnya hanya
diperiksa di Puskesmas.

B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA


1. Analisa data

Data Masalah (P) Penyebab (E)


Data subjektif :
 Pak Kr menderita bronchitis Risiko tinggi serangan Lingkungan yang tidak adekuat
sejak 2 th berulang pada pak Kr
 Sejak 6 bulan yang lalu kumat
sehingga di rumah saja
Data objektif :
 Karakteristik lingkungan
rumah yang tidak memenuhi
syarat kesehatan (sebutkan
sesuai data di hasil pengkajian)
 (tambahkan data yang
berhubungan dengan hasil
pemeriksaan fisik)

C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Nama KK : Kr.
Alamat : …………….
No
diag Tujuan Criteria Standar Intervensi
nosis
1 Setelah dilakukan Verbal  Keluarga dapat 1. Kaji pengetahuan
tindakan keperawatan (pengetahuan) menyebutkan keluarga
tidak terjadi resiko tanda dan gejala 2. Kaji kemampuan
serangan ulang (kumat penyakit keluarga yang telah
– kumatan) pada pak Kr bronchitis dilakukan pada pak Kr
3. Kaji tindakan keluarga
yang pernah dilakukan
bila pak Kr mengalami
serangan
4. Diskusikan dengan
keluarga tentang tanda
dan gejala penyakit
bronchitis kronis
5. Diskusikan dengan
keluarga cara
mengidentifikasikan
serangan
6. Diskusikan alternative
yang dapat dilakukan
keluarga untuk
mencegah serangan
berulang
7. Berikan kesempatan
keluarga menanyakan
penjelasan yang telah di
berikan setiap kali
diskusi
8. Berikan penjelasan ulang
bila ada penjelasan yang
belum dimengerti

1 Setelah dilakukan 9. Evaluasi secara singkat


tindakan keperawatan terhadap topic yang
tidak terjadi risiko didiskusikan dengan
serangan ulang (kumat keluarga
– kumatan)pada pak Kr 10. Berikan pujian terhadap
selama di rumah kemampuan keluarga
yang diskusi
Perilaku  Keluarga dapat 1. Kaji kemampuan
(psikomotor) menyediakan keluarga untuk
sarana menyediakan sarana
perawatan yang yang dibutuhkan
diperlukan pak 2. Ajarkan cara membuat
Kr selama dan menyediakan
serangan di tempat penampungan
rumah sputum yang memenuhi
 Pak Kr akan syarat
meminum 3. Ajarkan dan anjurkan
obatnya secara pak Kr untuk
rutin sesuai membuang sputum pada
dengan anjuran tempat yang disediakan
dokter yang 4. Anjurkan pak Kr
memberikan meminum obat sesuai
obat aturan
 Keluarga 5. Anjurkan keluarga pak
melakukan Kr untuk membuka
upaya membuka jendela setiap hari
jendela yang 6. Anjurkan
ada dan membersihkan lantai
membersihkan setiap hari
lantai setiap hari 7. Kolaborasikan ke
 Keluarga dapat Puskesmas (bag.
mengupayakan Kesling) untuk
sinar matahari mendapatkan bantuan
masuk ke dalam
kamar tidur 8. Lakukan kunjungan
dengan cara secara mendadak
memasang (tanpa) kesepakatan
genting kaca dahulu untuk mengetahi
sesuai keluarga dna perlaku
kebutuhan pak Kr setelah diberikan
pendidikan kesehatan
1 Setelah dilakuakn Perilaku 9. Berikan pujian erhadap
tindakan keperawatan (psikomotor) perlaku yang dapat
tidak terjadi risiko dilakukan oleh keluarga
serangan ulang (kumat dan pak Kr
– kumatan) pada pak Kr 10. Berikan penguatan
selama di rumah terhadap perilaku yang
telah dilakukan untuk
dipertahankan setiap
hari

D. PELAKSANAAN
Sesuai dengan rencana yang sudah dirumuskan.
E. EVALUASI
Mengacu pada tujuan dan kriteria hasil yang sudah dirumuskan.