Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Septinus Saa, Formalisme dalam Pelayanan Rumah SakitYowari


Kabupaten Jayapura (Dibimbing oleh Deddy T. Tikson, Thahir Haning,
dan Hasniati)
Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan menganalisis formalisme
dalam pelayanan Rumah Sakit yang mencakup inkonsistensi dalam
pelaksanaan aturan eksternal, inkonsistensi dalam pelaksanaan prosedur
internal, inkonsistensi dalam pelaporan, serta sentralisasi kewenangan
dalam pelayanan rumah sakit Yowari Kabupaten Jayapura.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan


pendekatan studi kasus yang mengacu pada Model Sala dalam Teori
Prismatic Society yang dikembangkan oleh F.W.Riggs (1964).
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara,
pengamatan, serta dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dari
berbagai unsur yakni unsur pelayanan medis, pelayanan asuhan
keperawatan, pelayanan penunjang medis, pelayanan penunjang non
medis, pelayanan administrasi dan manajemen, pasien dan keluarga
pasien serta unsur pemerintah daerah sebagai pemilik rumah sakit, yang
secara keseluruhan berjumlah 42 orang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa formalisme dalam pelayanan
rumah sakit masih terjadi pada beberapa jenis pelayanan dengan
intensitas bervariasi. Inkonsistensi dalam pelaksanaan aturan eksternal
dan inkonsistensi pelaksanaan prosedur internal adalah merupakan ciri
yang hampir terjadi secara merata pada beberapa jenis pelayanan,
sedangkan ciri lainnya yaitu inkonsitensi dalam pelaporan, serta
sentralisasi kewenangan hanya ditemukan pada jenis pelayanan
administrasi dan manajemen. Terjadinya formalisme dalam pelayanan
rumah sakit disebabkan oleh beberapa hal yaitu ketiadaan ijin operasi
rumah sakit, minimnya kapasitas manajemen rumah sakit, serta ketiadaan
Hospital By Laws.
Implikasi dari adanya formalisme adalah kurang optimalnya
beberapa jenis pelayanan rumah sakit seperti pelayanan radiologi,
pelayanan laboratorium klinik, pelayanan gizi, pelayanan rekam medik,
pelayanan pengelolaan limbah, pelayanan pemeliharaan sarana rumah
sakit, dan pelayanan linen/laundry. Dalam jenis pelayanan pemulasaraan
jenazah dan ambulance, ditemukan bahwa formalisme dalam bentuk suap
(bribe), maupun pembayaran tidak resmi (informal payment) terjadi dalam
intensitas cukup tinggi.
Kata Kunci : Formalisme, Pelayanan Rumah Sakit.
ABSTRACT

Septinus Saa, Formalism in Yowari Hospital Services Delivery of Jayapura


Regency (Supervised by Deddy T. Tikson, Tahir Haning, and Hasniati)

This study aimed to describe and analyze formalism in Hospital


services delivery, which include inconsistencies in the implementation of
external rules and internal procedures, inconsistency in reporting, as well
as in the centralization of authority.

Qualitative approach and case study design were employed in


observing the practice of Sala Model in accord with the Theory of
Prismatic Society developed by F.W.Riggs (1964). All required data were
collected from 42 informants, by means of interviews, observation and
documentation. The informants comprised of medical doctors, nurses,
paramedics, administrative staffs, patients and their families, and a
number of related government officials.

This study found that formalism in hospital care still occurs in some
types of services with varied intensity. Inconsistency in the implementation
of external rules and inconsistent implementation of internal procedures is
a trait that occurs almost evenly on all kinds of services, while other
properties are inkonsistensi in reporting, as well as the centralization of
authority is found only on the type of administrative and management
services. The occurrence of formalism in hospital service caused by
several things : the absence of a hospital's operating license, the lack of
capacity of the hospital's management, as well as the absence Hospital By
Laws.
The implication of the formalism is less optimal in some kind of
hospital services such as radiology services, clinical laboratories services,
nutritional services, medical record services, waste management services,
hospital facilities maintenance services, and laundry services. In this kind
of undertakers and ambulance services, it was found that the formalism in
the form of bribes (bribe), as well as unofficial payments occurs in a high
enough intensity.

Keywords : Formalism, Hospital Services.