Anda di halaman 1dari 2

Forum Diskusi M4 - KB2

Kemampuan Awal Peserta didik

Jelaskan pendapat saudara tentang kemampuan awal peserta didik,


apakah peserta didik yang berhasil selalu di sekolah sebelumnya nilainya
tinggi, atau sebaliknya, bagaimana menurut saudara

Pendapat saya tentang keberhasilan peserta didik bukan ditentukan dari nilai tinggi dari
Sekolah / jenjang sebelumnya. hal ini dikarenakan faktor keberagaman karakteristik peserta
didik yang ada.

Karakteristik tersebut membentuk kemampuan awal yang berbeda beda juga pada masing
masing individu peserta didik. Kemampuan awal peserta didik harus diketahui oleh seorang
guru dalam tujuan pencapaian keberhasilan belajar. Hal ini mendorong adanya identifikasi
dan analisis terhadap kebutuhan instruksional

Dalam rangka melakukan pengumpulan data untuk menganalisis kebutuhan instruktional


maka guru perlu melakukan identifikasi terhadap kemampuan awal peserta didik. Dalam
Melakukan identifikasi kecakapan dasar spesifik peserta didik kita, bisa dengan mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut ini :

1. Menuliskan daftar kompetensi dasar yang telah berhasil dibuat dalam kegiatan analisis
instruktional.
2. Buatlah tabel hasil penilaian tes awal
3. Kelompokkan perilaku yang mendapat nilai cukup, sedang, kurang, rendah
4. Buatlah garis batas antara kedua kelompok perilaku tersebut pada bagan hasil analisis
instruktional untuk menunjukkan dua hal sebagai berikut :
a. Perilaku yang ada digaris batas adalah prilaku yang dikuasai oleh siswa sampai tingkat
cukup baik.
b. Perilaku yang ada di atas garis batas adalah perilaku yang belum dikuasai oleh populasi
sasaran atau baru dikuasai dari tingkat sedang, kurang, dan buruk. Perilaku-perilaku
itulah yang akan di ajarkan kepada siswa.
5. Membuat susunan urutan perilaku yang ada diatas garis batas untuk dijadikan pedoman
dalam menentukan urutan materi pembelajaran.

Dari hasil analisis kebutuhan instruksional tersebut akan didapat penilaian berbeda pada
masing masing peserta didik. Kemampuan yang berbeda cara belajarnya pun berbeda.

Jadi anggapan peserta didik yang nilainya tinggi pada sekolah sebelumnya tidak menjadikan
tolok ukur keberhasilan pada pembelajaran pada jenjang selanjutnya. Banyak faktor yang
bisa mempengaruhi tingkat keberhasilan. Faktor dominan adalah perilaku belajar pada saat
pelaksanaan pembelajaran