Anda di halaman 1dari 21

GEOSTRATEGI INDONESIA

DISUSUN OLEH :

DESSY FADDHILA
181137044

TEKNIK SIPIL

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI JAKARTA

2018
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur saya ucapkan atas berkah dan hidayah Allah SWT, saya dapat
menyelesaikan makalah ini dengan judul “Geostrategi Indonesia” ini tanpa hambatan
yang berarti. Makalah ini dibuat sebagai bahan pembelajaran tentang paham Geostrategi
di Indonesia dan sebagai bentuk pemenuhan tugas untuk mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan.

Harapan saya semoga makalah yang sederhana ini bisa memberikan pembelajaran
dan pengetahuan bagi pembaca khususnya mengenai Geostrategi Indonesia, tidak lupa
saya selaku penulis mengharapkan kritik dan saran dalam penulisan makalah ini demi
perbaikan penulis dalam menulis makalah selanjutnya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, November 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...............................................................................................................i

Daftar isi ...................................................................................................................... ii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................................................1

1.2 Tujuan Penulisan..................................................................................................2

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Geostrategi ......................................................................................... 3

2.2 Fungsi Geostrategi ............................................................................................... 4

2.3 Sifat-sifat Geostrategi .......................................................................................... 6

2.4 Konsep Dasar Geostrategi ...................................................................................8

2.5 Komponen Strategi Astagatra ............................................................................11

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan ........................................................................................................18

3.2 Saran ..................................................................................................................18

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Reformasi di bidang hukum dan politik telah banyak dilakukan, namun


kenyataannya tidak membawa perubahan yang berarti dalam kehidupan rakyat, terutama
menyangkut kesejahteraan, baik lahir maupun batin. Dalam perkembangan kehidupan
kenegaraan, nampak arah prinsip konstitusionalisme dan demokrasi sangat dominan.
Pendidikan kewarganegaraan sebenarnya dilakukan dan dikembangkan di
seluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah atau nama. Matakuliah tersebut
sering disebut sebagai civic education, citizenship education, dan bahkan ada yang
menyebut sebagai democracy education. Matakuliah ini memiliki peran yang strategis
dalam mempersiapkan warga negara yang cerdas, bertanggung jawab dan berkeadaban.
Berdasarkan rumusan “Civic International” (1995), disepakati bahwa pendidikan
demokrasi penting untuk pertumbuhan civic culture, untuk keberhasilan pengembangan
dan pemeliharaan pemerintahan demokrasi (Mansoer, 2005).
Objek pembahasan Pendidikan Kewarganegaraan menurut Keputusan Dirjen
Pendidikan Tinggi No.43/DIKTI/KEP/2006 salah satu yang menjadi substansi kajiannya
adalah Geostrategi Indonesia. Di mana Pancasila merupakan dasar filosofi geostrategi
Indonesia. Hal ini berdasarkan analisis sistematis bahwa Pancasila merupakan core
philosophy dari Pembukaan UUD 1945, yang menurut ilmu hukum berkedudukan
sebagai staatfundamentalnorm. Geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan
cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, melalui
proses pembangunan nasional dengan memanfaatkan geopolitik Indonesia. Dengan
Pancasila sebagai dasarnya, maka pembangunan Indonesia akan memiliki visi yang jelas
dan terarah.

1
1.2 TUJUAN PENULISAN

1. Mengetahui dengan jelas pengertian Geostrategi


2. Mengetahui apa saja sifat-sifat Geostrategi
3. Mengetahui perkembangan konsep Geostrategi di Indonesia
4. Memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN GEOSTRATEGI

Geostrategi berasal dari kata Geo yang berarti bumi, secara cermat kondisi
geografis Indonesia terletak pada persilangan dan berbagai aspek kehidupan yang secara
objektif menjadi pertimbangan mendasar, seperti contoh ditinjau dari geografi Indonesia
terletak diantara 2 benua (Asia dan Australia) dan 2 samudra (Samudra Hindia dan
Samudra Pasifik). Dan strategi diartikan sebagai ilmu dan seni menggunakan segala
kemampuan sumber daya untuk melaksanakan kebijaksanaan yang telah ditetapkan.

Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi geografis negara


dalam menentukan kebijakan, tujuan dan sarana untuk mewujudkan cita-cita proklamasi
dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana
merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih
baik, aman, dan sejahtera. Geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk
kepentingan politik dan perang tetapi untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan.
Dalam bangsa Indonesia, geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-
cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, melalui proses
pembangunan nasional.

Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan setelah alinea III tentang pernyataan
proklamasi, ...”kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara
Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan
bangsa...” pernyataan dalam pembukaan UUD 1945 tersebut sebagai landasan
fundamental geostrategi Indonesia.

Geostrategi Indonesia diperlukan dan dikembangankan untuk mewujudkan dan


mempertahankan integrasi bangsa dan wilayah tumpah darah negara Indonesia,
mengingat kemajemukan bangsa Indonesia serta sifat khas wilayah tumpah darah negara
Indonesia, maka geostrategi Indonesia dirumuskan dalam bentuk Ketahanan Nasional.

3
2.2 FUNGSI GEOSTRATEGI

Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan


geostrategi Indonesia ditunjukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan,
hambatan, dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa, dan negara
Indonesia dalam aspek:

 Ketahanan pada aspek ideologi: ketangguhan kekutan nasional dalam


menghadapi ancaman dari luar maupun dari dalam, dalam rangka menjamin
kelagsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Dalam
Ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh
bangsa. Keampuhan ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang
dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup
dan kehidupan manusia. Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran
pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.

 Ketahanan pada aspek politik: Untuk mengejar ketinggalan dari negara maju
kita perlu mengadakan proses perubahan atau modernisasi, penegakan
hukum, dan menegakan disiplin nasional. Untuk mewujudkan ketahanan
aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis
yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang
bersadarkan Pancasila UUD ’45.
a. Ketahanan pada aspek politik dalam negeri. Sistem pemerintahan yang
berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya
perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang
mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat.
b. Ketahanan pada aspek politik luar negeri. Meningkatkan kerjasama
internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra
positif Indonesia.
Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan
nasional. Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan
dikaji dengan seksama. Memperkecil ketimpangan dan mengurangi
ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru

4
dan ketertiban dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi
kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-
hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan.

 Ketahanan pada aspek ekonomi: ketangguhan kekuatan nasional dalam


kegiatan yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang
dan jasa, usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat baik secara
individu maupun kelompok.
Untuk mencapai tingkat ketahanan ekonomi perlu pertahanan terhadap
berbagai hal yang menunjang, antara lain:
 Sistem ekonomi Indonesia harus mewujudkan kemakmuran dan
kesejahteraan yang adil dan merata.
 Ekonomi Kerakyatan Menghindari:
a. Sistem free fight liberalism: Menguntungkan pelaku ekonomi yang
kuat.
b. Sistem Etastisme: Mematikan potensi unit-unit ekonomi diluar
sektor negara.
c. Monopoli: Merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-
cita keadilan sosial.
 Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang antara sektor
pertanian, perindustrian dan jasa.
 Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama dibawah
pengawasan anggota masyarakat memotivasi dan mendorong peran
serta masyarakat secara aktif.
 Pemerataan pembangunan.
 Kemampuan bersaing.

 Ketahanan pada aspek sosial budaya: Ketangguhan kekuatan nasional dalam


menghadapiancaman dari luar maupun dari dalam, dalam rangka menjamin
kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negra Republik Indonesia.
Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial
budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung
kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya
manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada

5
Tuhan Yang Maha Esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan
sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta
kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan
kebudayaan nasional.

 Ketahanan pada aspek pertahanan keamanan: Ketangguhan ketahanan


kekuatan nasional dan upaya untuk melindungi kepentingan bangsa dan
negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup bangsa. Wujud
ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang
dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung
kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara
(Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya
serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala
bentuk ancaman.

2.3 SIFAT - SIFAT GEOSTRATEGI

Berdasarkan pengertian sifat-sifat dasar ketahanan nasional adalah:

1. Manunggal: Dalam membangun ketahanan Nasional adanya kesatuan yang


bersifat komprehensif – integral antara trigatra dan pancagatra. Sifat iintegratif
tidak mempunyai arti mencampur adukkan semua aspek sosial secara begitu saja,
tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi, seimbang, dan harmonis.
2. Mawas kedalam: Ketahanan nasional tama iarahkan kepada diri bangsa dan
negara itu sendiri, untuk mewujudkan hakikayt dan sifat nasionalnya.
3. Kewibawaan: Ketahanan nasional sebagai hail pandangan yang bersifat integratif
mewujudkan suatu kewibawaan nasional serta memiliki deterrent effect yang
harus diperhitungkan pihak lain.
4. Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan: Konsepsi
ketahanan nasional dapat dipandang sebagai suatu alternatif lain dari konsepsi
yang mengutamakan penggunaan adu kekuasaan dan adu kekuatan yang masih
dianut oleh negara-negara maju pada umumnya

6
5. Berubah menurut waktu: Ketahanan nasional suatu bangsa pada hakkatnya tidak
bersifat tetap, melainkan sangat dinamis. Ketahanan nasional dapat meningkatkan
atau bahkan dapat juga menurun, dan hal ini sangat tergantung kepada situasi dan
kondisi.
6. Percaya pada diri sendiri: Ketahanan nasional dikembangkan dan ditingkatkan
berdasarkan sikap mental percaya pada diiri sendiri. Suatu bangsa yang merdeka
dan berdaulat harus percaya dan yakin, bahwa ia dapat mengurus dan mengatur
rumah tangga sendiri dan tidak bergantung kepada bantuan luar. Andai kata
diperlukan bantuan, maka hal tersebut bersifat komplementer.
7. Tidak tergantung pada pihak lain: Ketahanan nasional diibangun dan
dikembangkan atas dasar kemmpua diri sendiri dengan memanfaatkan segenap
aspek kehidupan nasional. Pengembangan kemampuan nasional dalam
meningkatkan daya saing bangsa diupayakan untuk tidak tergantung pada pihak
lain. Walau kebanyakan negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan
yang masih dipengaruhi mental kolonial dan rasa tergantung pada bekas
penjajahan
8. Bersifat developmental/pengembangan: Yaitu pengembangan potensi kekuatan
bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga
tercapai kesejahteraan rakyat.

2.4 KONSEPSI DASAR GEOSTATEGI

Konsepsi adalah teori atau model yang merupakan pedoman dalam menciptakan
ketahanan Nasional melalui pembangunan seluruh aspek ketahanan nasional. Seluruh
aspek yang dimaksud adalah meliputi trigatra (tiga gatra) dan aspek pancagatra (lima
gatra) yang keduanya dikenal dengan astragatra (delapan gatra).

Model-model yang ada dalam konsepsi ketahanan nasional meliputi:

1. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional Model Astagatra,


Merupakan perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya
yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan
alam yang dapat dicapai menggunakan kemampuannya. Model ini
menyimpulkan adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional : – Gatra letak dan

7
kedudukan geografi – Gatra keadaan dan kekayaan alam – Gatra keadaan
dan kemampuan penduduk – Gatra ideologi – Gatra politik – Gatra ekonomi
– Gatra sosial budaya – Gatra pertahanan keamanan. Secara matematis, ini
dapat dirumuskan sebagai berikut:

K (n) = f (trigatra, pancagatra) t = f (G, D, A), (I, P, E, S, H)t


Keterangan:
K(n) : Kondisi Kekuatan Nasional yang Dinamis
G : Kondisi Geografis
D : Kondisi Demografi
A : Kondisi Kekayaan Alam
I : Kondisi Pemahaman dan Pengamatan Ideologi
P : Kondisi Sistem Politik
E : Kondisi Sistem Ekonomi
S : Kondisi Sistem Sosial Budaya
H : Kondisi Sistem Hankam
f : Fungsi dalam Pengertian Matematis
t : Dimensi Waktu

Antara trigatra dan pancagatra ada korelasi atau hubungan dan interpedensi
atau saling ketergantungan. Juga keduanya bersifat komprehensif integral
didalam Astagatra.

2. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional Model Morgenthau


Morgenthau mengadakan observasi atas tata kehidupan nasional secara
mikro dilihat dari luar sehingga ketahanan masyarakat bangsa ditampilkan
sebagai kekuatan. model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah
gatra yang cukup banyak. Menekankan pentingnya kekuatan nasional
dibina dalam kaitannya dengan negara-negara lain.
Model ini menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power
position dalam satu kawasan. Sebagai konsekuensinya maka terdapat
advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke
arah balanced power. Secara matematis, model ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:

8
K (n) = f (Unsur Stabil), (Unsur berubah)
K (n) = f (G, A), (T, M, D, C, L, O)

Keterangan:
K(n) : Kekuatan Nasional
G : Kemampuan Geografi
A : Kemampuan SDA
T : Kemampuan Industri
M : Kemampuan Militer
D : Kemampuan Demografi
C : Karakter Nasional
L : Moral Nasional
O : Kualitas Diplomasi

3. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional Model Alfred Thayer Mahan


Menganggap kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa
tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut : – Letak geografi – Bentuk
atau wujud bumi – Luas wilayah – Jumlah penduduk – Watak nasional atau
bangsa – Sifat pemerintahan. Menurut Mahan, kekuatan negara tidak hanya
tergantung pada luas wilayah daratan, akan tetapi sanat tergantung juga
pada faktor luasnya akses kelaut dan bentuk pantai dari wilayah negara.
Mahan juga berpendapat bahwa ada 4 faktor yang membentuk kekuatan laut
suatu negara yaitu:
a. Situasi geografi, khususnya mengenai morfologi topografinya yang
dikaitkan dengan akses kelaut dan penyebaran penduduk.
b. Kekayaan alam yang dikaitkan dengan kemampun industri serta
kemandirian dalam penyediaan pangan
c. Konfigurasi wilayah negara yang akan memengaruhi karakter rakyat
dan orientasinya.
d. Jumlah penduduk

9
4. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional Model Cline
Hubungan antar negara pada hakekatnya amat dipengaruhi oleh persepsi
suatu negara terhadap negara lainnya termasuk di dalamnya persepsi atau
sistem penangkalan dari negara lainnya.
Model ini menyatakan bahwa negara akan muncul sebagai kekuatan besar
apabila ia memiliki potensi geografi besar atau atau negara secara fisik yang
wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar. Dalam
sistem matematis, model cline dapat dirumuskan sebagai berikut:

P (p) = (Cr + M +E) (S + W)


Keterangan:
P(p) : Perceived Power, Kekuatan Nasional Sebagaimana
Dipersepsikan oleh negara lain
Cr : Critical mass, yaitu Strategi antara Potensi Nasional
Demografi dengan Geografi
M : Kemampuan Militer
E : Kemampuan Ekonomi
S : Strategi Nasional
W : Kemauan Nasional atau Tekad Rakyat untuk
Mewujudkan Srategi Nasional

Menurut Cline bahwa suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar
apabila ia memiliki potensi geografi besar (wilayah besar) dan SDA yang
besar pula.

2.5 KOMPONEN STRATEGI ASTAGATRA

Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang


kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. Dengan
memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut
dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. Komponen ini

10
terdiri atas delapan gatra (aspek). Delapan gatra (aspek) ini dapat diklasifikasikan dalm
dua bagian yang meliputi:

1. Trigatra

Adalah komponen yang bersifat alamiah (tetap). Komponen ini meliputi


tiga unsur yaitu:

a. Aspek Geografi

Aspek geografi adalah aspek yang berkaitan dengan letak kondisi bumi
dimana negara berada. Pengaruh letak geografi terhadap politik
melahirkan geopolitik (wawasan nusantara) dan geostrategi (ketahanan
nasional). Beberapa wawasan Nasional yang tumbuh karena pengaruh
geografi adalah:
 Wawasan benua, adalah cara pandang negara yang dilandasi
lingkungan negara yang serba daratan (benua) atau yang dikenal
dengan “Land Locked Country”.
 Wawasan bahari, cara pandang negara yang dipengaruhi oleh
kondisi negara yang bersifat archipelago, tetapi negaranya sendiri
bersiffat daratan.
 Wawasan dirgantara, cara pandang negara yang dipengaruhi oleh
kondisi wilayah dirgantara yang strategis bagi penempatan GSO
(Geo Stationary Orbit).
 Wawasan kombinasi, cara pandang negara yang dipengaruhi oleh
kondisi gografis negara yang memiliki wilayah daratan, lautan, dan
udara yang strategis (relatif imbang).
Indonesia terletak pada 6 LU – 11 LS, 95 BT – 141 BT, dilalui garis
khatulistiwa yang ditengah-tengahnya terbentang garis equator
sehingga Indonesia mempunyai 2 musim yaitu musim hujan dan
kemarau. Dalam kaitan dan Wawasan Nasional diatas, negara
Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara kesatuan yang menganut
wawasan kombinasi atau Wawasan Nusantara.

11
b. Sumber Daya Alam
Sifat unik kekayaan alam yaitu jumlahnya yang terbatas dan
penyebarannya tidak merata. Sehingga menimbulkan ketergantungan
dari dan oleh negara dan bangsa lain.

Bentuk sumber daya alam ada dua :


 Dapat diperbarui
 Tidak dapat diperbarui
Kekayaan alam yang terkandung dalam sumber daya (SDA) Indonesia
dapat dibagi tiga golongan, yaitu:
 Hewani (fauna) adalah sumber daya alam yang menjadi sumber
bahan makanan yang berasal dari binatang (hewan).
 Nabati (flora) adalah sumber daya alam yang menjadi sumber
bahan makanan yang berasal dari unsur tumbuh-tumbuhan.
 Mineral (tambang) adalah sumber daya alam yang memiliki nilai
tambah bagi devisa negara yang berasal dari eksplorasi dalam
bumi.

Sumber daya alam harus diolah atau dimanfaatkan dengan prinsip atau
asas:

 Asas maksimal
Artinya sumber daya alam yang dikelola atau dimanfaatkan harus
betul-betul menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
 Asas lestari
Artinya pengolahan sumber daya alam tidak boleh menimbulkan
kerusakan lingkungan, menjaga keseimbangan alam.
 Asas Berdaya saing
Artinya bahwa hasil-hasil sumber daya alam harus bisa bersaing
dengan sumber daya alam negara lain.

c. Keadaan dan Kemampuan Penduduk

12
Penduduk ialah semua orang yang menempati suatu daerah atau
wilayah tertentudengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang
dianut oleh orang tersebut. Kemampuan penduduk yang tidak seimbang
dengan pertumbuhan penduduk dapat menimbulkan ancaman-
ancaman terhadap pertahanan nasional. Adapun faktor penduduk yang
mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :

 Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk


Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang
baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari
pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man
power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Dan dari
segi negatifnya ialah apabila pertumbuhan penduduk tidak
seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti
dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.
 Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk
Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin,
agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya.
Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan
migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan
jenis penduduk golongan muda yang dapat menimbulkan
persoalan penyediaan fasilitas pendidikan, perluasan lapangan
kerja, dan sebagainya.
 Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk
Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat
memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu
penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan
pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya
dengan cara transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth
centers), pusat-pusat industri, dan sebagainya.
Adapun tiga faktor lain yang kependudukannya sangat
berpengaruh yakni: Kelahiran (Natalitas), Kematian (Mortalitas),
Perpindahan (Migrasi)

13
2. Pancagatra

Komponen pancagatra adalah komponen yang meliputi lima aspek


Ketahanan Nasional dalam kehidupan sosial (intangible). Komponen
pancagatra meliputi:

a. Ketahanan Nasional di Bidang Ideologi


Ideologi suatu negara diartikan sebagai guiding of principles atau prinsip
yang dijadikan dasar suatu bangsa. Ideologi adalah pengetahuan dasar
atau cita-cita. Ideologi merupakan konsep yang mendalam mengenai
kehidupan yang dicita-citakan serta yang ingin diiperjuangkan dalam
kehidupan nyata. Ideologi dapat dijabarkan kedalam sistem nilai
kehidupan, yaitu serangkaian nilai yang tersusun secara sistematis dan
merupakan kebulatan ajaran dan doktrin. Dalam strategi pembinaan
ideologi ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan yaitu :
 Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI,
Ideologi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada seluruh
WNI.
 Aktualisasi dalam arti dikembangkan kearah keterbukaan dan
kedinamisan.
 Ideologi harus dijadikan panglima, bukan sebaliknya.
 Ideologi pancasila mengakui keaneragaman dalam hidup berbangsa
dandijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan
masyarakat.
 Kalangan elit eksklusif, legislatif, yudikatif harus mewujudkan cita-
cita bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan
kepentingan bangsa.
 Mensosialisasikan pancasila sebagai ideologi humanis, religius,
demokratis, nasionalis, dan berkeadilan
 Tumbuhkan sikap positif terhadap warga negara dengan
meningkatkan motivasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa

b. Ketahanan Nasional dibidang Politik

14
Adalah ketahanan Nasional yang berintikan kehidupan politik
yang damai, tertib, adil, jujur, dan demokratis, serta tercipta stabilitas
politik yang dapat mengatasi segala ATHG. Dalam hal ini politik
diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk
mencapai tujuan dan kekuasaan. Kehidupan politik dapat dibagi kedalam
dua sektor yaitu sektor masyarakat yang memberikan input dan sektor
pemerintah yang berfungsi sebagai output. Sistem politik yang diterapkan
dalam suatu negara sangat menentukan kehidupan politik di negara yang
bersangkutan. Upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan ketahanan di
bidang politik adalah upaya mencari keseimbangan dan keserasian antara
keluaran dan masukan berdasarkan pancasila dan merupakan
pencerminan dari demokrasi pancasila.

c. Ketahanan Nasional dibidang Ekonomi


Ketahanan yang berintikan tersedianya pangan, sandang, lapangan
kerja, perumahanan, menurunnya angka kemiskinan sehingga dapat
mengatasi segala ATHG, baik yang datang dari luar maupun dari dalam
negeri yang membahayakan kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa
dan negara Indonesia. Upaya meningkatkan ketahanan ekonomi adalah
upaya meningkatkan kapasitas produksi untuk kelancaran barang dan
jasa secara merata ke seluruh wilayah negara. Upaya untuk menciptakan
ketahanan ekonomi yaitu dengan cara berikut:
 Sistem ekonomi diarahkan untuk kemakmuran rakyat.
 Ekonomi kerakyatan harus menghindari free fight liberalism,
etatisme, dantidak dibenarkan adanya monopoli.
 Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan selaras antar
sektor.
 Pembangunan ekonomi dilaksanakan bersama atas dasar
kekeluargaan.
 Pemerataan pembangunan dan hasilnya harus dilaksanankan secara
selaras dan seimbang antar wilayah dan antars ektor.

15
 Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan dalam meningkatkan
kemandirian ekonomi. Ketahanan dibidang ekonomi dapat
ditingkatkan melalui pembangunan nasional yang berhasil, namun
tidak dapat dilupakan faktor-faktor non-teknis dapat
mempengaruhi karena saling terkait dan berhubungan.

d. Ketahanan Nasional dibidang Sosial dan Budaya


Sosial budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik
budaya bangsa yang berisi keuletan untuk mengembangkan kekuatan
nasional dalm menghadapi dan mengatasi ATHG, baik dari dalam
maupun luar, baik yanglangsung maupun yang tidak langsung, yang
membahayakan kelangsungan hidup sosial NKRI berdasarkan pancasila
dan UUD 1945.Sedangkan esensi ketahanan budaya adalah pengaturan
dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya dengan tersedianya
pendidikan murah dan berkualitas, hormat menghormati, sopan santun,
beretika dan bangga menjadi anak Indonesia. Dengan demikian,
ketahanan budaya merupakan pengembangan sosial budaya dimana
setiap warga masyarakat dapat mengembangkan kemampuan pribadi
dengan segenap potensinya berdasarkan nilai-nilai pancasila.

e. Ketahanan Nasional dibidang Pertahanan dan Keamanan


Pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi aman, damai,
tidak sengketa dengan bangsa dan negara lain, percaya dengan
kemampuan diri sendiri. Melalui hal itu, diharapkan mampu menghadapi
dan mengatasi ATHG yang membahayakan identitas, integritas, dan
kelangsungan hidup bangsa berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Ketahanan dibidang keamanan adalah ketangguhan suatu bangsa dalam
upaya bela negara, dimana seluruh Petahanan dan Keamanan disusun,
dikerahkan secara terpimpin, terintegrasi, terorganisasi untuk menjamin
terselenggaranya Sistem Ketahanan Nasional. Prinsip-prinsip Sistem
Ketahanan Nasional antara lain:
 Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan.

16
 Pertahanan keamanan dilandasi dengan landasan ideal pancasila,
landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional wawasan
nusantara.
 Pertahanan keamanan negara merupakan upaya terpadu yang
melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional.
 Pertahanan dan keamanan diselenggarakan dengan Sishankamnas
(Sishankamrata).

17
BAB III

PENUTUPAN

2.1 KESIMPULAN

Ketahanan nasional atau yang disebut juga juga geostrategi merupakan metode
atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan
yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan
keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik,
lebih aman, dan bermartabat.

Ketahanan Indonesia diperlukan dan dikembangkan untuk mewujudkan dan


mempertahankan integritas bangsa dan wilayah tumpah darah negara Indonesia,
megingat kemajemukan bangsa Indonesia serta sifat khas wilayah tumpah darah negara
Indonesia, maka geostrategi Indonesia dirumuskan dalam bentuk Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional berisi tentang keuletan dan ketangguhan.

Negara Indonesia adalah negara yang solid terdiri dari berbagai suku dan bangsa,
terdiri dari banyak pulau-pulau dan lautan yang luas. Jika kita sebagai warga negara ingin
mempertahankan daerah kita dari ganguan bangsa/negara lain, maka kita harus
memperkuat ketahanan nasional kita. Ketahanan nasional adalah cara paling ampuh,
karena mencakup banyak landasan seperti : Pancasila sebagai landasan ideal, UUD 1945
sebagai landasan konstitusional dan Wawasan Nusantara sebagai landasan visional, jadi
dengan demikian katahanan nasional kita sangat solid.

3.2 SARAN

Geostrategi hendaknya dipelajari disetiap bangsa agar dapat mempertahankan


keamanan bangsa tersebut dari berbagai gangguan baik gangguan yang berasal dari dalam
negeri maupun gangguan dari luar negeri. Untuk memperkuat ketahanan nasional, setiap
bangsa hendaknya menegakan hukum dan menertibkan kekuatan yang terealisasikan
untuk menjaga ketahanan dan keamanan negara.

18