Anda di halaman 1dari 47

Penilaian Status Gizi Balita, Anak Dan Remaja

Hasil penilaian status gizi balita, anak dan remaja diinterpretasikan menjadi 3 Kategori Status
Gizi berdasarkan Indeks Z-Score, sebagai berikut:
1. Berdasarkan Status Gizi Berat Badan menurut Umur
2. Berdasarkan Status Panjang/Tinggi badan menurut Umur
3. Berdasarkan Status Berat Badan menurut Panjang/Tinggi Badan
Penentuan kategori diawali dengan menentukan nilai Ambang Batas pada table Z-Score
berdasarkan hasil pemeriksaan/penghitungan Umur, Berat Badan, Panjang/Tinggi Badan dan
IMT. Setelah nilai Ambang Batas (Z-Score) telah ditentukan, interpretasi penilaian status
gizi bayi, anak, dan remaja ditentukan berdasarkan kategori berikut:

Indeks Ambang Batas (Z-Score) Kategori Status Gizi


< -3 SD Gizi Buruk
Berat Badan menurut Umur
-3 SD sampai dengan < -2 SD Gizi Kurang
(BB/U)
-2 SD sampai dengan 2 SD Gizi Baik
Anak Umur 0-60 Bulan (5 Tahun)
> 2 SD Gizi Lebih
Panjang Badan menurut Umur < -3 SD Sangat Pendek
(PB/U)* atau -3 SD sampai dengan < -2 SD Pendek
Tinggi Badan menurut Umur -2 SD sampai dengan 2 SD Normal
(TB/U)**
Anak Umur 0-60 Bulan (5 Tahun) > 2 SD Tinggi
Berat Badan menurut Panjang < -3 SD Sangat Kurus
(BB/PB)* atau -3 SD sampai dengan < -2 SD Kurus
Berat Badan menurut Tinggi -2 SD sampai dengan 2 SD Normal
(BB/TB)**
Anak Umur 0-60 Bulan (5 Tahun) > 2 SD Gemuk

Indeks Massa Tubuh menurut < -3 SD Sangat Kurus


Umur -3 SD sampai dengan < -2 SD Kurus
(IMT/U)*** -2 SD sampai dengan 2 SD Normal
Anak Umur 0-60 Bulan (5 Tahun) > 2 SD Gemuk
< -3 SD Sangat Kurus
Indeks Massa Tubuh menurut
-3 SD sampai dengan < -2 SD Kurus
Umur
-2 SD sampai dengan 1 SD Normal
(IMT/U)***
1 SD sampai dengan 2 SD Gemuk
Anak Umur 5-18 Tahun
> 2 SD Obesitas
Tabel Kategori dan Ambang Batas Status Gizi Anak Berdasarkan Indeks Z-Score
* Untuk Umur 0-24 bulan (2 tahun), PB = TB + 0,7 cm
** Untuk Umur >24 bulan, TB = PB – 0,7 cm
*** RUMUS IMT = Berat badan (kg)
(Tinggi/Panjang badan (m))2

Secara umum, rumus perhitungan Z-score adalah:


Z-score =

Nilai Simpang Baku Rujukan disini maksudnya adalah selisih Nilai Simpang Baku Median
dengan Nilai Simpang Baku +1 SD ATAU -1 SD yang ditentukan berdasarkan Nilai Individu
Subyek terhadap l Simpang Baku Median.
Jika (Nilai Individu Subyek) > (Nilai Simpang Baku Median), maka:
(Nilai Simpang Baku Rujukan) = (Nilai Simpang Baku +1 SD) – (Nilai Simpang Baku Median)
Jika (Nilai Individu Subyek) < (Nilai Simpang Baku Median), maka:
(Nilai Simpang Baku Rujukan) = (Nilai Simpang Baku Median) – (Nilai Simpang Baku -1 SD)

Tabel Simpang Baku Z Score yang digunakan ditentukan berdasarkan Jenis Kelamin, Umur dan
Indeks Status Gizi yang diinginkan

Contoh Soal:
Budi seorang anak laki-laki dengan umur 11 bulan dengan tinggi badan 67,3 cm serta berat
badan 5 kg, dan.Andi seorang anak laki-laki berumur 26 bulan dengan panjang badan 90,7 cm
dan berat badan 15 kg. Bagaimanakan status Gizi Budi dan Andi berdasarkan Indeks BB/U,
PB/U atau TB/U, BB/PB atau BB/TB dan IMT/U?
Jawab :
Diketahui:
Budi
 Jenis Kelamin: Laki-Laki
 Umur: 11 bulan
 Nilai Individu Subyek (BB): 5 kg
 Nilai Individu Subyek (PB): 67,3 + 0,7 = 68 cm (karena anak umur 0-24 bulan penentuan
status gizinya menggunakan Panjang Badan)
 Nilai Individu Subyek (IMT): = 5(kg) = 10,87
2
(0,68(m))

Andi
 Jenis Kelamin: Laki-Laki
 Umur: 26 bulan
 Nilai Individu Subyek (BB): 15 kg
 Nilai Individu Subyek (TB): 90,7 - 0,7 = 90 cm (karena anak umur >24-60 bulan
penentuan status gizinya menggunakan Tinggi Badan)
 Nilai Individu Subyek (IMT): = 15(kg) = 18,52
2
(0,9(m))
Jawab:
1. Indeks BB/U

Distribusi Simpang Baku Budi dan Andi ada pada table Z-Score Standar Berat Badan menurut
Umur (BB/U), Anak Laki-La`ki Umur 0-60 bulan
Simpang Baku  Berat Badan (kg)
Umur
-3 SD -2 SD -1 SD Median +1 SD +2 SD +3 SD
11 Bulan 6,8 7,6 8,4 9,4 10,5 11,7 13
26 Bulan 8,9 10,0 11,2 12,5 14,1 15,8 17,8

Budi:
Berat badannya 5 kg, lebih kecil daripada nilai median 9,4, maka dari itu nilai simpang baku
rujukannya ke arah -1 SD, menjadi 9,4-8,4 = 1

sehingga perhitungan Z Score =


Z Score = -4,4

Kemudian nilai -4,4 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
BB/U, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status GIZI BURUK, karena nilai Z-Scorenya
berada dalam rentang < -3 pada Indeks Berat Badan menurut Umur

Andi:
Berat badannya 15 kg, lebih besar daripada nilai median 12,5, maka dari itu nilai simpang baku
rujukannya ke arah +1 SD, menjadi 14,1-12,5 = 1,6

sehingga perhitungan Z Score =


Z Score = 1,56

Kemudian nilai 1,56 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
BB/U, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status GIZI BAIK, karena nilai Z-Scorenya berada
dalam rentang -2 SD sampai dengan 2 SD pada Indeks Berat Badan menurut Umur

2. Indeks PB/U atau TB/U

Distribusi Simpang Baku Budi dan Andi ada pada table Z-Score Standar Panjang Badan
menurut Umur (PB/U), Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Simpang Baku  Panjang Badan (cm)
Umur
-3 SD -2 SD -1 SD Median +1 SD +2 SD +3 SD
11 Bulan 67,6 69,9 72,2 74,5 76,9 79,2 81,5

Distribusi Simpang Baku Budi dan Andi ada pada table Z-Score Standar Tinggi Badan menurut
Umur (TB/U), Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan
Simpang Baku  Tinggi Badan (cm)
Umur
-3 SD -2 SD -1 SD Median +1 SD +2 SD +3 SD
26 Bulan 79,3 82,5 85,6 88,8 92 95,2 98,3

Budi:
Panjang badannya 68 cm, lebih kecil daripada nilai median 74,5, maka dari itu nilai simpang
baku rujukannya ke arah -1 SD, menjadi 74,5 – 72,2 = 2,3

sehingga perhitungan Z Score =


Z Score = -2,82

Kemudian nilai -2,82 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
PB/U, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status PENDEK, karena nilai Z-Scorenya berada
dalam rentang -3 – <-2 pada Indeks Panjang Badan menurut Umur

Andi:
Tinggi badannya 90 cm, lebih besar daripada nilai median 88,8, maka dari itu nilai simpang baku
rujukannya ke arah +1 SD, menjadi 92 – 88,8 = 3,2

sehingga perhitungan Z Score =


Z Score = 0,38

Kemudian nilai 0,38 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
TB/U, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status NORMAL, karena nilai Z-Scorenya berada
dalam rentang -2 SD sampai dengan 2 SD pada Indeks Tinggi Badan menurut Umur

3. Indeks BB/PB atau BB/TB

Distribusi Simpang Baku Budi dan Andi ada pada table Z-Score Standar Berat Badan menurut
Panjang Badan (BB/PB), Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Simpang Baku  Berat badan (kg)
Panjang
badan -3 SD -2 SD -1 SD Median 1 SD 2 SD 3 SD
(cm)
68 6,3 6,8 7,3 8,0 8,7 9,4 10,3

Distribusi Simpang Baku Budi dan Andi ada pada table Z-Score Standar Berat Badan menurut
Tinggi Badan (BB/TB), Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan
Tinggi Simpang Baku  Berat badan (kg)
badan
-3 SD -2 SD -1 SD Median 1 SD 2 SD 3 SD
(cm)
90 10,2 11,0 11,9 12,9 14,0 15,2 16,6

Budi:
Berat badannya 5 kg, lebih kecil daripada nilai median 8,0, maka dari itu nilai simpang baku
rujukannya ke arah -1 SD, menjadi 8,0-7,3 = 0,6

sehingga perhitungan Z Score =


Z Score = -4,3

Kemudian nilai -4,3 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
BB/PB, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status SANGAT KURUS, karena nilai Z-
Scorenya berada dalam rentang < -3 pada Indeks Berat Badan menurut Panjang Badan

Andi:
Berat badannya 15 kg, lebih besar daripada nilai median 12,9, maka dari itu nilai simpang baku
rujukannya ke arah +1 SD, menjadi 14,0-12,9 = 1,1

sehingga perhitungan Z Score =


Z Score = 1,9

Kemudian nilai 1,9 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
BB/U, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status NORMAL, karena nilai Z-Scorenya berada
dalam rentang -2 SD sampai dengan 2 SD pada Indeks Berat Badan menurut Tinggi Badan

4. Indeks IMT/U

Distribusi Simpang Baku Budi dan Andi ada pada table Z-Score Standar Indeks Massa Tubuh
(IMT) menurut Umur (IMT/U), Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Umur Simpang Baku  IMT
-3 SD -2 SD -1 SD Median +1 SD +2 SD +3 SD
11 Bulan 13,4 14,5 15,6 16,9 18,4 20,0 21,8

Distribusi Simpang Baku Budi dan Andi ada pada table Z-Score Standar Indeks Massa Tubuh
(IMT) menurut Umur (IMT/U), Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan
Simpang Baku  IMT
Umur
-3 SD -2 SD -1 SD Median +1 SD +2 SD +3 SD
26 Bulan 12,8 13,7 14,8 15,9 17,3 18,8 20,5

Budi:
IMT-nya 10,87 cm, lebih kecil daripada nilai median 16,9, maka dari itu nilai simpang baku
rujukannya ke arah -1 SD, menjadi 16,9 – 15,6 = 1,3
sehingga perhitungan Z Score = (10,87 – 16,9) : 1,3
Z Score = -4,64

Kemudian nilai -4,64 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
IMT/U, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status SANGAT KURUS, karena nilai Z-
Scorenya berada dalam rentang <-3 pada Indeks IMT menurut Umur

Andi:
IMT-nya 18,52 cm, lebih besar daripada nilai median 15,9, maka dari itu nilai simpang baku
rujukannya ke arah +1 SD, menjadi 17,3 – 15,9 = 1,4
sehingga perhitungan Z Score = (18,52 – 15,9) : 1,4
Z Score = 1,87

Kemudian nilai 1,87 tersebut dibandingkan dengan klasifikasi status gizi berdasarkan indeks
IMT/U, hasilnya ialah anak tersebut memiliki status NORMAL, karena nilai Z-Scorenya berada
dalam rentang -2 SD sampai dengan 2 SD pada Indeks IMT menurut Umur
CHECKLIST & PENILAIAN

Nilai
No Item yang dinilai
0 1 2 3
1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri, bersikap
ramah dan sopan, intonasi dan artikulasi yang jelas,
menunjukan empati terhadap pasien.
2. Menjelaskan pemeriksaan yang akan dilaksanakan
3. Melakukan informed consent
4. Menanyakan Identitas penderita:
• Nama
• Usia
• Jenis Kelamin (jika perlu)
• Alamat
• Pendidikan
• Pekerjaan
• Suku bangsa dan Agama/keyakinan
• Status Perkawinan
5. Mempersiapkan alat sesuai umur pasien:
1. Timbangan berat badan dewasa/bayi
2. Pengukur tinggi badan dewasa/bayi/anak
3. Pita ukur (medline)
4. Tabel Z-Score
6. Mengukur Berat Badan
1. Pastikan jarum menunjukan angka nol sebelum pasien
ditimbang
2. Beritahu pasien agar tidak memakai pakaian yang terlalu
tebal, dan tidak menggunakan alas kaki. Jika pasien adalah
bayi maka lepaskan seluruh pakaiannya.
3. Bantu pasien naik ke atas timbangan
4. Amati dan catat hasil yang ditunjukan jarum
5. Bantu pasien nturun dari timbangan
7. Mengukur Panjang/Tinggi Badan
1. Pastikan pasien dalam posisi pengukuran yang seharusnya
(jika umur pasien 0-24 bulan, maka posisi pasien
terlentang telentang)
2. Ukur tinggi badan pasien, amati dan catat hasilnya
8. Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) pasien
9. Menghitung Nilai Z-Score berdasarkan Indeks:
 BB/U
 PB/U atau TB/U,
 BB/PB atau BB/TB
 IMT/U
10. Menentukan Status Gizi berdasarkan Indeks:
 BB/U
 PB/U atau TB/U
 BB/PB atau BB/TB
 IMT/U
11. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pasien
12. Mengucapkan hamdallah, salam dan terimakasih
13. Mencuci tangan dengan cairan antiseptik
ASPEK PENILAIAN SKILLS LAB PENILAIAN STATUS GIZI

KETERAMPILAN KLINIK PENILAIAN STATUS GIZI


 Sesuai dengan checklist dan tehnik yang telah diajarkan

NILAI:
0 = tidak melakukan
1 = melakukan sebagian
2 = melakukan seluruhnya namun tidak sempurna
3 = melakukan seluruhnya dengan sempurna

KOMUNIKASI:
 Mendapatkan persetujuan tindakan pemeriksaan fisik dari pasien (consent),
 mampu membina hubungan baik dengan pasien secara verbal dan non verbal ( ramah , tebuka,
kontak mata,salam, empati dan hubungan komunikasi dua arah, respon),
 menggunakan bahasa yang bisa dimengerti,
 memberikan kesempatan pasien untuk bertanya

NILAI:
0 = tidak melakukan poin komunikasi
1 = melakukan 1 poin komunikasi
2 = melakukan 2-3 poin komunikasi
3 = melakukan semua poin komunikasi

PERILAKU PROFESIONAL:
 Melakukan setiap tindakan secara hati-hati dan teliti sehingga tidak membahayakan pasien dan diri
sendiri,
 memperhatikan kenyamanan pasien,
 melakukan tindakan sesuai dengan prioritas,
 menunjukkan rasa hormat kepada pasien

NILAI:
0 = tidak melakukan poin Perilaku Profesional
1 = melakukan 1 poin Perilaku Profesional
2 = melakukan 2-3 poin Perilaku Profesional
3 = melakukan semua poin Perilaku Profesional
PENULIS

PENULIS : dr. Alfian Muhajir

REFERENSI

1. Konsil Kedokteran Indonesia. 2012. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Jakarta.


2. Permenkes No.5 Tahun 2014 - Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer. Jakarta.
3. Menteri Kesehatan. 2011. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta
Lampiran
TABEL Z-SCORE

Tabel 1
Standar Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Anak Laki-Laki Umur 0-60 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Anak Laki-Laki Umur 0-60 bulan
Tabel 2
Standar Panjang Badan menurut Umur (PB/U)
Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Tabel 3
Standar Tinggi Badan menurut Umur (TB/U)
Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan

Keteranga* Pengukuran TB dilakukan dalam keadaan anak berdiri


Tabel 4
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Tabel 5
Standar Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan
Tabel 6
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Laki-Laki Umur 0-24 bulan
Tabel 7
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Laki-Laki Umur 24-60 bulan

Keterangan* Pengukuran TB dilakuan dalam keadaan anak berdiri


Tabel 8
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Laki-Laki Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Laki-Laki Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Laki-Laki Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Laki-Laki Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Laki-Laki Umur 5-18 tahun
Tabel 9
Standar Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Anak Perempuan Umur 0-60 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Anak Perempuan Umur 0-60 bulan
Tabel 10
Standar Panjang Badan menurut Umur (PB/U)
Anak Perempuan Umur 0-24 bulan
Tabel 11
Standar Tinggi Badan menurut Umur (TB/U)
Anak Perempuan Umur 24-60 bulan

Keterangan* Pengukuran TB dilakukan dalam keadaan anak berdiri


Tabel 12
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Perempuan Umur 0-24 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Perempuan Umur 0-24 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Perempuan Umur 0-24 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Anak Perempuan Umur 0-24 bulan
Tabel 13
Standar Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Anak Perempuan Umur 24-60 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Anak Perempuan Umur 24-60 bulan
Lanjutan
Standar Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Anak Perempuan Umur 24-60 bulan
Tabel 14
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Perempuan Umur 0-24 bulan
Tabel 15
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Perempuan Umur 24-60 bulan
Tabel 16
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Perempuan Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Perempuan Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Perempuan Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Perempuan Umur 5-18 tahun
Lanjutan
Standar Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
Anak Perempuan Umur 5-18 tahun