Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sasaran Millennium Development Goals (MDGs), dimana Indonesia merupakan salah satu dari 189
negara yang menandatangani kesepatan pembangunan millennium (MDGs) pada bulan September tahun
2000. Kesepakatan tersebut berisikan 8 (delapan) misi yang harus dicapai, yang merupakan komitmen
bangsa-bangsa di dunia untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan, dimana
pencapaian sasaran Millennium Development Goals (MDGs) menjadi salah satu prioritas utama Bangsa
Indonesia.
Salah satu sasaran dari Millennium Development goals (MDGs) adalah Menurunkan angka
kematian bayi dan peningkatan kesehatan ibu, yaitu proses persalinan dan perawatan bayi harus dilakukan
dalam sistem terpadu dalam bentuk pelayanan obstetrik dan neonatus komprehensif (PONEK) di rumah
sakit.
Pelayanan obsetri dan neonatal regional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi
baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obsetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di
Rumah Sakit. Rumah Sakit PONEK 24 jam merupakan bagian dari system rujukan dalam pelayanan
kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan
bayi baru lahir.
Kunci keberhasilan PONEK adalah ketersediaan tenaga-tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi,
prasarana, sarana, dan managemen yang handal.

B. TUJUAN PEDOMAN
1. Tujuan Umum
Terpenuhinya standar Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) dalam rangka
menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kesehatan ibu.
2. Tujuan Khusus
a. Terstandarnya pedoman ketenagaan di PONEK.
b. Terstandarnya pedoman sarana prasarana diPONEK.
c. Tersusunnya panduan 10 penyakit terbesar di setiap instalasi pelayanan PONEK.

C. RUANG LINGKUP PELAYANAN


Ruang lingkup pelayanan PONEK di RS dimulai dari garis depan/IGD dilanjutkan ke kamar
operasi/ruang tindakan sampai ke ruang perawatan. Secara singkat dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1 Stabilisasi di IGD dan persiapan untuk pengobatan definitif.
2 Penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang tindakan.
3 Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparatomi dan seksio sesaria.
4 Perawatan intermediate dan intensif ibu dan bayi.
5 Pelayanan Asuhan Ante Natal Risiko Tinggi.

D. BATASAN OPERASIONAL
1 PONEK adalah pelayanan obstetric neonatal emergensi komprehensif.
2 IGD adalah instalasi gawat darurat yang dapat melayani penanganan kasus kegawatdaruratan
maternal dan neonatal serta pelayanan ginekologis.
3 ICU adalah intensif care unit. Dapat melayani pengawasan gawat nafas, perawatan sepsis dan
pemantauan terapi cairan .
4 NICU adalah pelayanan neonatal intensif care unit. Di Rumah Sakit type B dapat melayani
pelayanan neonatal intensif level III.
5 Instalasi rawat inap mencakup ruang perinatologi, ruang nifas (post natal) dan NICU.
6 Pelayanan penunjang medik meliputi instalasi laboratorium yang mencakup pelayanan darah dan
Instalasi Radiologi.

E. LANDASAN HUKUM
Dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan ini adalah sebagai berikut :
1 Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan mengeluarkan Standar Akreditasi Rumah Sakit
Nomor HK.02.04/I/2790/11 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit;
2 Keputusan Komisi Akreditasi Rumah Sakit tahun 2012 tentang Panduan Penyusunan Dokumen
Akreditasi
3 Undang - undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran
4 KEPMENKES RI no 1333/MENKES/SK/XII/1999 tentang Standar pelayanan Rumah Sakit.
5 DIRJEN YANMED, DEPKES RI, 2007 tentang Pedoman, penyelenggaraan PONEK di
rumah Sakit,
6 DIRJEN YANMED, DEPKES RI, 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Ibu dan
Bayi secara Terpadu dan Paripurna menuju Rumah Sakit Sayang Ibu dan bayi
7 Kepmenkes RI No. 1457/menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan Di Kabupaten/Kota
8 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1202/Menkes/SK/VII/2003 tentang Indikator Indonesia Sehat
2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten/Kota sehat.
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA


Kualifikasi sumber daya manusia di Tim PONEK adalah :
A. Ketua Tim PONEK.
Syarat Jabatan :
a. Pendidikan dasar dokter spesialis kandungan dan kebidanan.
b. Pernah mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan bidangnya.
c. Memiliki dedikasi dan loyalitas kerja yang tinggi.
d. Memiliki kemampuan kepemimpinan
e. Memiliki sertifikat pelatihan PONEK
f. Memiliki SIP di rumah sakit Permata Hati
B. DOKTER SPESIALIS ANAK
Syarat Jabatan :
1. Pendidikan dokter Spesialis Anak
2. Memiliki sertifikat pelatihan PONEK
3. Memiliki SIP di rumah sakit Permata Hati
C. DOKTER UMUM
Syarat Jabatan :
1. Pendidikan dokter Umum
2. Memiliki sertifikat pelatihan PONEK
3. Memiliki SIP di rumah sakit Permata Hati
D. KOORDINATOR VK RAWAT INAP
Syarat Jabatan :
a. DIII Kebidanan
b. Memiliki ketrampilan dan pengetahuan tentang PONEK
c. Pernah mengikuti pelatihan-pelatihan
a. Memiliki dedikasi dan loyalitas kerja yang tinggi
b. Memiliki sertifikat pelatihan PONEK
E. ANGGOTA
Syarat Jabatan :
a. Pendidikan dasar DIII Kebidanan
b. Pengalaman kerja di rumah sakit minimal 1 tahun
c. Pernah mengikuti pelatihan-pelatihan.
d. Memiliki sertifikat pelatihan PONEK

B. DISTRIBUSI KETENAGAAN
1. Terdapat dokter spesialis yang telah melakukan pelatihan PONEK yaitu dokter spesialis :
a. Dokter spesialis obstetric ginekologi
b. Dokter spesialis anak
1. Terdapat dokter umum yang telah melakukan pelatihan PONEK
2. Terdapat bidan dan perawat yang telah melakukan pelatihan PONEK

C. PENGATURAN JAGA
1. Dalam pengaturan jaga pelaksana (dokter/bidan/perawat/ radiographer/analis ) pelayanan PONEK
terbagi 3 shift yaitu :
a) Shift Pagi : 07.30 – 14.00 WIB
b) Shift Sore : 14.00 – 20.00 WIB
c) Shift Malam : 20.00 – 07.30 WIB
BAB III
STANDAR FASILITAS

A. DENAH RUANGAN
(Terlampir)

B. STANDAR FASILITAS
Dalam rangka Program Menjaga Mutu pada penyelenggaraan PONEK harus dipenuhi hal-hal
sebagai berikut:
1. Ruang rawat inap yang leluasa dan nyaman
2. Ruang tindakan gawat darurat dengan instrumen dan bahan yang lengkap
3. Ruang pulih/observasi pasca tindakan
4. Protokol pelaksanaan dan uraian tugas pelayanan termasuk koordinasi internal

Standar fasilitas berdasarkan kriteria ruangan dan peralatan pelayanan PONEK adalah sbb :
1. Kriteria Umum Rumah Sakit PONEK.
a. Ada dokter jaga yang terlatih di IGD untuk mengatasi kasus emergency baik secara
umum maupun emergency obstetric neonatus.
b. Dokter, bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK rumah sakit
meliputi resusitasi neonatus, kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus.
c. Mempunyai Standar Operasional Prosedur penerimaan dan penanganan pasien
kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus.
d. Kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-daruratan obstetrik dan
neonatus.
e. Mempunyai standar respon time di IGD selama 10 menit, di kamar
bersalin kurang dari 30 menit, pelayanan darah kurang dari 1 jam.
f. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan
operasi, bila ada kasus emergency obstetrik atau umum.
g. Tersedia kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi dalam
waktu kurang dari 30 menit.
h. Memiliki petugas yang siap melakukan operasi atau melaksanakan tugas sewaktu-waktu, meskipun on
call.
i. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK, antara lain dokter kebidanan,
dokter anak, dokter/petugas anestesi, dokter penyakit dalam, dokter spesialis lain serta
dokter umum, bidan dan perawat.
j. Tersedia pelayanan penunjang lain yang berperan dalam PONEK, seperti laboratorium dan radiologi
selama 24 jam, recovery room 24 jam, obat dan alat penunjang yang selalu siap tersedia.
1. Perlengkapan
a. semua perlengkapan harus bersih (bebas, debu, kotoran,bercak, cairan dll)
b. permukaan metal harus bebas karat atau bercak
c. semua perlengkapan harus kokoh (tidak ada bagiaan longgar atau tidak stabil)
d. permukaan yang dicat harus utuh dan bebas dari goresan besar
e. roda perlengkapan (jika ada) harus lengkap dan berfungsi baik
f. instrumen yang siap digunakan harus disterilisasi
g. semua perlengkapan listrik harus berfungsi baik (saklar, kabel dan steker menempel kokoh)
2. Bahan
Semua bahan harus berkualitas tinggi dan jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan
unit ini.
a. Peralatan Esensial
Tabel Peralatan Maternal Esensial

NO JENIS PERALATAN JUMLAH


1 Kotak Resusitasi
- Ambubag dan sungkup 1
- Laringoskop dewasa 1
berfungsi baik
- Laringoskop bayi 1
- Selang reservoir oksigen 1
- Alat suntik,1, 2 ½, 3 ½, 5, 10, 1
20 cc 1
- Infus set 1
- Obat-obatan : cairan infuse
RL, adrenalin, atropine, Na Cl,
MgSO4 40%,sodium 1
bikarbonat,dexamethason. 1
- Stilet
- Alat endotrakeal ukuran 2 1/2,
3, 3 ½
2 Incubator 3
3 Infant warmer 2
4 Ekstraktor vakum 1
5 Forceps naegele -
6 Monitor denyut jantung/pernapasan 1
7 Foetal dopler 1
8 Set section sesaria 2

C. Tabel Peralatan Maternal Esensial

No Jenis Peralatan Jumlah


1 Infant warmer 1
1 (satu) unit di Instalasi Kamar Operasi
2 Pulse oxymeter neonates 1
3 Terapi sinar 3
4 Syringe pump 1
5 Tabung oksigen (mobile) 1
6 Lampu tindakan 1
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

Tata laksana pelayanan dalam PONEK diantaranya pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal adalah sbb :
1. PELAYANAN RAWAT JALAN
Tata Laksana pelayanan perinatal resiko tinggi dalam ruang lingkup pelayanan rawat jalan terkait dengan
kegiatan terprogram dari instalasi rawat jalan yaitu dalam pelayanan di Poli Kebidanan dan Kandungan.
Poliklinik Anak yang terjadwal setiap hari kerja Senin sampai dengan Sabtu jam 07.30 sampai dengan jam
14.00.
1. Poliklinik Anak
Imunisasi
Layanan imunisasi di poliklinik anak meliputi program imunisasi Wajib dan imunisasi yang
dianjurkan.Pelaksanaan imunisasi di atas
dilakukan setiap hari rabu jam 07.30 sampai dengan 14.00 WIB
2. Pelayanan Kehamilan
Petugas kesehatan melakukan pelayanan kehamilan sesuai dengan standar pelayanan antenatal, diantaranya :
a. Melakukan anamnesis secara lengkap, yaitu :
1) Riwayat kehamilan sekarang
2) Riwayat obstetri masa lalu
3) Riwayat penyakit
4) Riwayat sosial ekonomi
b. Melakukan pemeriksaan
1) Pemeriksaan fisik umum
2) Pemeriksaan luar (abdomen)
3) Pemeriksaan dalam, bila diperlukan
4) Pemeriksaan laboratorium dan penunjang diagnostik
c. Melakukan assessment/diagnosa
d. Mengupayakan kehamilan yang sehat, yaitu
1) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
2) Ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal minimal 4 kali selama kehamilan.
3) Ibu mengikuti kelas ibu
4) Memberikan nutrisi yang adekuat
e. Melakukan deteksi dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat
penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan serta melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan
f. Memberikan pelayanan/asuhan standar minimal termasuk “7T” yaitu :
1) Timbang berat badan
2) Ukur Tekanan darah
3) Ukur Tinggi fundus uteri
4) Pemberian imunisasi (Tetanus Toksoid )TT lengkap
5) Pemberian Tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan
6) Test terhadap Penyakit Menular Seksual
7) Temu wicara dalam rangka persiapan rujuk
g. Ibu hamil, suami dan keluarga mengetahui tanda bahaya kehamilan dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
h. Persiapan persalinan yang aman dan bersih
1) Selalu melakukan personal hygiene
2) Pakaian dalam diganti minimal 2x sehari
3) Merencanakan pertolongan persalinan ke sarana kesehatan
i. Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi
j. Pelayanan antenatal dapat melakukan penanganan pasien dengan :
1) Penanganan pasien dengan abortus
2) Penanganan pasien dengan kehamilan ektopik (KE)
3) Penanganan pasien dengan kehamilan ektopik terganggu (KET)
4) Penanganan pasien dengan hipertensi
5) Penanganan pasien dengan preeklamsia/eklamsia
6) Penanganan pasien dengan placenta previa
7) Penanganan pasien dengan solutio placenta
8) Penanganan pasien dengan rupture uteri
9) Penanganan pasien dengan kehamilan metabolic
10) Penanganan pasien dengan kelainan vascular/jantung

B. Pelayanan persalinan
Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan
dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.
Pengkajian awal pada pelayanan persalinan adalah :
1 Melakukan anamnesis : identitas pasien, keluhan utama, riwayat persalinan, riwayat kebidanan, riwayat medic,
riwayat social, riwayat kehamilan terdahulu, terakhir kali makan atau minum, lama istirahat/tidur
2 Melakukan pemeriksaan fisik : tanda-tanda vital, konjungtiva dan sclera,pemeriksaan abdomen: tinggi fundus,
kontraksi uterus, denyut jantung janin, pemeriksaan dalam, pemeriksaan edema dan varises pada tangan dan kaki.
3 Membuat diagnosis : diambil kesimpulan dari hasil anamnesa pasien dan hasil pemeriksaan fisik, gravida berapa,
pernah partus berapa kali dan pernah abortus berapa kali, parturien berapa minggu dan dalam kala berapa serta
dalam fase apa.misalnya G5P3A1 parturien 39 minggu kala 1 fase laten atau G3P1A1 parturien 38 minggu kala II.
4 Membuat planning dan implementasi :
a) memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga
b) pemantauan/observasi tanda vital, His, DJJ dan kemajuan persalinan yaitu

KALA 1 Tensi Nadi Respirasi Suhu HIS DJJ Periksa Dalam Partograf

LATEN Normal 4 jam 4 jam 4 jam 4 jam 1 jam 1 jam 4 jam -

Induksi 4 jam 4 jam 4 jam 4 jam 30 30 4 jam -

menit menit
AKTIF Normal 4 jam 30 4 jam 2 jam 30 30 4 jam, kecuali Wajib

menit menit menit terdapat tanda kalaII KALA I


Induksi 4 jam 30 4 jam 2 jam 30 30 4 jam, kecuali Wajib 1) B
menit menit menit terdapat tanda kalaII erikan
nutrisi dan
hidrasi pada ibu, atau bisa dibantu oleh keluarga
2) Berikan dukungan pada keluarga
3) Memastikan kembali partus set, hecting set dan alat perlindungan diri serta obat essensial siap pakai dan lengkap
4) Memberikan informasi tentang inisiasi nenyusui dini dan kontrasepsi
5) Kolaborasi dengan dokter obgin apabila tidak ada kemajuan persalinan dan partograf telah berada dalam garis
bertindak.
KALA II :
Kala II adalah kala persalinan dimana pembukaan sudah lengkap, yang dilakukan bidan adalah :
KEMAJUAN KONDISI IBU KONDISI JANIN
PERSALINAN PASIEN
TENAGA
Usaha mengedan Periksa nadi dan tekanan darah setiap Periksa DJJ setiap 15 menit / lebih
30 menit. sering dilakukan dengan makin
Palpasi kotraksi uterus : Respon keseluruhan pada kala 2 : dekatnya kelahiran.
(control tiap 10 menit) -Keadaan dehidrasi Penurunan presentasi dan
- Frekuensi -Perubahan sikap/perilaku perubahan posisi
- Lamanya -Tingkat tenaga (yang dimiliki) Warna cairan tertentu
- Kekuatan

1) Pada kala II di pimpin mengedan apabila : kepala janin sudah tampak di vulva dengan diameter 5-6 cm, apabila
kepala belum tampak di vulva maka ibu boleh mengedan dalam posisi miring kiri.
2) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu
3) Menjaga personal hygiene
4) Menyiapkan posisi ibu saat bersalin
5) Menyiapkan ibu dan keluarga untuk membantu proses pimpinan meneran dengan posisi setengah duduk
6) Menolong kelahiran dengan persalinan yang bersih dan aman
7) selama persalinan normal, intervensi hanya dilaksanakan jika benar-benar dibutuhkan.Prosedur ini hanya dibutuhkan
jika ada infeksi atau penyulit
8) melakukan inisiasi menyusui dini selama 1 jam bila apgar score bayi bagus.
Kala III
1) Palpasi uterus untuk menentukan apakah ada bayi kedua : jika ada, tunggu sampai bayi kedua lahir.
2) Memberikan oksitosin 10 iu im dalam waktu 1 menit. Apabila placenta belum lahir setelah 15 menit maka dapat diulangi
oksitocin 10 iu im kedua.
3) Menjepit dan menggunting tali pusat
4) Menilai apakah bayi baru lahir dalam keadaan stabil, jika tidak, lakukan resusitasi segera dan apabila bayi langsung
menangis maka lakukan inisiasi menyusui dini selama 1 jam.
5) Melakukan peregangan tali pusat terkendali (PTT)
6) Masase fundus 15 detik

Kala IV
1) Periksa fundus, plasenta, selaput ketuban, perineum, perdarahan, lokhea, kandung kemih, kondisi ibu, kondisi bayi baru
lahir.
2) Berikan nutrisi dan hidrasi
3) Melanjutkan inisiasi menyusui dini selama 1 jam
4) Melakukan personal hygiene
5) Dokumentasi dan dekontaminasi alat

c). Pelayanan pada masa intranatal harus mampu melakukan pasien dengan :
1) persalinan dengan parut uterus
2) Persalinan dengan distensi uterus
3) Gawat janin dalam persalinan
4) Pelayanan terhadap syok
5) Ketuban pecah dini
6) Persalinan macet
7) Induksi dan akselerasi persalinan
8) Aspirasi vakum manual
9) Ekstraksi cunam
10) Episiotomi
11) Kraniotomi dan kraniosentesis
12) Malpresentasi dan malposisi
13) Distocia bahu
14) Prolapsus tali pusat
15) Placenta manual
16) Perbaikan robekan serviks
17) Perbaikan robekan vagina dan perineum
18) Kompresi bimanual aorta

C. Pelayanan nifas
Masa nifas dimulai setelah kelahiran placenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan
sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu.
Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan fisiologis, yaitu :
1) Perubahan fisik
2) Involusi uterus dan pengeluaran lokhia
3) Laktasi/pengeluaran air susu ibu
4) Perubahan system tubuh lainnya
5) Perubahan psikis
Pemeriksaan pada ibu nifas :
Umum Payudara Uterus Vulva/per
ineum
-Tekanan darah - Putting susu : pecah, -Posisi -
-Denyut nadi pendek, rata uterus/tinggi Pengel
-Respirasi - Nyeri tekan Fundus uteri uaran
-Suhu tubuh - Abses -kontraksi uterus lokhia
-Tanda-tanda Anemia - pembengkakan/ASI -ukuran kandung -luka
-Tanda-tanda terhenti kemih laseras
edema/tromboflebitis - pengeluaran ASI i
-Refleks perine
-Varises um
-CVAT(cortical vertebralarea -
tenderness) pembe
ngkaka
n
-luka
-
Hemor
oid

6) Pelayanan masa post natal dapat melakukan pasien dengan :


a) Masa nifas
b) Demam pasca persalinan
c) Perdarahan pasca persalinan
d) Nyeri perut pasca persalinan
e) Keluarga berencana

d. Pelayanan Bayi Baru Lahir


Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir, adalah :
1) Membersihkan jalan napas
2) Memotong dan merawat tali pusat
3) Mempertahankan suhu tubuh bayi
4) Identifikasi
5) Pencegahan infeksi
6) Pemantauan bayi baru lahir :
a) Kemampuan menghisap kuat atau lemah
b) Bayi tampak aktif atau lunglai
c) Bayi kemerahan atau biru
d) Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan
e) Gangguan pernafasan
f) Hipotermia
g) Infeksi
h) Cacat bawaan dan trauma lahir
7) Pemeriksaan pada bayi baru lahir :
a) Pernafasan (normal,mendengkur,cuping hidung mengembang, penarikan kembali tersengal-sengal?)
b) Berat badan dan panjang badan
c) Suhu badan
d) Repleks (mis.menghisap, rooting, menggenggam)
e) Warna kulit (kemerahan,biru,pucat,kuning)
f) Keadaan mata (jernih, berair, kuning)
g) Keadaan tali pusat (kering, mengeluarkan darah, dempet/tidak)
h) Fontanel
i) Kelainan (misalnya bibir/langit-langit sumbing, anus tidak berlubang
8) Pelayanan kesehatan neonatal dapat melakukan pasien dengan :
a) Hiperbilirubin
b) Asfixia
c) Trauma kelahiran
d) Hipoglikemi
e) Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
f) Gangguan pernafasan
g) Pemberian minum pada bayi resiko tinggi
h) Pemberian cairan parenteral
i) Aspirasi mekonial
j) Inisiasi dini ASI (Breast Feeding)
k) Kangaroo Mother Care

e. Pelayanan Immunisasi dan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
1) Pemberian imunisasi
2) Menimbang Berat Badan dan Pengukuran Tinggi Badan
3) Pemberian konseling tentang tumbang
4) Skrining/pemeriksaan anak menggunakan kuesioner Pra Skrining perkembangan (KPSP)
f. Pelayanan Intensif Care Unit
1) Penanganan pada pasien Atonia Uteri
2) Penanganan pada pasien Eklampsi
3) Penanganan pada pasien Emboli cairan ketuban
4) Penanganan pada pasien Perdarahan post partum
5) Penanganan pada pasien Plasenta previa
6) Penanganan pada pasien Pre eklampsi berat
7) Penanganan pada pasien Retensio plasenta
8) Penanganan pada pasien Sepsis puerferalis
9) Penanganan pada pasien Solusio plasenta
10) Penanganan pada pasien Syok hypovolemic

g. Pelayanan NICU
1) Penanganan pasien dengan asfixia
2) penanganan pasien dengan sepsis neonatal
3) penanganan pasien dengan kejang
4) penanganan pasien dengan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
5) penanganan pasien dengan gangguan pernafasan
6) penanganan pasien dengan kelainan jantung
7) penanganan pasien dengan gangguan perdarahan
8) penanganan pasien dengan renjatan (shock)
9) penanganan pasien dengan koma
10) penanganan pasien dengan aspirasi mekonium

b. Pelayanan Ginekologi
1) penanganan pasien dengan kehamilan ektopik
2) penanganan pasien dengan kista ovarium akut
3) penanganan pasien dengan infeksi saluran genitalia
4) penanganan pasien dengan radang pelvic akut
5) penanganan pasien dengan abses pelvik
6) penanganan pasien dengan infertilitas primer
7) penanganan pasien dengan endometriosis
8) penanganan pasien dengan perdarahan uterus disfungsi
9) penanganan pasien dengan perdarahan menoragia
10) penanganan pasien dengan HIV-AIDS

j. Pelayanan instalasi bedah


1) Seksio sesarea
2) Perbaikan robekan dinding uterus
3) Reposisi inversio uteri
4) Histerektomi
5) Anesthesia umum dan local untuk seksio sesaria
6) Anesthesia spinal, ketamin
7) Blok pudendal
BAB V
LOGISTIK

STRATEGI
RINCIAN CARA JADWAL
NO KEGIATAN SASARAN MELAKSA PELAKSAN ANGGARAN KET
NAKAN AAN
KEGIATAN KEGIATAN
1 Operasional :
Pengadaan Non Bon di rumah 1x/bulan 3.600.000,-
Barang ( ATK + Alkes tangga
alat dan bahan
kebersihan,tenun
)

2 Pemeliharaan
a. Umum Barang umum Bagian IPSRS 15.000.000,00
(non
Alat kesehatan 30.000.000,00
alkes)
Bagian
b. Khusu
IPSRS/tekn
s
isi
(alkes)
3 Investasi Alat kesehatan: Ikut anggaran Ikut Biaya
Infant warmer, investasi investas
resusitasi set, i
neopuff, partus
set, monitor set
bayi.

4 Peningkatan Ruang Laktasi Melengkapi Ikut biaya


Sarana dan peralatan investasi
prasarana yang
Pelayanan diperlukan
( pompa ASI,
kulkas
penyimpanan
ASI,meja
kursi, kursi
untuk
meneteki )

Ruang Melengkapi
Neonatus peralatan
yang
diperlukan (
sungkup
ambubag )
5 Melekasanakan
SPM PONEK :
≤ 15 menit Berdasarkan _
1. Respon
laporan
Time
pasien
pemeriksa
bulanan
an pasien
di IGD
PONEK ≤ 30 menit _
2. Respon SDA
Time
pelaksana
≤ 60 menit _
an operasi
SDA
3. Respon
Time
pengadaan
tranfusi
darah
Menghitung - -
6 Melaksanakan
Jumlah IMD dan
IMD
Perbulan melaporkan
jumlah
Inisiasi
Menyusui

Rumah Sakit Permata Hati


Dini perbulan
Menghitung
7. Melaksanakan
Jumlah Rawat dan
Rawat Gabung
Gabung melaporkan
perbulan jumlah
Rawat
Gabung
perbulan

8. Melaksanakan ASI Menghitung


EKSKLUSIF Jumlah ASI dan
eksklusif melaporkan
perbulan jumlah ASI
Eksklusif
perbulan
9. Melaksanakan Jumlah PMK Menghitung
PMK perbulan dan
( Pemakaian melaporkan
Methode jumlah PMK
Kanguru)
perbulan

10 Melaksanakan 5.000.000/orang
pelatihan
PONEK dan
resusitasi
11 Pembentukan TIM
PONEK

BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
A. Fisik
1. Semua tempat tidur pasien harus mempunyai pagar penghalang di setiap instalsi
2. Khusus untuk pasien gelisah harus dipasang restrain
3. Air bersih dilakukan pemeriksaan fisik, kimia dan biologi

Rumah Sakit Permata Hati


4. Tersedianya APAR
5. Dilakukannya kalibrasi berkala untuk peralatan elektronik
6. Adanya pengaman dikamar mandi pasien di setiap instalasi

B. Sumber Daya Manusia (SDM)


1.Ketepatan identifikasi pasien
2.Komunikasi yang efektif dengan pasien
3.Keamanan pemberian cairan konsentrat
4.Ketepatan tindakan dan prosedur yang akan dilakukan pada pasien
5.Pengurangan resiko infeksi dari tindakan medis yang dilakukan

Rumah Sakit Permata Hati


BAB VII
KESELAMATAN KERJA

A. Fisik
1. Lantai ruangan dari bahan yang kuat, rata, tidak licin dan mudah dibersihkan
2. Lantai kamar mandi dari bahan yang kuat, tidak licin, mudah dibersihkan mempunyai
kemiringan yang cukup dan tidak ada genangan air.
3. Pintu dapat dibuka dari luar
4. Air bersih dilakukan pemeriksaan fisik, biologi dan kimia
5. Tersedianya APAR
6. Tersedianya fasilitas penanganan sampah medis
7. Fasilitas sanitasi yang memadai dan memenuhi persyaratan kesehatan
8. Tersedianya instalasi pengelolaan air limbah
9. Tersedianya tempat pembuangan limbah padat

B. Sumber Daya Manusia (SDM)


1. Tersedianya Alat pelindung diri secara lengkap
2. Terdapatnya baju ganti khusus petugas kamar bersalin
3. Dilakukannya pemeriksaan dan vaksinasi berkala untuk petugas pelayanan di semua instalasi.

Rumah Sakit Permata Hati


BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Pengendalian mutu merupakan suatu program yang bersifat objektif dan berkelanjutan
untuk menilai dan memecahkan masalah yang ada sehingga dapat memberikan kepuasan pada
pelanggan dan mencapai standar klinis yang bermutu. Pengembangan mutu di unit pelayanan
PONEK meliputi :
1. Pengembangan Mutu Standar Prosedur operasional
Pengendalian mutu Standar Prosedur Operasional seluruh staf pelayanan dengan
mengadakan rapat bulanan untuk mengevaluasi Standar Prosedur Operasional yang telah ada dan
menambahkan Standar Prosedur Operasional yang belum ada / belum lengkap serta merevisi
Standar Prosedur Operasional yang telah ada sesuai dengan keadaan dilingkungan kerja.
Seluruh staf pelayanan memberikan masukan demi terciptanya unit pelayanan intensif yang lebih
baik dari sebelumnya. Standar Prosedur Operasional yang kurang dicatat oleh seluruh staf
pelayanan untuk dibahas dalam rapat bulanan

2. Pengembangan Mutu Sumber daya Manusia


a. Pelatihan dan seminar secara berkala baik internal maupun eksternal seperti pelatihan PONEK,
PPGD,PPGD-on, resusitasi bayi baru lahir
b. Pendidikan formal maupun informal untuk seluruh petugas pelayanan
c. Pertemuan staf dilakukan tiap bulan membahas dan melakukan evaluasi terhadap laporan
bulanan dan permasalahan di instalasi pelayanan.
d. Adanya materi kasus-kasus secara berkala dari dokter/dokter specialis
3. Pengembangan mutu Fasilitas dan perawatan
a. Lakukan kalibrasi untuk peralatan elektronik untuk menghindari kesalahan dalam
menginterpretasikan informasi yang didapat
b. Buat inventarisasi fasilitas dan peralatan yang ada, sehingga dapat diketahui apakah jumlah dan
fungsinya masih dapat dipertahankan atau perlu diajukan permintaan baru atau perbaikan yang
ada
c. Menjaga kebersihan dan mengendalikan infeksi melalui sterilitas ruang bersalin dan penyediaan
cuci tangan
d. Ikuti prosedur pemeliharaan alat kesehatan sesuai petunjuk operasional

Rumah Sakit Permata Hati


BAB IX
PENUTUP

Pedoman pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK) ini disusun


dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan di RS Permata Hati Dengan adanya pedoman
ini diharapkan dapat mengurangi kekeliruan dan kesalahan kerja di setiap instalasi pelayanan yang
sangat potensial terjadi apabila pelayanan keperawatan diberikan tidak mengikuti pedoman yang

Rumah Sakit Permata Hati


berlaku. Staf pelayanan dalam hal ini sangat memegang peranan penting dan strategis untuk
menentukan keberhasilan pelayanan yang diberikan kepada pasien di setiap instalasi. Untuk itu
pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petugas jaga di RS Permata Hati Kabupaten
Bungo dalam memberikan Pelayanan Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Komprehensif
(PONEK).

PEDOMAN PELAYANAN TIM PONEK

Rumah Sakit Permata Hati


Jl. Lebai Hasan, RT 06/02, Kel. Sungai Pinang, kec. Bungo Dani,

Muara bungo-Jambi

Telp. (0747) 7331122-7331123 Email : permatahhati@yahoo.co.id , Kode Pos 372113

Rumah Sakit Permata Hati